Home » Cerita Seks Mama Anak » Mamaku Hamil 17

Mamaku Hamil 17

“urgggghhhhhh orggghhhhhhh terima peju bapak ini nia sayang, buruuuaaan suruh memek kamu hamiiillll, buatin anak kitaa pakai peju iniii arghhhhhhh crottttt crottt” lenguh panjang pak broto

“Aaaaahhhhhh ahhhh iyaaaaa pak brotooooooo, memek nia bakal buat anakkk pakai pejuu bapakk aahhhh creettt sreerrrrr sreerrrrr” desah panjang nia meraih orgasmenya bersama pak broto

Pak broto mengejang amat hebat. Pinggulnya maju mundur dengan tempo sangat cepat. Kepalanya mendongak ke atas, mulutnya meracau tak karuan seraya melepas benih-benih miliknya ke liang peranakan nia yang juga menyemburkan cairan cinta milik wanita itu. Ia tekan dalam-dalam penis miliknya dalam vagina nia, supaya memastikan nia bakal benar-benar hamil nantinya. Sementara nia, desahannya begitu kuat ditandai bola matanya yang seolah memutih merasakan derasnya semburan panas sperma pak broto di liang peranakan miliknya. Tulang pinggulnya pun terasa lolos. Keringatnya mengucur deras dari kepala turun ke lehernya. Otot-otot vaginanya merasakan kedutan yang luar biasa dari penis lelaki itu. Dan pada akhirnya pula rahim nia menerima hangatnya benih-benih pak broto yang sekaligus akan memproses sperma lelaki itu menjadi janin bayi mereka berdua.

“Woohoooo ini baru ngentott nia sayang! Lihat sperma bapak sayang! Lihat!, uhh banyak banget kan, bentar lagi dia bakal jadi anak kita sayang! hahaha” tawa pak broto amat puas memelototi nia yang terengah-engah luar biasa menerima semburan sperma pak broto.

“Hah…hah….hah….. iyaa pakkk… dia bakal jadi anak kita nanti.. hah.. hah.. hah.. “ ucap nia lelah merasakan banjirnya sperma pak broto dalam rahimnya.

Selagi memastikan spermanya benar-benar tumpah seluruhnya dalam rahim nia, pak broto mengambil nafas. Ia benar-benar lelah setelah menumpahkan seluruh spermanya. Badannya mulai merasakan pegal-pegal. Matanya terbawa hawa mengantuk. Perutnya terasa lapar bukan main. Bahkan, penisnya mulai terkulai lemas. Baginya, itu saat yang tepat untuk melepaskan batang penisnya dari kemaluan nia. Kemudian Ia tarik benda panjang miliknya tersebut perlahan-lahan melewati sela-sela liang kewanitaan. Tampak batang penis pak broto amat basah terlumuri cairan cinta nia yang membasahi liang kewanitaan wanita itu.. Belum ia mencabut seluruhnya, tiba-tiba

“gedeeebukkkkkkkkk……..” sebuah balok kayu menghantam kepalanya

“bruuuuukkkkk……” pak broto pun terjatuh di lantai kamarnya dengan kepala terbentur lebih dulu menyentuh ubin.

Ternyata Bayu sedang memegang balok kayu yang ukurannya cukup besar hingga perlu kedua tangannya mencengkeram dengan kuat. Nafas bayu mendengus, tanda balok kayu itu berat baginya. Ia lalu memandang ke arah pak broto yang tubuhnya roboh ke lantai. Lelaki paruh baya itu tak sadarkan diri, terlihat darah mengalir menjalar dari kepala pak broto kemudian membasahi lantai. Bayu panik melihatnya. Matanya terbelalak kaget. Mulutnya menganga sedikit. Ia tidak sadar apa yang baru saja dilakukannya.

“Bayu?! Apa yang kamu lakukan di sini de?! ucap nia amat terkaget

“Itu nanti aja ma aku ceritain. Yang terpenting ayo buruan kita kabur dari sini ma!” perintah bayu agak memaksa tanpa mempedulikan kondisi sang mama.

