Home » Cerita Seks Mama Anak » Kisah Keluarga Citra 24

Kisah Keluarga Citra 24

“Kalo udah ngurusin anak… Nggak pernah bakal bisa kelar…” Ucap Citra dalam hati, “Semakin besar mereka tumbuh…. Semakin banyak pula hal yang harus diurusin….”

Dengan malas, Citra melangkah ke meja riasnya. Duduk di bangku pendek sambil menatap lurus kedepan, kearah cermin rias yang menampakkan wajah cantiknya.

“Ooohh lendir Clara…” Bisik Citra sambil mengamati wajah lepeknya yang baru saja disembur oleh cairan kenikmatan putri kandungnya, “Mama sama sekali nggak nyangka… Kalo kamu juga senakal itu Sayang… Sudah mulai bermain-main dengan kontol Mike… ”

“Putri kandungku… Mempermainkan kontol suamiku….”
“Bakal sejauh apa kamu bermain-main dengan ayahmu Sayang…?”
“Ohhh….Clara…Mike…. dan Ciello….Kalian benar-benar membuatku pusing….” Ucap Clara yang kemudian merayap naik ketempat tidur. Berusaha menenangkan kekalutan pikirannya.

“Apa Mike sudah tahu kelakuan mesumku dengan Ciello ya…? Sehingga ia berani berbuat seperti itu bersama Clara…?” Batin Citra berusaha mengkoreksi diri, “Ah… Tapi nggak mungkin… Mike sama sekali tak pernah berada dirumah ketika aku sedang bermesraan bersama Ciello…”

“Tapi… Kalo Mike beneran bisa tahu mengenai hubunganku dengan Ciello… Kenapa ia tak pernah membahasnya sama sekali…? Malahan dia bermain api dibelakangku…?”

“Bermain api….?” Ucap Citra lirih.

“Sama sekali nggak kebayang… Kalo memek Clara yang mungil itu beneran dientot oleh kontol panjang dan besar milik Mike…” Pikir Citra lagi sambil membayangkan segala kemungkinan yang terjadi pada hubungan putri dan suaminya, “Kalau begitu… Apa itu artinya aku juga harus membalas Mike dengan melakukan perbuatan yang sama…? Ngentotin kontol Ciello yang tak kalah besar itu…?”

“Oooohhh.. Kontol Ciello…. ” Lenguh Citra yang tiba-tiba, mulai meraba-raba liang kewanitaannya sambil membayangkan sodokan tajam penis anak kandungnya, “Kalo Mike sampai berani berlaku mesum kepada Clara…. Kenapa aku tidak ya…?” Tambah Citra yang entah kenapa merasa semakin terangsang karena bayangan erotis penis Ciello membelah liang sempit vaginanya
“Sssshhhh… Ciellooo……Gara-gara Papa… Mama bisa ngewujudin kepengenan Mama nih… Oohhh… Disodok kontol besar anak sendiri….. Ehhmm…” Desah Citra yang dengan satu jarinya, mulai mengusap biji klitorisnya yang perlahan mulai membesar. Menggosok dan mencubiti daging mungil yang ada diantara liang bibir kenikmatannya. Semakin lama semakin cepat, cepat dan cepat. Hingga tak memerlukan waktu lama, kecipakan lendir vaginanya mulai terdengar nyaring. Meleleh keluar seiring gerakan kocokan jemarinya keluar masuk di liang peranakannya.

CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK…. CLOK CLOK… CLOK CLOK…

“Oooohhh…. Ssshhhh… Cielloo…. Sini’in kontolmu Sayang… Mama pengen ngejilat batang panjangmu… Oooohhhh…Ciellooo Saayaaangg…” Lenguh Citra sambil meremas-remas kedua payudaranya. Tak lupa, ia juga memilin sembari menggigit-gigit putingnya pelan.
“Eeehhmmmhhh… Iyaaa Sayang…. Ssshhh…. Ooohhh….. Isep tetek Mama… Iseep… Issep yang kenceng Sayaaang… “Racau Citra keenakan sambil terus mengobel vaginanya sendiri.

CLOK… CLOK CLOK… CLOK CLOK

“Oooohhh… Iyaaa… Iyaaahhh… Terus Saayang… Isep tetek Mama yang kenceng Sayang… Isep yang kenceeng… Ooohhhh…” Sambung Citra yang makin tenggelam dalam gelombang birahinya.

CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK.. CLOK CLOK.. CLOK CLOK..

Tak henti-hentinya, Ibu dua anak itu terus mengocok liang vagina sempitnya dengan kecepatan tinggi, berharap agar kedutan getar birahinya dapat segera ia rasakan dengan nikmat.

Namun aneh. Pada permainan jarinya kali ini, Citra merasa ada sesuatu yang berbeda. Ia merasa jika masturbasinya ini jauh lebih nikmat daripada biasanya. Terlebih ketika ia memikirkan tentang perbuatan mesum Mike ketika mencabuli putri kandungnya, membuat orgasmenya terasa lebih cepat datang. Oleh karenanya, tak jarang Citra lepas kontrol untuk menahan diri supaya tak berteriak karena kenikmatan kobelan jarinya sendiri.

