Home » Cerita Seks Mama Anak » Kisah Keluarga Citra 21

Kisah Keluarga Citra 21

“Sshhh…. Ehhhmmm… Ooohhh…. Ooohhh…. Ssssshh…” Lenguh Clara lirih didalam kamar mandi.

Dengan posisi duduk beralaskan dinginnya lantai kamar mandi, gadis belia itu tak henti-hentinya mempermainkan daging kecil yang ada di tengah-tengah liang kewanitaannya. Mulutnya tak henti mendesah, karena usapan dan gelitikan jemari lentiknya pada klitorisnya yang semakin bengkak. Mata bulatnya juga merem melek, menikmati rasa geli-geli enak karena remasan pada payudaranya yang besar sembari sesekali menghisap puting payudaranya yang juga mengacung keras.

“Oooohhh.. Sssshhh…. Eeehhmmm…. Ooohh… Ooohh… Ooohh… ” Lenguh Clara lagi dengan tubuh yang tak henti-hentinya mengelejat dan menggeliat-geliat keenakan. Bersama gelitikan jemari pada klitorisnya, Clara mencoba untuk kembali merasakan sebuah sensasi orgasme yang baru saja ia kenal.

” Oohhh… Oohhh… Oohhh… Hooooohhh… Eeehhmmmhhh…. Ooohhh…. Ooohhh…. Oohhh…”

Memang semenjak diperkenalkan Karnia akan kenikmatan bermain vagina beberapa waktu lalu, Clara menjadi tergila-gila untuk dapat merasakannya kembali. Oleh karenanya, Clara selalu berusaha untuk dapat bisa mempermainkan gejolak birahinya sesering mungkin.

“Ooohhh…. Ooohhh…. Ooohhh….” Rintih nikmat Clara. Jari lentiknya terus menggosoki klitoris vaginanya dengan gerakan yang cepat. Bahkan tak jarang, gadis cantik itu juga mengorek-korek liang vaginanya lebih dalam guna membantu mendapatkan orgasmenya sesegera mungkin.

” Oooooohhhhhhh…. Oooooohhhhhhh…. Oooooohhhhhhhmmmmm… Eeeennnaaaakkknyaaaa….” Lenguh Clara yang tahu, hanya dengan cara bermasturbasi seperti inilah, ia dapat mengurangi rasa ketagihan akan orgasmenya dengan cepat. Sebenarnya, clara ingin untuk dapat melesakkan jemarinya lebih dalam lagi ke lobang vaginanya. Hanya saja, clara tak berani melakukannya. Karena hal itu otomatis dapat membuatnya kehilangan keperawanannya.

Perlahan tapi pasti, kedutan nikmat mulai merambat pelan ke otot-otot kewanitaannya. Sebelum akhirnya, tubuhnya bergetar. Mengejang dan menggelijang kuat bersama dengan datangnya orgasme paginya. “Ooohh…. Ooohhh…. Aku keluar…. Ooohhh…. Oooooohhhhhhhmmmmm… Ngentooott… Ooohhh…. Enak bangeett…. Ooohhh…. Aaaarrrggghhh……”

CREETT… CREETTCEETT… CREETT… CRREETT… CRRREEETTTT…

Cairan orgasme Clara menyemprot-nyemprot dengan deras, membasahi tangan dan kedua paha putih mulusnya. Menyembur begitu banyak sampai membuat lantai tempat Clara duduk tergenang olehnya.

CREETT… CREETTCEETT… CREETT… CRREETT… CRRREEETTTT…

” Oooooohhhhhhhmmmmm… Hoooohhhh… Ooohhhhhh…. Ooohhhhhh…. Ngentooooottt…Enak banget… Ooohhhhh….” Gelijang Clara sambil terus mengobel vaginanya yang masih berkedut dan memuntahkan cairan orgasmenya. “Oooohhhmmm… Oohhh…. Ooohhhhhh…. Eeenaaak sekaaaaliii…. Ooohhhhhh….”

Dengan tubuh yang masih mengelijat keenakan, Clara mencoba mengatur nafasnya. Keringatnya mengucur deras disertai detak jantung yang berdebar hebat.

CREETT… CREETTCEETT… CREETT… CRREETT… CRRREEETTTT…

” Hhhh…. Hhhh…. Gilaa… Ngecrit tuh rasanya…. Ooohh… Enak sekali…” Lenguh Clara sambil terus menekan vaginanya kuat-kuat, menahan sisa-sisa semprotan cairan orgasmenya yang masih memancar kuat. Sebelum akhirnya, gadis belia itu tak sanggup lagi duduk. Ia sengaja merebahkan diri dilantai, telentang lemas tak berdaya di lantai kamar mandi.

Terengah-engah keenakan, diatas kubangan cairan kenikmatannya sendiri.

“Hhhh… Ngentooott… Hhhh… Hhhh… Hhhh…” Setelah menuntaskan hasrat birahinya, Clara merasa seperti kehabisan tenaga. Matanya menatap sayu keatas langit-langit kamar mandi sambil terus mencoba mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan.

***

“Beruntung banget kamu bisa squirt Say…” Tiba-tiba, Clara teringat akan ucapan Karnia setelah sepupunya itu memberikan pelajaran mengenai orgasme beberapa waktu lalu.

“Lohh… Memangnya kenapa Say…? Kamu nggak bisa..?” Tanya Clara

Karnia menggeleng. Ia hanya tersenyum sambil menatap wajah bersemu merah Clara.

“Nggak semua cewe bisa squirting Say… ” Bisik Karnia pelan di sudut cafĂ© tempat mereka berdua sering menghabiskan waktu, “Nggak semua cewe bisa ngerasain nikmat yang seperti kamu rasain barusan….”

