Home » Cerita Seks Mama Anak » My Son My Husband 6

My Son My Husband 6

Pov : Adi

“U…ugghhh hoaamm” ku coba mengembalikan rasa kesadaran ku dari tidur ku yang sepertinya begitu lama. Saat ini aku sedang berada di dalam kamar ku, dengan posisi masih terlentang di kasur. Akhirnya ku kuatkan diri ku untuk beranjak dari kasur ku dengan kepala yang pusing efek karna terlalu lama tidur lalu ku sandarkan badan ku ketembok kamar ku dan ku lihat jam arloji ku yang ku pasang di tangan kiri ku. Ketika ku lihat ternyata sudah jam 18:30.

“Hah?! Gila ini keterlaluan lama amat aku tidur , udah kaya orang yang di bius” ujar ku dengan kaget

Langsung saja aku beranjak dari duduk ku yang di atas kasur dan langsung bergegas ke kamar mandi yang ada di dalam kamar, tujuan ku saat ini adalah aku harus segera mandi dan turun kebawah untuk menemani mama.

Selang beberapa menit acara ritual mandi ku selsai, dengan sangat buru – buru aku langsung keluar kamar mandi dan bergegas mengambil pakaian ku di lemari. Ku pakai kaos lengan pendek dan celana boxer ku yang tipis dan dengan sengaja aku tidak memakai celana dalam lagi karna malam ini aku harus dapat jatah dari mama ku. Makanya tak ku pakai celana dalam aku yakin jika penis ku tegang maka akan tercetak jelas.

“Ah..mama aku rindu jepitan vagina mu itu mah” ujar ku dengan lirih

Aku sudah rapi dan langsung saja keluar kamar dan tak lupa ku tutup kembali pintu kamar ku. Dengan sangat tergesa – gesa ku turuni anak tangga dan sampailah aku di ruang tengah yang biasa ku pakai untuk sarapan dengan mama. Ku lihat mama tidak ada, yang ada hanya makan malam yang sudah siap, lalu aku bergegas menuju ruang tamu aku yakin pasti mama ada disana.

Dan ternyata benar mama ada diruang tamu sedang menonton tv. Sekilas mama melihat kedatangan ku lalu ia alihkan kembali pandangannya pada tv yang di depannya. Lalu aku beranjak duduk di sofa dan duduk bersebelahan dengan mama. Saat ini aku tidak berani terlalu dekat dengannya karna aku tau kalau mama lagi marah atau ngambek pasti ia tidak mau didekati atau di sentuh – sentuh.

Hingga akhirnya kita sama – sama terpaku menonton tv. Sebenarnya aku tidak terlalu fokus untuk menonton acara tv hanya pandangan ku saja yang tertuju pada tv tapi pikiran ku melayang – layang memikirkan sesuatu. Saat ini aku hanya ingin memikirkan bagaimana caranya agar mama tidak marah lagi pada ku, yah walaupun aku tau itu pasti sangat susah membujuk mama agar tidak marah lagi. Kami masih saling tetap berdiam tanpa ada kata – kata yang keluar dari mulut ku maupun mama, hanya suara tv saja yang terdengar.

Kami masih tetap diam tak berucap apapun. Akhirnya karna ku sudah sangat bosan ku beranikan diri berbica dengannya.

“Mah…mama masih marah yah sama adi? Maafin adi dong mah, adi nggak nyaman kalau kita diam – diaman begini mah” ujar ku yang langsung memandang ke arah mama

Tapi ucapan ku tak digubrisnya sama sekali. Mama masih tetap saja diam dan terus menonton tv. Ku beranikan diri lagi dengan menggeser duduk ku agar lebih dekat dengan mama, tapi mama tetap saja diam dan tetap sibuk dengan acara di tv.

“Mah adi mesti apa si biar mama nggak marah lagi? Jawab dong mah jangan cuma diam aja” ujar ku lagi

“Putus dengan nisa! Baru mama nggak akan marah lagi!” Jawab mama dengan tegas tanpa menoleh ke arah ku

Aku yang mendengar itu hanya bisa memandangnya sambil menarik nafas dalam – dalam dan mengeluarkannya perlahan. Entah kenapa sikap mama makin hari makin aneh.

“Lalu setelah kamu putus dengan nisa, jadikan mama wanita mu satu – satunya yang selalu ada di hati kamu!” Jawab mama lagi yang masih tetap menonton acara di tv

Jujur saja aku ingin sekali ketawa ketika mama mengatakan itu. Sifat keibuan mama hilang seketika, yang ada mama malah mirip dengan anak muda yang masih sebaya dengan ku, tanpa bisa ku tahan lagi akhirnya akupun tertawa karna ucapan mama itu.

