Agen BandarQQ Online

Baiti Jannati, Rumahku Surgaku 2

Baiti Jannati, Rumahku Surgaku 2 -
loading...

Ngomong-ngomong tentang rupa, bayi kami yang kedua ini kok ga ada miripnya dengan Mas Azam, dilihat dari wajahnya. Apa belum nampak kali ya… Hampir semua anggota badan putraku ini mirip dengan aku, terutama yang ada di wajahnya, seperti mata, alis, hidung, dan mulut. Pokoknya seperti potokopi diriku. Lagi-lagi kata Ummiku, sama plek dengan aku waktu bayi dulu. Yang membedakan Cuma jenis kelaminnya, kalo kelaminku ini berupa alat pipis yang berbentuk secarik lubang yang merah merekah indah dengan bulu halusnya, hihihi… kalo milik putraku bentuknya imut seperti alat pipis milik Ayahnya waktu lembek —yang kalo ngaceng selalu keluar masuk ke dalam kerongkongan rahimku agar aku mendapatkan hak nafkah batiniah. Tapi, tentu saja ukuran alat pipis putraku ini belum sebesar dan sepanjang milik Ayahnya yang perkasa dan selalu jantan saat menyogok-nyogok aku. Kalo dimasukkan ke dalam farji perempuan juga blum bisa, kan putraku masih bayi, masih kecil, hihihi… Ih, ngomong apaan sih…

Sebagai orang tua pastinya menginginkan agar anak-anak kami bisa menggauili kami, eh… mengungguli kami atau melampaui kedua orangtuanya, baik itu dari segi materil, dan non materil, begitu pula dengan ukuran zakar putraku yang masih imut itu –yang masih tertutup kulub– supaya mengungguli kejantanan milik Ayahnya yang perkasa –yang sudah membuatku terhempas ke surga langit ketujuh.

Aku harap zakar putraku kelak lebih hebat dibanding punya Ayahnya, supaya… bisa membahagiakan pasangannya nanti dengan rahmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa melalui zakar perkasanya itu. Aku saja sudah sangat bahagia dengan ukuran dan keperkasaan zakar Suamiku yang segitu itu, apalagi kalo putraku punya zakar yang lebih besar dan panjang dari suamiku, perkasa pula, pasti nanti akan mendapatkan kenikmatan duniawi yang total.

Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan kebahagiaan duniawi yang total… Pasti semua orang menginginkannya. Makanya, aku doakan semoga anak-anakku yang masih bayi-bayi ini —yang sedang kususui di kanan dan kiri ini— kelak mendapat rahmat tidak hanya di akhirat tapi di dunia juga… melalui kehidupan seksual yang indah dan penuh nikmat dan lezat lewat lubang dan daging kelamin-kelamin mereka berdua yang masih kecil-kecil dan imut ini. Lubang yang sempit nan imut untuk bayi perempuan kami, dan daging zakar yang besar nan panjang serta kuat buat bayi laki-laki kami ini.

Ih… Mesum ya aku ini… padahal pinter mengaji kitab kuning… dan kitab biru… Ih, asal dech ah… Maksudnya majalah dewasa, hihihi… Mungkin ini akibat dari keisenganku yang kadang sering curi-curi kesempatan membaca dan melihat majalah cabul milik Mas Azamku, sehingga aku dapat menarik kesimpulan bahwa dengan ukuran zakar besar dan panjang dapat menambah kenikmatan dalam bersetubuh. Begitupula sebaliknya, dengan vagina yang mungil dan sempit lubangnya akan menambah kenikmatan saat wanita disetubuhi. Sebagaimana yang kulihat di majalah cabul itu, zakar panjang dan besar milik laki-laki yang di gambar foto situ berhasil membuat si wanita puas saat disetubuhi. Bahkan, amit-amit, zakar besar nan panjangnya itu dimasukkan ke mulutnya hingga tenggorokan. Dan diceritakan pula si wanita kurang begitu puas saat disetubuhi laki-laki yang zakar-nya kecil…. Akhirnya pun berkali-kali si wanita disetubuhi oleh banyak laki-laki secara bergantian, namun ia tidak menunjukkan kepuasan seksual. Bahkan air maninya para laki-laki itu disemprot-semprotkan di dalam rahimnya, si wanita tetap kurang puas. Padahal semua lubang ditubuhnya dejajali zakar-zakar mereka, termasuk mulut dan, amit-amit, di anusnya… Baru kemudian ia mendapatkan kepuasan total saat disetubuhi oleh laki-laki tadi yang berzakar panjang dan besar tadi, yang adalah kekasihnya.

