Home » Cerita Seks Mama Anak » My Son My Husband 7

My Son My Husband 7

Pov : Nisa

“Tok….tok…tokk

“Sayang, bangun yuk sudah pagi kita sarapan sama – sama , ayah sudah dibawah nungguin kamu tuh” suara wanita dari balik kamar

Kleeek..

“Hhhhmmm….bun aku nggak sarapan bareng dulu ya aku mau dikamar aja” ujar ku

Sudah beberapa hari ini aku merasa mual – mual dan mood ku yang kadang berubah – ubah, sehingga aku lebih nyaman berada dikamar seharian penuh. Ditambah lagi masakan yang biasa di buat oleh bi surti yang menurut ku itu sangat enak, tiba – tiba saja ketika aku memakannya terasa sangat hambar sehingga aku tak pernah menghabiskannya.

“Kamu sebenarnya kenapa si sayang? Kok akhir – akhir ini kamu aneh yah, kata bi surti kamu makan nggak pernah abis, dan sering mual – mual, ditambah lagi kamu sering mengurung diri di kamar. Sebenarnya kamu kenapa si? Kamu sakit nak?” Ujar bunda ku dengan penuh khawatir

Ya, wanita yang ada didepan ku adalah bunda ku, wanita yang penyabar dan penuh kasih sayang ini adalah orang tua kandung ku. Aku anak semata wayang yang dibesarkan dari keluarga yang punya perekonomian terbilang sangat mencukupi, dengan fasilitas yang ayah berikan kepada ku yang terkesan sangat berlebihan, terkadang aku merasa tidak nyaman dengan semua itu. Semua fasilitas yang ayah berikan kepada ku membuat orang – orang di sekitar ku menjadi menjauh, mereka berpikir bergaul dengan ku akan merepotkan karna pasti akan selalu menghambur – hamburkan uang.

Sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang wanita yang sangat baik dan mau menerima ku menjadi temannya. Aku sangat bersyukur sekali, ketika aku beranggapan bahwa selama aku kuliah pasti hari – hari ku akan terlewati dengan rasa sepi. Tapi ternyata itu semua salah, sedikit demi sedikit semua itu berubah berkat wanita itu. Aku bisa seperti yang lainnya, tertawa, curhat bersama, bahkan hangout pun kita selalu bersama. Meskipun pertemuan kita terbilang konyol tapi karna pertemuan itulah aku mendapatkan teman.

“Nisa! Ya ampun bunda ngomong ko di diemin si! Kamu tuh kenapa nak? Jangan buat bunda khawatir”

“E-eh…loh kenapa yah bun? Emang bunda ngomong apa si?” Jawab ku

“Nisa, jujur yah sama bunda, kamu tuh kenapa? Akhir – akhir ini kamu aneh nak. Ayo ceritakan sama bunda, apa yang terjadi?”

“Ihhh..bunda nih nisa tuh nggapapa bun, nisa sehat – sehat aja kok. Bunda aja nih yang terlalu khawatir” jawab ku menjelaskannya

Tebakan bunda itu benar, akhir – akhir ini aku merasa aneh pada diri ku, entah itu kenapa yang jelas, aku merasa ada yang tidak beres dengan diri ku.

“Kamu nggak bohongin bunda kan nak? Jujur saja kalau kamu kenapa – kenapa” ujar bunda yang penuh khawatir

“Bunda ku sayang, nisa sehat kok , nggak apa – apa ya. Yakin deh sama nisa” jawab ku

“Hhhhmmm…yasudah – yasudah, bunda coba percaya sama kamu. Oh iya hari ini kamu ada jadwal kuliah?”

“Nggak ada si bun, emang kenapa?” Tanya ku

“Nggak apa – apa sayang, ntar kamu dirumah saja yah. Bunda dan ayah akan pergi hari ini, karna ayah mu akan menemui rekan bisnisnya diluar kota, dan bunda akan menemaninya. Kemungkinan si kami akan menginap jadi kamu dirumah saja. Kalau perlu suruh adi buat nemenin kamu” ujar bunda

Ini yang sangat – sangat tidak ku suka, siang dan malam mereka selalu saja memperdulikan kerjaannya. Padahal aku ini anak semata wayangnya tapi tetap saja mereka tak pernah ada waktu khusus untuk ku. Meskipun aku berkecukupan tapi tetap saja aku ingin seperti anak lainnya. Berkumpul dengan keluarga , menghabiskan weekend bersama, atau makan malam bersama sambil membicarakan hari – hari selanjutnya. Tapi sayangnya aku tak mendapatkan itu dari ke dua orang tua ku, yang aku dapatkan hanya meteri dan materi.

Aku sangat berharap semua ini bisa berubah, dan mereka tidak hanya memberikan ku materi saja tapi kasih sayang ke dua orang tua juga harus mereka berikan.

“Nak, kok kamu diem lagi si, ayo cerita sama bunda ada apa sayang?” Tanya bunda

“Hhhmm…bun apa enggak bisa bunda temenin nisa dirumah? Atau paling tidak bunda tidak usah ikut menginap bareng ayah, walaupun malam nanti bunda tetep harus pulang, bisa nggak bun?” Tanya ku

“Maaf sayang, bunda nggak bisa dan lag….

“Kenapa si bun selalu aja nggak bisa, aku ini anak kalian apa bukan si?! Aku juga butuh perhatian dan kasih sayang kalian, bukan sekedar materi saja bun”

Ku keluarkan semua unek – unek ku selama ini, aku nggak tahan seperti ini terus, aku ingin diperlakukan seperti anak lainnya. Yang juga mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya , bukan sekedar materi saja.

