Agen BandarQQ Online

Ibuku Milikku 2 (Tamat)

Ibuku Milikku 2 (Tamat) -
loading...

tok..tok..tok..
tok..tok..tok..
“nak bangun nak, udah pagi,,,”
ibu tunggu sarapan ya!”

iya bu.. dodit mandi dulu” hoammmm tubuhku serasa letih sekali karena kurang tidur. memikirkan mani di rok ibu benar-benar membuatku kacau! banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ada di benakku! apakah ibu mempunyai pasangan? dan apakah kemarin ibu berhungan dengan pria nya! jika ibu memiliki kekasih, mengapa ibu tak pernah menceritakannya padaku!

ouhh Tuhan kenapa dadaku sesak seperti ini? membayangkan ibu bersama pria lain saja membuatku cemburu, apalagi jika ibu bersetubuh! hancurlah sudah. tapi mengapa? mengapa aku cemburu? bukannya seharusnya aku bahagia, karna ibu menemukan pengganti ayah. sehebat-hebatnya ibu menjadi single tapi ibu adalah wanita, ia butuh kehadiran lelaki, ia tak mungkin menanggung semuanya sendiri.

kini aku sudah berada tepat dihadapan ibu, entah mengapa saat memandangnya aku jadi kepikiran tentang sperma itu, aku terus makan tanpa bicara sama ibu, entah mengapa pagi ini ibu juga seperti diam tanpa kata, entah mengapa ia tak seperti biasanya yang terlihat ceria kini raut mukanya seperti sedang memikirkan sesuatu.

“hmm ibu… dodit udah selesai makan bu, dodit langsung berangkat ya” pamitku pada ibu yg mengawali pembicaraan kami.

“eh.. iya nak, hati-hati dijalan” ucapnya
entah mengapa ia seperti begitu canggung, padahal aku ini anaknya sendiri bukan orang lain, entah apa yg ia fikirkan.

kemudian ku berjalan keluar rumah dengan perasaan penuh tanda tanya besar. apa sebenernya yg telah terjadi!? mengapa ibu berubah seperti ini, kenapa bu..

tak lama ku sampai disekolah, banyak teman-temanku yang sekedar menyapaku dan menanyai ujian, kubalas mereka dengan senyuman saja.

bell sekolahpun berbunyi, hari ini aku akan ujian bhs.inggris dan sejarah, aku harus mengkesampingkan dulu masalah dengan ibu, kuharus mengerjakan dua mata pelajaran ini dengan serius, karena aku tak mau nilaiku turun hanya karena masalah pribadi.

jam telah menunjukan pukul 11.30 itu artinya aku telah selesei ujian hari ini, dan ku bersiap untuk pulang, saat ku berjalan dikoridor sekolah ku melihat Anton dari kejauhan ia seperti sedang telfon dengan seseorang, hari ini aku berniat untuk mengajaknya ke cafe biasa tempat kami nongkrong.

loading...

pelan-pelan ku dekati anton, karna tak mau mengagetkannya, saat ku dekati ia samar samar ku dengar pembicaraannya di telpon genggam miliknya.

“jadi tar sore jam 3 ya tan di taman deket sekolahan” ucap anton dg lawan bicaranya

“hihi iya tante sayang.. bye emuach” ucapnya lagi.

“hai ton? telponan sama siapa?pacar lu ya?” ucapku

“ehhh… bukan siapa siapa kok, kenapa sob?”
ucapnya seperti gelagapan dengan pertanyanku

“gak papa kok ton, gw mau ajak lu ke cafe”

“ehh sory sob, gw hari ini mau langsung pulang langsung belajar buat besok, sory ya sob”

“ohh gitu ya.. ya udah sob gapapa.. met belajar ya.” ahhh sendirian deh.

hemm hari ini begitu aneh dengan kedua orang dekatku, pagi ini ibu seperti canggung terhadapku dan sekarang sohibku seperti sedang sibuk sendiri, begitu aneh kurasakan.

lalu aku duduk di kafe sendirian dengan ditemani soda dicampur dengan susu kemudian ditambah dengan sirup kelapa jadilah minuman segar yang disebut soda gembira oleh warga sekitar, sesegarnya minuman ini tak mewakili perasaanku yg mungkin bisa dikatakan galau, pikiranku berfikir terlalu keras, otakku seperti dipaksa untuk menyusun puzzle yg masih kurang lengkap. dimulai dari sms ibu dan Anton, kemudian sperma di rok ibu dan kecanggungan antara aku, ibu dan Anton.
apakah ibu berhubungan dengan Anton atau dengan Pria lain?

loading...

beberapa jam aku duduk disini tanpa menemukan jawaban yang pasti, kemudian aku bangkit dari kursi dan bersiap untuk pulang. sejujurnya aku lelah berfikir, ingin ku segera pulang dan tidur di kasur empukku, dan mengistirahatkan kinerja otakku.

sampailah aku dirumah, namun tak kudapati keberadaan ibu disetiap sudut rumah, kemudian aku menuju dapur dan mendapati makan siang di meja yg terususun rapi dan siap untuk di makan.

diatas meja itu terselip sebuah memo yang berisi.

“maaf nak, ibu keluar dulu! ada pertemuan mendadak di sekolah, makan siang udah ibu siapin- Ibu”

jadi ibu pergi hari ini? batinku terus berkecamuk dalam benakku.

ya Tuhan, ayah…. rumah ini begitu sepi sekarang, tak ada lagi omelan ayah untukku, tak ada lagi pembelaan untukku dari ibu, tak kudengar lagi suara canda ayah saat menggoda ibu, dan tak kudengar lagi suara manja ibu saat kita berkumpul bersama.

hiks… tak kusadari air mataku berlinang melewati kedua pipiku.
“ayah.. dodit kangen kita yang dulu” fikiranku terus mengulang setiap moment- moment indah kita bersama.
namun berbeda dengan hati dan perasaanku, mereka seperti sedang menyiksa atas kesepian yang kurasakan saat ini.

sejenak aku ingin melupakan kesepianku ini dengan tidur, ditemani mimpi mimpi indah dalam alam bawah sadarku.

saat kutengok jam dinding kamarku tepat menunjukan angka 5.30 petang. ku keluar kamar dan bersiap mandi, tapi masih tak kudapati sosok ibu dirumah, Ibu lama sekali apakah urusannya belum selesai? pertanyaanku pada diriku sendiri.

kemudian aku mandi dan melakukan keseharianku, jam telah menunjukan angka 6.00 kulanjutkan dengan memasak untuk makan malam, yah tidak elite dan tak seenak masakan ibu tapi setidaknya nasi goreng telur ini yang akan menemani makan malamku.
aku sengaja membuat 2porsi tentunya yg satu untuk ibu,

loading...

namun saat kuselesai makan, ibu tak kunjung datang.” dimanakah ibu?” aku jadi semakin kawatir tentangnya,saat kucoba telpon ke handphone nya pun tak bisa, hanya nada tunggu yg kuterima. hmmm semoga ibu baik-baik saja, batinku yang berbicara.
saat ini aku sedang bersiap untuk janjian belajar bersama temanku yoga. kemudian ku beranjak dari kamar dan menuju pintu rumah.
lima langkah lagi aku sampai dipintu itu, namun kemudian pintu itu terbuka dan menampakan sosok yang kucari-cari dari tadi.

“ehh.. nak.. maaf ya ibu telat, ibu banyak urusan tadi” ucap ibuku.

“iyah bu gapapa kok, dodit juga udah mulai terbiasa dengan kesibukan ibu” jawabku sambil tersenyum.

“ehh” jawabnya kaget dengan ucapanku barusan, tentu saja itu sebuah sindiran yg seperti mulai melupakan aku anaknya sendiri.

“ya udah bu, dodit pamit ya mau belajar kelompok, oh ya ibu kalo mau makan udah dodit siapin makanan di meja” ucapku dan meninggalkan ibu yang mematung.

“iya nak” hanya itu yg kluar dari mulut ibu, hanya dua kata itu.

perjalan kerumah yoga tak banyak memakan waktu, hanya 15menit ditempuh menggunakan motor, sesampainya dirumah yoga aku kemudian menyiapkan buku dan peralatan untuk belajar namun saat belajar aku tak berkonsentrasi sama sekali pikiranku melalang buana entah kemana, dan ini tentunya disadari oleh Yoga.

“eh Dit! kamu kenapa sih?? ngelamun mulu!”

“ehh enggak Ga! cuma masalah pribadi”

” hemm dit, kalo kamu kayak gini kamu ga mungkin bisa ujian dg benar dit, aku ga tau apa masalahmu tapi yang ku tau kamu orang yg hebat dit. Sekarang ikutin aku, lihat 2 buah kotak pensil itu dit, sekarang kamu bayangin satu tempat untuk masalah pribadimu kotak kedua bayangin masalah ujian besok, oke udah? ucap Yoga.

