Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibu Budak Nafsu 8

Ibu Budak Nafsu 8

‘saya penasaran apakah ibu bisa tahan dengan ini’

pak sis mengambil sebuah vibrator dari saku celananya, lalu menjeptikannya pada puting payudara ambar.

‘apa ini pak akhhh’

‘ini vibrator bu, biar ibu tambah enak’

pak siwanto lalu menghidupkan vibrator itu sehingga membuat puting ambar yang tegang bergetar hebat karenanya.

‘kyaaaahhhhhhh’

‘jangan lupa disini juga’

pak siswanto juga menjepitkan satu buah pada klitoris ambar yang berwarna merah dan berukuran sebesar kacang.

‘aaahhhhhhhh’

‘ibu kan berteriak keenakan dengan ini’

pak siswanto juga memasukkan sebuah vibrator tongkat berukuran besar dalam vagina ambar secara paksa.

‘akkhhhhhhhh…..’

‘gimana bu haha’

‘saya keluar pak saya keluar akhhhhhhh’

pak siswanto mengoleskan obat perangsang itu juga pada penisnya setelah dia melepas celananya.

dia melumuri seluruh permukaan penisnya dengan obat perangsang itu hingga terlihat mengkilat oleh pantulan cahaya.

‘akh itu belum semua ibu, sekarang baru yang sebenarnya’

pak siswanto memasukkan penisnya dalam anus ambar yang sempit membuatnya berteriak kesakitan.

‘hyyyaaaa…….sakit pak akhhhhhh’

‘ayo bu keluar sekeras mungkin seperti pelacur’

pak siswanto mulai menggenjot anus ambar dengan penisnya yang terlihat sesak di dalamnya.

‘ahhhhhhhnnnnnnn…ahhhh…sudah pak’

‘ayo saya kocok juga memek ibu’

pak siswanto menggerakkan vibrator tongkat dalam vagina ambar dengan tangannya membuatnya semakin menggelinjang tidak karuan.

‘akkkhhhhhhh…agghhhh’

pak siswanto juga meremas remas puting payudara ambar sebelah kiri dengan jari jari tangannya sesekali putingnya juga ditarik dan dipelintir.

‘akhhhh…..memekku pak akhhhh’

‘gimana bu ennnak hahaha?’

‘iyyya ak ennnnak akhhhhhhhhh’

pak siswanto terus menerus menggenjot anus ambar dengan liar hingga ambar sampaiorgasme untuk kesekian kalinya hari itu.

‘hahah ibu benar benar pelacur yang ndak bisa berhenti orgasme’

‘akkhhhhhhhh memekku pak akhhhh’

‘sekarang saat pelatihan baru buat ibu’

‘akhhh iya pak’

‘terima pejuhku bu akhhhhhhhhhhhhh’

‘akhhhh pejuhhhhhhh pejuhhhhhhhh’

setelah memuntahkan semua spermanya dalam anus ambar pak siswanto menarik penisnya yang sudah lembek dari vagina ambar.

‘akh jangan dicabut akhhhh’

‘kenapa bu masih mau lagi?’

‘akh memek saya pak masih gatal akh’

‘tapi ibu harus pulang sekarang, anak ibu sudah nunggu di depan tuh’

‘akkhh tapi pak akh’

‘udah bu, ndak apa apa, yang penting ini dipakai terus ya vibratornya’

‘ya pak’

‘mulai sekarang ibu harus mematuhi perintah saya, paham?’

‘i…iya pak’

‘sudah bu sekarang pulang, itu dipakai dulu pakaiannya’

ambar pun menuruti semua perkataan pak siswanto dan segera memakai bajunya kembali dengan vibartor masih terpasang di puting, klitoris dan vaginanya.

####

‘akhhhhh….ssshhhhh….’

ambar berjalan keluar meninggalkan ruangan tempat nya melayani nafsu bejat laki laki yang berprofesi sebagai guru sekaligus seorang kepala sekolah itu.

ambar berjalan dengan kaki menyeret karena selangkangannya yang penuh dengan vibrator belum lagi anus nya yang baru saja diperawani pak siswanto.

ambar melihat dari kejauhan andi anak semata wayangnya tengah duduk di depan kelas dan berjalan menghampirinya.

sperma pak siswanto yang begitu banyak mengalir dari lubang anusnya melewati paha hingga betisnya saat ambar berjalan.

untungnya keadaan sekolah sudah sepi sehingga tidak ada yang melihat dan andi pun sepertinya tidak menyadari atau melihatnya.