“Maafin bunda nisa, ini semua juga kan demi kamu sayang, agar kamu tetap berkecukupan juga. Bunda harap kamu mau mengerti sayang” ujar bunda

Haah…selalu saja alasan itu yang mereka gunakan, mereka benar – benar tidak mengerti bahwa yang ku inginkan hanya kasih sayang mereka. Tuhan aku sangat berharap semua ini bisa berubah.

“Yasudahlah kalau memang harus seperti itu, nisa hanya berharap akan ada keajaiban untuk keluarga kita bun. Yaudah bun nisa masuk kamar dulu yah, nisa mau istirahat” jawab ku dengan kecewa

Tanpa menunggu penjelasan dari bunda lagi, langaung saja aku membalikan badan ku dan masuk ke dalam kamar. Dan tak lupa ku kunci pintu kamar ku dari dalam.

“Tokk..tokk..tokk”

“Nak, tolong kamu dengarkan penjelasan bunda dulu sayang, jangan memperkeruh keadaan nisa. Buka pintunya dan biarkan bunda masuk”

Ku hiraukan ketukan pintu kamar ku, hingga akhirnya suara bunda tak terdengar kembali.

Ku baringkan tubuh ku diranjang dan ku tatap langit – langit kamar ku.

Adi…

Aku kangen….

Tiba – tiba saja ingatan ku kembali pada peristiwa itu.

——————————-

“Eh nis abis ini lu mau kemana?” Tanya gita

Saat ini aku masih berada diruang kelas, dan sedang bersiap – siap untuk keluar, dan akan menuju ke perpustakaan

Yups Gita adalah teman pertama ku waktu awal masuk kuliah, perempuan yang punya wajah cantik dan imut ini yang mau menerima ku sebagai teman. Dengan gaya yang menurut ku senderhana ia tidak minder atau malu untuk berteman dengan ku, aku sangat bangga punya teman seperti dia, selain orangnya yang baik dan ramah tapi karna dia juga lah aku bisa berkenalan sama adi hingga pacaran..hihihi.

Awal aku bisa kenal dia si, karna dia kehilangan dompetnya , dan tanpa disengaja aku menemukannya dan dari situlah awal mula dekat ku.

“Gue abis ini mau ke perpustakaan dulu git , ada buku yang gue cari, kalau lu abis ini kemana?” Tanya ku

“Kalau gue mah mau ketemu ayang beb dong…hihihihi, emangnya nisa punya pacar tapi di anggurin. Ntar adinya di culik tante – tante loh..hihi” jawab gita

“Ihhhh…gita mah jahat, jangan gitu ah gue jadi makin khawatir nih” gerutu ku

“Hihihi….kalau lu emang khawatir, ya samperin lah cin masa dibiarin begitu aja si”

“Hmmm….sebetulnya gue juga pengen banget nyamperin ke tempat kuliahnya adi , tapi hubungan gue sama dia lagi merenggang git” ujar ku

“Loh merenggang kenapa nis? Dan kok bisa si?” Tanya nisa

Ku ceritakan semuanya awal hubungan ku yang merenggang. Berawal dari aku yang memaksanya untuk menemani ku dirumah, lalu saat itu adi tak pernah menemui ku, hingga akhirnya kami lost contek ketika malam – malam aku menelponnya.

“Loh kok bisa begitu si nis? Lu udah coba nemuin adi belum?” Tanya gita

“Hhmm…belum git, gue maunya si adi yang nemuin gue sambil ngebujuk gue agar gue nggak ngambek lagi” jawab ku

“Jangan begitu nis, jangan pernah mementingkan ego sendiri. Selagi masih bisa diselsaikan dengan baik, lebih baik diselsaikan dengan cepat biar nggak lama – lama renggang hubungan lu, ntar kalau kelamaan keburu nyesel loh”

“Tapi git gue punya hadiah spesial buat adi, kalau dia nemuin gue terus menjelaskan penyebab dari semua ini” ujar ku

“Emang lu mau ngasih hadiah apaan nis? Kalau boleh tau” jawab gita dengan penasaran

Ku dekatkan mulut ku ke kuping gita dan ku bisikan di kupingnya itu.

“Gue pengen nyerahin Mrs V gua ke adi git, makanya gue pengen dia dateng nemuin gue dirumah” bisik ku di kuping gita

Gita yang mendengar itu tiba – tiba saja langsung membuka ke dua matanya lebar – lebar dan menatap ku dengan sangat terkejut.

“NISA! Lu…s-serius…nis?” Tanya gita

Ku anggukan kepala ku sebagai tanda jawaban.

“Tapi kenapa nis? Kenapa harus secepat itu, apa lu nggak nyesel nantinya?” Tanya gita lagi dengan masih tak percaya

“Keputusan gue udah bulat git, gue mau adi miliki gue seutuhnya. Dan gue berharap banget bisa hamil dari adi” jawab ku dengan tegas

Gita yang mendengar itu hanya bisa diam dan menatap ku dalam – dalam, mungkin ia masih tak percaya dengan keputusan ku.

“Coba deh lu pikirin lagi nis, jangan terlalu gegabah nis dalam mengambil keputusan. Gue yakin pasti ada yang lu sembunyiin dari gue, coba lu cerita sama gue nis, kita ini kan sahabat”

“Gita apa lagi yang harus gue ceritain git, kan tadi lu juga udah denger gue ingin miliki adi dan juga gue mencintainya git” ucap ku

Sebetulnya bukan itu saja ke inginan ku, aku ingin memiliki seutuhnya karna aku merasakan seperti ada yang ingin merebutnya dari ku, terutama mamanya adi, ketika aku main kerumahnya, entah mungkin hanya pirasat ku, mamanya adi itu kadang menyambut kedatangan ku dengan dingin seperti tidak suka dengan adanyan keberadaan ku.

Awalnya saja ia menyambut ku dengan hangat, bahkan waktu itu aku merasa sangat senang karna ia mau menerima kehadiran ku dan mengizinkan aku mencintai anaknya. Tapi makin erat hubungan ku dengan adi, itu semua hilang.

