Home » Cerita Seks Mama Anak » Hadiah Kelulusan

Hadiah Kelulusan

Siang itu hari senin 10 Juni, saat pengumuman kelulusan di sekolahku, semua teman2 di sekolah bersorak gembira akan kelulusannya, para guru pun demikian, tentu saja semua amat larut dalam kegembiraan, karena disekolahku 100% siswa siswinya lulus, ada yg berpelukan sambil menangis haru, bahkan beberapa guru ada yang sujud syukur, akupun sebenarnya merasakan kegembiraan yang sama, hanya saja karena terlalu senang sampai sampai aku bingung mau berekspresi seperti apa, teringat rasanya perjuangan untuk melewati ujian akhir ini memang yang paling keras menurutku, berbulan bulan belajar ekstra serta mengikuti les tambahan yang bisa dibilang sangat menyita waktu bermainku, karna maklumlah untuk anak seusiaku memang bermain masih jadi prioritas utama, akan tetapi sejak masuk kelas 3SMK mamaku benar benar membatasi waktu bermainku, tapi sebenarnya apa yang aku sebut bermain disini hanyalah main “game” saja dirumah, aku memang tidak terlalu banyak main diluar, ya kalau dibuat perbandingan mungkin dalam seminggu 70% permainanku hanya dirumah saja, sisanya baru keluar bersama kawan kawan itupun kalau ada yang mengajak, kalau tidak ada ya diem dirumah deh…

kembali ke kelulusan tadi, sekitar jam 11.30 pengumuman sudah selesai dan para siswa siswi pun diizinkan pulang, kepala sekolah dan para guru mewanti wanti kami dengan keras agar tidak merayakan dengan berkonvoi di jalan, karena selain mengganggu lalu lintas dan ketertiban pengguna jalan, juga dikhawatirkan akan membahayakan para siswa, tentu saja tidak semua murid mengindahkan peringatan ini yaa karna terbawa luapan kegembiraan mereka, tapi aku dan teman sebagai murid yang malas “bertingkah” nurut nurut saja dengan peringatan itu, dan akhirnya mereka mengajakku untuk nongkrong santai sambil ngopi di sebuah kafe, tapi aku menolaknya karena alasan sudah ada janji dengan mama, mereka bertanya

“bukannya biasanya mamamu kerja kalau hari senin?” mereka bertanya padaku
“iya, tapi hari ini karna pengumuman kelulusan jadi mama minta libur” jawabku
“dah ya aku duluan…” aku pamit pada mereka
“ati ati zel…!!” jawab mereka sambil melambaikan tangan

aku turun tangga menuju parkiran sambil SMS mama, “mama aku lulus, nilainya liat aja nanti”
begitu pesan yang aku tulis, sesaat setelah sampai di parkiran aku menyalakn motor dan sesaat sebelum jalan ada balasan dari mama “selamat ya sayang, ni makanan kesukaanmu juga udah mama siapin, ati ati ya pulangnya jalanan pasti ramai”, kemudian perlahan aku gas motorku keluar dari parkiran sekolah dan dengan santai menikmati perjalanan pulang,ini adalah perjalanan santaiku yg pertama pasca dimulainya status darurat “menjelang ujian”,sebelum ini tidak pernah sekalipun aku bisa menikmati santainya perjalanan pulang pergi ke sekolah,rasanya selalu ada beban di pikiran, tapi hari ini beban itu sirna sudah…bahagianya
jarak rumahku dari sekolah memang agak jauh, aku tidak terlalu ingat berpa KM jaraknya tetapi dengan kecepatan standar 60km /jam tnp macet biasanya sampai kurang lbih dalam waktu 40 menit,dan sesuai dugaanku hari ini dipastikan macet, sebabnya jelas…konvoi anak anak sekolah lain, terhambat macet di jam segitu tentu sama sekali terasa tidak menyenangkan, belum lagi cuaca panas dan asap kendaraan sudah seperti kabut, tapi aku santai sajalah, perasaan santai dan tenangnya pikiranku sudah benar benar menaklukkan emosi dan panasnya terik matahari, bahkan selagi kendaraan lain pada beradu klakson agar cepat jalan, aku sama sekali tidak peduli akan kebisingan itu.yang jelas ini hari yang sangat berkesan terlepas dari segala kemacetan itu XD

terlepas dari kerumunan macet, aku jalan tetap santai saja dan akhirnya sampai dirumah, kulihat jam sudah menunjukkan jam 12:20, aku buka pagar dan masukkan motor ke garasi,matikan motor,lepas helm dan melangkah ke pintu, entah kenapa ada perasaan deg deg an yang sejujurnya bikin kakiku agak lemas, hehehe mungkin saking senangnya kali ya, dan ketika aku buka pintu…

“assalamualaikum…” aku mengucap salam
“waalaikumsalam…” terdengar suara wanita yang tidak asing, ya itulah suara mama

sesaat kemudian mama menyambutku di ruang tengah, sebelumnya mamaku namanya alya, dia adalah karyawan disebuah bank swasta entah posisinya sebagai apa, yang jelas kedudukannya cukup tinggi sampai dia bisa memutuskan libur di hari senin yang biasanya padat padatnya aktifitas perbankan, status mama saat ini adalah janda karena sudah bercerai dengan papa kurg lebih 7 tahun lalu, entah masalahnya apa, aku tidak pernah diberitahu, karena mama berpikir itu hanya akan membebani pikiranku, jadi aku juga berpikir tidak apa apa, dari segi penampilan mama tidak kalah dengan anak anak muda usia 20 tahunan, padahal usianya sudh hampir kepala 4, ya tidak bisa dipungkiri, gaya modisnya memang selalu up to date, gaya bicara dan bahasa tubuhnya juga masih mencerminkan “anak muda banget”, mungkin karena pengaruh lingkungan di kantornya dimana banyak karyawati karyawati muda yg jadi anak buahnya dan sering menghabiskan waktu dan hang out bersama.

gaya fashion yg sedang jadi favorit mama adalah fashion Hijab, dimana banyak sekali dia memiliki koleksi hijab dan busana muslim serta gaun gaun yang tampak anggun sekali ketika dikenakannya, saat akan pergi kekantor, acara d kelurahan atau pergi denganku pun busananya selalu yang berhijab, tapi aku tidak pernah protes karena itu semua malah membuatnya semakin cantik dan anggun, jadi bangga kalo lagi jalan sama mama cantik gitu hehehe

kami tinggal dirumah ini berdua saja, bukan rumah yang cukup besar tetapi tetap terasa menyenangkan, mama tidak terlalu suka rumah besar katanya repot membersihkannya, rumah segini aja aku jg kadang kewalahan kalo pas lagi beres beres, apalagi rumah besar..

kembali ke ruang tengah tadi, mama saat itu memakai baju warna pink lengan panjang, celana jeans warna biru gelap, dan hijab warna pink juga senada dengan bajunya, mama teresenyum manis menatapku tentu saja bikin aku salah tingkah sendiri, demi menghindari salah tingkahku itu saat itu juga aku langsung menghampiri tangan mama dan kemudian cium tangannya gaya sungkem, sambil mencium tangan mama membelai kepalaku dan berkata “selamat ya sayang, sekarang udah lulus makin dewasa ya”, kemudian mama melepas belaiannya, aku yang masi tertunduk mencium tangannya kemudian berkata “makasih ya mama”, kemudian aku kembali menatapnya dan dia tersenyum lagi kepadaku, tanpa ada keraguan dan salah tingkah lagi kali ini, langsung kulempar tasku ke kursi, kusambar mamaku kedalam pelukanku dan

“cuppp” aku cium bibir manis warna pink mengkilap itu

“CUppp…”
ya ciuman di bibir mama, bukan di pipi seperti umumnya anak ke ibunya tapi di bibir yang sebenarnya hanya sepasang kekasih yang biasanya melakukan ciuman seperti ini, enth apa yang dipakainya di bibirnya itu tp rasanya manis, mungkin lipstick mengkilatnya itu memang bisa menimbulkan rasa yang bermacam macam ya, tapi tidak masalah karena aku menikmati bibir mama yang masi saja terdiam ketika aku sambar seperti itu, tanganku kini menggenggam tangannya dan kini aku mulai menjilati bibirnya dengan lidahku, mama masi tenang saja dengan perlakuanku itu, tidak kaget, tidak berontak, hanya santai saja, sampai akhirnya aku mencoba memasukkan lidahku ke mulutnya dan akhirnya disambut mama dengan hangat dengan membuka mulutnya dan membiarkan lidahku bermain di dalam mulutnya, sensasi yang sangat nikmat ketika itu bahkan aku nyaris lupa diri dengan menyentuh payudara mama dari luar pakaiannya dan akhirnya meremasnya dengan perlahan yg mana langsung ditepis dan akhirnya mama melepaskan diri dari ciumanku, tapi masih dalam pelukanku dan menatapku lagi sambil berkata

“sabar dulu ya sayang nanti kamu akan dapat semuanya kok, kan sudah mama janjikan..” kata mama sambil tersenyum manis..