Dan sungguh kehidupan seksualku sangat terrahmati dengan kenikmatan zakar Mas Azam yang pajangnya sama dengan laki-laki di majalah itu, yaitu memiliki daging zakar sepanjang 22 sentimeter serta dihiasi oleh Yang Maha Pencipta dengan urat-urat tebal yang dialiri darah panas… Yang mendapat kenikmatan luar biasa pun tidak hanya aku saja yang disogoki dengan kontol beliau, Mas Azam pun sungguh sangat beruntung mendapatkan istri semacam aku yang usiaku masih dibilang anak-anak sehingga Mas Azam dapat menikmati vagina anak di bawah umur, yang bulu-bulu jembutku masih gundul, yang lubangnya kecil dan sempit seperti lubang milikku ini. Sehingga kontol beliau berasa kujepit-jepit dan kuperas-peras air mani beliau setiap saat. Malahan Mas Azam benar-benar laki-laki jantan yang sangat beruntung; meski aku sudah melahirkan pun, vaginaku masih terasa sempit lagi menjepit dan berasa sungguh sangat nikmat menurut Mas Azam. Jelaslah masih sempit, hla wong, vagina aku ini belum pernah dilewati oleh bayi-bayiku saat lahiran dulu karena oprasi sesar. Jadi farji-ku ini masih seperti perawan saja legitnya… Hihihi…

Nah, melalui majalah biru itu dan kenyataan bahwa zakar Mas Azam yang panjang dan besar serta lubangku yang kecil, aku pun menjadi tersugesti. Bahwasannya ukuran sangat mempengaruhi rasa nikmat dalam bercinta. Meski baru zakar Mas Azam yang selama ini menyetubuhiku dan belum ada ukuran zakar kecil memasukiku, dan cukuplah dengan cerita di majalah cabul itu sudah membuatku menarik kesimpulan. Maka dari itu, besar harapanku supaya, bayi-bayiku ini kelak mengalami sama persis dengan yang dialami tokoh-tokoh yang ada di majalah cabul itu. Tepatnya soal kelamin panjang, besar, serta lubang yang kecil dan sempit. Agar bayi-bayiku kelak dapat merasakan pengalaman seksual yang indah dan menakjubkan. Minimal sama lah sama yang dialami oleh ayah dan ibunya ini, hihihi… Oleh karenanya sejak anak-anakku masih bayi sudah aku doakan agar mereka bahagia, serta menjalani kehidupan seksual yang indah, seperti doaku malam itu…

Di malam idul fitri yang mustajabah itu, ketika lantunan takbir masih berkumandang sahut-bersahutan dari masjid dan mushola-mushola, sambil menyusui bayi-bayiku di kiri dan kanan susuku, aku pun berdoa… Tak lupa sebelumnya, kubuka dulu popok-popok kedua bayiku seperti membuka makanan dan minuman saat akan dibacakan doa. Supaya doaku merasuk kedalamnya, hihihi… ada ada saja ya aku ini menyamakan zakar dan vagina anak-anakku dengan makanan… Emangnya kelamin-kelamin mereka mau kami makan…? Aneh-aneh deh ya…

Sambil berdoa, dengan penuh cinta kubelai burung dan telur kecil milik putraku, juga kuusap dengan sayang lubang mungil calon sarang burung milik putriku ini yang tembem dan menggemaskan.

