Agen BandarQQ Online


Putri’s Incestuous Family 7

Putri’s Incestuous Family 7 -
loading...

UPDATE 7

MISSION ACCOMPLISHED

“ahh, akhirnya sampe juga” ucapku sambil merebahkan diri di atas sofa setibanya di kamar hotel “Sudah puas jalan-jalannya?” tanyaku

“hehehe, sudah dong pa, makasih ya udah mau nemenin” ucap Putri

“iya, iya, tapi kaki papa sampe pegel nih” keluhku

“ihh papa segitu aja udah pegel” ejek Putri

“maklum Put, namanya aja udah tua sebentar lagi juga jadi kakek-kakek” ucap istriku melanjutkan ejekan Putri lalu disambut dengan tawa Putri.

“ehh enak aja udah tua, liat ni papa masih gagah begini”

“iya pah, becanda, papa masih muda kok, kuat lagi” ucap istriku “apalagi kalo di ranjang…”

“husss, mama ngomongnya” langsung kusela ucapan istriku, khawatir didengar Putri

loading...

“cieee kuat apa nih,..hihihi” goda Putri sambil tertawa

“anak kecil mau tau aja, udah ayo siap-siap tidur” perintahku.

Kuakui memang badanku lelah dan pegal-pegal setelah seharian meladeni istriku dan Putri. Sore tadi kami pergi berkeliling pasar tradisional untuk berbelanja menyiapkan oleh-oleh yang akan dibawa pulang. Belum lagi pagi sampai siang tadi kami menghabiskan waktu di pantai.

Jika teringat kejadian pagi tadi di pantai seketika penisku menegang, bagaimana tidak, aku dan istriku berbuat nakal saat Putri ada di samping kami. Istriku dengan liarnya mempermainkan dan melumat penisku saat Putri tertidur disamping kami. Belum lagi ucapan-ucapan sugestif istriku yang membuatku merasakan hal lain kala melihat Putri.

Sejauh ini Putri masih kuanggap gadis mungil kesayanganku. Rasanya baru kemarin aku menggendongkan berjalan-jalan mengelilingi kompleks, menuntunnya saat dia baru mulai berjalan, membelikan eskrim dan menemaninya bermain di taman bermain anak kesukaannya. Tapi kejadian tadi pagi seolah membangunkanku dari mimpi. Anak yang dulu senang bermain masak-masakan dengan boneka kesayangannya kini sudah tumbuh besar menjadi sosok yang sangat menggoda.

nafsuku semakin naik membayangkan bagaimana tadi penisku bersentuhan dengan paha Putri, apalagi saat dadanya menekan-nekan punggungku kala kugendong “ahhh Putri, maafin papa bisa berfikiran mesum seperti ini” ucapku dalam hati.

“sini pah biar mama sama Putri pijitin papa, katanya pegel-pegel tadi”. Kulihat istriku dan putri sudah menunggu ada diatas ranjang king size dikamar kami.

Seakan mau melompat keluar bola mataku dari sarangnya saat kulihat betapa menggodanya dua bidadari yang kini sedang menungguku menemani mereka di atas tempat tidur. Istriku terlihat hanya mengenakan night gown sexy kesayangannya yang sengaja dia bawa dari rumah. Baju tipis berbahan sutra itu begitu indah membungkus tubuhnya. Belahan dadanya yang rendah menampakkan bayangan payudara istriku yang bulat menantang, Samar-samar pula dapat kulihat puting istriku membayang. Bawahan baju itu hanya mampu menutupi sebagian kecil paha istriku. Posisi duduknya semakin menarik kain baju itu keatas sehingga celana dalam pink yang dikenakannya terlihat jelas menampakkan selangkangannya yang menggoda. Sudah tak terhitung lagi berapa sering kami bercinta sambil istriku mengenakan baju sexy itu.

sendi-sendi tulangku seakan copot satu persatu saat kualihkan pandangan mataku kearah Putri. Tak kalah sexy dengan mamanya, ia pun mengenakan baju tidur sexy yang hampir serupa. Lekukan tubuhnya begitu membayang seolah tak ada kain yang menutupi. Dadanya yang membusung terlihat begitu menantang. Terlihat tonjolan putingnya yang seolah mengeras menusuk kain baju tidurnya. Rupanya seperti mamanya, iapun tidak mengenakan bra saat ini. Puting mungilnya seolah berbisik mengundangku untuk segera mengecup dan melumatnya.