“Hahahah..emang mama nggak malu mah, dapet brondong ganteng kaya aku?” Ujar ku yang langsung menempelkan kepala ku di pundaknya

“Ngapain musti malu kan brondongnya juga keren, udah ah sana mama kan lagi marah sama kamu. Singkirin tuh kepalanya dari pundak mama” jawab mama

“Hahaha…ihhh mama anggi lagi ngambek, nggak boleh ngambek tau ntar nggak cantik lagi bagaimana hayooo?” Ujar ku yang mencoba mencandainya

Tiba – tiba saja mama langsung membalikan badannya kesamping dan langsung mencubit perut ku, dengan wajah yang masih dibuatnya ngambek.

“Aw..aw…aww…mama aduuhh sakut mah, kok adi di cubit si? Kan adi nggak salah mah” ujar ku sambil meringis kesakitan

“Lagian kamu nakal godain mama terus! Ayoo sini godain mama lagi ntar mama cubit nih” jawabnya

“Hahhaha jangan di cubit dong mama anggi, di cium aja kan lebih enak tau hahaha” ujar ku yang menggodanya lagi

“Ihhhhhh….dasar nakal sini kam….

Belum selsai ucapan mama langsung saja ku pegang kepalanya dan ku dekatkan kearah kepala ku. Tanpa meminta persetujuannya langsung saja ku cium dan ku kulum bibirnya yang manis itu. Ku dekap kepalanya dengan tangan ku agar mama tak melepaskan ciumannya tapi tetap saja mama menggerak – gerakan kepalanya kekiri dan kanan seolah – olah ia ingin melepaskan ciumannya dari ku.

Dan tanpa bisa ditahan lagi akhirnya mama melepaskan ciuman bibirnya dari bibir ku. Ku lihat wajahnya yang berubah jadi merah mungkin mama malu karna tiba – tiba saja langsung ku cium bibirnya. Dengan wajah yang masih memerah dan bibirnya yang dimajukan ke depan menambah kegemesan ku terhadap mama, ingin sekali ku cium dan ku kulum bibirnya itu tapi aku ingin tetap cool agar mama yang memintanya lebih dulu.

“Iihhhh… kok wajah mama jadi merah gitu si mah, Mama sakit yah? Hehehe” ujar ku yang mencoba menggodanya

Tapi bukan jawaban yang ku dapatkan malahan pukulan mama yang di arahkan ke dada ku. Dengan tangan kanannya mama memukul – mukul dada ku dengan pelan.

“Eng…eng….eng…eng”

“Gara – gara kamu main cium – cium aja. Anggi kan lagi marah sama kamu tauuuu” jawabnya dengan manja

Heh? Ada apa ini? Kenapa mama jadi manja sekali bahkan sama seperti nisa ketika ia manja, sungguh aneh. Dan lagi tadi mama tiba – tiba saja menyebut namanya langsung tanpa embel – embel “mama” lagi.

“Hahaha…ihhh mama kaya nisa aja nih, pake ada manja – manjaan segala nggak malu apa mah? Hahaha” ujar ku yang meledeknya

Tiba – tiba saja mama memandang ku dengan tatapan tajamnya yang menunjukan bahwa mama mulai kembali marah. Dengan ke dua tangan yang disilangkan ke dalam sehingga menopang ke dua dada mama yang besar dan mengairahkan itu.

Aduh mama ingin sekali ku remas dan ku cupangi dada mu itu mah. Tapi buru – buru ku alihakan pandangan ku dari dada mama dan kembali menatapnya dengan mimik wajah yang bertanya – tanya.

“Mama kenapa mah? Kok ngeliatin adi seperti orang marah begitu si” ujar ku

Tapi mama tidak menjawabnya hanya diam saja dan terus melihat ku dengan tatapan tajam dari matanya.

“Mah ayo dong jangan diam aja adi bingung mah, mama kenapa si? Jangan buat adi bingung ah”

Dan tanpa ku duga tiba – tiba mama melayangkan ke dua tangannya ke arah dada ku. Dan memukul – mukulnya lebih keras.

“Jahat! Adi jahaaatt…eng..eng..adiii jahaaatt!” Jawab mama sambil memukul dada ku

“Aduhhhh..mah..udah sakitt, mama kenapa si? Udah dong sakit nih” ujar ku yang sambil meringis kesakitan

Langsung saja ku tangkap ke dua tangannya agar berhenti memukul dada ku. Tapi tetap saja mama mencoba untuk terus berontak agar melepaskan tangannya dari cengkraman ku.

