Home » Cerita Seks Ayah Anak » Antara Aku, Orang Tuaku, dan Anakku

Antara Aku, Orang Tuaku, dan Anakku

“Uhh memek kamu enak banget sayang ohh”

“Ahhh oughh trus sayang sodok terus”

“Ahhh mau keluar sayang”

“Tahan sayangg ouhhh aku bentar lagi”

“Ahh nggak bisa sayyang ouuuhh kellluarrr des” *crot crot

Malam ini lagi dan lagi pacarku mengalami ejakulasi padahal aku belum sempat mencapai orgasmeku. Setiap kami bercinta ia hanya sanggup menahan ejakulasinya paling lama 7 menit. Padahal aku ingin sekali merasakan sensasi yang sering diceritakan oleh teman teman wanitaku saat mereka mengalami yang nama orgasme saat adanya penetrasi di memekku Aku ingin merasakan bagaimana tubuhku bisa merasakan lemas namun lega dan nikmat seperti yang dikatakan oleh teman temanku. Aku hanya bisa meraih orgasmeku disaat aku bermasturbasi

Aku adalah seorang putri tunggal dari keluarga sederhana. Ibuku bernama shinta lestari bekerja sebagai penjahit di pasar sedangkan ayahku adalah seorang pegawai negeri sipil bernama ridwan hakim . Ibuku yang saat ini berumur 40tahun masih kelihatan seperti wanita berumur 30an awal. Ia memiliki tubuh yang tinggi dan montok di tambah bokong yang sekal membulat ditambah payudara yang berukuran 34c ditambah wajahnya yang cantik walau sedikit keriput di sekitar matanya namun tak mengurangi kecantikannya. Dengan bibir tipis dan hidung yang mancung ditambah kulitnya yang putih bersih membuat lelaki segala usia selalu melirik nakal ke arahnya

Ayahku sendiri berumur 41 tahun. Seorang pria kuat dan tegas serta bertanggung jawab menurutku. Wajah ayahku memang tak terlalu tampan namun ia memiliki kharisma dan suara berat yang berwibawa sehingga orang orang segan terhadapnya. Fisiknya tinggi dan atletis dengan otot otot yang terlihat pada punggung perut dan dadanya dikarenakan ayahku rutin berolahraga.

Ayah dan ibuku menikah di usia muda. Pada jaman itu tak heran jika pria dan wanita menikah di usia belasan tahun saat baru lulus sma. Saat itu mereka menikah di usia 18 dan 19 tahun. Mereka sudah saling mengenal dari kecil karna mereka berasal dari kampung yang sama dan sering bermain bersama.

Aku sendiri bernama desi lestari hakim berumur 22 tahun. Nama akhirku mengambil nama akhir kedua orang tuaku. Pacarku sendiri bernama bayu wijaya. Kami akan menikah beberapa bulan lagi setelah wisuda kelulusan kuliah kami.

Aku mencintai bayu aku senang dengan segala perhatian dan tanggung jawabnya. Untuk masalah harta aku tak perlu khawatir karna ia ada seorang anak pemilik perusahaan minyak. Namun untuk urusan sex bayu tak pernah bisa memberiku orgasme sejak aku menyerahkan keperawananku padanya setahun yang lalu. Aku berpikir aku tak akan pernah merasakan bagaimana orgasme itu.

Sekitar pukul 10 malam aku pulang kerumahku. Sebenarnya aku sudah minta izin pada orang tuaku dengan membohongi mereka menginap di rumah temanku padahal rencananya aku akan menginap di kos milik bayu
Namun kubatalkan rencana menginapku karna aku tak puas dengan bayu setelah 2 ronde persetubuhan yang kuharapkan bisa mencapai orgasme namun ternyata tak sama sekali kudapatkan.

Aku mengambil kunci rumahku dan membuka pintu. Orang tuaku biasanya saat jam segini pasti mereka sudah tidur. Aku kemudian berjalan menuju kamarku melewati ruang tengah yang berhadapan dengan kamar orang tuaku.
Saat aku hampir melewati pintu kamar orang tuaku aku mendengar suara ibuku yang terengah engah dan juga suara seperti tepukan tangan. Kucoba mendekat ke arah pintu dan ternyata pintu tak tertutup rapat. Kulihat dari celah kecil ayahku sedang menyetubuhi ibuku dengan posisi doggy. Posisi tempatku mengintip berada di sebelah kiri sedangkan ranjang mereka di sebelah kanan. Aku tak mungkin terlihat karena kondisi lampu ruang tengah yang padam sedangkan kamar mereka lampunya masih menyala.

