Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibu Budak Nafsu 7

Ibu Budak Nafsu 7

beberapa hari setelah kejadian pemerkosaan ambar oleh seorang preman dan pak siswanto, guru di tempat andi bersekolah.

ambar masuk kerja seperti biasa karena tanggal pengujian obat yang diujinya sudah semakin dekat tanggalnya.

sementara data data pengujian yang dia dapat masih belum cukup untuk digunakan sebagai sampel nantinya.

‘heeemmmmm sudah saatnya aku memeras susuku tapi tidak mungkin kulakukan disini’ batin ambar.

ambar mencoba melihat keadaan sekitar ruanagn kerjanya yang ramai penuh orang.
sementara dia tidak mungkin memeras di dalam ruangan kerjanya yang berdinding kaca bening karena tidak ada yang boleh tahu dia sendiri yang menguji obat itu pada dirinya sendiri.

ambar mencoba keluar ruangan untuk mencari tempat yang memungkinkan dia bisa memeras susu dengan leluasa.

ambar berjalan menyusuri lorong lorong panjang pabrik tempatnya bekerja sambil melihat lihat seandainya ruang kosong.

‘selamat pagi bu’

‘selamat pagi pak’

‘selamat pagi mbak’

‘selamat pagi mas’

ambar bertemu rekan rekan kerjanya selama berjalan jalan menyusuri setiap sudut pabrik yang cukup luas itu.

tiba tiba dia teringat laboratorium klinis tempat pak yono, tidak masalah jika dia memeras disana karena pak yono juga sudah mengetahui rahasianya.

selain itu disana ada alat alat yang dia perlukan untuk memeras susu, sehingga tidak perlu memeras secara manual dengan tangan.

ambar segera berbalik arah dan berjalan kembali menyusuri lorong lorong menuju laboratorium tempat pak yono bekerja.

‘tok tok tok’ ketukan tangan ambar di pintu stainless steel itu.

ambar membuka pintu menuju laboratorium itu dan melihat sekeliling ruangan mencari keberadaan pak yono di sana.

‘hemmm mungkin pak yono ndak disini’

ambar langsung masuk kesana tanpa ragu setelah melihat lampu di ruangan kerja pak yono padam, menandakan tidak ada orang disana.

ambar memantapkan diri untuk memeras susu disini karena jika pak yono tidak ada bisa dipastika ruang itu kosong.

ruangan lab itu tidak rutin digunakan karena hanya untuk pengecekan kondisi medis pada personil yang terlibat dalam proses produksi obat.

oleh karena itu tidak banyak orang yang keluar masuk pada ruangan itu pada jam jam kerja seperti ini.

ambar pun bersiap memeras susu dengan membuka baju kemeja putih yang dia pakai dibalik jas laboratoriumnya.

sebelumnya dia juga menyiapkan pompa susu elektrik yang akan dia pakai untuk memeras payudaranya yang sudah penuh susu.

tangan ambar dengan piawai melepas kaitan depan cup beha putih yang dia pakai saat itu tanpa kesulitan.

beha menyusui itu memungkinkan ambar memeras susu dari payudaranya tanpa harus melepas seluruh pakaiannya.

kedua corong penghisap dia arahkan ke ujung payudaranya yang berwarna coklat gelap dengan puting seukuran telunjuk oarng dewasa.

ketika corong mitu menempel pada payudara secara otomatis payudaranya terhisap sehingga dia tidak perlu memeganginya lagi.

puting payudara ambar bergerak gerak dan berkedut karena hisapan vakum pompa elektrik itu.

sedikit demi sedikit air susu mulai menetes dari ujung puting payudaranya yang berwarna kontras dengan warna air susu itu.

lama kelamaan tetesan air susu berubah menjadi pancaran air susu yang semakin lama semakin deras memancar keluar dari putingnya.

butuh waktu setidaknya 30 menit sampai air susu memenuhi botol bening penampung susu yang tersambung langsung ke corong penghisap.

sembari menunggu ambar mencoba bermain dengan smartphone ditangannya, dia membuka timeline media sosial miliknya.

satu persatu dia menelusuri berita terbaru di timeline dan membacanya dengan begitu serius.

begitu seriusnya dia tidak menyadari pak yono masuk ke dalam ruangan itu dan melihat ambar yang sedang bertelanjang dada.