“Ooohhh… Kamu nakal Maasss…. Kamu … Ooohh… Nakal….. Shhhhh…..” Seru Citra terus mengobel vaginanya, “Kamu tega mencabuli putri kandungmu… Oooohhh… Kamu tega menyemprotkan pejuh kontolmu pada putrimu sendiri…. Ooohhh… Kamu nakal Maaasss…..”

CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK CLOK CLOK

Semakin nikmat Citra merasakan gelombang orgasmenya datang, semakin kencang pula ia mendesah dan berteriak keenakan. Akibatnya, Ciello yang baru saja selesai membersihkan lantai didekat ruang keluarga, mampu mendengar lenguhan-lenguhan ibu kandungnya yang sedang memacu birahinya itu. Akibatnya, Ciello pun penasaran dan mendekat kearah kamar Citra. Mencari tahu lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi pada ibunya. Dan begitu ia sampai didepan pintu kamar Citra, ia mendapati pemandangan yang seketika mampu membuat penisnya tegang kembali.

“ASTAGA… Memek Mamaaa…” Kaget Ciello dengan mata terbelalak menatap suguhan vagina berdaging merah muda tanpa rambut milik Citra yang menghadap tepat kearah pintu. Dengan lutut yang tertekuk keatas membentuk huruf M, membuat Ciello dapat dengan puas melahap semua tingkah mesum ibu kandungnya..

CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK

“Oooohhh… Maaassss…. Adek bakal balas kamu Maaass…. Adek bakal balaaaasss kaamuuu….” Lenguh Citra sambil terus mengaduk jemari tangannya pada liang beceknya, “Cieeeelllooo…. Sini Sayaannggg… Oooohhh…. Ayo masuk….” Panggil Citra ditengah khayalannya.

Mendengar namanya dipanggil, membuat Ciello mengira jika Citra benar-benar mengajaknya masuk kekamar dan bermain birahi bersamanya. Penis Ciello pun langsung ikutan mengeras melihat kondisi telanjang Citra yang begitu menggairahkan. Membuanya langsung meremas-remas batang penis kebanggannya dari luar celana.

“Ooohhh… Ciellooooo…. Isep memek Maaamaa Sayang… Sssshhh… Ooohhh….Isep yang kenceng… Oooohhh… Ciello Sayaaang…” Erang Citra berulangkali, seolah benar-benar sedang berbicara dengan putranya.

Mendengar kalimat-kalimat mesum Citra, membuat Ciello menjadi kehilangan akal. Ia merasa jika lenguhan-lenguhan yang diucapkan ibunya itu adalah sebuah undangan baginya untuk bisa ikut bergabung dan bermain birahi bersama wanita yang telah melahirkannya.

“Oooohhh… Ssshhh…. Iya begitu Sayangg… Isep memek Mama Sayang… Iseeepp… Ooohh…Jilatin juga itil Mama Sayang… Ooohhh… Ngentottt….. Enak sekali lidah Sayang…Ooohhh…Enak sekali….”

Karena berulangkali mendengar desahan ibu kandungnya, Ciello pun mulai terbuai dalam imajinasinya. Sehingga perlahan, ia pun membuka pintu kamar Citra dan melangkah kedalam. Mendekat kearah ibu kandungnya yang sedang telanjang dan memacu birahinya cepat-cepat.

CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK

“Oooohhh.. Ngeentttooott…. Ciello Saaayaaaanngg… Isep yang kuat Sayang…. Ooohh… Enak sekali Saayaaanngg… Jilatanmu… Bikin memek Mama makin nyut-nyutan… Bikin Mama cepet mau keluaaarrr… Ooohh… Enaakk… ” Erang Citra dengan tubuh yang terus meliuk-liuk keenakan. Matanya terpejam erat dengan punggung yang melengkung-lengkung kebelakang

CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK

“SSHHH….Oooohhh… Ngeentttooottt… NGENTTOOTTT… Ciiieellloooo… ISEP yang kenceng Sayang… Oohh… Jilaat memek Mama….Gigit itil Maamaa… Ooohh.. Ngeentttooott….NGEENTOOOTTTTT…..”

“Oohh… Mama… Ciello nggak tahan lagi Maaa… ” Desah Ciello yang tak mampu lagi membendung gejolak birahinya., “Kalo memang Mama mau Ciello entotin… Ciello bakal bantuin….” Tambah putra kandung Citra yang makin gelap mata.

Selagi Citra masih tenggelam dalam kenikmatan birahinya, Ciello pun buru-buru melepas semua baju yang menempel pada tubuhnya. Setelah itu, ia merangkak naik keatas tempat tidur Citra. Dengan perlahan, Ciello mendekat ke tubuh Citra yang masih terus mengocoki vagina beceknya sambil menatap gerakan jemari tangan ibu kandungnya dari dekat.

CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK

“Mama rupanya sudah benar-benar tenggelam dalam lautan birahinya…. “Celetuk Ciello ketika ia naik ketempat tidur. “Mama benar-benar nggak sadar akan adanya aku…” Tambah Ciello girang.