“Sebentar de… sebentar…!” nia panik memaksakan tubuh bugilnya turun dari ranjang untuk lekas berpakaian secepat mungkin tanpa peduli sperma pak broto masih menempel di vaginanya.

“Ayo buruan maa! cepet!” sahut bayu

“Iyaaa sabar de…! sebentar dulu! Nia masih mengenakan pakaiannya.

Bayu menunggu sang mama berpakaian. Ia tidak terlalu peduli apa yang baru saja dilakukan mamanya dengan pak broto barusan. Bagi dirinya yang terpenting ialah membawa sang mama pergi dari tempat tersebut. Setelah sang mama berpakaian utuh walau agak awut-awutan, bayu menarik tangan mamanya dengan paksa keluar dari rumah pak broto. Kemudian anak itu bersama mamanya membiarkan saja pak broto yang tergeletak dengan darah mengucur serta tak sadarkan diri di rumahnya yang kosong tanpa orang. Nia dan bayu pun melangkah keluar, bergerak menuju jalanan besar di depan area rumah pak broto. Bajaj berwarna biru yang sepintas lewat dalam keadaan tidak berpenumpang kemudian bayu stop. Pergilah keduanya meninggalkan rumah pak broto dengan menggunakan bajaj tersebut.
############

Pada waktu yang sama, suami nia sekaligus ayah bayu, haris, tampak melamun di kantornya. Ia duduk diam di meja kerja dengan wajah tetunduk lesu dan tubuh yang lunglai. Bagaimana tidak, saat orang-orang sedang sibuk bekerja, Ia begitu malas. Apalagi pak arso tidak ada di kantor. Hati dan pikirannya sedang kacau. Hidupnya di ambang kesendirian dan kesepian. Dia merasa membuat sebuat blunder terbesar dalam kehidupan berumah tangga. Ingin dalam hatinya semua kembali dari awal, melihat sang istri dan anaknya sepulang dari bekerja.Tapi, jika melihat keadaan sekarang yang sedang dihadapi, keinginannya tersebut terasa harus dikubur dalam-dalam. Hanya takdir baginya yang bisa mengubah segala hal tidak mungkin menjadi kenyataan.

“Bayu…nia….. maafin papa ya…..kalian mau gak maafin papa? Hmm.. sekarang kalian dimana?” ucap Haris menatap dinding tembok kantornya yang bercat putih dengan penuh harap.

Di kala berbicara seorang diri, seolah Tuhan mendengarkan suara dan harapan haris, tiba-tiba telepon genggam miliknya berdering. Ia sebetulnya malas mengangkat. Namun, khawatir itu pak arso atasannya. Ia coba angkat panggilan tersebut. Ia ambil ponsel pintar miliknya yang berada di saku celana bagian kanan. Setelah diambil, ia cek nomor telepon yang menghubunginya. Alangkah terkejutnya dia, ternyata yang menelepon sang istri, nia. Ini pertama kali bagi haris menerima telepon dari istrinya semenjak mereka pisah rumah. Hatinya jadi bertanya-tanya ada apakah sang istri menelepon. Karena penuh rasa penasaran, segera ia jawab telepon dari istrinya. Namun, entah mengapa ia malah mendengar suara bayu disertai suara berisik suasana jalan raya.