“hehe iya ma, maap td udh ga tahan, abis mama keliatan cantik banget, hehehe” jawabku sambil cengengesan..

“masa sih sayang…??? kamu bisa aja ih…” ucap mama sambil mencubit hidungku…
“udah lepas sepatunya sana…ganti baju sekalian, abis ini kita makan…” perintah mama

“eh..???trus kadonya kapan ma…????” tanyaku…

“sabar dulu ya sayangku…mama ga akan kemana mana kok, udahlah kita makan aja dlu nanti keburu dingin masakan kesukaanmu…” kata mama santai sambil menuju dapur…

aku menuruti saja perintahnya, aku duduk dikursi kemudian melepas sepatuku, dan ternyata ada bagian tali sepatuku yang nyangkut dan susah dilepas, bingung harus bagaimana karena kalau digunting kasian itu sepatu masih baru dan masih bagus, kemudian aku minta tolong mama yang sedang menata meja makan untuk santap bersama siang itu,

“mama tolong dong lepasin tali sepatunya ini…nyangkut dia..” pintaku ke mama

“oh iya sayang…tunggu sebentar, mama masih rapikan meja..” jawab mama dari dapur..

aku menunggu di ruang tengah sambil menghidupkan TV, begitu TV hidup yang keluar sudah berita soal bobroknya pejabat negara, apa memang hal seperti ini yang jadi kegemaran pemirsa ya hahaha…hampir setiap channel isinya sama, dan akhirnya mama mendatangiku,

“kenapa tali sepatunya sayang..??” tanya mama

“itu nyangkut…mau digunting sayang masi baru..” jawabku

“yaudah sini coba mama lepasin..” kata mama singkat…

mama kemudian berjongkok didepanku dan berusaha melepas tali sepatuku, sementara aku masi duduk di kursi sehingga kepala mama dan selangkanganku kini tingginya sejajar, enth kenapa dengan posisi begini pikiranku jadi ngga karu karuan…mama yg asik dengan tatapan kearah sepatuku dan berusaha mencoba melepaskan ikatan yang nyangkut itu tampak cuek saja dan asik saja dengan tali sepatuku sementara aku di atas kursi udah terawang awang hanya karena posisi begitu, dan akhirnya didalam sana sudah terasa sesak sekali, aku jadi serba salah tingkah kalau begini, kalau sampai mama liat aduh betapa malunya, dan yakk akhirnya terlepaslah itu ikatan tali sepatuku yang nyangkut tadi..mama menatapku kemudian berkata

“tu udah lepas…” kata mama santai

“i..iya maa…” kataku masih dengan muka salah tingkah gara celana sesak ini..

“udah ya mama mau beresin meja lagi…” kata mama, tapi sebelum mama berjalan lagi aku langsung pegang tangannya..

“Ma…aku…” kataku dengan ragu..

“hmm..?? kenapa sayang..???” tanya mama..

“aku…itu…” kataku sambil melirik ke selangkanganku..

mama juga melirik ke selangkanganku, seolah mengerti kemudian mama melihatku sambil tersenyum dan membelai kepalaku..
“iya sayang mama ngerti kok…,tapi sbentar aja ya…” kata mama singkat

aku langsung kegirangan mendengarnya mengaktakan itu…dan tetap dengan wajah salah tingkah dan deg degan..aku melihat mama berjongkok lagi seperti tadi ketika akan melepaskan tali sepatuku, tapi bedanya kali ini yang dia tuju langsung selangkanganku dan tangannya langsung memegang penisku dari luar celanaku dan meremasnya gemas, aku pun semakin melayang layang karena satu kali remasan itu, ditambah ketika itu pakaiannya yang amat sopan dan berhijab tapi siap untuk memberi kepuasan dunia pada anaknya,

“sayang…” panggil mama manja sambil memegang penisku dari luar celana

“iya mama…” jawabku sudah terangsang sekali..

“mama sayang sekali sama kamu…” kata mama dengan senyum sambil membuka resleting celanaku dan akhirnya celana dalamku pun dibukanya dan muncullah penisku yang memang sudah merasa sesak daritadi,seolah penisku bisa bernapas lega sehingga langsung membesar di depan mama..

“hihihi…udh ga tahan banget ya kamu..”kata mama dan “cupp” Diciumnya penisku sambil dia memasang wajah yg tampak bahagia sekali…

“aakkhh…” erangku..aku merasa nikmat sampai menggelinjang cuma karena satu ciuman di penisku…

kemudian mama tiba tiba bangkit, aku yang sudah setengah teler dengan penis terbuka seperti itu tentu saja bingung, kok tiba tiba seperti mau meninggalkanku dengan keadaan setengah teler gitu, akupun memegang tangannya…

“mama…” rengekku…

“sebentar ya sayang..mama mau rapikan hijab mama dulu…mama mau melayani kamu dengan sempurna” ujar mama singkat…

mendengar jawaban itu aku langsung lega, ternyata mama benar benar ingin memberikan yang terbaik buatku, kalau dilihat lagi iya sih benar setelah membetulkan tali sepatuku yang nyangkut tadi, hijabnya jadi seperti mau lepas, dan tidak rapi, kemudian mama berjalan santai ke depan cermin, dan merapikan hijab dan memakai lipstik mengkilapnya lagi, setelah dirasa cukup, kemudian mama mendatangiku lagi yang tengah duduk di kursi itu, aku sangat senang ketika mama langsung berjongkok di depan selangkanganku…

“hihi sayangku…” kata mama sambil memegang penisku lagi…dikecupnya lagi penisku..tapi kali ini ada rasa yang berbeda…seperti terasa lbih dingin di bagian yang diciumnya…apa mungkin pengaruh dari lipstick mengkilatnya itu ya…tapi entahlah…yang jelas terasa sangat nikmat ketika mamaku yg cantik dan dengan pakaian yang sopan,rapi dan hijab itu bersiap untuk memberimu pelayanan seperti melayani suaminya sendiri…

“akhh…” erangku keenakan..

“kenapa sayang..???” tanya mama sambil mencium penisku lagi..

“enak banget mama..” kataku pelan..

“baru juga cuma mama cium…” kata mama sambil senyum..tangannya masi memegang penisku dan secara tiba tiba menjilatnya..