“aku mengangguk”

“kemudian tutup satu kotak pensil yang berisi masalah pribadimu dit”

“kulakukan perintahnya”

“kemudian masukankan kedalam tasmu dit, dan selamat kamu sudah bisa menyampingkan masalah pribadimu dan fokus untuk ujian besok” ucapnya

“aku mengerti Ga, terimakasih… masalah sekolah dan masalah pribadi emang ga harus di campur seperti ini” ucapku paham akan maksudnya.

“santai aja lagi dit, lagian kamu gak mau kan usaha keras kita selama ini tak menghasilkan apa-apa!” ucap yoga.

“aku mengangguk tersenyum”

“ya udah, kita udahan aja dit belajarnya,, lebih baik istirahat yang cukup untuk ujian besok”

“baik Ga, kalo gitu aku langsung pamit ya…”

“iya dit, inget ya… apapun masalahmu jangan libatkan ke sekolah. ok dit!”

“iya Ga, pasti..!”

Kemudian ku melangkah keluar dan diantar oleh yoga, saat aku berada di depan pintu dan ijin pamit pulang, tiba – tiba yoga mengatakan kalau ia melihat ibuku bersama Anton tadi sore, kata kata yoga sontak membuatku kaget.

“be..benarkah yg kamu lihat itu ibuku Ga?”

“iya dit, tadi sore aku kan abis dari minimarket, trus pas dijalan aku liat mereka duduk ditaman dit, emangnya mereka ada hubungan apa dit?

“ehhh eh, enggak kok Ga! Ibu cuma menjadi guru bimbelnya Anton aja kok” ucapku.

tapi bukannya ibu bilang ia rapat guru tadi sore, tapi jika yang dilihat Yoga memang benar Ibu dan Anton, maka dengan jelas ibu telah membohongiku, tapi untuk apa?! batinku

“ya udah Ga, aku pamit dulu, bye Ga!

“bye Dit, take care yaa!”

“oke Ga!

kemudian ku gas motorku menuju rumah, di perjalanan pulang aku masih memikirkan ucapan yoga, jika memang benar pastilah ibu telah bohong padaku, tapi semoga saja ibu lah yang benar.

sekarang aku telah sampai dihalaman rumah, namun kulihat ada mobil hitam terpakir disana, tapi kondisi rumahku begitu gelap.
‘apakah ada perampokan dirumahku’batinku, kini perasaanku semakin was-was,dan detak jantungku meningkat, kemudian ku dekati pintu dan mencoba membukannya,

“agh terkunci! sial!” batinku

ku melangkah ke belakang rumah, berjalan dengan hati-hati, tanpa suara bagai ninja, mengendap dan mencari jalan masuk kerumah.

“aghhh aku seperti ‘maling’ dirumahku sendiri”

aku telah sampai di pintu belakang, kemudian ku buka kunci slot yang ada diatas pintu dan “yes” terbuka, kemudian ku masuk tanpa menimbulkan suara, dalam remang-remang ku perhatikan area dapur masih rapi, lalu ku menuju depan.

“ahhhh”

hahhh suara apa itu! deg deg deg deg
lalu ku melangkah kedepan. dan…

ruang keluarga masih rapi dan kosong. tanpa seorangpun disana,

“ahhh emmm ahhh” suara itu terdengar lagi, kemudian ku melangkah menuju sumber suara itu, dan ternyata sumbernya berasal dari kamar ibu.

“ahhh emmmm ahhhh enak..” samar-samar terdengar olehku dari luar, apa yg ibu lakukan didalam pikirku.

lalu ku ambil kursi dan ku intip dari celah atas pintu ibuku.

Deg deg deg deg. jantungku berdetak lebih keras dan cepat, astaga aku melihat ibuku bertelanjang dan diatasnya seorang laki laki dengan memaju mundurkan pinggulnya( gaya misionari).

perasaan campur aduk, benci dan marah, cemburu dan nafsu seperti telah membungkus tubuhku, tapi diantara perasaan itu nafsulah yang paling tinggi keberadaannya, entah mengapa? mungkin karena aku yang baru disuguhi pemandangan tubuh telanjang ibu, yang ku idam-idamkan dari dulu.

“ahhhh nikmat sayang..ouhhh” suara erangan itu membuyarkan lamunanku.

aghhh terpaksa ku keluarkan tititku sambil mengocoknya,

“ahhhh enak sayang.. ahhhh ahhh ouhhh”
clepp..clep..clep.. ahhhh emmmmm enak banget ahhhh” erangan erotis itu terus menyiksa kontiku.. ahhhh fuck.

rasa iri mulai hadir, tapi sialnya aku tak bisa melakukan apa-apa keculai coli.

harusnya aku bu aku yang diposisi itu, harusnya aku yang merengkuh kenikmatan itu bersamamu bu, aku sangat cemburu melihat ini”batinku berkecamuk

oh Ayah!? apa yg harus Dodit lakukan! apa dodit harus melabrak mereka atau diam saja. ohh ayah!
ahhh aku dilema…

“ahhh ahhhh… ayo sekarang tante diatas.!” ucap pria itu, selanjutnya mereka berganti posisi. yahh akhirnya aku bisa tau siapa pria beruntung itu.

“what the fuck! dddd..diaaa… dia Anton, Anton sahabatku sendiri! bangsat kau Ton Bajingan!
bisa bisanya kau dan ibu argggggghhhhh!

crooot..crooott… spermaku muncrat

“ouhhhh ayo tan… enak banget ahhhh! racau Anton.

kenapa Anton? kenapa harus anton bu,, dan sejak kapan kalian begini.

“Ahhhh” ceplok ceplok, suara daging yg bertubrukan.

ahh ahhh ahh.. anton cium tante sayang.. emmmmhh ahhhh emmmmm…” kulihat pinggul ibu meggenjot kemaluan anton, dan bibir mereka berciuman dengan ganas.

clep.. clep.. clep… goyangan pinggul ibu lebih cepat dari sebelumnya..
desahan desahan mesum mereka terdengar lebih keras,

“ahh ahhh tante mau kluar,!
anton juga tan.. ahhhhhh!
kita barengan tan….”

aaahhhhhhhhhhhhhhhhhh! triak mereka bersama, akhirnya mereka telah sampai ke puncak birahi mereka.

benarkah mereka telah melakukannya!? ataukah ini hanya mimpi!? oh tuhan ini nyata, sekarang aku menjadi manusia yang bego.
aku harus bagaimana.. bagaimana!
brengsekkk!

saat ini posisi mereka sama-sama berbaring, layaknya suami istri, bajingan!

“tante cantik banget pake kalung itu tan!” ucap anton.

“iya sayang, makasih ya hadiahnya, kamu sampai bela-bela in ke taman buat kasih surrprize, ini sungguh indah!” ucap ibu sambil memegang kalung yang melingkar dilehernya.

“hehe buat orang spesial mah apa sih yang enggak…
emmm tan, main lagi yuk… tuh liat dah tegang lagi hihi, tapi kali ini enggak pake kondom ya.. gak enak soalnya tan…”

“apa! jangan nanti tante hamil, tante ga siap.”

“ayolahhh tannn.. plis kali ini saja ya…
plis..plis…plis… lagian kondomnya juga habis tan”

“hemmm ya wes tapi janji ya kali ini aja, trus kluarnya di luar.!

“asik.. oke tan…!
tan, isepin donk kontol anton.” anton menyuruh ibu layaknya psk. bangsat kau ton!

ohhh tidak.. jangan mau bu.. jangann ….!
batinku ingin rasanya mencegah ibu, tai apa dayaku.

“ahhhh enak tan… nikmat sepongan tante..

bangsat.. kalian bejat bangsat….! umpatku dalam hati.

“sini Tan, cium Anton…
emuachhh emmmchhh emuachh….”

kemudian anton menarik tubuh ibu dan menindihnya,

clep… ouhhhh tonn enakkk yg kenceng ton.!
desah birahi ibu yg ke enakan.

“ahhh kenapa di cabut ton??” tanya ibu ya kena tanggung.

“kalo tante ga mau manggil Anton sayang lagi anton ga mau lanjutin!.

” iya iya sayang ayo cepet masukin lagi.. ahh memek tante dah gatel banget.

” tantekan udah janji cuma Anton yang di sayang.”

“aduhh iya iya sayang… anton yg cuma disayang.. plis masukin… ahhhh plisssss”
kini Anton berhasil membuat ibu tak berdaya.

akhirnya aku juga tau mengapa ibu berubah padaku,dan melihat mereka seperti ini membuatku hancur, benar benar hancur, aku yg selalu mencintai ibu, tapi orang lain yg dapet cintanya…

“uhhhh…ahhhh…uhhhh…ahhhh”

desahan dan erangan mereka terdengar bagai cambukan dalam hatiku…
aku tak kuat melihatnya…
aku melangkah kluar, hingga sampai di luar langkah kakiku semakin cepat dan semakin cepat lagi….
aku tak peduli dengan motorku, aku hanya lari dan lari.

kini aku berlari tanpa tujuan yang pasti, yang kutahu hanya tak ingin melihat mereka untuk saat ini.
aku telah sampai di halte bus, dan sejenak aku mengistirahatkan kakiku,
kenapa ini bisa terjadi? hiks… pertanyaan itu yang selalu dalam benakku.

mungkin aku laki-laki yang sangat pengecut dan bodoh sedunia, aku pengecut karena tak bisa menghentikan mereka tadi, aku bodoh karena aku di bohongi sahabatku sendiri..
damn it.

jeduarrr! jeduar! suara petir terdengar menggelegar, disertai rintik hujan yang mulai deras.

aku masih di halte bus dan berteduh disini, menggigil kedinginan dan perut keroncongan. aku masih terpuruk dengan keadaan ini, ayah? atau Tuhan bantulah aku! dalam kesedihanku ini hanya nama itu yang menemani kesepian ku.

