Home » Cerita Seks Mama Anak » My Son My Husband 8

My Son My Husband 8

Pov : Nisa

Ingatan tentang pemerkosaan yang adit lakukan terhadap ku, masih saja teringat jelas di otak ku. Seperti video rekaman yang diputar – putar terus menerus, setiap kali aku mengigatnya aku selalu saja menangis, aku takut adi mengetahuinya dan akan pergi meninggalkan diri ku yang sudah di jamah oleh orang lain, belum lagi jika bunda dan ayah tau kira – kira bagaimana reaksi dan tanggapan mereka.

Ya tuhan kenapa ini harus terjadi pada ku.

Saat ini aku sedang berada dikamar ku, dengan pintu yang tertutup rapat dan kamar yang gelap, dengan sebuah guling yang ku peluk erat dan ku miringkan posisi tidur ku. harapan ku telah dihancurkan oleh seorang pria yang tadinya ku anggap teman baik ku.

Karna dia tiap aku mengigatnya membuat ku menangis dan menyesalinya, aku menyesal karna sempat menikmatinya dan sangat – sangat menyesal karna terlalu gampang percaya dengan seseorang.

Dan akhirnya tubuh ku sudah kotor tubuh ku sudah dijelajahi oleh seseorang yang bukan ku harapkan, dan yang membuat ku sangat takut adalah bagaimana aku bisa menjelaskan semuanya terhadap pria yang selalu mengisi seluruh hati ku, aku nggak mau pisah dengannya.

Aku begitu merindukan kecupannya di kening ku, adi selalu memberikan kecupan di kening ku ketika aku sedang ngambek atau mood ku yang tiba – tiba saja rusak, dan juga ketika ia sedang berada dikamar ku ia selalu memeluk ku dari belakang memberi ku kenyaman dan juga sangat tenang ketika berada di pelukannya. Dan sekarang masih bisakah aku mendapatkan moment seperti itu lagi? Dengan keadaan ku yang sekarang sudah di nodai oleh seorang bajingan.

Tuhan apakah aku tidak bisa mendapatkan kebahagian.

“Tok…tokk….tokk…tokk”

Ketika aku sedang memikirkan masalah yang sedang ku alami saat ini, tiba – tiba saja aku mendengar suara ketukan pintu dari balik pintu kamar ku. Kira – kira siapa yang mengetuk pintu kamar ku? Atau kah bunda? Tidak mungkin pasti bunda dan ayah sudah pergi.

“Tok…tokk..tokk..tokk”

Ku hiraukan ketukan pintu pada kamar ku, saat ini aku hanya ingin sendiri tidak ingin menemui siapapun, kecuali jika itu adi yang mengetuk kamar ku maka akan ku terima kedatangannya, tapi apa mungkin adi datang kesini, sepertinya itu tidak mungkin hubungan ku dan dia kan sedang merenggang.

“Ceklek – ceklek” suara kunci pintu yang dibuka.

Kleeekk…

Sedikit demi sedikit kamar ku mulai diterangi dengan cahaya dari luar kamar ku, hingga akhirnya pintu kamar ku terbuka lebar.

“Ya ampu nisa kok kamar lu gelapa amat si” ujar seorang wanita

Ternyata benar itu bukan adi, aku terlalu berharap akan kedatangannya, ternyata yang datang adalah gita.

Klik..

Dan seketika kamar ku langsung terang, karna gita yang memencet saklar lampu kamar ku.

“Aduh gita ada apa si? Kok lu malah datang kerumah gue, dan lagi kan kamar gue tadi gue kunci” jawab ku dengan malas

“Ada juga gue yang tanya, lu kenapa nis? Kok jadi murung begitu sih, bi surti punya kunci serep kamar lu jadi gue pinta”

Gita langsung menghampiri ku dan duduk di atas kasur ku.

Tidak ku jawab pertanyaannya itu, aku benar – benar sedang ingin sendiri dan tidak ingin diganggu, tapi gita udah terlanjur kesini nggak mungkin juga aku usir.

“Nisa, kok diem aja si, lu masih mikiran kelakuan bejad si bajingan itu yah (adit)?” Tanya gita.

Satu – satunya orang yang mengetahui kejadian itu hanya gita seorang saja, aku belum berani untuk menceritakan kepada yang lain.

Sehabis adit puas menyetubuhi ku hingga ia menumpahkan spermanya di vagina ku, ia langsung terkulas lemas dan tiduran di samping ku, ia tertawa dengan sangat kencang seolah – olah mengekspresikan dirinya yang telah berhasil melakukan niat jahatnya pada ku. Sedangkan aku hanya bisa terkulai lemas tak berdaya dan akhirnya sedikit demi sedikit rasa kesadaran ku mulai kembali dan kembali teringat bahwa adit telah membuang spermanya di vagina ku, seketika itu aku tidak bisa lagi menahan rasa sedih ku hingga akhirnya akupun menangis.