“Halo? papa ya? Pa… ini aku bayu”
”Eh kamu de, ada apa? kok tumben telepon papa?”
“Aku sekarang lagi di bajaj nih pa, sama mama mau pulang ke rumah. Papa bisa pulang ke rumah gak?”
“Ada apa yaa de? papa masih di kantor nih..”
“Tolong pulang ke rumah dong paa… aku mohon.. situasinya darurat banget sekarang…nanti aku ceritain deh kalo udah sampai rumah”
“oke-oke deh… sekarang papa langsung berangkat. Nanti kalau misalnya papa belum sampai, tunggu yaa”
“iyaa paaa….”
Cukup terkejut haris, karena yang meneleponnya bukan nia, tapi bayu, sang anak. Tak hanya itu, ia juga mendapat kabar kalau bayu sedang bersama mamanya menuju rumah. Tentu kabar tersebut baik bagi haris karena ada peluang baginya untuk memulai kehidupan rumah tangganya dari awal. Terlebih, situasi yang diucapkan bayu sedang darurat dan haris dimintai datang menemui mereka dapat menjadi momentum bagi dia untuk kembali menjadi pemimpin rumah tangga yang baik, yang mengayomi dan melindungi anak dan istrinya. Maka, tak pikir panjang, ia lantas berangkat meninggalkan tempat kerjanya menuju rumahnya dengan menggunakan mobil pribadi. Dalam perjalanan menuju rumah, hatinya penuh tanya apa yang dimaksud darurat oleh sang putra. Dia jadi khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu dengan istrinya, nia. Buru-buru saja ia mempercepat laju kendaraan miliknya hingga lampu merah ia terobos.

#############

Di depan pagar rumah haris, Nia dan bayu sudah tampak berada di sana. Keduanya sedang menunggu suami sekaligus ayah yang sudah jarang mereka temui. Selama menunggu, keduanya tidak berinteraksi sama sekali. Nia yang sebenarnya tidak begitu suka berada di dekat suaminya begitu risih karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan suaminya kembali. Selain itu, ia sekarang berada di depan rumah yang dulunya penuh kebahagiaan keluarga dan rumah tangga. Namun, hancur berantakan disebabkan sang suami, haris, berselingkuh. Namun, itu semua terpaksa ia lakukan karena bayu yang mengajaknya kesini. Ia memilih diam karena khawatir bayu akan bertanya tentang hal yang dilakukannya bersama pak broto. Tak hanya itu, nia juga khawatir kalau bayu bakal menceritakan apa yang baru dilihatnya kepada haris yang masih sah suami nia. Tiba-tiba bayu menolehkan wajahnya ke nia ketika papanya belum juga tiba.

“Ma, mulai malam ini dan seterusnya kita tinggal di sini lagi yaa?” ucap bayu menoleh ke atas menatap kedua mata sang mama dengan penuh nanar.

“Ehhmmm tapi de?”

“udah deh ma… masalah papa selingkuh, bayu punya keyakinan papa udah kayak gitu lagi kok. Lagipula, cukup adilkan? Mama juga berselingkuhkan dari papa?” bayu mencoba menyakinkan mamanya.

“hhhmmmm…” nia menunduk malu tidak bisa menanggapi pertanyaan bayu.

“Tenang aja kok ma, masalah mama, aku gak bakal cerita ke papa kok. Asalkan, mama mau tinggal sama papa lagi di rumah ini. Kita mulai dari awal lagi yuk maa hubungan sama papa?” ucap bayu tersenyum membujuk sang mama

“Heeem gimana yaa de,,..” nia masih sedikit ragu

“Maa… kita kan udah terlalu cape pindah ke sana kemari. Mama juga udah kerepotan ngurusin aku. Nah, kalau ada papa kan, ada yang bisa melindungi, adapula yang bisa membantu kita maa.., terutama mama. Bagaimana jadinya tadi kalau aku gak ada waktu kejadian di rumah pak broto? Itu juga untung karena pak broto langsung tidak sadar? Coba kalau sadar, aku pasti bisa dipukul balik ma sama dia. Nah, kalo ada papa kan mama jadi ada bisa yang melindungi. Ya kan Ma? Aku cuma berharap mama bisa memaklumi kesalahan papa karena papa pasti ada kekurangan begitu juga mama. yaa maa? mau yaa tinggal sama papa lagi? Aku mohon ma,, demi aku ma, anak mama..” terang bayu menggenggam erat tangan sang mama.