“Oooohhh… Ciieeellloooo… Bantuin Mama orgasme Sayaangg… Bantuin Mama buat ngebales tingkah mesum Papamu….. OOHHH.. Iyaa…. Begitu Sayang… Ssshh… OOHHHHH…. NGENTOOTTT….”

CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK

“SSSHH… OOOHH… NGENTOTTT… OOHH… Jilatan lidahmu memang enak banget Cielloo… Bikin memek Mama nyut-nyutan… Oooohh… Terus Sayang… Oohhh… Ssss…. Bentar lagi Mama keluar Sayang…. Oooohh.. Bentar lagi Mama mau ngecrot Cielloku Saayang… Oooohhh….”

“Inilah saaatnya…” Batin Ciello ketika melihat tanda-tanda tubuh Citra yang mulai kelojotan karena akan mendapat gelombang orgasmenya, “Aku harus bisa menyodok memek Mama…. Iya… Harus bisa….” Tambah Ciello yang ingin segera mewujudkan khayalan mesumnya itu. Ia benar-benar ingin bisa menyetubuhi tubuh ibu kandungnya secepatnya.

“Heh Kontol….Itu lubang memek yang bakal menjadi target tujuanmu… ” Ucap Ciello pada batang penisnya dalam hati, sambil merangkak lebih dekat ke tubuh ibu kandungnya, “Itu lubang nikmat yang bakal ngambil keperjakaanmu…..” Tambahnya lagi sambil mulai mengocok dan mengarahkan kepala penisnya maju keselangkangan sempit Citra.

CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK CLOK CLOK… CLOK CLOK CLOK…

“Ooohhhh… Ciellooooo…. Iyaaaa…. Iyaaa terus begitu Saaayaaanggg…. Jilat yang kuaaat… Sedot lendir memek Mamamu ini Sayaaang… Ooohh issseeeeppp…. Ssshhh… Ooohhhh…. ” Desah Citra sambil terus mengobok-obok liang kewanitaannya, tanpa mengetahui jika ujung penis kebanggaan putranya sudah tertuju kearah vaginanya, “Kalo Papamu bisa bermain mesum dengan adikmu… Kenapa Mama nggak bisa bermain mesum ama kamu ya Sayang… Ohhh Cielloooo…. OOOHHH… NGENTOOOTT…. Mama bentar lagi keluar Sayaaang… Oooohhh…. Cieeellloooooo….”

“Iya Maaa… Kita balas aja perlakuan Papa….” Seru Ciello yang tiba-tiba sudah berlutut di depan selangkangan Citta. Ia kemudian memegang dan membentangkan kedua lutut Citra kesamping, hingga membuat celah vaginanya terbuka lebar. Setelah itu, putra kandung Citra buru-buru mengarahkan kepala penisnya maju, ketengah-tengah selangkangan ibu kandungnya.

“Looohhh…? CIELLOOO….?” Kaget Citra ketika merasakan sentuhan tangan Ciello pada kakinya, “Kok kamu ada disini Sayang…?”
“Iya Maaa…. Ciello bakal bantuin Mama ngebalas perbuatan Papa Maaa… ”
“Eehh…? Tapi kok kamu telanjang bulat Sayang…?” Heran Citra.
“Ooohh… Ini… Ciello juga bakal bantu Mama buat ngedapetin orgasme Maamaaa…. ” Jawab Ciello enteng sambil mecabut jemari tangan Citra yang masih mengobok-obok vaginanya lalu menggantikannya dengan batang penisnya.
“Loooh…? Sayang….? Kamu mau apa…?”

Tak menjawab pertanyaan Citra, Ciello hanya tersenyum lebar sambil menempatkan batang penisnya pada liang senggama ibu kandungnya. Setelah itu, ia memukul-mukul celah kenikmatan yang ada didepannya itu dengan penis panjangnya pelan.

PLEK…. PLEK PLEK… PLEK….
Suara batang penis Ciello yang ditepuk-tepukkan pada pada mulut vagina Citra sebelum akhirnya, ia mengarahkan kepala penisnya tepat pada lubang kenikmatan ibu kandungnya. Dan, tak lama kemudian Ciello mulai mendorongnya maju.

CLEEEEPPPP…

Tanpa pemanasan dan basa-basi, Ciello langsung menjejalkan kepala penisnya yang berukuran jumbo itu kearah liang sempit ibu kandungnya. Membuat Citra yang masih kaget karena keberadaan Ciello makin kaget lagi karena ulah nekat anak kandungnya.

“HUUUOOOHH… SSSHHH…. SAYANG….? … Kookk… ? KAMU MAU APAAA…..?” Kaget Citra begitu mendapati kepala batang penis putranya mulai menyeruak masuk kedalam celah vaginanya.

“Ciello mau bantuin Mama…”
“ASTAGA…..Besar sekali kontol Ciello….” Jerit Citra dalam hati begitu melihat kearah batang kelamin putranya yang mulai terbenam kedalam liang kenikmatannya.