Tanpa pikir panjang lagi dari pada nanti kena pukulan mama, langsung saja ku peluk badannya itu dengan erat agar mama tidak bisa bergerak lagi. Tapi emang dasar wanita jika lagi emosi pasti tenaganya akan hampir setara dengan pria, sudah ku peluk, mama tetap saja mencoba untuk melepaskannya bahkan mama menggunakan ke dua tangannya untuk melepaskan pelukan ku. Tapi usaha mama sia – sia karna pelukan ku lebih kuat dari tenaganya itu.

“Udah anggi, anggi kenapa si? Kok marah – marah mulu, nggak cape apa?” Ujar ku lagi dengan memeluknya erat

Entah keberanian dari mana tiba – tiba saja aku memanggil mama dengan namanya langsung. Gila gawat ini bagaimana jika mama tambah marah, waduh benar – benar anak kurang ajar aku seenaknya saja memanggil nama orang yang lebih tua dari ku tanpa ada embel – embel lagi. Tamat sudah semuanya.

Tapi tanpa ku duga tiba – tiba saja mama menghentikan penolakannya pada pelukan ku. Seketika mama menjadi lebih tenang dan menerima pelukan ku.

Waduh kacau pasti mama marah nih gara – gara aku memanggil namanya tadi, aduhh..bodoh sekali kau adi, benar – benar anak yang bodoh. Pasti mama akan tambah marah lagi.

Aahh…sudahlah aku pasrah saja, mama mau ngamuk – ngamuk atau mau lebih marah lagi. Terserah sajalah aku siap menghadapinya.

“Abis adi jahat si, menyamakan anggi sama wanita lain. Kan anggi nggak mau adi, anggi juga wanita punya hati dan perasaan dan tentunya pasti tidak akan senag jika disamakan dengan wanita lain” jawab mama yang terdengar lebih lembut

Hah?! Ini nggak salah denger kan? Kenapa mama nggak marah yah, kan aku memanggil namanya secara langsung.

“I-iyaa…maaf mah…maaf” ujar ku dengan gugup

“Hhhmmm… sayang mau nggak kabulin permintaan mama? Jawab mama yang masih dipelukan ku

“Permintaan…apa yah mah?”

Langsung saja mama melepaskan pelukan ku, dan mama langsung menatap ku dalam – dalam. Lalu diarahkan ke dua tangannya ke pipi kiri dan kanan ku, kini ke dua tangan mama memegang ke dua pipi ku. Sudah sangat lama aku tak merasakan sentuhan tangannya pada ke dua pipi ku rasanya begitu nyaman dan hangat.

“Begini sayang, untuk malam ini perlakukan mama layaknya pasangan kamu yah. Anggep aja mama ini pacar kamu sayang. Hanya untuk malam ini saja gapapa kok, mama mohon” jawab mama

Waduh permintaan mama sungguh sangat mengejutkan entah apa yang saat ini mama pikirkan, tapi jika melihat dari wajahnya mama sangat berharap aku mau mengabulkan permintaannya itu. Akan sangat kejam jika aku langsung saja menolaknya.

Lebih baik aku turuti dan aku kabulkan saja. Mungkin saat ini mama lagi merindukan masa – masanya dulu ketika pacaran dengan papa.

“Yausudah mah, kalau mama maunya begitu adi turuti deh ke inginan mama…cuuupp” ujar ku yang langsung memberikan kecupan di pipinya.

Dan alhasil wajah mama kembali memerah seperti tomat, ingin sekali aku mentertawakannya mama benar – benar terlihat seperti anak yang baru kasmaran hahaha

“Ihhhh…adi nakal ah maen cium – cium aja : (. Peluk lagi sini anggi mau di peluk lagi” jawab mama dengan manja

Langsung saja ku peluk tubuhnya yang wangi itu dengan sangat erat. Saat bersama mama semua permasalahan yang sedang ku hadapi bisa ilang seketika di otak ku, rasanya akan sangat nyaman ketika berpelukan seperti ini. Pada hal ini biasa ku lakukan dengan nisa, tapi entah kenapa pelukan dengan mama yang paling terbaik yang pernah ku rasakan.

Tapi aku ingin sekali menceritakan semua masalah yang sedang ku hadapi ini. Aku butuh solusi dari mama, tapi dengan suasana yang seperti ini, aku takut merusaknya dan membuat mama kembali jadi marah.

“Adi ada yang sedang kamu pikirkan yah?” Ujar mama yang masih dipelukan ku

Hah? Bagaimana mama bisa tahu yah kalau aku lagi memikirkan sesuatu. Benar – benar orang tua yang hebat.