“Ngggg…. Tapi khan… Kamu udah sering ngentot ama Bokap kamu Say…?”
“Iya…” Jawab Clara singkat, “Cuman… Bukan berarti… Orang yang udah keseringan ngentot…. Bisa ngerasain nkmatnya squirting Say…” Jelas Karnia lagi yang tiba-tiba mengusap vagina Clara yang masih basah karena lendir orgasmenya.
“Iiihhhsss… Karnia…. Iseng deeeehh….” Celetuk Clara menepis tangan jahil sepupunya.

“Hehehe…. Gimana rasanya Say…? Enak….?” Senyum Karnia terus merabai vagina Clara.
“Buuuuaaangeeeetttt….” Jawab Clara singkat.
“Hihihi…. Pengen ngerasain yang lebih enak lagi…?” Tanya Karnia iseng sambil terus menjahili lobang senggama sepupunya.
“Emang masih ada yang lebih enak…?”

Karnia mengangguk.

“Gimana caranya Say…?”
“Hihihi… Lebarin aja pahamu mulusmu ini… Lalu… Buka bibir memekmu lebih lebar lagi… ” Ucap Karnia sembari tersenyum lebar dan mendekatkan kepalanya ke selangkangan Clara.
“Iihhhsss… Kamu mau itu….?” Tanya Clara.
“Kamu mau khaaan… ?”
“Disini…? Ditempat umum gini…?” Tanya Clara sambil celingukan mengawasi kondisi sekelilingnya.

“Iya… Seru tauk… Hehehe…” Kekeh Karnia sembari mengedipkan salah satu matanya.
“Hihihi… Dasar sepupu mesum… ” Celetuk Clara yang entah kenapa melihat senyum Karnia, langsung membiarkan sepupunya itu menganiaya vagina tanpa rambut miliknya.

***

DOK…. DOK DOK… DOK DOK DOK…

“Deeekkk…. Buruan mandinyaaa…. ” Teriak Ciello mengagetkan Clara yang masih tergeletak lemas diatas lantai kamar mandi.”TOOKKEEEEETTT….. Buruan bukain pintuuuu…. ” Tambah Ciello sambil terus menggedor keras pintu kamar mandinya.

“I… Iya iyaaa….” Jawab Clara buru-buru Clara beranjak bangun dari lantai kamar mandi.

BLUUGGHHH… CPYEEKKK

Suara Clara jatuh. Karena tergelincir kubangan cairan orgasmenya sendiri

“Uhhh… Ssshhh… Aduuuhhh….” Rintih Clara begitu tubuh mungilnya kembali tergeletak. “Aduuuhh.. Bentaran Kaakk…” Tambahnya lagi yang terus berusaha bangkit dari licinnya lantai kamar mandi.

Dengan kaki yang bergetar lemas, Clara melangkah mendekat kesudut ruangan pintu dan segera membukakan pintu kamar mandinya.

CKLEEEKKK.

“Lama amat sih…?” Tanya Ciello sebal, “Kenapa kamu meringis-meringis gitu….?”
“Maaf Kak… Tadi aku kepeleset….” Jawab Clara menampilkan tubuh polosnya.
“Maen aer mulu siiihhh….” Balas Ciello sambil melirik kearah tubuh adiknya yang telanjang bulat.

Memang, semenjak kecil, Clara memang tak pernah peduli dengan ketelanjangannya jika ia berada dirumah. Baik ketika ia sedang buang air kecil, buang air besar, hingga mandi, gadis muda itu sama sekali tak mempedulikan tubuh polosnya jika terlihat oleh anggota keluarga yang lain.

“Ngapain aja sih didalem…?” Gerutu Ciello begitu Clara membukakan pintu kamar mandi untuknya “Bikin orang kena batu ginjal aja…”
“Cuman nunggu bentaran mana bisa kena batu ginjal Kak…?”
“Aaahh…. Anak kecil tahu apa sih…? Minggir dooong…. Kakak mau pipis niiihh..”

Dengan satu tangan, Ciello mendorong pintu kamar mandinya lebih lebar dan menggeser tubuh mungil adiknya. Setelah itu ia ngeloyor masuk tanpa mempedulkan ketelanjangan adik kandungnya.

“Aduuhh.. Pelan-pelan doongg…” Seru Clara merasa diperlakukan secara kasar oleh Ciello.
“Makanya minggiiirr… Ngehalangi orang mau pipis aja siihh…” Balas Ciello cuek sambil mengeluarkan penisnya dari dalam kolor dan menjulurkan keliuar.

CUUURRR….

Semburan cairan berwarna putih kekuningan, memancar begitu deras keluar dari ujung penis Ciello. begitu kencang dan banyak.

“Woooww… Kontol Kak Ciello emang bener-bener besar…” Batin Clara tertegun menatap penis jumbo milik kakak kandungnya itu. Walau ia sudah sering kali melihat penis Ciello dengan mata kepalanya sendiri, namun karena kejadian mesum yang terjadi padanya beberapa waktu lalu bersama Karnia, membuat cara pandangnya terhadap kelamin lelaki sedikit berubah.

“Ngapa liat-liat kontol Kakak…? ” Tanya Ciello ketika melihat adik kandungnya itu melirik-lirik kearah penisnya, “Kamu suka ya….?”
“Yeee… Ngapain juga Adek ngeliat kontol Kakak…. Iiihhsss… GELI banget deh Adek…..” Bohong Clara menggelengkan kepalanya.
“Tapi matanya kok ngelihat kekontol Kakak mulu sih…?” Ucap Ciello yang setelah menyelesaikan kencing paginya langsung mengurut-urut air kencingnya hingga habis, ” Mana matanya kalo ngelihat nggak pake kedip….”.