‘bu ambar’

suara pak yono mengejutkan ambar yang sebelumnya larut oleh gadget dalam genggaman tangannya itu.

‘eh pak yono’ ambar terkejut menyadari kehadiran pak yono dihadapannya.

‘maaf bu saya mengagetkan ibu’

‘eh ndak apa apa pak, saya yang justru minta maaf masuk kesini sembarangan’

ambar berusaha menutup baju kemeja yang dia pakai untuk sedikit menutupi payudaranya yang terbuka meskipun tidak banyak berguna.

sementara itu suara pompa susu elektrik terus mendengung mengisi keheningan diantara pak yono dan ambar.

‘saya numpang meras disini pak?’

‘iya bu silakan silakan’

‘makasih pak soalnya saya belum sempat meras tadi pagi’

‘oh begitu bu’

pak yono terus menerus berdiri di hadapan ambar dan membuatnya agak risih karena payudaranya terpampang bebas di hadapan lelaki yang bukan suaminya.

namun dia merasa hal itu tidak terlalu masalah karena mereka bekerja secara profesional di dalam bekerja.

apalagi tentu ini bukan pertama kalinya pak yono melihat tubuh telanjang seorang wanita mengingat pekerjaan pak yono berlatarbelakang medis.

‘memangnya sehari berapa kali bu?’

‘saya sekarang sudah harus memeras tiap 8 jam sekali’

‘wah banyak juga produksinya ya bu?’

‘iya, syukurlah berarti obat kita berhasil’

‘apalagi ibu kan tidak sedang menyusui, produksinya bisa sebanyak ini’

‘hehehe iya pak’

‘kalo begitu silakan bu dilanjutkan saya ke ruangan saya dulu’

‘silakan pak’

pak yono berjalan meninggalkan ambar sendirian sementara dia melanjutkan kegiatan memeras susunya.

sesampainya di ruangan kerjanya pak yono segera menutup pintunya rapat rapat dari dalam ruangan kerjanya.

dia membuka sedikit tirai blindfold yang menghalangi pandangan keluar masuk dari raungan kerjanya.

dia mengintip ambar yang sedang memeras susu dari balik tirai dan melihat tajam ke arah payudara ambar yang terbuka sedang diperas.

beberapa kali pak yono membetulkan letak penisnya di balik celana kain yang dia pakai karena terlalu tegang.

####

mobil sedan putih terparkir di parkiran sebuah sekolah sd swasta di salah satu sudut kota semarang.

teriknya sinar matahari tidak membuat seorang wanita turun dari mobilnya yang sejuk oleh pendingin udara.

ambar kini sedang berdiri di pelataran SD tempat andi bersekolah untuk menemui pak siswanto, sang kepala sekolah.

‘ini mungkin yang terbaik’ batin ambar

‘aku harus tegas pada pak siswanto’

‘aku tidak ingin pak siswanto memanfaatkanku dalam keadaan seperti ini’

‘meskipun resikonya harus keluar dari sekolah’

ambar berjalan mantab menyebrangi lapangan tengah sekolah dasar itu lalu berjalan menyusuri selasar depan kelas.

dia sudah hafal dengan ruangan di sekolahan andi sehingga tidak sulit baginya untuk menemukan ruangan pak siswanto.

‘tok tok tok’

ambar mengetuk pintu ruangan kepala sekolah yang terbuat dari kayu jati itu, dan menunggu jawaban dari dalam.

‘saya tidak akan membiarkan dia melakukan hal sama padaku’ batin ambar.

‘apa ndak ada ya pak siswantonya?’ batin ambar penuh tanya.

pintu ruangan yang tidak tertutup sempurna embuat ambar bisa melihat ke dalam ruangan kantor pak siswanto.

‘eh ndak dikunci?’

penasaran ambar masuk ke dalam ruangan tanpa permisi lebih dahulu, hingga akhirnya sesosok tangan membekap hidung dan mulutnya.

tiba tiba rasa kantuk hebat menyerang ambar hingga dia tidak sadarkan diri dan tubuhnya jatuh dalam pelukan seorang laki laki yang telah membekapnya.

#####

ambar terbangun dari tidurnya ketika cipratan air mengenai wajahnya yang putih nan ayu.

sedikit demi sedikit matanya terbuka dan dia bisa melihat jelas sosok lelaki yang berdiri dihadapannya.