Dan maka itu aku tidak pernah lagi kerumahnya, aku lebih menginkan adi yang datang kerumah ku, karna aku bisa leluasa bermanja dengannya.

“Hah….yasudahlah kalau itu emang udah jadi keputusan lu nis, gue sebagai sahabat lu hanya bisa mendukungnya” jawab gita

“Hihih…maacih yah gita, lu emang the best friend gue”

“Yaudah nis gue cabut dulu yah, kasian ayang gue nungguin”

Oke deh git, heve fun yah sama cowok lu” ujar ku

Lalu aku dan nisa sama – sama keluar dari kelas. Aku langsung bergegas keperpustakaan untuk mencari beberapa buku untuk tugas kuliah ku.

Dan baru saja aku berjalan keluar meninggalkan kelas. Tiba – tiba saja ada yang menepuk pindak kanan ku dari belakang.

“Hey, nis mau kemana? Tumben belum balik lu” tanya

Ku arahkan badan ku kebelakang untuk melihat orang yang memanggil ku.

“Eh adit, iya nih gue mau ke perpus mau cari beberapa buku, lu sendiri kenapa belum pulang” tanya ku balik.

“Gue si tadi udah pengen balik nis, cuma tadi ngeliat lu belum balik, yaudah gue samperin aja lu” jawab adit

Adit, dia ini adalah teman yang gita kenalkan pada ku, adit ini menurut ku orangnya sangat baik dia tidak segan – segan untuk menolong yang disekitarnya yang lagi kesusahan. Ditambah lagi ia juga keren dan populer juga si dikalangan wanita.

Tapi anehnya tak ada seorang wanitapun yang ia pilih, sangat aneh bukan.

“Oh begitu, yaudah dit gue mau ke perpustakaan dulu yah, soalnya takut kelamaan baliknya” ujar ku

“Kalau begitu gua temenin deh nis, biar nanti lu pulang sekalian gua anterin juga, gapapa kan?” Tanya adit

“Ooohh nggak apa – apa kok dit, tapi beneran nih lu mau nemenin gue dan sekalian anterin gue pulang?” Ujar ku memastikannya

“Iya nisa beneran nggk apa – apa kok, tapi ntar ke rumah gue dulu yah, ada beberap game yang mau gue tunjukin ke lu” jawabnya

Aku memang suka sekali bermain game, karna itu bisa mengobati ku ketika aku kesepian dirumah di tinggal ayah dan bunda.

“Wahh serius nih? Emang game apaan dit? Tanya ku dengan atusias

“Udah ntar lu juga tau, yaudah ayo dah keperpustakaan aja biar nggak kelamaan” jawabnya

Akhirnya aku dan adit menuju ke perpustakaan, dia dengan senang menemani ku mencari buku untuk tugas ku, bahkan tak segan – segan juga ia membantu ku mengerjakan tugas – tugas ku. Benar – benar teman yang baik. Aku beruntung punya teman seperti adit.

Selang beberapa jam kemudian tugas ku selsai dengan bantuan adit, aku tidak berasa capek, gimana mau capek tugas – tugas ku di bantuin dengan adit jadi semuanya dapat dikerjakan tidak terlalu lama.

Karna ia sudah rela membantu ku, maka sebagai imbalannya aku nurut saja main kerumahnya, dan lagi ia juga mau nunjukan game kepada ku.

Akhirnya kamipun keluar dari kampus ku, dan menuju parkiran mobil aku dan adit menaikinya bersama, dan aku duduk di depan kemudi di samping adit.

Ini baru pertama kalinya aku pulang dan di antar dengan pria lain, biasanya aku selalu pulang sendiri atau tidak sama adi kalau tiba – tiba ia jemput, tapi ku rasa it’s oke lah, adit inikan teman ku juga jadi nggak apa – apa dong kalau aku pulang bareng dia, dan lagi aku penasaran game seperti apa yang akan ia tunjukan pada ku.

Dan akhirnya sampai sudah di rumah adit, ini sudah ke 2 kalinya aku ke rumahnya, yang pertama aku kerumahnya bareng anak – anak lainnya hanya untuk sekedar main – main saja, dan rumahnya adit cukup besar hampir sama seperti rumah ku, hanya saja ia tinggal berdua saja dengan mamanya. Katanya si papanya sudah bercerai dengan mamanya, hanya itu yang ku tau.

Adit membuka pagar rumahnya lalu memasukan mobilnya ke dalam bagasi mobilnya, dan akupun keluar dari mobil adit, lalu kami sama – sama masuk kerumah adit, ternyata keadaannya sepi, ku rasa mamanya sedang pergi, jadi kita hanya tinggal berdua saja.

“Sepi amat rumah lu dit, mama lu kemana?” Tanya ku

“Yah begini lah nis kalau siang rumah gua, sepi kaya kuburan, kalau nyokap palingan masih di kantornya” jawab adit

“Hihihi…kasian amat si lu dit, udah jomblo dan dirumah sendirian lagi, miris amat yah jadi lu hihihi” ujar ku yang menertawakannya

“Ah sialan lu nis nggak ada rasa kasiannya apa lu sama temen lu, cariin cewek kek biar ada nggak jomblo lagi” jawabnya dengan wajah dibuat – buat kesel

“Hihihi..ya ampun adit lu kan populer di kalangan wanita, kenapa nggak lu pilih aja si, kan banyak tuh” ujar ku

“Nggak ah males, gua tuh pengennya yang kaya lu, kalau perlu lu aja sini nis yang jadi cewek gua hehehe” jawabnya

“Ihhhh..ogah, ntar cowok gua mau dikemanain adit pea lu ya”

” ya lu putusin lah, susah amat lagi juga hubungan lu lagi renggang kan? Hehehe”

Heh? Bagaimana ia bisa tahu tentang hubungan ku yah? Apa mungkin ia menyadarinya karna adi jarang terlihat di kampus ku.