“Iya deh dek kalo gitu… mama coba yaa….” balas nia terharu mendengar ucapan putranya.

Mendengar ucapan sang mama, membuka harapan bagi bayu akan kembalinya bersatu papa dan mamanya. Tentu dia amat senang. Terlebih hati sang mama sudah melunak. Dia tinggal menunggu kedatangan dan respon papanya.

Tak lama, sang papa tiba. Mobilnya yang terlihat jauh dari pandangan bayu perlahan semakin dekat. Hingga pada akhirnya mobil yang dulu mereka sering naikki bersama berhenti di depan bayu dan mamanya. Mesin mobil pun mati. Kemudian keluar dari pintu pengemudi, sang papa yang agak lama bayu tidak pernah bertemu. Anak itu lantas berlari menghampiri papanya. Sementara sang mama berdiri mematung, menyaksikan pertemuan antara ayah dan anak.

“Paa…..!” teriak bayu melihat papanya keluar dari pintu mobil

“Bayuuu.. anak papa…. kita ketemu lagiii akhirnya!” sambut haris penuh senyuman.

Keduanya pun berpelukkan. Haris tak lupa mencium kening sang anak. Bayu tak lupa mencium pipi papanya. Mereka peluk mesra melepaskan kerinduan antara anak dan ayah.

“Kamu kok kesini bisa bareng mama? Gimana ceritanya? Oh ya tadi itu darurat kenapa?” tanya haris kepada putranya menatap nia yang berdiri
“Iyaa nih pak, sini aku bisikkin..” ucap bayu mencari telinga sang papa untuk berbisik
Jadi, selama ini tuh aku ngekos bareng mama pa, tapi akhirnya mama gak kuat bayar, kita pindah deh ke rumah tante mira. Terus gak lama di rumah tante mira, mama cerita ke aku kalau mama sebenernya kangen sama papa, tapi mama takut papa gak mau maafin mama. Mama jadi ragu ketemu papa deh…”
“masa sih? Terus yang darurat tadi itu apa?” tanya haris kepada anaknya
“Iya serius, masa aku bohong. Lihat tuh mama dari tadi bengong lihatin kita. Mama tuh malu dan takut salah kalau ngomong sama papa. Kalau yang daruratnya, mama udah darurat kangennya sama papa hehe” bisik bayu sambil tersenyum
“Ohh gitu,…” ucap haris agak tidak percaya.

Meski ragu dengan ucapan sang putra, haris tetap beranggapan bahwa ini adalah momen yang tepat untuk mengembalikan rumah tangganya menjadi harmonis dan rukun kembali. Tentu momen ini sangat langka. Apalagi, ia melihat sang istri, nia, berdiam diri saja melihatnya. Haris pun tidak tinggal diam. Ia menghampiri sang istri.

“Ma, kamu apa kabar?” tanya haris tersenyum menatap sang istri yang menunduk

Namun, nia hanya terdiam. Wanita itu cukup bingung dengan situasi yang dihadapinya sekarang.

“Kok kamu diem aja ma…, pasti gara-gara aku yaa.Hmmm,, Maafin aku yaa maa…. aku yang sebenernya yang salah kok. Aku sudah menduakan kamu selama ini. Aku juga yang udah memperlakukan kamu secara kasar. Aku benar-benar bodoh telah mengabaikan kamu begitu saja. Aku telah berselingkuh dari kamu, mengorbankan anak dan istri yang amat sayang padaku, sedangkan aku bertindak sebaliknya. Ma, kamu mau kan maafin aku suamimu ini…??? Tenang saja, aku sudah tidak berhubungan lagi dengan wanita itu. Dia ternyata mengkhianatiku. Aku selama ini ternyata dibohongi. Kini, setelah dikhianati juga, aku jadi merasakan apa yang kamu rasakan maa… itu benar-benar sakit di hati… Namun, sekarang semua terserah kamu maa… aku sedang berusaha minta maaf kepadamu, dan berharap kamu mau menjadi pendampingku lagi dan bersama-sama membesarkan bayu” haris mencoba memegang kedua telapak tangan istrinya

“hhhmmmm gimana yaa pa….” balas nia

“Terserah mama kok maa.. papa gak maksa juga. Yang terpenting bagi papa, mama mau maafin papa…” ucap haris sangat berharap

“Heeeemmm iyaa mama, papa maafin. Tapi papa janji yaa jangan mengkhianati mama lagi…” ucap nia berharap suaminya benar bakal setia.

