Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibuku dan Birahinya

Ibuku dan Birahinya

Perkenalkan nama gua reivan (Samaran) kejadian ini terjadi pada saat gua berumur 19 Tahun, gua tinggal hanya berdua bersama ibuku di suatu apartemen tempat ibuku kerja, kami hanya tinggal berdua dikarenakan ibuku bercerai dengan ayahku saat 2 bulan ia hamil diriku ayahku kawin lagi, dan ibuku menceraikannya, ia tidak mau menikah lagi karena beranggapan laki laki sama saja

Ibuku adalah wanita muslimah yang selalu berkerudung kemana pun ia pergi, dengan usia 42 Tahun (Cukup Muda) ia memiliki tubuh yang rapih dan payudara yang masih berisi, kulitnya bersih berwarna cream putih, bokongnya berbentuk dan sangat terlihat seksi, semua itu di dapatnya karena ia seorang guru senam, tempat mengajarnya ada di apartemen kami,

Pada suatu sore sekitar pukul 3.00 setelah aku pulang dari sekolah ibuku naik kelantai paling atas (Ruang senam di lantai 2, Kamar dan ruang keluarga di lantai 3, dan lantai 1 adalah sebuah toko yang menyewa tempat pada ibuku), aku yang sedang duduk di kursi ruang keluarga kaget melihat ibuku menggunakan pakaian senam yang sangat seksi menurutku, ibuku juga nampak kaget dengan diriku yang melihatinya, ia langsung membawa handuk dan menutupi tubuhnya, “Kamu udah pulang sayang?” Sambil mendekatiku dan duduk di sampingku, “Iyah bu.. jadwal terakhir pulang cepat, jadi aku pulang cepat” Sambil ia sedikit tersenyum kepadaku, “Oh yaudah ibu mau mandi dulu yah, keringat ibu udah dimana mana nih” Berdiri dan meninggalkanku, “Iyah bu… nanti juga ivan mau mandi bu…” Sautku kepadanya, “Iyah” jawabnya singkat, Cukup lama ibuku mandi, diapartemen hanya ada 2 kamar mandi, di ruang senam 1, dan di lantai 3 hanya 1 juga dan ada di kamar ibuku jadi aku sering bergantian dengan ibuku

Sudah lama aku menunggunnya mandi dan ibuku keluar, karena ibu teledor tidak menutup pintu aku dapat melihat ibu yang keluar dari kamar mandi di kamarnya aku melihat tubuh ibu yang hanya menutupi sedikit tubuhnya dengan handuk kecil, dan aku dapat melihat paha ibu yang cukup besar itu sekitar 36C lah kalo gak salah, karena mungkin tak sadar ada aku melihatinya ibu membuka handuknya, dan terlihat samar samar selangkang ibu yang putih dan vagina ibu yang bersih tanpa bulu, lalu payudaranya yang putingnya berwarna kecoklatan itu, tubuhnya terlihat sangat segar, aku merasa tiba-tiba Penisku mengeras dan membesar, lalu entah dari mana pikiranku tiba-tiba seakan ingin bersetubuh dengan tubuh mulus ibuku, dan mengelus ngelus kemaluanku yang masih ada dalam celanaku,