“Heh! Enak aja maen putus – putus, gue tuh masih cinta sama cowok gue dan akan selalu cinta, jadi nggak akan pernah ada kata putus! Ujar ku dengan tegas

“Hehehe bercanda nis, begitu aja udah kalang kabut lu , payah hahaha” jawab adit

Dasar adit sialan sempet – sempetnya ia menggoda ku.

“Yaudah – yaudah dit mana gamenya gue pengen liat nih, dari tadi ngobrol mulu” ujar ku

“Iya – iya sabar napa non, yaudah ayo ke kamar gua aja, soalnya semuanya ada disana” jawabnya

Hmmm, masuk ke dalam kamar cowok, nggak apa – apakan yah? Dan lagi kan aku kesini hanya ingin tau game apa yang akan ditunjukan adit, lagi juga ia teman ku ini, ku rasa ia nggak akan mungkin melakukan hal yang tidak – tidak pada ku.

Lalu aku pun mengikuti adit dari belakang, dan menuju kamarnya yang ada di atas. Dan sampailah kami di depan kamarnya, pintu di buka oleh adit aku dan adit pun masuk ke dalam kamarnya.

Ini yang ke dua kalinya aku masuk kamar cowok, yang pertama tentu saja kamarnya adi, dan yang ke dua kamarnya adit. Berbeda sekali ternyata antar kamar adi dan kamar adit.

Kalau kamar adi semuanya tersusun rapih bahkan kamarnya sangat beraih dan lega, ditambah lagi kamar nya itu selalu saja wangi akan tubuhnya, sehingga membuat ku betah berlama – lama dan juga sedikit terangsang si, walaupun hanya sekali saja aku menginjakan kaki ku disana.

Kalau kamar adit sedikit berantakan, terutama di meja belajarnya dan kasurnya, dan lagi di kamarnya ada beberapa poster yang tidak ku ketahui, benar – benar sangat berbeda.

“Nih nis console game gua, lu tau kan ini console apaan? Ujar adit

Wiihh itu kan playstation 3, gila si adit punya yah, bisa saja aku membelinya juga karna aku juga penasaran sekali, tapi keburu ada adi yang menemani ku. Jadi ku pikir tak perlu lah aku playstation 3 seperti itu, dan lagi kan aku bermain game hanya diwaktu senggang saja.

“Wow ini punya lu dit? Mantep juga yah baru tau gue” jawab ku yang masih menatap psnya

“Ya tentu punya gua lah nis, masa iya punya tetangga sebelah si, mantap kan console game gua hahahha” ujarnya

“Eh dit coba dong di tes gue penasaran kaya gimana si gamenya, ayo dong dit coba” jawab ku dengan atusias

“Hehe sabar – sabar, eh tapi kita maen bola aja yah, soalnya gua cuma punya itu doang, nggak apa – apakan nis?” Tanya adit

“Yaudah gapapa gue cuma penasaran aja kaya mana si gamenya” jawab ku

Lalu adit menyalakan tv dan console gamenya, dan kami pun bermain bersama, walaupun aku tidak bisa memainkan gamenya tapi karna rasa penasaran ku, ku coba untuk tetap bermain.

20 menit berlalu kini aku merasa bosan, karna hanya begitu – begitu saja dan tampaknya aditpun menyadari itu, ia pun langsung menoleh ke arah ku.

“Bosen ya nis? Udahan aja yuk, mendingan kita ngobrol – ngobrol aja lah sambil ngemil, masih mau disini kan lu?” Tanya adit

Sebenarnya si aku ingin sekali pulang, soalnya nggak enak juga cuma berduaan doang sama adit, takutnya ada yang ngira nggak – nggak, tapi aku pulang juga percuma dirumah sepi, palingan cuma ada bi surti. Pengen maen kerumah adi pasti ada mamanya.

Ah sudahlah lebih baik disini aja lumayan ada teman buat ngobrol, dari pada dirumah.

“Yaudah deh dit gue masih mau kok disini, yaudah cepatan sono lu ambil makan sama minuman, dari tadi gua tunggu – tinggu kaga ada makanan atau minuman sama sekali..hihihi” canda ku

“Sialan lu kesini cuma mau numpang makan doang kali lu yah? Yaudah tunggu ya, gua bawain sirup sama roti aja gapapa kan? Tanya adit

“Hihihi…iya gapapa kok dit, yaudah gue tunggu yah” jawab ku

Dan adit pun langsung keluar dari kamar, kini tinggal aku sendirian yang ada di kamarnya, karna iseng aku pun beranjak dari duduk ku, dan berjalan menuju meja belajarnya. Disana banyak buku – buku kuliahnya yang masih berantakan entah mungkin memang sengaja dia tidak bereskan.

Lalu ku buka – buka semua buku tulisnya, aku penasaran masa iya adit sama sekali nggak tertarik sama wanita, kecuali kalau ia beneran seorang gay. Ku buka semua buku – bukunya mungkin saja ada catatan curatan hati dia yang memendam kepada wanita. Ku buka dan ku geledah tapi tak ada satu bukupun yang menarik perhatian ku.

Sampai akhirnya aku mulai menyerah mungkin adit memang orangnya juga sangat tertutup kali yah, lalu ku rapihkan semua buku – bukunya satu – satu ku susun hingga tampak rapih, tapi tanpa sengaja tiba – tiba saja aku menyenggol sebuah kotak persegi panjang seperti kotak sepatu, tapi kotak itu berwarna ping.

Heh? kotak apaan nih kok warnanya ping yah, apa ini punya adit? Kayanya kotak ini sedikit di hias deh soalnya bagus dan rapih banget, ku kocok – kocok kotak itu dan ternyata menimbulkan bunyi, berarti di dalamnya ada isinya nih.