Tegang di penisku seolah seolah sudah mencapai batasnya saat sekilas kulihat kain berwarna ungu bertengger di tengah-tengan kedua paha Putri. Walaupun terhimpit kedua pahanya namun sudah cukup untuk memenuhi kepalaku dengan rasa penasaran seperti apa bentuk selangkangannya yang sebenarnya.

Dapat kulihat Putri sedikit kikuk karena pakaian yang dikenakannya, seolah-olah tidak nyaman, beberapa kali tangannya bergerak merapatkan kain bagian atas yang menutupi payudaranya sambil sesekali tangannya menarik bagian bawah bajunya agar dapat menutupi pahanya. Rupanya Putri merasa malu harus berpenampilan seperti itu di hadapanku.

“lohh pa, ko malah bengong, sini cepet” ucap istriku menyadarkanku

“anu,..itu..kok mama pakai baju itu?”ucapku seolah tidak merestui istriku berpakaian minim seperti itu

“gak apa-apa lagi pa, kan mau tidur ini gak ada orang asing yang lihat” ucapnya membela diri

“sudah sana buka aja celananya sama bajunya, papa pakai sarung itu aja” sambil tangannya menunjuk kain sarung yang sudah disiapkan diatas meja.

Seolah terhipnotis, aku menuruti semua perintah istriku. Sambil kulepas satu-persatu pakaianku tak henti mataku kusapukan bergantian diatas tubuh istriku dan Putri. Tampak Putri tersipu saat pandangan kami bertemu dan semakin dia berusaha merapatkan kedua pahanya.

Kini aku sudah terbaring menelungkup diatas kasur dengan istriku istriku disebelah kananku dan Putri berada di sebelah kiri. celana dalam yang kukenakan dibalik kain sarung yang menutupi area pinggangku kebawah merupakan satu-satunya pelindung penis tegangku.

“Putri musti ngapain mah?” tanya Putri kebingungan “kan aku belum pernah mijitin papa”

“biar mama yang ajari, kamu ikutin aja perintah mama ya” ucap istriku “sekarang kita pijit kaki papa dulu, seperti ini” istriku mencontohkan cara memijit pada Putri.

Kini kedua pasang tangan lembut sudah secara seirama memijit kedua betisku. Dapat kurasakan betapa lembutnya tangan-tangan itu menyentuh kulitku. Belum lagi rasa pegal di betisku sedikit demi sedikit mulai terasa nyaman.

loading...

Mungkin sudah sekitar 15 menit istriku dan Putri memijit betisku, kini tangan istriku kurasakan mulai naik menuju kearah pahaku lalu tak lama kemudian di ikuti sepasang tangan Putri.

Kini yang kurasakan hanyalah rasa geli yang aneh. Aliran-aliran listrik halus mulai merambat menuju penisku yang memang sudah tegang sejak tadi. Mulutku kututup rapat agar tak ada erangan ataupun desahan yang lolos dari bibirku. Nikmat sekali terasa saat kedua pasang tangan halus itu semakin naik mendekati selangkanganku. Ingin rasanya istriku ku banting ke atas kasur dan kucumbu saat itu juga, ingin sekali rasanya kedua payudara kenyal itu ku remas dan ku hisap karena sudah berani-beraninya menantangku. Penisku seperti ingin meledak menahan rangsangan sentuhan yang semakin intens “andai saja Putri tak ada disini” pikirku, karena kehadiran Putri disinilah yang masih mampu sedikit mengendalikan nafsuku.

Ujung-ujung jari istriku berkali-kali menusuk-nusuk kantung buah zakarku. Seperti disengaja, pijitan tangan istriku semakin naik menjadi dekat sekali dengan selangkanganku sehingga membuat tubuhku sedikit bergetar menahan rasa geli.

