Home » Cerita Seks Mama Anak » My Son My Husband 10

My Son My Husband 10

Pov : Adi

Setelah menjelaskan semua yang terjadi pada nisa akhirnya aku bisa bernafas tenang, karna mereka mau menerimannya dan mereka juga mengakui kesalahan mereka karna tak pernah memperhatikan anak semata wayangnya hingga akhirnya anaknya jadi korban dari kelalaian mereka, dan aku yang diberi kepercayaan dari orang tuanya juga tidak bisa menjaga nisa dengan baik hingga membuat ku berkali – kali meminta maaf, sungguh sangat memalukan rasanya tidak bisa menjaga wanita yang sangat berarti, tapi ayah dan bunda nisa juga menegaskan bahwa kesalahan sepenuhnya bukan ada pada diri ku. Tapi tetap saja bagi seorang pria hal itu sangat memalukan.

“Tante, boleh adi kekamar nisa? Adi ingin bertemu dengannya” tanya ku

“Hhhmmm….jangan dulu ya adi, biarkan nisa sendiri dulu takutnya dengan adanya kamu dikamarnya membuat nisa jadi makin tertekan ” jawab bunda nisa

Ah bagaimana ini, saat ini aku ingin sekali berada disampingnya, memberinya sebuah pelukan, dan membuatnya tetap kuat.

“Tapi tante adi ingin sekali bertemu dengan nisa, jadi biarkan adi masuk ya” ujar ku

“Sudahlah adi biarkan nisa sendiri dulu, nanti kalau sudah lebih baik tante akan segera hubungi adi kok, biarkan dia tenang dulu”

Haaahh…..sepertinya ada benarnya juga, jika aku memaksanya masuk ke kamar nisa pasti dia tidak akan mau menerima ku, ditambah lagi aku sudah mengetahui semuanya, yang ada akan membuatnya semakin terpukul.

“Yasudah tante, kalau begitu adi pulang dulu yah, nanti kabari lagi jika nisa sudah membaik”

“Iya adi, tante pasti akan kabari kamu kok”

Akupun langsung bergegas bangun dari duduk ku yang di sofa, tapi baru saja bangun dan berdiri tegak tiba – tiba saja ayah nisa menghentikan ku

“Adi tunggu sebentar, om ingin bicara sesuatu dengan kamu” ujarnya sambil menatap ku yang sudah berdiri

Bunda nisa yang mendengar ucapan suaminya langsung menatap ke arah ayah nisa, dengan pandangan yang bertanya – tanya tapi ayah nisa yang melihat itu tidak memberikan penjelasan dan kembali menatap ku.

Jika dilihat dari ekspresi wajahnya sepertinya ada yang ingin dibicarakan sangat serius dan masih terlihat sedikit emosi, ada apa yah? Apa jangan – jangan dia ingin memarahi ku? Gawat ini.

Aku segera duduk kembali dan menatap ke arah ayah nisa.

“Ada apa yah om?” Ujar ku dengan perasaan yang tak menentu aku takut sekali jika ia tiba – tiba memarahi ku

“Apa kamu kenal dengan orang yang telah memperkosa nisa? Tanyanya dengan tatapan yang

“Adi nggak kenal om, tapi yang adi dapatkan info dari teman kampusnya nisa. Bahwa yang telah memperkosa nisa hingga hamil, adalah teman kampusnya nisa om” jawab ku

Dan ayah nisa sama sekali tak menjawab ucapan ku, ia hanya memanggut – manggutkan kepalanya seperti memikirkan sesuatu. Kira – kira apa yang ayah nisa ini pikirkan? Apakah ia juga ingin memberi ganjaran pada anak itu? Ini nggak bisa dibiarkan aku yang harus membalasnya! Dia telah merusak wanita ku satu – satunya dan aku harus bisa membalas

“Memangnya ada apa yah? Kok ayah nanya seperti itu ke adi?” Tanya bunda nisa yang mulai khawatir

“Ayah ingin sekali tau orangnya bunda, dia harus mempertanggung jawabkan apa yang ia perbuat terhadap putri kita!” ujar ayah nisa yang sudah semakin kesal

“Tenang aja om dan tante, adi akan lakukan cara apapun agar orang itu mau mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang ia perbuat terhadap nisa” ujar ku

Dan seketika itu ayah dan bunda nisa langsung mengalihakan padangannya terhadap ku, dengan pandangan yang bertanya – tanya akan maksut ucapan ku.

“Dengan cara seperti apa nak adi?, tante tidak mau ada kekerasan dalam sebuah tindakan” jawabnya

“Tenang tante, pertama adi akan cari bukti akurat bahwa dia yang telah menghamili nisa, karna tanpa ada bukti kuat kita nggak bisa menuduhnya begitu saja” ujar ku

“Bukti apa lagi adi?! Jelas – jelas nisa telah dihamili oleh anak bajingan itu! Dan om ingin secapatnya dia menikahi nisa karna om tak ingin menanggung malu!” Ujar ayah nisa yang semakin emosi

Mendengar nisa yang ingin segera dinikahi oleh si adit bajingan itu, tiba – tiba saja aku merasa sangat tidak rela bila nisa harus dinikahkan dengan orang seperti adit.

