Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibu Budak Nafsu 5

Ibu Budak Nafsu 5

sore itu ambar dalam perjalanan pulang dengan mobilnya, dia kini bisa pulang lebih awal karenakini pekerjaannya sudah tidak banyak lagi.

‘hhhmmm hari ini aku mau masak suo ayam kesukaan andi’

ketika ambar tengah fokus menyetir tiba tiba sesuatu mengalihkan pandangannya dari jalan.

ada seorang anak laki laki yang seumuran andi tengah di seret seret oleh seorang lelaki dewasa di sebuah komplek spertokoan.

melihat hal itu, amabr tergugah rasa ibanya dan dia menepikan mobilnya di area pertokoan yang masih sepi itu.

dia melihat anak itu ditarik ke arah samping bangunan tua yang terlihat sudah lama tidak dipakai lagi.

dia berusaha mengejar mereka hingga ke arah belakang bangunan tua yang terliaht tidak terawat itu.

ketika akhitnya menyusul mereka amabr melihat anak lelaki itu sedang dihajar oleh lelaki dewasa tadi.

‘eh mas jangan dipukulin’ ambar berteriak

‘eh siapa kamu? jangan ikut campur pergi dari sini’

‘berhenti atau saya laporkanke polisi’

ambar sudah bersiap siap mengambil hp nya untuk menghubungu kantor polisi ketika tiba tiba.

bzzzzzzzzzzzzzzttt

ambar merasakan tubuhnya menegang karena aliran listrik yang menjalar keseluruh badannya.

‘agggghhhhhhhhhh’

ambar tidak bisa lagi menahan posisi tubhnya berdiri dan segera tersungkur diatas tanah.

brukkkkkkkkk

‘ahhhhhhhhgg’

dia masih sadar namun amabr merasa tubuhnya terasa mati rasa tidak bisa digerakkan sama sekali.

‘ahhh…ahhhhh’

dari belakang ternyata muncul sosok laki laki lain yang terlihat membawa taser listrik ditangannya.

‘selamat sore ibu cantik’

‘akhhh jangan siapa anda?’

‘saya disini mau memberi hadiah untuk ibu? hahaha’

‘hadiah’ suara ambar bergetar ketakutan karena tidak bisa melakukan apa apa

‘iya hadiah, karenaibu sudah ikut campur urusan kami’

‘aakhh..jangan tolong lepaskan saya’

ambarhanya tergelatak tak berdaya ketika tiba tiba lelaki dihadapannya itu membuka paksa kemeja yang dipakainya.

breeeeeettttttttt

kancing baju kemeja ketat yang dipakai ambar kini terbang berhamburan lepas dari jahitannya.

ambar baru menyadari bahwa dia akan menjadi sasaran pemerkosaan laki laki yang tengah melucuti pakaiannya ini.

laki laki itu mengeluarkan belati dari saku celananya dan menyobek bh yang dipakai ambar dengan sekali tarik.

‘akhh jangan akh’

‘wah wah susu ibu besar sekali hahah’

‘jangan mas tolong lepaskan saya’

‘saya yakin banyak laki laki yang pengen main dengan susu ibu’

‘akh jangan mas jangan’

lelaki itu mulai bermain dengan puting payudara ambar, dia menyentil nyentil putingnya hingga tegang sempurna.

‘wah besar sekali pentilnya’

‘aakhh’

‘pasti suami ibu suka mainin pentil ibu’

‘ah sudah mas tolong’

tiba tiba puting payudara ambar meneteskan cairan air susu setelah preman tadi bermain main dengan putingnya.

‘wah ternyata ada susunya heheh’

‘akh jangan’

‘biar saya icipin susu ibu slruuuuuuup creeppp’

‘akhhh…egh….jangan shhhh’

ambar semakin ketakutan dan berpikir harus melakukan sesuatu agar bisa lepas dari ancaman pemerkosaan ini.

‘saya akan berteriak’

‘silakan saja berteriak tidak ada orang disini, kalaupun ada pasti mereka akan ikut memperkosa anda hahaha’ preman itu berhenti menyusu pada ambar.

ambar seamkin panik dan takut dia tidak tahu lagi harus berbuat apa menghadapi ancamn lelaki yang dia duga seorang preman itu.

preman itu lalu mengangkat rok span hitam yang dipakai ambar dan menarik paksa celana dalam yang dipakai ambar.

brettt…brettttt

tiba tiba oreman itu menggerayangi vagina ambar lalu menarik klitorisnya dengan jari jarinya yang kasar.

