Home » Cerita Seks Mama Anak » Mamaku Hamil 16

Mamaku Hamil 16

Saat malam segera tiba, seorang lelaki berkemeja biru dan seorang wanita yang mengenakan blus hitam sedang bertengkar di sebuah restoran, di sepasang kursi kayu dan dipisahkan oleh meja bundar… Sang pria tampaknya sedang begitu emosi dengan sang wanita. Sementara sang wanita tampak hanya membela dirinya. Cek-cok mulut pun keluar dari mulut keduanya

“Kamu itu yaa ran?! Aku heran kenapa kamu mutusin aku begitu saja?! Padahal, udah banyak hal yang aku korbanin demi cintaku padamu rani, termasuk keluargaku sendiri…kamu tahu itu kan ran!” haris amat emosi hingga hingga menunjuk-nunjuk rani, kekasihnya

“Iya mas, aku ngerti, aku paham, tapi aku gak bisa nunggu terlalu lama gini juga mas, tanpa kejelasan status. Kamu lama banget sih cerain istri kamu itu…, Apa jangan-jangan lama begini karena kamu sebenernya masih suka sama dia ketimbang aku, begitu mas haris?!” ucap rani memelototi haris

“Iya aku mengerti banget kok maunya kamu rani… , tapi untuk urusan cerai kan gak segampang itu. Aku mohon kamu ngerti dan mau nunggu sampai urusan ini selesai” haris memohon dengan nada meninggi.

“Yaudalah mas, cukup sampai di sini aja hubungan kita yang tidak jelas ini. Kamu mau atau gak cerain istri kamu sekarang, itu urusan kamu. Mending aku nyari laki-laki yang statusnya udah jelas saja…” rani beranjak pergi

“Tapi rani?! Ran?! Rani! Raniii!” teriak haris berdiri melihat rani meninggalkannya.

“Gubbbbraakkkkkkkkkk” kesal haris menggertak meja.

Haris, lelaki yang statusnya masih beristri itu tampak berkeringat setelah meluapkan kekesalan dan emosinya. Wajah tampak linglung setelah tahu hubungannya dengan rani, selingkuhannya, harus berakhir. Telapak tangannya memerah usai menggertak meja kayu restoran tempat dia baru berencana akan makan malam. Dibuat kacaulah pikirannya sekarang karena sang kekasih gelap, rani, baru saja mengakhiri hubungan dengannya. Di sisi lain, rumah tangganya sudah di penghujung jalan, tinggal menunggu proses penyelesaian perceraian dari dirinya atau sang istri. Namun, haris sendiri belum juga memprosesnya. Dia justru diambang kebingungan yang luar biasa, melanjutkan atau mengakhiri saja hubungan dengan istrinya. Tapi apabila harus mengakhiri, apalah gunanya, sedangkan wanita yang diimpikannya untuk segera dinikahi baru saja meninggalkannya.

“Huuuuhhhh… hhaduuh.. sekarang musti gimana ini, segalanya sudah jadi kacau sekarang” ucap haris sambil mengusap-ngusap rambutnya yang berkeringat

Beberapa saat kemudian, haris memanggil pelayan pria di restoran itu. Pelayan pria yang sedang berdiri tidak jauh darinya lekas menghampiri. Kemudian haris mengambil dompet di saku belakang celana panjangnya yang berwarna coklat. Ia ambil secarikk uang kertas berwarna biru. Dikasilhlah uang itu kepada pelayan restoran tanpa meminta kembalian karena haris berencana buru-buru pergi meninggalkan tempat tersebut. Selesai memberikan uang, barulah haris pergi tempat yang membuatnya begitu pusing.
Sepanjang perjalanan sambil fokus menyetir haris memikirkan nasibnya sekarang yang terombang-ambing tidak jelas. Wanita yang ia cintai sudah pergi. Sementara keluarga yang satu-satunya bisa diharapkan sudah berantakan akibat ulahnya. Selain itu, ia juga tidak tahu dimana keberadaan nia, sang istri, dan bayu, putranya. Dia pun bertanya-tanya apakah ia bisa memulai lagi semuanya dari awal dan apakah nia mau menerimanya kembali.

#################

“Nia… kamu mau makan malam apa sama bayu?” mira menyahut sambil membuka pintu kamar nia dan bayu tanpa mengetuk terlebih dahulu

“Treeeeeeppppppp” pintu membuka

“Ih bayu ih… kok kamu masih nete sih sama mamanya, kamu kan udah gede …bukan dede bayi lagi… Ih malu ihhh …..” ucap mira memergoki bayu sedang menghisap puting mamanya.

Nia tahu dipergoki kakaknya langsung mendorong bayu dan menutup sepasang buah dadanya dengan menarik taling kutang dasternya yang ia turunkan. Pertama ia tarik daster bagian kanannya, baru yang kiri. Sementara bayu setelah terpergok, ia terdiam. Ia memalingkan wajahnya yang malu dari sang mama dan tantenya. Tak hanya itu juga memejamkan matanya dan berusaha mencoba tidak mendengar suara-suara tentang dirinya yang baru saja dipergoki masih menetek.

“Iya nih kak, si bayu masih netek sama aku aja padahal udah bukan bayi lagi yaa…gak malu apa” ucap nia beranjak berdiri menimpali ucapan mira

“Kamu juga sih dek, kok dikasih aja bayu netek sama kamu?” tanya mira menghampiri adiknya

“Ya mau gimana kak, bayu tadi itu merengek terus kalo gak dikasih. Aku iba juga kan ujungnya sebagai seorang ibu” tanggap nia menatap kakaknya sambil sama-sama melihat bayu yang memalingkan wajah dari dirinya

“Yaudah yaudah sekarang mending bayu bangun gih. Tapi lain kali jangan diulangi ya.. kamu kan udah gede. Gak malu apa kalo sampai ketahuan sama-sama temen kamu kalo kamu masih netek sama mamanya” mira mencoba menyahut bayu yang tampaknya ngambek

Tante miranya mencoba memberi pengertian. Namun, bayu tidak memberi respon sama sekali. Malah ia menutup muka dan kepalanya dengan bantal kepala yang ada di kasur. Kedua tangannya memeluk guling. Ia hanya membisu. Nia lalu mendekati bayu sambil mengelus pundak puteranya itu dengan lembut.