Karna tak tahan akan suara tangis ku adit mengantarkan ku pulang, celana dalam ku tak ku pakai karna berhasil diambil paksa olehnya, dan ketika sampai rumah ku, aku yang sangat lemas dan menahan rasa sakit pada vagina ku tak sanggup untuk berjalan, hingga adit mencoba merangkul ku sambil berjalan. Sempat berpas – pasan dengan bi surti dan menanyakan keadaan ku yang sangat tampak kusut, dan adit dengan sejuta alasannya ia berhasil mengelabuhi bi surti, aku yang sudah tak berdaya hanya bisa pasrah hingga aku dibawa ke kamar dan tertidur.

Ketika ku bangun dari tidur ku ternyata sudah ada gita di dalam kamar ku, lalu ke ceritakan semua yang terjadi pada diri ku, awalnya gita sangat marah dan akan membuat perhitungan pada adit, tapi aku menahannya karna takut banyak yang mengetahuinya dan gita pun mau menurutinya, hingga akhirnya aku dan gita saling berpelukan dengan sama – sama menangis.

“Gita, gue kotor git,,,hiks,,gue kotor,,,hiks badan gue udah di jamah dan vagina gue udah di isi oleh sperma milik orang yang nggak sama sekali gue harapkan,,,,hiks” jawab ku

“Dan gue takutt,,,,hiks kalau adi sampe tau git,,,huuuuu,,,huuu,,,gue nggak mau pisah git,,,hikss gue nggak mau”

Gita langsung memeluk diri ku dan mengelus – elus punggung ku , mencoba memberikan ku ke tenangan.

“Udah nisa udah, kita cari jalan keluarnya yah, jika lu udah benar – benar siap buat ketemu adi, kita bicarakan dengannya pelan – pelan” ujar gita

Aku masih dipeluk oleh gita dengan air mata yang terus keluar dari mata ku, tapi dengan sabar gita terus mencoba menenangkan ku, dan meyakinkan ku pasti masih bisa di lalui.

“Udah ya nisa jangan nangis mulu ah, gimana kalau kita keluar aja sekalian refreshing, mau kan?” Tanya gita

“Nggak deh git, gue pengen…

“Hoeek…hoeekk”

Tiba – tiba saja rasa mual ku kembali muncul, ku tutupi mulut ku dengan tangan kanan ku, dan langsung bergegas berlari ke kamar mandi yang berada di kamar ku.

“Hooeekk…hoooeekk”

Aku berdiri di depan wastafel kamar mandi ku, aku masih merasakan mual dan muntah – muntah, sebenarnya aku ini kenapa, bawaannya mual dan muntah – muntah terus, apakah aku sakit? Tapi aku merasa sehat dan masih bisa buat melakukan aktifitas ku.

“Nis, lu kenapa? Lu sakit yah?” Tanya gita yang berdiri di dekat ku

“Nggak tau nih git, akhir – akhir ini gue suka mual – mual git” jawab ku

“Hhmmm….sudah sejak kapan nis?” Tanya gita dengan penuh selidik

Kalau dipikir – pikir lagi aku merasa mual dan muntah – muntah beberapa hari yang lalu setelah kejadian pemerkosaan itu.

Apakah aku hamil yah?

Tidak! Itu nggak mungkin, nggak mungkin aku hamil, ini pasti hanya gejala biasa saja, hanya itu tidak lebih.

“Nisa, ih dia malah diem aja jawab dong, sejak kapan lu jadi mual – mual gitu? Atau jangan – jangan lu hamil yah?” Tanya gita dengan penuh selidik

Dan entah kenapa ketika gita berucap bahwa aku hamil, aku menjadi sewot dengannya.

“Apaan sih lu! Jangan sok tau deh, pulang gih sana!” Bentak ku

“Ya ampun nis kok lu jadi sewotan gitu sih, kan gue cuma nanya aja nis” jawab gita, ia merasa kaget karna bentakan ku tadi.

“Ya lagian gue tuh nggak mungkin hamil sama si brengsek itu git, jadi jangan berpikiran yang aneh – aneh deh” ujar ku

“Ya maaf deh nis, abis gue ngerasa ada yang janggal aja sama diri lu nis”

“Janggal bagaimana maksut lu git?” Tanya ku

“Ya tiba – tiba aja lu jadi mual – mual gitu kan aneh tau” jawab gita

Iya juga si ini sangat aneh sekali , secara tiba – tiba saja aku jadi suka mual – mual, benar apa kata gita ini sangat janggal sekali.