15 menit aku duduk dengan mendekap kedua kakiku di halte bus ini, samar samar terlihat dari kejauhan seorang perempuan menuntun motornya, saat mendekati halte bus, sepertinya aku kenal dengannya.

“loh dit!? ngapain disini ? kamu ga pulang?” wanita itu menyapaku.

“ehh enggak bu ineng. lagi ga pengen pulang, motornya kenapa bu?”

“ohh ini bocor dit, ketancep paku, duh mana hujan lagi!”

“emm boleh aku bantuin dorong bu?? ”

“ehhh iya boleh dit makasih ya sebelumnya, ibu emang udah capek nih dorong motor dari jauh.”

“ya udah ayo bu..”

“eits.. nih pake jas hujan dulu!.perintahnya.

kemudian aku dan bu ineng melanjutkan perjalanan ke rumah bu ineng. sepanjang perjalan aku berbohong padanya dg mengatakan ibu sedang kluar dan aku kehilangan kunci rumah.

sejam perjalanan dengan menuntun motor bu ineng, krekkkk..krekkkkk ku puntir lehar dan pinggangku hingga menimbulkan suara seperti itu.akh pegel rasanya.

“duhhh pegel ya.. nih minum dulu abis ini ibu buatin mie instan ya…”

“duh ga usah repot-repot bu.”

“hemm kan ibu yg ngrepotin dodit tadi.”

“hehe iya deh terserah ibu ineng aja. oh ya bu suami ibu ama anak ibu pada kemana?”

“ohh mereka kerumah neneknya, paling lusa baru pulang!”

“emang ibu ga ikut,?”

“enggak dit, nanti siapa yg beresin rumah kalo ibu ikut nginep disana., lagian besok ibu masih kerja kok.”

aku hanya mangguk- mangguk paham atas jawaban bu ineng. setelah beberapa menit ngobrol sambil makan mie instan buatan bu ineng, tetap saja aku masih tak bisa melupakan kejadian antara ibuku dan anton. haahhh kenapa ya bisa terjadi.

“halooo dit… doditt….. nglamun aja sih. ada masalah kah?”

“ehh iya bu.. maaf. gak ada kok hehe”

“hemm ya udah, udah malem nih. Ibu telponin ibu kamu ya… biar di jemput, lagian besok ujian kan. semangat ya!jangan kecewain bu Ineng.” ucapnya

“iy-iya bu” sebenarnya aku ingin menolak karena tak ingin bertemu ibu dulu, tapi mau gimana lagi,ibu ineng sudah menelponnya.

tak lama kemudian ibuku datang dirumah bu ineng, saat ibu datang akupun tak menyapanya, pandanganku pun selalu ku arahkan ke yang lain, aku benar-benar malas untuk melihatnya karena setiap melihatnya aku selalu teringat akan peristiwa tadi.

dalam perjalanan pulang aku hanya diam mematung tidak ada kata yang terucap dibirku.
hingga sampai di rumah, aku langsung menuju kamarku tapi sebelum kulangkahkan kakiku,

“nak, kamu knapa sih diem aja?

“sepertinya ibu sudah tau jawabannya, udahlah bu dodit mau istirahat besok ujian.

kemudian kulanjutkan ke kamarku tanpa melihatnya, dan kuhempaskan tubuhku ke kasur serta ku pejamkan mata.

entah apa yang terjadi esok hari,hanya tuhan yang tau. Anton! kauu! air susu dibalas air tuba. bangsat kau Ton.
aku akan membalasmu! pasti akan membalasmu!

bajingan kau.!

“Ahhhhh…. ahhhhh ayo sayang terus aahhh enakkk…..”

fokus dit.. fokus ke ujian…!!!

“ahh ayo ton,, masukan penismu tante mohon ahhhh”.

Ah bangsat! bayangan persetubuhan mereka selalu menghantuiku, kalo begini aku tak akan bisa mengerjakan soal dengan benar. oh Tuhan tolong bantu hamba .

cringg………
“inget dit, masalah pribadi jangan di bawa di sekolah!” kata-kata yoga seakan datang secara tiba-tiba.

“jangan lemah nak, kamu anak kebanggaan ayah!” dan juga suara ayah seperti terdengar kembali dalam otakku.

hmm baiklah, makasih ayah, makasih yoga. kemudian kulanjutkan mengerjakan soal dengan serius.

kriiiiing…. kringgggggggg….
bell tanda ujian telah selesei, akhirnya ujian selama seminggu penuh telah usai, semoga hasilnya memuaskan ya tuhan.

kemudian aku keluar kelas, dan berjalan mencari tempat sepi dan teduh, di pohon belakang sekolahlah tempatnya.

wihh sejuknya,
ku coba meghibur diri sendiri, bukan karena apa dan kenapa ! tapi hanya ingin menenangkan hati dan fikiranku ini,

kenapa bisa ya,, ? kenapa ya mereka bisa seperti itu? Anton yg kuanggap teman dekatku tega-teganya merebut ibu dariku.
pertanyaan-pertanyaan itu seakan terus berputar-putar di kepalaku.

“yah pada akhirnya teka teki perubahan ibu padaku telah terbongkar, ini semua pasti gara-gara si curut Anton bangsat. yahhh pasti dia. fuck!!”

dibawah pohon rindang ini aku terus mengomel sendiri, dan entah siasat apa yg harus kulakukan untuk membalas si curut Anton itu.

menghajarnya?? akhh itu tak mungkin, bapaknya kaya raya., kalo ku pukul trus aku dilaporin dan dipenjarakan ahhh malah si curut itu yg menang.

trus aku harus gimana!?

hemm apa aku harus lakukan ke ibunya Anton ya?
akhhh enggaklah, nanti jadi kayak cerita sebelah(peace hehe). ah gaklah lagian ibunya si Antonkan ada di luar negri dan jarang pulang, trus aku ngentot ma siapa donk.. pembantunya ?ahh gak lah.. gila aja..

akhhh pusing pusing… tidur ajalah.
pas banget ini rumput empuk ,cuaca juga enak banget, tidur sini ajalah. males mau pulang juga.

hoamz…
tak terasa hari sudah semakin sore. namun aku juga belum mendapatkan cara untuk memberi pelajaran anton.

“hemm pulang aja deh pegel juga tiduran dirumput.”pikirku

kemudian ku berjalan menuju parkiran untuk mengambil motorku, namun saat aku ditengah perjalanan tiba-tiba ada yg memanggilku dari belakang.

“halo sob,! dari mana aja? kirain dah pulang, oh ya gimana ujian tadi sob?” ucap Anton.

benar, orang yg memanggilku barusan adalah orang yg paling ku benci di dunia ini, dan sekaligus orang yg pengen ku “rasenggan” andai saja aku naruto.

“sab-sob sab sob!!! emang gue sayur sob! gue tonjok mampus lo ntar nyet!!” ucapku dalam hati. tentu saja tak ku turuti amarahku,jika ku ikuti nafsu amarahku pastinya akan gagal membuatnya kapok, karena udah berani bangunin singa yg tidur (hehe).

“ehh, iya ton! gw tadi abis ngadem di belakang sekolah!” ucapku datar,

benar saja sejak ku tahu kau menusukku dari belakang kemarin, sejak saat itu kau bukan sahabatku tapi musuhku.

“oh ya udah dehh sob, gimana kalo kita ngopi!” tawar Anton padaku.

cuihhhh! dasar penjilat! umpatku semakin emosi sama ni bocah.

“ahh gaklah ton, gw mau langsung pulang. LAGI MALES” ucapku sambil melanjutkan ke parkiran, karena emang udah malas liat muka curut ini.

” ehhh sob, kalo gitu gw main ke rumah lo ya?.
balas anton yang mengikutiku berjalan. namun kata-katanya membuatku berhenti seketika. perasaanku semakin tak karuan, membayangkan anton akan datang kerumah dan bertemu ibu, pasti Anton akan mencari kesempatan untuk bersama ibu, saat aku lengah,hemm dasar licik”batinku.

“udah ton! lain kali aja.. gw bener-bener gak mau diganggu hari ini.”balasku

” ehhh tapi sob!” balasnya seolah tak trima atas penolakan ku.