‘agggggggghhhhhhhhhhhhhhh’

amabr berteriak keras ketika klitorisnya yang ditarik membut tubuhnya kembali dialiri listrik.

‘akh silakan teriak yang keras ndak ada yang dengar kan?’

‘aaaahhhhhh…akhhh’

‘wah anda benar benar tidak tahu malu haha berteriak seprti itu ketika digerayangi memeknya’

‘akh jangan mas sudah akh’

‘huh?’

‘akh sudah mas tolong’

‘lihat ini bu, memek mu sudah basah sekali’

‘uhnnnn..uhh’

‘ibu suka kan di mainin memeknya’

‘akh ndak mas jangan’

preman itu lalu memasukkan tiga jarinya dalam vagina ambar, lalu dikocoknya vagina mabar yang sudah basah secara kasar.

‘eeeekkkhhhh’

‘jangan pura pura bu, ibu suka kan?’

clekkkk clekkk clekkkk

‘dengar bu, suara meme ibu yang basah sedang dikocok’

‘ahhhh sudah mas ahhhgggg’

‘lihat bu memek ibu semakin basah’

preman itu beralih memegang kedua puting ambar dan secara bersamaan menariknya dengan kasar ke atas.

‘akkkkkkkkkhhhh’

‘ibu pasti sudah pengen kan?’

‘aghhaaaaaa…akh’

‘saya tahu dari pentil ibu yang sudah keras ini’

‘sudah tolong akh keluar saya mau keluar’

preman itu kembali mengocok vagina mabar dan satu tangan memilin milin putingnya yang sebelah kiri.

‘aaakhhhhhhhhhhh’

mabar mengalami orgasme hebat setelah dikocok oleh jari jari preman tersebut, cairan vaginanya memancar keluar deras.

‘akhh sudah akhhhhh’

‘ah lihat tangan saya sampai kotor begini’

‘akhhhh..ahhhhh…haaaa’

‘ibu ndak yahu malu ya, mulutnya bilang ndak mau tapi memeknya sampai banjir seperti ini’

‘ah sudah tolong ahhh’ ambar mengiba dengannafas terengah engah.

‘sudah? ini baru mulai hehehe’

####

hari sudah berubah gelap, langit kini sudah berubah hitam kelam seperti nasib yang dialami ambar saat itu.

ambar kini tak berdaya ketika seorang laki laki sedang berusaha memperkosanya di sebuah bangunan tua yang tidak terawat.

kedua tangan ambar terikat ke belakang oleh tali rafia hitam yang membuat dia tidak leluasa bergerak bebas.

sementara itu preman yang telah berhasil memperdaya ambar sedang membuka pakaian lusuh yang melekat di tubuhnya yang kekar satu persatu.

‘fiuhhhh…sekarang mulai ya bu hehehe’

ambar semakin panik menyadari lelaki di hadapannya kini seamkin mendekati tubuhnya yang terikat tidak berdaya.

‘ayo sekarang kesini’ preman itu menarik tubuh ambar dan menyandarkannya menghadap ke tembok berlumut.

‘akkhhhh…jangan mas tolong ampuni saya’

‘hahaha….sudahlah ibu cantik sekarang ibu nikmati saja’

‘akh tolong mas’

‘sudah bu sekarang siap siap ya memek ibu sudah basah begini’

lelaki itu mengarahkan penisnya ke arah vagina ambar yang merah dan basah karena cairan kelaminnya yang meleleh keluar.

‘akhhhhh…’ ambar mendesah ketika penis besar milik preman itu mulai masuk dalam vaginanya.

‘ahaa….shhhhh’

‘akh ibu sukakan dientot kasar seperti ini’

‘akh tolong sudah sudah akh’

‘sudah? memekibu sudah basah begini?’

‘ah…kuh….akh’

‘memek ibu benar benar nikmat akh’

‘akh jangan jangan seperti ini akh’

preman itu membalik tubuh ambar dengan kasar tanpa melepaskan penisnya sehingga kini mereka berdua menjadi berhadap hadapan.

‘tulililit…tulilit’

hp milik ambar berbunyi didalam tasnya namun bunyi hp itu sepertinya tidak mengganggu preman itu menggenjot tubuh ambar.

payudara ambar yang besar menggantung diremas remas kasar oleh preman itu sambil terus menghujamkan penisnya dalam dalam.