“Iiiihhhsss.. Ngarang banget deh…”
“Bilang aja Dek… Kalo kamu suka ngeliat kontol Kakak….” Tambah Ciello sambil menekan tombol flush dan memasukkan penisnya kedalam celana.

“Loohh Kakak nggak cebok….?” Heran Clara.
“Cebok….?” Ngapain amat..?”
“Iiihhhss joroookk taaauukkk… Cebok dulu kali Kak…” Saran Clara
“Bodo… Kontol-kontol kakak ini…” Ucap Ciello cuek.
“Khan bauk tuuuhh…”
“Aaahh.. ..Emang kenapa sih….? Kok kamu yang jadi ribet begini…? Emangnya kamu mau nyebokin kontol Kakak…? Haah…?” Tanya Ciello dengan nada menantang sambil menurunkan bagian depan celana kolornya. Setelah itu ia memajukan batang penisnya yang masih tertidur ke hadapan adiknya.

“Iiihhssss… Apaan siihh…?”
“Ayo… Nih kontol Kakak….Cebokin aja…” Sodor Ciello sambil menggenggam pangkal penisnya kearah adik kandungnya.
“Wwweekk… Ogah banget…” Tepis Clara pada batang penis lemas Ciello
“Aduh… Kok kontol Kakak malah ditabok sih…?” Sewot Ciello sambil memasukkan kembali batang penisnya kedalam kolor.
“Habisan… Kakak jorok banget… Iiihhsss… Jadi bauk deh tangan Adek kena kontol Kakak….”

“Yeeee… Dasar TOKET….” Celetuk Ciello sambil meremas keras payudara adiknya dan buru-buru ngeloyor pergi keluar kamar mandi.
“Aduuuhh… Monyet buntung JELEEEKKK… Weeeekkk….” Balas Clara yang kemudian menutup kembali pintu kamar mandinya.

Namun ,sebelum Clara sempat menutup pintu kamar mandinya dengan sempurna, tiba-tiba Ciello membalikkan badannya dan menahan pintu itu dengan tangannya.

“Eehhh Iya Dek…” Ucap Ciello lirih.
“Apa lagi sih…?” Tanya Clara yang gantian sewot.
“Sini Kakak bisikin…. Hehehe… ”
“Iiiihhhssss…. Ngapain juga Kakak senyum-senyum…?”

“Ngggg… Besok-besok…. Disiram ya…” Jawab Ciello tersenyum aneh.
“Apaan…?
“Itu… ” Tunjuk Ciello kearah kubangan cairan bening yang menggenang di lantai, “Besok… Kalo kamu abis maenin memek… Muncratannya mbok ya disiram… Biar ga licin… “Tambh Ciello yang dengan iseng mencolek celah kewanitaan Clara yang masih basah.

“Iiihhsss… Apaan siiiihhh Kaaaakkk…. ” Tepis Clara kearah tangan jahil kakak kandungnya.
“Hehe… Dasar adek nakal…” Goda Ciello sambil mengendus cairan kewanitaan Clara yang belepotan di jemarinya, ” Emang enak ya dek…?”
“Apaan sih…? Nggak jelas amat sih jadi cowok….”
“Ini… ” Ucap Ciello singkat sembari menunjukkan lendir ditangannya kearah Clara.

“Ini apaan…?”
“Maenin memek….”
“Auk aaah… ” Jawab Clara dengan muka yang memerah.

“Hehehe… Kakak bilangin mamah aaahhh… Hehehe….” Kekeh Ciello dengan sedikit ancaman.
“Iiihhhss apaan sih Kak… ? Adek nggak abis ngapa-ngapain kok… ” Bohong Clara sambil mendorong Ciello keluar kamar mandi, “Udah ah… Keluar sana gih…. Adek mau mandi….”

“Hehehe… Lagian… Tumben banget sih Dek… Kamu malu gini kalo mandi…? Biasanya juga kamu cuek-cuek aja kalo ada Kakak dikamar mandi…” Goda Ciello lagi, “Jangan-jangan…. Kamu mau maenan memek lagi yaa…? Hahahaha…..”
“Aaaahhh… Auk aaaahh Kaak…. Udah sana-sana keluar dulu….”

“Hahaha… Iya deehh…..” Tawa Ciello girang melihat adik kandungnya mati kutu, ” Cieee… Cieee… Adek cantikku ini sekarang udah mulai ngelakuin hal-hal yang mesum nih yeee…..” Goda Ciello sambil kembali mencolek selangkangan Clara.

“Iiihhhhssss….. Dassar Kakak tuh Kakak mesum yang super sotoooy…. Udah ah… Keluar….” Pinta Clara gemas sambil terus memaksa kakaknya keluar.

***

CTANG BRUK…. GDEBUK BLUK…. SREEET BYUR…

“Aaadduuuhhh…. Aaawww… Ahh Sialaan… Kampreeet…” Teriak beberapa orang yang terdengar saling sahut-sahutan. Satu orang menabrak tiang, yang satu menabrak gerobak, dan satu lagi jatuh kedalam selokan.

“Woooiy… Kalo jalan liat-liat dooong… Masa orang nyebrang gini ditabrak…”
“Lo aja yang nyebrangnya ga ngelihat-lihat ada motor….”
“Hee kampret… Gara-gara ngehindarin kalian nih gw jadi nyemplung got niiihhh…. ”

“Hihihihi….Mampus… Dasar mesum semua… ” Kekeh Clara girang ketika menyaksikan pertikaian orang-orang terkena kecelakaan kecil dihadapannya ,”Makanya… Jadi orang jangan mata keranjang….” Tambah Citra sambil menepuk pundak tukang ojek didepannya. “Bang… Ayo jalan terus Bang… Ngapain juga malah berhenti disini…”
“Eh iya Neng….” Jawab tukang ojek itu mengiyakan.