” DIEM!!”ucapku jengkel.

seketika ia langsung diam dan shock, mungkin ia kaget karena tak pernah melihatku marah sebelumnya, tapi biarlah aku memang benci padanya.

tanpa memperhatikannya ku langsung tancap gas dan pulang.

Sesampainya di rumah, kulihat tas ibu di atas kursi, hmm mungkin ibu dah pulang. tapi kemana ya dia kok sepi sepi aja.

byurrr…byurrr kudengar suara guyuran di kamar mandi. “ohh jadi ibu sedang mandi” batinku berkata. “ehh mandi” hemmm intip dikit gapapa kali ya..

kemudian ku ambil kursi lalu kunaik dan mencari celah di atas angin-angin pintu kamar mandi. dan hasilnya wow bener-bener mantap.

ku amati tubuh telanjang ibu, kulitnya yg putih bersih, toket menggelantung tapi masih kelihatan kenyal, ahhh andai tititku bisa masuk disela-sela toketnya.. ahh pasti nikmat banget, bokongnya yg bulat dan itu! bulu jembut hitam namun rapi membentuk segita. ahh pantas saja si curut anton puas menikmati tubuh ibu.

secara reflek ku elus tititku, melihat tubuh bugil ibuku dan berfantasi menyetubuhinya sama seperti yang dilakukan Anton pada ibuku.

ahh pasti nikmat banget, dan crot keluar pejuku. yahh basah deh celanaku. huft untung besok libur jadi bisa di cuci.

setelah itu ku ganti pakaian dan menuju dapur, saat ku berjalan ku berpapasan dengan ibu.

“ehhh anak ibu udah pulang.! udah makan sayang??” ucap ibu sambil senyum padaku.

“hah!” ucapku spontan. kenapa ibu berubah seperti ini, jujur saja aku sangat rindu dengan senyumannya dengan perhatiannya, aku sangat rindu. ingin sekali ku peluk tubuhnya. tapi entah mengapa aku begitu malu padanya.

“ehh iya bu” ucapku kemudian.

“emm ya sudah ibu udah masakin oseng jamur kesukaanmu tuh di meja, abisin ya sayang”.
balasnya

“i-iya bu” entah apa yg terjadi, ibu begitu hangat hari ini. tapi aku sangat menyukainya.

kemudian ibu menyusulku ke dapur menggunakan daster longgarnya.

“gimana nak, enak?” tanya ibu.

“iya bu enak”balasku.

“emm oh ya nak, ntar malam ibu mau keluar ma teman ibu ya nak? kamu jaga rumah ya! soalnya ibu rencananya mau nginep dirumah teman ibu”.

“lohh bu, emang mau ada acara apa?”

“ini ..ibu mau bicarain tentang liburan sekolah, jadi ibu jadi panitianya gitu.”

“kenapa harus sekarang sih bu? kan sekarang malem minggu!”

“ibu juga gak tau nak, temen-temen ngajaknya sekarang soalnya”.

“hemm ya udah deh kalo penting buat ibu, dodit bisa apa!” ucapku sambil tersenyum.

aku mengucapkan itu berharap ibu akan menemaniku week end ini. tapi nyatanya ibu lebih mementingkan pekerjaannya dari pada aku.

Malam ini aku sedang menonton TV, namu aku tak begitu mempedulikan acara yg ku tonton, aku seakan malah fokus memperhatikan kesibukan ibu mempersiapkan kepergiannya.

hemm sepertinya aku akan benar-benar sendirian malam ini.

Tinnn….Tin……
suara clakson mobil dari luar terdengar, dan saat bersamaan ibu kluar menggunakan baju yang biasanya ia gunakan untuk mengajar, namun tangannya menenteng sebuah koper kecil. mungkin itu pakaian yg ia siapkan.

“nak, ibu berangkat dulu ya?” tuhh teman ibu sudah nunggu di depan”. ucap ibu.

“iya bu, hati-hati dijalan, sini kopernya dodit yg bawain bu”.

kutemani ibu keluar sambil membawa koper kecil milik ibu, namun saat sampai didepan entah mengapa ibu melarangku untuk memdekati mobil itu.

“ya udah nak, sampe sini aja, kamu jaga rumah ya, jangan lupa matiin lampu kalo kamu mau tidur ya, Ibu pamit dulu”

“iya bu” balasku singkat.

kemudian mobil itu pergi meninggalkan rumah kami.

“ehh kok ada yg aneh ya, itu kan mobil hitam yg semalem, iya aku yakin”batinku berucap.

“akhhh apa ibu bohong padaku, akh iya aku dibohongi, dan pasti yg didalam mobil tadi si Anton, akh bangsat kau ton”.

“gimana ini? aku harus gimana? akh iya ikutin mereka! pasti belum jauh.”

cepat-cepat kuambil motorku, jaket, helm , hanphone dan dompetku lalu kutancapkan gas motorku.

tak lama kulihat mobil mereka, perasaanku begitu gundah dan seperti tak terima dibohongi seperti ini, kulajukan motorku sedikit jauh di belakang mobil mereka.

lalu mobil itu belok ke arah puncak, apa mungkin anton membawa ke villa miliknya? bisa jadi soalnya ia mengambil arah kesini.

dan benar saja tak lama kemudian ia sampai di depan pagar villanya. kulanjutkan motorku sampai warung dan kutitipkan motorku disana.

kemudian ku berjalan munju villa milik anton.
lalu kumenyelinap berjalan hati-hati dan mengintai sana sini.

“kondisi villa anton begitu sepi, mungkin karena penjaganya tak ada kali yah? ”

trap trap diem… trap trap diem menyelinap ke rumah orang begitu mendebarkan. detak jantungku seakan meningkat lebih cepat.

aku sudah sampai dalam villa anton, celingak celinguk di setiap ruangan bawah ini. Tapi tak kudapati mereka disini.

lanjut ke ruang Atas, pelan-pelan dit… jangan sampai menimbulkan suara sedikitpun. saat sampai diatas ku dengar tawa Anton dengan jelas, mungkin mereka di ruangan ini.

segera ku tempelkan telingaku ke pintu untuk mendengarkan obrolan mereka.

“hahaha ampun geli tan udahh hahaha ampun tan,” ucap anton, entah apa yg mereka lakukan di dalam benar benar membuat ku penasaran.

“akhh iya angin-angin pintu, mungkin bisa kelihatan dari sana”batinku

segera ku cari kursi dan kuposisikan di depan pintu, hap… kunaiki kursi dan ke arahkan kepalaku ke lubang angin-angin.

“Bangsat!!!!!” mereka udah bugil ria didalam, dengan posisi duduk berdampingan. namun kepala ibu disenderkan di dada Anton. sambil tangan anton dirangkulkan ke perut ibu.

“jadi gimana tan ceritanya tante bisa sampai disini, emang dodit gak curiga gitu?”ucap Anton

“hihi tante bilang aja tante ada acara sekolah dan nginep di rumah temen”. balas ibuku.

“trus dia percaya?” tanya anton.
dan di balas dengan anggukan oleh ibuku.

“wahh parah tante ini, anak tante sendiri dibohongi hahaha joz deh tan” ucap anton

“hihihi buat anton sih apa aja bisa, muach” ucap ibu sambil mencium pipi anton.

“hihi lagian mana ada acara sekolah malem-malem gini tan, pa lagi satnight gini, yang adakan orang pacaran kayak kita gini hihi, dodit-dodit… bego amat sih lu haha”

bangsat kau ton, braninya kau menghina ku didepan ibu, awas kau njing!”geram ku.

“jangan gitu dong sayang, gimanapun juga kan ia anak tante.” balas ibu.

ohh rupanya ibu masih ingat sama aku, ok aku hargai itu bu.

” hehe iya tan maaf deh hehe, hemm gimana kalo dodit tau tentang hubungan kita tan??

“ahh enggak jangan sampai dodit tau, tante enggak mau!

“hehe iya tan, iya udah yuk main tan,, hehe anton kangen nih”

“duhh kamu ini, dari tadi dah telanjang gini masih di diemin aja huh”

“hihi jangan ngambek donk tan,” kulihat anton langsung melumat bibir ibuku, sebaliknya ibuku tanpa canggung menerima lidah dari anton.

hatiku benar-benar panas melihat ini, ingin ku masuk dan kupukul mukanya, tapi itu hanya keinginan tanpa bisa kulakuan. sialan!

kemudian tangan anton merambah ke susu ibu, di remas remasnya susu itu, kenyal dan lembut pastinya. aku sangat iri melihatnya.

“ahhhhh….” lenguh ibuku saat menerima rangsangan demi ransangan dari lidah anton yang seperti menjelajahi semua kulit tubuh ibuku yg mulus itu.

sensasi horny dan mendebarkan menjalar ke tubuhku, tanpa komando penisku tegang maksimal melihat adegan antara dua insan ini.

“emmm crep..crepp… “suara sedotan anton pada susu ibuku begitu, ahhh pasti enak ya bu nyusu seperti itu, ahh dodit juga mau bu.. ahhh.

