I Love You Handsome 16 (Tamat)

“Sidang ini memutuskan bahwa Arci telah bersalah, menggerakkan masa, membuat kekacauan ini adalah kejahatan yang serius bahkan sampai membunuh orang lain,” kata seorang Jaksa. “Dengan ini sesuai pasal pidana menuntut dia dihukum seumur hidup.” “Keberatan, Pak Hakim,” kata seorang...

I Love You Handsome 15

Dendam hanya akan membawa kehancuran Menyeret pelakunya ke dalam kehampaan Akan banyak orang yang kehilangan Dan akan banyak darah ditumpahkan Pasukan Tommy terbagi menjadi dua, mereka yang menuju ke rumah Rahma dan satunya yang ingin menggempur pasukan Yuswo. Arci...

I Love You handsome 14

Pukul tiga pagi. Tak ada yang istimewa sebenarnya pada waktu itu. Kecuali malam mulai gelap, hawa mulai dingin. Ghea sudah tertidur di luar sana dengan jaketnya. Ia lebih memilih tidur di mobil untuk berjaga-jaga kalau-kalau ada yang datang. Lian...

I Love You Handsome 13

Tak ada manisnya yang namanya balas dendam Rasanya pahit dan getir Namun bagi siapapun yang telah melakukannya kepuasan hati tak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang Arci memakai kemeja, jas, kemudian sepatu. Ghea memberikan baju ayahnya untuk Arci. Dia...

I Love You Handsome 12

“Arci, bangun!” Andini menggoyangkan tubuhnya. Arci pun bangun. Ia membuka matanya. Dilihatnya Safira memakai baju piyama. Wajahnya sungguh cantik. “Kamu cantik sekali hari ini.” “Gombal” “Beneran. Kamu seperti bidadari.” “Ayo bangun!” “Aku rasanya tak ingin bangun. Kalau memang ini...

I Love You Handsome 11

Hari itu Lian sedang berbelanja di supermarket, hingga dengan sengaja troli belanjaya ditabrak oleh troli belanja seseorang. Lian menatap ke orang itu. Dia mengenal siapa orang itu, seorang wanita yang menjadi menantu keluarga Zenedine. Sebenarnya tidak resmi sebagai menantu....

I Love You Handsome 10

Duhai yang dicinta Sungguh aku sangat sulit melupakanmu Cintamu sudah terlalu menusuk hatiku Akankah aku bisa mencintaimu “Rahma, pulang bareng yuk,” ajak Nita. “Eh, bentar girls, tunggu disit lhaa!” kata Rahma. “Arep lemburan a?” tanya Sonia. “Iyoi, wis tinggalen...