“iya kok ma.. papa janji 100 persen demi mama, papa gak bakal selingkuh dari mama. Tapi hhmm…terus.., mama mau jadi istri papa lagi kan?” tanya haris memastikan

“hhhmm mau gak yaa paa…?”

“Papa berharap mama mau menjadi istri papa lagi…. papa mohon ma…” haris memelas

“Mau kok pa….” sontak nia menjawab

“Serius ma?!” sahut haris tak percaya

“Iyaaa papa sayangg…..”

Mendengar respon nia demikian, haris langsung merangkul sang istri. Sebaliknya nia juga merangkul sang suami dengan merebahkan kepalanya di bahu haris yang hangat. Suami istri itu pun akhirnya berpelukan mesra penuh cinta. Haris mencium kening sang istrinya cukup lama. Begitu juga nia mencium pipi sang suami cukup lama. Begitulah tanda sayang keduanya yang utuh kembali saling memaafkan. Sementara bayu merasa terlupakan ketika sang papa sedang memeluk mamanya. Meskipun begitu, ia tersenyum amat bahagia. Baginya, kebohongan yang baru saja ia sampaikan kepada sang papa demi harmonisnya hubungan sang papa dan mama. Kini, anak itu mulai melihat sinyal bahwa kehidupan dirinya tampak akan normal kembali. Tak perlu pula ia jauh-jauh berangkat ke sekolah. Siangnya ia akan bertemu sang mama. Malamnya ia akan bertemu dan makan malam bersama. Paginya, Ia pergi ke sekolah bisa diantar papanya. Selain itu, bayu bisa berekreasi kembali dengan kedua orang tuanya.

“Bayu! Kok diem?” tanya papanya

“Bayu sini! tahu gak sih pa, bayu sering ngerepotin mama sepeninggal papa..” curhat nia

“Masa sih ma?” tersenyum haris bahagia akhirnya bisa akur dengan istri

“Bohong paa, bohong, bayu gak ngerepotin mama kok” timpal bayu mengelak

“Memang Kamu ngerepotin mama kok…”canda nia kepada putranya

“enggak pa, enggak, mama bohong ishh”

“Udah..udah.. sekarang kita masuk yukkk… kalian udah makan belum” tanya haris merangkul anak dan istrinya

“Belum nih pak” sahut bayu

“Yaudah yuk kita makan di luar aja….”ajak haris

“gak usah deh papa biar mama masak di rumah aja. Mama bosen dengan makanan di luar mulu selama gak di rumah. Eh iya, Papa belanjakan selama mama gak ada di rumah?”

“Belanja kok ma, tapi cuma telur doang yang kemasak. Sisanya, papa anggurin deh…gak ada mama sih di samping papa hehe” curhat haris sambil membuka pagar rumah mereka

“Tuh kan sih papa kebiasaan, belum bisa masak juga…huuu” timpal nia

“Maless ma, gara-gara itu justru aku butuh kamu ma…. kamu kan pelengkap hidupku…” gombal haris

“Dasar papa masih ajaa gombal yaa….”

