Home » Cerita Seks Mama Anak » Budhe dan Anaknya

Budhe dan Anaknya

Aku Rina seorang gadis remaja yang saat itu aku masih sekolah kelas 2 SMA. Pada saat musim liburan sekolahnya, aku berlibur selama dua pekan kerumah Budhe Nanik di desa. Budhe Nanik adalah kakak dari ibunya yang sudah menjanda setelah ditinggal mati suaminya setahun yang lalu. Sekarang ia tinggal bersama anak laki laki satu satunya, biasa dipanggil Tarjo, seorang pemuda berumur 23 tahun, sebenarnya wajahnya lumayan ganteng dan punya senyum yang manis, dia juga lulusan D3 Tehnik Sipil, walau sekarang hanya bekerja di kantor kelurahan. Aku memandang Tarjo sebagai seorang laki laki yang cbaik, ganteng dan hormat sama orang tua, aktif di kegiatan remaja masjid di desanya. Dia juga ramah terhadap aku dan orang orang disekitarnya, membuat banyak perempuan di desa jatuh hati padanya. Namun Tarjo menolak setiap perempuan yang mendekatinya. Tarjo tidak mau berpacaran yang tidak jelas, begitu alasannya.

Kejadian mengejutkan adalah ketika suatu hari saat Aku sudah seminggu dirumah Budhe Nanik, Aku terbangun dari tidur siang. Aku tidak melihat Tarjo padahal biasanya kalau jam segini dia juga tertidur diruang keluarga sehabis pulang dari kerjaannya. Dengan pelan Aku bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Haus yg melanda tenggorokanku membuat aku ingin mencari air minum ke dapur. Aku juga mengira Tarjo hanya kelagi keluar rumah atau dikamarnya. Tapi Aku kaget saat melintas dekat kamar Budhe Nanik, aku mendengar suara suara yang mencurigakan terdengar dari dalam kamar Budhe yang sedikit terbuka pintunya. Aku mendengar suara perempuan mengerang ngerang disertai suara desahan nafas . Dengan langkah mengendap endap Aku mendekati pintu kamar Budhe Nanik dan mengintip melalui celah pintu yang setengah terbuka. Astaga…!! Aku benar-benar kaget!! Ternyata di kamar itu Tarjo dan Budhe lagi berdua sedang berpelukan diatas ranjang. Yang lebih mengejutkan, pakaian keduanya sudah berantakan.
Walau Budhe masih memakai jilbab cokelat , karena memang Budhe Nanik selalu memakai jilbab walaupun berada dirumah, tapi tubuh bagian atasnya sudah terbuka sama sekali, karena daster dan kutang Budhe Nanik terlihat berserakan dilantai kamar itu. begitu pula dengan kaos dan kemeja Tarjo, yang sekarang ia hanya mengenakan celana dalam. Keduanya masih berpelukan di atas ranjang dengan posisi Budhe diatas pangkuan Tarjo. Apa yang Aku lihat benar-benar membuat hati Aku tercekat. Dia melihat Tarjo dengan rakusnya menjilati tetek ibu kandungnya itu, baik yang kanan dan kiri berganti-ganti, Ia sepertinya sangat bernafsu menjilat dan meremas tetek wanita yg jadi ibu kandungnya. Tetek Budhe Nanik yang walaupun ukurannya besar tapi sudah terlihat agak kendor dan agak lembek, bentuknya seperti pepaya menggantung , terlihat juga putingnya yang sudah berwarna coklat kehitaman, mungkin sudah terlalu sering teteknya jadi permainan birahi anak kandungnya itu. Kulihat juga Tarjo sangat mahir mempermainkan tetek ibunya itu, padahal Tarjo belum pernah menikah dan belum pernah bergaul dengan wanita,. sementara itu tangan Budhe, wanita berjilbab yang selama ini Aku anggap alim itu meremas-remas rambut Tarjo yang masih asyik menikmati teteknya. Kepala Budhe ikut bergoyang-goyang sambil terus mengerang. “ahh… Pelan pelan dong Jo ngisepnya..!!” rengek Budhe nanik. “Iya mbok.. Abis Tarjo gemes sama tetek simbok…” jawab Tarjo. Jilbab Budhe Nanik yg panjang menutupi dadanya sesekali disibak keatas sehingga teteknya kembali terpampang didepan wajah Tarjo karena mengganggu aktifitas Tarjo yang masih bernafsu mempermainkan tetek Ibunya. Ia dengan lahap masih terus menjilat tetek Budhe Nanik secara bergantian, sesekali Tarji juga menggigit putingnya sampai semua permukaan tetek Budhe Nanik yang putih itu basah oleh air liur anaknya. Budhe Nanik hanya bisa mendesah diperlakukan seperti itu oleh anak kandungnya.