“Bagaimana kalau kita tes aja nis, yuk gue anterin ke apotik biar semuanya jelas nis”

“Tapi git…nggghh..ck…aduh…tapi…

“Udah deh ayo ah kita coba aja, dari pada jadi banyak timbul pertanyaan” ujar gita yang langsung memotong ucapan ku dan segera ia tarik tangan ku dan keluar dari kamar mandi.

Dengan sangat semangat gita menarik tangan ku dan tak membiarkan aku untuk rapi – rapi dulu, alhasil aku hanya bisa meraih sweater kuning ku yang adi berikan dan masih menggunakan celana hot pants, gita terus menarik tangan ku hingga akhirnya kita keluar dari kamar lalu bergegas menuju garasi mobil ku.

Dan kini aku dan gita sudah berada dalam mobil, mobil masih dalam keadaan mati belum aku nyalakan sama sekali.

“Ayo nis kok malah diem aja si, ayo jalan” ujar gita

“Git udah lah nggak usah, gue mual – mual pasti karna gejala biasa aja nis, udah yuk ah keluar aja” jawab ku

Dan gita langsung mencengkram tangan kiri dengan sangat keras.

“Nisa udah ayo deh ah, nggak usah banyak omong lagi lebih baik kita cepet – cepet jalan, gue yakin juga lu pasti bertanya – tanya kan dalam benak lu” ujar gita

Memang benar apa kata gita aku juga masih bertanya – tanya dalam benak ku, apa benar aku hamil? Jika memang benar, hancur sudah semua impian ku, dan aku sudah membuat malu keluarga ku sendiri, dan terutama membuat adi kecewa.

Tanpa menjawab ucapan gita langsung ku nyalakan mobil ku, dan dibukannya pagar oleh security rumah ku, langsung saja ku tancap gas mobil ku dan menuju ke apotik terdekat.

Selama diperjalan aku dan gita lebih banyak diam, kami sibuk dengan pikiran masing – masing, hingga akhirnya kami pun sampai di apotik.

“Nis lu tunggu di mobil aja yah, biar gua yang beli, oke” ujar gita

Ku anggukan kepala ku sebagai tanda jawaban, dan gita pun langsung keluar dari mobil ku, dan berjalan menuju apotik.

Aku termenung di dalam mobil, bagaimana jika aku benaran hamil? Apakah ayah dan bunda akan mengusir ku dari rumah? Ayah bunda maafin nisa yang sudah mempermalukan kalian.

Aku masih duduk di dalam mobil dengan sejuta pikiran di dalam kepala ku, hingga aku tak menyadari bahwa gita sudah kembali masuk dalam mobil ku.

“Ayo nis jalan, kok malah ngelamun aja si ayo cepet” ujar gita yang mengagetkan ku.

“Eh…i-iya git, ayo kita jalan” jawab ku dan langsung menyalakan kembali mobil ku.

Hingga pulangpun kami masih saja berdiam dan tak ada satu katapun yang keluar, dan kini sampailah di depan rumah ku langsung ku bunyilan klakson mobil ku agar pintu dibukakan.

“Tin…tin” bunyi suara klakson mobil

Pintu pagarpun di buka, langsung ku masukan kembali mobil ku ke dalam, dan dengan buru – buru aku dan gita langsung keluar mobil dan bergegas masuk ke dalam kamar ku.

Setibanya di kamar ku, ku tutup pintu kamar ku takut nanti bi surti masuk dan mengetahui segalanya, tak lupa ku lepas sweater ku.

“Yaudah ayo nis kita coba, biar bisa tau hasilnya” ujar gita yang langsung menyerahkan alat tes kehamilan.

Jujur saja aku takut akan hasilnya, bagaimana jika hasilnya positif, apa yang harus ku perbuat, dengan jantung yang berdebar – debar ku ambil alat yang gita kasih kepada ku.

Lalu menuju ke kamar mandi dan segera duduk di wc, tak lupa ku siapkan wadah seperti gelas dan ku posisikan tepat pada vagina ku hingga aku mengeluarkan urin ku sendiri.

“Oke nis sekarang lu celupkan alatnya ke dalam wadah yang berisi urin lu sendiri” ujar gita

“Git…g-gue…ngghh..gue takut git, gue takut”

“Nisa lu nggak usah takut, kita kan hanya mau memastikan saja, udah ayo masukin alatnya” ujar gita

Dengan perasaan yang tak menentu ku coba masukan alat yang ku beli tadi.