“aaaahhh mamaa…” erangku…

“cuma dijilat kok sayang…hihih, ampe merem melek gitu…hihihi” kata mama meledekku, penisku masih dalam genggamannya

“yaa kan tetep aja enak banget mama sayang…” kataku memuji pelayanannya…

“sayang, mama mau kamu liat mama terus ya selagi mama isep kontolmu, jangan merem, jangan alihkan pandanganmu dari mama” pinta mama dan yang mengejutkanku adalah kata kata “kontol” yang dengan enteng keluar dari bibir manisnya…

ternyata mama ingin aku memperhatikan pelayanannya, atau lebih tepatnya memperhatikan kebinalannya dibalik pakaian sopan dan hijabnya itu..
“tentu mama..aku ga akan merem hehehe…” kataku

“siap ya sayang…” sambil senyum mama bangkit dan mencium bibirku dengan lembut “mmuachh”…sesaat ciuman kami terlepas, mama langsung jongkok dan menjilat penisku lagi.
jilatan kali ini berulang ulang dilakukan hingga aku belingsatan tak terkatakan rasanya…seorang ibu dengan wajah cantik, pakaian sopan dan hijab itu sedang menjilati penis anaknya dengan wajah gembira seolah sedang melayani suaminya, dan akhirnya “Slupp” masuklah kontolku sepenuhnya ke mulut mama, kini tangan mama menggenggam erat tanganku, dan dengan perlahan dia maju mundurkan kepalanya dan penisku dimainkan di dalam mulutnya sana, sesekali dia keluarkan penisku dari mulutnya dan menjilatnya sambil menunjukkan wajah bahagianya itu, bahkan kantong zakarku pun tidak luput dari jilatan dan emutannya, entah aku sedang bermimpi atau tidak tapi yang jelas ini bisa kusebut surga duniaku.

“akhh akhhh..mamaaa..enak mama..”erangku menahan kenikmatan dari mamaku ini..

tanpa sadar tanganku pun aku lepaskan dari genggaman tangan mama dan kini kedua tanganku memegang kepala mama, mungkin karena reflek jadi aku menggenggam kepalanya yang tertutup hijab pink dengan erat dan ketika mama mengulum penisku hijabnya kembali jadi agak berantakan, kemudian mama tampaknya sadar kalau hijabnya agak berantakan dan dia menghentikan sejenak aksi mengulum penisku.

“aduh berantakan lagi hijab mama sayang…” kata mama dengan nada mengeluh dan agak menggerutu, mama tampak biasa saja seolah tidak terjadi apa apa, padahal hal yang membuat hijabnya berantakan itu adalah hal yang sangat tabu dan dia menganggap seolah tidak tejadi apa apa.

“akkhh mama..” hanya itu yang kelur dari mulutku yg belingsatan kenikmatan

“bentar ya sayang mama rapiin dulu hijabnya…” kata mama sambil bangkit menuju cermin, tapi kali ini aku menahannya

“mama rapiin disini aja…udah ga tahan, biar aku yang jadi cerminnya heheh” kataku, dan mama kemudian tersnyum kearahku..

“yaudah kalau memang itu mau kamu sayang…liatin hijab mama ya udah rapi atau belum” kata mama sambil merapikan hijabnya..

“udah ma.. udh rapi…udh cantik..” kataku dengan tidak sabar..

“hihihi udh ga sabar banget ya sayang…”kata mama smbil tersenyum,tangannya masih merapikan hijab yang menjulur dibawah wajahnya dan kemudian mama mengambil tisu di atas meja dekat kursi tempat aku duduk dan mengelap mulutnya sambil tersenyum melihatku.kemudian dengan sembarang dia lempar tisu itu kelantai dan kembali menghampiriku…

“dah..sayang..” mama kembali mendekatkan diri padaku dan diciumnya bibirku dengan lembut..”muuachh”, “mama sayang kamu” kata mama dengan mesra..

“aku juga sayang mama..” kataku masih terengah engah dan tidak sabar…

perlahan mama menuju ke selangkanganku dan langsung meraih penisku, kemudian dikecupnya, dan dijilat lagi berulang ulang, dan kemudian dimasukkan lagi kedalam mulut mama..

“ugghh…” erangku menahan kenikmatan…

mama kembali mengulum penisku dengan kecepatan yang lebih tinggi, tangan kami saling menggenggam erat lagi, dan aku berusaha mempertahankan kesadaran sambil menahan kenikmatan yang diberikan oleh orang yang melahirkanku ini, aku terus berusaha tetap fokus memandang mama yang sedang mengulum penisku ini karena memang permintaanya seperti itu, kembali mama memainkan buah zakarku yang membuatku makin tidak tahan, jilatan dan kulumannya semakin menjadi jadi membuatku tidak tahan, tapi aku tetap fokus memperthatikan kebinalannya hari ini, dan setelah 15 menit babak kedua ini mulai, aku mulai tidak tahan, seolah ada lahar yang ingin dimuntahkan dari dalam penisku ini.

“agghh mama aku mau keluar…!” erangku…

mama cuek saja dan tetap melanjutkan acara mengulumnya ini hingga akhirnya aku memegang kepalanya barulah mama berhenti mengulum dan mendiamkan penisku dalam mulutnya,stelah beberapa saat aku yang sudah tidak tahan lagi langsung menyemburkan semua spermaku kedalam mulut mama,

“aagghh mamaaa…” kataku keenakan…

sambil tetap melihat mama aku memandang wajah cantiknya sedang mengulum penis anaknya, dan kini ada cairan putih kental keluar dari mulutnya mengalir hingga berceceran hingga kebaju dan sebagian membasahi hijabnya, kami terdiam beberapa saat dan saling berpandangan, sebelum akhirnya mama melepas kulumannya

“glek..” samar samar aku mendengar mama seperti menelan sesuatu tadi,

“mama nelan apa itu tadi..???” tanyaku

“sperma kamu sayang…mubadzir kalo dibuang..hihihi..” jawab mama dengan enteng

aku perhatikan wajah mama tampak menggoda sekali dengan keadaan seperti itu, pakaian yang masih lengkap dan amat sopan dengan hijab tapi di mulutnya tercecer sperma dari anak kandungnya, dengan iseng akupun mengambil hapeku dari kantong celana dan bermaksud memotretnya.saat itu mama hendak membersihkan wajahnya dan mengelap spermaku yang berceceran di mukanya tapi aku langsung mencegahnya.

“mama tunggu sebentra jangan dibersihin dlu wajah mama…” pintaku

“hmm..???kenapa sayang..???” tanya mama pensaaran

“aku mau foto wajah alim binal mama…heheh..” jawabku cengengesan…

“ada ada aja sayang,hmm yaudah sni fotoin mama..” jawab mama dengan lembut dan mesra…

seketika itu juga mama langsung memasaang senyum tercantiknya untukku…dengan wajah dan hijab pink yang terkena sperma seperti itu, kecantikan mama jadi berlipat lipat di mataku.

“gimana hasilnya sayang..??” tanya mama pensaran dengan hasil fotonya dan langsung menengok ke arah hapeku…

“cantik kok mama..mama kan emang cantik banget..” jawabku polos.

“bisa aja kamu ni..” kata mama sambil memencet hidungku dan “muachh…”kemudian mencium bibirku dengan lembut dan tangannya membelai lembut penisku..

“sudah ayo pakai lagi celananya, kita makan sekarang…” ujar mama santai

aku yang sebenarnya sudah tidak bertenaga tapi masih belum menginginkan permainan ini berakhir hingga muncullah ide lain…

“mama penisku belum dibersihin..lendir lendirnya masih ada ma…”rengekku manja minta mama membersihkan penisku…

“oh iya..mama lupa sayang…sebentar ya..” kata mama sambil hendak mengambil tisu…

“mama jangan pakai tisu dong bersihinnya…” pintaku lagi..

“terus pakai apa sayang..???” tanya mama…

“pakai hijab mama aja ya…boleh ma..???” tanyaku…

“hush…ndak boleh sayang…ini kan buat kepala..” jawab mama melarang…

“yahh mama kan tanggung hijab mama udha kena spermaku juga…boleh ya ma..” jawabku rada ngrengek..