“E-eh…nggak kok adi…nggak mikirin apa – apa mah” jawab ku dengan gugup

“Mama ijinkan kamu panggil mama cukup dengan nama mama saja sayang, untuk malam ini panggil saja anggi” pinta mama

“Se-serius boleh mah? Ntar yang ad…

“Sssttt…untuk malam ini boleh kok, kan mama udah bilang, malam ini anggep mama sebagai kekasih kamu” ujar mama yang langsung memotong pembicaraan ku

“Jadi ayo cerita sama anggi, apa yang sedang kamu pikirkan sayang” ujar mama lagi yang langsung mengusap – usap kepala ku

Nyaman..

Itu yang ku rasakan saat ini ketika di perlakukan oleh mama seperti itu. Nisa sering melakukannya ketika aku tiduran di pahanya, tapi tidak senyaman mama ketika melakukanny.

Akhirnya ku beranikan diri menceritakan masalah percintaan ku dengan nisa, ku ceritakan semuanya termaksut suara aneh ketika aku tadi siang menelponnya.

Dan ternyata respon mama sangat aneh.

Awalnya mama sangat kaget hingga yang tadinya ia masih dipelukan ku. Tiba – tiba saja mama langsung melepaskan pelukannya dan menatap ku dengan pandangan sedihnya.

“Maafin anggi adi, anggi tau anggi yang salah tapi kenapa harus kamu yang menerima semuanya. Maafkan mama…hiks..hiks” ujar mama yang tiba – tiba langsung nangis

Aneh, ini sangat aneh, ini masalah ku kenapa mama yang harus meminta maaf dan sampai menangis seperti ini. Apa yang sebetulnya terjadi.

“Mah..mama kenapa? Kenapa mama harus minta maaf mah, kan mama nggak salah. Udah jangan nangis lagi dong” jawab ku mencoba menenangkannya.

Tapi tetap saja mama menangis, bahkan wajahnya dipenuhi oleh air matanya sendiri.

Sebetulnya ini ada apa? Kenapa mama terlihat sangat sedih dan menyesal. Apa semua ini ada sangkut pautnya dengan mama? Tapi tidak mungkin, mama itu sangat baik dan ini pasti tidak ada sangkut pautnya. Pasti ada sesuatu yang mama sembunyikan, entah itu apa aku yakin mama menyembunyikan hal besar.

Aku masih terus mendiamkan mama yang masih menangis. Untuk saat ini hanya itu yang bisa ku lakukan, sampai mama kembali tenang.

Selang beberapa menit akhirnya mama berhenti menangis dan sudah bisa menguasai dirinya kembali. Ku berikan pelukan padanya untuk menguatkan dirinya.

“Anggi… anggi kenapa si? Cerita dong, kan adi pacarnya anggi. Masa sama pacar sendiri nggak mau terbuka si” ujar ku dengan lembut sambil mengusap kepalanya.

Tapi mama tetap saja diam dan tak mau menjawab. Bahkan sama sekali tak berani menatap ku.

Haaah…entah kenap aku merasa seperti orang yang bodohi, ada yang di sembunyikan oleh mama, tapi aku tak tahu sama sekali.

“Hhmm…yaudah anggi kalau nggak mau cerita nggak apa – apa kok, nanti saja kalau anggi udah benar – benar siap” ujar ku lagi

“Maaf yah nak, mama berharap kamu tidak perlu mengetahuinya. Biarkan itu tetap tertutup dan cukup mama saja yang mengetahuinya” jawab mama yang masih menundukan kepalanya.

Ingin sekali aku memaksa mama berbicara tentang yang ia sembunyikan. Tapi yang ada akan memperkeruh keadaan, lebih baik ku biarkan saja toh nanti kalau udah saatnya juga mama pasti akan cerita.

“Yaudah kalau gitu makan yuk, adi lapar nih nanti abis makan kita mesra – mesraan di ranjang yah hehehe” ujar ku mencoba mencairkan suasana.

Dan terbukti, seketika itu mama langsung mencubit perut ku sambil tersenyum lebar.

“Emangnya kita mau mesra – mesraan bagaimana sayang? Kok musti di ranjang si” jawab mama

“Aduhh..sakit anggi. Di luarkan hujan sayang, emang kamu nggak ke dinginan apa?” Ujar ku sambil menatapnya penuh arti.

“Hihihi…dingin si sayang, tapi adi mau menghangatkan anggi?” Jawab mama dengan tersenyum nakal

“Tentu mau banget anggi, dan lagi kan dede adi udah lama banget nggak masuk ke dalam sangkarnya yang hangat dan sempit” ujar ku

Langsung saja ku remas dadanya dan ku kelitik pentilnya, yang masih terbungkus dengan pakaian mama. Dan rupanya mama tidak memakai Bhnya.