“Uuuhhhh… Heeeeggghhh…. Susah banget masuknya ya Maaa….” Erang Ciello yang merasa begitu kesulitan dalam menembus gerbang pertahanan vagina ibunya.
“LOOOHH.. JANGAN SAYANG… JANGAN SODOKIN KONTOLMU KE MEMEK MAMAA…” Panik Citra sambil berusaha menghalau tubuh putranya maju sembari mendorong mundur perut Ciello sebisa mungkin, “Aaarrgghhh….. Ssshhh…. Jangan sodok memek Mama nak… Sakit Cielloooo…. Kontol kamu KEGEDEAN Sayang…. Memek Mama nggak muaaatt…. Aaarrgghhh… Sakiiitt… Sssshh…”

“Heeeggghhh….. Bentar Maaa… Memek Mama pasti muat kok… Ciello cuman mau bantu Mama ngebales perlakuan Papa…” Seru Ciello yang kemudian mengambil ancang-ancang sebelum merangsek maju, mendorong kepala penisnya kedalam lobang sempit milik ibu kandungnya sekuat tenaga.

CLEEEPEGG… JDUGH…
“Aduuuhhh…. Ssshhh… SAAAKKKIITTTT CIELLOOO…. ” Teriak Citra ketika merasakan ada sesuatu yang melenting keluar dari vaginanya sebelum mendapat tubrukan dari tubuh Ciello.
“Uuuhhh… Aduuhh…. Maaf Maaa…” Ucap Ciello yang ikutan kaget karena melihat penisnya melenting keatas, terlepas dari jepitan liang kenikmatan ibu kandungnya. Buru-buru, putra kandung Citra itu kembali mengarahkan kepala penisnya ke lubang senggama Citra dan menekannya maju,” Bentar maaa.. Ciello masukin kontol Ciello lagi…”

CLEEEPPP..
“Uuugghhh….. Heeegghhhh… ” Erang Ciello yang segera berusaha menjejalkan kepala penisnya lagi secara paksa kedalam vagina Citra dengan kekuatan yang lebih besar daripada sebelumnya, “Lemesin otot memeknya Maa… Biar kontol Ciello bisa masuk…..”
“Ooohhhh… Sayang…..Sakiiittt…. Ssshhh… Jangaaannn sodok memek Mama lagi Sayang… Uuuhhhh… Ssshhh… Kontol kamu tuh kegedeaaann…. ” Rintih Citra sambil terus mencoba menjauhkan tubuh Ciello dari selangkanganya.

Namun rupanya hal itu sia-sia. Karena sekuat apapun Citra berusaha mendorong tubuh Ciello menjauh, tetap saja anak kandungnya itu tak bergeming sedikit pun. Ia masih saja terus mencoba merangsek maju guna menyodok vagina ibu kandungnya kuat-kuat.

“Ciello pasti sudah kehilangan akal sehatnya…” Batin Citra ketika menatap tajam kearah penis kering putranya yang berulang kali bengkok setiap kali didorongnya maju ke liang vagina Citra, “Ciello pasti sudah nggak mampu lagi menahan hasrat birahinya…”

Berulangkali melihat putranya kesulitan untuk menjebol otot vaginanya, membuat Citra pun kasihan karenanya. Apalagi, dengan adanya Ciello, Citra bisa sekalian membalas dendam kepada suaminya sekaligus mendapatkan orgasmenya secepat mungkin.

Sembari menahan rasa sakit pada vaginanya, Citrapun akhirnya pasrah dan membiarkan dirinya menjadi bulan-bulanan Ciello. Hanya saja, Citra harus bermain cantik supaya persetubuhan yang telah lama ia ingin lakukan bersama putranya sendiri tak membuatnya menjadi terlihat murahan dimata Ciello.

Dengan kata lain, walaupun Citra memang berhasrat untuk dapat bersetubuh dengan Ciello dan merasakan kenikmatan dari sodokan penis panjangnya, namun ia harus bertingkah seolah sama sekali tak menginginkannya.

“Uuuhh… Udaaahh… Jangan sodok-sodok memek Mama lagi Sayang… Saaakiitt… Kontolmu terlalu besar buat memek Mama…” Seru Citra yang masih berpura-pura mendorong tubuh Ciello menjauh darinya.
“Yah Mama… Bentaran lagi dooong…. Ini bentar lagi kontol Ciello bisa masuk Maaa….”
“Aduuuhhh… Apaan siiihhh…. Memek Mama tuh udah perih… ” Bohong Citra, “Memek Mama tuh nggak bakalan muat buat disodok kontolmu Sayang… Nih lihat…. Memek Mama sampe merah begini…”

“Kok bisa Sakit sih Maa…?” Heran Ciello yang melihat kepedihan pada wajah ibunya, “Bukannya kontol Papa juga sebesar kontol Ciello Maa..?” Tanya Ciello sambil menepuk-nepukkan batang penisnya ke celah vagina ibunya.

PLEK PLEK PLEK….