“Ahhh trus pah ough kontol papa enak ah” suara ibuku yang mendesah dengan posisi berada di atas ranjang dengan posisi kaki bertumpu pada lutut sedang tubuhnya membungkuk dan tangannya bertumpu di dipan ranjang

“Ahh memek mama juga enak apalagi pantat ini”* plak kata ayahku sambil menampar pantat ibuku

Kulihat tubuh mereka sudah mengkilap akibat keringat mereka. Aku tak bisa melihat jelas kelamin mereka yang beradu karena mereka membelakangiku. Pompaan ayahku begitu bertenaga dan kuat sehingga membuat tubuh ibuku berguncang guncang dan payudaranya yang besar menggelantung indah ikut terlonjak lonjak.

“Ahhh pahh mmama mau keluar pahh”

“Keluarin mah papa masi belum”

“Ahhhhh mama keluar pahhh” suara teriakan ibuhku. Kulihat tubuhnya menegang dan kemudian ambruk di atas kasur. Apakah orgasme bisa membuat wanita seperti itu.

Kulihat ayahku ikut berbaring di samping ibuku yang tertelungkup.

Astaga dapat kulihat kontol ayahku begitu panjang dan besar menjulang ke atas. Kontol bayu tak ada apa apanya dibanding kontol milik ayahku. Kontol ayahku mungkin berukuran 20 cm aku tak tau tebalnya. Warnanya hitam dengan kepala merah dan urat yang mengelilingi kontolnya.

Ibu yang nampaknya telah kembali bernafsu menindih tubuh ayahku yang berada di sampingnya dan mulai mencium bibirnya. Tangan ayahku meraba pantat besar ibuku. Ibuku kemudian melepas ciumannya dan mulai menduduki pinggang ayahku. Ibuku kemudian bergeser sedikit kebelakang dengan mengangkat pinggulnya. Begitu pinggulnya berhadapan dengan kontol ayahku yang tegak mengacung ke atas ibuku kemudian menuntun kontol ayahku memasuki memeknya. Awalnya ia menggesekkan kontol ayahku di memeknya kemudian secara perlahan ia memasukkan kontol ayahku masuk ke dalam memeknya

“Ough” suara desahan mereka ketika kontol dan memek itu bersatu

Ibukupun kemudian menggerakkan pinggulnya naik turun, maju mundur dan terkadang memutar. Ah pasti nikmat sekali rasanya kontol sebesar itu berada di dalam memek. Aku yang merasakan gairahku sudah di ubun ubun kemudian melebarkan sedikit pintu itu secara perlahan. Mengambil posisi yang pas berada dalam kegelapan dan membuka celana jeansku hingga ke paha bersama cd ku. Sementara kaosku kusingkap hingga sebatas dada dan duduk bersandar di sofa. Kaki ku ku kangkangkan dan tanganku mulai menstimulasi memekku yang telah basah sambil meremas payudaraku yang berukuran 36b dengan puting berwarna coklat.

Kini di dalam kamar posisi ibuku menghadap ke arahku sambil tetap menggenjot kontol ayahku. Oh kontol besar dan panjang itu bergerak keluar masuk di memek ibuku yang memerah.
Aku pun tak mau kalah ku stimulasi vaginaku dengan memasukkan 2 jariku dan mengorek memekku. Gerakan kocokan dan remasanku semakin cepat bersamaam dengan gerakan ayah dan ibuku di dalam
Selama 15 menit aku mengocok memekku sambil meremas payudaraku. Aku mulai merasakan orgasme ku akan segera datang. Ah aku tak pernah bermasturbasi senikmat ini memekku berdenyut. Tubuhku perlahan menegang

“Desi kamu sedang apa!'” Suara bentakan ibuku menyadarkanku kulihat ayah dan ibuku berdiri di depan pintu kamar mereka telah berpakaian. Kulihat ibuku melotot melihatku. Aku yang panik berlari kedalam kamarku tanpa memperbaiki posisi bajuku dan hanya menaikkan kembali celanaku

Di dalam kamar aku terdiam takut dan menangis aku takut orang tuaku esok memarahiku. Tak berapa lama kedua orang tuaku mendatangi kamarku. Ayahku lalu duduk di sisi kananku sedangkan ibuku duduk di sisi kiriku

“Kok kamu kayak gitu depan kamar nak” kata ayahku sambil mengelus rambutku

“Hiks maaf pah” kataku terisak

“Mama kira kamu mau nginap di rumah temen nggak jadi” tanya ibuku lembut berbeda dengan tadi.