“Ssshhh..adi jangan dimainin pentilnya geli sayang..ssshh. kasian dedenya ya pasti pusing banget yah udah lama nggak masuk lubang sangkarnya..hihihi” jawab mama sambil menahan geli

Ku mainkan terus pentil dadanya yang masih tertutup baju mama, ingin sekali ku tarik bajunya ke atas dan langsung menerkam pentilnya yang menggairahkan itu. Tapi aku harus bersabar aku harus mendapat moment yang tepat.

Tiba – tiba saja mama mencengkam tangan ku yang masih asik memainkan pentilnya itu. Dan hempaskannya tangan ku.

“Nanti aja sayang , anggi laper tau makan dulu yuk. Kan udah di masakin tuh”

Akhirnya aku dan mama langsung beranjak dari sofa, dan bergegas ke ruang tengah untuk makan malam.

Saat berjalan posisi mama ada di depan ku, aku di belakangnya sambil di suguhi pantatnya yang semok itu. Langsung saja ku dekatkan lagi jarak ku dan ku pukul pantatnya.

PLAAAAKKK

“auwwww…sakit sayang, kok pantat anggi di pukul si?!” Ujar mama yang menghentikan jalannya dan langsung menatap ku.

“Abis pantat anggi menggairahkan banget si. Pengen banget deh masukin dede adi ke dalam pantatnya anggi hehehe” jawab ku

“Ihhhsss…nakal, emang adi mau? Kebetulan pantat mama masih perawan loh…hihihi” ujar mama menggoda ku.

“Mau anggi mau bangettt! Boleh yah malam ini?” Jawab ku dengan antusias

“Hihihi..nggak ah nanti aja kalau udah putus sama nisa, baru anggi kasih”

Ah sial, aku ingin sekali memasukan batang ku kedalam pantatnya itu. Pasti rasanya sangat sempit Membayangkannya saja sudah membuat ku bergairah sekali.

Akhirnya aku dan mama makan malam bersama, aku duduk di sampingnya selama kami makan bersama. Mama selalu saja minta disuapin dengan sangat aneh, aku disuruh menggunyah makanannya lalu ketika sudah halus dituangkan kedalam mulutnya hingga kami seperti sedang berciuman. Benar – benar sensai yang baru ku dapat.

Akhirnya makan malam ku dengan mama berjalan sangat lama, karna permintaan yang aneh – aneh dari mama.

Dan selang beberapa menit terlewati acara makan malampun selsai. Tanpa membereskan sisa makanan yang di meja makan.

Langsung saja ku tarik tangan mama dan ku bawa naik ke lantai atas untuk menuju ke kamar mama.

Aku sudah sangat terangsang gairah ku harus dituntaskan malam ini juga. Aku ingin menyetubuhi mama habis – habisan malam ini.

Ketika sudah di dalam kamar mama ku tutup pintu kamarnya. Dan langsung ku dorong mama agar langsung berada di kasur.

Tanpa meminta ijin darinya ketika mama sudah di kasur, langsung saja ku tindih badannya itu dan ku jadikan lehernya sasaran utama.

Ku cium – ciumi leher mama yang putih itu dan juga ku jilati lehernya dengan lidah ku hingga mama hanya bisa mendesah nikmat.

“Heeemm sayang….terus jilat sayang…bikin mama enakk malam ini…sssshh”

Ku kecup dan ku jilati leher jenjangnya itu. Malam ini gairah ku sangat tinggi, mungkin karna sudah lama tak diberi jatah oleh mama.

“Eeeeemmmm…ssslluuurrpp…ssllluuurrpp” ku ciumi dan ku jilati lehernya

Wangi tubuhnya benar – benar membuat ku gila.

“Geli….ssshhh sayangg…aaahhh telanjangi mama sayang…puaskan nafsu kamu adi…sssshhh”

Tanpa harus di perintah lagi ku tarik baju mama ke atas dengan sangat tergesa – gesa, lalu ku lemparkan bajunya kesembarang tempat.

Hingga akhirnya terlihat lah ke dua dada mama yang besar dan menggairahkan itu, dengan ke dua pentilnya yang sudah tegak meminta untuk di mainkan, langsung saja ku arahkan kedua tangan ku ke arah pentil dada mama yang besar itu, dan langsung ku tarik – tarik pentilnya hingga membuat mama keenakan.

