Agen BandarQQ Online

Putri’s Incestuous Family 8

Putri’s Incestuous Family 8 -
loading...

Update 8.

POV Putri

“ohmmmmmm…” aku menggeliat saat terjaga dari tidur, Badanku rasanya letih sekali“hmmm…sudah jam 10 pagi” gumamku

Sambil bermalas-malasan kududukkan badanku diatas tempat tidur. Bayangan penis besar papa kembali muncul dalam benakku, seolah mencoba mengingatkanku pada kegiatan terlarang yang aku dan papa lakukan tadi malam. “ya ampunn, kenapa aku sampai seperti itu!” jeritku dalam hati. malu sekali rasanya saat terlintas bagaimana tubuhku dengan penuh nafsu meliuk-liuk mengikuti usapan jari papa di vaginaku. Apalagi jika teringat betapa kencangnya aku mendesah saat aku orgasme di atas tubuh papa dengan jarinya menekan-nekan klitorisku.

Bagaimana aku harus bersikap jika nanti ada papa. Rasanya aku tak akan sanggup memandang papa.

mama tau gak ya?” ahhh Mama pasti sudah tau pikirku, lagipula ini semua ide mama, mama juga yang tadi malam menyuruhku memakai baju tidur sexy itu. Belum lagi saat mama pura-pura ngantuk dan tidur lebih dulu. “ahhhhh…bagaimana ini” teriakku dalam hati.

“loh..tuan putri sudah bangun” tiba-tiba aku dikagetkan oleh teguran mama saat ia dan papa masuk kedalam kamar hotel. Sepertinya mereka habis berjalan-jalan di luar.

“hehehe.. iya ma” jawabku singkat.

“kok kamu keliatan cape banget gitu Put, memangnya kamu habis ngapain?” ucap mama sambil sebelah matanya dikedipkan kearahku. Sepintas papa terlihat sedikit tersenyum dengan kaku.

“kan tadi malam abis mijitin papa ma” ucapku membela diri.

loading...

“ohhh…mama kira habis ngapain” ucapnya sambil tersenyum.

Aku tak membalas ucapan mama, aku merasa kikuk dengan kehadiran papa. Papa pun jelas sekali terlihat salah tingkah, buktinya papa diam saja, biasanya papa pasti nyapa aku dan meladeni godaan mama.

“ya sudah mandi dulu sana, sudah siang begini” ucapnya.

“nanti ma…masih ngantuk” rengekku sambil kembali kurebahkan tubuhku diatas kasur dan kutarik selimut menutupi tubuhku.

“ihhh…kamu ini kaya anak kecil, cepat bangun kalo enggak nanti mama yang mandiin” ancam mama sambil menyibakkan selimutku.

“ahhh..mama ganggu aja, 5 menit lagi ma” rengekku

“enggak, harus sekarang, kalo enggak mama gelitikin”

Tiba-tiba mama menghempaskan tubuhnya diatas kasur tepat disampingku. Aku yang kaget tak sempat merespon saat jari mama menggerayangi sisi tubuhku di area ketiakku.

“maaaa…ampun ma….hahaha” aku memohon disela-sela tawa akibat ulah mama.

“gak bisa, kamu harus mama hukum” ucap mama sambil terus menggelitik tubuhku.

loading...

Tubuhku terlonjak-lonjak menahan serangan mama. Aku yakin baju tidur sexy yang masih kukenakan sejak semalam sudah terangkat memamerkan paha dan selangkanganku. Setelah beberapa saat mama menggelitikku, tiba-tiba tangannya berhenti. Kukira siksaan mama sudah berakhir dan aku siap menarik nafas lega, namun tiba-tiba “ahhhh..” aku memekik saat tangan mama mendarat diatas selangkanganku, tepat di atas vaginaku.

“kamu gak pake CD ya Put?” tanya mama. Aku berontak semakin keras berusaha menyingkirkan tangan mama dari vaginaku tapi cengkraman mama malah semakin kuat.

“ma..lepasin, malu ada papa” mohonku

Bukannya melepaskan tangannya dari selangkanaku, tangan mama kini bergerak naik turun menggesek di sepanjang belahan vaginaku, “achhhh..ma..geli” rintihku

“mama, apa-apan sih” ucap papa setengah membentak

“loh kenapa pa? Gak boleh?” mama balik bertanya “kalo papa boleh, kenapa mama enggak?”

Wajah papa seketika berubah pucat “hah..ma..mama tau?” ucap papa terbata-bata.

“tau apa pa?” jawab mama seolah menantang. Papa hanya terdiam tak mampu menjawab perkataan papa. Aku seketika mematung mendengar ucapan mama. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa.

“tau kalau tadi malam papa habis mengocok memek Putri?” lanjut mama sambil terus menggosok-gosokkan jarinya diatas selagkanganku. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa, sedangkan papa masih tetap terdiam sambil wajahnya bersemu merah.