“put, kamu lanjut pijit punggung papa ya, biar mama lanjutkan bagian ini” pinta istriku.

Tak lama tangan Putri sudah berpindah ke atas punggungku.

“Ahhh…lembut sekali kulit anak ini” pikirku saat kedua tangannya naik turun memijit punggungku. Putri memajukan posisi duduknya sehingga sejajar dengan dadaku. Meskipun dengan posisi telungkup dapat kulihat dari sudut mataku kedua paha mulus Putri yang duduk bersimpuh disamping kiriku. Begitu putih dan mulus. Berkali-kali aku menggigit bibirku dan menahan tanganku agar tidak bergerak dengan sendirinya meraih dan membuka paksa kain segitiga berwarna ungu yang mengintip dari sela-sela paha putri.

Sedangkan istriku kini telah memijit bongkahan bokongku “pa buka aja ya celana dalemnya, biar mudah” pintanya

“jangan mah, kok dibuka sih” aku masih merasa malu pada Putri

“udah gak apa-apa, kan papa masih pake sarung” sanggah istriku, aku tak bisa menjawab apa-apa lagi.

Perlahan diturunkannya celana dalam yang kukenakan hingga kini bagian bokongku menjadi polos, “untung masih ada sarung” pikirku.

Putri masih tetap memijit daerah punggungku. Aku hanya berdoa agar Putri tidak melihat kearah pokongku yang kini polos dipijat istriku.

Tangan istriku kini kembali turun memijat kedua pahaku dengan sebelumnya menutupi bokongku dengan kain sarung, namun tidak lama, aku sedikit tersentak kaget saat kurasakan ada tangan yang menyusup masuk kebawah pahaku. Tangan itu berkali-kali membelai buah zakarku dengan perlahan-lahan bergerak semakin dalam sehingga menyentuh dasar batang penisku yang mengarah ke atas tertindih tubuhku sendiri. Aku sedikit mengangkat pinggangku saat tangan itu memaksa menarik penisku kearah bawah hingga kini penisku setengah tertindih tubuhku dan sedikit sisanya menyembul diantara kedua pahaku.

Ingin rasanya bibirku melepaskan erangan nikmat saat tangan istriku kini aktif mengusapi batang penisku yang tampak. Tubuhku semakin sering bergetar menahan rasa geli yang luar biasa. Bagaimana tidak, aku sedang diberondong rangsangan dari dua arah. Penisku mendapat belaian lembut dari tangan istriku dan mataku sedang menyantap selangkangan Putri yang ada didekatku. Entah berapa lama lagi aku bisa bertahan.

Beberapa lama aku menikmati surga yang sedang kurasakan, nikmat sekali seolah aku tidak ingin masa ini berhenti. Nafsuku semakin naik seiring belaian tangan istriku naik turun menyapu batang penisku hingga tiba-tiba rasa khawatir datang menyerangku seiring orgasmeku yang semakin mendekat. “Bagaimana kalau Putri sampai tau aku memuntahkan spermaku didekatnya” pikirku panik. Rasa nikmat dipenisku semakin bertambah seiring gelombang orgasme datang menyerangku, penisku semakin tegang dan aku sudah pasrah menerima kenyataan “semoga saja Putri tidak tau” doaku dalam hati.

Beberapa detik lagi penisku akan menyemprotkan spermanya tiba-tiba tangan istriku berhenti mengelus penisku. Otomatis rangsangan yang kurasakan menghilang hingga gelombang orgasme yang sudah siap kunantikan menjadi surut kembali.

perasaanku berada di tengah-tengah antara lega dan kecewa. Lega karena aku tidak jadi menumpahkan spermaku di dekat Putri dan kecewa karena hasratku menjadi tidak terpuaskan.

“paling tidak siksaan ini akan segera berakhir” pikirku, namun lagi-lagi aku salah.