“De,,,,makanya ya udah yuk. Lain kali jangan diulangin yaa.. masa anak mama yang udah gede dan mau dewasa ini masih netek. Ade….. Udah yukk.. sekarang kita keluar. Tante mira mau ngajak kita makan malam tuh…iya kan tante mira?” ucap nia menenangkan putranya seraya mengelus punggungnya

“Iya nih bayu,…ayo bayu bangun gih.. kita makan malam sama-sama yuk” bujuk mira kepada keponakannya
Tak ada respon dari bayu, Nia dan mira memutuskan pergi meninggalkan bayu di kamar sendirian. Keduanya merasa kalau anak yang sedang ngambek lebik baik didiami saja, nanti juga baikkan lagi. Kemudian Kakak-beradik ini berjalan bersama menuju arah dapur. Mereka ingin memasak sama-sama untuk makan malam sambil menikmati suasana kebersamaan hubungan saudara kandung.

Ditinggal sang mama dan tante, bayu masih menutup kepalanya dengan bantal. Anak itu tidak sadar kalau mama dan tantenya sudah tidak ada di kamar. Dalam hatinya dalam-dalam ia sungguh kesal dengan sang tante yang menganggu dirinya yang sedang menetek sama sang mama. Padahal, bocah yang sebentar lagi memasuki usia abg itu amat menikmati setiap hisapan dan lumatan pada puting sang mama. Malahan pula penisnya juga ikut berdiri. Makin nikmat saja suasananya. Namun, kalau tahu jadi begini, bayu jadi ingin kembali seperti bayi lagi. Biar menetek sama mamanya bisa dimaklumi. Tidak sadar menutup kepalanya terlalu lama, anak itu tidak sengaja tertidur.

############

Di rumahnya yang amat sederhana dan penuh kesendirian tampak ada yang menemani, pak broto sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. Serius sekali sepertinya, hingga urat-urat kepalanya tampak terlihat.

“Jadi gimana ini pak? Gak ada lagi deh yang bisa muasin nafsu kita yang gak ada habisnya ini” keluh pak broto yang tampaknya begitu lesu

“Pak broto juga sih bego. Bapak gak bisa awasin ketat apa, diapain kek pak. kalo udah begini, bingung deh kita kan jadinya kehilangan mainan” sahut pak arso yang tampak kesal ditelepon pak broto

“Yaa mau gimana pak sekarang. Saya soalnya habis pertarungan malam itu cape banget pakk, sumpah. Bawaan ngantuk mulu… terpaksa deh saya bawa tidur” balas pak broto memberi alasan

“Panteess pakkk pak….dasar si bapak ini. Bapak gak tahu apa, saya malah bisa ngantor pak. Berarti stamina saya oke oke aja kan, gak ada masalah? Kenapa bapak sendiri yang kecapekan. Yaudah masalah nia ini nanti aja kita bicarain lagi” ucap pak arso

“Yaah pak arso enteng banget jawabnya. Mentang-mentang ada istri huh… Besok bisa ketemu gak pak? kan libur tuh hari sabtu” tanya pak broto

“Gak bisa, besok saya ada janji sama orang.di luar kota selama dua hari”

“ohh gitu yaa pak. Yaudah deh saya ttutup teleponnya” pak broto mengakhiri pembicaraan.
Pak broto begitu lesu usai mandi yang seharusnya orang malah segeran. Dia begitu setelah tahu nia, wanita yang memuaskan nafsunya selama di rumah pergi tanpa pamit alias kabur. Tahu begitu, dia jadi menyesal mewujudkan fantasi seksualnya dengan mengajak pak arso untuk threesome. Lelaki yang sedang berbalut handuk tersebut menghela nafas panjang,

“bego……bego….”

###############

Di atas ranjang yang tak pernah ditempatinya, bayu terbangun. Ia tak sadar telah tertidur setelah menutup kepalanya dengan bantal. Matanya yang masih belekkan dan tampak sayu mencoba membuka lebar-lebar. Dan ternyata, di hadapannya ia melihat bagian belakang tubuh mamanya yang hanya mengenakan daster yang memanjang sampai setengah paha sang mama. Entah kapan mamanya sudah satu ranjang dengannya. Kemudian, dia lihat rambut panjang hitam mamanya yang terjuntai di atas kasur dan juga tengkuk, serta punggung mamanya yang putih mulus terbentang bebas. Yang paling menarik dari segalanya ialah pantat sang mama yang padat dan seksi di mata anak itu. Belum lagi paha mamanya yang putih dan terawat ingin sekali bayu merabanya.

Tak puas hanya melihat, bayu mengucek-ngucek matanya. Ia perlahan menggeser tubuhnya dan mendekati sang mama yang tertidur di sampingnya. Pandangan pertamanya tertuju pada punggung mamanya yang terbuka bebas. Ia dekati wajahnya kepunggung sang mama, kemudian ia cium dan terciumlah harum sabun yang ia pakai ketika mandi. Cukup lama ia mencium punggung sang mama hingga berpindah-pindah bagian, termasuk tengkuk sang mama. Kemudian setelah itu ia sedikit membangunkan badannya untuk mencoba melihat pantat dan paha sang mamanya dari dekat. Benar-benar sintal dan mulus paha sang mama. Sebenarnya ia ingin meraba, tapi khawatir mamanya akan terbangun, bayu mengurungkan niatnya tersebut. Ia merasa cukup melihat saja. Dan,

“Pantes aja tuh bapak-bapak mesum pada doyan sama mamaku ckckck ” ucap bayu menggeleng kepalanya melihat paha dan pantat sang mama.