 

Bismilah… Ya tuhanku dengarkan dan kabulkanlah doa seorang ibu ini untuk anak-anaknya… Berikanlah putra-putri hamba kebahagiaan yang hakiki, berikanlah rahmat kepadanya melalui kehidupan seksual yang penuh nikmat dan lezat hingga anak cucu… Perbanyaklah rejekinya yang melimpah supaya bisa senantiasa menikmati indahnya dunia…. Selalu sehatkan tubuhnya agar mereka dapat leluasa merengkuh surga syahwat bersama pasangannya kelak di setiap malam dan siangnya… Kuatkan mental dan jiwanya agar memiliki keteguhan hati untuk senantiasa membahagiakan orang-orang yang dicintanya… Pertemukanlah kedua anak hamba ini jodoh yang tepat yang ikhlas dalam mencintai kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing…

Panjangkanlah umur mereka agar memiliki waktu yang sangat lama dalam menjalani kasih sayang bersama pasangannya kelak hingga anak cucu… berikanlah anak-anak hamba ini keturunan yang membahagiakan orangtuanya… Jauhkanlah mereka dari segala mara bahaya dan segala penyakit maupun kecacatan yang merugikan… Dan berikanlah tubuh yang sempurna yang sehat jasmani maupun rohani kepada anak-anak mereka, Ya Tuhanku yang Pengasih… hamba ingin anak-anak hamba hidupnya lebih indah dibanding hidup hamba saat ini, meski saya akui karunia hidup yang Engkau berikan bersama Mas Azam suamiku sudah sangatlah indah dan rizki melimpah… Dan jadikanlah anak-anak hamba beserta cucu-cucu hamba senantiasa menjadi golongan yang selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau beri, dan jauhkanlah mereka dari sifat kufur nikmat. Agar anak-cucu kami ini dapat Engkau limpahi kenikmatan yang tiada tara agungnya karena selalu bersyukur pada-Mu… Bukankah sudah Engkau janjikan bahwasannya dengan mensyukuri nikmat, maka dilipat gandakan kenikmatan berikutnya…

Dan Khusus untuk anakku si Rizqi Akbar Firdaus bin Azam Sugiharto, jadikanlah dia seperti Ayahnya yang hebat, kalo bisa lebih kuat dan lebih hebat lagi, Ya Robbi… Lebih jantan seperti tokoh-tokoh utama atau jagoan di cerita dalam majalah cabul itu, lebih perkasa, lebih segala-galanya agar pesangannya kelak puas dengan kenikmatan yang melenakan dalam urusan bercinta dan persetubuhan, dengan demikian pasangannya kelak menjadi sangat tunduk, sayang, dan cinta kepada putraku yang tampan ini hingga rela melakukan apa saja.

Owh, ya jadikanlah tampan dan rupawan jagoan kecilku ini seperti tampannya Arjunanya Ratu Sinta sebagaimana yang digambarkan di pelajaran Basa Jawa. Atau jadikanlah putraku setampan dan segagah nabi Yusuf alaihissalam sebagaimana yang telah Engkau terangkan dalam firman-Mu, hingga membuat sang nabi dicintai dan digandrungi oleh Siti Zulaikhah dan dayang-dayangnya, padahal dia adalah seorang permaisuri Mesir yang cantik jelita luar biasa kepencut, kesemsem, atau jatuh cinta pada beliau. Karena saking cintanya, lalu tak mampu membendung gelora syahwat di dalam farji Siti Zulaikhah yang adalah seorang permaisuri Ramses, ia mau-maunya mengajak beliau untuk berbuat mesum dan cabul, atau bahasa agamanya berzinah. Padahal Siti Zulaikhah tak lain dan tak bukan adalah ibunya sendiri, lebih tepatnya ibu tiri. Untung saja baginda Yusuf bukan hanya tampan parasnya saja tapi juga hatinya sehingga ratu mesir Zulaikhah yang ternyata mesum terhadap anaknya itu gagal merayu dan mencabuli beliau.

Meski beliau menolak berbuat mesum, dan akhirnya difitnah oleh Siti Zulaikhah, dia pun sebenarnya tetap sayang dan cinta pada ibu tirinya yang mesum dan cabul, tapi rasa cintanya itu berasal dari sudut pandang seorang anak yang suci. Tentu saja Siti Zulaikhah pun masih menyanyangi beliau, lha wong, ia memposisikan dirinya sebagai ibu sekaligus kekasih beliau. Maka melalui kisah tersebut, hamba pun berharap agar putra hamba bisa setampan seperti nabi Yusuf ini hingga wanita manapun dan siapapun bisa jatuh cinta dan sayang padanya… Kan senang, kalo putraku ini banyak yang sayang, daripada dibenci dan dimusuhi kan…?

