Home » Cerita Seks Kakak Adik » Wolf Of Desert Bab 15 (Tamat)

Wolf Of Desert Bab 15 (Tamat)

BAB XV: INI BELUM BERAKHIR

“Aku ingin minta maaf kepadamu Ris, kalau saja aku tidak terlambat datang waktu itu…,” kata Arci.

“Sudahlah Ci, aku sekarang hanya punya kamu saja. Jangan pergi dariku ya? Kumohon!” kata Riska.

“Aku tak akan pergi lagi, aku berjanji kepadamu,” kata Arci.

Mereka berdua berada di rumah sakit. Arci mengalami luka yang cukup serius sehingga ia butuh dua bulan untuk bisa benar-benar pulih. Saat itulah Inspektur James menjenguknya.

“Arci?” sapa Inspektur James.

“Inspektur James?” kata Arci.

“Udah jangan panggil Inspektur, aku sudah pensiun,” jawab James. “Bagaimana keadaanmu?”

“Paling tidak aku bisa selamat sekarang. Bagaimana Isna?”

“Aku tak tahu di mana dia. Setelah dia dibawa ke rumah sakit tiba-tiba ia lenyap. Tak tahu ada di mana.”

“Lalu White Wolf?”

“Dia sudah kembali ke Syberia setelah bertemu dengan anakku. Mereka sangat gembira setelah lama tidak bertemu, malah anakku tidak pernah bertemu dengan White Wolf sebelumnya. Oh ya, sebagai catatan. Aku telah mengurus semua identitasmu. Sekarang kamu dan keluargamu aku beri identitas baru. Kalian akan pergi dari kota ini setelah kamu sembuh. Untuk sekarang kita tidak bisa melawan tapi suatu saat nanti kita pasti bisa melawan. Itu pun kalau aku masih diberikan kesempatan untuk hidup. White Wolf menyerahkan ini.”

James menyerahkan sebuah kunci. Arci menerimanya.

“Apa ini?” tanya Arci.

“Ini adalah kunci untuk membuka sesuatu yang diberikan oleh White Wolf kepada kalian. Proyek SHS. Kalau kamu sudah siap nantinya, aku akan mengantarkanmu ke sana,” jawab James.

“Ada apa sebenarnya dengan proyek SHS ini? Kenapa begitu penting?”

“Ini proyek berhubungan dengan masa depan, sementara ini Putra Nagarawan tidak tahu keberadaannya. Dia hanya tahu bahwa proyek ini ditangani oleh ayahnya Riska. Soal di mana tempatnya ia tidak pernah mengetahuinya. Itulah cerdiknya Pak Ruslan. Dia memang benar-benar tahu bahwa akan ada pengkhianatan di balik proyek SHS. Untuk itulah laboratoriumnya disembunyikan, bahkan seluruh dokumennya dipalsukan semuanya. Putra Nagarawan tidak bisa mengendus di mana tempat itu berada, tapi percayalah, hanya kita yang tahu.”

“Lalu, kalau sampai ia mengetahui keluargaku bagaimana?”

“Kamu jangan khawatir. Sebentar lagi jabatannya sebagai presiden sudah berakhir. Dengan gonjang-ganjing perpolitikan di negeri ini ia tak akan sanggup melacak kalian lagi. Tunggu saja barang sepuluh tahun baru kembali lagi ke kota ini. Tapi aku yakin dia masih merencanakan sesuatu dengan Project Titan.”

“Apalagi itu?”

“Project yang lebih mengerikan dari Proyek SHS. Proyek SHS sejatinya untuk membuat sebuah senjata, tapi Project Titan sejatinya untuk membuat genosida.”

“Genosida? Siapa yang ingin dibantai?”

“Manusia.”

“Maksudnya?”

“Project ini adalah digunakan untuk menguasai dunia, kita hanya orang kecil Arci, tidak akan sanggup menghentikannya. Seluruh sendi-sendi pemerintahan telah mereka kuasai. Kita telah terlambat untuk mencegahnya. Fase pertama untuk mendapatkan memory seluruh pemimpin dunia telah mereka dapatkan. Fase kedua untuk menghabisi seluruh orang yang terlibat dalam proyek SHS telah mereka selesaikan, walaupun hasil dari proyek SHS tidak mereka dapatkan, tapi fase ini cukup berhasil. Fase ketiga adalah penyelesaian Project Titan. Project ini telah dimulai dan kita hanya bisa menunggu dan berharap.”

“Menunggu apa?”

“Ada pahlawan baru di negeri ini, Black Knight. Aku tak tahu bagaimana ia bisa punya kekuatan itu. Tapi yang jelas ia bukan orang jahat. Kuharap Black Knight bisa bekerja sama dengan kita nantinya. Tapi aku juga tak yakin.”

Arci menerawang. Apa yang terjadi sekarang lebih rumit ternyata.

“Istirahatlah. Sementara ini presiden tak akan bisa menyentuhmu dengan kekacauan yang baru saja terjadi. Lima menteri meninggal, dan KTT G-20 kacau, pasti dia akan sibuk selama sebulan kedepan. Hal itu bisa kamu gunakan untuk lari dari kota ini dan mengambil Proyek SHS. Selama itu aku dan rekan-rekanku di kepolisian akan melindungimu. Keberadaanmu di rumah sakit ini saja memakai identitas palsu. Kuharap kamu dengan nama Jaka tidak keberatan.”

“Baiklah James, terima kasih atas bantuannya,” kata Arci.

“Sampai nanti,” James pamit.

Setelah James pergi Riska tersenyum. “Jaka, namanya boleh juga.”

“Trus kamu?”

“Terserah deh, enaknya namaku siapa ya?”

“Aku ngefans salah satu penyanyi legendaris, kalau kamu tak keberatan aku namai kamu itu.”

“Siapa?”

“Iskha.”

“Iskha? Hmm….boleh juga. Baiklah, aku akan pakai nama itu sekarang.”

**** Wolf of Desert END ****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*