Tidak puas sampai disitu, bayu mencoba memeluk sang mama dari belakang. Ia dekatkan tubuhnya yang berbalut piyama dengan sang mama. Ketika bersentuhan, bayu merasakan begitu hangat tubuh mamanya. Penisnya pun ikut berdiri. Kemudian saat mamanya yang sedang berbaring menghadap ke kanan membuat tangan kirinya ingin meraba payudara sang mama. Perlahanlah tangan kiri anak itu menjamah buah dada mamanya. Ia pegang bukit kembar yang terbungkus terbungkus daster itu pelan-pelan,

“nyett nyett nyett”

“gede dan kenyel banget tete mama ya…uhh” pikir bayu dalam benaknya

Dia gatal ingin meremas sebetulnya, namun tidak berani. Ia lebih memilih meraba dan sedikit meremas pelan saja sambil menggesek-gesekan penisnya naik turun di belahan pantat mamanya. Alhasil, penis anak itu jadi makin mengeras. Nafasnya pun terengah-engah.

“Uhh maa…uhhh mama mau gak bayu entot maa..” pikir bayu sambil menggesekkan pelan penisnya di pantat sang mama.

Sedang enak menikmati, tiba-tiba mamanya bergerak, posisi tubuhnya yang tadi menghadap ke kanan berubah menjadi terlentang. Bayu sempat terkaget. Buru-buru ia bergeser sedikit jaraknya dengan sang mama. Nafasnya menderu. Mata anak itu melotot khawatir jangan-jangan sang mama tahu apa yang baru saja ia lakukan. Ia lalu menunggu sejenak sambil memastikan situasi aman.

Setelah merasa aman, kemudian ia bangun dan mengambil posisi duduk di atas kasurnya. Ia pelototi tubuh sang mama yang sedang terlentang di hadapannya. Benar-benar ia tak kuasa melihat payudara mamanya bulat dan besar itu. Belahannya pun terlihat di balik dasternya dan juga puting sang mama yang juga menyembul keluar.

“uhhh pengenn nete lagii nih aku, tapi nanti mama kebangun lagi…, Beruntung banget sih bapak-bapak itu ya… bisa sepuasnya menikmati susu mamaku udah gitu mereka bisa entot juga, sedangkan aku?” bayu menyorot tajam seluruh jengkal tubuh sang mama.

Terpaku pada sang mama begitu serius, tiba-tiba saja sang mama melihat sang anak sedang terduduk di dekatnya.

“Eh bayu? Kamu udah bangun de?” nia mengucek-ngucek matanya.

“eh Iya nih maa…” singkat bayu terkejut

“Kok kamu diem gitu kenapa?” tanya nia penasaran pada sang anak yang sedang memperhatikannya

“Emmm maa… bayu boleh memohon sesuatu gak?” ucap bayu pelan-pelan khawatir mamanya marah

“mohon apa malam-malam begini?” sontak nia menjawab

“Bbb….bayuu mau netek lagiii boleh ggg…ggaakkk?”

“Apaa?! Gak ada, gak ada… kamu gak boleh nete lagi de… kamu itu udah geede. Masa gak ngerti juga sih dibilangin. Kamu gak malu apa sama temen-temen kamu. Kamu mau temen-temen kamu tahu kalo kamu masih nenen sama mamanya?! Enggakkan?! Apa jadinya kalo mereka tahu. Lagipula, mama kan udah bilang tadi de, aduuuhh kamu inii …..!” ucap nia dengan nada tinggi memelototi sang anak

“tttt…tapi ma aku kan kepengen?” bayu menimpal

“Udah…udah… mending kamu mending tidur sekarang. Besok kamu sekolah kan? dan harus bangun pagi. Udaahh sana tidur!” perintah keras sang mama kepada putranya

“Maa…?” muka bayu pucat

“tidur de! tidur!” nia menggertak

Bayu yang dimarahi sang mama mau tak mau tidur kembali. Ia berbaring membelakangi sang mama. Wajahnya tak lagi melihat tubuh ibu kandungnya. Ia palingkan wajahnya setelah dimarahi. Sebenarnya bayu amat kecewa dengan jawaban mamanya tersebut. Ia hanya heran saja kenapa mamanya menetekinya saja boleh. Kalau alasan malu sudah besar, itu kenapa bapak-bapak yang sudah dewasa boleh menetek sama mamanya. Ia merasa tidak diperlakukan secara adil oleh mamanya.

“Kok mama gitu sih. Aku kok gak boleh netek.. alesannya inilah.. itulahh.. aku udah gedelah… Itu para bapak-bapak yang umurnya udah kelewat gede kenapa pada boleh? Ini kan gak adil. Padahal itu mamaku juga. Emangnya salah dan gak boleh seorang anak menetek sama ibunya. Bukannya udah seharusnya kan? Yang gak boleh itu ya para bapak-bapak itu…” amat kesal bayu dalam hatinya sebelum tidur kembali.

Bayu sungguh kesal dengan sang mama dan juga para bapak-bapak mesum yang sudah meniduri mamanya karena kondisinya yang kepalang tanggung. Ya, penis anak itu berdiri sejak meraba sang mama. Namun, mamanya tidak mengizinkan bayu bertindak lebih jauh. Pada akhirnya ia biarkan penis itu berdiri dan tetap mengeras. Akan tetapi, anak itu perlahan-lahan tidur kembali. Matanya pelan-pelan ia pejamkan. Mulut brserta bibirnya ia rapatkan. Tangannya tidak memeluk guling karena dipakai sang mama. Malam yang tidak diketahuinya jam berapa itu membuat bayu tertidur pulas lagi.

