Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibu Budak Nafsu 4

Ibu Budak Nafsu 4

####

malam itu ambar dan andi tengah menonton siaran berita di tv bersama di ruang keluarga.

meskipun begitu ambar sedari tadi hanya fokus menunggu laporan dari pak yono di hp nya, meskipun sebelumnya sudah diberitahu paling cepat tengah malam’

‘bu kok dari tadi perhatiin hape terus’

‘eh ndak kok dik’

‘dari bapak ya?’

‘ndak, ini urusan kantor ibu’

‘oh…ngomong ngomong bapak pulang kapan ya bu?’

‘masih lama dik, masih sebulan lebih’

‘kok lama ya?’

‘adik sudah kangen sama bapak? kan bisa telepon’

‘yah kalo telpon sih ndak puas’

‘ya sudah yang sabar nunggu bapak, adik doain bapak biar bapak sehat disana’

‘iya bu’

ambar termenung mendengar kerinduan andi pada ayahnya, dalam hatinya dirinyapun tidak jauh berbeda.

meskipun sudah terbiasa ditinggal mengurusi proyek namun tetap saja berat rasanya amabr untuk hidup tanpa suami di rumah.

selain itu sebagai wanita ambar juga membutuhkan pelampiasan birahi yang semakin memuncak seiring waktu.

sudah 3 minggu sejak terakhir kali dia berhubungan dengan sang suami, yaitu pada malam keberangkatannya ke kalimantan.

itupun tidak bisa all out karena dia sadar suaminya harus menjaga kondisinya untuk perjalanan jauh.

belum lagi kini hubungan nya dengan sang suami mulai berkurang secara kualitas dan kuantitas.

kesibukan mereka berdua membuat keduanya urung untuk saling melepaskan hasrat suami istri mereka satu sama lain.

#####

jam menunjukkan pukul 1.30 dinihari, andi sudah terlelap tidur di kamarnya sejak 4 jam yang lalu.

sementara itu ambar masih terjaga tidak bisa tidur bahkan untuk memejamkan mata sejenak.

dia masih menunggu laporan dari pak yono, yang seharusnya sudah selesai saat itu namun belum juga ada hasilnya.

menit demi menit berlalu, mata ambar mulai terserang kantuk, sedikit demi sedikit dia mulai tertidur karena lelah menunggu.

namun ketika dia berusaha memabaringkan tubuhnya tiba tiba hapenya berbunyi.

tiiiiitt tiiiittt tiiittt

ambar kembali terjaga, matanya terbuka lebar mendengar suara dering hapenya itu, yang dia tunggu akhirnya tiba.

dia mengambil hape di meja kecil di samping tempat tidurnya dan dengan berdebar membuka pesan masuk dari pak yono.

‘ibu masuk kriteria, pengujian bisa dilakukan’

ambar senang bukan main, beban dipundaknya sedikit berkurang dengan kabr dari pak yono tadi setidaknya dia bisa menguji obat barunya itu.

‘terima kasih pak, medikasi akan saya lakukan sendiri’

amabr lalu beristirahat, rasanya dia lelah sekali menunggu hasil pemeriksaannya semalaman ini.

dia harus menyiapkan diri karena mulai besok dia harus menguji sendiri obat yang dibuatnya.

####

pagi itu ambar dan andi sarapan bersama seperti biasanya, tidak ada yang istimewa sampai selesai sarapan.

setelah membereskan meja makan dan membawa peralatan ke dapur, ambar merogoh kantong blazer yang dipakainya.

dia mengambil botol berisi obat berwarna putih berbentuk tablet, dia lalu mengmbil satu lalu diminumnya dengan bantuan air putih.

‘ibu minum apa?’

ambar kaget ketika anaknya ternyata sejak tadi berdiri memperahtikan dirinya yang minum obat yang dia uji.

mendengar pertanyaan anaknya dia berusaha bersikap biasa, dan mencoba menjawabnya dengan asal karena tidak mungkin dia memberitahu yang sebenarnya.

‘ini vitamin dik’

‘oh andi boleh minta?’

