Home » Cerita Seks Ayah Anak » Antara Aku, Orang Tuaku, dan Anakku 3 (Tamat)

Antara Aku, Orang Tuaku, dan Anakku 3 (Tamat)

Saat ini aku dan anakku dedi sudah berada di kediaman orang tuaku. Begitu kami sampai ibuku menyambut kami di depan rumah. Setelah mempersilahkan kami masuk, ia langsung menuju kedapur kemudian datang membawakan kami dua cangkir teh. Kami berbincang di ruang tengah sambil menikmati teh buatan ibuku. Kami bertiga duduk di sebuah sofa besar dengan posisi aku dan ibuku duduk mengapit dedi.

Aku saat ini tengah memakai rok span ketat sepaha berwarna merah muda dan sebuah tanktop berwarna putih yang dilapisi blazerr berwarna sama dengan rokku. Dedi memakai celana jeans pendek selutut dan baju kaos putih oblongnya sedangkan ibuku memakai daster tanpa lengan bermotif kembang kembang berwarna coklat. Daster tersebut cukup panjang menutupi hingga mata kakinya. Walau dengan penampilan seperti itu ibuku tetap cantik di usia kepala 5

“Dedi sudah kelas berapa sekarang” tanya ibuku pada dedi sambil membelai rambutnya

“Kelas 2 smp nek” kata dedi

“Jangan panggil nenek dong panggil aja oma yah” kata ibuku sambil tersenyum.

“Iya oma, oma dedi mau kekamar mandi dulu mau pipis” pamit dedi

Begitu dedi pergi, ibuku segera mendekatiku dan mendempetkan tubuh montoknya padaku. Ia kemudian langsung merangkul pinggulku. Memegang pipi kiriku dengan tangan kanannya dan mengarahkan wajahku menoleh ke arah wajah ibuku. Ibuku kemudian mencium bibirku. Kami berciuman dengan ganasnya. Lidah kami saling bertautan

“Muach muach muach hmmm sllurp muach” suara kecipakan bibir dan lidah kami. Kami begitu keasyikan sehingga tak menyadari dedi sudah berada di dekat kami. Saat kulirik wajahnya ia terbelalak kaget saat aku berciuman mesra dengan neneknya

“Mama sama oma ngapain kok ciuman” tanya dedi polos

“Muach stop dulu mama” kataku menghentikan ciuman ibuku.

“Aduh mama masih kangen sayang,”kata ibuku

“Iya tuh kita diliatin sama dedi mah desikan malu” kataku.

“Hihi pake acara malu segala, kesini dedi sayang oma mau kasi tau sesuatu sama cucu oma yang ganteng” kata ibuku memanggil dedi untuk duduk di dekatnya

“Mau kasi tau apa oma” tanya dedi penasaran

“Sebelum oma kasi tau rahasia oma, oma mau nanya selama mama dedi disana mama dedi nakal nggak”tanya ibuku

“Nakal gimana maksudnya oma dedi nggak ngerti” tanya dedi

“Gini apa mamamu disana pernah ngelakuin kenakalan yang berhubungan dengan sex?” Tanya ibuku lagi

“Hmmm iya oma, mama pernah ngocokin kontol temanku” jawab dedi jujur

“Aduh nakal banget tuh trus ngapain lagi” kata ibuku sambil tersenyum nakal menatapku

“Mamah pernah juga ngentot ama temanku oma” kata dedi lagi

“Ihhh nakal banget, kamu marah nggak?” Tanya ibuku

“Awalnya marah tapi setelah..” kata kata dedi terputus, ia sepertinya ragu meneruskan jawabannya

“Tapi kenapa nggak usah malu dong sayang” kata ibuku membelai rambut dedi

“Dedi marah oma tapi setelah mamah ijinin dedi ngentotin mamah dedi maafin dia oma” kata dedi dengan suara lirih sambil tertunduk malu

“Hihi kok malu malu sih kamu, tenang aja nggak apa kok asal kalian sama sama suka” kata ibuku sambil memeluk dedi

“Terus rahasia oma apa oma” kata dedi setelah melepas pelukannya

“Hihi gimana des kasi tau nggak anakmu ini” kata ibuku

“Harus dong mah kan biar dia nggak canggung di pesta kita nanti hihi” jawabku sambil terkekeh

“Begini dedi sayang mamah kamu ini pernah juga ngentot bareng oma sama opa” kata ibuku

“Hah! Beneran oma” kata dedi kaget

“Iya bahkan sebelum mamamu nikah dan kamu lahir mamamu sudah sering ngentot bareng opa, dan oma pasti ikut gabung” kata ibuku

“Mama nakal yah oma” kata dedi sambil tersenyum

“Hihi iya, mamamu sejak dulu tuh udah nakal, trus gimana enak nggak ngentot sama mamamu? Tanya ibuku

“Enak oma, dedi jadi ketagihan, mama juga ngajarin dedi gimana cara ngentot yang enak” jawab dedi ngentot sama oma sayang?” Kata ibuku

“Iya oma mau mau oma juga cantik” kata dedi sambil menganggukan kepala beberapa kali

“Desi, mamah pinjam anakmu sebentar yah hihi”kata ibuku sambil merangkul dedi dan bangkit dari duduknya mengajal dedi berjalan ke arah kamarnya.

