Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibu Budak Nafsu 2

Ibu Budak Nafsu 2

hembusan angin meniup daun daun di pepohonan pagi itu, membuatnya bergoyang goyang tak tentu arah.

sinar matahari dari ufuk timur membuat udara dingin pagi itu mulai menghangat.

bau tanah yang basah masih tercium setelah hujan deras semalam, menambah romantika keindahan pagi itu.

di salah satu rumah di komplek perumahan mewah di kota semarang, tinggallah sebuah keluarga kecil di dalamnya.

anak bernama andi yang baru berusia 12 tahun hanya tinggal bersama ibu dan ayahnya karena dia anak tunggal.

andi kecil kini duduk di kelas 6 SD swasta di dekat rumahnya.

sang kepala keluarga, ayah nadi, yang bernama arifin adalah seorang pegawai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi.

di usianya yang menginjak 40 tahun, kini dia menjawab manajer di tempatnya bekerja.

tanggung jawabnya mengawasi proyek membuat arifin sering sibuk dengan pekerjaannya.

tidak banyak yang bisa diceritakan tentang arifin karena tidak ada yang spesial dari fisiknya selain kulitnya yang cukup putih untuk seukuruan laki laki pada umumnya.

sedangkan sang istri bernama ambar, wanita berusia 37 tahun itu selain seorang ibu di rumah juga seorang wanita karir.

dia bekerja di sebuah perusahaan farmasi di semarang, background pendidikan farmasi yang dia miliki telah membawanya menjadi kepala salah satu divisi riset di perusahaannya.

dulu dia sempat berhenti bekerja setelah melahirkan andi namun kembali diminta bekerja di perusahaannya karena keahliannya dan pengalamannya dalam riset obat.

namun selain karirnya yang cemerlang ada hal lain yang menjadi daya tarik ambar, terutama di mata laki laki.

tubuh ambar yang montok selalu membuat nafsu birahi lelaki menjadi memuncak.

meskipun tubuhnya tidak terlalu tinggi yaitu hanya sekitar 155 cm, namun tubuhnya yang sintal selalu menarik perhatian orang disekitarnya.

payudara berukuran 36d dipadu dengan bokong seksinya menjadi kombinasi mematikan yang ampuh membuat lelaki tergoda untuk mencicipinya.

meskipun selalu berpakaian sopan ketika di dalam dan luar rumah nyatanya tidak menghentikan dirinya menjadi tontonan lelaki di sekitarnya.

####

‘dik bangun dik’ ambar membangunkan andi yang masih terlelap tidur.

‘ehmmm…ngh’ andi hanya bergerak membetulkan posisi tidurnya.

‘dik sudah pagi lho, ayo bangun trus mandi’ ambar kembali membangunkan anak semata wayangnya itu sambil mengusap kepalanya.

‘oaheeemmm….bentar lagi bu’

‘kok sebentar lagi, ini sudah jam 6 nanti kamu telat ke sekolah lho’

akhirnya andi bangun dari tidurnya meskipun dengan mata masih terpejam, sang ibu menarik tangannya agar segera bangkit dari kasur.

‘ayo langsung mandi’ kata ambar ‘nanti, ibu tunggu sarapan bareng’

ambar lalu menyampirkan handuk di pundak anaknya itu, sebelum dia masuk ke kamar mandi.

sementara itu ambar kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dia dan anaknya.

suaminya tidak sedang berada di rumah, sudah lebih dari 3 minggu suaminya pergi mengurusi proyek perusahaan tempatnya bekerja.

namun karena lokasinya terletak di pulau kalimantan, arifin, sang suami tidak bisa sering pulang karena jarak dan akses ke lokasi yang cukup sulit.

hari ini seperti biasa, ambar akan berangkat bekerja setelah mengantar anaknya ke sekolah, karena perusahaan obat tempatnya bekerja searah jalan dengan lokasi sekolah anaknya.

####

pagi itu suasana sunyi di rumah ambar, tidak ada pembicaraan apapaun antara dia dan anaknya selama sarapan bersama.

mereka sibuk sarapan sambil melakukan kegiatan masing masing, ambar sibuk dengan smartphonenya sedang andi asyik menonton siaran berita pagi di televisi.

‘sudah habis dik sarapannya?’

‘sudah bu’

‘itu susunya dihabisin’

‘tapi andi sudah kenyang’

‘itu tinggal dikit susunya, ayo anak ibu harus dihabisin susunya’

andi terpaksa menghabiskan susu putih hangat di hadapannya, meskipun dengan muka ditekuk cemberut.