“Oke nis, sekarang kita tunggu hasilnya yah semoga hasilnya baik” ujar gita

Gita berada disamping ku dan memeluk ku dari samping, selang beberapa menit terlewat.

Ku ambil tes kehamilan yang di wadah ku siapkan tadi dan ku lihat hasilnya bersama gita.

Deg!

Positif…

Bagaikan disambar petir di siang hari, aku sangat – sangat terkejut akan hasilnya, gita langsung mengencangkan pelulannya pada ku.

Ini nggak mungkin, ini nggak mungkin aku nggak mungkin hamil , alat ini salah. Ini nggak benar

“Gita! Ini nggak benar gita ini nggak benar! Ini pasti salah,,,hiks ini pasti salah git hikss!” Jawab ku dengan sangat kaget

Ku lempar alat itu dan seketika itu aku menangis dalam pelukan gita.

“Nisa sabar nis sabar,,,hikss semua sudah terjadi nis hikss” jawab gita yang ikut menangis

Bunda, ayah, maafin nisa, nisa hancur bun nisa hancur, dan seketika itu pandangan ku mulai remang – remang hingga akhirnya semuanya menjadi gelap.

———————

Pov : Adi

Makan bersama mama memang sangat mengasikan, bagaimana tidak mengasikan mama terus – terusan minta di suapin ia terlihat bukan seperti ibu lagi, malahan seperti anak – anak muda yang bermanja – manja pada pasangannya.

Saat ini aku dan mama akan pergi bersama, mama ke kantornya sedangkan aku akan kuliah hari ini, mama ke kantor karna ia sudah terlalu lama dirumah meskipun sudah ada yang menanganinya disana, tapi kehadirannya juga sangat dibutuhkan.

“Sayang, ntar kamu pulang temuin mama di kantor yah, kita makan siang sama – sama aja , mau kan? Tanya mama

“Iya mah adi mau kok, nanti adi kesana deh abis pulang kuliah” jawab ku

“Oke deh mama tunggu, oh iya ini ponsel kamu mama gantikan, biar mama nggak ribet hubungin kamu” ujarnya

Hahaha akhirnya di beliin juga, kalau begini kan nggak perlu repot – repot keluar duit sendiri.

“Wah, akhirnya di beliin makasih yah. Mah hehehe, tapi ntar kira – kira dibanting lagi nggak mah? Tanya ku

Percumakan kalau ujung – ujungnya di banting lagi, yang ada jadi pemborosan.

“Hihihi…tergantung si sayang” jawab mama

“Heh? Tergantung bagimana maksut mama?” Tanya ku

“Iya tergantung sayang, kalau misalkan nisa telpon lagi yah mama hancurin lagi..hihihi” jawabnya sambil menoleh ke arah ku

Wah gila bahaya juga yah, bagaimana kalau aku mau menghubungi nisa, dan sekarang bagaimana yah nisa kabarnya? Kangen juga nih kaga liat manjaannya.

“Waduh mah jangan dong, kasian dia mah dia tuh dirumah pasti kesepian mah” ujar ku

“Sama mama juga kesepian dulu, dan lagi kan dia pasti ada orang tuanya yang nemenin sayang”

“Mama nggak tau si, bunda dan ayahnya itu jarang ada waktu buat nisa mah, yang ada dikepalanya cuma kerja, kerja dan kerja. Makanya bundanya berharap banget aku sering – sering kesana” ujar ku menjelaskannya

Iya benar pasti nisa sekarang sangat kesepian, walaupun ada bi surti disana, aduh jadi kasian nih.

“Emangnya anak mama baby sister apa suruh jagain dan nemenin anak orang, udah ah ayo cepet suapin mama lagi” jawab mama

Ku arahkan sendok yang penuh makanan ke arah mulut mama, mama makin hari makin manja pada ku, bahkan tak mau jauh – jauh dari ku, dan yang lebih parahnya lagi sekarang aku sudah tidak tidur dikamar ku sendiri, malahan sekarang kamar ku berada di kamar mama dan tidur seranjang dengannya.

Sebetulnya si enak tidur seranjang dengan mama, tiap malam mama ku buat lemas tak berdaya karna harus melayani ku seperti papa dulu, bahkan sekarang mama tak ragu – ragu lagi untuk memakai pakaian yang sangat sexy ketika ingin bercinta, aku yang melihat kesexyan tubuhnya pasti tak kuasa untuk menolaknya, papa benar – benar sangat beruntung punya istri seperti mama yang selalu siap melayani segala semuanya.

“Mah nanti sebelum kita makan siang, aku kerumah nisa dulu yah sebentar, aku kasian mah kalau dia beneran kesepian dan lagi…aku juga kangen” ucap ku dengan pelan ketika mengatakan kangen.