Bayu senang melihat papa dan mamanya akrab kembali. Begitu juga nia, ia akhirnya tak perlu repot-repot lagi memikirkan bagaimana cara menafkahi bayu. Tidak hanya itu, kini ia tak perlu takut lagi bakal dijahati oleh bapak-bapak mesum di luar sana. Haris ada di dekatnya yang akan selalu siap melindungi. Di lain hal, Dia ingin memasak untuk suami dan anaknya meski tubuhnya cukup lelah sehabis melayani nafsu pak broto. Ia paksakan tubuhnya berdiri dan bergerak demi merayakan keharmonisan rumah tangganya kembali. Sementara haris, ia tidak begitu peduli tidak kembali ke kantor dengan status izinnya. Ia cuek karena sadar besok akhir pekan. Terlebih karena hubungan dekatnya dengan pak arso seolah memberi ruang kelonggaran baginya. Sementara pak arso juga tak ada di kantor karena besok atasannya tersebut akan berkunjung ke rumah ayah kandungnya di kampung. Bos haris itu akan mengurusi bisnis dengan ayahnya, pak paijo.

Aktivitas di rumah haris yang sunyi sepeninggal bayu dan nia akhirnya ramai kembali. Keluarga yang dulu pecah kini menyatu melupakan segala hal yang telah memecah belah. Bayu kembali ke kamar yang lama ia tidak tempati. Ia istirahat sejenak menunggu mamanya selesai memasak. Sementara haris membantu nia yang sedang memasak di dapur. Keduanya sempatkan bercanda bersama di sana demi menciptakan suasana romantis yang mereka rindukan.

“Maa,,, nanti malem jangan lupa loh yaa…” ucap haris membantu nia memotong cabai dan tomat

“Lupa apa yaa paa?” ucap nia sambil menggoreng lauk

“Isshh mama mah, papa kan kangen banget sama mama….” balas haris manja mencolek pinggang nia yang sedang menggoreng

“ishh gelii paa…awas kena minyak panas ini. Lagian, kangen apa sihh pa….” sahut nia

“Males ahh jawabnya kayak mama gak kangen aja…” balas haris

“ihhh gitu…”

Tiba-tiba haris berdiri memeluk istrinya dari belakang, Ia merangkul pinggang nia dan menggesekkan penisnya di belahan bokong istrinya.

“Ma.., hhmmm berdiri nih maa..punya papa…, dia katanya kangen banget sama punya mama…” ucap haris menggesekkan penisnya

“Ohh itu paa…maksudnya nanti malam. Issh papa lagi masak juga masa ngomongin begituan” sahut nia

“Habis kangen banget papa maa,,,, sama mama….” manja haris

“Yaudah mama masak dulu yaa pa… papa udah memang motong cabai sama tomatnya?”

“Udah kok maa tuh lihat, jadinya gimana nanti malem?” haris tak sabaran

“iya papa sayang, nanti malem kita ngentot…” ucap nia biar suaminya puas

“Gitu dong… hehe”
##############

Malam pun tiba, sementara di dalam area rumah pak broto, suara sirine ambulan terdengar meraung-raung. Puluhan warga sekitar tampak begitu ramai di rumah tersebut. Ternyata, mereka sedang melihat dan membantu beberapa warga lainnya yang sedang mengangkat tubuh pak broto yang kepala dan lantai kamarnya bersimbah darah. Diduga pak broto sudah meninggal dunia setelah ditemukan oleh tetangganya yang menemukan pertama kali. Di lain hal, beberapa penduduk lain pun sempat memanfaatkan momen tersebut dengan mencuri isi rumah lelaki itu karena memang cuma pak broto yang tinggal di sana. Karyawan-karyawan rumah makan milik pak broto juga belum ada yang tahu. Hanya tetangga-tetangga terdekatnya yang tahu. Terlebih, pak broto hidup seorang diri dan kurang bergaul.

Tak lama, setelah ambulan pergi. Area dan rumah pak broto itu ditinggal satu per satu oleh warga yang dari tadi mengerumuni. Rumah itu pun perlahan amat sunyi dan sepi karena kosong tak berpenghuni. Kesan angker pun menyelimuti suasana di sana.