“Ooohh… Ssshhh…. Mama juga nggak tahu kenapa Sayang… Sssshhh…”Jelas Citra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, “Yang jelas… Kontol kamu ini terlalu besar buat memek Mama….” Tambah Citra sembari menggigit bibir bawahnya, membuat wajah cantiknya makin terlihat begitu menggairahkan.
“Hmmm… Mungkin karena kontol Ciello masih kering kali ya Maa…? Jadi susah masuk ke memek Mama ini…. JUH….”
“Heeehhh… Kok kamu ngeludahin memek Mama…?”
“Hehehe….Biar nggak seret Maaa….” Celetuk Ciello singkat sambil kembali mengambil ancang-ancang guna menyodokkan kepala penisnya ke vagina Citra, “Tahan bentaran ya Maa… Sebentar lagi pasti bakalan terasa enak kok…” Ucap Ciello berusaha menenangkan pujaan hatinya.

CLEEEPPP….

“Aaarrgghh… Aaaduuuhhh… ” Jerit Citra karena sodokan kasar penis putranya, “Udah udah.. STOP CIELLO… Mama nggak mau kamu entotin…” Hardik Citra dengan nada serius namun pelan., “Kalo begini caranya… Itu artinya… Kamu sama aja memperkosa Mama Sayang… ”
“Bentar Maaa… HEEEGGGHHH… Ciello pasti bisa ngasih Mama enak kok…. Heeegghh… Bentar lagi Mama pasti ngerasa enak… ” Erang Ciello yang karena birahinya sudah terlalu tinggi, sama sekali tak menggubris keberatan Citra. Malahan, ia terus berusaha melesakkan kepala penisnya kevagina Citra.

CLEPEEGG… JDUGH…
“Aduuuhhh….” Teriak Citra spontan karena lagi-lagi kepala penis Ciello terlepas dari lubang vaginanya dan melesak kebawah, kearah liang anusnya.
“Uuuhhh… Maaf Maaa….” Ucap Ciello yang lagi-lagi gagal mendobrak vagina Citra, “Kok susah banget sih nembusin memek ini…?” Heran Ciello sambil kembali menepuk-tepukkan batang penisnya kelubang kelamin Citra.

Karena sudah berulangkali Ciello gagal menembus vagina sempit Citra, membuat remaja tanggung itu pun memutar otak. Hingga tiba-tiba, Ciello segera merangkul kedua paha Citra dan merapatkannya ketengah tubuh kekarnya.

“Eeehh… SAYANG… ?? KAMU MAU NGAPAIN LAGI…?” Heran Citra panik ketika tiba-tiba tubuh bagian bawahnya terangkat tinggi-tinggi.
“Ciello mau kasih Mama enak….” Ucap Ciello singkat sambil memanggul kedua betis Citra di pundaknya dan kembali menyelipkan batang penisnya ketengah-tengah selangkangan Citra. Menembus paha mulus Citra.

SLEEEPPP…
“Ehhhmmm… Ssshh….Nggak dapet lubang memek Mama… Dapet jepitan bibir memeknya juga nggak apa-apa…” Ucap Ciello sebelum akhirnya ia menggoyang pinggulnya maju mundur dengan kecepatan tinggi

PLAK PLAK PLAK….. PLAK PLAK…

Rupanya, karena sudah merasa putus asa akibat tak berhasil menyelipkan kepala penisnya pada liang vagina ibu kandungnya, Ciello memutuskan untuk menyodok-nyodokan penisnya ke sela-sela antara kedua paha ibunya. Menggesekkan batang panjangnya pada pangkal selangkangan Citra tanpa melakukan penetrasi sama sekali.

PLAK PLAK PLAK….. PLAK PLAK….. PLAK PLAK PLAK….. PLAK PLAK PLAK…..

“Oooohhhh… CIIEEELLLOOO…. STOOOPPP…. Geli baaanget Sayaaang…. Ooohh… ” Seru Citra masih berpura-pura berusaha menjauhkan tubuh Ciello darinya. “Berhenti Sayang… Berhentiiii….”
“Sshhh….Bentar Maaa… Bentaran…. Ssshhhh… Uuhhh… Uuhhh… Uuhhh…Oooohh…” Lenguh Ciello sambil terus menyodok-nyodok pangkal paha Citra. Mulutnya meringis dan matanya merem melek keenakan.

Merasa diperlakukan kasar oleh putra kandungnya, entah kenapa membuat Citra sama sekali tak merasa terganggu. Malah anehnya, ia mulai bisa merasakan nikmat pada pangkal paha dan bibir vaginanya. Terlebih ketika klitoris Citra juga ikut terkena gesekan urat-urat yang ada pada sekujur batang penis putranya, membuat ibu muda itu pun mulai membalas perlakuan kasar Ciello.

PLAK PLAK PLAK….. PLAK PLAK….. PLAK PLAK PLAK….. PLAK PLAK PLAK…..

“Ohhhh… Mamaaaa… Enaaak bangeeet ini Maaaaa…..” Seru Ciello sambil terus menghentak-hentakkan tubuhnya maju mundur pada paha Citra. Menabraki sela-sela paha belakang dan pantat bulat Citra kencang-kencang.

“Kamu iniihh.. Hhhh… Kok… Nakal banget sih Sayang…. Kalo begini caranya…. Uuuhhh… Kamu sama aja memperkosa Mamamu….” Seru Citra lagi sambil terus berusaha melepaskan kakinya dari pelukan kasar Ciello, “Mama nggak bakal memaafkan kamu Sayang…. Hhhh… Nggak bakal…..” Ucap Citra menegaskan, namun dengan nada yang tak menampilkan kemarahan sama sekali. Sehingga membuat Ciello makin bersemangat mempermainkan tubuh ibunya lebih jauh.