“Nggak! Kamu harus langsung temenin mama makan siang dan nggak boleh kemana – mana, dan lagi kamu tadi bilang kamu kangen? Sebetulnya apa sih yang kamu kangenin dari dia? Tanya mama

Aduh mau ngomong jujur ntar si mama malah jadi marah – marah, terus kalau udah marah pasti nggak mau deh ngasih yang enak – enak lagi pada ku, bagaimana ini.

“Iya deh iya ntar adi langsung ketempat mama aja deh, adi janji nggak kemana – mana kok” jawab ku tanpa mempedulikan pertanyaannya.

Dan mama langsung menatap ku dengan tajam.

“Janji yah sayang? Awas loh kalau kamu bohong” ujar mama

“Iya anggi janji, galak banget sih lagi makan tau ini”

“Yah abis adi gitu sih, ada wanita cantik dan sexy begini masih aja nakal, ntar kalau ceweknya di culik orang lain aja baru tau rasa” jawabnya dengan memanyunkan bibirnya.

Ingin sekali bibirnya itu ku cium dan ku masukan penis ku dalam mulut mama hahaha.

“Mah main bentar yuk, adi kepengen banget nih mah” ujar ku yang langsung usap – usap pipinya itu dengan jari telunjuk ku.

“Ya ampun sayang baru aja semalem kamu bikin mama lemas, masa sekarang mau kamu bikin lemas lagi sih” jawab mama

“Yah tapi adi kepengen banget mah , tuh pegang deh udah keras kan?” Langsung ku arahkan tangannya tepat pada penis ku yang sudah keras

“Ya ampun nafsu kamu gede banget si yah, papa mu aja dulu nggak begini loh” jawab mama

“Hehehe… justru bagus mah kalau nafsu adi gede kan jadi bisa tiap hari kita mainnya, apa lagi kalau dikasih pantat mama buat adi masukin, uhh adi bisa tiap jam minta” ujar ku

“Iya kamu enak, tapi mama yang kualahan ngeladenin nafsu kamu sayang” jawab mama

“Hehehe….yaudah maen bentar yuk mah, dan adi pengen nih anal mama, boleh yah?” Pinta ku

“Mama kasih kamu anal mama, tapi kamu harus siap pisah dengan nisa yah, bagaimana?” Dengan tersenyum menggoda ia balik nanya pada ku

Aduh gawat ini, masa iya si harus tinggalin nisa dulu, tapi nisa juga udah main api di belakang ku.

“Aduh mah masa iya si harus ada persaratannya segala, yang lain aja deh saratnya” jawab ku

“Nggak, mama mau saratnya cuma itu masa iya mama nyerahin secara cuma – cuma, papa mu aja dulu minta nggak mama kasih loh sayang, dan sekarang anaknya yang minta tanpa ada timbal balik, huuuu enak aja weekk” ujarnya sambil menggoda ku

Ah sial ingin sekali ku paksa masuk penis ku ke pantatnya itu, tapi aku nggak tega jika mama merintih kesakitan, karna aku memaksanya untuk menerima penis ku.

“Yaudah deh yuk maen bentar yuk, adi pengen banget nih biarin deh lewat vagina mama juga” jawab ku

“Hihihi…tinggal bilang “iya mah adi akan putusin nisa sekarang juga” tapi susah amat yah, padahal kan enak nanti kamu bisa ngejamah tubuh mama seluruhnya sayang” ujar mama

Mama langsung bangun dari duduknya dan melepaskan rok kantornya yang mencapai lututnya itu dan tak lupa ia lepaskan celana dalamnya juga.

Aku yang melihat itu juga langsung ikutan bangun dari duduk ku, dan langsung melepaskan celana panjang beserta celana dalamnya.

“Mau main dimana sayang? Tanya mama

Saat ini aku ingin main di luar kamar, yah lebih baik dimeja makan saja lah udah lama nggak main disini.

“Disini aja sayang, ayo cepet kamu nungging sayang aku udah nggak tahan nih” ujar ku

“Langsung masukin aja yah sayang, ingat kamu harus pergi kuliah dan waktu kita nggak banyak, dan satu lagi jangan remes tetek mama ntar baju mama lecek” jawabnya

Ku hiraukan ucapannya itu langsung ku hampiri mama yang sudah menungginkan badannya, dan menumpukan kedua tangannya di atas meja.

Ku ambil posisi tepat dibelakang mama, ku pegang pinggangnya untuk mengarahkan penis ku pada vaginanya.