Lalu, kalo memang rahmat yang akan engkau turunkan melalui kejantanan anakku, maka jadikanlah… Kalo ukuran memang mempengaruhi, maka buatlah alat pipisnya putraku yang masih imut dan lucu ini —yang sedang kubelai-belai ini— menjadi lebih besar dari milik Ayahnya, suamiku tercinta. Lebih panjang dan berurat-urat juga boleh, Ya tuhanku… Agar kelak perempuan saleha mana pun yang menikmati zakar yang engkau ciptakan ini menjadi tak berdaya tatkala dikuasai dalam rengkuhan nafsu yang nikmat dengan cara digaruk-garuk pada dinding di daging di lubang rahimnya yang mengkerut-kerut pake zakar bayiku yang bergerinjal-gerinjal penuh urat yang darahnya mengalir kencang dan panas. Yang akibatnya ia akan bergetar-getar tubuhnya dan melonjak-lonjak karena lubang kelaminnya tak kuat menahan nikmat atas sodokan dan sogokan zakar putraku yang bertubi-tubi, bahkan ia akan menjerit-menjerit seperti diriku yang selalu heboh ketika disetubuhi Mas Azamku. Padahal ia yang saleha, santun dan pemalu… malah menampakkan kebinalannya saat disetubuhi seperti binatang, ya binatang kucing yang mengeong-ngeong ke seantero kampung tatkala kawin di atas genting.

 

Tak lupa hamba memohon pada-Mu agar alat pipis Akbar putraku ini jadi tahan lama dalam menyetubuhi liang rahim pasangan bersetubuhnya kelak seperti alat pipis Ayahnya yang tahan lama, dalam menyetubuhi hamba hingga siang dan malam… Saya tidak mau kalo anu-nya —atau bahasa dewasanya kontol— bayi hamba ini jadi loyo. Kan tidak asyik kalo seandainya kontol-nya bayi hamba ini loyo, bisa-bisa istri atau kekasih, atau perempuan-perempuan yang dicintai bayi hamba yang nafsu syahwatnya besar-besar menjadi tidak puas dan mencari kontol-kontol nakal di luar sana. Idih amit-amit… bisa kena penyakit….

Maka jadikanlah kontol-nya bayi hamba ini bisa kuat dan jantan serta tahan lama dalam menyetubuhi lubang-lubang nikmat milik kekasihnya kelak, secara bergantian. Eh… Kan bisa jadi kalo jagoan kecil hamba ini dikaruniai paras tampan dan memiliki pesona jantan alias gagah, atao basa jawanya ngelanangi sehingga dia punya banyak istri, sehingga lubang-lubang keempat istrinya digilir atau disetubuhi secara bergantian. Kan sah-sah saja kalo laki-laki punya empat istri ato poligami, hla wong di kitab suci sudah dijelaskan, asal bisa adil. Iya Adil, kayak Pak Dhenya Akbar atau Kakak kandung Hamba yang ganteng itu hingga punya istri dua… Kalo istri pertama disetubuhi, ya istri-istri lainnya juga disetubuhi. Kalo istri mudanya hamil yang lainnya pun ingin dihamili, itu namanya adil. Bahkan Pak Dhenya Akbar sering pula menyetubuhi istri-istrinya dengan bersamaan dalam satu ranjang, atau bahasa cabulnya trisom, agar bisa adil. Maka jadikanlah putra hamba bisa adil terhadap kekasih-kekasihnya kelak ya Tuhanku Yang Maha Adil. Maka untuk bisa adil terhadap semua yang akan digagahi putra hamba, perkuatlah kontol bayi hamba ini sekuat dan sejantan Pak Dhe-nya yang ganteng. Kalo bisa lebih pokoknya…. Lebih kuat seperti kisah Baginda Sam’un…