“Aaaahhh…adi…kamu apain pentil mama…ssshhh tarikkkk..sahyangg..mainkan sesuka kamu…aaaahhh”

Mama begitu menikmatinya ketika ku tarik dengan pelan pentil dadanya, melihatnya yang tak berdaya karna akibat rangsangan yang ku berikan membuat ku makin tak tahan, langsung saja ku buka celana boxer ku dan ku lemparkan begitu saja.

“Anggiii isep mainan ke sukaan kamu sayang, ayo mainkan sayang dengan lidah dan isepan kamu yang hot itu” ujar ku yang mengarahkan penis ku kepadanya

Tanpa disuruh dua kali mama langsung memasukan penis ku ke dalam mulutnya.

“Plopp…heemm…uuummm” penis ku di kulum oleh mama dengan sangat bergairah.

“Aaaahhh….anggi enakkk….mainkan lidahnya….sssshhh…aaaahh”

Mama terus memanjakan penis ku dengan kulumannya dan juga jilatan lidahnya pada penis ku, aku benar – benar terbakar birahi ku sendiri.

“Aaaaahhh,,,,,udah sayangg….aku mau memasukan punya mu,,,sssshh”

Dilepasnya penis ku dari mulutnya, dan mamapun kembali tiduran lagi. Langsung saja ku buka celana pendeknya itu dengan sangat tergesa – gesa, nafsu ku harus dituntaskan dengan puas, itu yang ada dipikiran ku saat ini.

Dan kini terpampang lah lubang surga mama yang membuat ku selalu ingin merasakannya.

“Sayang langsung aja masukin punya anggi udah basah nih, ayooo sayang masukin cepet” ujar mama yang tak sabaran

Ku buka paha mama selebar – lebarnya, hingga menampilkan vaginanya yang indah itu, akan ku setubuhi mama dengan gaya missionaris.

Ini gaya seks yang paling ku suka, karna aku bisa melihat wajah mama yang ke enakan ketika ku genjot vaginanya.

“Anggi,,,,,aku masukin yah,,,,udah nggak tahan nih”

“Iya sayang ayo masukin, punya mama udah gatel sayang pengen digaruk sama penis kamu”

Langsung saja ku arahkan penis ku tepat pada vagina mama, ku tuntun agar pas masuk di vaginanya.

Ketika sudah pas langsung saja ku dorong penis ku kearah vagina mama, “bleesssshh” masuk sudah semuanya penis ku ke dalam vagina mama yang sangat sempit dan hangat.

“Aucchhh….sahyannngg,,,,sssshhh kok makin besar….enakk sayangg…punyaa mu enakk,,,,,aaahhh”

“Memek mu saja anggi,,,,yang sempit…ssssshhh hangat sayang di dalam…boleh di genjot sekarang?”

“Ayooo saahyang,,,,genjot memek anggi,,,,,punya anggi udah gatel sayang,,,,ssssshhh

Langsung saja ku genjot vagina mama dengan penis ku, ku sesuaikan dulu kocokan penis ku di dalam vagina mama agar vaginanya bisa menerima penis ku.

“Ennaakk,,,,adiii….aaaahhh punyaaa adiii enaaakk….ssssshh llleeebihh cepat sayang….aaaaahhhh”

“Apanya yang enakk anggi…aaaahhh…ayoo jawabb”

“Ssssshhhh,,,,,lebbih cepatt…sodok punya…anggi sayanggg,,,,aaaaahhhhh enakk”

“Memekkk ennakk,,,,,,aaaaahhhh….aappaa,,,,aaaahhh yang,,,,ennaakk sayangghh….ayooo jawab”

“KONTOOOLL…kon…toll,,,adi enaakk,,,,ssssshhh lebiihh cepat sayangg….aaaahhh”

“Dasar binall kamu,,,,aaaahh aku anak mu sayanggg,,,, kenapa kamu entotin juga,,,,,aaaaahh… terima sodokan ku memekk,,,,,ssssshh”

“Awww..ah..ah..ah,,,,lagiii aaaahhh,,,,yang cepat nyodoknya,,,,,aaaahhh”

“Aaaahhh anjingg,,,,enakk bangett memek anggii,,,,pah,,,,,aaaahhh memek mama enakk pahh,,,,sssshhh”

Ku sodok vagina mama hingga membuat mama mendesah ke enakan , malam ini akan ku buat mama lebih binal , aku sangat suka ketika ia mendesah dengan vulgar

Sambil terus menyodok vagina mama , ku tindih badannya supaya aku bisa juga memainkan dadanya itu agar dia makin terangsang.

Ketika mama sedang menikmati sodokan dari penis ku, tiba – tiba saja ku cabut penisnya dari vagina mama.