Semenjak melakukan hal iseng kepada waitress cafe bersama Karnia beberapa waktu kemaren, entah kenapa membuat Clara menjadi semakin iseng terhadap lawan jenisnya. Ia merasa ada sebuah kegembiraan tersendiri ketika berhasil membuat orang lain salah tingkah ataupun malu karenanya.

Seperti kecelakaan kecil barusan. Bagi Clara, itu adalah sebuah hiburan yang sangat lucu dan menarik.

Duduk menyamping dengan rok sekolah yang terangkat sebatas paha, membuat kaki jenjangnya itu terlihat begitu menawan lelaki mesum yang ada disekitarnya. Dengan semangat, mereka berusaha mengikuti Clara kemanapun ojek motornya melaju. Terlebih ketika Clara seringkali sengaja lupa untuk menutup kedua lututnya, dan membiarkan selangkangannya terlihat dengan mudah. Mengakibatkan banyak kejadian lucu yang terjadi pada orang yang ingin dapat melihat lebih jauh lagi kedalam pangkal paha mulusnya.

“Kamu mau lihat nih celana dalam aku… ? Nih sok… Nikmatin aja sepuasnya…. Hihihihi…. ” Batin Clara bergairah ketika ia mendapati ada mata mesum yang berusaha melihat lebih jauh lagi kedalam sela-sela selangkangannya. “Mukamu kalo ngintip jadi lucu ya…? Culun… Dan aneh… Hihihi…. ” Tawa Clara girang dalam hati.

Entah kenapa, Clara begitu suka dengan sensasi itu. Ia merasakan ada sebuah sensasi berbeda ketika mempertontonkan aurat tubuhnya kepada orang lain Terlebih ia memiliki aset tubuh yang sempurna. Yang membuat siapa saja rela melalukan apa saja demi bisa menikmati tubuh Clara lebih jauh lagi. Semakin banyak orang yang melirik, mengintip atau memperbincangkan kelakuan nakalnya dalam memamerkan aurat tubuhnya, membuat Clara semakin senang.

Termasuk memamerkan tubuhnya kepada ayah dan kakak kandungnya. Melihat tingkah dan wajah kikuk Mike juga Ciello, membuat Clara jadi semakin senang mempertontonkan kemolekan tubuhnya.

Seperti ketika dirumah, Clara yang sedari awal cuek akan penampilannya, mulai sedikit bersolek. Ia sengaja membuat dirinya lebih terlihat segar dimata mereka berdua. Clara yang semula sudah jarang mengenakan pakaian dalam, sekarang jadi tak pernah lagi mengenakan pakaian dalam. Bahkan terkadang, Clara sengaja mengenakan pakaian yang ketat atau transparan. Supaya ia dapat memamerkan dan menonjolkan lekuk tubuhnya yang seksi.

“Mamaaa…Tolong ambilin handuk doongg… Clara lupa bawa niiihhh….” Pinta Clara sambil berteriak dari pintu kamar mandi bawah.
“Iiihhhsss… Kamu sekarang kebiasaan deh…” Jawab Citra yang buru-buru mengambil handuk cadangan didalam lemari, “Niihh… Ambil….”
“Hihihi… Makasih Mama….” Ucap Clara yang kemudian langsung mengeringkan tubuhnya tanpa menutup kembali pintu kamar mandinya.
“Aduh Claarraaaa… Kalo handukan… Pintu kamar mandinya mbok ya ditutup dong Sayaaang…” Ucap Citra yang melihat putri kandungnya cuek sekali mengeringkan tubuh dengan pintu kamar mandi yang masih terbuka lebar ,”Kamu nggak malu apa kalo tubuh telanjangmu dilihat Papa ama Kak Ciello…?”
“Ah Mama… Orang dirumah sendiri ini… ”
“Tetep aja Sayang… Ayo… Ditutup dulu pintunya…”
“Iye.. Iyeee…” Jawab Clara sebal dan pura-pura mendorong pintu kamar mandinya pelan dengan kakinya, sengaja membiarkan sedikit terbuka. Dan begitu selesai handukan, Clara sering terlihat langsung berlari naik kekamarnya tanpa melilitkan handuk pada tubuh telanjangnya sama sekali.

“Claaraaaa…. Jangan laaaariii… Nanti kepleset looohhh….” Teriak Citra sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat keteledoran putri kandungnya itu dalam cara berpakaian.

“Clara makin gedhe… Makin iseng ya Dek….?” Celetuk Mike sambil menyantap sarapan paginya.
“Iya… Mirip kamu banget Mas…” Jawab Citra
“Hehehe…. Iya ya…?”

Melihat keisengan Clara, Mike pun tersenyum. Ia merasa ada sesuatu yang berubah pada diri putrinya.

***

“Tubuhmu…. Makin menggiurkan Sayang…” Ucap Mike ketika sedang berada dikantor. Melihat slide demi slide gambar Clara yang ada di komputernya. “Kamu benar-benar berubah menjadi semakin dewasa Sayang… Makin cantik, semok dan menggairahkan….” Tambahnya lagi sembari mengusap batang penisnya yang menggelembung dibalik celana kerjanya.

