Home » Cerita Seks Mama Anak » Gairah Sunyi

Gairah Sunyi

aku lahir dari keluarga yang sederhana,disebuah desa yang masih dipenuhi persawahaan dan hutan.* Aku anak pertama dari dua bersaudara,usiaku adiku kurang dari sekitar 3 tahun. lebih muda dariku.

Kami tak punya rumah sendiri,kadang kami tidur di orang tua ayah,atau di orang tua ibu,karena jarak rumah mereka tidak begitu jauh,kampungnya bersebelahan. Tapi saat aku kelas 3 sd.kami lebih menetap di temapt orang tua ibu,karena ayah kemudian pindah ke kota besar,untuk mencoba merubah nasib sebagai pedanag nasi goreng.

Sehari-hari aku biasanya membantu kakaek. Kakek mempunyai ladang yang tak begitu besar,ladang itu sebagian dia jadikan tempat memelhara ikan. Dan bagian lain,dia jadikan temapt bercocok tanam sayuran,seperti kol,kadang bawang,atau cabe dll. Kampung kami memang sangat sepi,apalagi saat itu belum ada listrik. Saat diperetengahan kelas 5 sd. Nenek,ibunya ibu meninggal. Hal itu sempat membuat keluarga kami shock,apalagi nenek meninggal secara mendadak.

Tapi kemudian,suatu hari,saat itu nenek,orang tua ayah,membawa tetangganya,yang kampungnya bersebelahan dengan kampung nenek,ke rumah kakek. Niatnya membeli ikan untuk pernikahan anak semata wayangnya. Sebut saja mbok darsih. Wanita sekitar 37 tahun lebih itu,akhirnya memang membeli ikan mas peliharaan kakek. Tapi entah ide siapa,ibu dan mertuanya akhirnya berusaha menjodokan mereka,padahal saat itu,usia kakek sendiri saat itu bedanya mungkin sekitar 20 tahun dengan mbok darmi. Tapi kakek memang kelihatan gagak,mungkin karena kebiasaanya bekerja di ladang,hingga badanya terlihat berotot dan awet muda. Dan entah,ternyata mbok darsih setuju. Akhirnya mungkin baru sekitar 7 bulan sejak ditinggal nenek,kakek menikah lagi.

Mbok,akhirnya sepakat tinggal bersama kami,dan ternyata mbok,orangnya baik,diapun secara ekonomi sangat mapan,jauh dibanding kakek,hingga tak jarang akhirnya sering membantu keuangan keluarga kami,apalagi ibu,yang memang tak tentu mendapat kiriman ayahku.mbok mempunyai beberapa rumah peningglan suaminya,yang dia kontrakan. Akupun tidak susah jika disuruh dia,karena kadang mbok member iku upah,meski kadang aku harus pergi melintasi kampung lain untuk berbelanja atas suruhan mbok.

Mbok pun bukan orang yang malas,tak jarang,dia malah mencuci pakaian aku dan adiku. Saat dia bekerja,aku sering kali membantunya menimba air,hal yang memang sudah rutin aku lakukan,bahkan mungkin semenjak aku kelas 2 sd. Hal itu,makin membuat mbok suka padaku. Aku yang kadang suka di ledek oleh teman-temanku,bahkan saudarasaudaraku sebagai anak yang sedikit bodoh dan polos,tapi di mata mbok,aku baik-baik saja. Tapi ada satu kebiasaanku yang kadang membuat ibuku marah,jika sudah tidur,aku akan sulit sekali dibangungkan. Apalgi kalau baru saja terpejam,mungkin butuh satu ember air,baru aku bisa bangun.