Baginda Sam’un alias Nabi Sam’un, atau yang sering disebut sebagai Samson, telah Engkau karuniai kekuatan yang sangat dahsyat. Beliau bisa merobohkan bangunan kuil dan kerajaan hanya dengan tangan-tangan kuat dan kokoh miliknya. Padahal yang dirobohkan terbuat dari batu-batu besar. Dan dari kekuatan beliaulah si cantik Delilah, anak gadis yang dimanjakan oleh sang raja menjadi tergila-gila padanya. Padahal ia sudah dilarang oleh ayahnya yang seorang raja, untuk tidak menemui Samson, tapi tetap saja ia mencuri-curi kesempatan untuk memadu kasih dengan beliau. Ini karena pada suatu ketika Si Delilah Cantik menjadi terlena dengan perlakuan Samson yang ia rasa sangat jantan.

Konon, ini baru konon sih, aku sendiri tidak yakin dengan cerita yang kubaca dari majalah cabul ini, semoga saja tidak benar. Menurut majalah dewasa cabul ini, Delilah asalnya pernah tidak sengaja menyentuh selangkangan Samson, lalu ia terkejut dengan gumpalan besar di balik kain celananya. Delilah pun Akhirnya jatuh cinta dengan beliau dan penasaran. Singkat cerita ia telah membuka sendiri celana Samson. Samson pun tak bisa apa-apa karena beliau dirantai tangan dan kakinya setelah kehilangan kekuatannya. Sungguh terpananya putri Delilah saat menyaksikan besarnya kejantanan diantara paha-paha kokoh Samson. Karena setan sudah berkuasa di otak Delilah, maka ia tanpa ragu menggenggam zakar beliau dengan kedua tangannya. Meski kontol beliau masih layu Delilah tak mampu menepis kekagumannya bahwa zakar beliau yang lembek terasa tebal dan kuat lagi hangat. Padahal kekuatan beliau telah lenyap gara-gara rambutnya dicukur.

loading...

Delilah pun mengocoknya hingga zakar perkasa beliau menjadi sepanjang dan sebesar lengan Delilah yang putih bersih. Setelah ia membandingkan zakar perkasa Samson dengan lengannya, Delilah pun membandingkan dengan sebuah kayu penumbuk gandum. Tentu saja di benak Delilah zakar beliau tampak lebih perkasa dan indah tentunya. Kontol beliau dikocok-kocok hingga menyemburlah air mani kental beliau, memancar hingga menembak-nembak dirinya dan langit-langit bangunan. Delilah pun seperti mandi air mani, tubuhnya basah kuyub. Anehnya Delilah pun ketagihan bermain main dengan zakar beliau.

Hampir tiap pagi aktifitas Delilah adalah memerah air mani beliau sebagaimana ia sering memerah susu sapi. Jadi, Delilah pun mengganti susu sapi dengan susu Samson. Ya, Delilah jadi tidak waras saat itu, ia menjadi sungguh gila… ia selalu meminum air mani kental beliau seperti susu, setiap pagi.

Awalnya Delilah membawa semacam teko untuk menampung air mani beliau, lalu ia membawanya ke kamar, saat ia haus ia akan minum air mani beliau melalui gelas. Sehari ia bisa meminumya berkali-kali hingga teko itu habis isinya. Besoknya Delilah semakin gila, air mani beliau menjadi semacam candu, hingga ia tidak perlu teko dan gelas.

Jika Delilah haus ia akan turun ke bawah untuk menemui beliau, lalu duduk bersimpuh diantara dua paha kokoh beliau, mengocok zakar panjang beliau, memijat-mijat telur besar beliau dan memasukkan zakar beliau kedalam mulutnya. Delilah seperti anak sapi yang menyusui induknya. Mulut Delilah menghisap dan menyedot zakar beliau. Mungkin karena Delilah terlalu bernafsu hingga zakar beliau ia masukkan melewati tenggorokkannya yang berleher putih. Saat beliau sampai pada klimaks ejakulasinya, perut Delilah langsung terisi berliter-liter air mani beliau hingga tak jarang air mani itu tumpah melewati mulut manis Delilah, bahkan keluar pula melalui lubah hidung Delilah yang mancung dan kembang kempis cantik.