Dan ku lihat juga dipenutup kotaknya ada kertas yang ditempelkan dengan tulisan ‘ Tersayang N ‘ , aku jadi penasaran sebenarnya apa si isi kotak ini? Dan kenapa ada tulisannya lalu untuk siapa kotak ini akan diserahkan?.

Apa jangan – jangan ada wanita yang adit incar yah? Hihihi..jadi penasaran coba buka ah.

Ku buka kotak itu lalu ku lihat isinya lumayan banyak sekali, ada bros untuk wanita dan kalung couple, cincin dan ada gelang, semuanya masih di kemas dan sangat rapih, ada juga beberapa surat, ku hiraukan suratnya lalu ku lihat lagi isinya semakin dalam malah ku lihat sekarang ada beberapa foto sekitar 5 foto, lalu ku lihat satu – satu.

Tapi entah kenapa disitu banyak sekali foto – foto ku, bahkan ketika aku sedang berwisata bersama teman – teman kuliah ku juga ada dan sepertinya foto ini di gunting dan hanya foto ku saja yang disimpan. Aneh banget yah kok cuma foto – foto ku saja yang disimpan.

Bahkan foto ku dengan gita juga ia gunting – gunting, dan hanya foto ku yang ia simpan, aku sangat yakin ino foto ku dengan gita, karna tempat wisatnya sudah tak asing bagi ku.

Setelah cukup puas langsung saja ku masukan kedalam lagi isi kotak itu, dan ku taruh ditempat semula hingga benar rapih. Lalu aku kembali lagi duduk meluruskan ke dua kaki ku sambil terus memikirkan hal tadi, yang membuat ku kepikiran terus adalah kenapa cuma hanya ada foto ku, sebetulnya maksut adit itu apa yah?.

“Oi nis maaf yah kelamaan, gua yakin pasti lu udah kelaparan dan kehausan kan, nih udah gua bawain spesial buat non nisa hahaha”

Masih dipusingkan dengan pemikira tadi, tiba – tiba saja adit sudah masuk ke dalam kamar dan mengagetkan ku.

“Eh….i-iya kenapa dit? Kenapa?” Ujar ku dengan kaget

“Lah lu kenapa nis? Kesambet lu? Hahaha, orang gua cuma bawain makanan doang ku” jawabnya

Ah sudahlah lebih baik ku pikirkan nanti saja masalah itu, aku yakin pasti tidak ada maksut apa – apa.

“Wah akhirnya datang juga dari tadi kek udah laper gue nih, gue makan yah dit?” Tanya ku

“Iya makan aja nis, abisin kalau perlu tuh minumnya juga udah gua siapin lu satu gua satu” jawab adit

Ku lihat – lihat adit sudah mengganti pakaiannya, sekarang ia hanya memakai celana boxer dan kaos tipis warna putih, sejak kapan adit udah ganti pakaian yah, perasaan tadi pakaiannya masih yang pas kuliah tadi.

Ah sudahlah lupakan saja, selama tidak menganggu ku tak apalah, dan kini aku dan adit sama – sama saling mengobrol dari mulai ketika aku masih smp , sma hingga akhirnya aku masuk kuliah, ku ceritakan semua yang menurut ku lucu saja, sambil aku minum sirup yang disediakan adit.

Hingga akhirnya ketika sudah habis bahan untuk obrolan, kami pun sama – sama terdiam dan terpaku pada tv yang menyala yang masih menampilkan game bola yang tadi ku mainkan, sirup yang tadi ku minum sudah habis dan hanya menyisahkan beberap roti saja.

Pandangan ku masih tertuju pada layar tv adit, hingga pada akhirnya aku mulai merasa jantung ku mulai berdebar – debar padahal aku tak melakukan apa – apa hanya duduk diam saja tapi jantung ku berdebar – debar seperti orang berlari dan aku mulai merasa tak nyaman dengan duduk ku, yang tadinya aku duduk sambil meluruskan ke dua kaki ku, kini sekarang ku silangkan kaki ku hingga aku duduk bersila , dan makin lama aku makin tak nyaman dengan posisi duduk ku.

Hingga akhirnya nafas ku mulai memberat dan keringat mulai berkeluaran , padahal kamar adit acnya sedang nyala dan cukup dingin tapi yang aku rasakan tubuh ku mulai panas, dengan posisi duduk yang berubah – ubah terus membuat adit menyadarinya.

“Kenapa nis kok kaya orang gelisah gitu, ada apa?” Tanya adit

Dan entah kenapa ia mendekatkan duduknya dengan ku, hingga akhirnya kami duduk saling berdekatan tanpa ada jarak lagi, tidak ku jawab pertanyaannya itu aku masih bingung kenapa dengan tubuh ku ini tiba – tiba saja jadi panas begini dan sepertinya gairah ku mulai menaik, aneh sangat aneh.

Tiba – tiba saja adit mengerakan tangan kanannya dan menaruhnya dipaha kiri ku, aku yang melihatnya hanya diam saja, karna konsentrasi ku pecah aku tidak bisa fokus rasanya gairah ku makin lama makin naik. Karna tidak mendapat respon apa – apa dari ku, tangan adit mulai mengelus – elus paha ku dengan lembut dan menimbulkan rasa geli pada diri ku.

Ku pejamkan ke dua mata ku dan merasakan elusan tangan adit di paha ku, semakin lama aku semakin menikmatinya, hingga akhirnya ku rasakan hembusan nafas dileher ku.

“Aaaaaahhhh,,,,gelllii,,,,dit” desah ku

Masih tetap memejamkan ke dua mata ku sepertinya aku mulai menikmatinya. Ini aneh sekali kenapa aku jadi bergairah seperti ini, ada apa ini? Kenapa aku sangat ingin disentuh.