Setelah itu ibu memintaku untuk keluar mengantarnya ke sebuah mall, “Antar ibu ke mall yu sayang?” Tanya ibuku, “Baik… bu tapi aku mandi dulu” jawabku dan mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi, aku mandi hanya sebentar keramas dan sikat gigi saja, saat aku keluar dari kamar mandi aku kaget ia hanya menggunakan celana dalam mini yang tersingkap dan terlihatlah vagina ibuku yang indah itu, Penisku mengeras dan terlihat dari balik handuk menonjol keluar, “Astagfirulah kamu dari kapan ada di situ” Ibuku sedikit kaget dan menutupi badanya dengan selimut, karena tak kuasa menahan nafsu ku yang besar aku mendekatinya dan memeluknya, “Maaf bu… ibu.. seksi sekali membuat ivan tak bisa menahan nafsu ivan bu” memeluknya dengan erat, namun ia meronta aku mengunci tangannya dengan tanganku, “Astagfirulah ivan seharusnya kamu gak boleh gini sama ibumu sayang” aku hanya terdiam dan lalu menciumnya, karena iya hanya menggunakan BH dan celana dalam mini aku jadi dengan mudah membuka BH dan celana dalamnya, pertama aku membuka BHnya dan aku remas pelan payudaranya itu, “Hmmmm hmmmm hmmm” Desahnya terdengar dari mulutnya, aku bermain lidah di dalam mulutnya, lala kelamaan aku menyadari ia tak melawan bahkan ia juga seperti sengaja menggerakan lidahnya di mulutnya, tak lama aku melepaskan ciumanku itu lalu menyusu pada payudaranya yang indah itu ia tidak melawan sama sekali yang ada ia mendesah kewalahan denga apa yang aku lakukan itu “Ahhhk iyah sayaangg ahhhk” mendengar ia semangat aku menjadi lebih bersemangat pula

Tak lama aku membuka sidiku dengan mulu masih berada di putingnya lalua aku turunkan kepalaku ke selangkangnya dan terpangpang jelas Vaginanya yang sengat indah itu, ibuku terlihat diam saja dengan nafas yang tak beraturan, lalu aku mencium vaginanya dan terlihat ibuku memejamkan matanya, dan aku menekan nekan vaginanya dengan lidahku itu, ibuku berbaring ke kasurnya, aku rasa ia lelah dan terdengar desahan ibuku pelan, aku melihat vagina ibuku mengeluarkan cairan yang terasa asin namun kecut itu, aku membuka handukku dan mengeluarkan Penisku yang sudah tegang sedari tadi itu, ia tampak terlihat masih menutup matanya, aku menekan vagina ibuku dengan Penisku, tiba tiba ia langsung berdiri dan menahan apa yang aku lakukan, “Ehhh jangan langsung begitu saja sayang, harus ada pemanasannya” Katanya dan aku juga sedikit terkejut mendengarnya karena ia juga ternyata menikmatinya, ia sedikit terlihat kaget melihat penisku yang panjangnya 16 cm dan besarnya ya normallah, “Loh sayangg gede banget punya kamu” kata ibuku, aku hanya diam dan langsung sala ibuku mengulum ngulum Penisku itu, ia menjilatnya sangat halus bahkan aku tidak merasakan goresan giginya di pensiku, ia bermain seperti Pro Seksual saja, karena aku sulit menggimbanginya aku kewalahan dan pertahananku mulai jebol dan benar saja aku merasa spermaku sudah di ujung Penisku, “Bu ahhhkkk bu….” Mendengarku ia bermain dengan lebih ganas lagi, hingga akhirnya “Crootttt!” keluar banyak sekali hingga terlihat cukup banyak di mulutnya, di pipi, leher, dan di payudaranya, aku berbaring di tempat tidurnya sedangkan ibuku menelan spermaku dan menjilati sisa sperma yang ada di tubuhnya dan ia kembali mengulum penisku dan mebersihkan spermaku yang masih ada di penisku,