‘adik nungguin ibu ya?’

‘iya, darimana sih bu?’

‘habis ketemu pak siswanto’

‘tapi kok lama banget sih?’

‘iya maaf, ngobrol ndak liat jam tadi’

‘yaudah yuk ma pulang’

‘yuk’

wajah ambar nampak memerah dan berkeringat karena sedari tadi semua bagian sensitif tubuhnya bergetar karena vibrator yang terpasang.

hal itu tidak lepas dari perhatian sang anak yang menyadari hal aneh terjadi pada ambar sejak mereka bertemu.

‘ibu kenapa tho?’

’emang kenapa dik’

‘kok dari tadi keringetan terus padahal ac nya dingin lho’

‘ndak tau ini dik’

ambar berusaha mengelak dan berbohong dari pertanyaan anak semata wayangnya itu dari apa yang sebenarnya terjadi.

karena sebenarnya semenjak mereka bertemu tadi sudah 3 kali ambar mengalami orgasme karena bagian sensitifnya yang terus dirangsang.

‘ibu sakit ya?’

‘eh ibu cuma ndak enak badan paling dik’ jawab ambar sekenanya. ‘eh adik mau makan apa?’

ambar berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar andi tidak terus bertanya apa yang sedang terjadi pada dirinya.

‘ehm terserah ibu aja’

‘nanti goreng nugget aja dik’

‘iya deh bu’

suasana kembali hening di dalam mobil yang tengah melaju menembus jalanan berdebu sore itu antara ibu dan anak didalamnya.

‘eh iya dik sekolahnya gimana?’

‘ndak gimana gimana kok bu’

‘ibu dapat laporan kalo nilai kamu kurang’

‘…..’

‘dik makanya jangan main terus ya’

‘andi kan kalo maen juga cuma sebentar’

‘iya tapi sekarang adik sudah kelas 6 lho, mau masuk smp harus rajin rajin belajar ya?’

‘iya’

‘janji ya?’

‘iya adik janji’

####

ambar berangkat pagi pagi ke kantor untuk segera menyelesaikan pekerjaannya, hari ini dia harus mengumpul data pengujian obat baru.

tanpa membuang waktu lagi dia segera berjalan langsung menuju ruangannya untuk menyiapkan data data yang sudah terkumpul.

dia harus membuat laporan untuk di presentasikan kepada jajaran manager berdasarkan data pengujian yang dia dapat.

dia begitu lega karena hasil pengujian obat yang dikembangkan seperti yang diharapkan sehingga bisa segera disertifikasi.

meskipun begitu, masih ada perasaan yang mengganjal dalam dirinya terutama menyangkut legalitas hasil pengujian yang dia lakukan.

dia hanya bisa berharap pada pak yono, kepala laboratorium klinis bisa menjaga rahasia dibalik pengujian itu sehingga tidak bocor ke orang lain.

ambar melihat jam dinding di ruangannya sudah menunjukkan pukul setengah 9, dia harus segera menyiapkan diri untuk meeting.

‘mas anwar bisa bantu saya bawa berkas berkas ini’

‘baik bu’

ambar mengambil tas berisi laptop dan segera berjalan keluar ruangan untuk menuju ke ruang rapat di lantai 3.

sementara itu dibelakangnya anwar mengikuti sambil membawa berkas berkas data, namun mata lelaki itu terus menatap goyangan pinggul ambar.

bokong ambar yang begitu semok bergoyang dan berguncang kesana kemari seiring dengan langkah kakinya.

begitu juga dengan betis kaki ambar yang membunting padi dibawah rok span yang menempel pas pada pahanya yang tak kalah menggoda.

‘cklek’

ambar membuka pintu ruang rapat yang masih lenggang karena peserta rapat yang masih belum ada satupun yang datang.

ambar segera menghidupkan lampu ruangan yang belum dinyalakan semua agar keadaan di dalam bisa lebih terang.

‘mas anwar itu ditaru di meja saja’

‘disini bu?’

‘iya, terima kasih ya mas’

‘iya sama sama bu, ada yang bisa dibantu lagi?’