“hmm…yaudah kamu ini aneh aneh aja maunya, demi anak mama tersayang ini sekarang semua hijab mama juga jadi lap sperma kamu aja…” jawab mama sambil tersenyum kemudian berjongkok d depan selangkanganku lalu memposisikan hijab bagian bawahnya untuk membungkus penisku dan perlahan mengelapnya…

gesekan kain hijab itu dengan penisku membuatku berdesir merasa geli, melihatku yang kegelian seperti itu mama malah cekikikan dan mencium penisku lagi,

“cupp..” mama mencium penisku

“ahh mama…geli..” kataku…

“hihihi tp enak kan…”kata mama santai sambil terus mengelap penisku dengan hijabnya…

“ya enak sih heheh…”jawabku polos..

setelah kering, mama kemudian melepaskan penisku dari bungkusan hijabnya kemudian mencium penisku lagi kali ini dengan hidungnya dan menghirup aromanya, seolah sangat menikmati sambil memejamkan mata dan berkata

“hmmm aroma kesayangan mama…” kata mama sambil mengirup dan menempelkan penisku di hidungnya, dan membelai belai dengan pipinya,diperlakukan demikian tentu penisku seketika bangun lagi, dan mengeras, aku pun meraih penisku kemudian aku pukul pukulkan ke kepala mama yang terutup hijab itu sambil meledeknya.

“puk puk puk” bunyi penisku mengenai kepala mama..

“mamaku kayak pelacur..heheh..” kataku polos…

“puk puk puk..” pukulku lagi..mama menghadap kearahku lantas menutup matanya sambil menerima pukulan penisku itu di wajahnya, dan tampak tersenyum senang, sambil meringis dan berkata…

“uuhh sayang ini…kok mama dibilang pelacur..???” kata mama sambil agak menggerutu tapi senang terlihat dari raut wajahnya dan kemudian memonyongkan bibirnya sambil tetap menerima pukulan penisku..

“iyaa soalnya mama alim tapi binal…hehehe…mau ngemut kontol anaknya sendiri” jawabku sekenanya saja sambil terus menggoyang penisku mukul mukul wajahnya…

“itu kan bagian dari janji kita sayang, kamu sudah melakukan yang terbaik, jadi mama juga harus melakukan yang sama untuk kamu, tapi kamu suka kan sayang hihih…” jawab mama sambil senyum manis dan membelai kepalaku.

“suka banget..mama emang pelacur alim terbaik heheh..” kataku meledeknya lagi..

“mama ikhlas jadi pelacur hanya untukmu sayang, mulai saat ini terserah kamu mau memperlakukan mama seperti apa, seperti pelacur boleh, seperti pelayan boleh, yang penting kamu senang..” jawab mama yang menenangkan hatiku…

“makasi ya mama…aku sayang mama…” kataku..

“mama juga sayang kamu..” kata mama sambil membelai kepalaku lagi kemudian berdiri…

“sudah itu celananya dipakai lagi..trus kita makan” perintah mama..

“mama..aku makannya ga usah pake celana ya…” kataku

“lho kok gitu..malu ah sayang..udah besar gitu..” jawab mama

“yaa biar ga sumpek aja ma..kasian kontolku..liad mama tegang terus..” jawabku singkat

“ah sayang ini ngeres sekali pikirannya, mama pakai pakaian sopan dan hijab bgni malah bkin kamu tegang..???” tanya mama..

“justru karena mama berpakaian gitu jadi tegang…hehehe…” jawbku polos

“ya udah terserah kamu saja sayang, mama mau ke meja makan dlu, kamu lepas aja celana kamu dulu…” jawab mama santai

“tunggu bentar ma kita barengan kesana..” pintaku..

mama pun menungguku membuka celana..dan yaakk penisku yang telah tegang itu langsung mengacung kuat kedepan..mama tersenyum melihat penisku itu…

“mama kita jalan bareng, mama jalan sambil tarik penisku ya..”

“sayang bisa aja sih mesumin mama, iya sayangku…hihi” sambil mama mencium pipiku…

digandenglah aku (penisku) ke ruang makan…

sesampai di ruang makan, mama menyuruh aku duduk di kursi masih dengan tanpa celana dan penisku mencuat tegang,

“sebntar ya sayang..” kata mama sambil tersenyum manis dan melepaskan genggamannya dari penisku

kemudian mama mulai meyiapkan makanan makanan kesukaanku, aku tidak terlalu rumit untu soal makanan favorit, makanan favoritku hanyalah sayur lodeh tapi dengan rasa pedas, dan untuk pelengkapnya kali ini mama menyediakan ikan goreng kering dan krupuk udang, sembari menyiapkan makanan aku perhatikan tubuh mamaku ini dari belakang sangat sempurna,hijab dan pakaiannya yang sangat sopan itu malah bikin penasaran, pantat yang sekal itu menggoda setiap mata pria yang memandangnya dari belakang, dan entah bagaimana seolah sadar aku tengah memandanginya, mama tiba tiba menoleh kearahku dan tersenyum manis sekali, kemudian aku yang salah tingkah malah membuatnya cekikikan, dan kemudian dia menlanjutkan lagi memindahkan sayur ke mangkuk, setelah itu dia membawanya ke meja makan, dan meletakkan mangkuk berisi sayru lodeh itu ke meja, karena mama datang dari samping dan masi dalam jangkauan tanganku, selaama mama meletakkan sayur itu tangaku pun iseng membelai pantatnya yg sekal itu, dan meremasnya lembut..

“ahh sayang…” jawab mama sambil agak menggerutu, tetapi dibiarkan saja tanganku meremas remas pantatnya…

“hehe abis asik liat pantat mama..” jawabku…

“sabar sayangku…nanti lagi ya..” jawab mama sambil tersenyum dan membelai kepalaku..

“iya mama hehe…” sambil tanganku melepas remasan dari pantatnya

kemudian mama kembali ke depan kompor dan membereskan peralatan masaknya, sesaat tampak mama mencium cium bajunya, mungkin mama merasa bau dari bajunya itu tidak sedap, tentu saja tidak sedap, pakaian dan hijabnya itu sudah terkena keringat dan sperma pada saat mama memberiku pelayanan dengan mulutnya tadi juga terkena bau masakan, kemudian mama menghampiriku dan meminta izin ganti baju dan hijab.

“sayang baju sama hijab mama sudah bau nih, mama mau ganti baju dulu ya sayang…” kata mama sambil mencium pipiku..

“biarin aja bajunya ama, kan asik mama kayak gitu..ada bekas spermanya…” jawabku mesum

“ga boleh sayangku…mama mau melayani kamu dengan sempurna terutama dari penampilan…” ucap mama dengan sabar

“kalau gitu ganti baju disini aja ma..didepan ku biar bisa aku liad tubuh mama..heheh..” jawabku dengan mesum..

“ah sayang mama ga mau, mama malu…hihihi…” sambil membelai kepalaku dan akhirnya meninggalkanku menuju kamarnya..

“ah kalo gitu mama dandan lagi aja sekalian ya, pake lipstik merah mama itu…” pintaku, mama memang kelihatan lebih keibuan ketika mengenakan lipstik merahnya itu, ketimbang tadi yang menampilkan kesan ibu muda, kalau mama pakai lipstik merahnya barulah benar benar terkesan wanita yang sudah “matang” bagiku.

“ohh yang itu…iya sayang nanti mama pakai, jangan ngintip ya sayang…hihih..” kata mama..

aku heran, mama sudah melakukan hal setabu tadi tapi masih malu ketika harus ganti baju di hadapanku, ya mungkin ini memang maunya mama, tapi tidak apa apa, dengan begitu juga aku jadi tambah penasaran dengan tubuh mamaku ini, sesaat kemudian mama keluar dari kamar, dengan pakaian dan hijab yang sudah diganti, kali ini mama mengenakan pakaian lengan panjang warna biru tua, dan hijab berwarna biru muda, sementara celananya masih dengan celana yang tadi, mama terlihat lebih fresh kali ini, sepertinya dia juga baru mengenakan parfum tadi untuk menghilangkan bau tidak sedap dari tubuhnya, dan tentu saja yang membuat aku langsung terfokus adalah bibirnya yang dihiasi lipstik merah yang membuatnya terlihat “matang” itu, mama lantas berjalan kearahku dan tersenyum malu malu melihat aku begitu mengaguminya,

“dah sayang…gimana..mama keliatan fresh kan…dan lipstik mama juga sudh mama pakai..” kata mama membuyarkan kekagumanku.

“eh iyaa cantik banget mama..hehe” jawabku

“makasi sayang…” jawab mama kemudian mencium lembut bibirku “muachh..”

aku tentu saja blingsatan dapat ciuman tiba tiba begitu.