“Kamu benar-benar seperti ibumu Nak… Wajahmu cantik… Imut namun menggoda… Kulitmu mulus… Putih tanpa luka sedikitpun… Tetekmu besar…. Pantatmu bulat… Selalu menggoda Papa untuk bisa meremasnya Sayang… Ooohh.. Claraaa… Tubuhmu memang selalu membuat kontol Papa ngaceng dan pengen ngecrotin di tubuhmu Sayang….”

Semenjak kepulangan Mike dari acara liburan beberapa waktu lalu, pikirannya pun selalu tertuju ke putri bungsunya itu. Siang malam, pagi sore, Mike selalu membayangkan tentang kejadian dimana ia memuntahkan seluruh spermanya ke tubuh putrinya dulu. Dan ia berharap, dapat mengulanginya lagi kelak.

Mike tahu harapan mesumnya itu akan segera terwujud dalam waktu dekat ini. Karena Ia yakin, jika Clara sudah berubah menjadi wanita dewasa yang berbeda. Terbukti dari tingkah lakunya yang selalu menggoda hasrat birahinya. Tingkah laku yang nakal dan menggairahkan. Tingkah laku khas wanita ketika sedang mencari perhatian birahi lawan jenisnya.

Mike tak peduli, perubahan tingkah iseng dan nakal Clara itu berasal darimana. Yang jelas, selama Clara melakukan hal nakal itu bersamanya, maka semua akan baik-baik saja.

“Sore Paaa… Papa udah pulang…?” Tanya Clara ketika melihat Mike baru saja masuk kedalam rumah.
“Eh sore juga cantiknya Papa…” Jawab Mike yang mendapati Clara sedang menonton TV dengan pakaian longgar tipis kegemarannya. Pakaian yang selalu memperlihatkan belahan payudara besar beserta cetakan puting Clara yang mengacung bulat, “Mama…? Mama mana Sayang….?” Tambah Mike yang tiba-tiba merasa ada sesuatu yang menggeliat didalam selangkangannya.
“Mama tadi bilang mau arisan dulu di tetangga sebelah Paa… Palingan sejam dua jam lagi Mama kelar…” Jawab Clara yang kemudian memeluk ayah kandungnya erat.
“Ooohh… Astagaaa… Tetek ini empuk sekali….” Batin Mike yang merasakan gencetan payudara putrinya ke dada bidangnya.

“Tumben malam ini…. Kamu wangi sekali Sayang…?” Tanya Mike mengendusi aroma tubuh putrinya.
“Ah masa sih…? Clara khan belum mandi Paa…?”
“Haahh…? Serius…?”
“Iya… Ini aja Clara juga baru pulang sekolah…”
“Astagaaa Sayang… Buruan mandi gih… Ntar keburu malem loh….”

“Hihihi… Mandi’in dong Paa….” Bisik Clara ketelinga Mike pelan

DEG…

Mendengar kalimat Clara, tenggorokan Mike langsung tercekat kaget. Membuat batang penisnya yang mulai menegang, makin mengeras dibawah sana.

“Beneran Sayang…?”
“Hihihi… Clara becanda kok… Weeekk…” Goda gadis cantik itu sembari melepas pelukannya dan melakukan gerakan-gerakan mengejek. Menari dengan goyangan bak anak balita yang juga membuat payudara besarnya ikut bergoyang-goyang mengikuti tubuh rampingnya.

“Astaga Sayaaang… Kamu ngerjain Papa ya…? Hahaha….” Ucap Mike dengan tawa kecewa,”Awas aja ya kalo sampai ketangkep… Bakal Papa cubitin perut kamu habis-habisan…”
“Hahaha…. Yeee… Nggak kena-nggak kena….” Ucap Clara sambil berlari kekamar mandi dan menutup pintunya keras-keras.

***

“Papa udah selesai mandinya…?” Tanya Clara ketika Mike keluar dari kamar tidurnya, “Mau makan malam apa Paa…?”
“Eeh… Anu… Clara…” Jawab Mike kaget begitu melihat penampilan Clara. Putri kandungnya itu mengenakan baju serupa dengan apa yang dipakainya tadi sore, namun dengan ukuran yang lebih kecil dan dan bahan yang lebih tipis.
“Anu…? Papa mau anu Clara…?”
“Iya… Eh… Bukan…”Jawab Mike kikuk dengan pandangan yang masih tertuju ke tubuh putrinya.

Melihat penampilan Clara sore itu, membuat pikiran mesum Mike melayang. Dengan seksama, ia menatap wajah cantik putrinya lekat-lekat, payudara besarnya dekat-dekat, dan paha mulusnya bulat-bulat. Penisnya mendadak bangun dan mulai membengkak.

“Paaa…? Papaa…?” Panggil Clara sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah ayah kandungnya, “Papaa…?”
“Eeh.. I. Iya Sayang…?” Jawab Mike tersadar.
“Kenapa Pa…? Papa kok sepertinya ngelamun ngeliat Clara…? Ada yang salah ama Clara ya Paa..?”
“Ehh.. Enggak Sayang…” Balas Mike sambil berusaha menutupi batang penisnya yang makin menggeliat besar.
“Lalu kenapa Papa bengong seperti itu…?”

“Papa bengong karena ngeliat tubuh molekmu Sayang…” Batin Mike sambil terus menatap tubuh putri kandungnya, “Ngelihatmu… Papa jadi ngaceng Sayang… Papa jadi pengen ngocokin kontol Papa ke tubuhmu lagi… Papa pengen ngecrotin wajah, tetek dan memekmu Sayang…”

“Papaaa…? Papa ngeliatin apaan sih…? Kok jadi kaya orang bego begitu…?” Tanya Clara lagi sambil melirik kearah selangkangan ayah kandungnya.
“Hehehe… Papa cuman kagum aja ama kamu Sayang…”
“Kagum…?”
“Iya… Kagum akan kecantikanmu… Dan tubuh seksimu Sayang….”
“Iiihhss.. Papa gombal deh….”
“Hehehe… Beneran deh Cantik… Kalo ngelihat kamu tuh… Selalu bisa bikin papa ‘Semangat’…”
“Hihihi… Semangat apa semangat…?” Goda Clara sambil melirik lagi kearah selangkangan ayahnya.