“Iya mah temenku ada acara hiks makanya nggak jadi”

“Kamu begitu karna ngintip mama dan papah yah” kata ibuku lagi

“Iya mah maaf hiks desi janji nggak akan gitu lagi”

“Kok bisa bisanya kamu ngintip mama dan papa sayang” tanya ayahku

“Desi nggak sengaja pah, soalnya desi penasaran. Trus gara gara desi ngeliat mama keenakan desi ikutan horny pah apalagi..” kataku terputus

“Apalagi kenapa sayang coba cerita”
Aku kemudian menceritakan pengalamanku jika berhubungan badan dengan bayu.

“Jadi selama dengan bayu kamu nggak pernah orgasme?” Tanya ibuku.
Kukira mereka akan marah karna aku melakukan sex diluar pernikahan namun mereka terlihat tenang tenang saja”

“Hmm mamah papa nggak marah”

“Hihi ternyata kamu sama aja sama mama udah ngentot sebelum nikah” kata ibuku

“Ah si mama ngebocorin rahasia lagi” kata ayahku sambil menggaruk kepalanya

“Hihi biarin pah kan desi sudah terbuka jadi kita harus terbuka juga dong”

“Tadi kamu udah nyampe nggak sayang?” Tanya ayahku sambil mengelus pundakku

“Belum pah keburu di tegur mama”

“Yah sudah hmmm begini sebagai permintaan maaf kamu malam ini mama bolehin main sama papa” kata kata ibuku membuatku benar benar kaget

“Mama serius” tanyaku

“Iya tapi malam ini aja dan mama pengen liat”

“Tap…”

“Sudah cepet sebelum mama berubah pikiran” kata ibuku memotong perkataanku

“Yah sudah kalo mam bolehin. Des kamu rileks yah papa mulai” kata ayahku
Ayahku mulai meraba payudaraku dari balik kaosku sambil ia menciumi leherku yang putih. Ia jilati leherku naik ke telinga yang membuat aku merinding geli

“Ah papah geli” kataku

Ayahku kemudian mengarahkan wajahku kekanan menghadapnya kemudian ia mulai mencium bibirku. Awalnya aku tak membalasnya namun lama kelamaan aku mulai membalasnya saat ibuku menenangkan kegugupanku

“Muach muach bibir kamu manis nak” kata ayahku

“Coba mengahadap kesini des”kata ibuku dan ketika aku menghadapkan wajahku ke arahnya ia mencium bibirku. Astaga ini pertama kali aku mencium wanita dan dia ibuku sendiri.

“Muach muach iya benar pah bibirnya manis”

“Kamu buka aja celana sama baju kamu nak yah” kata ayahku yang mulai membuka baju kaos dan boxernya. Tak ketinggalan ibuku juga melepas dasternya. Kini di kiri kananku orangtuaku sudah bertelanjang bulat.
Ayahku kemudian menarik keatas kaosku sementara ibuku menarik turun celanaku dan celana dalamku. Kini kami bertiga telanjang bulat dengan malu kututupi payudara dan memekku.

“Hihi nggak usah malu sayang mama nggak malu. Tuh lihat kontol papamu makin tegang”

Kulirik ke arah kontol ayahku nampak mengacuk tegak. Ayahku kemudian kembali memalingkan wajahku ke arahnya dan menciumi bibirku sedangkan ibuku mulai meremas payudara besarnya sendiri.

Ayahku menggerakkan tanganku dan mengarahkannya menuju kontolnya yang mengeluarkan lendir bening. Aku paham maksudnya. Kukocok kontol ayahku sambil tetap berciuman sementara ibuku kini meremas dadaku.

“Baring sayang” ibuku membisikiku dengan suara mendesah

Aku kemudian berbaring kepalaku tepat berdekatan dengan tembok ayahku kemudian berdiri mengangkangi wajahku kemudian ia bersimpuh diantara kepalaku dan mengarahkan kontolnya ke arah mulut aku kemudian mulai menjilati kontolnya lalu mengulumnya. Gerakan kepalaku terbatas akibat tembok

Ayahku kemudian berdiri kembali menggerakan tubuhku kesamping. Kini terasa lebih lapang dan ia kembali mengambil posisi tadi. Ibuku kemudian duduk didekatnya dan mereka berciuman. Ibuku kemudian berdiri mengangkangiku menghadap ke arah ayahku. Memek ibuku tepat berada di depan wajah ayahku. Ayahku kemudian menjilati memek ibuku