‘jangan, ini rasanya pahit, buat adik ambil yang di kulkas aja ya’

‘ah kirain yang rasa jeruk’

‘buat orang gede masa rasa jeruk, sudah siap berangkat’

‘sudah’

‘yuk masuk mobil’

####

sesampainya di kantor ambar langsung menuju ruang kerja pak yono yang ada di ujung bangunan pabrik.

dia masuk kedalam laboratorium dan melihat belum ada siapa siapa disana, hanya lampu ruangan kerja pak yono yang terlihat menyala.

dia segera menghampiri ruangan tersebut dan membuka pintu tanpa mengetuk pintu sebelumnya.

cklek

ambar terkejut melihat pak yono tengah ganti baju, dia sedang melepas celana ketika ambar masuk ruangannya.

‘ma…maaf pak’

‘eh..iya’

ambar lalu menunggu pak yono diruang utama laboratorium, namun entah kenapa pikirannya penuh dengan kejadian tadi.

amabr kini menjadi terngiang dengan yang baru saja dilihatnya, pak yono yang sedang mengganti baju.

penis berwarna hitam dan berurat terlihat menjulur di selangkangan pak yono yang bertubus kurus.

meskipun tidak tegang namun ukurannya cukup besar bahkan hampir menyamai milik suaminya saat tegang.

ambar larut dalam lamunannya membandingkan penis suaminya dengan penis rekan kerja nya itu yang jauh lebih besar.

namun ditengah lamunannya, dia disadarkan oleh suara pak yono.

‘maaf bu menunggu lama’

‘eh iya maaf pak tadi saya ndak ketuk pintu dulu’

‘oh ndak apa apa saya juga yang ceroboh, ada apa ya bu?’

‘begini pak saya mau minta blangko pengisian subjek pengujiannya untuk saya isi’

‘ibu sudah mulai konsumsi obatnya’

‘sudah tadi pagi’

‘sudah ada perubahan yang ibu rasakan?’

‘ehm ini rasanya payudara saya mulai berdenyut denyut’

‘ehm kalo begitu obatnya sudah bekerja, tinggal menunggu bekrja sempurna saja bu’

‘iya pak’

‘tapi kalo boleh saya sarankan, untuk memacu produksi air susunya bisa dibantu dengan memberi rangsangan pada kelenjar payudara ibu’

‘itu tidak apa apa pak? tidak akan merusak data pengujiannya nanti’

‘tidak bu justru perlakuan itu akan mengkondisikan ibu sama seprti ibu yang menyusui, sehingga hasil pengujian lebih mendekati kondisi riil’

‘oh begitu ya pak’

‘ibu bisa memakai pompa asi agar lebih mudah nantinya dalam merangsang kelenjar payudara ibu dan melakukan pengumpulan produk asi jika nantinya sudah keluar’

‘oh baik pak’

####

####

seminggu sudah sejak ambar mulai proses medikasi pada dirinya sendiri, dan sejauh ini obatnya menunjukkan tanda tanda yang menggembirakan.

payudara nya kini selalu terasa berdenyut denyut, rasanya juga lebih penuh dan kadang terasa nyeri, namun itu hal yang biasa bagi wanita yang sedang memproduksi asi.

payudaranya yang berukuran besar kini semakin bertambah besar dengan produksi asi di dalamnya.

jika sebelumnya dia memakai bh berukuran 36d kini dia mulai membeli bh baru karena bh yang lama sudah tidak muat.

setidaknya ukuran payudaranya kini menjadi 38e, atau naik satu cup dari ukurannya sebelumnya.

bahkan untuk memudahkan dirinya memeras payudaranya dia kini memakai bh menyusui yang bisa dibuka bagian depannya tanpa harus membuka kaitan belakangnya.

seperti malam itu setelah menunggu andi tidur lebih dahulu ambar diam diam menyiapkan alat untuk memeras susunya.

pompa asi yang dia bawa dari kantor dia keluarkan lalu dirangkai dengan cekatan oleh tangannya diatas meja makan.

lalu tangannya perlahan mulai melepas kancing piyama bergambar hello kitty yang dia pakai.

setelah itu dia membuka kaitan depan bh menyusui yang dia pakai,sehingga tersembulah buah dada putih berhiaskan puting dan areola berwarna coklat gelap.

dari ujung puting payudaranya ambar melihat ada tetesan cairan berwarna putih dan rembesan basah di bh nya.

‘bagus, sudah keluar’ batin ambar

dia segera mengarahkan ujung corong penghisap ke kedua payudaranya setelah sebelumnya menghidupkan mesin penghisapanya.

nggguuuuuuunnggg

suara mendengung pelan terdengar dari mesin sedot bertenaga listrik itu saat menghisap payudara besar ambar.

puting ambar tertarik tarik maju mundur dalam corong penghisap seiring dengan gerakan pompa asi.

serrrrr serrrrrrr

air susu mulai memancar dari puting payudara ambar, dan cairan itu mengalir lalu tertampung dalam botol yang terhubung dengan corong penghisap.