“Mas jodi, anter sampai sini aja ya.. Nanti pulangnya mau dijemput apa pulang sendiri?” tanya jodi, sepupu bayu

“Iya gapapa kok mas, sampai sini aja aku dah terima kasih. Emmm pulang sendiri aja deh mas” sahut bayu

“Memangnya kamu tahu jalan pulangnya?” tanya jodi heran

“Tahu kok, nanti tinggal aku bilang aja sama tukang bajaj hehe”

“Ohh oke deh kalo begitu. Mas jodi balik dulu. Kamu belajar yang rajin bayu…. daahhh” pamit jodi

“Iyaa hati hati di jalan mas”

Bayu baru saja diantar oleh Jodi dengan menggunakan motor bebek ke sekolah. Anak itu berangkat pagi-pagi hingga jodi yang gemar bangun siang harus rela mengantarnya. Bagi bayu, tidak begitu masalah jarak antara rumah tante mira dengan sekolahnya. Hanya saja persoalan semalam itu terus menghantui pikirannya. Gara-gara mas jodi yang bernafsu sama tante mira, bayu jadi ikut-ikutan nafsu sama mamanya. Anak itu menjadi serba salah. Jika mengingat kejadian semalam dengan sang mama, penis anak itu suka mengeras. Itu yang terjadi selama bayu mengikuti pelajaran di sekolah. Saat guru mengajar pikirannya selalu terbawa ke sana. Tidak heran ketika gurunya bertanya bayu tidak menjawab. Ia terkesan tidak menyimak sang guru ketika mengajar. Maka, ia mencoba melupakannya dengan mengobrol bersama kawan-kawan. Namun, meskipun begitu tetap saja apa yang yang dilakukannya semalam selalu teringat.

Pulang sekolah, Bayu yang sesuai ucapannya seharusnya naik bajaj untuk pulang ke rumah tante mira malah ngalor-ngidul, berjalan kaki tak tentu arah. Ia melihat sekeliling jalan yang ia lalui. Ternyata bayu masih memikirkan apa yang dilakukannya kepada sang mama semalam. Ia merasa jalan satu-satunya penyelesaian ini yaaa.. benar-benar bisa bersetubuh dengan mamanya. Kalau tidak, pikiran tersebut bakal terus menghantui. Tapi, dia bingung bagaimana caranya. Kalau berbicara polos langsung, tentu sang mama akan sangat marah besar. Hhhmmmm,…

“Bang…bang… bajaj….” bayu menyetop bajaj kosong yang lewat

“ttrreteteettttttttt… tetettttt” bajaj berhenti di depan bayu

“Mau kemana ya de?” tanya supir bajaj

“Emm nanti aku kasih tahu jalannya deh bang”

“Ohhhh…yaudah ayo masukk aja” balas supir bajaj sambil membukakan pintu bajajnya

Bayu pun naik bajaj yang warnanya biru dengan bermodalkan uang yang dulu pernah diberikan papanya. Sepertinya ia lekas langsung pulang ke rumah tante mira. Hanya saja, ditengah perjalanan, jalanan yang ditunjukinya kepada supir bajaj berbeda dengan arah jalan ke rumah tante mira. Mungkinkah bayu tersasar. Namun, dari gelagat dan raut muka anak itu ia begitu yakin sekali mengarahkan supir bajaj.

“……….nah habis ini nanti ke kiri yaa bang” bayu menunjuki arah

“Iyaa de…”

Cukup lama bayu menaiki bajaj. Hebatnya, anak itu tidak tersasar. Hanya saja, bukan rumah tante mira tujuannya. Berhentilah bayu di sebuah tempat yang pernah ditinggalinya. Tempat yang sebenarnya menyisakan kenangan buruk. Entah ada urusan apa ia kesana. Kemudian setelah membayar uang secukupnya kepada supir bajaj, bayu dengan ransel dipundak masuk ke area rumah yang cukup luas itu. Ia berjalan dengan cukup santai.

#############

Nia seorang diri di kamar menggunakan daster yang ia pakai semalam, tampak ia sedang merapikan dan melipat bajunya di atas ranjang dengan wajah sedikit murung. Ternyata ia sedang berpikir sampai kapan ia akan ada di rumah kakaknya. Ia merasa segala hal yang dialaminya membuat dirinya benar-benar pasrah melalui lika liku kehidupan. Dia tidak tahu harus kemana dan berbuat apalagi. Mungkin cuma bayu yang menjadi alasan satu-satunya nia agar selalu semangat memperjuangkan hidup meski harus berpindah-pindah ke sana kemari.

Namun di tengah ia melamun, ponsel yang jarang ia pergunakan berbunyi. Lekas ia ambil ponsel tersebut yang terletak di dalam tasnya. Ketika hendak mengangkat, nia tidak mengenal nomor yang menghubunginya. Tapi, dia mencoba mengangkatnya.

“Halo, siang… dengan siapa ya?” tanya nia

“Iyaa, siang juga nia sayang… kamu apa kabar di sana hehe?”