‘aaahhhhhhha….akh’

‘tolong sudah mas akhhh ehhhhm’

‘dengar tadi, hp ibu berbunyi, pasti keluarga ibu mencari ibu hahaha’

‘tolong mas lepaskan saya’

‘makanya ibu pasrah dan nikmati saja, jadi kita bisa cepat selesai dan ibu bisa segera pulang hahahaa’

‘igghhh…ssshhh…akh’

‘akh teriam kontolku ini akhhhh’

‘shhhhhh…akh…akh…akh’

‘bagaimana sodokan kontolku bu? hahaha’

‘ahhh…..akhhh shhhh’

‘akh memek ibu sempit sekali akhhhh kontol suami ibu pasti kecil yahahah?’

‘ughhhh…tidak tidak akh’

‘akh ayo bu goyang bu akh hahaha’

‘oh shhhh sudah berhenti’

preman itu terus menghujamkan penisnya dalam vagina ambar dan gerakan penisnya semakin cepat dari waktu ke waktu.

‘akh saya mau keluar akh’

‘akh saya jug bu akh’

‘akhhh’

‘ayo kelaur bersama sama bu akh’

‘akhh…akh …akh’

‘ohoooooh….terima pejuhku bu akhhhhh’

‘jangan di dalam mas ja…akkkkkkkkkhhh’

preman itu sampai pada orgasmenya dan menyemburkan sperma dalam vagina ambar bersamaan dengan orgasme ambar yang kesekian kalinya sore itu.

‘akkhhh banyak sekali akhh’

‘hahaha bu saya titip anak saya dalam rahim ibu hahaha’

ambar panik bukan main karena sperma preman itu yang memenuhi vaginanya, resiko hamil sangat besar mengingat dia tidak memakai alat kontrasepsi apapun.

‘sudah ya bu saya pergi dulu, ini pakaian dalamnya saya bawa ya hehe’

preman itu meninggalkan ambar tergeletak tidak berdaya setelah sebelumnya melepaskan ikatan di kedua tangannya.

sementara itu ambar berusaha mengumpulkan sisa sisa tenaganya yang habis setelah melayani nafsu bejat preman itu.

dia memunguti pakaiannya yang tercecer kemana mana dan berusaha memakainya kembali di tubuh telanjangnya.

karena pakaian dalamnya sudah di bawa pergi oleh preman itu terpaksa amabr memakai blus dan rok spannya tanpa pakaian dalam.

tidak hanya itu kancing blus yang sudah terlepas entah kemana membuat blus itu tidak bisa dikancingkan dan membuat dadanya terbuka.

hal itu lebih diperparah karena ambar kesulitan menutup pakaiannya karena selain buahd adanya yang besar juga karena dia juga harus membawa tas kerjanya.

setelah melihat keadaan aman dia bergerak setengah berlari ke arah mobil sedan miliknya yang terparir tidak jauh dari tempatnya di perkosa tadi.

untung saja keadaan di tempat itu sudah sangat sepi tanpa ada lalu lalang orang di sekitar jika tidak bisa dipastikan ambar tidak hanya diperkosa oleh satu orang saja.

ambar segera masuk dalam mobil dan memeriksa tasnya untuk mencari barang yang mungkin hilang diambil preman tadi.

namun untungnya tidak ada satupun barang yang kurang dari dalam tasnya, lalu mabar segera ingat panggilan di hp nya.

ternyata banyak sekali panggilan masuk yang tak terjawab dari nomor rumahnya yang tidak lain adalah anaknya yang sendirian di rumah.

ambqr begitu kalut dan berusaha menelepon balik mengingat pasti anaknya kebingungan sendiri di rumah karena dia belum pulang.

‘halo adik’

‘iya ibu ini masih dijalan iya’

‘iya maafin ibu’

‘yaudah ibu sebentar lagi sampai rumah kok’

‘iya nanti ibu masakin kesukaan asik’

‘iya sudah ya tunggu ya’

ambar menutup hp di tangannya, dia harus segera pulang karena anaknya membutuhkannya sedangkan apa yang baru saja terjadi biarlah dia pikirkan nanti.

‘ya benar aku harus pulang dulu’ batin ambar dengan perasaan tak menentu.

####

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*