Aku yang mengintip perbuatan mereka menjadi panas dingin dibuatnya. Tubuhku gemetar dan lututnya lemas. Hampir saja kepalaku terbentur daun pintu saat aku berusaha melihat apa yang mereka perbuat lebih jelas. Saat Tarjo berkata “Mbok.. celananya aku buka ya..??” Budhe Nanik hanya mengangguk.. Tarjo langsung menarik celana dalam yang masih melekat di tubuh ibunya dan melemparkannya ke lantai, dan jatuh dekat kutang hitam dan daster Budhe Nanik yang tadi terlihat terserak dilantai. Kini hanya jilbab satu2nya kain yang masih melekat ditubuh Ibu kandungya itu. Aku heran mengapa Tarjo tidak ikut melepaskan jilbab yang masih dipakai ibunya, memang dengan tampilan tubuh Budhe Nanik yang sudah bugil tapi masih menyisakan jilbabnya, Budhe Nanik terlihat makin sexy dan terlihat lebih binal.
Dengan perlahan Tarjo membaringkan tubuh ibunya diranjang. Kini Budhe Nanik sudah telentang mengangkang ditengah ranjang. Terlihat tubuh monotok Budhe yang tubuhnya kelihatan masih bahenol walau usianya sudah kepala lima.
Erangan Budhe semakin keras saat kepala Tarjo menyusup ke selangkangan ibunya yang terbuka. “AAAhhh…. tarjoooo…… Enak banget Le..” Tangan Budhe yang memegang kepala anaknya sendiri semakin kuat menekan ke arah kemaluannya yang sedang dijilati anak lelakunya. Tarjo nampak begitu bernafsu menjilati memek Budhe, saat Aku dapat melihat memek Budhe Nanik, aku baru tau kalau ternyata memek Budhe dipenuhi oleh bulu jembut yang sangat lebat, karena selama ini kalaupun ia melihat Budhe telanjang tapi tetap memakai celana dalam.
Kedua kaki Budhe melingkar di leher Tarjo. Suara napas Budhe terdengar sangat keras. Ia semakin keras mengerang dan tubuh sintalnya ikut melonjak lonjak saat wajah Tarjo menggesek-gesek bagian selangkangannya. Beberapa saat kemudian tubuh Budhe, perempuan berjilbab paruh baya itu mulai melemas dan terdiam.
Sesaat kemudian Tarjo melepas celana dalamnya. Dan astaga!….. batang kemaluan Tarjo ternyata sangat besar dan berwarna coklat kehitaman mengacung tegak menantang. Tarjo yang sudah dilanda birahi mengangkangi wajah ibunya dan mengesek-ngesekan batang kemaluannya ke wajah perempuan paruh baya itu, yang terlihat masih cantik dengan jilbab yang masih dipakainya. “Mbok…!!!” cuma berkata itu.. sambil memegang kontolnya . Budhe paham apa yang diinginkan anaknya itu, walau masih lemas ia mulai memegang batang kemaluan Tarjo dan menjulurkan lidahnya menjilati batang kemaluan itu. “AAhh… Enak bnget mbok..” Tarjo mendesah ia kemudian memutar tubuhnya dan kembali menurunkan wajahnya ke arah selangkangan Budhe nanik. Kini posisi mereka menyilang, saling menjilati selangkangan dengan posisi tubuh terbalik.
Tarjo yang mengangkangi wajah Budhe Nanik kembali menjilati selangkangan ibunya yang telentang dengan lutut tertekuk dan paha terbuka.