” Uuuhhh…. Uuuhhh…. Uuuhhh…. Ciello nggak merkosa Mama kok…. Ssshhh…. ” Jawab Ciello singkat sambil sesekali mengecup paha dalam Citra. Membuat Citra makin merasa kegelian karena tingkah putranya. “Kontol Ciello khan cuman ngegesek pangkal paha Mama aja kok Maaa… Sama sekali nggak ngentotin memek sempit Mama… Uuuhhh…. Uuuhhh….” Jawab Ciello pede dengan nafas yang begitu menggebu-gebu.
” Hhh… Hhh… Hhh…Sama aja Sayang…. Kamu tetep aja merkosa Mama…. ” Balas Citra sengit, “Kamu merperkosa ibu kandungmu sendiri…. Ssshshhh….”
“Maaf Maaa… Tapi ini juga gara-gara Mama…. Uuuhhh…. Uuuhhh….”
“Ssshhh… Gara-gara Mama gimana…?”
“Ya gara-gara Mama manggil-manggil Ciello buat ngentotin Mama… ”
“Loohhh…? KAMU DENGER…..?” Kaget Citra.

“Iya Maaa… Jelas banget…” Jawab Ciello spontan, “Apalagi pas Mama bilang… Kalo memek Mama pengen dientot ama kontol Ciello… Uuuhh….Mamaaa…. Emangnya…. Mama beneran mau Maaa…?”
“ASTAGAAA… Kamu ternyata memang denger semua ya Saayang…? “Tanya Citra seolah lupa.
“Makanya… Gara-gara Mama manggil-manggil nama Ciello… Ciello jadi pengen beneran bisa ngentotin memek Mama… Oooohhh.. Mama…. Pasti rasanya enak banget ya Maa…?” Seru Ciello yang tiba-tiba menghentikan gerakan pinggulnya dan mengangkat betis Citra menjauh dari pundaknya. Setelah itu, Ciello membetangkan kedua kaki Citra lebar-lebar dan merebahkan diri diatas tubuh ibunya.

“Eeehh.. Eehhh… Sayang…? Kamu mau apaa…?” Kaget Citra yang melihat wajah Ciello mendekat kearah payudaranya.
“Ciello pengen netek Maa….” Kata Ciello singkat sambil menangkap kedua payudara besar Citra dan menghisapnya kuat-kuat. “HAAPPP… Sluurrpp… Sluurrpp… Sluurrpp… Cuuuupppp….”
“HUUUOOOOooooohhhh…. SAAAYAAANG…..” Erang Citra kelojotan karena geli.

Dari seringnya melihat persetubuhan kedua orangtuanya, Ciello tahu jika payudara Citra adalah merupakan salah satu titik terlemahnya. Karena setiap kali Mike menjilat ataupun menghisap puting payudara ibu kandungnya itu, ia mampu membuat birahi Citra menjadi semakin terbakar. Hasilnya, Mike dengan mudah dapat dengan bebas memperlakukan tubuh Citra sepuas hatinya.

Begitupun dengan apa yang dilakukan oleh Ciello sekarang. Ia sengaja menghisap dan menyelomoti payudara Citra demi bisa memperlakukan tubuh ibu kandungnya sesuka hatinya.

“Huuooohh Saaayaaannngg… Jaaangaaan Iseppp tetek Mama Saayaaang….” Lenguh Citra yang mendadak pasrah. Tubuhnya yang semula tegang dan melakukan perlawanan karena tak ingin dijamah Ciello, pun langsung melemah. Tak mampu berbuat banyak karena hisapan kuat mulut putra kandungnya.

Melihat ibu kandungnya kelojotan, membuat Ciello semakin bersemangat. Ia segera menyelipkan batang penisnya pada kedua bibir vagina Citra sebelum akhirnya, anak lelaki Citra itu mulai menggerakkan lagi pinggulnya maju mundur. Menggesek liang kenikmatan ibunya tanpa melakukan penetrasi sama sekali.

SLEEP… SLEEP SLEEPSEP SLEEP… SLEP SLEEP SLEEP
Suara gesekan penis Ciello menggiling bibir kewanitaan ibunya yang terhempit antara tubuhnya mereka berdua.
“Ooohhh… MAMAAAA… Memek Mama pastinya rasanya enak banget ya Maaa…?”Tebak Ciello sambil terus menghisap dan menjilat puting payudara ibu kandungnya, “Bibirnya aja berasa enak gini… Apalagi lubangnya….Uuuhh… Mamaaaa….”.
“Oooohhh… Ssssshhhh…. Sotoy deh kamu Sayang…. Aaaww… Uuuhhh… Geliiiii…” Jawab Citra pasrah.
“Masa geli sih Maaa…? Ini enak tauuukkk….. Cuuuppp Sluurp…Sluuurrpp.”