Sebenarnya, Clara tahu apa penyebab ayah kandungnya menjadi kikuk seperti itu. Dari tonjolan yang ada diselangkangan ayahnya, Clara juga tahu jika ia sudah mulai tergoda karenanya. “Muka Papa lucu juga ya kalo sedang sange… Hihihi… ”

“Semangatlah Sayang….” Jawab Mike berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Kalo semangat… Kok itu Papa nunjuk-nunjuk kearah Clara sih…?” Tunjuk Clara kearah kolor ayahnya.
“Ehh… Ini tandanya Papa ngehormati wanita cantik sepertimu Sayang…”

“Iiihhhsss… Bisa aja deh Papa kalo ngeles…. Kaya supir angkot…” Celetuk Clara singkat, “Yaudah… Sekarang Papa mau makan apa..?”
“Mie goreng aja deh Sayang…”
“Oke… Tunggu sebentar ya…”

Dengan sigap, Clara segera meracik masakannya. Sambil melenggak lenggok manja, Clara sengaja memamerkan kelihaian dan keterampilan dirinya dalam memasak. Tentu saja, ia juga menyelipkan sedikit banyak pameran tubuhnya untuk dapat dilihat oleh ayah kandungnya.

“Kamu udah punya cowo belum Sayang…?” Tanya Mike basa-basi sambil menyantap makanannya.
“Nggg… Udah sih… Cuman…. Nggg…. ”
“Cuman kenapa Sayang…?”
“Cumaaann…. Clara nggak tahu… Tuh cowo mau nggak ya ama Clara…” Jawab Clara sedikit bercerita.
“Loh kok gitu Sayang…?”
“Emang kenapa Paa..? Kok tumben nanyain cowok Clara…?”
“Yaa…. Nggak kenapa-naapa siih…” Jawab Mike gamang.
“Kenapa Paaa…?” Cecar Clara.

“Papa… Hmmm… Papa nggak rela aja Sayang… Putri Cantik Papa ini dipacarin ama cowo lain….”
“Hihihi… Ya nggak kenapa-napa dong Paa… Itu tandanya Clara laku….”
“Justru karena itu… Kalo Clara laku… Nanti Clara bakal ngelupain Papa…”
“Hihihi… Ya enggak lah Paa… ”
“Bener…?”
“Iyalah… Khan cowok pertama Clara… Itu Papa….”

“Uhuhk uhuk uhukkk…” Batuk Mike yang menyemburkan makanan dari mulutnya.
“Loohh…? Ehh.. Paa… Pelan-pelan makannya…” Ucap Clara yang langsung mengambil tissu dan mengelapkannya ke mulut ayahnya.

Namun karena posisi makan Clara berada diseberang Mike, otomatis Clara harus bangun dari tempat duduk dan mencondongkan tubuhnya kedepan supaya tangan mungilnya sampai kewajah ayahnya.

“ASTAGAAA….” Mata Mike melotot lebar ketika melihat pemandangan yang tersaji dihadapannya.

Karena posisi membungkuknya payudara besar Clara terlihat begitu jelas mengelayut-gelayut manja dari lubang lehernya.

“Besar sekali tetekmu Sayang… Membuat Papa pengen ngeremes-remes gemes…” Desah Mike lirih tak mempedulikan tangan putrinya yang masih mengusap lembut bibirnya, “Dan puting tetekmu… Ohhh.. Imuut sekali… Jadi bikin Papa pengen ngisep-isep….” Tambah Mike yang tak henti-hentinya menatap tajam kearah bawah leher putrinya.

“Paaa….? Hallooo Paa…?” Tanya Clara lagi sambil menepuk-nepuk bibir ayahnya.
“Ehhh.. Iya Sayang…”
“Papa kok bengong lagi sih…? Papa ngeliatin apa…?” Tanya Clara yang kemudian mengikuti arah tatapan ayahnya kearah tubuhnya. “Oooohhh… Papa bengong karena ngelihat tetek Clara ya…?”
“Ehhh… Enggak Sayang…Bukan…. ”
“Hihihi… Papa suka ya…?” Jawab Clara sambil terus membungkukkan tubuhnya maju dan berpura-pura terus membersihkan mulut ayahnya yang sudah bersih.

“Ehh.. Maaf Sayang… Papa nggak sengaja…”
“Hihihi…Nggak apa-apa kok Paa… Kalo Papa suka… Lihat aja terus…” Ucap Clara sambil tersenyum
“Ehh…” Kaget Mike mendengar ucapan putrinya.
“Iya.. Clara khan anak Papa… jadi apa yang ada di tubuh Clara juga milik Papa…”

“Hmmm.. Begitu ya Sayang…?”

Clara mengangguk. Senyumnya semakin lebar. Sengaja memancing nafsu birahi ayah kandungnya.

“Ternyata kamu selain cantik… Juga baik ya Sayang…?”
“Siapa dulu dong Papanyaaa…? Hihihi….”
“Dan kamu sekarang udah tumbuh makin dewasa ya Sayang…”
“Hehehe… Iyalah… Masa mau jadi anak kecil terus…?”
“Kamu makin cantik…Juga seksi….”
“Ihhss… Mulai deh ngegombalnya….”
“Beneran Sayang…. Semakin hari kamu semakin….”
“Semakin apa…?” Potong Clara dengan nada genit.