“Ahhh itilnya juga yah ohhh truss, ahh gimana des kontol ayahmu keraskan, panjang kan ooohhh”

“Ahhh hh gantian pah papah jilat memek desi biar desi jilatin memek mama, cepet des jilatin memek mama” kata ibuku yang bersimpuh di atas wajahku. Sementara ayahku kini berada di antara kedua kakiku yang mengangkang. Dapat kurasakan nafas ayahku di memekku. Dan ia pun mulai menjilati memekku. Jilatan ayahku berbeda sekali dengan jilatan bayu. Jika jilatan bayu hanya terkesan asal asalan, berbeda dengan ayahku yang seakan mengetahui titik mana yang merupakan bagian sensitif di memekku

Ibuku kemudian bangkit ia berbaring disampingku dengan posisi badan menghadap padaku namun payudara besarnya berada tepat di samping wajahku. Sementara tangannya bergerak meremas payudaraku

“Ayo nenen des ke mama” kata ibuku.
Kusedot payudara besar nan indah itu. Dengan payudara sebesar itu puting susunya masih tergolong mini itu

“Ahh terus sayang sedot susu mama”
Kurasakan di vaginaku ada sebuah benda tumpul yang menusuk nusuk mulut memekku. Kulirik kebawah ternyata ayahku sudah bersiap memasukkan kontolnya

“Ahh geli pah” desahku saat kulepas isapan mulutku di bukit kembar ibuku karena ayahku menggelitik memekku dengan menggesek gesekan kontolnya

“Masukin pah pliss memek desi gatel banget” pintaku pada ayahku

“Kamu nakal yah sayang masa kontol papa masuk ke memek anaknya sih”

“Pah jangan godain desi trus cepet pah” rengekku

“Ya udah ini hukuman untuk anak nakal kayak kamu” kata ayahku sambil secara perlahan memasukkan kontolnya

“Oh gede banget pah udah mentok blum” tanyaku

“Blum sayang baru setengah, ah memekmu enak sayang”

“Ah mentokin pah kerasa penuh memek desi”

“Sleb” dengan sekali hentakan ayahku memasukkan kontolnya kedalam memekku. Ujung kontolnya menghantam mulut rahimku

“Ahhh pelan pelan pah” kataku

“Gimana desi sayang enak nggak kontol papa huh muach muach” kata ibuku sambil menciumi bibirku

“Muach Ahhh enak banget mah kontol papa enak. Pah goyang dong”

Secara perlahan ayahku kemudian menggerakan pinggulnya. Kontolnya terasa sekali memenuhi seluruh rongga memekku. Agak perih awalnya namun lama kelamaan terasa nikmat. Aku tak pernah merasakan seperti ini dengan calon suamiku bayu. Ibuku kemudian secara perlahan menindih tubuhku dari samping hingga ia kini berasa diatas tubuhku. Tubuhnya ia topang dengan tangan dan lututnya di sisi sisi tubuhku. Payudara besarnya bergesekan dengan payudara montokku sehingga menambah kesan geli di putingku.

“Pak memek mama juga dong memek mamah pengen kontol papa” desah ibuku sambil menoleh ke arah ayahku.

Kurasakan kontol ayahku tercabut dari memekku. Nampaknya ia akan segera memasukkannya dalam memek ibuku.

“Ahhh udah masuk pah goyang kenceng memek mama. Des cium mama sayangmuach
muach”desah ibuku

Kami pun berciuman dengan ganasnya. Kadang kami saling menjilati leher mata hingga hidung. Sambil kami berciuman dan menjilat satu sama lain ayahku di bawah sana bekerja secara bergantian menggenjot memek dua bidadari yang saling bertindihan ini

“Ahh mama dulu yah sayang oughhh mama dikit lagi. Biarin kontol papa dimemek mama dulu yah nak ahhh”

“Oughhh iya maahh”

“Ahhh kamu memang anak baik muach, ayo pah mama dulu mama sshh tinggal dikit lagi”

“Ahh memek mama enak banget ” desah ayahku

“Ahh enakan mana sama anakmu ougghh sayang” tanya ibuku yang tubyhnya berguncang guncang di atasku

“Ahh kalian sama aahss enaknya” kata ayahku yanv makin cepat genjotannya di memek ibuku

“Ahh ougghh papa nakal ngentotin anak sendiri” desah ibuku sambil wajahnya menghadapku dan tersenyum nakal

“Ahh mama yang nakal oughhh nyuruh papa ngentotin anak sendiri uuhh”

“Ahhhh pppaahh mmama kelluar” teriak ibuku saat mengakhiri pembicaraan vulgarnya disela sela genjotan ayahku. Ibuku pun ambruk dan makin menindihku.