“Heh? Di nikahkan dengan secepat itu om?” Tanya ku mencoba untuk memastikannya

“Iya adi, saat ini nisa sudah mengandung anak dari temannya itu jadi om harus cepat mengambil tindakan dengan cara segera menikahi putri om dengan pria kurang ajar itu!” Jawabnya

Aku yang mendengar itu hanya bisa tertunduk lemas membayangkan jika nanti nisa menggunakan gaun pengantin dengan wajah sedihnya dan disampingnya adalah pria yang sama sekali tak ia harapkan. Yah memang sepertinya hubungan ku dengan nisa harus segera diakhiri, bahkan akupun dibelakang nisa bermain dengan wanita lain yaitu mama ku sendiri, dan hubungan kami kali ini bukan hanya sebagai orang tua dan anak, melainkan sudah seperti suami istri, jika nisa tau hal ini juga ia mungkin sudah meninggalkan ku lebih dulu.

“Oh god why should it end like this, it’s not fair!” Ucap ku dalam hati

“Hhmmm…yasudah deh om dan tante, adi pulang yah, untuk masalah ini biarkan adi yang menanganinya, dan akan adi pastikan si adit ini akan menanggung semua perbuatannya” ujar ku

“Oke om tunggu hasil dari kamu, kalau bisa secepatnya ya” jawab ayah nisa

Ku anggukan kepala ku sebagai tanda jawaban, lalu beranjak meninggalkan duduk ku dan bergegas untuk keluar dari rumah nisa yang di temanin oleh bundanya nisa.

Sesampainya aku di luar pagar nisa, tiba – tiba saja bunda nisa menarik tangan ku dengan paksa dan membawa ku untuk segera menjauh dari rumahnya.

“Tante ada apa ini?

“Ada yang ingin tante bicarakan dengan kamu, sekarang cepat buka mobil kamu” jawabnya sambil menarik tangan ku menuju mobil ku

Segera ku ambil kunci mobil ku dari kantung celana ku , dan ku pencet tombol alaramnya, dan bunda nisa langsung membuka pintu penumpang sambil terus menarik tangan kanan ku, hingga akhirnya kamipun berada dalam mobil.

“Apa yang ingin tante bicarakan?”

Tidak ada jawaban hanya diam dan menatap lurus kedepan.

“Tante, sebetulnya ingin bicara apa sama adi? Adi siap kok mendengarkan semua yang ingin tante omongankan” ucap ku lagi

Tetap saja ia masih diam, seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi dilanda dengan kebingungan dengan apa yang ingin dia sampaikan nanti.

“Oke kalau tante belum ingin bicara, adi siap tungguin kok sampai kapanpun adi tau pasti ini hal yang sangat penting”

Ku coba untuk ikut diam sampai bunda nisa mau bicara, aku yakin pasti ini sangat penting, karna tiba – tiba saja ia ingin bicara berdua saja dengan ku. Dan akhirnya di dalam mobil ku kami sama – sama terdiam tak ada satupun ucapan yang keluar dari mulut kami, hingga ku coba untuk menyalakan mobil ku agar pendinginnya menyala terlalu lama menunggu membuat suasa di dalam mobil jadi panas dan sumpek, dan mungkin saja nanti bunda nisa mau membicarakan hal yang penting itu.

“Adi, tante ingin kamu tidak perlu mencari orang yang telah memperkosa nisa” ujarnya yang memecah kesunyian

Heh? Kenapa bunda nisa berbicara seperti itu? Berbeda sekali dengan apa yang di inginkan ayah nisa tadi.

“Loh memangnya kenapa tan? Dia telah merusak nisa dan menghamili nisa, masa mau dilepaskan begitu saja”

“Alasan tante mengatakan itu karna tante ingin kamu tetap bersama nisa, dan menjadi ayah dari anak yang sedang nisa kandung” ujarnya dengan manatap ku

DEG!

Apa maksutnya ini? Kenapa tiba – tiba saja bundanya nisa berbicara seperti itu? Sebenarnya tujuannya untuk apa?, otak ku saat ini di penuhi dengan bermacam – macam pertanyaan atas ucapannya itu, aku memang sangat ingin sekali bersama nisa bahkan ingin sekali jika suatu saat nanti bisa mempersuntingnya menjadi istri sah ku, tapi saat ini hal itu tidak mungkin.

“Adi ingin dengar alasan tante, kenapa tiba – tiba tante berbicara seperti itu?”

Ia hirup nafasnya dalam – dalam lalu menghembuskannya perlahan.

“Tante ingin nisa bisa tersenyum bahagia kembali adi, dan tante sangat yakin pasti kamu bisa, dengan cara kamu tetap mau menerimanya dan bersedia menikahinya”

Aku yang mendengar ucapannya itu hanya bisa diam dan menatapnya, rasanya sulit sekali otak ini untuk mencerna semua ucapan dari bunda nisa, apakah ia sama sekali tidak ingin berusaha sendiri untuk membahagikan anaknya sendiri, dan lagi jika aku memaksakan untuk menikahi nisa, apakah aku sudah siap untuk menerima anak yang sedang dikandung nisa? Bagaimana jika suatu saat nanti ketika kami bertengkar aku tak sengaja mengungkitnya kembali, pastinya akan menyakiti hati nisa juga.