“Ngggg… Semakin bikin Papa panas dingin kalo ngelihat kamunya…”
“Hahahaha…. Emang Clara sejenis dispenser ya Paaa…? Bisa panas… Bisa dingin…” Jawab Clara sambil melenggak lenggokkan tubuhnya.
“Aduh aduh aduuhh… Jangan goyang-goyang begitu Sayang…”
“Hihihi… Emang kenapa Paa…?”
“Kalo ngelihat goyangan tetekmu… Bisa bikin Papa nyut-nyutan…” Celetuk Mike makin vulgar karena terbawa suasana.
“Hahahaha…. Papa lucu deh… Masa gara-gara ngelihat tetek Clara… Bisa bikin nyut-nyutan sih…?”
“Beneran Sayang…Uuuhhh….” Jawab Mike menutup wajahnya.

Melihat lelaki yang ada didepannya itu menampakkan wajah malu-malu, entah kenapa semakin membuat Clara bersemangat . Clara suka melihatnya. Clara girang karenanya. Oleh karena itu, Ia benar-benar ingin mengerjai ayah kandungnya itu habis-habisan.

“Masa sih Yah…? Ada yang nyut-nyutan di badan Papa…?” Ucap Clara yang tiba-tiba membungkukkan badannya. Mengintip keseberang meja. Kearah selangkangan ayah kandungnya melalui kolong meja.

“Oooowww… Yang nyut-nyutan tuh kontol Papa ya…? Hihihi…” Celetuk Clara santai tanpa malu-malu. Menyebut penis ayah kandungnya dengan sebutan kontol.

“Huussshh…. Clara…” Kaget Mike
“Ehh.. Salah ya Paa…?”
“Sejak kapan kamu tahu ini namanya kontol…?”
“Lah emang itu namanya kontol bukan…?”
“Uuuhhh.. Kamu tuh ya… Pinternya makin nafsuin…”
“Hihihi… Jadi Papa nafsu nih ama Clara…?” Tanya Clara yang kemudian berpindah tempat duduk kesamping kursi Mike.

“Hmmmm.. Gimana ya…?” Bingung Mike dengan pandangan yang tak lepas dari payudara putrinya.
“Sepertinya… Papa suka banget ya ngelihat tetek Clara…?”
“Hmmmm….”
“Nih… Pegang aja Paa…” Sodor Clara memajukan payudaranya ke wajah ayah kandungnya.
“Ehhh….?”
“Ayo… Pegang aja Paa…” Ucap Clara lagi yang terus mendekatkan payudaranya maju, “Apa perlu Clara bukain baju Clara biar Papa bisa bebas megangnya…?”
“Eeehh…”

Tanpa menunggu jawaban Mike, Clara pun langsung membuka bajunya. Melepas naik melewati kepalanya. Membuat tubuh telanjang bagian atasnya dapat terlihat dengan jelas oleh ayah kandungnya.

“ASTAGA CLARAAA… Pake bajunya aahh… Malu….” Kaget Mike melihat kenakalan putrinya. Kenakalan yang sudah lama diharapkan olehnya.

“Loohh… Kok malah malu Pa..? Malu ama siapa…?”
“Ya malu aja kalo keliatan orang lain…”
“Mana ada orang lain Paa..? Disini khan cuman ada Papa…Hihihihi… ”
“Eeehhh… Iya ya…?”
“Hihihi…. Muka Papa lucu sekali deh kalo sedang kaget….” Celetuk Clara sambil melempar bajunya kelantai, “Ayo pegang nih Paa… Tetek Clara udah bebas nih…”
“Nggg…. Anu Sayang…” Bingung Mike melihat godaan yang ada dihadapannya.
“Aaaahhh… Pake malu-malu segala Paa…” Goda Clara yang kemudian mengamit tangan ayahnya dan meletakkan di kedua gundukan payudaranya, “Mau pegang tetek putri kandung sendiri aja pake sungkan sih Paa…. Niiihhhh…..”

“Ooohh… Clara….” Ucap Mike kehabisan kata-kata merasakan kelembutan kulit payudara putrinya.
“Hihihi… Kenapa Paa…? Papa suka…?”

Mike mengangguk pelan sambil berulangkali menelan air liurnya.
“Empuk banget Sayang….” Ucap Mike dengan mata tak berkedip sedikitpun, “Papa suka….”
“Hihihi… Kalo suka… Remes aja terus Paa…” Ucap Clara sambil mengusap rambut Mike, “Bahkan kalo Papa mau… Papa boleh kok kalo mau ngisep puting Clara…” Tambah Clara sambil memajukan payudaranya ke mulut ayah kandungnya.

“ASTAGA…. Clara….”

Walaupun Mike tahu ada yang berubah dari diri putrinya, namun ia sama sekali tak menyangka jika Clara bisa berbuat senakal itu.

“HAP…” Caplok Mike begitu ia disodori payudara besar putrinya. Dengan buas, ayah kandung Clara itu kemudian menjilati gundukan daging yang tumbuh besar di dadanya. Melumat habis keduanya secara bergantian sambil mengigit-gigit puting pink milik putrinya.

“Ssshh… Paaapaaa…. Oohhh…” Lenguh Clara keenakan ,”Geli banget Paa… Shhhh…. Eeehhmmhh…”
“Ooohhh Claraaa… Kamu nakal sekali Sayang…”
“Hihihi… Selama Papa suka… Clara rela kok… Nakalin Papa terus…” Sahut Clara yang kemudian mengusap-usap tengkuk ayahnya. Punggungnya. Hingga akhirnya, mengusap tonjolan di selangkangannya.
“Uuuhhh.. Claraaa… Kamu kok nafsuin banget sih Sayang…?”