karena tak mau kalah aku menidurkannya ibuku lagi di tempat tidurnya dan aku buka kan selangkang ibuku, “Nah benar ayo cepat sayang masukan penismu sayangg ibu udah gak sabar”, rayunya dengan sangat yakin, “Iyah bu ini ivan masukin” Dan “SLEB” masuklah penisku ke vagina ibuku, vagina ibuku tidak terlalu sempit namun aku merasakan sensasi yang sangat sukar di gambarkan, vaginanya terasa hangat aku menggerakan pinggulku pelan, ibuku tampak mendesah ke enakan, dan aku percepat genjotanku itu, desahnya terdengat semakin cepat dan cepat hingga aku merasa ada cairan hangat di vaginanya, sepertinya cairan itu sangan banyak hingga membasahi kasurnya, aku naik ke tempat tidur ibuku dan tanganku meremas payudaranya dan aku menciumnya dan ibuku juga melawan balik ciumanku, hingga aku menggenjotnya dengan cepat dan cepat hingga ibuku terlihat kewalahan, “Ahhhkkk sayanggg ahhhhkkk teruusss ahhhhkkk” Desahnya makin keras, dan tak lama akau merasa spermaku sudah mau keluar lagi, “bu aku mau keluar buu ahhhkkk ahhhkkkk” aku menggotnya dengan lebih cepat lagi, “Ayo keluarin di dalem sayangggg ahhhkkk” dan “Croot! Crooott! Crooott!” cukup banyak spermaku yang keluar dari penisku namun tak sebanyak tadi ku rasa, “ahhhh ahhh ahhh” desah ibuku melambat dan ibuku terkampar lemas, aku langsung melepas penisku dari vaginanya, dan terlihat spermaku keluar dari vaginanya, “Kamu hebat yah puasin wanita” sambil mencium keningku, “Tapi ivan belum puas mah” aku menawarinya lagi, dan lagi sehingga tak sadar akhirnya waktu menunjukan pukul 9.36 malam entar berapa kali aku meniduri ibuku sendiri namun aku hanya mengeluarkan spermaku 1 kali di dalam rahimnya karena ibuku bilang ia takut kalo hamil,

ke esokan harinya sekitar pukul 6.00 pagi aku terbangun dan ibuku masih terbaring di sampingku, karena dari malam aku tidak di ijinkannya bermain di anusnya, sekarang karena ia masih tertidur aku mencoba mencolok colok anusnya dengan tanganku, anus ibuku tidak berbau tidak sedap sama sekali baunya sangat nikmat dan membuatku terbawa suasana, lalu aku tak sabar ingin menikmati anus ibuku yang ku perkirakan pasti sempit itu, aku masukan penisku dengan susah payah ke lubang anusku dengan susah payah karena anus ibuku sangat sempit sekali, aku melihat ibuku tersenyum tipis, aku menekan lagi anusnya dengan penisku dan akhirnya pun masuk ke lubang anusnya aku kaget ternya anus ibuku sangat sempit mungkin karena ia belum pernah melakukannya, aku merasa di pijat dengan sangat keras oleh otot otot anus ibuku, aku gerakan pinggangku dengan agak cepat, dan terlihat ibuku membuka matanya dan ia kaget, “Ivan ibu sudah bilang jangan di anus.. sakiittt sayanggg” ibuku mengerang kesakitan, aku menciumnya dan melanjutkan kegiatanku itu, “Ahhhhhkkkk sayanggg ibu sakittt… sayangg ahhh….” ibuku merengek makin keras, karena kasihan juga dengan ibu aku ludahi kemaluanku dan aku lanjutkan lagi, ludahku aku gunakan sebagai pelicin, dan akhirnya ibuku malah mendesah ke enakan “ahhhk ahhhk ahhhk” dan melihatnya aku terus bermain di anusnya yang masih sempit itu, dan tak lama “Croot! Croot! Crooot!” Spermaku keluar di dalam anusnya, itu pertama dan terakhir kali aku melakukannya, karena setelah itu ibu marah dan menyuruhku untuk berjanji tidak melakukannya lagi, dan aku berjanji,

Pagi itu kami terbangun setelah aku berjanji, itu sekitar pukul 9.00 pagi aku membolos sehari karena aku keenakan bersama ibuku, dan ibuku juga mengijinkanku untuk membolos, Sekitar lebih dari seminggu aku selalu berhubungan dengan ibuku itu, hingga akhirnya aku menikah dengan seorang gadis, di umurku ke 24 Tahun, aku masih sering melakukannya dengan ibuku bahkan setiap pulang kerja aku selalu pulang kerumah ibu dan pulang kerumahku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*