Home » Cerita Seks Mama Anak » Kisah Keluarga Citra 26

Kisah Keluarga Citra 26

Makan malam berlangsung dengan hening, tanpa diselingi dengan canda dan tawa seperti malam-malam sebelumnya. Yang terdengar hanya denting sendok garpu yang bersahut-sahutan. Mike duduk disamping Clara dan Citra duduk disamping Ciello. Walau mereka berempat duduk berseberang-seberangan, namun tetap saja, makan malam mereka terlihat begitu sunyi.

Berulangkali Mike menatap sayang kearah Citra yang duduk tepat diseberangnya. Melirik mesra kearah Clara yang duduk di samping kanannya, dan tersenyum simpul ke Ciello yang duduk diseberang Clara. Tak pernah sedikitpun ia lupa untuk mengucap syukur, telah mendapatkan keluarga yang begitu ia sayangi. Istri yang cantik dan seksi, putri yang imut dan semok, serta putranya yang gagah dan tampan.

“Jadi Ciello… Gimana kuliahmu…?” Tanya Mike keputranya, berusaha mencairkan kedinginan suasana makan malam, “Apa ada yang special…?”
“Hmmm apa ya…? Palingan… Minggu depan… Ciello bakal ada acara pengkaderan Paaa…” Jawab putra pertama Mike dengan wajah penuh antusias, “Jadi mumpung kita berempat masih bisa berkomunikasi dengan lancar, Ciello minta ijin aja deh buat berangkat kesana…”
“Pengkaderan….?”
“Iya Paaa… Ospek….”
“Hmmm…. Pengkaderan dimana….?”
“Di Gunung Semprot Paa…..”
“Gunung Semprot…?” Tanya Citra tiba-tiba membuka suaranya, “Itu kan untuk tempat mahasiswa baru sering mendapat siksaan dari kakak kelasnya itu khan…?” Tambahnya dengan nada khawatir.
“Iya Maa… Emang kenapa…?”Sahut Ciello
“Mama khawatir aja….”
“Hmmm… Selama kamu bisa menjaga diri… Pasti semua bakal baik-baik saja… Bukan begitu Sayang…” Sahut Mike yang tetap mencoba berkomunikasi dengan istrinya.

“Mendingan kamu nggak usah berangkat deh Sayang….” Cuek Citra tanpa menghiraukan kalimat suaminya, “Mama nggak mau kamu kenapa-napa….”
“Ahhh…. Mama… Jaman sekarang khan kalo ospek nggak nyeremin seperti dulu….”
“Ya pokoknya Mama nggak setuju aja kamu ikutan pengkaderan kesana…”
“Yaah.. Mama… Kalo misal Ciello nggak ikutan berangkat kesana. Ciello bakalan dimusuhin ama teman satu angkatan Maaa…” Ucap Ciello berusaha memberik analasan
“Ya mending dimusuhin dari pada kamu celak adisana…” Jawab Citra bersikeras.
“Aaaahh.. Ciello nggak bakalan kenapa-napaMaa… ”
“Iya Sayang… Kamu tenang aja… Ntar aku minta orang dari kantor buat ngejagain Ciello disana… Jadi kalo ada apa-apa ntar bisa langsung diatasi…” Ucap Mike berusaha memberikan solusi sembari mencoba meraih tangan istrinya. Namun belum juga tangan Mike berhasil menggapai tangan Citra, ibu dua anak itu buru-buru menghindar. Membuat suasana kembali kikuk.

“Kamu kenal dengan si Kardi khan….?”
“Mang Kardi yang sering bawain pisang kerumah…? Kenal Paaa….”
“Yaudah ntar Papa suruh dia ngejagain kamu disana…”
“Aseeeekkk…. Kalo begitu… Berarti boleh ya Maa… Ciello berangkat ke Gunung Semprot buat ikutan pengkaderan…?” Tanya Ciello penuh antusias.