“Jadi bagaimana adi? Kamu mau kan untuk segera menikahinya , tante yakin om juga pasti mau menerimanya” ucapnya lagi

Haah….aku tak yakin bisa, dan lagi bukan hanya itu, masih ada mama yang pasti tidak akan pernah setuju, pasti mama orang pertama yang akan tidak menyetujuinya.

Huaaaaa…..adii kenapa masalah mu seperti akar pohon yang selalu bercabang dimana – mana.

“Hhhmmm….tante adi bingung harus jawab apa, dan lagi adi harus bicarakan dulu hal ini sama mama, tidak bisa langsung memutuskannya sendiri” jawab ku

Dan seketika itu ekspresi wajah bunda nisa bsrubah menjadi kecewa, mungkin ia kecewa karna belum dapat hasil yang pasti dari jawaban ku.

“Maaf yah tante, kita bicarakan ini lain waktu saja, lebih baik tante tenangkan pikiran tante dulu, dan coba untuk menemani nisa, adi takut ia lepas control dan melakukan hal yang tidak kita inginkan” ku coba untuk menengkan dirinya agar tak memperkeruh keadaan

Sebenarnnya aku juga nggak ingin nisa sampai dinikahkan dengan orang itu, membayangkannya saja sudah nggak enak sekali, apa lagi jika sudah terjadi pasti aku juga nggak sanggup melihatnya dan aku nggak punya hak untuk melarangnyan kecuali jika aku bersedia menikahi nisa.

Alhasil karna sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi, bunda nisa langsung keluar dari mobil ku dengan masih tersirat diwajahnya yang tampak kecewa, dan aku yang melihat kepergiannya hanya bisa diam saja, aku nggak ingin memberikan jawaban yang pasti karna aku takut akan membuat semuanya makin kecewa, lebih baik aku fokus pada satu masalah yaitu mencari orang yang bernama adit, aku ingin membuat dia benar – benar menyesal karna telah merusak wanita yang ku cintai.

Dan sekarang saatnya aku untuk pulang, kepala ku sudah ingin pecah rasanya dihadapkan dengan masalah seperti ini, mungkin dengan bercinta dengan mama semua kegilain ini akan hilang hahaha

Anggi i’m coming!

Aku bergegas pindah ke kursi kemudi dan segera menjalankan mobil ku.

———–

Dan kini aku sudah sampai dirumah dengan sangat tergesa – gesa ku turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

“Mah adi pulang nih” ku lihat mama sedang berada di ruang tamu sambil menonton tv, dan yang jadi perhatian ku adalah pakaiannya, mama memakai pakaian tidur yang sangat seksi, daster tidur tanpa lengan dan hanya menggantungkan tali tipis di ke dua pundaknya, ditambah lagi buda dada mama yang besar sehingga tak mampu untuk menutupi seluruh dadanya.

Dan mama yang melihat kedatangan ku dan masih berdiri di dekat pintu hanya tersenyum manja, lalu menggunakan jari telunjuknya untuk memanggil ku dan menyuruh ku untuk ikut duduk di sofa bersamanya, seperti orang yang terhipnotis akupun hanya mengikutinya saja, pandangan ku hanya fokus pada belahan dada mama yang sangat putih dan mulus benar – benar sangat menggoda kaum adam jika melihatnya.

Kini aku telah duduk di sebelahnya, lalu mama menjatuhkan kepalanya di pundak kanan ku, dan mama kembali menonton acara tv, sedangkan aku hanya di kasih tontonan dadanya saja. Sepertinya mama sedang ingin menggoda ku.

Berlarut – larut hanya terus seperti ini membuat ku menjadi bosan ditambah lagi hanya bisa melihat dada mama tanpa bisa menyentuhnya, membuat kepala ku jadi pusing gairah ku sudah naik tapi hanya didiamkan saja.

“Mah adi kekamar saja ya” ujar ku yang tak tahan

Lalu mama mengangkat kepalanya dari pundak ku, dan menatap ke arah ku dengan senyuman manisnya, dan kembali lagi merebahkan kepalanya di pundak kanan ku.

Aku yang mendapat respon seperti itu mulai kesal, bagaimana tidak kesal saat ini gairah ku sudah makin meningkat dan ingin segera dituntaskan tapi mama malah diam dan kembali menonton tv dengan sangat santainya.

Karna sudah tak tahan, akhirnya ku paksakan untuk berdiri dari duduk ku, sehingga membuat mama terjatuh dari sandarannya.

“Mah adi mau kekamar dulu, mau tidur” ujar ku tanpa melihat kebelakang

“Duduk sini dulu, dan jangan kemana – mana”

Apa – apaan coba maksutnya, aku tuh ingin gairah ku dituntaskan bukan menemaninya menonton acara tv yang tidak jelas, dan lagi bisa saja aku langsung menerkamnya dan langsung menyetubuhinya, tapi aku lebih suka jika wanita rela menyerahkan tubuhnya untuk bisa dinikmati.

“Aduh..mah adi mau kekamar, adi mau tidur mah” ujar ku denga kesal

“DU…DUK!” Jawabnya yang mulai membentak

Dan akhirnya akupun menuruti perintahnya, duduk kembali di sebelah mama dengan wajah yang ku pasang cemberut.