“Loh kok desi di tinggal sendiri mah” rengekku

“Hihi kamu disitu aja tungguin papamu bentar lagi juga pulang kok” kata ibuku kemudian masuk kekamarnya bersama dedi dan menutup rapat pintunya. Aku kemudian melanjutkan minum tehku sambil menyalakan tv.

30 menit sudah aku menonton tv, ayahku belum juga pulang. Aku yang bosan kemudian menuju ke arah pintu kamar ibuku. Aku kemudian mencoba menguping aktivitas mereka dibalik pintu kamar ibuku

“Ougghh terus sayang sodok yang kenceng memek oma”

“Ahh oma memek oma enak ahh ahah

“Hihi kalo oma giniin enak nggak hhnnn ahhh

“Ahh memek oma diapain kontol dedi kaya dipijit didalam enak oma ahh sssh”

“Hihi itu namanya empot ayamm sayang oucch kamu suka nggak”

“Iya oma suka ahh ahh”

Suara itulah yang kudengar di balik pintu kamar, sehingga seketika nafsuku menjadi bangkit. Terdengar suara pintu depan terbuka. Ternyata ayahku sudah pulang. Ketika ia melihatku, kuberi isyarat untuk tak berisik, dan melambai padanya. Ayahku segera menghampiriku dan ikut menguping.

“Yang main mamah mu sama anakmu yah” kata ayahku sambil menyeringai

“Iya pah mana desi nggak boleh ikut lagi, pah ngentot yuk desi kangen disodok kontol papa” kataku sambil menarik tangan ayahku menuju kamarku . Begitu sampai di dalam dan menutup pintu. Aku langsung mencium bibir ayahku sambil memeluk tubuhnya yang masih kokoh dan kekar. Nampaknya ayahku habis jogging karna saat ini baju kaosnya begitu basah oleh keringat serta dia saat ini masih memakai celana training berwarna abu abu. Kulumat bibir ayahku dengan ganas. Ayahkupun membalas lumatanku dengan sesekali menggigit bibirku. Tangannya sibuk meloloskan blazzer yang kupakai. Setelah blazzerku terlepas iya segera meremas pelan payudaraku. Di balik tanktopku aku tak memakai bra sehingga antara tangan ayahku dan payudaraku hanya dibatasi oleh tanktop yang cukup tipis ini.

“Muach hmmmpp muach, toket kamu kok gedean sayang” kata ayahku yang masih sibuk meremas payudaraku

“Ahh sshh kan desi udah punya anak jadi lebih gede” jawabku sambil mendesah

Ayahku kemudian segera menarik tanganku. Kami berjalan bersama menuju tempat tidur . Begitu kami berdua duduk di ranjang segera saja ayahku melepaskan tanktopku. Aku mengangkat kedua tanganku agar ayahku lebih leluasa membukanya.

Begitu tanktopku terlepas, ayahku menyuruhku untuk tetap mengangkat tanganku. Ketiak putih mulusku terlihat di hadapannya. Ia juga menyuruhku sedikit membusungkan dada sehingga payudaraku makin dekat dengan tubuhnya. Dengan posisi itu ia kemudian membungkkukan sedikit badannya kemudian menjilati bagian sisi payudara kiriku terus naik menuju ketiakku. Ia menjilati nya beberapa kali kemudian dengan secara tiba tiba ia langsung mencucup puting payudara kiriku yang bwrwarna coklat muda. Ia menghisapnya dan menjilatinya. Sementara tangan kirinya meraba payudara kananku naik ketiakku

“Sshhhah enak pah trus jilat toket desi sshh” desahku.

Setelah puas bermain dengan payudaraku. Ayahku beringsut ke bawah ranjang. Ia berjongkok di hadapanku. Aku yang mengerti maunya segera membuka kedua kakiku lebar lebar. Mengangkang dihadapannya. Sehingga rok span yang kupakai makin tertarik keatas sehingga celana dalam berwarna putihku terlihat olehnya. Dengan jemarinya ia mengelus elus memekku yang masih terbalut celana dalam sementara aku masih sibuk meremas payudaraku. Tubuhku sedikit ditarik olehnya sehingga pantatku duduk pas di pinggiran ranjang. Ia menyingkap rokkku keatas.kini rokku menutupi bagian atas pinggulku. Memekku yang terbungkus celana dalam begitu dekat dengan wajahnya. Ia kemudian menyibak celana dalamku ke samping dan menjilati memekku dengan lidahnya yang panjang.