Tak menjawab, Citra hanya menganggukkan kepalanya.

“Beneran Maa…? Waaahhh.. Makasihya Mama Sayang…” Girang Ciello sambi lmemeluk tubuh Citra dari samping
“Hhhhhh… Aduh-aduuh… Tetek Mama Sakit Sayang kalo kamu peluk seperti ini…” Rintih Citra sambil meringis kesakitan karena payudaranya terjepit tangan putranya.
“Eehh… Iyaya Maa…? Maaf… Hehehe…” Celetuk Ciello pura-pura tak tahu tanpa mengalihkan pelukan tangannya dari payudara Citra.
“Lagian… Mama heran deh… Apa coba enaknya pengkaderan…? Sampe-sampe anak Mama yang paling cakep ini pengen banget kesana…?” Tanya Citra yang tak menghiraukan lengan Ciello masih bertengger didepan payudaranya.
“Yaenaklah Maaa… Disana bisaa…. Hmmmm… Enaklah pokoknya….” Jawab Ciello tanpa bisa menjawab detail pertanyaan ibunya.
“Kalo ama Mama enak mana Sayang…? Sampe mau-maunya ninggalin Mama…?”
“Ya enak bareng Mamalaahh…” Jawab Ciello sambil tersenyum penuh arti kearah gundukan payudara tanpa beha milik Citra yang masih tergencet oleh tangannya.
“Beneran enak Mama…?” tanya Citra memastikan, “Kalo enakan Mama… Kok Mama ditinggalin sih…?”
“Ya kalo Mama mau ikut juga boleh kok… Biar kita bisa enak-enakan disana…” Jawab Ciello yang kemudian memeluk Citra sambil menggoyang-goyangkan tubuh ibunya.

“Iiihhss… Ogah… Itumah maunya kamu Sayang….” Cuek Citra yang walau puting payudaranya mulai tercetak jelas di daster tipisnya, ia tetap diam saja. Membiarkan tangan putranya bertengger dan menggesek-gesek puting payudaranya.
“Hehehehe…. Janji deh Maa… Ciello pergi cuman sebentar aja… Cuman tiga hari aja kok…” Jelas Ciello yang tanpa risih terus menggoyangkan pelukannya ketubuh Citra, “Setelah itu selesai… Ciello bakalan ada dideket Mama terus…”
“Bener yaa…? Janji…?”
“Iya Mamakuuu Saaayyaaannnggg… Ciello janjiii…. Cuuuppp….” Peluk Ciello erat-erat sambil ujung-ujungnya, mengecup pipi mulus Citra.

“EEEEHHHEEMMMM…….” Suara dehem Mike terdengar kencang, membuat ibu-anak yang sedang berpelukan itu sedikit kaget,”Mesra sekalisih kalian…? Kaya pasangan mudayang lagi kasmaran….” Sindir Mike sambil mengunyah makan malamnya.
“Ehhh… Hehehe….” Jawab Ciello cengar-cengir sambil buru-buru Ciello melepas pelukantangannya dari tubuh ibunya. Setelah itu ia kembali duduk dan menyantap makan malamnya.

“Clara… Kok tumben… Dari tadi kamu diem aja…?” Tanya Mike keputri cantiknya yang duduk disampingnya. “Kamu kenapa…? Kok kelihatannya nggak semangat gitu Sayang…?”
“Eee… Ehh.. Enggak kenapa-napa kok Paa…” Jawab Clara pelan, “Clara cuman agak kecapekan aja…”
“Kecapekan….? Emang tadi disekolah kamu habis ngapain…?”

“Clara tadi habis ditelanjangin Paa…” Celetuk Ciello memotong pertanyaan Mike, “Dia habis dibugilin ama kakak kelasnya….”
“Iiiiihhhssss.. Apaan sih Kaaakk….” Jawab Clara malu-malu
“Haaahh…? Ditelanjangin….? Maksudnya gimana tuh Sayang…?” Kaget Mike dengan wajah penuh penasaran, “Kamu dibully kakak kelasmu….? Waaaahhh…. Nggak bisa dibiarin tuh…..”