Dan tanpa di duga – duga mama langsung naik kepangkuan ku, dan posisi kami saling berhadapan, dan mama menatap ku dengan ekspresi yang sangat menggoda, lalu secara tiba – tiba saja mama mulai memaikan ke dua buah dadanya yang masih tertutup dengan daster tidurnya di depan ku, awalnya hanya sebuah remasan – remasa kecil tapi makin lama remasan pada dadanya berubah menjadi begitu liar, bahakan putingnya pun juga ikut dimainkan oleh mama.

“Kamu mau ini sayang?” Ujarnya yang sangat menggoda ku dan masih meremas ke dua dadanya lalu sedikit di turunkan belahan daster tidurnya yang sangat seksi sehingga memunculkan sedikit puting susunya yang mulai mengeras

Hanya melihatnya saja sudah sangat ingin sekali mengemutnya atau juga menarik – narik putingnya itu, mama benar – benar menjaga aset tubuhnya, di umurnya yang sudah nggak muda lagi, tapi tubuhnya masih sangat mengairahkan.

“Atau kamu mau ini juga sayang, lihat deh ini kan yang selalu di isi oleh sperma dari penis kamu sayang” ujarnya lagi sambil menarik daster tidurnya, tepat dibagian vaginanya

Dan aku sangat terkejut ketika mama memperlihatkan vaginannya, ternyata mama juga sudah tidak menggunakan celana dalam lagi, terlihatlah vaginannya yang tanpa bulu dan sangat tembem, vagina yang biasa selalu ku genjot dan selalu ku tumpahkan sperma ku didalamnya, kini sekarang sedang terpampang jelas dihadapan ku.

“Lihat sayang, sudah mulai basah tau , kayanya sudah ingin di jilatin sayang , atau mungkin sudah ingin disemprot sama sperma kamu sayang, uuuuhhhh enakkk aaaahhhh” ujarnya lagi sambil memainkan vaginanya, lalu memasukan jari telunjuknya ke dalam vaginanya

Nafas ku sudah mulai memberat, mama terus menggoda ku dengan memain – mainkan vaginanya dengan jari telunjuknya , tak lupa ia juga menjulurkan lidahnya kepada ku, tapi ketika aku ingin melahap lidahnya, mama memasukan kembali ke dalam mulutnya.

Entah apa salah ku, sehingga mama terus menggoda ku, dan memancing nafus birahi ku.

“Uuuhhh enaakk sayanggg, punya mama udahh basah banget minta aaaahhh memekk mama gatell” ujar mama

mama memejamkan kedua matanya, tapi tangannya tetap memainkan vaginanya sendiri, dari tempo yang cukup pelan, hingga ia percepat jari telunjuknya yang terus keluar masuk dalam vagiannya.

“Aaahhh sayangg enaakk bangett sayangg ooohhh memekk mama geliii uuuhh mintaa di sodokk sayangg sssshhh”

Clok Clok Clok…Clok Clok….Clok Clok Clok..Clok Clok…Clok Clok

Uuuuuhhhh adiiii anakk mama memekkk mama enaakkk banget sayanggg aaaahhhh iseeepp memekk mama sayanggg kamu haruss jilatin dan bersihin memekk mama aaahhh enaaakk” lenguh mama yang masih memainkan vaginanya denga jari telunjuknya

Rupanya mama sedang berfantasi liar dengan ku, tapi kenapa aku hanya dibiarkan menonton saja, aku juga ingin memainkan vaginanya itu.

Clok Clok….Clok Clok Clok…Clok Clok Clok…Clok Clok Clok…Clok Clok Clok…Clok Clok Clok

Kocokan di vaginanya semakin kencang , bahkan tubuh mama juga ikut bergoyang – goyang, orgasme mama sebentar lagi pasti akan segera keluar.

“Uurrgghhh….memekk mama enakk bangett sayaaangg memekk mau ngentot sayangg abiss ini kamu entotin ibu kamu yahh aaaahhh ibu yang melahirkan kamu….istri dariii aaaahhh bapak harissss….memekk mama enakkk sayaaanngg NGEENTOT…memekk mama enakk sayanggg sssshh adiii anakk mama aaahh adiii” panggil mama yang masih terus berfantasi dengan memainkan vaginanya

Clok Clok Clok Clok…Clok Clok Clok…Clok Clok Clok…Clok Clok Clok…Clok ..Clokk

“Adiii mama mauu keluaar sayanggg aaaahh memekk mama mau ngecrit sayangg uuuhhh sayangg memekk mama enakk sayang sssshhh”

Posisi kami masih di ruang tamu tapi mama tanpa malu – malu lagi, mengeluarkan suaranya dengan kecang tanpa memperdulikan bila ada yang mendengarnya.

“Aaaaaahhh mama keluaarr sayanggg mama keluaaarr enakkk bangett memekk mama adiii”

“SRREETT…SSRRETT…SSRRETT”

mama langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan ku, tubuhnya bergetar sangat kuat, dan tangan yang satunya ia gunakan untuk meremas baju ku.