Sampai akhirnya saat aku diakhir kelas 6 sd,ayah meminta ibu pindah mengikutinya,karean kata ayah,usahanya lumayan rame,dan daripada membayar orang untuk membantu,mending mengajak ibu. Saat itu,alasan lain,mungkin ayah tak kuat harus jauh dari ibu. Akhirnya ibu setuju,awalnya kami akan dibawa,tapi kata nenek,mending ditinggal dulu,karena ibu belum benar2 mapan,sayang* katanya buang2 uang untuk kami pindah sekolah. Apalagi saat itu,aku memang sudah mendaftar ke smp di kotaku. Adiku saat itu masih kelas 5 sd. *Akhirnya,aku dan adiku setuju untuk ditinggal.kami bebas disuruh memilin mau tinggal dimana. Adiku yang perempuan,karena memang sangat dekat dengan oorang tua ayah,dia akhirnya tinggal dengan mereka. Aku sendiri,karena sering membantu kakek,akhirnya lebih memilih tetap tinggal dirumah kakek.

Kepindahan ibu,tidak membuatku merasa kehilngna,karena kadang tiap malam minggu,ibu juga pulang,selain itu,semenjak mbok ada,dia yang selalu memjaga kami berdua,sedang ibu biasanya lebih suka bekerja,mencari tambahan uang dengan bekerja apa aja.bahkan sekarang aku lebih leluasa tidur dikamar,kalau awalnya seringnya aku tergeletak diluar. Kamar di rumah kakek memang hanya dua. Kamar nya berhadap-hadapan,walau kamar kakek sedikit lebih besar.Rumah nya berbentuk panggung,walau bagian dapur dan kamar mandi ,sudah menyentuh tanah. Kata ibu waktu kecil,kamar itu serasa sempit,karena harus ditempati tiga orang yang badanya lumayan gemuk2. Ibu memang mempunyai 2 saudara kandung yang semuanya wanita.tapi mereka sudah menikah dan dibawa suaminya.

Akhirnya,aku melalui hari-hari bersama mbok dan kakek,hal itu makin membuat aku dekat dengan mbok,karena jika kakek pergi ke kota menjual hasil panennya,itu biasanya dia gunakan untuk menginap di rumah adik2nya juga. Tapi kadang,jika aku bosan,aku menginap di rumah orang tua ayah. Aku kadang ingin sekali ikut kakek ke kota,tapi kakek tak pernah ajak,karena kata dia sayang uang. pernah suatu kali,mbok meminta aku menemaninya kekota. Malam itu,aku tertidur di ruang tengah. Paginya mbok kembali kesulitan membangunkanku,hingga aku kesiangan. ‘kenapa sih,kamu dibangunin susah,semalam mbok mau suruh kamu pindah kekamar,karena udara dingin,takut kamu sakit”kata mbok. “ya,dia,mana bisa bibangunin,ada bom juga tetap ngorok”kata kakaek. Akhirnya mbok tahu kebiasaan tidurku yang susah dibangunkan itu. Dan hari itu,meski kesiangan,mbok tetap membawaku ke kota,itulah untuk pertama kalinya aku keluar kampung.

Akhirnya mbok juga yang melunasi semua biaya sekolahku,tapi ibu berjanji menggantinya.* Kemudian saat dikelas 1 smp,akhir,aku mengalami mimpi basah,dan itu sebenarnya membuat aku heran dan ingin bertanya,tapi tak tahu ke pada siapa. Seiring dengan itu,suaraku mulai berubah,membuat aku malas bermain dengan teman2 lain,selain bulu2 halus di dibawah hidungku yang mulai tambak,yang kadang menjadi bahan ledekan teman. Memang aku awalnya juga anak yang jarang suka bermain,paling haya di sawah tak jauh dari rumahku,itupun,kadang hanya musim layangan saja,aku memang lebih suka melihat kakek berkebun,atau memberi makan ikan. Kadang kakek memberikan ilmunya kepadaku.

Biasanya,setelah adzan magrib berkumandang,kampung kami menjadi sepi,kegelapan terlihat di mana2,hanya lampu2 minyak, atau petromak,yang menjadi penerang bagi warga kampung,yang letak rumahnyapun tak begitu berdekatan. Hanya mesjid yang biasanya rame hingga sekitar jam 7. Setelah itu,desa kami benar2 sepi dan kebanyakan langsung terlelap dalam mimpi.