‘sudah? ayo berangkat’

‘sudah bu’

‘ndak ada yang ketinggalan?’

‘ndak bu’

‘ya sudah ayo berangkat sudah jam setengah 7 ini’

#####

setelah membereskan peralatan makan yang kotor, ambar dan anaknya segera berangkat menggunakan mobil.

tidak butuh waktu lama untuk sampai di sekolah andi, cukup 10 perjalanan mobil sampailah mereka di depan gerbang sekolah dasar swasta itu.

anak anak berlarian masuk ke dalam sekolah karena kebetulan hari ini adalah hari senin dan akan diadakan upacara bendera.

begitu juga dengan andi, setelah turun dari mobil langsung berlari ke arah gerbang sekolah yang dijaga salah satu guru pengajar di sd itu.

‘jangan lari lari dik’ ambar berjalan mengikuti andi dari belakang ke arah depan gerbang sekolah.

di depan gerbang sekolah sesosok pria berbadan tambun tengah berdiri sambil mengawasi anak anak yang masuk ke dalam sekolah.

laki laki itu tidak lain adalah pak siswanto, kepala sekolah yang merangkap guru matematika di sekolah itu.

‘selamt pagi pak’ sapa ambar ramah.

‘eh..iya…selamat pagi bu ambar’ sapa pak siswanto balik ‘nganter anaknya bu?’

pak siswanto langsung mengenali ambar yang memang cukup menarik diantara orang tua murid lainnya.

‘iya pak, ini sekalian berangkat kerja’

‘o…lha pak arif kok ndak sekalian bu?’

‘suami saya sedang mengurusi proyek di kalimantan, jadi cuma berdua sama anak saya’

‘o begitu tho bu’

‘kalo begitu saya permisi dulu pak, mohon titip anak saya di sekolah pak’

‘oh iya bu pasti’

ambar segera berbalik berjalan ke arah mobil nya yang terparkir di seberang jalan, sementara pak siswanto memelototi ambar dari belakang.

matanya tidak bisa lepas dari bokong bulat ambar yang bergoyang seiring langkah kakinya menjauh darinya.

beberapa kali pak siswanto membetulkan posisi batang penis di balik celana kain hitam yang dia pakai, sebelum akhirnya ambar masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan pak siswanto yang masih berdiri mematung di tempatnya tadi.

####

####

setelah sampai di tempat kerjanya dan memarkirkan mobil, ambar segera masuk ke dalam gedung pabrik tempatnya bekerja.

di depan pintu masuk, ada meja resepsionis yang dijaga petugas keamanan untuk pemeriksaan identitas dan keamanan.

ambar menunjukkan kartu tanda pengenal perusahaan miliknya meskipun dia sudah mengenal akrab sang petugas yang sedang berjaga.

‘selamat pagi bu ambar’

‘selamat pagi mas bowo’

setelah pemeriksaan identitas, petugas bernama bowo itu segera mengambil metal detector dari mejanya.

‘maaf bu, saya periksa tasnya’

‘iya mas silakan’

petugas itu memeriksa tas kerja ambar dengan metal detector tadi selama beberapa saat, setelah itu dia beralih ke arah ambar.

‘maaf bu tolong tangannya’

ambar merentangkan tangannya ke arah samping karena akan dilakukan pemeriksan badan oleh petugas.

karena poisi tangannya yang mengangkat, membuat buah dadanya yang memang berukuran besar semakin membusung ke depan.

petugas keamanan tadi beberapa kali menelan ludah saat memeriksa sekeliling tubuh ambar dengan metal detector di tangannya.

bokong yang semok dan payudara indah membusung membuat hormon kelaki lakian bowo meningkat dan membuatnya terangsang.

belum lagi wangi tubuh ambar yang khas membuat penisnya semakin mengeras di balik celana kerjanya.

namun bowo tidak bisa berlama lama menikmatinya karena tugasnya yang sudah selesai dan tidak ada hal mencurigakan yang mengharuskannya melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‘sudah bu, silakan’

‘makasih mas, mari mas’

‘iya bu, sama sama’

ambar segra masuk ke dalam gedung pabrik, menyusuri lorong lorong pabrik yang dingin karena hembusan pendingin udara yang memang dikondisikan seperti itu.

sementara itu lagi lagi, dari kejauhan goyangan bokongnya menjadi santapan mata lelaki yang tidak lain adalah bowo si petugas keamanan.