“Sayang belum basah, basahin dulu sayang , biar nggak sakit” ujar mama

Ku ludahkan tangan kanan ku dan ku arahkan ke vagina mama lalu ku usap – usap vaginanya dengan penuh ludah ku, setelah cukup basah vagina mama, langsung ku buka lebar – lebar pantatnya dan ku arahkan penis ku ke vaginanya

“Blessshhhh”

“Uuuhhh sayangg nyentuh rahim mama sayang, ayoo cepet sodok sayang”

Ku pegang pinggang mama dan dengan perlahan ku gerakan pinggul ku, lalu menggenjotnya dari belakang.

“Mah enak nggak kontol ku? Jaawaab mahh aaaahhh” tanya ku yang terus menggenjot vagina mama dari belakang

“Sssshhhh uuhhh nikmat sayanngghhh punyaa mu enakk, sodookk yang kencangg uuuhh entotin mama anak naaakkaall aaaahhh”

Plok plok plok plok plok, terdengar sangat jelas suara benturan antar kelamin ku dan vagina mama, semakin kencang semakin membuat ku dan mama bergairah.

“Aaaahh anggi memekknya enakk, beruntung sekali papa punya memek enak seperti ini ssssshhh sedot kontol ku memekk urrggghhh”

“Sooddok yang kenceng sayangg ooohhh, memekk anggi punyaa adii aaaahhh ngentott enaak banggett koonntooll anakk ku aaahhh”

Plok plok plok plok plok

Terus ku genjot vagina mama, hingga meja makan sedikit bergerak karna aktifitas ku dan mama.

Ku hentikan sodokan ku lalu ku raih satu kaki mama ke atas, dan mama hanya mengikutinya saja.

Aaahh ooohhh pah, memek mamahh enakkk pah sssshh sekarang ini punya adii pahh, aaaahhh akan adii entotin tiap harii aaaahhh anggi memekk mu enak sayangg” ujar ku yang merasakan jepitan vagina mama yang makin kencang.

“Aaahhh oouugghh aanakk kita nakaall massshh,,, akku di entotin mulu, lebiihh kencangg sayangg lebih kencangg aaaahhh memekk keenakann”

Ku percepat sodokan ku, meja makan yang jadi tumpuan mama ikutan terdorong kedepan akbat krana sodokanku.

Kriyeeet.. Ngeek.. Duk.. Dukk.. Kreyeeett.. Kreyeettt.. Kriyeetttt..”

“Sayangg cepat sayangg waktu kita nggak banyakkk aaaahhh,,, sodokin memekk mama yang kencengg sayanggg ah ah ah, masukiin rahimm mama dan semprotin yahh aaahh” ujar mama yang begitu ke enakan akibat sodokan dari penis ku

“Aaaaah kamu binall anggi, kamuuhh nggak malu sama papa, jawab sayangg sssshhh”

“Nggak sayangg sssshh anggi nggak maluu aaaahh,, abisss kontoll adii enakk,,, ayooo mamah mau keluarr sodokin kontoll kamuu uuuhh sampai masuk di rahim mama aaaahh”

Plok plokk plokkk plokk plokk plokk

Ku turuti keinginan mama, mama benar – benar sangat binal berbeda dengan sehari – harinya.

Plok plok plok plok plok

“Sayaaannggg,, ayoo mama mau keluarrr aaaahh pejuin mama mu sayanggg, ayooo keluarinn yang banyak yah sssshh”

“Iyaahh anggi uuhhh adii mau keluar sayangg , ayooo bareng yahh memekk mama ku emang paling enakk aaaahhh”

Genjotan ku sudah tak terkontrol lagi, semakin ku percepat pada sodokan mama, semakin membuat ku nikmat, sepertinya tak lama lagi aku keluar.

Plokk plokk plokk plokk

“Aaaahh mama keluuuaarr aaaahhh mama ngecrottt sayangggg,,, kontolll enaaakk bangeeeetttt aaaaahhh pejuuuin mama adiii cepatt”

“Adi jugaaahh sayaangg , terimmaa pejuu anak muuu mahh,, aaaahhh”

“CCRRROO…CCRROOOT..CRROOT”
“SSRRETT..SSRRETT..SSSRREETT”

ku tumpahkan semua sperma ku di dalam vagina mama, rasanya begitu puas sperma ku di tampung di dalam rahim mama ku sendiri.

Ku tindih tubuh mama dari belakang, sensasi orgasme aku dan mama benar – benar dahsyat , mungkin karna aku dan mama main di luar kamar.

Lalu ku angkat tubuh ku dan ku lepaskan penis ku dari vagina mama.

“Plooop”

Ku lihat di vagina banyak sperma ku yang mengumpul disana, ada yang jatuh kebawa lantai, putih dan sangat kental.