“Sayang? Saya berbicara dengan siapa ya ini?” tanya nia agak terkejut

“Masa kamu lupa sihh, saya kan yang memberi kamu tumpangan selama kamu kabur dari rumahmu…” jawab pak broto

“Hah?! Pak broto?! Ada apa bapak berani telepon saya?! Bapak tahu nomor saya dari mana?! sahut nia lantang

“Jangan marah dong sayang, mentang-mentang kamu sekarang udah gak dirumah saya..ckckck. Masalah saya tahu dari mana nomor kamu, itu bukan urusan kamu. Yang jelas, saya cuma mau kasih tahu kalo sekarang bayu ada di rumah saya hehe…” tawa pak broto

“Bayu di rumah bapak?!” nia kaget

“Iya nih sayang, kamu mau gak anak kamu yang tersayang ini bapak… emmmmmm apain yaah bagusnya? Hehe…” nada pak broto seperti mengancam

“Jangan pak!… jangan berani lukai bayu sedikitpun!… kalo bapak berani lukai bayu bapak berurusan sama saya!” Nia mengancam balik

“Wah enak dong berurusan sama kamu hehe.., Yaudah, yang jelas kalo kamu mau anakmu gak kenapa-kenapa. Kamu main kesini dong.. bapak kangen sama kamu nihh sayang…”

“Maksud bapak apa?!” nia menggertak

“Emm kamu ke sini, terus bawa daster kamu yang seksi itu sayang….”

“bapak jangan macem-macem yaa…..” ucap nia keras

“Yaudah kalo kamu maunya begitu, jangan harap kamu bakal ketemu putramu yang tersayang lagi. Nih kamu denger suaranyaaa……..”

“Mamaa….maaaaaaa tolonggg bayuuuu maaa maaaa…………” teriak bayu merengek

“Bayuuuuuuuu………..” sahut nia mendengar jeritan sang anak

“Bagaimana hehehe? Bener nih kamu gak mau ke sini?” ucap pak broto tertawa

“oke pak broto saya bakal kesana, tapi satu permohonan saya, tolong jangan lukai bayu sedikit pun…saya mohon” mohon nia dengan panik

“Iyaaa tentu sayangg,…., kamu juga jangan bawa polisi ke sini yaa..cup cup cup. Pasti kamu khawatir banget yaa sama anak kamu…..”

Nia langsung menutup sambungan ponselnya. Dia berpikir dan mengambil nafas sejenak setelah apa yang dia baru saja dengarkan. Kemudian, ia bergegas mengambil tas tentengnya berwarna hitam dan memasukkan sebuah daster berwarna putih yang pernah ia kenakan ketika bersetubuh dengan pak broto. Setelah itu, ia mengganti daster yang sedang ia kenakan dengan blus berwarna merah dan celana jins biru. Barulah kemudian dia berangkat tanpa berpamit kepada kakaknya, mira. Ia juga kesana terkesan sangat tergesa-gesa hingga menggunakan sandal rumah sang kakak. Setelah berada di luar rumah kakaknya, nia buru-buru mencari bajaj. Tak lama bajaj berhenti di depannya. Lekas naiklah perempuan itu tanpa membuang-buang waktu lagi.

“Uhh mana nih si niaa… putranya udah aku sekap di belakang nih heehehe…..” girang pak broto

Tak lama, laki-laki itu melihat bajaj berhenti di depan perkarangan rumahnya yang luas. Giranglah hatinya. Kemudian ia berencana menyambut nia di depan rumahnya yang amat sederhana. Ia berjalan keluar dengan hanya memakai sarung dan membiarkan tubuh bagian atasnya terbuka bebas, tanpa takut masuk angin.

“Haloo nia sayanngg apa kabar kamuu…….” pak broto berjalan menyambut nia dengan mencoba memeluk

“Gak usah peluk-peluk pak….yang jelas sekarang mana bayu” kesal nia

“Ohh sabar dong, kalo kamu mau tahu dimana bayu kamu musti layanin bapak dulu sayanggg” pak broto masih berusaha memeluk

“Udah pak jangan peluk-peluk dulu” gerutu nia

Pak broto lalu membimbing nia masuk ke rumahnya. Betapa rindunya pak broto terhadap tubuh nia yang padat dan sintal itu. Setelah berada di dalam, di ruang tamu pak broto, nia yang lengah tiba-tiba tasnya dirampas pak broto. “sreeeeeeeeeepppppppppppp”

“Pakkkk janggaaannn diambillll tasss sayaaa…. saya mohon jangaaann……” nia mencoba merebut tasnya kembali
Pak broto terus mengelak ketika nia mencoba merebut kembali. Itu dilakukannya hingga nia pasrah tidak bisa merebut. Kemudian, Lelaki itu membongkar isi tas dan mengambil daster putih nia yang berada di dalam.

“Nih daster kamu sayanggg… mending buru-buru gih kamu masuk kamar sana, ganti pakaianmu, dan siapkan tubuhmu itu sayang hehehe” pak broto mencubit lengan padat niaa..

“Aahhh sakit pakk…” sahut nia ketika dicubit

Nia tidak tahu harus berbuat apalagi di bawah ancaman pak broto hanya menurut saja. Ia segera masuk ke kamar pak broto yang sudah diketahuinya ketika bercinta dengan pak arso dan pak broto. Wanita itu berjalan pelan menuju kamar sambil melihat-lihat sekelilingnya, siapa tahu dia bisa melihat bayu. Namun itu sia-sia hingga ia masuk ke kamar pak broto.

Di dalam kamar pak broto, ia terkejut. Kamar lelaki itu terakhir ia lihat begitu berantakan. Namun sekarang tampak begitu rapi. Bila spreinya dulu awut-awutan, kini rapi sekali pak broto merapikannya. Ada kipas angin yang menyala pula ditaruh pak broto di dalam kamarnya. Tak hanya itu, ada dua botol air mineral dan segelas susu, serta ada sedikit biskuit kering yang di taruh di atas piring kecil yang terletak di meja kamar pak broto. Nia berpikir, tampaknya lelaki itu berniat sekali untuk bersetubuh dengannya.
Di dekat ranjang pak broto, nia lalu mencopot seluruh pakaian yang menutupi tubuhnya. Pertama, ia loloskan blusnya ke atas. Terpampanglah bukit kembarnya yang terbungkus bh berwarna putih. Setelah itu ia turunkan celana jinsnya ke bawah. Terpampanglah paha sintal dan putih mulus miliknya. Selain itu, celana dalamnya yang berwarna putih pun terlihat.