“sayang kontolnya berdiri terus, mama suka liatnya…hihi” kata mama yang tiba tiba melihat kontolku yang memang sudah tidak terututup apa apa sedari tadi,

kemudian mama mulai mendekatiku dan mengambilkan nasi untukku, posisi mama yang berdiri disampingku sambil mengambil nasi tentu saja tidak aku lewatkan begitu saja, ditambah kontolku sudah teramat tegang dibuatnya karena pemandangan wanita berhijab ini seolah sedang membiarkan tubuhnya untuk dinikmati olehku anak kandungnya, sekalipun auratnya masih terututp rapat saat ini, tapi itu sudah benar benar membuatku tegang, langsung saja aku ulangi perbuatanku yang tadi yaitu meremas gemas pantatnya.

“ahh..sayangku…” desah mama manja ketika tanganku meremas pantatnya..

aku tak hiraukan itu, malah aku menggunakan kedua tanganku untuk meremas kedua belah pantat mama itu, mama memandang ke arahku sambil tersenyum dan mendesah manja

“ahh sayang mama ambil nasi dulu buat kamu…ahh…” desah mama manja dan masih juga aku tak pedulikan, kedua tanganku terus meremas pantat mama dengan perlahan dan lembut.

“makan dulu sayangku…ahh…” desah manja mama malah membuatku makin bernafsu, ku tempelkan hidungku di belahan pantat mama itu, sambil mencium ciumnya dari luar celana jins nya,sesaat melakukan hal itu benar benar nikmat buatku, kontol yang terus tegang dan desahan mama, yang waktu itu sedang berusaha mengambil sayur untukku, tiba tiba mama menghentikan kegiatan mengambil sayur itu, dan meletakkan piringnya lalu membelai kepalaku dan aku menghentikan sejenak kegiatanku itu lalu mama menatapku sambil senyum…

“mama heheh…cantik banget sih…” kataku memujinya sambil melirik ke wajah mama dalam keadaan masih mencium cium pantatnya dari luar celananya

“makasih sayangku…” jawab mama sambil senyum..

“mama bkin napsuin banget sih…” kataku lagi…

“mama kan pelacurmu sekarang sayang…hihih” jawab mama

“hmmmphh…aku sayang mama…” kataku sambil mengusap usap pantat mama dengan hidungku sambil aku pejamkan mataku..

“mama juga sayang kamu…” jawab mama

mendengar jawaban itu entah kenapa tanganku jadi tiba tiba ingin membuka celananya, kedua tanganku berusaha meraih kancing celananya dan bersiap melepasnya, mama tampak kaget, tapi setelah bisa menguasai keadaan mama bertanya padaku.

“kamu suka pantat mama ya sayang..???” tanya mama

“bukan cuma pantat mama…tapi semuanya mama…” jawabku sambil memegangi kancing celananya berusaha melepasnya

“aku buka ya celana mama…” pintaku

“tapi kita kan mau makan sayang…” jawab mama ragu

“ya kita makan sambil ga pakai celana..heheh…” jawabku enteng

“hmm yaudah karna ini kemauan kamu, mama akan ikhlas saja..” jawab mama pasrah

“boleh ma..???” tanyaku memastikan.

“iya sayang…tp celana jinsnya aja ya…yang lain jangan dulu..”jawab mama

“asikkk..iya mama..” jawabku kegirangan..

kemudian mama berbalik kearahku…diletakkan kedua tangannya di pundakku kemudian mama mencium keningku mesra “muachh..”, aku yang daritadi sibuk membuka kancingnya jadi berdesir gara gara ciuman maama ini, agak susah membuka kancing celnanya dalam keadaan serba nafsu begini…tapi dengan usaha dan kegigihanku yakk..akhirnya erlepas kancing celnanya, dan kini aku menurunkan resletingnya, setelah resletingny turun, mama tiba tiba berkata.

“sayang mama balik badan dulu, biar begitu celana terbuka, sayang langsung bisa liat pantat mama..” kata mama

“eh iya mama…” jawbku

mama lantas membalikkan badan sehingga sekrang membelakangiku, kedua tangannya kini memegang meja dan sedikit menunggingkan pantatnya, aku yang melihat pemandangan ini tentu saja langsung menelan ludah, ditambah kontolku ini sudah semakin menjadi jadi saja di bawah sana.

“dah sayang, turunin celana mama perlahan ya…” pinta mama

sebenarna tanpa diperintahpun memang itu yang ingin aku lakukan, kini tanganku memegang celana mama di samping pinggang kiri kanan, kulihat mama melirik kebelakang menatapku sambil senyum mesra, akupun mulai menurunkan celana jins mama dengan perlahan dan mulai tampaklah celana dalam mama, mama memakai celana dalam warna putih khas ibu ibu dengan ada ornamen bunga bunga disana,perlahan tapi pasti akhirnya celana jins itu turun hatiku berdesir kencang saat celana jins itu akan melewati pantatnya, dan menunjukkan pantat sekal padat itu, dan akhirnya tampaklah pantat itu, pantat sekal padat sempurna yang bikin aku gemas sedari tadi, baru juga celana jins tadi turun melewati pantat mama, aku sudah tidak tahan lagi, langsung aku remas pantat mama yang masih dilapisi celana dalama itu, dan aku cium pantat mama.

“hpphhh mamaa…pantatnya bagus banget…”kataku sambil aku benamkan wajahku di pantat mama aku seolah langsung lupa bahwa aku masih harus menurunkan celana jins itu sepenuhnya

“ahh sayang..belum kebuka semua…sabar dulu..buka dulu semua..” kata mama

“iya mama..heheh” jawabku

kemudian aku lanjutkan acara membuka celana mama ini, mama masih saja senyum senyum melihat tingkahku itu, akupun kembali menurunkan celana jins mama ini, dan ketika sudah sampai selutut mama yang mana paha mulusnya terpampang jelas sekarang aku yang tidak tahan langsung memeluk pahanya sambil menciumnya lembut..

“cupp..” aku cium paha mama kiri dan kanan…

“hihihi sayang ga sabar banget sih…” kata mama sambil melihatku

“lepas dulu celana mama sayang…” lanjut mama santai

ya jelas lah..mana mungkin aku bakal berhenti disitu saja, akupun kini kembali melanjutkan menurunkan celana jins mama, mama masih sambil agak menungging menikmati anaknya memelorotkan celananya tampak raut wajahnya sangat bahagia sekali, mungkin mama bahagia karena aku sangat menikmati pemandangan tubuhnya, dia bahagia tubuhnya bisa menyenangkan aku, hingga akhirnya yakk, celana jins mama sudah sampai d mata kakinya, kemudian mama mengangkat kaki nya satu satu dan, lepaslah sudah celana jins itu.

kini di depanku terpampang mamaku yang dengan posisi agak menungging, mengenakan hijab biru muda, baju lengan panjang biru yang panjangnya sampai keperut, dan celana dalam warna putih dan bermotif ornamen bunga bunga, terpampanglah kaki jenjang, paha putih mulus dan pantat sekal itu memanjakan mataku, aku hanya bisa menahan ludah melihat pemandangan mama ini, dan tentu saja kontolku sudah semakin menengang karena mama terlihat sempurna dengan tampilannya sekarang ini, terlihat alim dan seksi secara bersamaan, mama senyum senyum saja melihatku kemudian mengambil celana jinsnya yang sudah lepas itu dan menaruhnay di kursi di dekat meja makan itu dengan rapi.

“sayang..gimana…???” tanya mama

“mama seksi banget…kaki, paha, pantat mama..” jawabku masih dengan kekaguman

“kamu suka kan..??” tanya mama genit

“suka banget mama…” jawabku

kemudian mama kembali mengambilkan nasi dan sayur untukku, bedanya kali ini celana jinsnya sudah tidak dipakai lagi, dan tentu saja aku jadi tambah semangat meremas remas pantatnya itu, aku remas perlahan dan kadang aku cium dan jilat.