“Enak banget sayang, kamu yang terbaik anggi” ujar ku yang berdiri di belakang mama

“Hhhh..hhh..terima kasih sayang, jangan tinggalin mama yah” jawab mama dan langsung berdiri dan menghadap ke arah ku.

Tak ku sia – siakan lagi langsung ku cium bibirnya itu, dan mama membalasnya.

“Udah yah sayang, gara – gara kamu nih aku harus mandi lagi, adi nakal ah” ujarnya yang langsung melepaskan ciuman ku

“Nggak usah mandi sayang, ganti pakaiannya aja sama cuci memek kamu tuh” jawab ku

“Tapi ntar bau keringat sayang, nggak ah mama nggak mau cuci memek mama biarin begitu aja sampe kering, sayang ntar sperma kamu kebuang” ujar mama dengan senyum nakalnya

“Yaudah – yaudah anggi ganti baju aja dan semprot pake minyak wangi yah, jangan lama – lama udah siang nih”

“Ihh salah sendiri ngajakin maen, yaudah kamu tunggu depan mama mau ganti baju dulu” ujar mama

Aku langsung memakai celana panjang ku tanpa mengganti baju sama sekali, dan langsung pergi ke ruang tamu.

10 menit aku menunggu mama, akhirnya mama keluar kamar dan langsung menarik tangan ku untuk berangkat bareng, aku masuk ke dalam mobilnya dan duduk disamping mama yang mengemudi, mama akan mengantar ku sampai tempat kuliah.

“Sayang ntar jangan lupa yah, pulang langsung ke tempat mama dan kita makan siang bareng” ujar mama

“Iya mah adi nggak akan lupa kok, santai aja” jawab ku

Dan akhirnya sampailah ditempat kuliah ku, sebelum turun dari mobil sempat ku cium pipi mama dan kuremas teteknya, lalu turun dari mobil.

Meskipun sedikit terlambat tetap ku paksakan untuk mengikuti jadwal hari ini, hingga akhirnya aku sampai di kelas dan di ijinkan masuk untuk mengikuti kuliah hari ini.

Beberap jam terlewati hingga kuliah hari ini selsai, sejak awal konsentrasi mu sudah pecah untuk kuliah hari ini mungkin karna persetubuhan tadi pagi dengan mama.

Segera ku keluar kelas, dan bergegas menuju ketempat mama, karna aku tak bawa motor terpaksa harus sewa ojek untuk sampai kesana.

Baru saja keluar dari tempat kuliah ku dan berjalan mencari ojek tiba – tiba saja ada yang memanggil nama ku dengan keras.

“Adddddiiii”

Ku hentikan langkah ku dan berbalik badan kebelakang, ternyata yang memanggil ku si gita, ada apa dia kesini? Apa mau cari randi(cowoknya)

Dengan berlari dia mendekati ku.

“Eh gita, ada apa yah? Mau nyari randi yah” tanya ku

“Hhhh..hhh…di boleh gue bicara empat mata sama lu, ada hal penting yang ingin gue bicarain” jaawabnya dengan nafas yang masih ngos – ngosan akibat berlari.

“Ada apa emangnya git? Kayanya penting amat yah” ujar ku

“Kita cari tempat ngobrol yuk, biar enakan dikit ngobrolnya” jawab gita

Lalu ku ajak dia ke tempat cefe yang tak jauh dari tempat ku kuliah.

Dan akhirnya kami pun sampai disana, dan ku cari tempat duduk yang enak buat ngobrol, lalu ku pilih yang dekat pintu keluar saja biar tak terlalu di dengar orang lain.

“Lu mau cerita apa git, ayo buruan penasaran gua” ujar ku

“Iya iya sabar napa pesan minum dulu, haus gue lari – lari tadi” jawabnya

Sebetulnya ada apa si hingga ia rela – relain kesini, nggak ngerti apa orang udah laper banget, kalau bukan penting banget mah udah aku tinggalin tadi.

Dan gita pun memasan minuman jus, hanya dia saja aku tidak karna aku fokus pada gita yang ingin menyampaikan sesuatu.

Dan akhirnya sang waiters kembali lagi ke meja ku, denga membawa 1 gelas jus yang gita pesan, dan setelah selsai sang waiters pergi meninggalkan meja kami.

Dan gita langsung meminum jusnya hingga tinggal setengah gelas, sepertinya ia benaran sangat haus.

“Oke di gue akan jelasin semuanya, dan jangan lu potong yah selama gue jelasin semuanya, oke?” Tanya gita

Dan ku jawab dengan anggukan kepala ku.

“Oke di ini tentang nisa, sekarang nisa hamil di” ujar gita

Deg!