Hingga akhirnya ku rasakan ada jilatan pada leher ku, aku tidak bisa menolaknya malahan aku masih tetap memejamkan mata ku dan merasakan jilatan lidahnya itu.

“Sssshh,,,,udaaaahh,,,,geelii aaaaahhhh,,,,”

“Nikmatin sayang ini enak kok” ujar adit

Aku benar – benar tidak bisa menolaknya, aku tidak bisa mengontrol diri ku sendiri, seolah – olah sudah ada yang mengontrolnya.

Tiba – tiba saja adit mengangkay tubuh ku, aku yang masih menikmati rangsangan tadi langaung terpekik kaget, dan badan ku langsung di hempaskannya di kasur adit.

Brukk

Dan aditpun langsung menubruk badan ku, sambil menciumi leher ku.

“Muuachh,,,,ssslluurllpp,,,wangi sayang leher kamu”

Leher ku terus dicium – ciuminya , bahkan aku tak sama sekali memberi perlawanan.

Dengan gairah yang sudah tinggi aku hanya bisa diam saja dan mencoba merasakan kenikmatan sentuhan oleh adit. Lalu adit bangun dari tubuh ku dan melihat ke arah ku.

Ku buka ke dua mata ku dan pandangan kami saling bertemu, dengan nafas yang tak terkendali aku terus menatapnya. Hingga ke dua tangan adit langsung meraih kancing celana ku, dan dibukanya kancing celana ku, lalu ia coba turunkan celana kebawah celana panjang ku itu. Seketika itu aku langsung berontak mencobanya untuk tidak membuka celana ku.

“Aditttt,,,jangan dit jangan,,,ingat dia gue temen lu dit” ujar ku setengah sadar

“Kenapa nis? Udah kamu nikmatin aja ya sayang, akan ku berikan yang spesial buat kamu sayang” jawab adit

Aku terus berontak agar ia tidak melepas celana panjang ku, ketika ia tarik kebawah langsung ku tahan kedua tangannya hingga ia tak bisa menarik kebawah.

Lepas yah sayang , jangan ditahan kamu nurut aja sama aku, oke sayang” ujar adit

“Jangan dit jangan gue mohon, gue temen lu dit , jangan perkosa gue” jawab ku yang mulai panik

Tapi adit tetap memaksanya dan aku tetap menahan sekuat tenaga ku, karna tak ku lepaskan juga, akhirnya membuat adit emosi lalu ia melepaskan tangan kanannya dari celana ku, dan menampar pipi kanan ku dengan keras.

PLAKKK!

Hingga aku kembali tiduran, aku rasakan pipi kanan ku sangat sakit dan panas sekali, aku semakin takut dengan kelakuan adit yang seperti binatang, dan seketika itu aku mulai menagis.

“Jangan dit,,,hiks,,hiks,,,,huuuu,,,,jangan lakakukan itu,,,gue mohon” ujar ku dengan mengiba

“Kamu nikmatin aja ya sayang, maaf yah aku udah nampar kamu, abis kamu nakal si,,,cup” jawab adit sambil mencium pipi kanan ku yang ditampar

Lalu adit pun menarik celana panjang ku kebawah, tapi karna ada ponsel ku di saku ku maka ia agak kesusahan, lalu ia rogoh saku celana ku yang ada ponselnya lalu ia keluarkan ponsel ku dan ia letakan disamping ku.

“Ponsel kamu menggangu sayang, kita kan mau enak – enakan dulu masa di ganggu si”

Aku tak menjawabnya aku hanya bisa menangis dan menagis, aku akan sangat – sangat menyesali bila keperawanan ku di ambil oleh adit, selama ini ku jaga hanya untuk orang yang ku cintai yang berhak mengambilnya, dan sekarang dengan lancangnya ia ingin merebut perawan ku, aku tidak terima, tapi aku tidak bisa melawannya.

Dan akhirnya celana ku terbuka dan dilemparkannya kesambarang tempat.

“Wahh paha kamu putih banget sayang, aku makin terangsang deh”

“Huuuuu,,,,jangan, jangan perkosa gueh,,,,hiks”

“Ssssttt! Nisa diam aja yah , pokonya perawan nisa buat adit! Nggak boleh milik orang lain, termaksut pacar kamu, si adi yah namanya?” Tanya adit

Adi maafin nisa, nisa nggak bisa menjaga diri nisa sendiri maafin nisa, perasaan takut benar – benar menyelimuti ku.

Sekarang yang menutupi vagina ku hanya tinggal celana dalam saja, dan sekarang itu sedang ingin di buka oleh adit, dengan kasar ia tarik celana dalam ku hingga terlepas, dan sekarang sudah tak ada yang menutupi vagina ku.

“Sayang memeknya adit masukin yah, memek kamu udah minta di belah tuh sayang, kamu bersiap yah hehehe”

Akh yang mendengar itu langsung dilanda kepanikan yang sangat besar, aku tidak mau menyerahkannya, itu hanya punya adi, bukan milik yang lain.

“Aditt,,,jangann hiks,,,,kasianin gue dit hik hik hik”

“Cup cup sayang, udah ah jangan nangis, kamu pasti menikmatinya kok, dan aku berharap banget setelah ini kamu hamil sayang, biar tau rasa tuh si bajingan adi itu! Hehehe”

Tiba – tiba paha ku di buka lebar – lebar, aku mencoba untuk berontak tapi tenaga ku kalah dengan adit yang lagi dilanda hawa nafsu binatang, dan akhirnya aku hanya bisa pasrah aku tak bisa melawannya ,tenaga ku nggam kuat

Maafin nisa sayang, i love you…

Dan aditpun membuka celana boxer dan juga kaos tipisnya , kini ia sudah telanjang bulat.