“ahhh enakk ton, trruss aghhh mmm” desah ibu.

lidah anton begitu lihai memainkan puting ibu, sebelah kanan di jilat dan sebelah kiri di remas begitu pula sebaliknya.

“ahh enak tan?” tanya anton di sela sela kegiatannya memainkan susu ibu.

“ahh enak banget ton, iyahh enak banget ahhh, iyahh begitu kocok trrus memek tante sayang ahhh… nikmat.” racau ibuku begitu nikmat sepertinya.

kemudian anton turun dan menghadap selangkangan ibu. tapi entah apa yg ia lakukan ia hanya memandanginya saja. dan ini disadari oleh ibu.

“ahh sayang.. jangan di liatin terus.. malu tau…” kata ibu dengan manjanya.

“memek tante, cantik banget! masih kelihatan rapet tan. Makanya anton ga pernah bosen hihi”

tanpa basi-basi lagi anton menjilat dengan rakus memek ibu.

” ahhh ahhhh ahhhhh enak.. ahhhh serrrrrr aaaaahhhhhhh tante keluar” cipratan orgasme ibu mengenai wajah anton, sehingga di area mulutnya begitu basah.

“emmm asin tan” kata anton.

” haahhhhh hahhhhh maaf ya sayang, jadi belepotan dehh muka kamu” ucap ibu sambil mengusap usap wajah anton.

“iya gapapa tan,,sekarang gantian ya tan, isep punya anton.”

lalu kulihat anton menyodorkan penisnya ke mulut ibu.

“clepp ohhhhh, enak tan ahgh isep terus yang kenceng ahhh” racau anton yg ke enakan penisnya di hisap ibu.

“ohhh sriuupp srup srup” suara sepongan ibu seraya kepalanya maju dan mundur seirama.

ahhh ibu pasti nikmat banget di sepongin kek gitu, udahh bu dodit juga bu ahhhh,

miris sekali kondisiku saat ini. aku yang udah lama bersama ibu tak pernah mendapatkan sperti itu darinya.

“udahh tan. anton gak kuat…, ahhhhh”tak lama kemudian anton mengejan, sepertinya ia telah sampai pada puncaknya dan pastinya ia keluar dalam mulut ibuku, begitu banyak hingga ibu tak kuat menampungnya.

keduanya tampak lelah setelah permainan oral mereka, mereka begitu menikmatinya sedangkan aku disini hanya seorang pecundang yg tak mampu melakukan apa apa.

shit!!! batinku.

selang beberapa menit mereka melanjutkan persetubuhan mereka kali ini tanpa pemanasan lagi,.

“ahhh ayo cepet entotin tante sayang ahhh, memek tante gatel”. rengek ibuku, ahhh dasar ibu binal.

“ahhh iya tan, anton juga dah kangen banget sama memek tante” ucap anton.

“siap tan… ahhhhh clepp” penis anton memasuki liang kenikmatan ibu yg ku idam-idamkan selama ini.

ahh pasti enak banget, gesekan penisku dengan daging lembut vagina ibu pasti menimbulkan sensasi yang luar biasa. ahhh

clepp.. clepp anton terus mempopakan penisnya kedalam vagina ibu.

“ahhh.. ahhh… ahhhhh” dan ibu hanya mampu mendesah kenikmatan.

“ahhh enak banget tan memek ahhhh ahh ahh” ucap anton yg semakin membuatku iri.

“ahh iya ton, kontolmu juga enak ahh, ayo trus yang kenceng ahhh, ahhh enak banget sayang” balas ibuku.

“tonn ahhhh…. entotin tante..ton .. ohh anton. puasin tante.. sayang.., uhh ahh.” ibuku mendesah ke enakan.

enggak bu,, bukan anton yg harusnya ibu sebut dalam kenikmatan itu. harus dodit bu.. ahhh

“ceplok ceplok uhhh ahhhh ahhhh” iya tante sayang.. ahhh enakk tan.. nikmat banget.. ahhh. ceplok ceplok.

“ahhh ..ahhh anton mau kluar tan… ahh ini nikmat banget.. ahhhh tante…… tante rahma….. ahhh”

“ahhhh iya ton… kita barengan…. ahhhh lebih cepat.. lebih cepat ton… ahhhh nikmat sekali..”

“Ahhhhhhh taaanteeee ahhhh, cret cret.”
“ahhhh anton.. ahhhhhhhh serrrr.. serrr”

keduanya mengejan hampir bersamaan, dan sepertinya mereka telah sampai pada puncak birahi mereka.

“hoshhh.. hoshh…. makasih tan.. tadi nikmat banget”
“iya ton.. tante juga nikmat”

kemudian mereka lanjutkan dengan ciuman.

udahhh udahhh cukup aku tak mampu melihat ibuku begini. harusnya aku yang bersama ibu. aghh aku begitu cemburu.

kemudian aku beranjak keluar namun sebelumnya aku telah memdokumentasikan hubungan mereka dalam HPku.

lalu ku keluar dari villa, jujur saja aku sangat sakit melihat hubungan mereka, tapi disisi lain aku juga begitu nafsu melihat mereka.

kutancap gas, laju motorku begitu kencang, entahlah aku tak peduli lagi dengan motorku dan tubuhku. aku begitu sakit hati dengan mereka tapi lebih dominan pada ibuku sendiri.

wuuuuuuuungg….prak….

akhhhhhhh…

gelap..

Di sebuah gedung,
banyak sekali orang yg lalu lalang di koridor tempat itu. ada yang memakai jas warna putih yang sibuk dengan urusannya sendiri dan banyak pula orang berkumpul di luar ruangan dengan wajah cemas, entah apa yang mereka pikirkan dan entah apa yang mereka harapkan. pikiran manusia memang susah ditebak. dan biarlah menjadi rahasia mereka sendiri.

namun disebuah ruangan gedung itu ada sosok manusia, wajahnya begitu pucat dengan mata terpejam. disela hidungnya terdapat selang untuk membantunya bernafas, di punggung tangannya tertancap jarum infus dan di sisi kanan ia tidur ada sebuah monitor yang menunjukkan gambar grafik naik turun, mungkin itulah yg disebut detektor jantung atau apa namanya.

begitu miris saat melihatnya, kaki kanannya terlihat banyak perban yg melilit di kakinya, benar,dia mengalami cidera patah tulang. dan kedua lengannya tampak merah lebam. sungguh anak yang malang.

dan di ranjang tempat anak itu tidur tertera sebuah nama…
Dodit Raden Bintang.

tit… tit…. tit… tit….
suara mesin itu terdengar begitu nyaring diruangan itu. serasa mesin itulah yang menjadi “tanda” dari akhir seseorang.

sedangkan wanita disampingnya hanya bisa diam membisu tapi dalam hatinya ia terus berdoa untuk keselamatannya, entah berapa kali ia pingsan saat pertama mendengar kabar duka itu. dan entah berapa liter air mata yang ia keluarkan.

hingga kini ia hanya mampu memandang sayu wajah tampan anaknya. benar … ia adalah bu Rahma ibunya Dodit.
rasa sesal setiap ia memandang manis wajah anaknya selalu muncul. iya… dia menyesal karena menelantarkan anaknya dan seneng-seneng bersama temannya. ia pun juga tau anaknya sudah mengetahui hubungan mereka melalui melalui video rekaman di ponsel anaknya.

kini sudah 4 hari Dodit tak sadarkan diri, mungkin dodit sedang berada di angan angan. antara hidup dan mati. tak ada yg tau kecuali sang pencipta.

andaikan ia tau akhirnya seperti ini, ia pasti tak akan keluar malam itu. ia pasti akan menemani anaknya pada malam itu.

hiks….
air matanya kembali menetes…
“nak.. bangun nak.. hiks.. biarkan ibu yang gantiin kamu sayang… hiks..” ucapnya dengan berlinangan air mata.

ia hanya berharap anaknya segera sadar dari tidur panjangnya.

“hiks… sayang… ibu disini sayang.. mulai hari ini dan seterusnya ibu akan bersamamu selalu sayang..hiks… tapi ibu mohon bangun sayang.. bangun… jangan tinggalin ibu nak.. hiks..”

“tit… tit…..”
hanya suara itulah yang menjadi jawabannya.

“sayang… tadi dapet banyak ya ikannya.. mau dimasak apa sama ibu , hiks..” ucap ibunda kembali mengingat momen manis saat bersama keluarganya dulu.

“duh.. pasti kalo lagi mancing sampe lupa waktu begini.. hiks.. bangun ya sayang…. hiks..”imbuhnya lagi.

entah mukjizat atau apa,tangan anaknya yg ia genggam meresponnya..
menyadari hal itu bu rahma melanjutkan lagi kata katanya.

“sayang.. pulang yah… ibu kangen… ayo masak bareng kayak dulu”

“oh ya ibu juga kangen lho denger bawelan anak kesayangan ibu hihi… km tuh anak yg bawel tau…..”

beberapa saat kemudian Dodit merespon dengan kembali meremas tangan ibunya. lalu beberapa detik kemudian ia membuka matanya berlahan.