####################

Setelah makan malam bersama papa dan mamanya, Bayu sedang istirahat di kamar sejenak merayakan kembali dirinya di rumah yang paling dicintai. Rumahku istanaku begitulah pikir bayu. Ia sedang merebahkan tubuhnya bolak-balik di atas kasurnya, terasa ia rindu dengan kasur pribadinya tersebut. Ia juga mengecek seluruh barang yang tersisa di kamarnya karena barang yang dibawanya selama pergi bersama sang mama tertinggal di rumah tante mira. Setelah dicek, ternyata barang yang selama ini dia tinggal masih tetap utuh, hanya tampak berdebu karena tidak pernah dibersihkan. Kemudian setelah itu ia kembali berbaring di kasur seraya memikirkan apa yang baru saja terjadi hari ini. Antara syukur dan rasa bersalah dalam pikirannya. Entah mengapa pula bibirnya tiba-tiba tersenyum seakan penuh makna tersirat keluar sehingga tak sadar ia akhirnya tertidur pulas karena begitu lelah anak tersebut.

Melewati waktu tengah malam yang memasuki dini hari, bayu terbangun. Anak itu ingin buang air kecil sekaligus minum segelas air. Ia tidak sadar bahwa dirinya tertidur secara tidak sengaja di kasurnya. Ia merasa aktivitas kemarin yang membuatnya demikian sehingga tubuhnya begitu lelah. Ia yang ingin pipis dan minum air putih beranjak bangun dari kasurnya dan berjalan keluar kamar. Langkah bayu begitu pelan menuju arah kamar mandi sambil terus mengucek-ngucek kedua matanya. Ia mendengar suara orang mendengus-dengus ketika berjalan, tapi ia tidak begitu peduli karena sudah kebelet. Maka, buru-buru ia ke kamar mandi. Setelah lega membuang air seninya, bayu menuju dapur untuk meminum segelas air. Ia ambil gelas di rak piring. Lalu ia tuangkan air di gelas tersebut melalui dispenser yang berada di dapur. Setelah minum, ia kembali ke kamarnya. Namun, ketika di depan pintu kamar, ia mendengar lagi suara orang sedang mendengus. Karena penasaran, ia coba cari sumber suara tersebut dan ternyata berasal dari kamar kedua orang tuanya. Beruntung, ada celah terbuka di pintu kamar orang tuanya. Ia melihat lampu kamar tersebut menyala. Lantas ia coba mengintip karena amat penasaran dengan dengusan suara yang ia dengar.

“terrrusss paaaa ahhhh…. ahhhhh” desah nia sedang menungging

“uhhh iyaa maa…..uhh uhh mama makin hot ajaa yaa sejak papa tinggal…” dengus haris menyodok istrinya dengan gaya doggystyle

“aahh Iyaa dong paaa… memek mama kan kangen bangett sama kontol papa….aahh” desah niaa sambil meremas sprei kasurnya

“uhhhh kontoll papa jugaa kangen maaa…uhhh”

Bayu tersenyum. Ia melihat kedua orang tuanya sedang bersetubuh dengan keadaan bugil. Mamanya merintih-rintih seperti orang kesakitan sedangkan papanya melenguh seperti orang yang baru saja berlari kencang. Tak hanya itu, ia juga melihat penis papanya keluar masuk dengan cepat dari kemaluan sang mama. Kedua tangan papanya pula memegang pinggang sang mama dan terkadang meremas bokong mamanya. Sang mama selain merintih juga meremas sprei kasurnya yang berantakan tak karuan.

“Akhirnyaa mama bersetubuhnya sama papa…. itu berarti bentar lagi aku kayaknya punya adik baru deh… hehe” senyum bayu dalam hatinya

Entah tidak tahu atau lupa, bayu tidak sadar kalau sperma pak broto sudah masuk lebih dulu ke rahim mamanya ketika sang mama tidak meminum pil kb. Jadi, itu tandanya bisa saja adik bayu nantinya bukan benih papanya tapi benih pak broto. Anak itu malah keasyikan menikmati sang mama dan papanya bersetubuh.