“Sekarang giliran anak papah”

“Ahh cepat pah mama berat banget”

*sleb memekku kembali dimasuki oleh kontol ayahku. Tubuh ibuku yang berada diatasku kupeluk erat ohh sedikit lagi kurasakan. Badai orgasme akan tiba

“Ahhh papa desi mau keluar pah”

“Ahh papa juga sayang ”

“Ahhh keluarin pah keluarin di memek desi. Desi pengen ngerasain semprotan papah ooohh”

“Ahhh des papah keluar sayyanngg”

“Ahhh desi juga pahhh oouughhh niikkmmaat” erangku saat kurasakan badai orgasmeku tiba. Kurasakan pejuh ayahku hangat mengisi memekku. Tubuhku yang menegang makin memeluk tubuh ibuku yang kelelahan. Ahh nikmat itu yang kurasakan.

***

Kini kami bertiga tidur berdampingan di ranjangku yang cukup besar. Aku berada di tengah tengah sedangkan di kiriku ada ayahku dan di kanan ada ibuku.

“Gimana sayang enakkan”tanya ibuku

“Iya mah enak banget, kayaknya memek desi ketagihan kontol papa deh” kataku sambil meraih kontol ayahku dengan tangan kiriku

“Sshh jangan di usap kontol papa sayang nanti bangun lagi loh” kata ayahku

“Biarin wekk, hmm mah boleh nggak desi main sama papa kapan kapan” tanyaku pada ibuku

“Hmmmmm boleh deh asal kasi tau mama yah”

“Oke deh mama desi sayang memek mama dan kontol papa hihi”kataku yang disambut dengan tawa mereka

***

“Oughh ahh terus mah jilat memek desi sama kontol papa ahh enak mah kontol papa enak”

*plok *plok suara hantaman bokong mulusku di selangkangan ayahku membahana di ruang keluarga di rumah yang aku dan bayu tempati saat kami telah menikah setahun lalu. Kini aku telah hamil 4 bulan yang kutahu pasti anak ini hasil dari sperma bayu karena selama 6 bulan terakhir aku tak pernah ngentot dengan ayahku.

Malam ini kedua orang tuaku datang menemaniku karna bayu sedang pergi ke kalimantan mengurus pekerjaannya sementara dia tak tahu aku dan kedua orang tuaku tengah melakukan sex incest di ruang keluarga rumah kami

Saat ini aku sedang duduk di pangkuan ayahku yang duduk di sofa. Aku membelakanginya sementara kontol ayahku bergerak keluar masuk di memekku dan ibuku bersimpuh di depanku menjilati kontol dan memek kami yang tengah berasyik masuk

“Ahhh sshh ahh trus papah sayang desi cinta kontol papa”

“Slurp slurpp eit masa kontol papa aja” kata ibuku yang bersimpuh di bawah sofa. Ia menghentikan sejenak jilatannya di memekku yang sedang di obrak abrik oleh kontol ayahku.

“Ahh sshh ougghh maaf mah desi lupa aahh uuhh desi cinta memek mama yang cantik ahh desi mau keluar pah”

“Hmmm gimana yah kalo anak ini nanti ngentotin kamu des.” Desah ibuku sambil mengusap payudaraku turun ke perutku

“Ahhh nggak apa biar sama kayak mamanya yang nakall oughh”

“Kamu mau ngentotin calon anak mu sendiri cucu mama sayang”

“Ahhh iya mahhh oouugh iya ”

“Kamu ibu nakal sayang”

“Ahhh desi calon ibu nakal mah aahh mau ngentotin anak sendiri oughh”

“Kalo kamu keluar nanti teriak yah bilang desi mama nakal yah ” kata ibuky yang meremas remas payudaraky makin kurasakan orgasmeku datang dan ough ini dia

“Ahhh pahh desi kellluarrr ahh dessiii mmamaa naakkaalll oughh”

Ohhh begitu nikmat kurasa. Aku jatuh terkulai bersandar di dada ayahku sambil tanganku mengelus perutku
Nak cepat lahir yah biar bisa ngentot sama mama kataku dalam hati kata ayahku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*