“ibu….”
hanya itu yang keluar dari mulutnya, bu rahma begitu bahagia mendengar anaknya telah kembali.

“iya sayang… ini ibu nak.. ini ibu… hiks…
hiks….”

tanpa pikir panjang ia memencet bell untuk memanggil dokter yang bertugas.

setelah 3hari dodit keluar dari rumah sakit, ia hanya berada dirumah saja tentu saja ia tak di perbolehkan untuk sekolah dulu mengingat kondisinya yang masih perlu banyak waktu untuk penyembuhan.

“gimana nak kakinya?” ucap seorang wanita didekatnya yg tak lain adalah ibunya.

“emmm udah agak mendingan kok bu, udah bisa jalan pake tongkat gak pake kursi roda lagi” ucap sang anak pada ibunya. dengan wajah tersenyum.

“ehmm ya udah.. ibu masak dulu ya…, kamu istirahat aja dulu…” balas sang ibu.

“iya bu…” balas anaknya.

tak perlu waktu lama masakan ibu rahma telah siap, dan langsung saja ia memanggil anaknya.

“tok.. tok… sayang.. makanannya udah siap.. yuk makan dulu..”

lalu dibukakan pintu oleh anaknya dan hanya dibalas dengan anggukan kepala. mereka berjalan bersama dengan sang anak di depan dan ibu mengikutinya dari belakang.

saat makan pun suasana cukup hening, hanya bunyi klentingan sendok dan piring yang terdengar sampai makan bersama itu selesei.

entah apa yg di fikirkan anak itu, ia pun ingin segera kembali ke kamarnya.

“nak….!?” ucap sang ibu.

ia kembali menoleh pada ibunya.

“kamu masih marah sama ibu nak?” kalo iya maafin ibu nak.. maafin ibu, ibu tau kesalahan ibu terlalu besar, ibu tau .. ibu dah gak pantes disebut ibu lagi nak.. hiks….” ucap sang bunda yg mulai menitikkan air matanya.

“kenapa bu… kenapa? hanya itu jawaban dari sang anak.

“hiks.. hiks….” sang ibu tak bisa menjawab pertanyaan anaknya, hanya derai air mata yg mewakili sesalnya selama ini.

suasana ruang itu menjadi begitu haru. isak tangis terdengar begitu pilu. ketakutan terbesar dari ibu rahma adalah kehilangan anaknya, meski ia tak kehilangan raganya. tapi ia takut akan kehilangan cinta dari laki laki yg sangat ia sayangi melebihi apapun.

“ibu mencintainya?” tanya sang anak yg mengagetkan batin sang ibu.

“enggak nak.. ibu ga mencintainya nak.. hiks.. hiks… ibu gak cinta sama dia nak.. hiks.. ampuni ibu nak, Maafin ibu.” jawabannya terdengar memelas.

“jika ibu mencintainya….. dodit ikhlas ,dodit digantikan sama Anton bu… maafin dodit selama ini dodit bikin ibu kesel, maafin Dodit udah bikin ibu Bete, dan maafin Dodit yg gak bisa bahagian ibu.
Dodit pamit bu…. Dodit akan tinggal dengan bibi” ucap sang Anak yg membuat Ibu tercengang.

setelah mengucapkan kata itu ia pun beranjak dari kursi, namun segera sang ibu bangkit dan memeluk erat tubuh anaknya.

“hiks..hiks.. jangan pergi nak, jangan tinggalin ibu sendirian.. hiks… gak ada nak.. ga ada yg bisa gantiin Dodit disamping Ibu.. Dodit selalu dihati Ibu. maafin Ibu ya nak, udah bikin kecewa kamu dan ayah hiks…” ucap sang ibu sambil terisak .

Dan sekarang sang Anak membalas pelukan ibunya dengan erat. seakan ia tak ingin lagi kehilangan ibu yg sangat ia sayangi.

“hiks… Ibu kemana saja? Mengapa Ibu berubah?Aku kangen sama Ibu? Aku kangen belaian kasih sayang Ibu ? Aku kangen
dengan manjanya Ibu? Dodit selama ini kesepian Bu..! Dodit selama ini … hiks…. hiks..” ucap keluh kesahnya pada ibunya.

“iya nak.. hik.. ibu tau.. Maafin kesalahan ibu sayang.. ibu udah jahat sama kamu.
hiks… mulai hari ini Ibu akan selalu bersamamu sayang.. mulai hari ini semua akan berubah. Ibu pastiin akan kembali seperti dulu sayang.. hiks.. maafin ibu” balas sang ibu.

“iya ibu.., dodit sayang ibu.” jawab sang anak.

“ibu juga nak.. ibu sayang Dodit” balas ibunya.

“hemmm ibu??”

“iya sayang?!”

“ibu.. udah belum pelukkannya..? dodit mau ke kamar nih…”

“hemm belum…! ibu masih kangen” ucap ibu dengan manjanya

“ya udah deh, dodit juga kangen sama ibu”

suasana yang tampak haru kini berubah menjadi hangat dan penuh kasih sayang.

setelah mereka selesai pelukan,Dodit meninggalkan ibunya yg sedang beres beres dapur menuju kamarnya.
entah mengapa keduanya senyum senyum sendiri disela kegiatan mereka saat ini, seperti dua insan yg sedang di mabuk asmara, begitu katanya.

malam hari pun tiba. saat ini dodit dan ibunya sedang asik menonton acara TV bersama. dengan posisi mereka duduk berdampingan di karpet dan kedua kaki mereka selonjoran.

“sayang ….? ibu kangen…” ucap sang ibu dengan manjanya.

“hihihi ibu aneh-aneh aja ikh… kan dodit gak kemana mana.. , emm kangen ma Anton ya.. hihi” balas sang anak, yang tentu saja mengagetkannya. sekejap wajah sang ibu berubah menjadi murung.

“hiks kamu kok tega sih sayang.. hiks..” jawab sang ibu..

tentu saja ia tak ingin mengingat ingat kembali masalah dengan Anton dan dia sudah berjanji untuk mengakhiri hubungannya dengan Anton.

“hehe ibu di bercandain gitu aja ngambek… hihi jadi tambah imut deh kalo ibu gitu.” balas sang anak yang langsung memeluk ibunya. hingga kepala sang ibu bersandar pada dadanya.

“ikh kamu mah jail… ibu bete…!”jawab sang ibu masih dengan nada manja.

kini tangan sang anak tak tinggal diam. tangannya aktiv membelai lengan sang ibu. begitu mesra… begitu syahdu…

“makasih ya sayang udah mau maafin ibu” ucap sang ibu memecah keheningan.

“iya ibu.. seberapapun kesalahan ibu.. ibu gak perlu memintapun dodit udah maafin bu… dodit kan sayang ma ibu” ucap sang anak dengan senyumannya.

“cup” tiba-tiba bibir sang ibu mendarat di pipi kiri bagian bawah sang anak.

“ehh ibu…main cium cium aja… kalo cium dodit bayar loo… hehe” canda sang anak.

dan ibunya hanya tersenyum saja melihat anaknya bercanda seperti itu. namun sorot matanya tak lepas dari wajah sang anak. ia seperti melihat duplikat suaminya pada diri anaknya.

Dodit pun juga membalas tatapan ibunya. hingga kini mereka saling menatap dengan sang ibu masih dalam pelukan sang anak.

lama mereka saling menatap, tanpa disadari ibunya memejamkan mata. hal ini seperti sebuah “kode” untuk segera menciumnya.

benar saja. tak lama setelah itu bibir dodit dan ibunya telah menyatu.

“emhh.. emhhh ah” desah mereka disela sela ciuman mereka.

“emhh” aktivitas ciuman masih berlanjut namun tangan dodit diarahkan ke bagian dada oleh sang ibu untul segera membelai toket miliknya.
berbeda dengan awal mereka lakukan saat ultah Dodit ,yg sekarang ibunya tak melarang tangan sang anak untuk terus merambah toket kencang miliknya.

“ahhh..remass.. geli sayang…, kamu suka sama toket ibu nak..”tanya sang ibu,.

“i..iya bu.. suka banget…” jawab sang anak malu.

“buka aja sayang.. ini milikmu…!” jawab sang ibu yg membuat dodit kaget.

“bener bu boleh??” sang ibu hanya menggukkan kepalanya sambil tersenyum manis.

langsung dibukanya baju sang ibu. dan tersembulah buah dada besar milik ibunya.
entah mengapa sang anak hanya memperhatikan saja. sepertinya ia kagum dengan buah dada ibunya.

“ihhhhh udahhh dehh sayang …. jangan liatin mulu.. malu tau… “jawab manja sang ibu.

“cleguk” suara ludah Dodit.
“eh iya maaf bu.. tapi buah dada ibu indah sekali…”jawabnya polos.

“hihi toket sayang.. namanya toket hihi… kamu mau sayang nenen kayak waktu bayi dulu.. hihi” goda sang ibu.