Mama yang mengetahui penis ku keluar.dari vaginanya langsung memasang wajah kecewa.

“Aaaahh sayang kenapa di cabut,,,,,ssssshhh masukin lagi,,,,sayangg” pinta mama

“Ganti gaya sayang , aku mau anggi yang menggoyang penis adi, ayo cepet sayang”

Ku rebahkan diri ku di kasur mama dengan posisi terlentang , lalu mama mulai menaiki posisi tidur ku dan di arahkannya penis ku ke lubang vaginanya.

“Ayoo anggi goyang pinggul mu, kamu harus lebih binal sayang”

Mamapun menuruti perintah ku, dan mama pun mulai menggoyang pinggulnya, vaginanya benar – benar sangat nikmat ketika mama menggoyang pinggulnya.

“Aaaahh sayangh,,,,udah yah,,,,sodok anggi lagi,,,,memek anggi gatelll”

Ku raih ke dua tangan mama dan sekarang mama mengenggam ke dua tangan ku

Lalu langsung saja ku sodok vaginanya dari bawah ke atas.

Aaaaahhh,,,,lebihh cepat sayanggghh,,,,,memekk mama keenakann,,,,,sssshhh

Ku percepat sodokan ku, dan ke dua dada mama ikut bergoyang , aku yang melihat itu makin ku percepat sodokan ku

“Adii…memek mama enakk,,,,,aaaaahhh punya mu juara sayanghh,,,,ssssshh”

“Aaaahh,,,,enakan mana,,,,,sama punya papa,,,,sayangghh,,, sssshh”

“Sssshhh anggi,,,,nggak mau aaaahhh,, jawab aaaahh,,,,iyahhh lebihh cepat sayangghh”

Ku turunkan kecepatan sodokan ku pada vagina mama, aku ingin dia lebih terbawa oleh hawa nafsu birahinya.

“Sayangghh,,,ayooo cepetin,,,,,anggi mau keluarr,,,,ssssshhh ayooo…sayang”

“Nggak akan adi percepat kalau mama nggak jawab,,,,aaaahh”

Karna orgasmenya sudah di ujung dan ingin segera dituntaskan, mama menggerakan sendiri badannya , dengan cara naik turun, tapi langsung ku tahan pantatnya dengan ke dua tangan ku.

“Aaaahhh,,,,jangaaaann,,,,ssssshh siksa anggi sayanghh,,,aaaahh anggi mau keluar,,,,sssshh”

“Jawab dulu aayang enakan mana,,,,sama punya papa,,,,aaahh”

“PUNYA KAMU!,,,,aaahhh kontooll kamu paling enak,,,,sssshh punya haris nggak enak,,,,,aaaahh ayooo sayanggg entot mama lagiii,,,,aaaahh”

Langsung saja ku turuti keinginanny itu , dan ku genjot vaginanya dengan cepat.

“Uhhhh,,,,baguss anggi,,,,kamu milik ku saayangghh,,,,ayoo puaskan nafsu bejat mu aaaahhj memek mu enakk,,,,,aaahh”

“Aaaaahhh,,,,, anggi kellll,,,,,uarr,,,,konttolll enakkk,,, ssssshhhh”

“SSSRREET….SSSSRRETT..SSSRETT”

Badan mama bergetar dengan hebat, bahkan mama langsung menjatuhkan badannya ke arah ku, mama mendapatkan orgasmenya yang pertama. Ku biarkan mama menikmati orgasmenya yang pertama dengan tubuh yang di penuhi keringat mama mencoba untuk mengatur nafasnya kembali.

“Hah…hah…hah…enak banget sayanghh…anggi ketagihan..hah..hah” ujarnya yang masih ke susahan untuk mengatur nafasnya

“Enak yah sayang? Kalau mau lebih enak layani adi dengan sepenuhnya yah” jawab ku

“Iya sayang anggi nurut , anggi akan berikan yang terbaik buat kamu” jawabnya

“Sayang aku belum keluar nih, ganti posisi yuk, aku udah nggak tahan anggi” ujar ku

“Hihi..kasian yaudah ayo sayang , sini anggi bantu keluarin, kamu mau gaya apa lagi?” Tanya mama

“Eeeemmm….gaya missonaris sayang , adi mau lihat wajah kamu yang ke enakan ketika di entot”

“Ihhhh..yaudah ayo sayang , dan ntar kalau adi mau keluar , harus di dalam yah! Jangan kaya waktu itu diluar”

“Iyaaah, ntar di dalem biar langsung hamil kamu anggi” ujar ku

“Hihi…kalau beneran jadi tanggung jawab yah, awas loh kalau nggak”

“Iya sayang , yaudah cepet ih kamu bangun. Udah nggak tahan nih”

Langsung saja mama bangun dari badan ku, dan kembali tiduran lagi dengan paha yang di buka lebar – lebar olehnya.