“ahh sayang…” desah mama

“hmmhhmm..” aku benamkan lagi mukaku d pantat mama

“mama bahagia sekali sayang, tubuh mama bisa membuatmu sesenang ini…” kata mama

pria manapun juga pasti akan sangat suka dengan tubuh seperti ini, kataku dalam hati dan masih dengan muka terbenam di pantat mama

“sudah sayang ayo makan dulu..” kata mama sambil membelai kepalaku yang masih terbenam di pantatnya itu

“iya mama..” jawabku

aku mulai bangkit dan duduk dengan tegap, bersiap untuk santap siang, mama pun menghidangkan piring berisi nasi dan lodeh pedas ke hadapanku tidak lupa mengambilkan ikan goreng sebagai lauknya, kemudain mama duduk di kursi sebelahku, ya dengan tanpa celana tapi pakaian lainnya masih lengkp termasuk hijabnya, kemudian mama menyilangkan kakinya, uhh tampak seksi sekali mamaku ini.mama menyanggakan kepalanya pada tangan kanannya dan menatapku mesra.

“ayo dimakan sayang…itu sayur kesukaan kamu kan..” kata mama dengan mesra

“iya maa…” jawabku dan akupun melahap masakan mama itu

“gimana rasanya sayang..?? enak ga..???” tanya mama penasaran

“enak banget mama..” jawabku masi maka kepalaku…

“hihi..syukur deh kalo kamu suka sayang…” kata mama sambil membelai kepalaku.

mau selapar apapun kalau disampingmu terpampang wanita cantik berhijab dan tidak pakai celana tentu akan membuat fokusmu teralih, begitu juga yang terjadi dengaku sekarang ini, memang aku masih makan tapi pandanganku tetap tertuju ke selangkangn mama yang ditutupi celana dalam warna putih itu, seakan mama menyadarinya kemudian mama membelai pipiku dengan lembut

“sayang kalo makan perhatikan makanannya dong…masa selangkangan mama aja diliatin terus dari tadi..” kata mama sambil membelai pipiku

“mataku ada autofokusnya mama…lagian gimana aku bisa fokus kalau mama terpampang cantik dan seksi tanpa celana gini disampingku..” jawabku sambil mengunyah makananku.

“yaudah kalau gitu mama pakai lagi aja celananya biar kamu fokus makannya…” kata mama

“eh jangan mama..aku suka liad mama kayak gini…” jawabku langsung mencegahnya..

“mama duduknya mepetin ke aku sini dong..” kataku pada mama

“iya deh sayang…” kemudian mama menggeser kursi yang didudukinya tadi sehingga mepet ke kursiku, dan kemudain mama duduk disebelahku

“hehe gini kan lebih enak aku liad selangkangan mama…” kataku

“ahh dsar kamu.., dah makan lagi sana…” kata mama sambil membelai pipiku..

aku melanjutkan acara makanku, dan kini mama ada disampingku tepat juga sedang memandangiku sambil tersenyum manis dan membelai kepalaku dengan lembut, aku dipandangi seperti itu jadi merasa agak bersalah terhadap perbuatanku ini, mama dengan tatapan keibuannya menatapku lembut sementara aku menatapnya dengan nafsu, tapi ya apa boleh buat, mama sendiri yang menjanjikan ini semua kepadaku, ya aku tinggal menerima saja, lama saling tatap membuatku tak tahan juga, ketika nasi dimulutku sudah aku telan, mendadaku sambar bibirnya itu..

“cupp..” sesaat terlepas ciuman dariku dengan lembut di bibir mama

“hhihi sayangku..mumumu” sambil mama memonyongkan bibirnya…

“mumumu…” kataku juga dengan memonyongkan bibirku dan akhirnya bibir kami bersentuhan dan sekejap aku lepas lagi, ciuman ringan seperti ini cukup untuk memunculkan ide nakal lain dari pikiranku, aku ingin meniru adegan di beberapa film porno dimana sang wanita menyuapi prianya dengan memakan makanannya dan kemudian dengan mulutnya menaruhnya makanan yang telah dikunyahnya ke mulut prianya.

“mama suapin aku dong…” pintaku ingin mewujudkan fantasi nakalku tadi..

“iya sayang sini sendoknya..” ujar mama sambil mengambil sendok yang aku genggam tadi.

“sni buka mulutnya sayang aaaa…” kata mama

“bukan suapin gitu mama…” kataku

“terus gimana suapinya sayang..??” mama bertanya padaku

“mama kunyah dulu terus mama masukin ke mulut aku..” jawabku ngeres.

“ihh jorok ah sayangku ini…kan kecampur liur mama jadinya..” jawab mama ragu

“justru itu yang aku pingin mama..” jawabku enteng saja

“ya udah deh..sayangku ini ada ada aja…” jawab mama dengan pasrah

kemudian mama mulai mengunyh makanan yang tadi ada di piringku, setelah beberapa saat mengunyah, mama menunjukkan isyarat mau memasukkan makanan ke mulutku, dengan membelai lembut bibirku dengan jari telunjuknya disertai senyuman, mama mendekatkan bibirnya ke bibirku dan akupun membuka bibirku dan mama kemudian mendekat dan kedua tangannya memegangi kepalaku dan mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi kemulutku, agak aneh sih rasanya tapi nafsuku sudah mengalahkan rasa makanan ini, jadi ya nikmat nikmat saja, selagi mama mengeluarkan makanan dari mulutnya ke mulutku, aku perhatikan lagi ternyata mama dalam posisi menungging sambil memegnag kepalaku, menggairahkan sekali, tak tahan dengan pemandangan itu, tangankupun ikut bergerilya, tangan kiri meremas payudaranya dan tangan kananku menyentuh alat vital di tengah selangkanagnya yang masih tertutup celana dalam itu,

“ahh..” mama kaget

mama sontak kaget tapi masih membiarkanku menggerayangi tubuhnya dan melanjutkan acara memindah makanan itu, karena kaget tadi makanan yang dipindahkan sempat tercecer ke hijabnya, dan akhirnya makanan itu semua makanan telah terpindahkan, dan mama memundurkan bibirnya menatapku mesra lagi, tanganku masih menyentuh payudaranya dan memeknya, kemudain mama mencium bibirku dengan lembut

“cupp..” ciuman mama mendarat di bibirku.

“hehehe…kayak induk burung nyuapin anaknya ya ma..” kataku

“hihi sayangku nakal deh, masa vagina sama payudara mama d pegang juga..” kata mama sambil senyum…

tanganku masi memegang kedua bagian tubuh mama itu. dan akhirnya kulepaskan karena mama mau duduk.

“udah ayo lanjut lagi makannya…mama suapin ya…” kata mama

sekarang mama menyuapiku dengan biasa menggunakan sendok, duh rasanya jadi inget masa lalu dimanjain banget sama mama seperti ini, makan disuapin tapi bedanya kali ini mama suapin aku dengan tubuh yang siap dijamah selagi makan, ya benar saja, mumpung mama yang nyuapin, tanganku pun menganggur dan siap menggerayangi tubuhnya lagi, aku letakkan tanganku di antara selangkangannya dan membelai lembut vaginanya dari luar celana dalamnya.