Belum nia mengganti pakaiannya dengan daster, pak broto sudah berada di dalam kamar dengan hanya menggunakan sarung yang dipakainya tadi. Tanpa sepengetahuan nia, Pak broto melihat nia sedang berdiri membelakanginya. Berdegup kencang jantung pak broto melihat nia hanya mengenakan bh dan celana dalam. Penis laki-laki tua itu lantas tegang dan mengeras di balik sarungnya. Nia kemudian tiba-tiba mencopot bhnya pelan-pelan. Ia lepaskan kaitan bhnya yang berada di belakang, lalu ia turunkan satu persatu tali bhnya yang mengganjal di pundaknya. Payudaranya kini terpampang bebas. Selesai melepas bhnya, perlahan-lahan ia turunkan celana dalamnya, dengan mengangkat jenjang kaki kanannya yang iindah terlebih dulu, lalu diikuti dengan kaki kirinya yang amat putih. Murni telanjanglah nia.

Pak broto yang melihat nia sudah bugil, lekas menurunkan sarung yang menutupi bagian bawah perutnya. Kedua tangan lelaki itu meloloskan dengan mudah sarung tersebut hingga jatuh ke bawah. Penisnya yang coklat kehitaman, besar, dan panjang pun tampak terlihat mengacung ke atas. Lalu Pelan-pelan ia mendekati nia yang sedang akan mengenakan dasternya. Kemudian tanpa sepengetahuan nia, ia peluk pinggang wanita itu. Batang penisnya pun menyentuh bokong milik nia.

“ppppleekkk”

“aahhhh …..” nia terkejut

“Gak usah dipakai dasternya sayang…. bapak toh juga udah bugil” bisik pak broto di telinga nia

“geliii pakkk ahh…….” ucap nia

“geliii kenapa?”

“Itu kontolnya di bawahhhh pak……” jawab nia bokongnya bersentuhan dengan penis pak broto

“uhhh iyyaaa, diaa kangen memek kamu sayanggg” balas pak broto memeluk pinggang nia erat

“kangenn tapi ngancem…” timpal nia

“ssoalnya, kalo gak gitu kamu gak kesini nia sayang…..”

Pak broto lalu mencumbu leher nia. Jenjang leher wanita itu ia ciumi dari bawah ke atas. Lidahnya pun juga tak mau kalah untuk menjilati leher nia.

“huuuuummmmm hhhummmm slllllrrrrpppppp”

“Ohhhhhhhhh…..pppak dimana bayuu…….baru kita lanjutin..ohhh” tanya nia dalam desahannya

Pak broto tidak peduli, ia terus menjilati dan mencumbu leher nia karena rindu pada wanita itu, rindu bersebadan dengannya. Pundak nia pun juga ia jilati dan cumbu. Kedua tangannya juga tak mau diam. Ia meremas kedua buah dada nia yang menggantung,

“Emmmmm nyyeeett nyeeeetttt” kedua tangan kasar pak broto meremas payudara nia yang kenyal

“ahhhhhhh…..” desah nia karena penis pak broto bergesekan dengan belahan pantatnya

Tidak hanya meremas, tiba-tiba telapak tangan pak broto menyentuh puting nia. Ia gelitik puting berwarna coklat itu dengan jari kasarnya.

“Uhhhhh…kerasss putingmu sayang, sepertinya dia sudah tidak sabar minta dihisap yaaa” bisik pak broto

“ergghhhhh errghhhh”

Pak broto lalu mendorong nia ke kasur… “ brrrrrruuuuuukkkk”. Nia yang bugil jatuh terduduk di atas ranjang yang spreinya amat rapi tersebut. Pak broto lalu menatap tajam ke arah tubuh nia sambil mengelus penisnya yang sudah keras.

“sayyyaaangg kamuu lihaattt iniii….. kerasss saayangg uhh” tatap pak broto tajam ke nia.

“kassiihhh tahuu dimana bayuuu duluuu pakk, baru nanti kita ngentot” pinta nia merengek

“ahhhhh diammmmmm….. emhhhhhhhhhh” pak broto menghampiri nia di atas kasur dan membuka paksa kedua lutut wanita itu yang mencoba menutup.

Dibuka paksa lututnya oleh pak broto, terlihatlah vagina nia dengan rambut halusnya. Vagina itu masih rapat dan terawat meski sudah beberapa laki-laki mencicipinya. Pak broto menatap sebentar vagina nia, dia begitu kagum karena sudah berkali-kali memasukkan batang penisnya ke lubang kemaluan itu.

Tak begitu lama mulutnya mendekati liang kemaluan nia. Ia julurkan lidahnya yang gelap. Lidahnya tersebut pelan-pelan menyentuh lubang milik nia dan menyelinap ke dalam vagina yang hangat tersebut. Kemudian lidah itu keluar lagi, menjilati pinggir bibir kemaluan nia yang agak basah. Setelah itu barulah lidah tersebut masuk menyelusuri dalamnya kemaluan nia.

“Emmmmmmhhhh slerrrrrpppppp sleeerrppp hhmmmmm”

“ahhhhh pakk brotooooo” nia memegang kepala pak broto

“hhhuuuummmmmmm” pak broto menghisap kemaluan nia

“ahhhhhhh ahhhhh nia mauuu keluarrr pakkkkk” nia menjambak rambut pak broto

“slerrrppp srrruppppptttt huuummmmm” pak broto terus menjilati dan menghisap kemaluan nia

Nia tak kuasa dengan mulut pak joko. Bibirnya kasar, ditambah lidahnya yang panjang sedang menyelusuri dan menyapu isi kemaluannya. Dia hanya mampu mendesah dan menjambak rambut laki-laki tua itu karena begitu lahapnya pak broto menjilati kemaluan nia.