“Put, sini gantiin mama” ucap istriku tiba-tiba “kamu lanjut sendiri dulu ya, mama udah ngantuk banget”

“lohh ma…, kan papa masih…..” protesku

“udah gak apa-apa, papa pasti masih pegel kan, biar putri aja yang mijitin, mama udah gak kuat”

Lagi-lagi kejadian semacam ini terulang. “Apakah istriku sengaja?” tanyaku dalam hati. Istriku lagi-lagi menciptakan kesempatan-kesempatan seperti ini. Baru saja tadi pagi dipantai aku dipaksa harus berada dalam kondisi seperti ini dengan Putri, dan kini terulang lagi.

Aku menekan wajahku kuat-kuat menahan malu yang sebentar lagi akan kurasakan karena penisku saat ini masih meyembul diantara kedua pahaku dan sudah pasti dapat terlihat jelas. Kudengar Putri seperti terkejut dan menarik nafas dengan cepat saat pandangan matanya tertuju pada penisku. Rupanya kain sarung yang kukenakan tadi berhasil menutupi kegiatan istriku pada penisku sehingga menghalangi pandangan Putri. Namun kini aku yakin Putri dapat melihat dengan jelas penisku yang kurasakan semakin tegang.

Aku yakin Putri masih diliputi rasa kaget dan malu karena sudah sekitar dua menit terlewati dan tangannya belum juga memulai memijit pahaku. Istriku kini sudah berbaring disampingku dan seolah-olah tertidur dengan posisi membelakangi kami.

Kini tangan Putri mulai melakukan aksi memijitnya. Paha sebelah kiriku sedang menerima pijitan dari tangan lembut putriku yang cantik. Nafsuku kini semakin naik. Apalagi membayangkan tangan Putri pasti berada tidak jauh dari penisku yang menyembul. Jantungku berdetang kencang penuh antisipasi jika saja tangan mulus Putri menyenggol penisku.

Tak lama harapanku terkabul, entah disengaja atau tidak tangan putri beberapa kali menyenggol kepala penisku. Semakin lama frekuensinya semakin tinggi, kulit mulus putri kini menyenggol kulit batang penisku. Sebuah sensasi yang luar biasa, jauh lebih nikmat dari pada belaian tangan istriku tadi. Aku berusaha mati-matian agar tidah mendesah. Pinggangku beberapa kali bergerak karena menahan nikmat di penisku.

Tangan putri kini semakin berani dan menyenggol penisku dengan lebih keras. “Putri, papa gak tahan sayang” teriakku dalam hati. Nafasku semakin memburu dan rangsangan pada penisku semakin intens. Jika tadi punggung tangannya yang menyenggol penisku kini dapat kurasakan ujung-ujung jari Putri yang berulang-ulang menyentuh kepala dan batang penisku seolah sedang membelai.

Akal sehatku semakin hilang sudah berganti dengan nafsu birahi yang sulit sekali dikontrol. Ingin sekali rasanya kuminta putri untuk menggenggam penisku dan mengocoknya dengan cepat. Ingin rasanya kujejalkan penis tegangku masuk kedalam mulutnya yang mungil, lalu perlahan kukeluar masukkan hingga kusemprotkan spermaku didalam mulutnya.

Rasanya tak cukup hanya sentuhan kecil tangannya untuk memenuhi syahwatku sekarang.

“Put, papa capek telungkup, boleh papa tidur telentang?”pintaku pada Putri.

Aku sendiri seolah tak percaya aku bisa mengajukan permintaan ini pada Putri. Jika aku tidur terlentang maka penisku yang tegang akan berdiri tegak karena celana dalam yang tadi kukenakan sudah tidak ada.

“hmm…terserah papa aja” ucap Putri singkat.

Lalu perlahan-lahan kubalikkan badanku menjadi terlentang dihadapan Putri. Selama mengganti posisi, mataku kuarahkan ke arah Putri. Tampak mata putri melotot melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Penis tegangku kini sudah berdiri gagah dihadapan Putri. Kain sarung yang tadi kukenakan gagal menutupi penisku karena sekarang telah berada dibawah punggungku.