‘pak siswanto’ ambar terkejut melihat pak siswanto dihadapannya.

lebih terkejut lagi mabar ketika menyadari dia berdiri pada posisi kedua tangannya terikat keatas tubuhnya.

‘pak pak jangan pak tolong’ ambar menyadari kejadian beberapa hari yang lalu akan terulang lagi.

‘coba saya tebak ibu pasti kangen dengan saya kan haha?’

‘bukan pak tolong lepaskan saya dulu’

‘ibu pasti masih mau seperti yang kemarin kan?’

‘eh bukan eh’

pak siswanto tiba tiba mendekat dan mencengkram payudara ambar yang membusung indah lalu meremas remasnya kasar.

‘ibu berani masuk ke ruangan saya tanpa permisi’

‘eh iya pak maaf’

‘maaf saja tidak cukup, ibu harus dihukum’

pak siswanto menarik paksa kemeja putih yang dipakai ambar keluar dari roknya lalu membuka kancing bajunya satu persatu.

‘tolong lepskan saya pak, atau saya berteriak’

‘silakan saja bu, tidak akan ada yang mendengar’

buah dada ambar membusung dihadapan pak siswano hanya tertutup bh yang terlihat sesak emnampung buah dadanya.

pak siswanto lalu melanjutkan membuka ritsliting rok ambar dan memelorotkannya hingga ke mata kakinya.

‘ah ibu pakai celana dalam yang seksi sekali, psati ini spesial buat saya kan?’

‘bukan tolong pak leapaskan saya’

‘yang benar bu, sekarang saya buka celana dalam ibu’

‘hnn..mmnnnnnnn’

‘huh lihat bu memek ibu basah dan merah sekali?’

‘mmmnnhhhh’

‘ibu pasti rindu sodokan kontol saya kan?’

‘akh tidak’

pak siswanto mengambil sebuah botol obat dari meja di sampingnya dan membawa bersamanya ke arah ambar.

pak sis lalu memutar tutup botol yang mirip pasta gigi itu dan memencet keluar isinya keluar di telunjuk jarinya.

‘sebentar lagi, saya akan membuat ibu keluar berkali kali’

‘apa itu pak?’

‘ini obat perangsang, harganya mahal tapi cukup setimpal buat ibu’

pak siswanto lalu mengmasukkan jari telunjuknya yang sudah dilelehi gel berwarna putih kedalam vagina ambar.

‘ah tolong tunggu dulu akhhhh’

‘aaahhh sudah pak tolong’

‘saya akan mengoleskan ini keseluruh vagina ibu’

‘akkhhhhh tunggu pak berhenti’

tangan pak siswanto terus mengocok ngocok vagina ambar yang kini semakin basah oleh cairan kelaminnya sendiri.

‘ahhhhhhh…ahhhhh…..ahhhhh’

‘ibu benar benar basah sekarang’

‘akkhhhh…akhhhh vagina saya panas sekali pak panasss akh’

‘detak jantung ibu berdetak hebat juga kan?’

‘akhhhhhh panas sekali akh tubuhku pak’

‘wow memek ibu merah sekali dan seamkin basah’

‘akhh…pak akhhh’

‘lihat klitoris ibu jadi sebesar ini’

pak siswanto dengan sengaja menyentil klitoris ambar yang membengkak hingga seukuran kacang.

sementara puting ambar juga ikut menegang maksimal dan mulai meneteskan air susu meskipun masih tertutup bh.

‘akhhhhh….’

‘ennnak kan bu hahaha?’

‘akhh saya sudah ndak kuat akhhhh’

pak siswanto melepas bh yang dia pakai lalu mulai meraba buah dada ambar yang menggantung bebas.

‘akhh pak jangan diremas pak saya mau keluar akh’

‘diremas begini’

pak siswanto lalu menarik kedua puting ambar dengan kuat keatas sehingga membuatnya berteriak.

‘akkkkhhhhhhhhhhhhhhhhhh’

‘ibu mau dikocokin lagi hah?’

‘iyah pak tolong dikocok lagi’

‘maksud ibu seperti ini?’

‘akhhhhh…iya akhhhhhhhh terus pak akh’

pak siswanto lalu melanjutkan kocokan jarinya pada vagina ambar, membuat ambar mengatupkan mulutnya menahan nikmat.

‘ruangan ini kedap suara bu, silakan ibu berteriak sesuka ibu’

‘akhhhh ya pak iyaaaaaaaaaaa’

#####

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*