“iya bu.. mau….” jawaban yg semangat.

lalu mereka berubah posisi yg pada awalnya sang anak memeluk ibunya. kini ibunya bangkit dan memeluk anaknya. dengan posisi sperti menggendong bayi.

tak sabar dodit membuka kaitan Bra ibunya, dan langsung di caplok puting milik ibunya..

“ahhh..! pelan pelan sayang.. ibu gak kemana kok.. ahhh iya enak sayang?..” jawab ibu namun tak ada balasan dari sang anak. karena sang anak terus mengenyot kedua puting ibunya bergantian.

“ahhhhhh iya sayang… puasin dirimu nak.. ahhhh kenyot terus toket ibu sampe kering.. ahhhh….” racau sang ibu.

kemudian tangan sang ibu tak tinggal diam. secara cepat tangan sang ibu menulusup di balik celana kolor milik anaknya. dan dengan cepat mengocok penis sang anak.

menerima rangsangan seperti itu keduanya malah semakin kalap.

ahhhh…. uhhhhh ahhhhh uhhhhh desah mereka bergantian mengalahkan suara televisi yang menyala sedari tadi.

tak lama tubuh sang ibu mengejan melengking nikmat ahhhhhhhh serrr…. ibunya telah klimaks.. hah.. hah…. deru nafasnya memburu.

“udah nak.. istirahat dulu.. ya…” ucap sang ibu sambil membelai rambut kepala anaknya sambil tersenyum.

kini kepala dodit berada di pangkuan dang ibu. sambil tangan dang ibu masih meremas dan mengocok penis anaknya.

“ahhh ibu.. lebih cepat lebih cepat bu.. ahhhh enak.. ahh ibu ahh ibu…… crotttt crot… “cairan spermanya nyemprot hingga mengotori celananya sendiri.

hah… hah… nafasnya ngos ngosan.
“makasih ya bu.. nikmat sekali” ucap sang anak.

“hihi digituin doang masak enak sayang..? mau yg lebih enak lagi gak? tantang sang ibu kepada anaknya.

“ehhh iya bu dodit mau..” jawab sang anak.

kemudian ia membuka celana anaknya dan langsung mengocok kembali penis anaknya,.

“dasar perjaka.. baru di pegang gini langsung bangun lagi.. huh” gumam ibunya yang dijawab dengan senyum anaknya.

“kamu nikmatin aja ya sayang.. pasti enak.”

“clep” kemudian mulut ibunya telah mencaplok semua penis anaknya.

“ohhhhh bu… nikmat… ahhhh, tapi itu jorok bu” jawab anaknya.

“emmm…. kamu nikmatin aja sayang.. ga ada kata jorok buat ibu.” balas sang ibunda dan dilanjutkan dengan meng oral penis anaknya.

“ohhh enak.. mulut ibu enak ahhhh”

“emmmhh emmmhhh … emmmchh.. juhh emmmm…. ”

selesai ngemut penis anaknya, kemudian ia bangkit dan jongkok tepat di depan penis anaknya. lalu dengan perlahan ia mememasukkan batang penis anaknya.

“ahhhhhh” begitu suaranya saat batang penis anaknya amblas di liang senggamanya.

tanpa menunggu lama ibunya menaik turunkan badannya.

“slepp… ceplok ceplok.. ceplok.. ceplok” suara benturan daging dengan anaknya begitu menggairahkan.

“ahhhh ibu…”

“iya sayang.. ahhh enak… kan…. mem..mekk ibu.. ahhh”

“ahhh ibu milikmu akhhh”

“nik..mat… banget… bu.. ah…. iya ibuku milikku”

“ceplok ceplok..”

“ahhhh ia sayang … ahhhhh nikmat… ouh kontolmu keras sayang ahhhh penuh di memek ibu ahhhh”

“ahhh iya bu… memek ibu sempit ahh.. kontol dodit seperti di peres bu akh.. nikmat”

hanya Ibunya yg aktiv. tentu saja saat ini kondisi kaki anaknya masih sakit sehingga ia tak banyak bergerak.

ceplok ceplok..

“uhhhh sayang…. ibu mau sampe…. ahhhhhh”

ceplok.. ceplok…

“Dodit juga bu.. ahhhh… nikmat..”

“croooot…crooot…serrrr serrrrrr..”
akhirnya mereka mencapai klimaks. setelah mereka menggayuh kenikmatan bersama.

“hah..hah…” nafas ibu rahma ngos ngosan. dan ia ambruk di atas tubuh anaknya.

“dodit sayang ibu…” ungkap dodit disaat akhir permainan birahi mereka.

“iya nak.. ibu juga saayaang dodit.” balas ibunya dengan senyum bahagia.

“hihihi” tawa sang ibu.

“kenapa ketawa bu?” balas si anak

“tuh penis kamu tegang lagi.. mau nambah yaaaa?” goda ibunya.

“hehe abis enak bgt sih bu… inikan yg pertama buat dodit…” balas sang anak.

“wahh ibu dapet perjakanya donk hihi” balas ibunya.

“tapi maaf ya sayang.. km ga dapet perawan ibu.. soalnya dah keduluan ayahmu hihihi” canda ibu.

“hehehe iya ibuku sayang.. gapapa kok. muach” jawab sang anak sembari mencium bibir ibunya.

“ehhh.. udah berani ya cium cium ibunya” jawab sang ibu dan di balas dengan senyum lebar anaknya.

“sayang main lagi yuk.. enak banget yg tadi memek ibu penuh banget” jawab sang ibu.

“ayok.. siapa takut…”

akhirnya mereka bersetubuh kembali. entah berapa kali mereka menumpahkan cairan cinta mereka dan entah bagaimama sang anak untuk melakukan dengan kondisi itu. tapi yg jelas itu sangat nikmat.

***
ke esokan harinya Anton menjenguk dodit kerumahnya bersama teman yang belum di ketahui dodit.

“hai sob… gimana udah baikan?” tanya anton saat bertemu dengan dodit di pintu masuk rumahnya.

“eh iya ton.. ini udah agak baikan.. tapi masih harus pake tongkat. dan harus rajin dilatih berjalan itu kata dokter” balas dodit sambil mempersilahakn Anton dan temannya masuk.

“oh ya kalian duduk sini dulu ya aku buatkan minum” jawab dodit, belum sempat ia beranjak dari tempatnya. ibunya datang dari dalam.

“sayang….. siapa yg datang nak…!” dan deg… ibu rahma kaget melihat Anton, yang selama hampir 2 minggu tak ditemuinya ini.

“eh anton?” hanya itu yang keluar dari mulutnya saat melihat laki laki yang ingin di buang dari hidupnya.

“iya tan.. apa kabar…?” balas anton dengan senyum mesummnya.

“iya udah.. tante bikinin minum dulu ya..” balas ibu rahma.

kemudian Anton dan temannya serta dodit kembali berbincang.

“ini siapa ton?” tanya dodit.

“oh ini andre dit.. dia temenku satu kompleks, tadi abis pulang dari main jadi sekalian aku ajakin kesini dit.” jawab Anton

“ohh iya.. iya…” jawab dodit mangguk mangguk.

tak lama kemudian ibu rahma datang.

“sayang ibu ke warung dulu ya beli gula” kata sang bunda.

“ehh gak usah bu.. biar dodit aja yg beli..” cegah dodit yg sepertinya ada yg difikirkan.

“ehhh jangan nak.. kan kakimu masih sakit..” balas ibunya.

“gapapa kok bu.. lagian doditkan harus sering latihan jalan.. biar cepet pulih” jawab dodit.

“tapi nak” jwab ibu dengan taut muka yg aneh.

“udah gapapa bu..” dan dodit pun pergi meninggalkan mereka.

“ya sudah kalo gitu tante ke dapur dulu ya” ucap ibu rahma yg tak mau lama-lama bersama Anton.

saat ibu rahma, Anton dan Andre tampak sedang mendiskusikan sesuatu.

“eh Ton… inget janji loo ya…. kalo gak.. gw gebukin lo rame rame” ancam Andre.

Sebenarnya Andre bukanlah teman Anton. melainkan Anton adalah orang yang selalu dibully Andre dkk. dia selalu minta jatah duit ke anton tiap minggunya karna ia tau Anton adalah anak orang kaya. maka dari itu Andre tak segan segan mengancamnya bila sampai ia melapor kepada siapapun.

sosok Andre yg terlihat kekar itu lah yg membuat Anton tak berani melawannya. hingga apapun yg diminta Andre pasti akan di turutin olehnya.
namun berbeda dengan hari kemarin saat ia bertemu dengan Anton. Anton menawarkan hal lain dengan imbalan ia terlepas dari bullieng oleh Andre dkk. benar saja… Anton menawarkan tubuh bu Rahma kepada Andre. dan rencana itu dilaksanakan hari ini. sekaligus rencana ngentotin bu rahma di depan anaknya.

“iya.. iya ndre… tp tepatin janji lo ya.. jangan ganggu gw lagi titik.” jawab Anton panik.

“Siiiiip,” jawab Andre singkat sambil menunjukkan jempol kanannya.