####

sesampainya di ruangan divisinya, ambar segera melepas blazer biru yang dipakainya dan segera menggantinya dengan jas lab putih khas laboratorium.

sementara itu rekan kerja ambar di ruangan itu langsung memusatkan perhatian mereka pada sosok ambar yang baru masuk ke dalam ruangan.

terutama pandangan rekan laki laki yang lekat pada tubuh ambar yang memang cukup menggoda bagi mereka.

pagi itu ambar memakai rok span berwarna biru senada dengan blazer yang sudah dilepasnya tadi dan kemeja putih yang cukup menempel pas pada tubuhnya.

meskipun sudah dilapisi jas lab putih di luarnya, namun semua itu tidak bisa menyembunyikan keseksian tubuhnya.

‘bu ambar, ini laporan sampel kemarin’ rekan kerjanya yang bernama joko menyerahkan laporan pada ambar.

‘oh iya, sebentar saya periksa dulu’

ambar membolak balik kertas laporan ditangannya dan dengan serius membacanya, sampai sampai tidak menyadari bahwa rekan kerja yang dihadapannya sedari tadi melihat ke arah dadanya.

‘ini sudah diuji semua?’

‘eh iya bu itu yang mau saya laporkan’

‘memang ada masalah?’

‘ehm begini bu sampai saat ini kami belum menemukan relawan untuk mengujinya’

‘lho bukannya kemarin sudah ada yang masuk’

‘iya memang benar, tapi setelah uji kelayakan dan pemeriksaan, tidak ada yang memenuhi syarat’

‘lho dari 8 orang kemarin ndak ada yang masuk kriteria?’

‘benar bu’

‘ehm..padahal tenggat waktu rilis produk tinggal sebentar lagi’ amabr mulai cemas ‘belum lagi kita masih harus sertifikasi produk’

‘lalu tindakan kita bagaimana bu?’

‘nanti biar saya bicarakan kepada jajaran direksi dulu, sekarang lebih baik kita selesaikan dulu laporan pengantar uji klinis untuk sampel sampel tadi’

‘baik bu’

####

di salah satu ruangan di perusahaan itu ambar berdiri di depan layar proyektor lcd yang sedang emnunjukkan laporan divis yang dipimpinnya.

dihadapannya duduk di meja panjang, jajaran direksi perusahaan tempatnya bekerja sedang mendengarkan laporannya pada rapat itu.

namun selain mendengarkan pemaparan ambar, mereka juga asik menikmati bulatan daging nan bulat di dada ambar yang membusung.

‘jadi untuk laporan uji klinis sudah kami selesaikan’

‘yang jadi hambatan kami sampai saat ini belum menemukan relawan untuk pengujian obat’

‘bukannya kemarin sudah disiapkan dari perusahaan’ tanya manajer produksi

‘memang benar pak tapi hasil pemeriksaan tidak ada yang memenuhi kriteria’

‘trus bagaimana? deadline nya tinggal 4 bulan lagi’ tambah manajer pemasaran.

‘kami usahakan segera pak, tapi kita harus bersiap siap untuk merubah tanggal produksi’

‘tidak bisa, kita sudah terikat kontrak pada klien, kalo sampai terlambat kita bisa kena penalti’ potong manajer pemasaran
.
‘tapi saya tidak bisa membuatnya seperti itu pak, karena untuk sertifiksai obat paling tidak butuh waktu 3 bulan’

‘sudah sudah, bu ambar , masalah ini saya serahkan pada anda’ kata general manajer ‘saya harap akhir bulan ini laporan hasil uji obat sudah jadi, bagaimana sanggup?’

‘saya usahakan pak’

‘ya sudah, sekian dulu rapat hari ini, silakan melanjutkan pekerjaan masing masing’

####

hari sudah sore dan langit mendung mulai menurunkan air hujan dan ambar menyelesaikan pekerjaan di ruangannya.

pikirannya berpikir keras untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapai, semua usaha dia lakukan agar laporan pengujian pemakaian obat selesai tepat waktu.

‘bu ambar, saya duluan’ kata rekan kerjanya yang bernama wawan dari balik pintu ruangannya.

‘oiya mas silakan’

ambar menyandarkan kepalanya dan mengambil nafas dalam dalam, dia berpikir tidak ada gunanya dia tinggal lebih lama di kantor.

selain tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapinya juga anaknya sedang menunggu kepulangannya sendirian di rumah.

akhirnya ambar membereskan barang barangnya dan segera keluar ruangan kerjanya untuk pulang ke rumah.

####

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*