Dan dipertengahan kelas 2,kulihat kaki kadang suka merasa kelelahan,mungkin memang usia. Aku memang kadang suka di minta kakek,atau bahkan mbok,memijat mereka. Tapi kulihat di saat itu,hampir seminggu sekali kakek menyruhku melakukanya. Mbok pun biasanya kadang diminta pertolonganya,tertutma jika kakek ingin dikerok. Mbok memang kadang melakukan itu,jika kami masuk angin. Dan pagi itu,kulihat kakek tak keladang. “sakit lagi ya mbok?tanyaku.”ah,biasa,memang harus istirahat dulu,seminggu lalu* baru kuras kolam,eh malah tanam tomat”katanya.”iya,aku aja cape mbok’kataku. Kulihat mbok melihat aku yang hanya mengenakan celana dalam menimba air. Aku tak merasa aneh,karena ksesekali aku memang begitu jika menimba. Dan saat suatu hari,secara tak sengaja mbok melihat handuku jatuh,akupun hany biasa saja,melihat mbok yang cekikikan. Aku tak merasa risih,karena,saat sd dulu,sesekali dia membantu ibu mengelap,badan aku atau adiku jika selesai mandi.

Tapi beberapa hari kemudian,saat aku merasa gak enak badan,mbok mengeroki aku,dia berkata. “kamu tuh udah gede,kalau mandi tutup pintu,jangan seenaknya,gak malu?kata mbok. “malu sama siapa,kan gak ada orang,paling kakek”kataku. “iya,tapi kali aja ada tetangga datang’kata mbok.

Sampai kemudian,saat itu,aku baru saja selesai menyelesaikan ujian akhir kelas 2 smpku,usiaku mungkin sekitar 14 tahun. Hari itu,kakek memang kekota hendak membeli benih.jam 8,saat mbok masih asyik mendengarkan radio,akupun sudah sangat terlelap. Dan perlahan,aku merasa bermimpi. Mimpi yang kadang aku nantikan. Tapi entah,malam itu mimpi itu terasa nyata,aku merasa kontolku memasuki lubang yang sangat hangat.enak sekali,dah aku mengejang,entah saat itu serasa ada orang diatas pangkuanku,tapi akhirnya aku terus terlelap. Paginya,aku langsung memeriksa celanaku.tapi heran,tak ada kerak,hal yang biasnya aku temukan jika sudah bermimpi. Akupun mersa heran,karena mimpiku sepertinya nyata sekali. Dan kurang dari 2 minggu,aku mengalami mimpi itu lagi,tapi kali ini aku agak mersa sadar.kurasakan seperti ada orang diatasku,tapi aku tak berani membuka mataku,aku hanya berusaha menikmati rasa yang sungguh luar biasa yang menjalar dibatang kontolku. rasa hangat dan seperti dipijat-pijat oleh benda yang sangat lembek sekali. Sekitar 10 menit aku merasa kan itu,sungguh,lama sekali fikirku,dan aku tak mau berakhir. Tapi kemudian,aku mengejang,sebelum akhirnya,aku kembali terlelap.

Hal itu,terus menggangu fikiranku,benar,aku terasa nyata sekali,dan seperti bukan mimpi. Tapi dilain itu,aku tak merasa yakin. Sampai akhirnya,saat hari terakhir masa liburanku,kakek kembali kekota. Dia akan menginap di rumah adiknya. “besok senin,pagi2 kakek sudah pulang”katnya kepada si mbok. “kamu istirahat aja,besok kan sekolah”kata kakek,yang saat itu,badanku memang sedikit kurang enak. Kakek menyuruh mbok mengeroki aku,tapi aku gak mau,”bentar juga gak apa2”kataku. Tapi sore itu,saat kudengar hujan rintik2 turun,mbok menghampiriku. “udah dikerok aja,kamu juga gak usah mandi dulu,takut masuk angin”kata mbok,aku hany diam dan tetap berbaring tengkurap. Mbok langsung mengangkat kaosku,hany beberapa kerikan.”ah,gak merah,kamu mungkin telat makan aja,jadi kembung,makanya jangan telat makan”kata mbok.