“Iya Paaa… Clara tadi dibully habis-habisan…Ciello aja yang ngedengerin cerita Clara tadi juga jadi gemes ama kakak kelasnya Clara…. Pengen Ciello bejek-bejek rasanya itu mukanya karena udah mempermaluin adik kesayangan Ciello…”
“Ehh… Nggak Paaa…. Clara nggak dibullu kok… Kakak ngaco Paa… ” Jawab Clara berusaha menjelaskan, ” Tadi nggak ada apa-apa kok ama Clara… Itu cuman kesalah pahaman….”
“Salah paham kok sampe ngebugilin tubuh kamu sih Sayang…?” Khawatir Mike sambil mengamati tubuh putrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, “Kalo kamu ada masalah… Kasih tau Papa ama Mama ya Sayang…. Jangan diem aja… Ya khan Maa…?” Sambung Mike lagi sambil melirik kearah istrinya. Namun tetap saja, mata Citra menghindar dari lirikan suaminya.
“Enggak Paaa… Clara nggak apa-apa kok…” Jawab Clara yakin.
“Beneran nggak apa-apa…?”
“Iya Paaa… Clara bisa kok ngatasi masalah semua masalah Clara…” Ucap Clara mencoba menenangkan emosi ayah kandungnya.

“Ada yang mau pudding….?” Potong Citra pelan sembari membawa piring kotor miliknya kedapur.
“Ciello mau Maaa….” Jawab Ciello spontan
“Kamu juga mau Sayang…?” Tanya Citra kepada Clara
“I… Iya Maaa…” Jawab Clara gugup melihat tatapan tajam ibunya.
“Aku nggak ditanyain niiihh….?” Tanya Mike basa-basi yang dijawab dengan kibasan rambut Citra

“Hahaha… Sepertinya ada yang sedang ngambek nih….” Tawa Mike garing sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal.
“Papa ama Mama lagi berantem ya….?” Celetuk Ciello ingin tahu
“Hahaha… Papa juga nggak ngerti….” Sahut Mike, “Eh… Ciello…. Tolong dong kamu ambilin beberapa bungkusan dimobil Papa….”
“Oke…” Jawab Ciello singkat sambil kabur kearah garasi.

Tak lama kemudian, Ciello sudah datang dengan tangan penuh kantong belanjaan. Disusul oleh Citra yang membawa nampan berisikan pudding beserta fla-nya.
“Banyak banget Paa belanjaannya…?” Tanya Ciello sambil meletakkan kantung belanjaan disamping meja makan.
“Coba kamu keluarin semua….” Pinta Mike sembari menyendok potongan pudding dari nampan saji yang ada didepannya, “Yang box biru besar itu buat kamu… Yang box pink ama ungu buat Clara…. Dan selebihnya buat istriku tersayang…”
“Wooooww… Makasih Paaa…” Jawab Ciello girang begitu tahu apa yang ada didalam box besar miliknya adalah sebuah drone.
“Kamu suka Ciello…?”
“Suka banget Paa…. Makasih makasih….”
“Clara…? Kamu suka barang yang Papa beliin…?”
“Hmmm… Suka banget Paaa…” Jawab Clara pelan sambil mengutak-atik tablet baru miliknya, ” Makasih banyak yaaa Paaa…CUP…” Kecup putri semata wayang Mike itu ke pipi Mike.

“Sayang…. Kok kamu nggak buka hadiah kamu….?” Heran Mike yang melihat Citra sama sekali tak bergeming dengan amplop dan kotak-kotak kecil yang ada didepannya. Ia hanya sibuk dengan pudding yang ada didepannya.

“Hehehe… Istriku marah banget ini sepertinya….” Ucap Mike sambil buru-buru menggeser kursi duduknya keseberang meja. Mendekat ke posisi istrinya.