Dan kini adit memposisikan penisnya tepat pada vagina ku, lalu ia dorong penisnya ke dalam vagina ku, baru masuk sedikit saja aku sudah merasakan sakit pada vagina ku, aku benar – benar tak menginginkan ini.

Dan adit langsung menghentakan vagina ku dengan kasar, hingga penisnya menusuk hingga sangat dalam, dan ku rasakan sakit yang sangat perih

“Blessshh”

Aaaaaaahh,,,,saaaakhhitttttt,,,,udaahh sakittt,,,udahhh hik hik,,,,keluarin,,,sakittt”

“Hehehe sayang makasih yah , perawannnya adi senang banget hehehe”

“Sakittt,,,,,keluarin adit,,,,,sakitt,,,,aduhhh hik hik hik,,,adii nisa sakitt”

“Hehehe ayo terus panggil si brengsek itu nisa, mungkin aja dia akan datang hehehe”

Dan adit pun langsung mengerakan penisnya, dengan sangat kencang.

Pllokkk..plokk..plokk..plokk

“Nisa,,,,ssssshhhh memek kamu enak,,,,,aaaahhhh sempit banget sayanggg,,,,sssshhh”

“Lepass,,,,hik hik sakittt udah cukup,,,, sakit banget hiks…hiks”

“Hehehe sampai peju adit keluar dulu baru adit lepasin sayang,,,,,aaaahhh memek nisa enakk,,,rasain lu adi,,,,sssshh memekkk cewek,,,,, aaahhh lu gua sodok nih,,,,,memek kamu enak niss”

Adit terus mengeluar masukan penisnya di dalam vagina ku, hingga akhirnya rasa sakit dan nyeri berganti menjadi nikmat, dan tanpa sadar aku pun mulai menikmatinya.

“Ssssshhhh….ugghhh,,,aaaahhh”

“Hehehe,,,,enak yah sayang,,,, adit kasih lebih enak lagi nih,,,,,aaaaahhh memek nisa enakk,,,,rasain kontoll adit yah,,,,sssshhh

“Aaaahhh,,,,udaaahh,,,,ssssshhh sssttoppp aditt,,,,, ooohhh”

“Adiii,,,,,cewek lu gua entot nih,,,,,,aaaahhh memek enaaakk,,,,, cowok kamu bego sayangg,,,,,rasain lagi nih kontolll”

Semakin kencang kocokan adit semakin berasa nikmat, aku sangat malu melihat diri ku kini berubah jadi sangat binal, tapi aku tak bisa untuk mengontrol diri ku sendiri, maaf adi maafin nisa.

Adit terus menggenjot ku dengan kasar, bahkan ke dua tangan ku ditariknya lalu disilangkannya dan terus menggenjot vagina ku.

“Aaaahhh,,,udahh,,,,sssshhh g-guaaa maaaauu,,,,ssshhh pipissss,,,sstopp,,,,aaaahh”

“Keluarin,,,,,sayanggg,,,,aaahhh keluarinn yang banyak,,,,,memekk mau,,,,muntahh yahhh,,,,urrrggg,,,,ayo muntahin”

Aku tak tahan lagi rasanya ada yang ingin keluar dari vagina ku, entah itu apa tapi rasanya dibarengi dengan rasa nikmat.

“Aaaaaahhhh,,,,guaaaaa pipisss,,,sssshhh enakkk,,,,,oggghhh”

“SSSRREET…SSSRREET….SSREET”

“Uuhhh sayang,,,,memek kamu muntah,,,,,sssshhh banyak banget,,,,binal kamu yah,,,,aaaahhh”

Aku yang sudah terkulai lemas tidak bisa berbuat apa – apa, hanya bisa menikmatinya saja.

Rupanya adit tidak memberi aku untuk beristirahat, ia malah menyodok vagina ku lagi lebih keras.

“Rasain nih,,,,aaaahhh kontoooll ku nisss,,,,ssssshhh memek cewek lu enakk di,,,,aaaahh”

Kertika sedang berpacu dalam birahi, tiba – tiba saja aku di kagetkan dengan suara telpon di ponsel ku.

TRRIINNNG!TTTRRRRINGG!TTRRRINGG

adit terus saja menyodok penisnya tanpa memperdulikan suara ponsel ku, malah ia menyodok penisnya dengan sangat lencang.

“Aaaahhh,,,,,ngenntott,,,,hp lu berisik niss,,,,sssshhh enakkk memekk enakkk,,,,aaaaahhh”

Ponsel ku terus berbunyi hingga akhirnya mati sendiri, aku tidak bisa mengangkatnya karna aku lagi terbawa oleh hawa nafsu ku sendiri.

Hingga akhirnya ponsel ku kembali berdering dengan keras.

TTRRIING!TTTRRIINGG!TTTRRIINGG!

karna suara berisik yang di timbulkan oleh ponsel ku membuat adit kesal, lalu ia menghentikan genjotannya dan mengambil ponsel ku.

“Aaaahh,,,angkat nis,,,,cepat,,,,aaaahh”

Awalnya aku menolak, aku nggak mau ada yang mengetahui kalau aku lagi disetubuhi, tapi tiba – tiba saja adit membentak ku.

“Angkat anjing! Gua tampar lagi yah!” Ujarnya dengan nada keras dan kata – kata kotor

Lalu ku raih ponsel ku , dan tanpa melihatny lagi langsung ku angkat, dan betapa kagetnya aku, ternyata yang menelpon ku adalah orang yang selama ini ku sangat kangenin dan sangat ku dambakan kehadirannya.

“Hallo sayang ini aku adi , maaf yah lama nggak ngasih kabar ke kamu ponsel ku hilang yank , maaf yah” ujar seorang pria disebrang sana

Pria itu tak lain adalah adi, pria yang selalu ku tunggu kehadirannya, pria yang ku kangenin setiap saat, dan sekarang ia sedang menelpon ku, memberi kabarnya selama ini. Seharusnya aku sangat senang dan gembira, tapi yang ku rasakan sekarang sangat takut dan sedih.