“atau tau kalo tadi malam papa habis meremas dan menjilati dada Putri?” ucap mama lagi. Kini mama menarik tangannya dari vaginaku lalu kemudian menyingkap dadaku dari balik baju tidur kemudian menjilat putingku yang sudah mengeras.

loading...

“achhh ma..”aku menggelinjang menahan geli. Mama kemudian memasukkan seluruh putingku kedalam mulutnya dan memainkannya dengan lidahnya. Tubuhku semakin menggelinjang. Nafsuku perlahan naik akibat tindakan mama.

“ma…jangan.” papa berusaha menyela

“jangan apa pa?” potong mama “papa juga semalam puas melumat bibir mungil putri kan?”

Seperti sebelumnya, wajah mama perlahan semakin mendekat kearah wajahku hingga bibir mama sudah menempel dengan bibirku. Perlahan bibir mama terbuka dan melumat bibirku yang masih tertutup. Dengan gigih mama meneruskan lumatannya dibibirku hingga perlahan bibirku pun ikut terbuka dan menerima lumatan mama.

“emmmm…ma” aku mencoba menolak perlakuan mama, namun mama tidak memperdulikan protesku. Kini lidah mama sudah menyusup masuk kedalam mulutku. Mau tak mau aku kini meladeni lumatan mama. Nafsuku sudah berada di ubun-ubun hingga aku tidak memperdulikan bahwa di ruangan ini ada papa yang sedang menyaksikan ku.

Dengan liar kubalas lumatan bibir mama, lidah kami saling terkait dan menari-nari diatas satu sama lain. Deru nafas kami dan suara berkecipak bibir kami kini memenuhi ruangan.

Cukup lama aku dan mama bercumbu hingga akhirnya mama menghentikan aksinya dan menoleh ke arah papa.

“kenapa pa?mau protes?” tantang mama

Wajah papa benar-benar sudah memerah entah menahan marah atau malu. Sesekali mata papa memandang ke arahku.

“kamu juga Putri” ucap mama yang kini menoleh kearah wajahku “mau-maunya kamu kasih memek kamu sama papa”aku bingung ditanya seperti itu.

“kamu pasti suka kan waktu papa kamu mengeesek-gesek memek kamu?’ lanjut mama

“enggak…ma..” jawabku menahan malu

“jangan bohong, tadi malam kamu sampai mendesah keras sekali” ucap mama “sekarang mama tanya sekali lagi, kamu suka tangan papa mengocok memek kamu?”

“ma…” aku berusaha mengelak pertanyaan mama

“ sudah jawab saja” paksa mama

“i..iya.. ma..” jawabku terbata-bata

“kamu mau kontol papa masuk kesini?” tanya mama lagi sambil tangannya kembali mendarat diatas vaginaku.

“mama…mama sudah keterlaluan” bentak papa

“papa jangan munafik pa, liat kebawah, kontol papa saja sudah keras begitu, pakai pura-pura marah sama mama”

Kulihat area selangkangan papa kini sudah menggembung menandakan penis papa yang sudah mengeras. Papa kembali terdiam tidak mampu melanjutkan amarahnya.

“sekarang Putri jawab, kamu mau kontol papa masuk kedalam memek kamu” ucap mama melanjutkan pertanyaannya. Satu jari mama kini sudah bermain di atas klitorisku.

“ahhh… mama…” aku tak mampu membendung desahanku “i..ya..ma,, aku..mau..” jawabku disela-sela desahanku.

“tuh papa denger sendirikan betapa nakalnya putri kita ini”

“sekarang mama tanya, papa mau enggak ngentot Putri?” tanya mama sambil terus mempermainkan klitorisku

“ma..jangan begini ma, Putri anak kita” ucap papa

“kan Putri yang minta pa, papa yang jahat kalau menolak permintaan putri kesayangan kita ini” mama berusaha meyakinkan papa.

“tapi..ma..”papa masih berusaha menolak mama

“sudahlah pa, liat saja kontol papa sudah keras seperti itu” ucap mama sambil menunjuk selangkangan papa.

“ya sudah, sekarang papa lepas semua pakaian papa “ perintah mama

“mama jangan gila, Putri anak kita ma” papa masih bersikukuh.

“jadi papa nolak? Mau nanti mama laporkan ke ayah dan ibu dikampung kalau papa sudah melecehkan Putri?” ancam mama

“tapi ma..” papa masih berusaha melawan. Rupanya ancaman mama berhasil, papa sudah mulai menurunkan suaranya dan wajahnya kini mulai melunak. Papa pasti tidak mau reputasinya hancur kalau perbuatannya sampai diketahui orang lain, apalagi oleh kakek dan nenek yang sangat membanggakan papa.