Walau Citra sudah sering mendapatkan jilatan pada payudaranya, namun entah kenapa jilatan yang dilakukan Ciello saat itu benar-benar terasa nikmat. Jauh lebih nikmat daripada jilatan dan hisapan suaminya. Begitupun dengan gesekan yangbsedang Ciello terus lakukan pada bibir vaginanya. Walau penis besar Ciello sama sekali tak masuk kedalam vagianya, tetap saja hal itu mampu membuat bulu kuduk Citra merinding keenakan.

SLEEP… SLEEP SLEEPSEP SLEEP… SLEP SLEEP SLEEP

“Ooohhh..Ssshhh… Eeehhmmmhhh… Sssshhh…. Sayang… ” Bingung Citra karena tak mengira jika orgasmenya akan datang secepat itu.
“Ohhh.. Iya Maaa…? Kenapa…?”
“Sshhhh… Ehhhmmm…. ENAK…. ” Jawab Citra spontan sambil menggigiti bibir bawahnya.

“Hehehe….. Mama mau keluar yaa….?”
“Ooohhh… Shhh… IYAAA SAYANG…. Oooohhh… Sshhh… Uuhhh…. Uuhhh….”
“Yaudah… Kalo gitu… Kita keluar bareng aja yuuk Maaa… ” Bisik Ciello pelan sambil mempercepat gesekan batang penis jumbonya pada luaran bibir vagina Citra.
“Ooohhh… Hhheemmhhh… ” Jawab Citra sambil menganggukkan kepala yang kemudian, ia langsung membuka kakinya lebar-lebar, supaya urat-urat dibatang penis jumbo milik anaknya dapat menggaruk rasa gatal yang amat sangat di vaginanya.

SLEEP… SLEEP SLEEPSEP SLEEP… SLEP SLEEP SLEEP SLEEP… SLEEP SLEEPSEP SLEEP…

“Ooooooohhhh…. Cielloooo… Ooohhhh…. Ssshhh… NGENTOOOOTTT KAMU SAYANG… NGEENTOOT… ” Racau Citra yang karena birahinya semakin tinggi, meremas-remas payudaranya besarnya sendiri.
“Oooohhh… Mama seksi banget Maa kalo mau ngecrit…. Meng… Gaa… I… Rah… Kan….”

“Oouuugghhh… Sayaang… Jangan goda Mama aaahhh…. Ooohh… Mama mau keluaar nih Sayang… OHHH… NGENTOOOTTT… MAMA mau KELUAR SAYAAANGGG…” Seru Citra yang merasa gelombang orgasmenya sudah begitu dekat, ikut-ikutan menggoyangkan pinggangnya. Mengimbangi gerakan-gerakan penis putranya ketika menggesek bibir vaginanya.
“Ooohhh… Maaamaaa… CIELLO JUGA MAAA… CIELLO JUGA PENGEN NGEECROOTT NIIH MAAA…. OOOOHHH… MAAMAAAA *******UU……”
“IYAAAHH… IYAAAHHH… IYAAAAAAHHHH OOOUUUGGGHHHH…. NGEEENTTTOOOTTT…. MAMA KELUAR NIH SAYANG… MAMA KELUUAAARRR…. OOOOUUUUGGGHHHH…”
“CIELLO JUGA MAAAAHHH… CIEEELLLOOO JUUUGGGAAAA… KITA KELUAR BARENG MAAAA….”

Dalam hitungan detik, kedua insan yang sudah tebenam dalam birahinya itupun akhirnya merasakan kenikmatan tertinggi dari sebuah persetubuhan.

CRRREETTT… CRREEETT.. CREECEETTT CREET CREETTT… CREEETTT…
CRROOOOTTT… CROOOTT… CROOCOOOTT CROOOTT.. CRRROOOOTTTTT…

Dalam nikmat orgasmenya, keduanya sama-sama kelojotan. Berkelejat-kelejat karena merasakan kedut nikmat hasil dari persetubuhan darurat mereka. Tubuh Ciello menekan-nekan batang penisnya kebawah, seolah berharap bibir vagina ibunya mampu mengurut batang penisnya hingga tetes sperma terakhir. Begitupun Citra, yang semakin membuka kedua kakinya lebar, bertujuan supaya klitoris dan celah vaginanya ikut merasakan garukan nikmat dari urat-urat penis putranya.

Berdua, mereka pun saling melenguh, saling mengerang, dan saling mengejat. Hingga pada akhirnya, semuanya sama-sama terdiam. Larut dalam sensasi nikmat orgasmenya masing-masing.

Sama-sama lemas. Sama-sama puas.

“Ooohhh Mamaaa…. Enak sekali Maaa…”
“Uuuhhh… Iya Sayang… Enak banget…”
“Makasih ya Maaa… Udah ngasih kesempatan ama Ciello… Buat bisa ngerasain nikmatnya meniduri tubuh seksi Mama… ” Ucap Ciello yang kemudian memeluk tubuh Citra erat sambil mengecup bibir ibunya pelan.
“Uuuhhhsss… Ssshhh… Iya Sayang…. Jawab Citra singkat dengan tubuh yang masih menggigil-gigil keenakan, “Walau Mama sebenernya nggak mau ikut terlarut dalam kemesumanmu… Tapi jujur… Mama juga menikmatinya….”
“Beneran Maa…? Mama menikmati apa yang Ciello lakuin tadi….?”