Aku takut ia akan mengetahui apa yang sedang ku lakukan sekarang, dan yang membuat ku sedih adalah kenapa semua ini harus terjadi pada ku.

Aku sama sekali tak berani menjawabnya, aku sangat takut, aku sudah menikmati pemerkosaan ini, aku kotor , dan aku sudah tak layak untuk adi.

“Sayang kamu marah yah sama aku? Maaf yah ponsel ku beneran hil…

Adit yang mengetahui perubahan wajah ku itu, akhirnya ia tau bahwa adi yang menelpon, rupanya ia tak tingg diam, tiba – tiba saja ia mulai menggenjot ku lagi lebih kasar.

Sehingga menimbulkan suara tabrakan antar penis dan vagina ku

Plokk…plokk….plokkk…plokk

Aku berusaha untuk menahannya agar ia mau mengerti dan menghentikan sodokannya , tapi percuma ia tak mau mengerti, malah ia tersenyum penuh kemenangan dan semakin kencang ia sodokan penisnya.

“Sayang kamu masih disana kan? Kok kaya ada suara – sua…

“I…iyahh..sssshhh…appaaahh…sayaaangg…auch. ..sssshh…aaaahh”

Dengan sangat terpaksa ku jawab ucapannya itu, aku tak ingin adi khawatir dan bertanya – tanya dalam benaknya, meskipun jawaban ku pasti akan sangat mencurigkan baginya.

Sedangkan adit terus saja menyodok vagina ku dengan kencang, bahkan ia hentakan dengan keras.

Ya tuhan kenapa harus seperti ini, apa salah ku? Maafin nisa adi,, maaf, tanpa bisa dicegah mata ku mengeluarkan air matanya, aku nggak sanggup aku nggak mau kehilangan adi, aku nggak mau.

Plokkk….plokkk…plokk..plokk

Sodokan adit makin kencang, aku nggak bisa menahannya, ia menatap sambil terus tersenyum, sedangkan aku mati – matian mencoba untuk tak mendeaah.

“Sayang kamu kenapa? Kok mendesah begitu, kamu baik – baik saja kan? Ujar adi yang kini nadanya mulai terdengar khawatir.

Plokk….plokkk…..plokk…plokk

Suara benturan antar dua kelamin semakin terdengad, pria bajingan ini benar – benar ingin membuat ku hancur, aku tak bisa berbuat apa – apa lagi, hanya bisa menutup mulut ku rapat – rapat agar tak sampai mendesah.

“Nisa kamu masih disana kan? Jawab nisa kamu lagi apa?!” Suara adi yang membentak ku dari ponsel

Ya tuhan bangunkan aku dari mimpi buruk ini.

Dan seketika itu aditpun langsung menuruni kocokannya pada vagina ku, dan ia menatap ku lalu dengan mulut yang digerakan tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya, dapat ku artikan bahwa ia meminta ku untuk menjawabnya.

“Iyaaahhhh…ssssahyanggg..sssshhh..aaawww…ssshh ” jawab ku

Tanpa ku duga ternyata adit menghentakan penisnya dengan sangat kencang, hingga membuat ku menjerit, ia ternyata menjebak ku, dasar bajingan aku berharap kamu mati!

Ku tatap wajahnya dengan sangat tajam , dan dia hanya bisa tersenyum dengan lebar, aku benar – benar hancur, nasib percintaan ku sudah di ambang ke hancuran, hubungan ku telah dirusak oleh orang lain, entah apa motiv sebenarnya.

“Nisa kamu sedang ber….

Belum selsai ucapan adi langsung ku putuskan sambungan telponnya, aku tak sanggu menyakiti hati lelaki ku , ini sudah keterlaluan aku disetubuhi dan sambil berbicara dengan adi, ini tak bisa dimaafkan lagi.

Maafin nisa adi, semoga masih ada kesempatan untuk nisa.

Langsung saja ku matikan ponsel ku agar tak bisa dihubungi lagi.

“Hehehe,,,,,gimana sayangg,,,enak nggak ngewe sambil telponan sama yayang adi,,,,hehehe” ujar adit

“Anjing kamu dit, jika terjadi apa – apa dengan hubungan ku, aku berjanji akan membuat mu tak ten,,,,,aaaahhh ng,,,sssssshh”

Bulum selsai ucapan ku dia sudan menyodok ku.

“Aaaahhh,,,,kita ngewe aja nis,,,kita bikin anakk aja yah,,,,sssshhh memek mu enakk yahhh”

Vagina ku di genjot lagi olehnya dengan keras dan genjotannya mulai tak beraturan.

“Aaaaahhh,,,,nisaa,,, kontoll gua mau muntahh nisss,,,,lu teeerimaahh,,,,pokonya lu guaah hamilin,,,biar si anjing itu tau rasaaaa,,,,,memekkk terim nih peju guaahh”

“Jangannn ditt,,, jangann kasianin guaa dittt,, hikk hikk”

“Aaaahhh gua keluar,,,,, terimaa nihh pereeek,,,,,aaaahhh”

“CCCROOTT…CCRROT…CROOT”

Ku rasakan tembakan sperma yang memenuhi vagina ku, sperma yang sangat banyak dan sperma yang bukan ku harapkan akan membuah sel telur ku.

Maafin nisa yah semoga adi masih mau menerima nisa,,,hiks,,,hikss

——————

Ingatan itu perlahan – lahan membuat ku menangis, sekarang aku sudah kotor, apakah aku masih pantas di cintai? Hiks…hikss

“Tokk…tokkk…tokk

Tiba – tiba pintu kamar ku di ketuk dari luar.

Kleeeekk….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*