Sekejap mereka berbicara kemudian Anton memanggil bu Rahma yg sedang di dapur.

“Tante…. Tantee Rahma…???” suara Anton memanggil.

“iya… ada apa Ton?” jawab bu Rahma dr dalam
“Sini Tan.. ada yg mau Anton omongin.” jawab Anton lagi.

“ehh iy iya” jawab bu rahma gugup, ia takut kalo Anton akan berbuat yang enggak enggak. dan menghianati janji yg ia ucapkan kepada anaknya semalam.

“ada perlu Apa Ton?” jawa ibu Rahma sambil berdiri di depan kedua laki laki tersebut.

disisi lain ada Andre yang pandangannya seperti sedang menelanjangi tubuh bu Rahma. dan membayangkan sebentar lagi ia akan menyetubuhinya membuat ia mendadak konak.

“sini donk tan.. duduk dulu.. kan Anton mau bicara” jawab Anton. dan bu rahma pun memgikuti perintahnya.

“trrus mau ngomong apa ton?” balas bu rahma.

“hm jadi gini Tan, tentang hubungan kita… andre… andre.. udah tau hubungan kita tan. Andre tau semuanya….” jawab Anton.

“hah!! terus?” ia kaget dan seakan tak percaya dengan fakta ini.

“terus Andre mau laporin kita ke orang terdekat kita tan jika tante gak…..” ucap anton menggantung.

“apa ton! gak apa?!” jawab bu Rahma mendesak dan panik.

sambil mengubah tempat duduknya ke samping bu Rahma ia melanjutkan kata katanya..

“jika tante gak ngasih juga ke Andre tan..”
ucap anton pura pura lesu.

“hehehe bagus juga rencana lo ton” batin Andre yg sedari tadi diam.

“hah!! maksud ka kamu!!” jawab bu Rahma dengan kaget.

“jadi Andre mau juga sama seperti yang kita lakukan tan.. ayolah tan… ga rugi kan, atau kita akan dilaporin” ucap Anton mengancam.

tanpa memberi waktu buat bu Rahma befikir Anton mulai mengelus paha bu Rahma.

“gimana tan… mau ya….?!” Anton memelas, sambil tetap mengelus elus paha milik bu Rahma.

“ehhh… enmmm, jangan ton.. tante gak mau…, sebenernya tante mau mengakhiri hubungan ini.. ini gak benar ton.” jawab bu Rahma ragu.

“ehh kok gitu!” jadi tante mau kalo hubungan kita di ketahui banyak orang!!” ucap Anton sedikit membentak dan Andre pun hanya memandangi mereka karena sampai disini masih belum saatnya ia beraksi.

“enggak ton, tante gak mau titik” kini suara tbu Rahma juga mengeras.

tak menyangka bu rahma akan menolak permintaannya, padahal selama ini ia selalu di turutin kemauannya oleh bu Rahma.

“hmm mungkin harus sedikit di paksa nih” pikir anton mencari akal.

tanpa banyak omong lagi Anton memeluk erat bu Rahma dan mencari bibirnya untuk dicium, menerima perlakuan serperti itu dari Anton bu Rahma berusaha melepaskan diri dan menghindari terkaan dari Anton.

“PLAKKKKK” bu Rahma menampar pipi Anton keras.

“Bangsat!!! lonte sialan!” bentak Anton yang tak terima atas perlakuan bu Rahma.

“Ndre!! langsung saja cepat.” imbuhnya lagi yang menyuruh Andre untuk segera ikut membantunya.

tanpa banyak fikir Andre menerkam tubuh bu rahma dari samping sehingga tubuh bu Rahma di apit oleh dua orang laki laki.

kedua pria tersebut sama-sama memeluk tubuh bu rahma. Andre memeluk bagian perut dan Anton bagian pundak. serta tangan yang satu lagi meraka gunakan untuk merangsang tubuh bu Rahma yang satu di susu dan yabg satu di selangkangan.

“ohhh udahhh stop… bangsat!!” ucap bu Rahma sambil meronta ronta.

kini Andre sudah melepas pakaian yang ia kenakan. dengan tubu bugil dan kontol yg mengacung tegang ia kembali merangkul bu Rahma dan meremas kedua susu bu rahma.

“jangan..!! udahh… jangan!! ucap bu rahma memelas.

kini gantian Anton yg melepas pakaiannya. dan melakukan hal yang sama seperti Andre.

bu Rahma hanya meronta kesakitan karena di perlakukan kasar. leher bu rahma banyak noda merah bekas cupang dari Anton dan Andre.

“udahh …. stop!! Dodit tolong…!!!” ucap bu Rahma.

“hahaha anak lo cacat gitu bisa apa hah!! hahaha” ucap Anton

” hahaha dan anak lo akan liat kita ngentotin nyokapnya huahahaha” imbuh Andre.

mendengar anaknya di hina seperti itu membuatnya ia tak terima dan ia meludahi wajah Anton.

“juhhh”

“dasar lonte sialan! ” plakkk ” tampar anton di pipi bu rahma.

“akh sakit…” eluh bu Rahma.

kemudian Andre yang sudah tak sabar. langsung merobek daster yg bu rahma kenakan dari arah lehernya.

“krakkkk” suara baju bu rahma yg dirobek paksa oleh Andre.

“wihhh dadanya mulus banget ton.. kenyal lagi, enak lo ya dah sering lo pake” ucap Andre yg bernafsu.

“hahaha sekarang lo nikmatian aja sepuas lo dre.. haha” balas Anton.

“dodit tolong… dodit tolong.. ” hanya kata itu yang ia ucapkan saat ia menerima perlakuan kasar dari kedua laki laki ini.

mereka berdua (anton dan Andre) tidak tahu bahwa sedari tadi Dodit memgintip dari cendela luar rumahnya.

melihat ibunya memelas menyebut nama anaknya kemudian ia berjalan ke arah pos tempat warga berkumpul dan meminta bantuan pada warga yang hadir.

sesampainya di rumah salah seorang pria mendobrak pintu yang tertutup rapat itu.
sungguh pemamdangan yang luar biasa, bu rahma bertelanjang sedang di tindih oleh anton dan sedang mengulum penis Andre dengan terpaksa.

“Bangsat!!!” kata salah satu pria , lalu menarik tubuh Anton dan menghujami dengan pukulan telak di pipinya.

lalu dua pria lagi masuk dan menghajar Andre,
dan membawa keduanya keluar rumah.

kemudian Dodit masuk dan Langsung menutupi tubuh ibunya dg daster yang robek tadi.

melihat tubuh ibunya seperti mengalami shock maka ia langsung memeluk ibunya.

“Ibu… maafin dodit bu.. udah ninggalin ibu” ucap dodit.
“hiksss.. hiks…” pelukan ibunya semakin erat.
“jangan… jangan jauh jauh sama ibu lagi nak.. hiks… ibu takut.” ucap ibunya lemah.

“pasti bu.. ” jawabnya singkat dan mengajaj ibunya ke kamar untuk ganti baju.

diluar rumah Dodit. Andre dan Anton menjadi bulan bulanan warga. tubuh mereka bugil dan banyak sekali luka lebam di tubuh masing masing.

akhirnya mereka di bawa ke kantor polisi dan dihakimi secara hukum yang berlaku.
karena umur mereka sudah 17th,Anton dan Andre di jatuhi hukuman 15tahun penjara karena kasus pemerkosaan.

“halo ton, sehat !!”ucap dodit, satu bulan hukuman Anton ,dodit mengunjungi Anton, kondisi Dodit kini semakin membaik tapi berbeda dengan Anton yg kusam dan sedikit kurus.

“ehh dodit…..sehat” balas Anton.

“sebenernya gw dah tau hubungan lo sama ibu gw ton. dan sebelum lo perkosa nyokap gw.. gw dah rencanain ini ton. gw cm pura pura beli gula sehingga lo bakal mesumin nyokap gw, karna gw tahu lo ton.. lo bawa Andre.. gahaahaha gw tahu kalo andre bkn temen lo, gw tahu kalo Andre cm ngebully lo..haha hidup lo miris ton.” ucap dodit panjang lebar

“apa!! jadi ini!” jawab anton

“thats right.. ini hanya jebakan sekaligus hukuman buat lo ton.” balas dodit

“bangsat lo dit” geram Anton.

“hahaha lo yg bangsat ton.. haha semoga dengan ini lo Tobat ya bro” ucap Dodit

“hahahaha” anton ikut ketawa.

“kenapa lo ketawa?” dodit bingung

“tapi asal lo tau dit… memek nyokap lo emang nikmat banget haha…” balas Anton.

dodit hanya senyum dan berdiri kemudian berjalan keluar. tapi sebelum keluar ia mengeluarkan sebuah foto ukuran 5R kepada Anton. dan ia lanjutkan keluar.

“Bangsat lo dit… BAJINGAN SAMPAH!!!”teriak anton yang mengetahui dalam foto tersebut adalah foto ibunya dan Dodit sedang bersetubuh.

TAMAT

loading...
www.sedarahceritasex.com