‘ehm sudah ndak ada mas’

‘kalo begitu saya permisi dulu bu?’

‘oiya mas silakan’

ambar segera larut dalam kesibukannya menyiapkan bahan bahan meeting karena sebentar lagi jajaran direksi akan segera tiba.

####

ambar menejelaskan tiap slide presentasinya dengan sistematis dihadapan jajaran direksi yang duduk dihadapannya.

mereka dengan tenang memfokuskan perhatian mereka pada sosok ambar yang begitu menggoda insting kelaki lakian mereka.

mereka begitu tergoda melihat ukuran buah dada ambar yang terlihat semakin besar dari yang selama ini mereka ketahui.

namun yang tidak mereka sadari bahwa payudara besar itu semakin bertambah besar karena penuh dengan produksi air susu.

‘jadi kesimpulannya, pengujian menghasilkan data yang sesuai dengan harapan kita’

‘ehm bagus bagus’ kata general manager, pak heri.

‘mungkin ada yang kurang jelas?’

semua peserta rapat tampak membaca kertas di tangan mereka dan mengangguk anggukan kepala tanda puas dengan penjelasan ambar.

‘terus bisa didaftarkan untuk sertifikasi kapan?’

‘ehhhmm…segera pak, saya masih mengisi berkas berkas penunjangnya’

‘baiklah, mungkin ada yang kamu butuhkan lagi?’

‘mungkin hanya persetujuan dari jajaran direksi’

‘kalo itu gampang, ada lagi?’

‘sudah pak cukup’

‘bagus, segera saja diselesaikan saya akan mengabari klien kita soal progress kita ini’

‘baik pak’

‘kalo begitu rapat hari ini cukup sekian, selamat atas keberhasilan kita, silakan kembali ke pekerjaan masing masing, selamat siang’

pak heri berdiri dari kursinya bersama dengan manager yang lain dan berjalan keluar meninggalkan ruangan bersama.

sementara itu ambar masih tinggal di ruang rapat untuk membereskan peralatannya untuk presentasi tadi.

ambar tersenyum ketika membaca pesan masuk setelah smartphone miliknya yang berbunyi.

dia beitu gembira ketika meninggalkan ruangan rapat dan langsung menuju ke ruangannya.

#####

ambar sudah bersiap siap pulang meskipun masih siang untuk segera menjemput andi dari sekolah juga selain itu suaminya akan pulang hari ini.

‘aku harus segera menjemput andi’

ambar memacu mobil sedan miliknya melintasi jalanan terik siang itu menuju SD tempat anaknya sekolah.

‘nanti masak apa ya?’

‘apa aku bikin rendang aja ya? mumpung bahannya ada lengkap di rumah’

ambar begitu senang memikirkan kepulangan suaminya sebentar lagi, dia tidak sabar suaminya sampai di rumah.

tidak hanya dirinya, pasti andi, anak semata wayangnya pasti gembira sekali ayahnya sebentar lagi pulang.

sudah semenjak beberapa waktu yang lalu andi selalu menanyakan perihal kepulangan arifin dari proyeknya di kalimantan.

selain itu dia membutuhkan sosok yang bisa melindungi dirinya terutama mengingat masalah yang menimpanya akhir akhir ini.

sebagai seorang wanita dewasa normal kehadiran suami di sampingnya pasti akan membuat dirinya jauh lebih mudah menjalani hidup.

‘heemmm…ndak sabar rasanya nunggu mas arif pulang’

#####

sementara itu di tempat lain 2 sosok lelaki tampak sibuk mengamati sebuah layar monitor yang tengah menyala.

mereka sibuk melihat monitor yang sedang menampilkan gambar sebuah ruangan dengan seorang wanita di dalamnya.

‘jadi ini yang mau kamu kasih liat ke saya’

‘iya pak’

‘kapan tanggal rekaman ini?’

‘ini rekaman tanggal 14 pak’

‘ada yang lain?’

‘ada pak selama hampir tiap hari selama 2 minggu’

‘tempatnya juga sama?’

‘sama pak, dan waktunya juga hampir bersamaan tiap harinya’

‘heeemmm. jadi begitu ya’

kedua laki laki itu tidak bisa melepaskan tatapan matanya dari layar monitor selama percakapan tadi.

mereka juga berkali kali membetulkan posisi selangkangan mereka yang menjadi lebih sesak.

####

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*