“Ini kado buat kamu Sayangnya akuuuh…. Jalan-jalan dua minggu ke JEPANG buat kita berdua…” Ucap Mike menyerahkan dua lebar tiket kehadapan Citra.
“Wuiiihhh…. Papaaaa… Bikin iri aja sih…?” Ucap Clara pelan.
“Hehehe… Iya Sayang… Makanya pengen memanjakan istri cantik Papa yang sedang cemberut ini… ” Ucap Mike sembari mencoba lagi menggenggam tangan Citra. Namun lagi-lagi, Citra buru-buru menghindarkan tangannya dari sapuan tangan suaminya.
“Waaahh… Sepertinya hadiah buat Mama masih kurang nih… ” Goda Mike mencoba memeluk tubuh istrinya.
“Iiihhh… Apaan sih Maaass…” Erang Citra berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.
“Hehehe…. Kalo jalan-jalan ternyata masih kurang…. Nih… kado yang paling special buat kamu sayang…Cincin berlian Swarovski…. Cocok sekali untuk menghiasi jari cantikmu ini…”
“Waaahh… Papa romantis benget deh….” celetuk Clara sambil malu-malu melirik kearah ibunya.

“Iya doong… Buat istri tersayang Papa yang paling cantik, seksi dan nyebelin ini mah emang harus selalu romantis…. ” Puji Mike yang kemudian mengamit tangan Citra dan menyelipkan logam mulia itu ke jari tangannya.

Sejenak, Citra enggan menyerahkan tangannya kepada Mike. namun karena godaan Mike, Citra pun akhirnya luluh.

“Jemari mama kamu ini lentik banget ya….? jadi cocok kalo dikasih cincin seperti ini… makin seperti bidadari…” Gombal Mike yang sedikit banyak mulai membuat senyum Citra mengembang lebar, “Terima kasih ya sayang, udah mendampingiku selama ini… Dan… Terima kasih juga udah mengurusku, dan anak-anakku….” Tambah Mike sambil kembali memeluk tubuh Citra erat-erat. Membuat payudara besar tanpa beha itu pun kembali tergencet oleh tangan suaminya. Persis seperti apa yang dilakukan Ciello sebelumnya.
“Addduuuuuhhh…. Iyeeee Iyeeee Maasss…….Uuuuhhhh….. Sesek banget Mass….”

“Dan satu lagi… Maafin aku kalo aku sering membuat kamu sebel, kesel dan marah….” Sambung Mike sembari mengecup pipi Citra.
“Haahh… Maaf…? Ga segampang itu Mas….”
“Iyadeeehh… “Jawab Mike pasrah, “Pokoknya demi mendapatkan senyum manis darimu… Aku rela kok melakukan apa aja…” ucap Mike sambil kembali memeluk tubuh Citra erat-erat

“Hhhggg….. Aduuuuhhh…. Lepasiiinn Maass…. Sakit semua badan aku inihh…. Hhhggg….” Erang Citra sambil terus menggeliatkan tubuhnya, berusaha melepaskan diri.
“Senyum dulu makanya…. ” Pinta Mike sambil terus mempererat pelukannya.
“Aduuuuhhhh…. Sakiitttt….Heeggggghhh…..”
“Senyum dulu…..”
“Hhhgggg… Iya iyaaa…. Niiihhh….” Gerutu Citra sambil menyunggingkan bibirnya.

“Hehehe… Naaah… Gitu doong… Khan kalo senyum gitu jadi keliatan cantik….” Ucap Mike yang segera melepas pelukan tangannya.
“Hhhhh…. Bapak ama anak ternyata sama aja…. Sukanya nyiksa…. ” Gerutu Citra sambil memijat-mijat lengannya, “Emang badan aku tuh guling ya…? Dipeluk-peluk mulu…. Khan sakit….”