“Hhh….hhh…hhh….bagaimana pertunjukan mama tadi sayang? Kamu suka kan?” Tanyanya dengan nafas yang belum teratur

“Adi suka kok mah, mama kelihatan banget binalnya dan adi suka banget itu” jawab ku

Lalu mama melepaskan pelukannya dari ku, dan menatap ku dengan senyuman manisnya.

“Hihihi…mama juga suka sayang terlihat binal dihadapa kamu, tujuannya si biar kamu betah dirumah, dan satu lagi yang tadi baru pembukaannya sayang, pasti kamu mau kan yang lebih nikmat lagi”

“Mau mah mau banget, sekarang yuk mah adi udah pengen banget” jawab ku yang sangat antusias

“Hihihi…sabar dong sayang, sekarang mama mau introgasi kamu dulu , dan kamu jawab dengan jujur ya sayang”

Heh? Untuk apa aku di introgasi? Aneh sekali rasanya, birahi ku sudah nggak bisa diajak kompromi lagi ini

“Tapi mah adi udah kepengen banget ini, ayo lah mah kita main aja dulu, mama mah enak udah keluar lah adi dari tadi nahan birahi terus” jawab ku memohon untuk segera dituntaskan

“Sabar ah sayang, sekarang mama mau kamu jawab jujur pertanyaan dari mama, oke sayang?”

Aduh…pertanyaan apa lagi si, mama ini selalu saja bisa memainkan gairah seseorang.

“Oke mah oke, ayo cepet deh mama mau tanya apa?” Tanya ku yang mulai kesal karna gairah ku belum tersalurkan

“Tadi kamu pergi kemana sayang? Apa benar kamu kerumah teman kampus kamu?” Tanya mama dengan penuh selidik

Waduhh bagaimana ini? Aku harus jawab apa ya? Kalau aku jujur, tadi pergi kerumah nisa, pasti mama marah dan tentunya ia pasti akan menanyakan tujuan ku kerumah nisa, tapi kalau aku jawab bohong aku nggak yakin mama akan percaya begitu saja.

Tapi kalau belum dicoba tidak akan tahu, semoga saja mama bisa percaya.

“Eeemmm…tadi adi beneran ke rumah teman mah, kan tadi adi juga udah izin sama mama”

Kucoba untuk lebih meyakinkannya, aku takut mama akan marah besar jika ia tahu, kalau aku tadi kerumah nisa.

Tapi reaksi mama cukup mengejutkan, tiba – tiba saja ia mengecup dahi ku dan kembali menatap ku dalam – dalam seperti sedang mencari kebenaran akan ucapan ku

Dan aku yang mendapat tatapan seperti itu mulai merasa tak enak, sepertinya mama telah berhasil mengetahui kalau aku sedang berbohong kepadanya.

“Jujur ah sayang, mama nggak suka kalau pria yang sudah mengisi hari – hari mama, dan mama cintai tapi nggak jujur sama wanitanya sendiri”

Aku sudah tak bisa berbohong lagi, mama benar – benar sangat hebat, dan saatnya aku menceritakan semua terhadap mama.

“Hhhmm….adi akan jujur sama mama, tapi janji jangan potong dulu cerita adi, sebelum selsai, mama bisakan? Ucapku

“Cupp” mama mencium bibir ku, lalu menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban darinya.

“Mah…saat ini nisa sedang hamil” ujar ku yang langsung mengejutkannya

Mama yang mendengar ucapan ku tadi, langsung menatap ku dengan tatapan yang sangat tajam, entah kenapa ia sama sekali tak terkejut, bahkan ia sampai menarik baju ku dengan dua tangannya.

“Katakan sama mama! Apa kamu yang menghamili nisa?! Jawab dengan jujur!” Ucapnya yang sudah dipenuhi dengan emosinya.

Haaah….ternyata benar baru saja aku bilang nisa hamil, mama sudah langsung dikuasai oleh emosinya sendiri, bagaimana jika aku menceritakan juga tentang bundanya nisa yang meminta aku untuk menikahi putrinya, ku yakin pasti emosi mama akan lebih dari ini.

Tapi menyeramkan juga melihat mama yang langsung dikuasahi oleh emosinya sendiri, terlihat seperti bukan dirinya yang selalu lembut dan penuh kasih sayang.

“Dengarkan adi dulu mah, jangan termakan oleh emosi mama sendiri, tenangkan diri mama dan adi akan melanjutkan semuanya” jawab ku dengan tegas

Ya, aku nggak mau ketika bercerita dengan orang yang lagi dilanda oleh emosinya sendiri, yang ada pasti akan susah untuk dipahami. Lalu mama pun melepaskan tangannya dari baju ku, dan menghirup nafasnya dalam – dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, mama lakukan itu sampai ia sudah bisa menguasai dirinya sendiri.

“Sudah tenang kan mah? Siap untuk mendengar semua cerita dari adi?” Tanya ku

“Silahkan kamu lanjut”

Lalu ku ceritakan awal mulanya dari pas aku menelponnya yang mendengar suara desahan seperti sedang bercinta, hingga akhirnya aku mendapatkan sebuah kabar yang sangat buruk, bahwa nisa waktu lagi diperkosa, hingga hamil.