Mbok akhirnya memijat punggungku. Saat itu aku kemudian disuruh berbalik,dia memijat dadaku,dan perutku.dan saat itu,sungguh,akupun mulai merasa geli,dan perlahan kontolku bergerak.*
kamu tuh pake celana yang bener,clana dah rusak masih di pake”kata mbok. Aku saat itu memang memakai celana bekas sd ku,dan bagian seletingnya memang rusak,hinnga hanya dikaitkan atasnya saja. Saat mbok memijat bawah perutku,kontolku makin tak karuan,terus mengeras,mbok pun hany senyum.”ih,tu kan,clanaya dah sempit,sampai nonjol gitu”kata mbok,dengan bahsa jawanya yang msih sangat kental. Mbok,sehari-hari selalu berbahasa jawa,bahkan bahasa jawanya asli sekali,hingga kadang aku tak mengerti. “ih,kayaknya dah sesak ya,sampe nonjol gitu”aku kira mbok membicarakan celanaku.”iya mbok”jawabku”dibuang aja”kata mbok.”gmana mbok aja”kataku. Perlahan mbok memijat pahaku,dan entah sadar atau tidak,dia menyenggol bagian bawahku.”ih,bener,kayaknya sesak banget,hih,ingin dig anti kali’katnya.”bener mau dibuang,he3”tanyanya. “gimana mbok aja”jawabku. “eh,tapi kamu jangan bilang kakek”bisiknya. “ya mbok,masa bilang kakek”kataku.aku masih berfikir,mbok membicarakan celanaku,karena bahasa jawa mbok.”tapi kamu tutup muka kamu dengan bantal ya”katnya. aku menurut,walau sedikit heran. “kita buang semuanya ya?katnya,aku sedikit heran,tapi aku hany jawab,terserah mbok.akhirnya kurasakan celanaku dia tarik,tapi aku rasakan celana dalamkupun ikut tertarik,sungguh,aku mersa kikuk,malu,mungkin mbok mau ganti semuanya karena aku gak mandi,tapi aku malu,karena kontolku sedang sedkit menegang,dan makin keras saja kurasakan,saat tangan mbok merabanya.”ih,bulat amat’katanya,aku fikir,mbok sedang bercanda. tapi tak beberapa lama,aku mersakan tubuh mbok sepertinya mengangkangiku. Bahakn kemudian,kursakn kontolku kembali di gemgamnya,tapi kali ini dia dekatakan kes sesuatu yang aku rasa tidak aneh,ya tuhan,apa mbok ku sedang menempelkan kontolku ke momoknya. Aku semakin bingun,disela kebingungan,perlahan tapi pasti,kontolku kurasakan memasuki derah sangat hangat,denag dinding lembek terus mengerogoti batang kontolku. aku mulai teringat mimpiku yang terakhir beberpa hari lalu,sungguh,seperti itu,nikmat.akhirnya aku hany bisa menutup terus mukaku dengan bantalku. Kudengar nafas mbok semakin sedikit terdengar tak teratur,akhirnya akupun tak kuasa menahan gejolak kontolku,akhirnya,akupun mengejang perlahan,cairan hangat keluar dari kontolku,dibarengi deyutan nikmat. Mbok merapikan celanaku. “udah,boleh di buka,gak sesak lagi kan?katnya,aku hany diam,mbok kemudian pergi dari kamarku.