“cepat lepas semua pakaian papa terus kesini” perintah mama. Mama kemudian menghentikan kocokannya di klitorisku dan memaksaku duduk. Tangan mama lalu bergerak melepaskan baju tidur yang kukenakan. Kini aku duduk diatas kasur tanpa benang sehelaipun.

Mama juga memaksaku merenggangkan kedua kaki ku sehingga kini aku duduk mengangkang memamerkan belahan vaginaku. Kedua buah dadaku juga kini menggantung tanpa ada kain yang melindungi.

Perlahan sekali gerakan papa membuka semua pakaiannya, masih jelas terlihat kalau papa belum sepenuhnya setuju dengan perintah mama. Hingga akhirnya kini yang tersisa hanya celana dalam papa yang sama sekali tidak mampu menyembunyikan tonjolan penis tegangnya.

“tunggu apa lagi pa, buka semuanya sekarang” dengan berat papa membuka kain terakhir yang menutup tubuhnya.

Pipiku merona kala penis perkasa papa terpampang dengan bebas tak jauh dihadapanku. Urat-urat yang melingkari batang penisnya semakin menambah kegagahan penis papa. Aku terkesima melihat pemandangan itu, kurasakan vaginaku seperti berkedut-kedut seolah merespon anggukan penis papa.

“papa kemari” perintah mama kemudian. Dengan pelan papa berjalan menuju arah kami

Papa berhenti setibanya dihadapan kami. Tangan mama bergerak meraih penis papa dan mendekatkannya kearah wajahku. Selama beberapa saat tangan mama mengocok penis papa sambil sesekali meremas buah pelirnya.

Nafasku semakin berat kala melihat penis papa berada dekat sekali dengan wajahku. Mataku dengan setia mengikuti irama kocokan tangan mama.

Kepala mama kini bergerak kearah wajahku dan dengan lembut mengecup bibirku. Perlahan bibir mama terbuka dan dengan lembut melumat bibirku, dengan tidak canggung lagi ku sambut lumatan bibir mama, dengan mataku tetap awas memperhatikan kocokan tangan mama di penis papa.

“Sekarang cium kontol papamu” perintah mama setelah melepaskan lumatannya dari bibirku. Akupun menurut, dengan sedikit mencondongkan tubuhku kedepan kukecup ujung penis papa. Sensasi aneh merayap disekujur tubuhku. Vaginaku terasa semakin berdenyut. Kuulangi beberapa kali mengecup daerah kepala penis papa.

“sekarang masukkan kontol papa kedalam mulutmu” perintah mama kemudian

Dengan ragu-ragu kubuka mulutku sehingga sedikit bagian kepala penis papa kini sudah masuk kedalam mulutku. Dengan susah payah aku berusaha memasukkan lebih banyak lagi penis papa kedalam mulutku. Ukuran penis papa yang besar membuatku harus berusaha keras agar dapat muat kedalam mulutku.

Kini kepala penis papa dan beberapa centi batang penisnya sudah berada didalam mulutku. Walaupun baru pertama kali melakukan ini tapi instingku mampu membimbingku untuk bergerak memaju-mundurkan kepalaku dengan lidah sesekali menggelitik urat-urat yang melingkari penis papa.

mata papa terkadang terpejam sambil suara desahan samar keluar dari bibirnya. pinggang papa kini tak mampu lagi hanya diam. secara tidak sadar papa mulai mengikuti irama maju mundur kepalaku. digerakkannya pinggulnya maju mundur sehingga gerakan penis nya maju mundur mengikuti hisapanku.

sekitar sepuluh menit penis papa keluar masuk dalam mulutku sehingga aku sudah terbiasa saat daging besar itu menyodok-nyodok tenggorokanku. tangankupun sudah beranani menjelajahi tubuh papa. kedua buah kantung pelirnya sejak tadi sudah menjadi santapan tanganku kala aku mengulum penisnya.

“sekarang kamu rebahan put” perintah mama sambil membantu melepaskan penis papa dari mulutku dan membimbingku untuk tidur terlentang diatas kasur.

kali ini giliran mama yang dengan rakus melumat batang kemaluan papa. di jilat nya penis papa bagaikan sedang menjilati lollipop. papa hanya mampu menggigit bibir bawahnya saat lidah mama dengan liarnya bermain-main disepanjang batang penis papa. tak beberapa lama mama berhenti sambil berucap.

“ok sekarang sepertinya papa sudah gak sabar lagi pengen ngentot Putri, Putri juga keliatannya begitu” ucap mama sambil melirik kearah kami bergantian ”ayo pa, sekarang mama izinkan untuk menikmati Putri kita”

jantungku sedikit berdebar saat tahu beberapa saat lagi penis besar yang selama ini kuidam-idamkan akan menembus celah vaginaku. tubuhku memanas, putingku semakin mengeras dan lubang kemaluanku terasa berdenyut-denyut.