“ahh sayang ini…geli sayang..” kata mama

aku tidak hiraukan itu dan cengegesan saja sambil tetap membelai lembut vaginanya dari luar celana dalamnya, aku tidak menjawab karena mulutku penuh dengan makanan, dan belaian itupun lanjut terus tanpa mama keberatan sama sekali, mama pun masi terus menyuapiku sambil menahan kegelian karena belaianku di vaginanya, sesekali mama meringis menahan geli, tapi itu malah membuatku tambah gemas, aku jadi mempercepat belaianku di vaginanya sampai akhirnya mama berkta

“sayang pelan pelan dan lembut dong belaiannya..” pinta mama

aku pun menurut dan aku kembali menurunkan temponya, kali ini mama merasa senang dengan belaianku di selangkangannya dan tersenyum sambil menyuapiku

“nah gitu dong..ahh..” desah mama manja

duh anak mana yang tidak bahagia mempunyai ibu seperti ini, cantik, seksi, baik bisa binal juga dan yang lebih penting rela melakukan apapun buatku, karna terus berkelanjutan akhirnya tidak tahan juga kontlku ingin dibelai juga, maka aku langsung pegang tangan mama. dan mama menghentikan aksi menyuapinya

“mama…kontolku pengen dibelai..kocokin ya..” pintaku

“iya sayangku…” jawab mama sambil mencium pipiku..

kemudian mama merangkulkan tangan kanannya di pundakku dan tangan kirinya menggenggam kontolku, dan mulai mengocoknya perlahan, tangan kananku kini memegang sendok dan meneruskan makan, sementara tangan kiriku masih di luar vaginanya dan membelainya, jadilah acara makan itu acara makan sambil saling memberi kenikmatan, sesekali mama mencium pipiku sambil tangan kirinya mengocok kontolku, pun demikian denganku yang sesekali mencium mesra bibirnya dengan sekejap ketika nasiku di mulut sudah ku telan,sekitar 5 menit kami saling raba dan belai beberapa saat kocokan mesra mama itu berlangsung akupun tidak tahan dan

“crottt…” keluarlah spermaku di telapak tangan kiri mamaku ini…

“banyak banget keluarnya sayang…” kata mama terkagum kagum sambil mencium pipiku,mama seakan terkagum kagum dengan penisku yang mampu mengeluarkan banyak sperma itu, tanpa canggung mama menjilati sperma yang ada ditelapak tangannya sambil melihatku, dia tunjukkan sisi binalnya kali ini dengan sempurna, tangan belepotan sperma itu dia hisap hisap dan dia jilati, sambil senyum bahagia terpampang di wajah ayu nya..

“sayang suka liat mama begini..???” tanya mama sambil masih menjilati jari jarinya yang terkena sperma

“suka banget mama…apalgi dandanan mama yang berhijab tapi binal gitu..” kataku kepada mama

“emang kenapa mama kalau berhijab sayang..??” tanya mama penasaran

“ya biasanya kan kalau perempuan berhijab itu alim mama, tapi mama malah bisa binal gitu, nyepong kontolku, kocokin kontolku..” jawabku sekenanya

“hihihi..ya gapapa lah alim alim gni mainannya kontol anaknya..” jawab mama

“kalau gitu jangan pernah lepas hijabnya ya mama…senakal apapun pose mama..” pintaku

“iya sayang..demi kamu, mama akan tetap berhijab sopan sekalipun kamu sedang menikmati tubuh mama..” jawab mama sambil senyum..

sembari mengobrol mesum tadi akhirnya habis sudah sepiring nasi lodeh dan ikan goreng kesukaanku itu, tenaga sudah terisi lagi, dan perutku terasa kenyang sekali, sampai sepertinya enggan untuk bergerak, padaha aku masih ingin menggerayangi tubuhnya lagi, tanganku masih membelai vagina dari luar celana dalamnya, dan mama menatapku dengan amat senang karena menghabiskan masakannya itu,

“kenyang sayangku..???” tanya mama lembut..

“iya mama..kekenyangan ini..eheheh..sampai malas gerak..” ujarku sambil terus membelai vaginanya..

“tapi kayaknya tangan kamu ga males gerak ya sayang..hihi..vagina mama dibelai terus..kontol kamu juga..” ucap mama

“hehe iya nih ma..” jawabku

“yaudah mama beresin dulu piring piring ini..” sejenak mama bangkit dan akupun terpaksa menghentikan belaianku di vaginanya tapi waktu mama hendak mengambil piring langsung aku cegah, aku arahkan tangannya langsung ke kontolku..

“eh sayang..apa lagi..??” tanya mama

“mama ini masih pingin dimanjain..” ujarku sambil menggenggamkan tangan mama ke kontolku..

“masih kuat aja kontolnya, iya deh sayangku…mau dikocokin lagi..??? tanya mama

“mau diisep ma..” jawabku cengengesan

“hmm iya deh sayang…mama rapiin hijab mama dulu ya..” kata mama sambil senyum..

seiring mama berjalan iseng aku cium dan remas pantatnya itu…

“muahh…pantat seksi mama punyaku” kataku sambil mencium pantatnya..

“ah sayang..” ujar mama sambil berlalu…

nikmat sekali melihat pemandangan wanita berhijab tanpa celana berjalan melenggak lenggok pantatnya sekal,paha mulus itu termpampang jelas, kulihat mama di depan cermin merapikan hijabnya, sambil merias dirinya lagi, memakai lipstick merahnya itu lagi, membetulkan letak celana dalamnya sehingga terlihat singset dan rapet di bagian selangkangan, biasanya mama berdandan seperti itu adalah saat akan ke pengajian, atau kegiatan agama lainnya, ataupun ke kantor, tapi kali ini dia berdandan secantik itu karna bersiap akan mengulum kontol anaknya dan memastikan anaknya puas dengan pelaynannya, sadar aku pandangi begitu, mama yang sedang memakai lipstick tiba tiba menoleh kearahku dan seolah gerak bibirnya berkata “sayangku..” kemudian tersenyum dan kembali menghadap cermin..

akhirnya selesailah dandanan mama, hijab yang sudah rapi, cantik sekali dan fresh lagi, masih dengan tidak pakai celana jins dan menampakkan celana dalam putih itu, perlahan mama berjalan kearahku sambil senyum senyum dan tersipu sipu malu ketika aku pandangi wajahnya, aku yang duduk di kursi diruang makan sudah tak sabar dengan hisapan bibirnya itu, kemudain mama mendekatiku, membelai pipiku dan menempelkan hidungnya ke hidungku sambil memejamkan mata dan menghirup aroma tubuhku,

“hmmm…mama bahagia sekali sayang..” kata mama mesra, karna posisi seperti itu mama jadi sebenarnya agak menungging dan membuat tanganku kembali bergerilya, tentu saja tujuanku adalah selangkangan itu…

“ah..” desah mama pelan kemudian menatapku mesra..

“sudah siap sayang..???, mama mau kamu lihat mama terus ya..” ujar mama

“hehe iya maama..” kataku..tanganku masih di selangkangannya dan mama kemudian mencium bibirku lembut…

“muach..” ciuman mama terlepas begitu juga tanganku di selangkangannya..

mama langsung berjongkok dan mengarahkan tangannya ke penisku, saat mama mau meraih penisku aku kerjai mamaku, aku langsung genggam penisku sendiri kemudian menjauhkana dari tangan mama sehingga mama gagal meraihnya

“eitss ga kena..” kataku

“sayang ih..” kata mama sambil coba lagi meraihnya, tapi aku alihkan lagi, sehingga mama gagal lagi meraih penisku

“weekk ga kena lagi..” kataku sambil julurkan lida..

“sayang siniin kontolnya ah.. kan tadi minta dihisap..” kata mama

“mama sambil mohon mohon gitu dong minta kontolku…biar kayak pelacur beneran gitu..hehhe..” jawabku cengengesan…

“aduhh ada ada aja ni sayangku, azel sayangku.., yaudah mama turutin..” kata mama

kemudian mama berlutut dan memposisikan tangannya seperti memohon dan memasang wajah memelas

“ohh azelku..mama mohon berikan kontolmu itu agar mama bisa melaksanakan amanah untuk melayanimu azelku..” kata mama memelas.

wah mama menyebut kegiatan melayani nafsuku ini sebagai amanah…

“hehehe…nih kontolku untukmu pelacur berhijabku..laksanakan amanah itu sebaik mungkin” kataku sambil aku pukul puklkan kontolku ke kepala mama yang berhijab itu..