“aaaaaahhhhhhh niiiiaaaa mmmunnnncrrraaatttttttt pak brotoooo sayanggg sreerrrrrrrr srerrrrr” nia menjambak rambut pak broto dengan kencang. Tubuhnya pun ikut bergoncang setelah meraih orgasme pertamanya.

Setelah nia meraih orgasmenya yang pertama, pak broto menarik bibirnya dari kemaluan wanita itu. Ia duduk bersimpuh di atas ranjang lalu tersenyum sambil melihat sejenak lutut nia yang masih terbuka dan vagina nia yang becek. Nia sedang terengah-engah mengambil nafas. Pandangan matanya pun ia arahkan ke kemaluannya yang sudah dibuat becek oleh pak broto.

“huhhhh huhh huhh…. “ nia terengah-engah

“Nia sayang kamu mau tahu dimana bayu?” tanya pak broto menatap nia

“Iyaa pak, dimana?” jawab nia membalas tatapan pak broto

“adaa syaratnyaa tapii….”

“syarattt apaa lagiii pakkk uhhh” keluh nia

“yaudah kalau gak mau” balas pak broto memalingkan mukanya

“yaudah-yaudah, apa pak….?” tanya nia penasaran

“kamu harus lebih binal dari biasanya sayang….bapak mohon hehe”

“hheemm… Cuma itu aja?”

“Iyaa….” sahut pak broto

Tiba-tiba nia menghampiri pak broto yang sedang duduk bersimpuh di depannya. Pak broto penasaran apa yang akan nia lakukan.

“Pak broto… mau nia isep gak kontolnya?” manja nia

“mau dongg sayangg…. nihhh” pak broto menunjukkan penisnya ke nia

Nia lalu mengenggam penis pak broto. Hangat dan keras penis itu. Lalu ia mengocok pelan, naik turun.

“propp propp prop…”

“enakkk gakk pakkkk?” tanya nia

“uhhh ennnakkkkk sayangg…..” sahut pak broto yang bibirnya perlahan menghampiri bibir nia

“Niaaa sayanggg emmmmmm mmuacchhhh hhmmmmm” pak broto mencium bibir nia

“ahhh iyaaaaaaa emmm mmuuuuachhhh”

Sambil mengocok penis pak broto, nia saling mengulum bibir dengan laki-laki itu. Panas sekali ciuman mereka berdua. Keduanya saling berpagutan. Lidah mereka saling bertemu dan menyelusuri mulut masing-masing. Air liur mereka pun tak ketertinggalan. Pak broto mengirimkan air liurnya ke mulut nia. Nia menelan ludah pak broto ke dalam tenggorokannya. Bibir keduanya terasa tidak mau lepas.

“pppppakkk kontolnyaaa udahhh keraasss bangettttt….” ucap nia melepas ciuman pak broto

“iyyyaaaaa… mau ngentottt sayang” jawab pak broto

“ngentotin apa pak broto sayanggg?” tanya nia masih mengocok penis pak broto

“ngentotin memek kamuuu…….” sahut pak broto

“ahhhhh ayooooo…….” nia mengambil posisi terlentang, membuka pahanya lebar-lebar

Pak broto sibuk mempersiapkan penisnya yang sudah amat keras. Kepala penisnya pun ia usap-usap berulang kali.

“Pak posisinya missionaris aj yaa? Gak usah berubah-ubah” ucap nia menunggu penis pak broto masuk

“Iyaa tapi kamu yangg hot yaaa…”

“iyyyyyaa sayanggg” balas nia manja

Pak broto lalu menghampiri nia yang sudah mengangkang dari tadi. Penis yang tegang miliknya ia arahkan perlahan ke vagina nia. Pertama-tama ia gesek-gesek berulang kali. Hingga nia terus memanja supaya segera dimasukkan.

“ppppakkkkk……”

“iyyyaaaa saayyyannggg” jawab pak broto menggesek penisnya

“ayooo pakk jangan lama-lama, kontolnyaa mauu ngentot memek nia gakkk ohhh” nia memohon

“uhhhhhh iniiii sayaaanggggg… kontoll mau… mau ngentot memek nia ohhhh blessssssshhhhhhhhhh” pak broto memasukkan penisnya karena tak tahan

“ahhhhhhhhhh” desah nia

Setelah penisnya masuk ke kemaluan nia, pelan-pelan pak broto memaju mundurkan penisnya. Ia aduk vagina wanita itu menggunakan batang kemaluan yang uratnya tampak sudah terlihat. Nafasnya mendengus-dengus karena saking nikmatnya menyetubuhi nia.

“ohhhhh manteeepppp niiaaaaa…..”

“ahhhh ahhssss dasarrr kontooolll, hobinyaa ngentot memek nia mulu” ucap nia menatap pak broto yang sedang nikmat menggenjotnya.

“iyyyaaaa.. memek kamu sih rapettt… pereettt banget…. sayangggg ohhhhh” balas pak broto sambil terus penisnya maju mundur.

Tangan pak broto bertopang pada kasur yang terus bergoyang ketika dia menggenjot nia. Nia terus mendesah. Tangannya tiba memegang pipi pak broto. Ia mengelus pipi laki-laki itu.

“ah ahhhhh pakkkk, nia laperrrrr…”

“bentar bapak ambilin biskuit sayang…” jawab pak broto tanpa melepas penisnya di vagina nia.

“iniii makannn,,,, uhhhhh ayooo kamu makan, sambil bapak entoottt uhhh uhh”

“ammm emmmm emmm, ahhh ahhhhhh kontoolll nakaallll” nia memakan biskuit, namun di tengahnya ia mendesah karena tak kuat dengan sodokan pak broto.