“Nafsuin…? Emang Clara ngapain Paa..?” Tanya Clara pura-pura tak tahu dengan apa yang ia lakukan.

Dengan penuh kasih sayang, Clara mengelus penis ayah kandungnya yang semakin membesar dari luar celana kolornya. Bahkan, Clara mulai berani menyusupkan tangannya melalui lubang bawah celana kolornya dan menggenggam batang besar milik ayahnya itu.

“Uuuuhh.. Claraa Sayang….”
“Hihihi… Papa suka ya…?” Bisik Clara sambil terus mengusap batang penis Mike pelan.
“Hiyaah… Ssshhh…. Kamu kok nakal begini sih…? Uuuhh…” Lenguh ayah Clara keenakan, “Belajar dari mana kamu Sayang…?”
“Dari ngelihat Papa ama Mama kalo sedang ngentot…”

Mendengar Clara menyebut kata ‘Mama’ membuat Mike tiba-tiba tersadar dari sensasi birahinya. Dan dengan spontan, ia segera menghentikan godaan putri kandungnya.

“Eehh.. Stop… Udah ah Sayang… Udah… ” Ucap Mike sambil melepeh puting payudara putrinya dan menjauhkan dari tubuh telanjangnya.
“Loohh…? Kok udahan Paa…?”
“Papa nggak mau kita keterusan Sayang…” Sambung Mike yang juga menarik keluar tangan putrinya yang lentik dari batang penisnya
“Keterusan gimana Paa…?” Tanya Clara terus mengelak dari tepisan tangan Mike. Terus mengelus penis ayahnya dari luar celana kolornya
“Keterusan ke hal yang kita sama-sama inginkan Sayang…”

“Bener nih Papa nggak mau keterusan buat ngapa-ngapain Clara….?” Goda Clara dengan senyum manisnya.
“Nggg… Iya Sayang…. Papa nggak mau…” Jawab Mike gamang.

Dengan menarik nafas berat, Mike mengusap rambut panjang Clara dan mengecup keningnya pelan. Walau ia sangat menginginkan semua perlakuan nakal Clara, namun ia tahu jika hal itu adalah salah.

“Clara Ameliaku Sayang…. ” Ucap Mike menatap wajah sayu putrinya, “Kamu tuh putri Papa… Anak kesayangan Papa… Anak kebanggaan Papa… Kamu tahu khan kalo Papa tuh sayang banget ama kamu…?”

Clara mengangguk.

“Dan kamu tahu khan dengan apa yang kita lakuin barusan itu…. Hmmm… Salah…?”

Lagi-lagi Clara mengangguk.

“Papa nggak mau ngerusak hubungan kita Sayang… Papa nggak mau ngerusak masa depanmu…” Tambah Mike yang terus menatap tajam kearah mata Clara. Walau terkadang ia juga mencuri-curi pandang kearah kedua payudara Clara yang terus-terusan bergoyang didepan dirinya.

“Hhhhh…..Papa tahu kamu sedang masuk ke masa-masa puber…. Masa-masa dimana kamu punya banyak rasa keingintahuan terhadap segala hal… Termasuk segala sesuatu mengenai seks….” Ucap Mike pelan sembari terus-terusan menghela nafas, ” Dan kamu tahu khan…? Semua yang kita lakuin barusan tuh nggak bener….?”

“Iya Paa..” Angguk Clara pelan.
“Papa kecewa Sayang…. Melihatmu berubah seperti ini…”
“Maaf….”
“Papa harap… Kamu jangan menggoda Papa dengan hal-hal seperti tadi ya Sayang… Karena jika hal itu terulang lagi… Papa nggak yakin bisa menahan diri menghadapi kecantikan bidadari seperti yang kamu miliki itu….” Ucap Mike sembari menunjuk kearah payudara Clara dengan bibirnya.

“Hmmmm… Gitu ya Pa…?” Ucap Clara dengan wajah yang setelah mendengar nasehat Mike, mendadak kecewa. “Yaudah deh kalo begitu…”

“Yaahh… Jangan bersedih gitu ya Sayang…” Sahut Mike sambil mencoba untuk bisa tersenyum.
“Iya Paa…Clara nggak sedih kok… Clara cuman nggak ngira kalo Papa nggak suka dengan apa yang Clara lakuin barusan….”

“Loohh…. Bukannya Papa nggak suka Sayang…. Papa cuman khawatir aja…. Kita bakal keterusan…”
“Iya… Clara ngerti… Maaf ya kalo Paa… Kalo Clara udah ngecewain Papa…” Sambung Clara sambil meraih bajunya yang teronggok dilantai.

“Cuman…. Ngggg… Kalo kamu memang mau…. Gimana ya…?” Bingung Mike, “Meneruskan godaan seksimu itu… Hhhh….. Mau nggak mau…Papa ikutan deh Sayang….” Celetuk Mike yang kemudian berdiri disamping tubuh Clara.
“Maksud Papa…?”

“Iya… Papa mau kamu godain dan nakalin Papa lagi…” Sambung Mike sambil menurunkan celana kolor yang ia kenakan hingga mata kakinya.
“Ngggg… Clara bener-bener nggak ngerti Paa…”
“Sini Sayang… Kocokin kontol Papa…”
“Hmmm….Beneran boleh Paa…?” Tanya Clara memastikan.
“Iya…” Angguk Mike sambil tersenyum, “Bahkan kalo mau… Kamu boleh kok ngisepin kontol Papa sesukamu Sayang…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*