“I-ini…beneran adi? Kamu tidak lagi mengarang ceritakan” tanyanya dengan sangat terkejut

“Beneran mah, adi mendapatkan kabar ini dari temannya nisa, karna nisa menceritakan semuanya terhadap teman baiknya”

Seketika itu mama langsung sangat terkejut, bahkan yang tadinya masih duduk dalam pangkuan ku, tiba – tiba saja mama berpindah dan duduk disamping ku pandangannya hanya lurus kedepan.

“Mama benar – benar tidak menyangka sayang, anak itu bisa sampai diperkosa hingga hamil, mama memang sangat tidak suka padanya, tapi mama ini juga wanita, kita wanita tentunya tidak ingin hal itu terjadi, apa lagi sampai hamil seperti itu, pastinya akan sangat berat sekali untuk menerimanya”

Mendengar mama berkata seperti itu, aku langsung tertunduk lemas, pikiran ku terpaku hanya pada nisa, saat ini pasti ia masih mengurung diri di dalam kamar, dengan kedua mata yang sembab akibat tangisannya yang meratapi kehidupannya sekarang ini, dan aku sangat yakin dia tidak bisa menerima semuanya.

Tuhan aku sangat berharap pada mu, semoga nisa diberikan jalan yang terbaik untuknya.

Saat aku masih disibukan oleh lamunan ku, tiba – tiba saja mama menepuk pundak kanan ku, sehingga membuyarkan semuanya.

“Saat ini kamu sedang merasa kecewa pada diri kamu yah, karna kamu nggak bisa menjaga wanita” ujarnya yang mengetahui segala keluh kesal ku

“Iya mah adi kecewa dan kesal terhadap diri adi sendiri, adi begitu payah tidak bisa menjaga nisa”

“Kamu nggak perlu kesal ataupun menyalahkan diri kamu sayang, karna yang pantas disalahkan adalah keluarga nisa sendiri yang terlalu workholic, sehingga melupakan tanggung jawab mereka, dan mereka seenaknya menyerahkan nisa terhadap kamu sepenuhnya”

Tapi tetap saja rasanya sangat memalukan bagi ku, gara – gara membahas hal ini membuat ku menjadi tak mood untuk melakukan apa – apa, bahkan penis ku yang tadi masih tegang, sekarang sudah tidur kembali.

“Sayang sepertinya kamu butuh sesuatu untuk merilekskan urat – urat kamu yang tegang” ujar mama yang kembali membuyarkan acara lamunan ku

“Seperti apa caranya mah?”

“Kita kekamar pengantin kita yuk, mama akan membuat urat – urat mu jadi tidak tegang, termaksut mainan mama yang ini” ucapnya yang langsung meraba – raba penis ku yang sedang tertidur

Ku singkirkan tangannya dari selangkangan ku, “sudah mah ah, adi lagi nggak ingin melakukannya lebih baik kita tidur saja, adi capek” jawab ku

“Nggak akan aku biarkan kamu tidur adi, kalau perlu kita lakukan disini saja” ujar mama

Dan mamapun langsung menarik paksa baju ku ke atas, dengan sangat tergesa – gesa ia berhasil melepaskan baju ku, lalu membungnya kesembarang tempat.

“Mah udah deh, adi beneran ingin tidur saja malam ini, adi nggak mood mah” jawab ku yang sedikit kesal

“Diam yah sayang, suami ku sayang malam ini aku yang akan memanjakan kamu, jadi kamu nikmati ya” ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya

Lalu mamapun beranjak dari duduknya, dan pindah berjongkok tapat diselangkangan ku, lalu dengan cepat meraih kancing celana ku untuk dibukanya, setelah berhasil melepaskan kacing celana panjang ku, lalu diturunkannya celana ku hingga terlepas dan dilemparkanya dengan asal tak lupa juga dengan celana dalam ku yang di lepasnya begitu cepat oleh mama.

Hingga kini aku sudah benar – benar telanjang bulat, tak satupun pakaian yang ada ditubuh ku.

Dan mama yang melihat penis ku tertidur, berubah jadi cemberut.

“Yahh kok bobo si, bangun dong sayang, lubang sangkar kamu sudah minta dimasukin, ayo bangun sayang” ujar mama yang berbicara dengan penis ku , dan dia kocok – kocok dengan tangannya

Lagi nggak mood begini tapi dipaksa untuk bercinta, yah sepertinya aku harus berusaha untuk membangunkan penis ku ini.

“Sayang, ayo dong bangunin, mama pengen nih kan tadi cuma keluar pake jari aja, dan belum di semprot juga sama sperma kamu”

“Tadi katanya aku disuruh diam, dan mama yang akan memanjakan aku malam ini, ayooo dong coba usaha sendiri bangunin kontol punya mama” jawab ku

Mama yang mendengar ucapan ku, langsung memandang ku dengan wajah yang begitu menggoda, lalu tanpa minta izin lagi mama dengan cepat memasukan penis ku kedalam mulutnya.

Mama mainkan penis ku didalam mulutnya, tak lupa ia naik turun kan kepalanya sambil menyedot penis ku, hingga membuat ke dua pipi mama mengempot.

“Uuuurrgghhh enaak sayangg iyaahh hisapp teruss kontol kesukaan kamu anggi aaaahhh enakk”

Blowjob yang mama berikan pada ku, berhasil membuat penis ku bangun dan mulai tegak kembali.