####

jam dinding menunjukkan pukul 1.30 dinihari ketika andi terbangun dari tidurnya yang lelap.

nguuuuungggg nguuunnnnggg

‘suara apa itu ya?’

andi mendengar suara aneh dari luar kamarnya, dan karena penasaran dia mencoba mencari sumber suara itu.

perlahan dia membuka pintu kamarnya dan benar saja suara itu semakin terdengar jelas oleh andi.

setelah dia cari cari ternyata suara itu berasal dari arah dapur yang terletak dibagian belakang rumahnya.

karena penasaran dia mencoba berjalan kearah dapur yang malam itu terlihat terang karena hanya di dapur yang lampunya menyala.

dari balik pintu menuju ke arah dapur, dia mencoba mengintip sumber suara mendengung yang dia dengar itu.

betapa kaget dirinya ketika melihat sang ibu yang duduk di meja makan tengah bertelanjang dada.

belum lagi andi melihat di payudara ibunya ada sebuah alat yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

benda yang menempel pada payudara ibunya itu terhubung oleh sebuah selang bening pada alat lain yang dari tadi mendengung itu.

bayu melihat sang ibu sedang memejamkan matanya ketika alat itu menghisap hisap payudara ibunya itu.

‘apa yang dilakukan ibu malam malam begini?’

‘itu pake buka baju segala?’

‘eh tetek ibu kok ada yang menempel ya?’

batin andi penuh dengan pertanyaan heran ketika melihat kegiatan yang dilakukan ibunya malam itu.

‘eeeerrggghhhh’

suara desahan ambar yang cukup keras membuat andi yang sedari tadi mengintip menjadi terkejut.

‘eh ibu ndak apa apa kan ya?’ batin andi cemas sambil terus mengintip.

tampak cairan putih di botol yang tersambung di corong hisap mulai bertambah sedikit demi sedikit.

andi terus memandangi tubuh ibunya sendiri terutama bagian payudara ibunya yang berukuran besar dengan puting coklatnya.

payudara ibunya terdapat garis garis hijau tipis yang terlihat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.

‘argghhhh eghhhhh shhh’ suara desahan ambar semakin keras.

andi sangat ketakutan ketika dia melihat dan mendengar ibunya mendesah kecang sekali.

namun anehnya sang ibu masih memejamkan matanya dari tadi dan raut wajahnya menunjukkan sesuatu yang berbeda.

andi bingung harus berbuat apa, apakah dia membiarkan saja ibunya dalam keadaaan seperti itu atau harus membangunkannya.

andi semakin panik ketika melihat tubuh montok milik ibunya yang telanjang mulai bergetar getar.

‘akhhh….sssshhh’

suara desahan ambar semakin keras dan gerakan tubuhnya juga semakin jelas, andi tidak tahu apa yang terjadi dengan ibunya.hingga..

‘akhhhhhhhhhhhh’

sekali lagi ibunya mendesah keras sekali namun kali ini diikuti dengan tubuh ibunya yang menengang dan bergetar hebat.

raut wajah andi semakin pucat penuh ketakutan dan dia segera berlaari masuk ke dalam kamarnya.

dia mengambil selimutnya dan berusaha memejamkan matanya lagi agar dia tidak lagi melihat apa yang baru saja dia lihat.

####

sementara itu ambar di meja makan tengah mengatur nafasnya kembali yang terengah engah.

dia baru saja mengalami mengalami orgasme hebat setelah payudara nya diperas untuk dikeluarkan air susunya.

payudara ambar merupakan titik paling sensitif dari tubuhnya.

‘akh…aku keluar gara gara diperas susuku’

memang sudah lama sekali sejak ambar berhubungan seks, dan ketika payudaranya diperas sudah cukup membuat dirinya orgasme hebat.

‘akh susunya sudah penuh’

ambar senang sekali payudaranya sudah menghasilkan banyak air susu yang merupakan tanda bahwa obat yang dia minum bekerja.

kini tugas ambar hanya tinggal rutin melakukan pemerahan susu untuk mengisi data pengujian obat yang diperlukan.

####

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*