Pipi Putri terlihat merona dengan pandangan yang nampaknya tak mampu dialihkannya dari batang penisku.

Terlihat Putri beberapakali menelan ludah dan menarik nafas panjang sebelum akhirnya ia menyadari selama beberapa saat dia mematung memandang penisku. Kini tangannya kembali diletakkan diatas pahaku dan memulai kembali aktifitas memijat yang sempat tertunda.

Putri tak mampu menyembunyikan nafsu yang aku yakin kini sudah mulai menyerangnya. Pipinya semakin merona dan nafasnya semakin memburu setiap kali penisku bergoyang akibat gerakan memijitnya.

Mataku kini dapat dengan mudah mencumbu tubuh sexy Putri yang tengah ada disampingku. Puting susu yang tadi hanya membayang kini terlihat runcing dibalik kain tipisnya. Payudaranya begitu bulat dan menggoda ditambah lagi dengan ayu parasnya membuat penisku berkedut-kedut. Bibir mungil itu pasti nikmat sekali jika dikulum, imajinasiku mulai bekerja. Kubayangkan aku sedang menghisap kedua putingnya secara bergantian sambil kedua tanganku memeras payudaranya.

Entah sejak kapan kini tangan kiriku sudah melingkar di pinggang Putri yang tengah duduk bersimpuh disampingku.jari-jariku kini sedang bergerak-gerak mengelus pahanya. Nafas putri kini semakin memburu.

Tak kusia-siakan kesempatan ini. Lalu perlahan mulai kupindahkan tanganku menuju bagian belakang tubuh Putri. Kini tanganku sudah berada di bokongnya. Dengan lembut kuelus-elus bokong Putri yang tertutup celana dalam ungunya dan sesekali kuremas. Tubuh Putri sedikit terangkat tiap kali kuremas bokongnya yang padat.

Aku semakin berani bertindak karena Putri sama sekali tidak menunjukkan adanya keberatan. Setelah puas mempermainkan bokongnya, tanganku kini bergerak keatas menyusup melalui belahan baju tidur tipisnya hingga tiba dipunggungnya. Kubelai-belai punggung putri selama beberapa saat dengan penuh nafsu. Sengaja beberapa kali kuteruskan belaian tanganku hingga sedikit menyenggol pinggiran payudaranya.

Dengan satu tanganku yang tersisa ku ambil tangan kanan Putri yang sudah beberapa saat beristirahat diatas pahaku dan kuangkat mendekati penisku yang mengacung. Terlihat Putri menahan nafas saat dengan perlahan kuposisikan tangan kanannya menggenggam penisku. Putri menoleh kearahku dengan mata sayu. Aku hanya dapat balas menatapnya sambil menikmati sensasi tangan lembut yang kini melingkari penisku.

Tangan Putri yang menggenggam batang penisku kini terasa sedang meremas-remas. Beberapa kali mataku terpejam menahan nikmat yang luar biasa. Tangan kiriku yang sedari tadi membelai punggungnya kini perlahan mulai bergerak kearah dada Putri. Dengan gerakan lembut kutangkupkan genggaman tanganku ke atas salah satu payudaranya.

“ahhhhhhhhh…..”walaupun lirih dapat kudengar desahan yang keluar dari mulut Putri. Matanya kini memejam menahan rangsangan yang kuberikan di kedua payudaranya secara bergantian sambil kedua tangannya meremas dan mengelus penisku.

dengan sedikit bertenaga jariku kini mempermainkan putingnya. Kupelintir dan kupijit sehingga desahan Putri semakin keras terdengar. Gerakan tangan Putripun kini menjadi naik turun seolah mengocok batang penisku. Tak lama kemudian Putri membuka kedua matanya dan memandangku. Matanya yang sayu semakin menambah aura keseksiannya.

“ahhhh…pa…”desahnya sambil memandangku.

“putt…shhhh” aku mendesis. Lalu dengan tanganku yang masih bebas ku pegang belakang kepala Putri dan perlahan kutarik mendekat kearah wajahku. Mata kami kembali terpejam saat kedua pasang bibir kami bersentuhan.