Melihat itu tubuhku mulai meriang. memek dan buah dadaku terasa gatal seolah-olah membayangkan kalau memeknya sedang diciumi Tarjo. Tanpa sadar tanganku bergerak ke arah memekku sendiri yang tertutup rok panjang dan mulai menggaruk-garuk. tanganku yang lain menyusup ke balik kaos yg kupakai, meremas remas buah dadaku sendiri, mendesah pelan sambil terus mengintip perbuatan zina Tarjo, dan ibunya, perempuan berjilbab yang sedang digagahi oleh anak kandungnya sendiri.
Kejadian yang Aku lihat berikutnya membuat hatinya semakin panas. Setelah puas saling menciumi dan menjilati selangkangan masing-masing kelamin, tubuh Tarjo berbalik lagi sejajar dengan tubuh Budhe. “Mbok.. Memeknya aku entot sekarang ya..?” Mereka saling berhadap-hadapan dengan tubuh Tarjo menindih tubuh Budhe, “Iya Le.. Tapi pelan pelan aja masukinnya..aahhh…” Budhe medesah seperti kepedasan.
Kemudian Tarjo menempatkan diri di antara kedua paha ibunya yang mengangkang. Lalu dengan memegang batang kemaluannya Tarjo menggosok-gosokkan ujung batang kemaluannya ke selangkangan Budhe nanik. Kepala Budhe yang masih terbalut jilbab mendongak-dongak ke atas dengan kedua tangan meremas-remas teteknya sendiri saat tarjo mendorong pantatnya dan menekan ke arah selangkangan ibunya. “AAhhh,,…oohh.. mbook… Memekmu enak tenan ..” Tarjo sesaat mendiamkan kontolnya yang sudah seluruhnya terbenam dalam memek ibunya. Beberapa saat ketika tubuh mereka pada bagian kemaluan saling lengket satu sama lain, Tarjo mulai menarik sedikit dan menusukan dengan irama pelan. Budhe nanik mulai merintih dan mengerang saat Tarjo mulai memompa pantatnya maju-mundur dengan mantap. Pantat Budhe ikut bergerak mengayun menyambut setiap dorongan pantat anaknya. Dan setiap kali kemaluan Tarjo dan Budhe beradu selalu terdengar seperti suara tepukan. Suara deritan ranjang semakin nyaring terdengar mengiringi irama gerakan tubuh mereka menggapai birahi.
“aahh … Joo..Kencengin lagi goyangnya Le…” Tubuh Budhe menggelepar-gelepar semakin liar. Kepalanya yang terbalut jilbab yang sudah mulai basah oleh keringat tapi gerakan tubuh Tarjo semakin liar bergerak ke kanan dan kekiri membalas goyangan anaknya, “Aaahhh…. Iya mbookk…” mulutnya juga tak henti-hentinya mengerang. Akhirnya Aku mendengar Budhe Nanik merintih panjang disertai tubuhnya yang tersentak-sentak, pantatnya terangkat menyambut dorongan pantat Tarjo. Lalu beberapa detik kemudian tubuh Budhe mulai melemas, ia sudah mendapatkan orgasmenya, tangannya terlempar melebar ke samping kanan-kiri tubuhnya dan matanya terpejam.
Tarjo lalu menarik pantatnya hingga kemaluannya terlepas dari memek ibunya. Batang kemaluan Tarjo yang hitam kecoklatan terlihat masih tegang dan keras. Kemudian Budhe menarik tubuh ibunya agar merangkak di kasur. “Mbok nungging….!! aku mau ngentoti simbok dari belakang..!!” Dengan bertumpu pada lututnya, Tarjo menempatkan diri di belakang pantat besar ibunya yang menungging. Tarjo memegang batang kemaluannya dan perlahan kembali mengarahkan batang kontolnya kedalam memek Budhe Nanik yang kali ini melalui belahan pantat besar Budhe.