Citra mengangguk,
“Wooww… Jadi… Mama suka Ciello entotin seperti tadi….?”

Tak menjawab pertanyaan Ciello, Citra pun hanya tersenyum. Ia memandang wajah putranya yang masih cengar-cengir diatas wajahnya. Sambil menatapnya kedua mata putranya yang memancarkan aura kesenangan yang amat sangat, ia kemudian menyentil kening Ciello dengan jari lentiknya..

PLETAK
“Aduh… Sakit Maaa…” Gerutu Ciello.
“Hihihi… Rasain…” Jawab Citra

PLETAK
Lagi-lagi, Citra menyentil kening Ciello, “Itu…Buat anak Mama yang nggak mau nurut…”

PLETAK…PLETAK
“Itu… Buat anak Mama yang nggak mau ngikutin perintah Mama… ”

PLETAK…PLETAK….PLETAK…
“Itu… Buat anak Mama yang ternyata nakal dan mesum sekali…”

PLETAK…PLETAK….PLETAK… PLETAK…PLETAK….PLETAK…
“Itu… Buat anak Mama yang ternyata dengan gilanya… Memperkosa ibu kandungnya sendiri…”

“Hehehehe… Habisan… Mamanya juga siiihhh… Jadi Mama kok ngegemesin banget…. ” Jawab Ciello beralasan, “Jadinya khan bikin Ciello makin sayang ama Mama….”
“Kalo Sayang… Ya nggak sampe merperkosa Mamanya sendiri dooong… ” Celetuk Citra yang kemudian menyentil kening ciello untuk terakhir kalinya.

PLEETTTAAAKKK…

“Addduuuuuhhhh… Sakiiit Maaa…. ” Gerutu Ciello lagi
“Sakit…?” Tanya Citra spontan, “Coba bandingin… Kira-kira, sakitan mana…? Disentil…? Apa disodok paksa ama kontol besarmu..?”
“Hehehe.. Makasih ya Maaa….” Cengir Ciello yang alih-alih menjawab pertanyaan Citra langsung memeluk tubuh ibu kandungnya erat-erat, “Maaakaaasiiihhh baaanyaaakkk….”

“Uuuuhhh… Iyaaa… Udah udah… Kamu tolong bangun dulu dong… Badan Mama sakit semua nih kamu tindihin begini..” Celetuk Citra sambil mendorong tubuh Ciello mundur.
“Eh iya Hehehe.. Maaf Maaa… Habisan badan Mama emang enak kalo ditidurin… ”
“Huuuusssh… Emang badan Mama kasur…?”
“Kasur yang seksi dan enak Maaa…. Hehehe… ” Jawab Ciello terus cengengesan sambil segera bangun dari posisi tengkurepnya.

“Hoooaaahhh… Akhirnyaaaa… ” Lega Citra begitu terbebas dari tindihan tubuh kekar putranya. Namun begitu Ciello bangkit, betapa kagetnya ia ketika melihat jika tubuhnya bergelimangan begitu banyak sperma, “Astaga… Sayaaang… Pejuh kamu kok bisa sampe segini banyaknya sih… ? Badan Mama khan jadi basah semua gini….”
“Hehehe… Maaf Maaa… Sini-sinih Ciello bantu bersihin badan Mama… ” Ucap ciello yang lalu meraih beberapa helai tissu dan mengelap tubuh ibunya.
“Kamu tuh yaaa…. Udah memperkosa Mama… Mejuhin Mama juga… Sumpah deh… Kamu tuh bener-bener… Jor… Roookkk… ” Ucap Citra ketus sembari mengelap semua ceceran sperma Ciello pada tubuhnya.

“Yaaahhh…. Sprei mama jadi kotor deh… ” Gerutu Citra sambil terus membesihkan lelehan sperma Ciello yang mengalir turun ke sprei, “Ntar pokoknya…. Kamu yang nyuciin loh yaaaa…”
“Hehehe iya Maaa Sayaaaanggg.. Pasti ntar Ciello cuciin ini semua… Bahkan kalo perlu… Ciello juga mau kok nyuciin badan ama memek Mama sekalian… ”
“Yeeeee…. Maunyaaa….” Ucap Citra singkat.
“Hehehehe….. Ya mau lah Maaaa…..” Jawab Ciello cengengesan sambil mengocok batang penisnya yang mulai menegang kembali.

“Astaga Sayang… Kontolmu kok masih aja ngaceng… ” Kaget Citra begitu melihat batang penis Ciello yang sudah mengacung tinggi, “Emangnya tadi kamu belom puas memperkosa Mama…?”
“Hehehe… Puas sih… Cuman masih kurang aja… ” Jawab Ciello sambil terus mengocok batang penisnya, “Yuk Maa… Ngangkang lagi… Kali ini Ciello mau nyoba nyodokin kontol Ciello ke lubang memek Mama yang ngegemesin itu….. Uuuhhh… Pasti kali ini kontol Ciello bisa masuk deh….”
“Astaga Sayang… Bener-bener deh…. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*