“trima kasih sayang…” kata mama kemudian meraih kontolku

mama yang sudah meraih kontolku mengocoknya perlahan, kemudian mencium dan menjilatinya, ahh akhirnya sensasi ini kembali lagi, melihat mamaku berhijab begini dengan tanpa celana, mulai mengoralku membuatku sangat bahagia, aku mengelus elus kepalanya sembari melihat mama yang sedang menjilat jilat penisku dengan raut wajah bahagia dan menikmati sekali tingkah binalnya dibalik hijab dan pakaiannya itu, aku tersenyum puas, dan mama pun mulai mengulum penisku, masuk sudah kontolku itu kedalam mulutnya, dia diamkan dulu sejenak. aku menikmati pemandangan ini, mama tersenyum saat melihatku memperhatikan tingkah binalnya itu, barulah ketika aku usap lembut lagi kepalanya dia mulai memaju mundurkan kepalanya mengulum penisku. sapuan lidahnya di dalam membuatku serasa melayang layang, mama cermat sekali dalam urusan ini, sesekali dilepas dan dijilat sambil menghadap kerahku, kemudian buah zakarku juga dimainkan dengan sempurna, sekitar 10 menit mama menghisap penisku akupun kewalahan, dan mengatakan aku mau keluar..

“hghh..mama aku mau keluar..” kataku mengerang keenakan

mama paham dan kali ini langsung menghentikan kulumannya, dan aku yang sudah tidak tahanpun langsung menyemburkan cairan spermaku di dalam mulutnya, kini aku lepas penisku dari kuluman mama dan mama tiba tiba membuka mulutnya dan memperlihatkan spermaku yang ada di mulutnya, kemudian menelannya seperti yang tadi, tapi sepertinya belum terhenti, entah kenapa masih ada sesuatu yang ingin keluar lagi dari kontolku,

“mama ada mau keluar lagi..” kataku sambil memegang kepaala mama

mama yang mengerti langsung mengocok kontolku dan “crott..”

sperma berceceran di seluruh wajah mama dan mengenai hijabnya bahkan baju birunya..

“Sayang… banyak sekali keluar spermamu…” kata mama polos saja dengan wajah belepotan sperma begitu, sambil menjilat jilat sperma di skeliling bibirnya yang masih bisa dijangkau lidahnya, tidak lupa di jari jarinya juga mama jilat spermaku..

“enak banget mama..” jawabku menahan kenikmatan..sambil melihat wajah mama belepotan sperma yang jauh lebih banyak dari yang tadi, kali ini hijabnya juga lebih banyak terkena sperma karena spermaku langsung muncrat kedepan sementara yang tadi hanya dia telan.

“ma..sekarang kontol azel kotor nih ma, tolong lap’in dong pake hijab mama”

“azel gamau ngefoto wajah mama dulu..???mumpung sperma kamu masi kental di wajah dan hijab mama sayang..” kata mama

“oh iya..ambilin hape aku dong ma di ruang tengah tadi..” kataku

“siap sayang..” mama perlahan bangkit, dan iseng aku tampar pantatnya itu

“slapp..” tamparku mengenai pantat sekalnya..

“ahh sayang…” desah mama manja…

kemudian mama keruang tengah dan mengambil hapeku saat mama kembali aku tengah memikirkan pose alim apa yang bagus,akhirya aku putuskan mama sebaiknya berpose seprti foto keluarga, dengan duduk di kursi, dan tangannya ditaruh di paha, aku bangkit dari dudukku dan menyuruh mama duduk di kursi ruang makan seperti sedang pose foto keluarga..

“mama duudk situ..pose kayak lagi foto keluarga..” perintahku

“pose gimana sayang..??” tanya mama

“ya kayak foto keluarga gitu..tangan mama taruh dipaha trus menghadap kesini..” kataku

“ohh iya sayang…mama ngerti..” ucap mama mengerti dengan mauku

kemudian “ckrekk..” dapatlah foto wanita berhijab biru muda belepotan sperma di wajahnya dan hijabnya kemudian berpose sangat sopan tapi tanpa celana sehingga celana dalamnya yang kelihatan. sekarang aku mau ambil foto closeup wajah mama..

“hehehe sekarang wajah mama, senyum manis dong mama..”

“ckrek”..mama menampilkan senyum termanisnya dengan balutan hijab biru dan wajah belepotan sperma.

puas ambil fotonya aku pun meminta mama membersihkan kontolku dengan hijabnya, tapi aku masih mencegahnya membersihkan wajahnya dari spermaku.

“mama sekarang bersihin kontol azel ya, wajah mama jangan dibersihin dulu ya..azel masi betah liat mama gitu..”

“iya sayangku..” jawab mama menurut saja..

dengan kondisi seperti itu mama berjongkok dan membungkuskan kontolku dengan hijab biru mudanya, tentu saja ini jadi sangat menyenangkan karena mama tidak pakai celana, belepotan sperma, dan tersenyum bahagia kearahku..akupun membelai kepalanya itu, dan mengelus elusnya pelan, sambil mama mengeringkan kontolku aku pun ngobrol mesum dengan mama

“mama, abis ini ngapain..??” tanyaku.

“maunya sih lanjut cuci piring sayang, tadi mama mau cuci piring malah azel minta hisapin kontolnya..” jawab maam sambil mengelap penisku dengan hijabnya

“ohh..tapi nyuci piringnya kayak gini aja ya ma..ga usah pakai celana..” kataku mesum..

“iyaa sayang, mama ga akan pakai celana, tapi kan hijab sama baju mama harus diganti…udah bau..” jawb mama sambil mengelap penisku

“ga capek mama gonta ganti baju terus..??udah 2x lho ini..” tanyaku

“yaa kan mama harus tetap suci kalau mau ngelayanin kamu sayang…” jawab mama menjelaskan

aihh suci..?? haha mama makin pandai merangkai kata kata alim dan mesum untuk membuatku makin napsu

“kan azel tau kebersihan adalah sebagian dari iman, makanya mama harus selalu bersih dan suci kalau azel mau nikmati tubuh mama, biar yang kita lakukan ini jadi berkah sayang..” ucap mama lembut masih sambil mengelap penisku dengan hijabnya

gila mendengar kata kata mama, kata kata bijak yang keluar dari wanita yang belepotan sperma dengan hijab membungkus kontol anaknya, cara dia mengucapkan kata kata itu tanpa mempedulikan apa yang telah terjadi benar benar membuatku mabuk kepayang, berart mama benar benar dalam keadaan sadar dan tulus ikhlas melakukan ini semua untukku.

setelah penisku kering, mamapun menciumnya lembut.

“muach..” mama mencium penisku

“dah kering sayang” kata mama sambil melepaskan kontolku dari bungkusan hijabnya kemudian berdiri perlahan

dengan posisi mama yang berdiri dan aku masi duduk membuat selangkangannya berada persis didepanku, sebelum dia beranjak aku peluk pinggang mama itu, bedanya kali ini aku memeluknya dari depan, sehingga kepalaku aku benamkan di selangkangannya, mama tersentak kaget awalnya, namun setelah melihatku dia malah tersenyum dan membelai kepalaku.

“sayang…, masih pengen aja sih sayang..?? hmm..???” tanya mama lembut.

“hehehe…” jawabku polos sambil masih memeluknya dan membenamkan kepalaku di selangkangannya dan melirik ke arah mama..

“mama bersih bersih dulu ya sayang” jawab mama lembut

akupun melepaskan pelukanku, kemudian duduk dan melihat mama tersenyum ke arahku sambil mama melap wajahnya yang belepotan sperma itu dengan hijab yang juga sama kotornya, aku puas sekali melihat pemandangan itu, ketika mama akan berjalan ke tempat cuci piring akupun berdiri dan memeluknya, sambil meremas pantatnya yang sekal itu..

“ahh sayang..” desah mama manja..

“mumu…” kataku sambil memonyongkan bibir.

“mumumummu…” mama juga memonyonkan bibirnya dan bersentuhanlah bibir kami,

“muachh…” bibir kami terlepas dan aku melepas remasanku dari pantat mama.

“tunggu di ruang tengah ya sayang…nanti mama habis beres beres akan mama layani lagi..” kata mama sambil melpaskan pelukanku

“iya pelacurku..” jawabku enteng..sambil memukul pantat mama..

“slapp…”

“ahh..” teriak mama kecil sambil memandangku kemudian berlalu menuju tempat cuci piring…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*