“Hihihi akhirnya bangun juga” ujar mama yang melepaskam penis ku dari mulutnya.

“Hap…sluurrrpp sllurrpp…cccuuuup….sslluurrpp”

“Aaahh enak banget sayang, terus jilat sayang lebih dalam lagi sayang aaahh lebihhh dalam lagi”

Mamapun menuruti keinginan ku, mama memasukan penis ku lebih dalam lagi hingga sampai kepangkal penis ku.

Lalu dengan niat jahil ku, kutekan kepalanya agar lebih lama penis ku berada di dalam mulutnya, wajah mama seketika itu langsung memerah sepertinya ia terlalu dalam memasukan penis ku hingga sampai kehabisan nafas, karna merasa tak tega maka segera ku lepaskan tangan ku dari kepalanya.

“Puahh…hhhh…kamu jahat…sayangg..hhhh aku nggak bisa nafas tau nggak” ujarnya yang sambil menatap ke arah ku dengan nafas yang naik turun

“Abis nikmat banget sayang, spongan kamu enak, untung saja tadi nggal sampe keluar”

“Hihihi…awas yah kalau sampe keluar duluan, ingat loh keluarnya harus bareng, yaudah sayang langsung masukin aja yah memek mama udah nggak tahan”

Mamapun tampah disuruh langsung membuka daster tidurnya, dan kembali duduk di sofa dengan membuka pahanya lebar – lebar untuk segera di masuki.

“Ayooo sayang masukin, udah basah nih, ayooo cepet” rengeknya yang nggak sabar

Langsung ku hampiri mama dan ku posisikan penis ku tepat pada vaginanya, lalu segera ku masukan penis besar ku ke dalam vagina mama

“Blesssshhhhh” masuk semua penis ku kedalam vagina mama.

“Uuuhh besarnya kontoll kepunyaan mama ayoook genjot sayang sodokin memekk mama”

Sambil tetap memegang ke dua lututnya agar tetap terbuka lebar, segera ku gerakan pingang ku maju mundur di dalam vagina mama, dan mama tidak hanya diam saja, mama juga meremas ke dua dadanya dengan ke dua tangannya.

“Aaah aaah aahh enaakk adii enaakk iyaahh sodok memekk mama yang dalam aaaahh ah ah ah kontoll kamu enaakk sayang ssshh sangat pas buat memekk mama aaaahh”

“Aaahh dasar binal kamu anggi…kamu rasain nih sodokan kontolll ku uurrggghhh aaahh”

Ku sodok dengan kencang, sehingga membuat mama tersentak akan sodokan ku.

“Oooohh enak sayangg enakk bangett sodok lebih dalam lagiii mama mu yang binall ini sayangg aaahh aah aah enakk”

“Cuuhh…ccuhh dasar binal kamu sayangg aaahh memekk mu makin menjepit saja rasanya” ujar ku yang sambil meludahi dadanya

Setiap genjotan yang ku hantamkan ke vagina mama, membuat mama makin mendesah dengan sangat kecang, dan kata – kata vulgar selalu keluar dari mulut mama.

“Aaah aaahh aaahh adiii entot yang kencang sayangg sodok lagi memekk mama yang dalamm uuuhh…NGENTOT enakk bangett kontoll anakk kita maasshh hariss”

“Paahh mama binall bangett paahh aaahh aku disuruh genjotin memekknya yang nikmat ini aaahhhsss” racau ku yang tak kalah dengan mama

Kami sudah lupa jika ada orang yang mendengarnya, yang kami pikirkan adalah sama – sama harus menuntaskan birahi masing – masing.

“Uuhh adi ini enakk banget sayangg lebih cepat mama mau keluaarr sayangggg aaahh aaahh cepatt adii” racau mama yang sudah merasakan akan orgasmenya

“Aaahh tahan sayanngg kita keluarr sama – sama urrgghh memekk mama ku enaakk aahh aahh mainkan empotannya anggi biarr cepat keluaarr aaahh”

Dan mamapun memainkan vaginanya agar lebih sempit dan bisa membuat ku orgasme.

“Aaahhsss ngentot kontooll adi seperti disedot – sedot mah,,, aaahh adi nggak kuat lagi ayooo anggi cepat akuu mau keluarr”

Ku genjot vagina mama dengan lebih kencang, karna sebentar lagi sperma ku akan keluar

Plok Plo Plok….Plok Plok Plok….Plok Plok….Plok Plok Plok….Plok Plok Plok…Plok Plok

“Iyaaahh aaaahh memekkk mama keluarr sayanggg semprot memek mama sayangg semprot dengan pejuhh kental kamu aaaahhh memekk keluarr sssshh”

“Uurrgghhh terima pejuhh aku anggi aaahh aku semprott rahim kamu sayangggg aaahh enaaakk memekk enaakk”

“CROTT…CRROTT…CCROTT
“SSREETT…SSRETT..SSRRETT”

aku dan mama sudah sama – sama keluar, bahkan mamapun melingkarkan kedua kakinya di pinggang ku dan ditekannya kedalam, agar lebih jauh masuk kedalam vaginannya.

Benar – benar sensasi yang sangat nikmat, rasanya semua beban yang ada di otak ku sedikit terangkat karna persetubuhan ku dengan mama.