“Papaa…. ayukk pa….. suruhhh kontol papaa nyemburrr pejuuu di memek mama….. ahhh ahhhh” pintaa nia

“uhh uhh kenapa memangnya mama sayang?” balas haris yang masih sibuk menyodok nia dari belakang

“memekkk mamaaa mauu keluaarrr papaa sayangggg ahhh ahhh” nia menolehkan kepalanya ke haris yang sedang sibuk menggenjotnya

Mendengar ucapan nia, haris langsung memeluk istrinya tersebut. Kedua tangannya meremas payudara nia yang padat dan kenyal. Dagunya pun ia rebah kan di pundak nia. Haris mencoba membisiki istrinya sambil terus menggenjot batang kemaluannya di vagina sang istri.

“maaaaa uhhh uhhhhh…. bikinin bayuu adik baru yuukkk”

“aaahhh ahhhh iyaaa paaaa…” nia merintih, rambutnya yang panjang acak-acakkan

“maaaaaa, uhhh uhh enaakk bangett memek kamu ma….” lenguh nikmat haris

“aahh ahhh kontoll papa jugaa….”

“uhhhhhh kontoll papaaa udah berkedutt maaa uhhh” haris menuju puncak klimaks

“aaaahhhh iyyyaaaa, ayoooo paaaaa…. memekk mama udaahh kangennn nihh disembur pejuu papaa…..ahhhhhhhh paaaaaaa ayoooo mama keluarrr nihh cretttt crettt sreerrrrrrrrr” desah nia mencapai klimaks

“uhhhh inii mamaa sayaanggg, rasakan kumpulan pejuuu yang kangenn nyemprot memek mamahh…. urghhhhh arghhhhhhhh crrrroooooooot” haris mencapai klimaksnya.

Nia dan haris mencapai klimaks bersama. Tubuh mereka menyatu dan kedua tangan haris memeluk tubuh sang istri yang membelakanginya. Haris pun mencium tengkuk dan pundak istrinya.

“Maaa…. kitaaa jangan sampai pisah lagii yaaa…..” bisik haris sambil mencium pundak sang istri.

“iyaaa paa… mama gak mau pisah lagi sama papa. Gak ada papa mama menderita banget… Maafin mama yaa paa…” ucap nia dalam hati usai lelah mencapai klimaks

Ketika haris dan nia baru saja mencapai orgasme mereka, bayu serius sekali mengintip kedua orang tuanya tersebut. Rasa kantuknya tiba-tiba hilang. Penisnya yang berada di berada di balik celana pun berdiri tegak.

“Papaaa enaakk bangett yaaa…. bayu juga kepengen tahu pa……” ucap bayu dalam hati melihat sang papa klimaks

Dengan penis yang masih tegak berdiri, bayu kembali ke kamarnya karena Ia melihat aktivitas papa dan mamanya sudah selesai. Sesampai di kamar, di atas tempat tidurnya, ia terus mengelus penisnya yang sedang berdiri. Ia memikirkan dengan keras bagaimana cara bisa menyetubuhi mamanya. Tentu jangan sampai sang papa tahu.

#################

Di tengah dinginnya suasana desa pada waktu dini hari, pak bejo masih belum tertidur di rumahnya yang amat sederhana. Padahal, siang ini, ia harus menemani pak paijo bertemu dengan bosnya haris, pak arso. Entah apa yang ada dipikiran buruh tani itu.

“Aduh, besokkan seharusnya libur, tapi pak paijo maksa harus nemenin dia ketemu bos anaknya lagi…. hadeehh. Eh iya, suruh aja pak paijo bawa anaknya kesini sekalian liburan. Ntar kan dia bawa nia ke sini hehe…. kali ajaa rezeki bisa ngentot nia lagiii” tawa pak bejo sendirian

Bersambung…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*