“i..iya ma.” jawab papa. papa kini memposisikan dirinya tepat diatas tubuhku. di lipatkannya kedua kakiku sehingga terlipat searah dengan dada nya. saat kuangkat sedikit kepalaku, dapat kulihat penis besar papa menggantung kearah vaginaku. tangan kanan papa beberapa kami membelai belahan vaginaku sehingga membuatku bergelinjang.

mama kini ada di samping kiriku, bibirnya sesekali melumat putingku lalu naik keatas dan menjilati daun telingaku. bibirku berdesah tiap kali mama menjilati daun telingaku dan meniup-niupkan udara hangat dari mulutnya ke telingaku. belum lagi kala kedua bibir basahnya menjilati dan mengulum kedua putingku.

terasa kedua jari papa berusaha melebarkan liang vaginaku dan tak lama sebuah benda besar dan hangat menempel dipermukaan vaginaku. aku sedikit menahan nafas saat benda itu berusaha menyusup masuk kedalam lubang vaginaku.

“achhhh…sakit pa” ucapku sambil sedikit mengangkat pinggulku. usaha papa terhenti saat dilihatnya aku meringis kesakitan.

“ya sudah gak apa-apa” ucap mama menenangkanku “dicoba lagi pa tapi lebih pelan lagi ya”

kali ini dengan lembut papa menggesek-gesekkan penisnya diatas kemaluanku sehingga membuatku sedikit santai. mama yang sejak tadi menjilati kedua putingku kini mengangkat kepalanya dan menyumpal mulutku dengan lidahnya. mama melumat bibirku dengan lembut sehingga aku semakin terbawa nafsu.

tak lama kemudian “hmmm……”” erangku pelan tertutup lidah mama yang menyumbat mulutku saat kurasakan sebagian penis papa berhasil masuk kedalam vaginaku. Rasa perihnya tak tertahankan. aku terengah-engah menahan perih yang saat ini kurasakan. papa sengaja mendiamkan penisnya yang sudah masuk sebagian didalam vaginaku agar memberiku waktu untuk terbiasa.

penis papa kembali bergerak keluar masuk didalam vaginakau. perlahan-lahan hampir semua bagian penisnya telah berhasil tertelan masuk kedalam vaginaku. aku perlahan-lahan semakin terbiasa merasakan sensasi batang kemaluan besar yang menyodok liang kemaluanku. setelah beberapa menit berlalu akhirnya aku baru bisa benar-benar menikmati perlakuan papa dan mama kediriku.

papa masih dengan lembut menusuk-nusuk kemaluanku dengan penis besarnya. rasa perih tadi hampir hilang sama sekali berganti rasa nikmat dan gatal disepanjang dinding vaginaku. semakin dalam tusukan penis papa maka semakin puas rasanya dinding kemaluanku tergaruk.

belum lagi rangsangan-rangsangan dari mama yang sejak tadi bagai meniup-niup kedalama kobaran nafsuku. mama dengan lemah lembut menjilati kedua puting dadaku secara bergantian. tak lupa satu jarinya sesekali menggapai kebawah dan mendarat tepat diatas klitorisku dan menggesek-gesekkannya. menerima tiga serangan yang nikmat disaat bersamaan benar-benar membuat lupa daratan.

“achhhh…achhh…ma…paaa” eranganku mengisi seisi ruangan. tusukan-tusukan penis papa kini semakin cepat dan aku tahu apa yang sebentar lagi akan kurasakan. tubuhku mulai mengejang. putingku sudah mengeras juga klitorisku menjadi sensitive sekali seiring tusukan penis papa pada vaginaku. dan tak lama kemudian

“achhh..aku keluar..paaa” desahku sambil terengah-engah saat gelombang orgasme datang menerjang tubuhku. mata ku tertutup mencoba menikmati setiap terjangan gelombang orgasme yang datang. kedua kakiku sampai mengejang dan bergetar menahan kenikmatan yang luar biasa.

aku terpejam dan terdiam selama beberapa menit. tenagaku seolah terkuras habis dan seolah menggerakkan tubuhku saja aku tidak kuat.

perlahan kupicingkan mata melihat sekeliling, tepat disampingku kulihat mama yang kini sudah telanjang bulat dalam posisi duduk sedang menaiki papa yang ada dibawahnya. dapat kulihat mama berusaha memasukkan penis papa yang keras mengacung keatas kedalam vaginanya.

“achhh..achhh…”desahan mama kali ini terdengar memenuhi ruangan saat penis papa telah berhasil masuk dan memompa vagina mama.

selama beberapa saat aku menikmati pemandangan tersebut sampai akhirnya aku tak kuat lagi dan terpejam. aku tertidur dengan senyum setsungging, meninggalkan papa dan mama yang sedang asyik memacu birahi disampingku. (bersambung)

loading...
www.sedarahceritasex.com