“Hhhh…hhhh….bagaimana sayang enak kan? Dan sudah lebih rileks kan sayang? Tanya mama dengan nafas yang belum teratur

“Hhh…hhh..iyah mah sudah jauh lebih tenang, makasih yah mama ku sayang”

Segera ku cabut penis ku yang didalam vaginanya “ploop” dan ternyata sperma ku sebagian ikut keluar juga.

“Uuhh banyak juga yah keluarnya, sampe – sampe pada ikutan keluar nih” ujar mama

“Hehehe…masukin lagi dong sayang, sayang banget kalau dibuang tuh”

Dengan menggunakan jari telunjuknya mama membersihkan sperma ku yang mulai keluar, lalu di masukannya ke dalam mulut mama.

“Eeemmmmm….enak juga sayang sperma kamu, kapan – kapan keluarin di mulut mama ya” ucapnya sambil menjilati jari telunjuknya

Mama sudah makin binal sekarang, bahkan tanpa ada rasa jijik pun ia memasukan tangannya yang masih dipenuhi sperma ku ke dalam mulutnya sendiri.

“Yasudah mah kita tidur yuk, adi ngantuk nih”

“Ayoo sayang mama juga ngantuk, yuk kita naik keatas”

Mama langsung menggandeng ku dan berjalan menuju kamarnya, tanpa membawa pakaian kami yang masih berserakan di ruang tamu.

————-

“U-urrgghh…hooaamm” ku buka kedua mata ku, dan mencoba meraih kesadaran ku di pagi hari ini, baru terasa capeknya bekas persetubuhan semalam, rasanya malas sekali untuk bangun dan ingin kembali tidur.

Tapi hari ini adalah hari yang penting karna nanti aku ingin melakukan aksi ku bersama andi, semoga saja dia mau membantu, karna hanya dia yang bisa ku harapkan.

Kulihat mama masih tertidur pulas dengan masih bertelanjang bulat. Biasanya dia selalu rajin bangun di pagi hari, menyiapkan makanan untuk ku dan juga mama, tapi saat ini ia masih terbaring dengan sangat pulas, tenaganya benar – benar terkuras habis karna persetubuhan semalam.

Lebih baik aku bergegas ke kamar ku, aku ingin mempersiapkan semuanya sebelum kerumah andi.

Segera ku tinggalkan mama dan keluar dari kamarnya.

Dengan sangat bermalas – malasan aku menuju kamar ku, sepertinya hari ini akan sangat berat dilalui, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar.

Kini aku sudah sampai di kamar ku, ku buka pintu kamar ku dan masuk kedalamnya, kamar ini sekarang ku gunakan hanya ketika aku mengerjakan tugas – tugas kuliah ku saja, untuk tidur aku sudah sekamar dengan mama, layaknya seperti suami istri ketika aku dirumah bersama mama.

Ku hampiri meja komputer ku dan ku nyalakan komputer yang biasa ku pakai ketika mengerjakan tugas.

Komputer sudah menyala segera ku colokan kabel USB ke CPU lalu ku sambungkan ke ponsel ku, aku ingin memindahkan foto yang gita kirimkan ke alamt email ku, segera ku buka email dan meliha kiriman dari gita.

Ketika ku buka email ku, ternyata ada 5 pesan yang masuk ke email ku, dan itu dari gita semua.

Karna rasa penasaran ku buka email darinya, dan ternyata isinya berbagai macam darinya.

From : Gita
Hey, apa kabar?
From : Gita
Adi, nomer lu mana? Kok belum sms gue si
From : Gita
Adi, good night yah ,
dan sisanya hanya ucapan selamat pagi, ini cewe kenapa ya? Kok jadi aneh begini si.

Entah apa maksut dia mengirimi email sampe banyak begini, aku tak peduli karna fokus ku hanya satu yaitu mencari si adit!

Segera ku ambil tas ku dan ku buka seleting kecil yang waktu itu menyimpan kertas dari gita, ku temukan kertasnya dan segera ku telpon gita.

“Tuuuut….Tuuuuut…Tuuuut”

“Hallo” suara gita dari sebrang sana

“Hallo git, ini gua adi gua boleh minta tolong nggak sama lu?”

“Ihhh…lu kok baru nelpon gue sekarang si? Gue tunggu – tungguin dari kemarin juga parah lu mah” ucapnya yang terdengar manja

“Hehehe…iya maaf git maklum orang sibuk, oh iya gua mau minta tolong sama lu bisa nggak?” Ucap ku dari ponsel

“Lu mau minta tolong apa di?”

“Gua minta alamat rumahnya si adit dong git”

“Buat apa di? Coba jelasin ke gue”

“Udah deh git nanti aja gua jelasinnya, sekarang lu kasih tau alamatnya”

“Perumah sejuk dan mewah, lokasinya nggak begitu jauh kok dari kampus gue”

“Dan sekarang ayo jelasin, ada apa lu minta alamat rumah si adit” ucapnya lagi

“Hehehe…oke dah makasih yah git,, bye”

“Tut..tut..tut..tut”
Segera ku putuskan hubungan telpon ku, agar tak memakan waktu begitu lama, segera ku ke kamar mandi dan setelah itu kerumah andi untuk menjalankan semua rencana ku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*