“Hehehe… Iya Sayang… Bagiku… Badan kamu tuh guling yang seksi Sayang… Yang ngebikin lelaki manapun pengen memeluk badanmu ini… Ya nggak Ciello….?” Tanya Mike pada Ciello yang sedari tadi terlihat mupeng karena melihat kemesraan orangtuanya.
“Ehhh… Iya Paaa… Badan Mama emang paling enak kalo dipeluk-peluk….” Jawab Ciello polos.
“Bener banget tuh… Apalagi tetek Mama ini… Paling enak kalo dipeluk-peluk….” Pancing Mike
“Iya Paaa… Hmmm… Udah ukuran teteknya besar…. Hhmmm… Enak juga kalo diremes-remes… Eeempuk….” Jawab Ciello keceplosan, “Eehh… Maksudnya… Seksi…”
“Hahahaha….” Tawa Mike lantang melihat Ciello yang salah tingkah karena melihat kelakuan jahilnya terhadap Citra. “Waaahh… Anak Papa udah tahu nih ama yang empuk-empuk…. Hahaha….”
“Hehehe… Khan Ciello cowok normal Paa…”

Merasa pancingannya mulai berhasil, Mike pun melangkah semakin jauh lagi. Dengan sengaja, Mike meremas kedua payudara Citra secara terang-terangan didepan kedua anaknya. Mempermainkan kedua aset besar milik istrinya itu tanpa rasa malu sedikitpun.

“Emang…. Kamu suka banget ya ama tetek besar Mama ini…?” Goda Mike lagi yang tanpa malu, menimang-nimang kedua payudara Citra secara bergantian.
“Ya suka bangetlah Paaa…. ” Jawab Ciello dengan mata tak berkedip sedikitpun
“Iiissshh… Apaan sih maass…” Tepis Citra ke tangan jahil Mike, “Ada anak-anak aahh….”
“Hehehe… Nggak apa-apa kali Sayang… Toh dulu mereka juga sering maenin ini tetek….” Balas Mike sambil memilin puting payudara Citra yang mulai mengeras.
“Iya… Tapi khan itu dulu… Ketika mereka masih bayi…”
“Laaah… Trus apa bedanya Dek…?”
“Ya khan… Ooohhh… Mereka sekarang udah pada besar-besar Mass…. Iiihhhss… ” Protes Citra terus-terusan menepis tangan jahil Mike.
“Emang kalo mereka udah besar kenapa Dek…?” Balas Mike terus memancing birahi istrinya dengan tak menghentikan usahanya meremas serta memilin payudara dan puting Citra, “Toh mereka sekarang juga masih anak-anak kita Sayang…. Hehehe….”
“Iiihhhsss… Maasss… Ya maluuu laaahh… Ooohhh……” Lenguh Citra yang mulai terhanyut dalam permainan mesum Mike.

“Hehehe… Liat deh Dek… Muka Ciello MUPENG gitu ngeliat tetek kamu… ” Goda Mike sambil terus mempermainkan payudara Citra didepan kedua anaknya.
“Eehhh… Nnnngg… Kenapa Paa…?” Tanya Ciello begitu sadar jika ia sedang diperbincangkan oleh kedua orangtuanya.
“Hehehe…. Kamu horny ya Nak…?” Sahut Mike.
“Eeh… Ennnggg… Enggak Paaa…”
“Kalo enggak… Kenapa itu air liur kamu netes-netes keluar gitu…? Hahahaha….”
“Iiihhsss Udah ah Mass.. Udah…” Ronta Citra berusaha membebaskan diri dari kejahilan suaminya.

“Hehehe… Kalo horny juga nggak kenapa-napa kok Nak…” Sahut Mike makin iseng, “Atau kalo kamu pengen…. Kamu boleh kok ikutan ngeremes tetek Mama… Nih… Remes aja…”
“Be..Beneran Paaa…?” Tanya Ciello dengan wajah super mupeng. Tak menyangka jika ayah kandungnya bakal menawarkan payudara istrinya kepadanya, “Be… Beneran Ciello boleh ngeremes-remes tetek Mama…?”