“hmmmmm….” terdengar desahan Putri saat kedua bibir mungilnya kulumat. Secara bergantian bibir atas dan bibir bawahnya kukecup dan kukulum . Putri hanya bisa mendesah tertahan.

Bibirku kini beralih menuju kedua pipinya lalu dengan lahap kukecup dan kujilati leher putihnya. Erangan putri semakin menjadi-jadi menerima rangsanganku.

Kini Putri sudah berada diatasku dengan kedua kakinya mengangkangi dadaku. Posisi payudaranya tepat berada di depanku. Tanpa menunggu lama langsung kusambar buah dada kenyal yang menggantung itu dan kulumat putingnya.

“achhhh..pa..geli..”erang Putri menerima lumatan bibirku dikedua putingnya. Tanganku tidak ketinggalan ikut memeras kedua payudaranya. Lidahku menari-nari diatas putingnya yang berwarna kemerahan.

Tanganku kini mulai beraksi menelusuri lekuk tubuh Putri hingga tiba di bongkahan bokongnya. Kuremas-remas bokongnya dengan satu tangan sedangkan tanganku yang satunya lagi berusaha menurunkan celana dalam yang dikenakannya.

Usahakupun berhasil. Celana dalam itu kini telah lepas dari tubuhnya. Dengan tidak sabar segera kusentuhkan cari telunjuk kananku ke atas selangkangannya.

“achhhhh..pa…achhhhh” erang Putri dengan keras saat jariku berhasil bersentuhan dengan celah vaginanya yang ternyata sudah sangat basah.

Perlahan kusapukan jari tanganku disepanjang celah vaginanya. Tubuh Putri terasa terlonjak-lonjak menahan geli. Kusibakkan kedua bibir vaginanya sehingga jariku semakin dalam menjelajah celah terlarang Putri. Kemudian jari-jariku kini fokus menggesek daging kecil yang terasa keras dibagian atas vaginanya. Gerakan Putri semakin liar dan erangannnya semakin keras saat klitorisnya kugesek dengan gerakan memutar.

“achhhh pa..geliiii pa” racaunya.

Tak kuperdulikan desahan Putri yang semakin keras dan pinggulnya yang menyentak-nyentak menahan rangsangan yang kuberikan di klitorisnya. Mulutku masih dengan aktif menjilati dan mengulum puting susunya.

“pa..Putrii…mau …keluar..” ucapnya terbata-bata.

Kujawab desahan Putri dengan jariku yang semakin cepat menggesek klitorisnya. Mulutku semakin kuat menyedot puting susunya secara bergantian, hingga akhirnya

“achhhhhhhh…achhhh…Putri..Kel….Keluar” desah Putri kuat dengan nafas yang memburu. Tubuhnya mengejang-ngejang selama beberapa saat sebelum akhirnya ambruk menimpa tubuhku yang berada dibawahnya. Nafas Putri masih terengah-engah menahan nikmat yang masih menyerangnya.

Setelah ia lebih tenang, perlahan kubaringkan tubuhnya disampingku agar ia dapat beristirahat. Tak berapa lama setelah kubaringkan putri langsung terlelap tidur. Aku maklum saja, Putri pasti lelah sekali setelah melakukan semua aktifitas hari ini ditambah aktiftas panas kami barusan.

Sempat terlintas dibenakku apakah istriku menyadari apa yang aku dan Putri baru saja lakukan disampingnya. Dengan semua desahan dan erangan dari mulut kami berdua dan goyangan tempat tidur yang kami pakai rasanya tidak mungkin kalau istriku tidak merasakannya, atau jangan-jangan ini semua memang dia yang mengingikan?. “ah biar saja, lagipula ini semua salah dia” pikirku.

Tak seberapa lama aku beranjak dari ranjangku dan berjalan menuju kamar mandi. Tak lupa kupungut celana dalam yang tadi dikenakan Putri untuk kugunakan menuntaskan nafsuku yang masih belum terpuaskan.(BERSAMBUNG)

loading...
www.sedarahceritasex.com