Ah, apakah benar demikian ceritanya, mungkin ini hanya fitnah orang-orang barat yang ingin merusak citra seorang Samson lewat majalah-majalah cabulnya. Terlepas dari benar atau salah, aku pun menjadi tergoda bagaimana jika zakar putra hamba ini seperti zakar Samson yang panjang besar dan banyak air maninya, tentu saja telurnya pun besar-besar.

Maka dalam doa hamba ini pun berharap jadikanlah buah zakar putraku atau telur-telur Akbar menjadi besar seperti yang digambarkan di majalah itu, entah seberapa besar aku sih tidak tahu menahu, setidaknya minimal sama besar dengan milik telur-telur suamiku agar dari dalamnya memproduksi saripati kehidupan berupa air mani yang sehat dan melimpah ruah ketika mencapai ejakulasi… serta tidak ada habis-habisnya, seperti milik Samson. Sehingga lubang farji kekasihnya kelak selalu basah dan banjir oleh maninya bayi hamba biar lubang miniatur mulut itu tidak kehausan atau gersang. Maka, jadikanlah air mani bayi hamba ini seperti air minum yang menyegarkan dan berlimpah ketika disemprot-semprotkan di kerongkongan dalam rahim yang kosong saat haus seperti rahim hamba yang masih sering haus ini. Dan jadikanlah air mani dari jagoan kecilku itu sebagai rejeki yang sungguh tiada tara nikmatnya ketika disiramkannya ke dalam tubuh atau rahim suci seorang wanita saleha, seperti disiramkannya air mani suamiku yang kental bergumpal-gumpal dan panas ke dalam rahimku yang terhormat ini agar tercipta kehidupan baru sesuai yang engkau kehendaki, Ya Tuhanku.

Dan, dari tetesan air mani Akbar yang melimpah ruah itu pertemukanlah dengan sel telur yang sehat dari rahim seorang perempuan yang pantas menjadi ibu saleha untuk anak-anak putraku, seperti diriku. Dan berikanlah tubuh yang sempurna yang sehat jasmani maupun rohani kepada bayinya Akbar, siapapun ibunya nanti. Setidaknya pertemukan sel sperma putraku dengan sel telur yang sehat dan produktif seperti yang ada di dalam rahimku yang telah melahirkan anak-anak yang cantik jelita dan tampan rupawan seperti Ayah dan Ibundanya ini, Ya Tuhanku… Amin…

Yang paling pokok dari doaku terhadap jagoan kecilku ini, Ya tuhanku… adalah, hamba sebagai ibunya yang telah mengandungnya selama 9 bulan, memiliki ikatan batin yang kuat, memohon agar putra hamba menjadi anak yang sayang-cinta dan membanggakan hamba sebagai ibunya. Seandainya putra hamba ini tidak jago dalam urusan ranjang, atau tidak sesubur Abbinya. Sehingga mengakibatkan putra hamba ini susah punya keturunan, tentu saja ini adalah hal yang tidak membanggakan bagi orangtua terutama hamba. Dan kalo sudah begini, kalo diperkenankan biarlah hamba mengajarinya, bagaimana cara meniduri istrinya sehingga bisa hamil dan melahirkan anak-cucu hamba. Seperti Mas Azam meniduri hamba hingga dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun sudah punya dua anak. Saya tidak mau seperti tetangga hamba itu yang jadi bahan gosip karena gabuk[1] atau mandul… Maka, jadikanlah putra hamba ini menjadi sangat jantan, perkasa, banyak dan subur maninya seperti Samson, hingga saat menyetubuhi hamba bisa menjadi bangga dan bahagia seperti hamba. Eh… kalimat doaku sudah benar ga ya…, perasaan kebanyakan kata hamba dech. Ah, masa bodolah…. Tapi kenapa aku tiba-tiba gugup pas berdoa seperti ini…

Ah… Mule lagi dech, plin-plannya… ini gara-gara kepalaku pernah jatuh duluan kena tanah kali ya. Jadi geser otakku barang kali…? Ah, yang penting tidak gila saja seperti Delilah…

loading...
www.sedarahceritasex.com