“Iya Nak… Beneran… Nih kalo kamu mau….” Sahut Mike yang tanpa ijin kepada Citra, langsung menurunkan tali tanktopnya kebawah. Memamerkan satu bulatan besar payudaranya kepada Ciello.

GLEK…
Kaget Ciello yang sama sekali tak menyangka jika ayah kandungnya bakal seliar itu. Memamerkan aurat istrinya kepada anak kandungnya.

“ASTAGA…. PAA…. Besar sekali…” Racau Cielo yang walau sudah cukup sering melihat keseksian payudara ibunya, tetap saja terpana setiap kali melihatnya. Terlebih, Ciello melihat dengan mata kepalanya sediri, dan dengan sepengetahuan ayahnya.

“Heeehh… Maaasss… Apa-apaan sih…?” Bentak Citra emosi, “Jangan kurang ajar Mass… Adek nggak suka dimain-mainin seperti ini yaaa…”
“Mas nggak maen-maen kok Sayang… HAP….” Jawab Mike yang tiba-tiba mencaplok satu payudara istrinya itu bulat-bulat.
“Ooohhh… Maaassss…..” Lenguh Citra yang mendadak tak berkutik karena mendapat hisapan pada puting payudaranya, “Udah Maaas… Udaaahh…. Ooohh…”
“Sluuurrrppp… Sluuurrpp.. Cupp.. Puuaaahhh….Hehehe… Pentilmu bener-bener keras Dek… Kamu juga mulai horny ya…? Sluurpp… Cup Cup.. Sluuppp….”
“Iiihhhsss… Apaan sih Maasss… Udah aaah Udaaaaahhh….”

“Hehehe… Semakin kamu marah… Kamu semakin cantik Sayang….” Gombal Mike yang terus menyeruput puting payudara Citra didepan kedua anaknya, “Sumpah… Kamu bikin aku horny Sayang… Eeeerrgghhh…. Huuppp… ” Erang Mike yang tiba-tiba membopong tubuh istrinya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Namun karena rontaan Citra cukup kuat, Mike tak mampu mengangkat tubuh istrinya.

“Loohh… Eh…? Mas… Kamu mau apa Mas…..?” Erang Citra sembari terus berusaha membebaskan diri dari sergapan suaminya.
“Mau ajak kamu keatas Sayang…. Huuuppp…” Jawab Mike yang lagi-lagi berusaha membopong Citra.
“Loohh…? Kok malah ke kamar…?” Heran Citra, “Emangnya Mas mau ngapain…?”
“Hehehehe… Mas maauuuuuu…. Hehehe…. HUUUPPP… ” Tanpa meneruskan kalimatnya, Mike mengerahkan seluruh tenaganya, hingga akhirnya ia berhasil membopong tubuh seksi Citra.

“Waah wah waaahhh… Sepertinya sebentar lagi bakalan ada suara-suara seru nih… ” Celetuk Ciello menyindir kedua orangtuanya.
“Hush… Apaan sih kamu Sayang… ” Malu Citra

“Hehehe… Kalo gitu… Ayo dek… Mendingan kita kekamar aja yuk…. Kakak nggak mau keberadaan kita ngeganggu privasi Papa ama Mama…” Ajak Ciello menggandeng tangan adik kandungnya pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
“Ehh.. I.. Iya Kak…” Jawab Clara mengikuti tarikan tangan Ciello.

Sembari jalan, Clara menyempatkan diri untuk melihat kearah tonjolan penis Mike yang mengacung besar di depan celana kolornya.

“Ooohhh… Sebentar lagi kontol Papa bakal mengaduk-aduk memek Mama….” Ucap Clara dalam hati yang entah kenapa, tiba-tiba merasa sebuah kecemburuan yang amat sangat kepada ibunya.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*