Kepala Budhe terangkat saat Tarjo mulai mendorong pantatnya. Kembali pantat Tarjo mengayun dari depan ke belakang dengan posisi ibunya merangkak dan tarjo berlutut di belakang pantat Budhe Nanik. Batang kemaluan Tarjo kelihatan dari tempat Aku berdiri saat Tarjo menarik pantatnya dan hilang dari penglihatan Aku saat ia mendorong pantatnya. Aku yang mengintip menjadi tidak tahan lagi. Tangan Aku secara refleks mulai menyusup kedalam celana dalam memegang memekku dan meremas-remasnya. memekku mulai basah oleh cairan. Jari tangahku tekankan pada daerah sensitifnya dan Aku gerakkan memutar.
Tarjo mulai menggerang, saat kontolnya kembali menikmati legitnya memek ibu kandungnya..”aahhh…. mbok…. Enak banget…memekmu” erang tarjo.. “iya Le.. Terusin goyangnya..!!!..Tetek simbok remas juga dong Le…!!” tanpa diduruh dua kali, Sambil tetap menggenjot kemaluan ibunya tangan Tarjo bergerak meremas tetek montok Budhe Nanik ibu kangungnya, tetek yang dari tadi berayun-ayun seirama dengan dorongan pantat Budhe, kini sudah dalam genggaman tangan Tarjo.. Dan meremasnya dengan gemas.. Dengan posisi menungging tetek Budhe Nanik terlihat makin besar dan meggantung, walau terasa sudah agak lembek saat diremas Tarjo, tapi tetek ibunya itu terlihat makin merangsang. Gerakan Tarjo semakin cepat dan geramannya semakin keras. Budhe Nanik pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Tarjo dengan memutar-mutar pantat besarnya. Gerakan mereka semakin liar. Derit ranjang pun terdengar semakin keras. Lalu keduanya merintih panjang.
Tubuh keduanya yang menyatu mengejat-ngejat. Kepala keduanya seolah-olah terhantam sesuatu hingga mendongak ke atas. “aahhh… mbok’e…!!! aku sudah mau nyampe mbok..!! aku keluarin didalam aja ya mbok…!!” Lalu tubuh Tarjo ambruk dan menindih tubuh ibunya yang ambruk tengkurap di kasur. Terlihat kontol Tarjo memuntahkan sperma yang sangat banyak, karena walaupun dikeluarkan didalam memek ibunya, tapi luberan sperma itu terlihat meleleh keluar dari sela sela paha mulus ibu kandungnya tiu.
Aku pun merasa ada sesuatu yang meledakdi bawah perutnya. Tubuhnya seperti melayang dan akhirnya Aku merasa lemas.
Aku yang takut ketahuan melihat perbuatan keduanya segera berjingkat-jingkat dan kembali kekamarnya, berpura-pura tidur.

Sepeninggalan Aku, Budhe Nanik yang sebenarnya sudah mendapatkan klimaknya yang kedua, tapi ia seperti masih ingin menikmati nikmatnya kontol anaknya. Ia bangun dan mendekati tubuh anakknya yang sudah berbalik terlentang dan terlihat kelelahan sehabis memuntahkan spermanya, tapi batang kontolnya masih terlihat tegang dan keras. Melihat itu Budhe Nanik memegang batang kontol itu dan mulai meremas remasnya agar tidak cepat mengecil..”Gimana Le..?? Enak gak memek simbok?” sambil bertanya dihisapnya kontol anak kandungnya itu sehingga walaupun sudah mengeluarkan sperma dalam jumlah yang banyak tapi batang kontol itu masih keras akibat hisapan ibunya. ”enak banget mbok… Walaupun tiap hari aku rasain, aku gak akan bosen ngentot sama simbok”
Setelah dirasa puas, Buhde Nanik mulai bergerak menaiki tubuh anaknya yang terlentang pasrah, “Simbok kepengen lagi neh Le.. tapi simbok masih capek Le..!!” Budhe Nanik sepertinya memang sangat lelah. “Kalau kamu capek kamu diam saja, biar simbok yang goyang..yang penting punya kamu masih keras” “ya sudah terserah simbok aja” Budhe nanik mulai mengarahkan kontol anaknya yang masih keras kedalam memeknya, perlahan lahan batang itu kembali masuk dalam memeknya yang juga sudah becek lagi. Anak dan ibu kandung ini kembali bersetubuh menikmati hangatnya tubuh masing masing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*