“Biaariiiinn uhhhh, memeknya juga nakal kepengen dientot uhhh”

Namun, ketika asyik menggenjot, pak broto tiba-tiba mencabut penisnya. Nia cukup kaget. Nia menengok ke pak broto yang malah berdiri menatapnya.

“emhh kenapa dicabut?” gerutu nia

Tiba-tiba pak broto mengambil sesuatu dari tas nia, seperti obat. Ternyata itu pil kb nia. Pak broto lalu menunjukkan itu ke nia sambil tersenyum.

“ini apaa sayangg?” tanya pak broto yang penisnya masih keras

“pil kb..”

“Kamu tadi minum ini sebelumnya?” tanya pak broto

Nia berpikir sejenak mengingat. Dan ternyata dia lupa. Hatinya lalu jadi kacau. Ia sempat bingung. Namun di sisi lain vaginanya menuntut lebih karena kenikmatan yang tanggung dari pak broto.

“enggak pak broto sayang” jawab nia

“terus kemarin-kemarin kamu minum waktu kita ngentot?”

“Iiii iyaaaa….” jawab nia

“uhhh bapakkk kepengenn kamyy hamilll, tapi kamu malah minum pil kb. Pantes belum hamil kamu sayang. Yaudah gak jadi aja deh ngentotnya” kesal pak broto.

“ahhh jangan gitu dong pak broto sayangg, ayo deh sekarang aja deh kalau mau hamilin nia…mumpung nia belum minum”

“bener nih?” tanya pak broto ragu

“iyaaaaaa inii memek udahhh siapp buat bikin anakkk kita ohhhhh”

Mendengar jawaban nia, pak broto tambah bernafsu. Penis pun tambah mengeras. Ia lalu menghampiri nia kembali. Ia kangkangi wanita itu. Perlahan tanpa ragu penisnya kembali di arahkan ke vagina nia…… “bleeeeesshhhhhhhhh”

“ohhhhhhh ennnnnnakkk …” lenguh pak broto

“ahhhhhhhsss memekkk siap-siap kontol mau bikin anak ahhss” desah nia

Wajah pak broto tampak blingsatan penuh nafsu. Ia mulai menggenjot nia dengan tempo agak cepat karena ucapan nia yang rela dihamili olehnya.

“uhhhhh ayooo dongg goyangg pinggul kamu memekkkk” pinta pak broto ke nia

“Iyyaaaaa ahhhh innniii…. kontoll jugaa genjottt ahhh”

“Ohhhhh enaakkkk goyangannnyaa… memek kamu sayang” pak broto menggenjot nia sambil mencekik leher wanita itu

“ahhhh genjotan kontol juga enakk… ahhh” nia menampar pak broto karena tak tahan dengan kenkmatan yang diberikan oleh lelaki itu.

Pak broto dan nia sudah berada di penghujung puncak kenikmatan. Pak broto tiba memeluk erat wanita itu. Sementara nia juga mendekap punggung pak broto. Keduanya sama-sama sudah berkeringat. Perpaduan kulit coklat kehitaman dan putih tampak terlihat di atas ranjang sambil keduanya saling memuaskan satu sama lain.

“uhhhhhh niaaaaa, ayo memek goyangg cepet…kontol mau muncratt”

“ahh Iyyaaa kontol juga yaa,,,memek juga mau muncrat” sahut nia
Keduanya lalu mempercepat goyangan dan genjotan mereka masing-masing

“ahhhhh ahhh kontolll, jadiii gakk pengen anak dari memek ahhh? Desah nia

“Uhhh jadii uhhh kontoll mauu anakkk dari memekkk uuuhhhh”

“aaahhhhh aahhhhhh ayyoooo kontooollll entot memekkk sampai hamilll,,,, memek mauu anaaakkkk jugaaaaaa ahhhh” desah nikmat nia sambil memeluk pak broto erat,kedua kakinya pun melingkar di pinggul pak broto.

“urghhhh kontoolll buruuuaaannn kirim pejuuuu buaat memek niiiaaa urghhhh”

“pakkk brotttoooooo ahhhh …memekkk mauuuu muncraaattttt sayyyangggg ayoooooooo pejuuuu manaaaa????? Memek mauuu annnakkkkkkk………:” nia merasakan penis pak broto sudah berkedut-kedut

“iiniii bentarrr lagiii, urrgghhhhhh baayuuuu lihhhaaatttt memek mamamuu bentar lagi bapakk pejuiiinnn, kamu punya adik baru.. urghhhhhhh” pak broto merasakan vagina berkedut cepat

“aaaahhhhhhhhhhh koontttoooollllll, pejuuuiiinnn mmmmemekkk,,,, mmek muncratttt aaaaahahhhhhhhssssss sreeeeeerrrrrrrrrrrr” desahh niaa panjang

“urrrgggggghhhhhhhhh aaaargggghhhhhh innniii memekkkk, pejuuu kontollll buattt anakkkk kita niaaa saayyyaannggg croottttt crooooottttttt” lenguh panjang pak broto menekah dalam-dalam penisnya

Keduanya saling berdekapan. Kemaluan pun mereka saling menyatu. Pak broto menahan penisnya dalam-dalam agar spermanya benar-benar berhasil menghamili nia. Nia hanya terengah-engah oleh semburan hangat pak broto yang segera akan membuatnya berbadan dua.

Setelah dirasa sperma itu masuk semua, pak broto melepaskan dekapannya ke nia. Ia mencoba bangun setelah berhasil menyemburkan spermanya di vagina nia. Namun, entah mengapa. Setelah dia agak terbangun. Sebuah balok kayu menghantam kepalanya.

“Bllllleeeeeeetttttaaaaaaaaakkkkkkkk brrrruuuukkkkkkk” jatuh pak broto ke lantai terkena balok kayu dari seseorang.
Nia hanya melongo selagi membiarkan sperma pak broto meleleh dari kemaluannya……..

Bersambung….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*