Aku yang mendengarnya sangat kaget, mana mungkin nisa hamil, ini pasti lelucon.

“Lu jangan gila yah git, kalau lu mau ngomong yang kaga – kaga gua tinggal lu disini” ujar ku dengan kesal

Ini pasti hanya bualan gita saja , aku tak percaya kalau di benaran hamil.

“Dengerin gue dan jangan potong omongan gue!” Kini ia yang sedikit kesal

Aku hanya diam saja karna ingin mendengar semua penjelasannya.

Lalu gita menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, dan satu yang membuat ku sangat terkejut bahwa waktu aku mendengar suara desahan ketika aku menelponnya itu, ternyata gita sedang diperkosa oleh seorang teman kampusnya.

Aku benar – benar sangat kaget, selama ini aku mengira nisa bermain di belakang ku, ternyata dugaan ku salah waktu itu ia diperkosa oleh temannya, aku tertunduk lesu aku telah gagal menjaga keslamatnya dan mempertahankan kehormatannya, cowok macam apa aku ini.

Aku terlalu terbuai dalam kenikmatan yang mama berikan pada ku, hingga aku melupakan nisa yang masih jadi pacar ku, apakah aku menyalahkan mama? Tentu saja tidak karna memang ini salah ku sendiri, aku tak bisa menahan diri ku sendiri, aku sendiri yang melupakan janji ku pada nisa yang akan menjaganya.

Tapi semua sudah terjadi , menyesalpun tak ada artinya mungkin yang bisa aku lakukan adalah membuat perhitungan dengan orang itu dengan cara ku sendiri.

Nisa maafin aku sayang, aku gagal menjadi yang terbaik buat kamu…

Tiba – tiba saja ada tangan yang menepuk pundak kanan ku. Langsung ku tegakan kepala ku

“Di lu jangan patah semangat begitu, gue akan bantu lu sebisa mungkin buat masalah ini, jadi lu nggak sendirian, lu tinggal bilang aja sama gue apa yang bisa gue lakukan” ujar gita

Yah benar aku tak sendiri banyak orang – orang yang akan membantu ku, dan akan ku beri pelajaran pada bajingan itu dengan cara yang berbeda.

“Makasih yah git makasih banget, gua bersyukur punya temen – temen yang peduli, sekali lagi makasih” ujar ku

“Sama – sama di, udah lu tenangin diri lu yah, kita cari jalan keluarnya sama – sama” jawab gita

“Eeemm… gita lu punya foto orang itu nggak? Gua pengen tau nih”

Dan gitapun langsung mengeluarkan ponselnya dari tasnya, dan membuka ponselnya lalu menunjukan fotonya pada ku.

Hhhmm…jadi ini bajingan yang udah ngerusak nisa, gua akan beri dia sesuata yang sangat berkenang untuknya, ku pinta gita untuk mengirimkan foto orang itu ke alamt email ku, dan gitapun mengirimnya.

Karna sudah tak ada yang dibicarakan lagi, aku bergegas meninggalkan gita dan menuju ketempat mama, tapi baru aja mau ijin pamit tiba – tiba…

“Di… lu abis ini mau kemana?” Tanya gita

“Gua mau ketempat nyokap gua git, kenapa emang?”

“Eeeemmm…lu ikut gue aja yuk, kita jalan kemana kek gitu berdua aja, mau nggak?” Tanya gita

Hah? Apa nggak salah denger ini, bisa dibacok kalau rendi samapai tau aku jalan berdua sama ceweknya.

“Aduh maaf yah git, gua harus ketempat nyokap nih maaf yah” jawab ku

Dapat ku lihat perubahan wajah gita yang menjadi kecewa, aneh banget si ini cewek , lagi pms kali yah hahaha.

“Oohhh…gitu yah…eeemm yaudah deh kalau gitu” ujarnya penuh kecewa

“Maaf yah git, yaudah gua cab…

“Eh ntar dulu di, eeeemm ini nggghh…gue ngghh boleh minta no hp lu nggak? Tanya gita denga gugup

Heh? Aneh bener sangat aneh, karna tak ingin berlama – lama aku terpaksa yang meminta no hpnya, karna ponsel ku juga belum ada kartu sim.

“Maaf git hp gua belum ada kartu sim, jadi no hp lu aja sini biar nanti gua yang sms lu” jawab ku

Dan dengan semangat gita mencatat nomer hpnya dikertas, lalu diberikan kepada ku.

“Oke deh nanti gua sma yah, kalau udah ada nomer baru” ujar ku

“Oke adi gue tunggu yah” jawabnya dengan tersenyum manis.

Dan akupun langsung keluar cafe dan meninggalkannya. Dan bergegas menemui mama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*