Tanpa meminta ijin lagi , langsung ku masukan penis ku kedalam vagina mama. Dan langsung ku kocok dengan cepat

“Sssshhh….puaskan diri mu adi sayang,,,,sodok memek mama yang keras,,,,,,aaaaahh”

“Iyyaaahh…sayanghh,,,aaaahh mainkan empotannya sayang…biar cepet”

Langsung saja mama memainkan empotan vaginanya , penis ku serasa di hisap ke dalam dengan kuat.

“Terusshh….aaaahh anggi…memek mu enakk,,,, aaaahh buka mulut mu sayanghh….sssshh”

Dan mama menurutiny dan membuka mulutnya lebar – lebar”

“Cuuh…cuuhh..cuuhh”

“Aaaah lagiii sayang,,,, anggi mau lagi,,,,sssshh”

“Cuuhh…cuuhh..ccuuhh”

Ku buang ludah ku ke dalam mulutnya itu , sensasinya benar – benar mdmbuat ku makin terangsang.

“Aaaaahh dasar binalll kamu,,,,sssshh ayo ngaku sayang,,,kamu binalkan anggi,,,,aaahh”

“Iyaaahh….sayangg anggi,,,,binall dan liar,,,,,aaahh entot mama terusshh sayanggg,,,,buahi telur mama,,,,,ssssshhh”

“Aaaaahh,,,,,ku hamili kamu anggi,,,,nanti bilang,,,sama orang tua,,,,sssshhh yang menghamili anak mu sendiri yahhh,,,,aaaaahh memek enakk”

Ku percepat sodokan ku di vagina mama, ku rasakan penis ku sebentar lagi akan memuntahkan isinya.

“Iyaahh sayang,,,,masuki rahim anggi sayangg….aaaahhh anggi ingin sperma mu sayanggg buahi anggi dengan sperma mu,,,,,aaaahhh kontooll”

Ku percepat dan ku percepat sodokan ku, sehingga aku ingin merasa orgasme ku semakin dekat.

“Ayokkk adii,,.,,masuki rahim mama,,,,,aaaahhh cepet,,,,aaaahhh”

“Aaaahh anggi,,,,ini udah masuk sayang,,,,,aaaahhh aku mau keluarr,,,,sssshh memekk mu enakk”

“Bareng sayangg,,,kita barreng yahhh,,,, mama jugaaahh mau keluarr lagi,,,,,konttooll enakk banget”

Aku sudah tak kuat , penis ku ingin segera memuntahkan isinya, ku percepat terus sodokan ku hingga makin tak terkontrol goyangan ku.

“Anggiiii….adii mau keluarr,,,aaaahhh ayokk barengg,,,,,sssshhh cepet memekk”

“Iyaaahh kontoool,,,anggii jugaaa,,,,,aaaahh enakk,,,,mama keluaaaar sayanghh,,,aaahhh”

“Akuuuu jugaaah…mahh aaahhh terima pejuuhh ku anggi aahhh”

“Semprott mama sayangg….semprot yang banyak,,,mama tampungg pejuhh kamuu,,,aaaahhh”

“SRREETT..SSSRREET..SSREETT”
“CRROOTT…CCROOOT…CROOT”

aku dan mama akhirnya klimaks bersama, dengan tubuh yang sama – sama di banjiri keringat, dan aku cium bibir mama dengan masih berpelukan.

“Hhhhaaaah…hah..hhh..adi puas sayang,,,enak bangett”

“Hhhh…hhhh…punya kamu keluar banyak sayangh hanget banget”

“Kita bobo yuk mah adi ngantuk nih”

“Yaudah yuk sayang , mama juga udah cape”

Akhirnya aku dan mama tidur bersama dengan penis ku yang masih menyatu.

——————————

Wanita cantik dan ayu kini terbaring lemas, diwajahnya terlihat sangat pucat. Yang ia bisa lakukan hanya berbaring dikasurnya yang luas

“Hoeek…hooeekk…hoeekk”

Dengan seribu langkah cepat ia bergegas menuju kamar mandi yang berada di kamarnya.

Sudah dua kali ia bulak – balik kamar mandi karna merasakan mual dan tubuhnya pun terasa sangat lemas.

Kini raut diwajahnya berubah jadi tegang. Karna merasakan pirasat yang tidak enak.

Perlahan – lahan keteganganny berubah menjadi kesedihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*