Aku tak mengerti apa yang terjadi,sesekali aku jadi melamun jika sendirian di kamar,atau di gubuk diladang kakek. Tak sampai sebulan,hari itu kakek pergi ke undangan,aku tiduran dikamar. “kamu sakit?katanya lagi.”gak mbok’kataku.”kok di kamar aja’katnya. aku hany diam, hari itu masih sekitar jam 1 siang.”apa sesak lagi?kata mbok.”ah gak juga mbok’jawabku,karena memang aku mengenakan celana lonngar. “ya udah,perutnya di minyakin aja”katnya. tampa disuruh,diapan meminyaki perutku,dan memijatnya,dan hal itu kembali* membuat kontolku terbangun.”ih,dalamnya sih kayaknya sesak,”katnya. saat melihat perubahan didaerah kontolku.“iya kali mbok,”kataku.karena kufikir dia membicarakan celana dalamku yang memang agak kecil.”tegang ya?bisik mbok.”iya kenapa ya mbok”kataku. “gpp,normal’katnya.”mau dibuang’katnya.”jangan mbok,sayang”kataku.”gpp,nanti juga ada gantinya.katnya. “terserah mbok”kataku.akhirnya kembali mukaku ditutup bantal.perlahan,kembali kursakan nikmat menjalari kontolku. “mbok,kakek pulang jam berapa?tanyaku.”gpp,nanti juga gedor pintu”katnya.”mbok,maksud sesek apa?tanyaku.”ah,pura2 gak tahu?katnya.”iya coba apa?tanyaku masih dengan muka tertutup.”maksud mbok,ininya dah penuh”katnya meraba biji kontolku. “oh,kirain aku celanaku yang sesek”kataku. Mbok dan aku akhirnya tersdara,kami sempat salah pahan.”mbok terdiam,menghentikan gerkanya diatas kontolku.”aduh,gimana dong?kata mbok. “gpp mbok”kataku. “iya,dah tanggung,mbok pinjam seentar ya ininya”kata mbok.”iya mbok”kataku.akhirnya mbok melanjutkan gerakan halus naik turunnya diatas kontolku,hingga akhirnya kontolku kembali memuntahkan cairan kenikmatanya.

Sejak itu,sesekali,jika mbok ingin,mbok suka berbisik,boleh pinjam gak.atau jika aku yang pingin,aku terkadang berkata,mbok,kayaknya sesek. Begitulah,akhirnya hubunga terlarang kami terjalan. Bahakn kami seakan tak peduli,jika hasrat kami sudah tak terbendung,kami selalu berusaha menuntaskanya. Bahkan pernah,dimalam hari,mbok masuk kekamarku dan naik kaeatsku,akhirnya aku tahu,bahwa mbok sesekali melakukan itu jika kakek sudah terlelap,dan akupun kadang sudah berada dialam mimpiku,hingga hal yang dilakukan itu,aku sering anggap hanya mimpi saja. Tapi walau akhirnya tahu,aku tak keberatan melakukan.

Tapi kami tak pernah melakukan kontak lain,kami tak pernah saling berciuman,atau saling meraba dulu. Jika ingin,aku langsung menusukan kontolku ke momoknya,atau jika mbok ingin,biasanya dia hanya meremas-remas dulu baru memasukanya kedalam lubang kenikmatanya.kami tak pernah melakukan pemanasn apaun sebelumnya. Sesekali aku memang kadang meremas payudara mbok disela-sela genjotan kontolku,tapi tak lebih dari itu. Sungguh,walau diperlakukan begitu,tapi sepertinya,mbok menikmati hal itu,dia sangat merasa puas,jika aku datang,menusukan kontolku,dan meninggalnya jika sudah usai. Baginya,itu hal yang paling nikmat,setelah dia hampir tak pernah merasakan kepuasan dari kakeku setelah pernikahanya berjalan setahun lebih. Tapu untungnya,menurutnya ada aku,hingga disela-sela kesepianya,dan kesepian kampungku,dia tetap bisa meraih kenikmatan ragawi dan berpacu dimalam-malam gelap dan sunyi bersamaku…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*