“Ahh sshh jilat pah aahh jilat memek desi ogh itilnya juga donk pah” rengekku

“Sluurpp memek kamu wangi banget sayang, slurtpp cairannya juga gurih slurrpp” kata ayahku di sela sela menjilati memekku.

“Oughhj kan desi habis perawatan ahhh papa sayang, kan demi papa juga oughh ssshhh” kataku

Ayahku kemudian sejenak menghentikan jilatannya. Menarik turun celana dalamku. Kuangkat sedikit pantatku memudahkannyamembuka celana dalamku. Kini hanya rokku yang menempel di tubuhku.

Ayahku kemudian berdiri membuka kaos dan celana trainingnya dengan tergesa gesa. Ia kemudian memposisikan diri dengan gaya 69 bersamaku. Kontolnya yang telah di basahi ole precumnya menunjuk tepat di bawah mulutku.

Segera kulumat benda keras besar dan panjang berwarna kecoklatan itu
Sementara aku sibuk menjilati dan mengulum kontol ayahku. Ayahku di bawah sana menjilati memekku juga denga ganasnya. Kini sambil menjilati itilku jari tengahnya mengobok obok memekku

“Hnggg slurp slup ghlock” desahku tertahan oleh kontol ayahku

Kurasakan di memekku makin terasa sesak karena kini ayahku memasukkan 2 jarinya ke dalam memekku. Isapan dan jilatan pada itilku makin ganas diikuti oleh gerakan jari jarinya.

Akupun tak mau kalah kukulum kuat kuat kontol ayahku. Tak berapa lama kurasakan klimaksku akan segera tiba. Rasa nikmat mulai menjalar dari kakiku terus naik ke atas menuju memekku. Diikuti oleh mulai menegangnya kakiku.
Hmmmpp slluerp plop ahhh desi keluar paaaahhh” teriakku. Cairan orgasmeku memancar keluar dari memekku. Tubuhku melengkung dadaku makin membusung menekan perut ayahku yang berada diatas ku “serr serr serr” tiga kali semprotan squirtku menyemprot dan membasahi lantai kamarku.

Ayahku kemudian bangkit dari atas tubuhku. Iya kemudian merangkak menuju ke arah ujung ranjang. Dengan posisi terlentang ia menyandarkan punggungnya di dipan ranjang. Kontolnya yang tegak mengacung ia kocok kocok sambil melihat padaku dan tersenyum nakal padaku

“Sini nak ayo kontol papah pengen masukin memekmu nih .. ayo sini diatas papah” kata ayahku

Aku kemudian merangkak menuju ayahku mencium sekilas bibirnya kemudian dengan setengah berdiri bertumpu pada lutut dan betisku aku menaiki kontolnya. Kukangkangi pinggulnya kemudian kugenggam batang berurat itu dengan tangan kiriku. Kugesek gesekkan kontol ayahku di bibir memekku sambil kupasang ekspresi nakal dengan menggigit bibirku menatapnya.

Secara perlahan lahan kutuntun kontol ayahku memasukki lubang nikmatku. Begitu kurasakan memekku sudah pas terisi oleh kontol ayahku. Aku mulai menggerakkan pinggulku naik turun secara perlahan. Oh betapa kerasnya kontol ayahku. Begitu nikmat kurasakan menggeseki bagian dalam memekku.

Secara perlahan kunaikkan tempo genjotanku kadang maju mundur ataupun naik turun. Itilku kurasakan begitu geli bergesekan dengan selangkangan ayahku yang berbulu cukup lebat

“Ahhsshh memekmu masih sama kayak yang dulu nak oh” kata ayahku sambil matanya merem melek merasakan kenikmatan gesekkan memekku di batangnya

“Ahh sshh kontol ayah juga ough enak banget. Memek oughh ah desi terasa penuh sshh

Ayahku kini ikut menggerakan pinggulnya sambil mendekatkan wajahnya ke arah payudara besarku yang bergoyang goyang dengan indahnya. Ia kemudian menjilati dan mencucup putingnya

“Ahh ouch trus papah sayang isep yang kuat toket desi ahh ashh ennnakk”

“Oughh toketmu besar sayang putih ouchh slurrp” kata ayahku sambil mencucup puting payudaraku.

“Ahh ahh memek desi keenakan dientot kontol gede papah ahh sshhh kontol papa buat desi yah pah oughh” ceracauku

“Ouf ssllupp fuah iya sayang kontol papa punya kamu tapi memek kamu punya papah yah sllurp” kata ayahku yang kembali menikmati bukit kembarku.
Kini goyanganku makin tak teratur. Kurasakan klimaksku akan segera tiba. Begitu pula kontol ayahku yang kurasakan makin mengeras sepertinya ia akan segera keluar juga”

“Ahh ahh papah desi mau sampai pah ouchh”

“Keluarin sayang papah oughh dikit lagi ahh nanti papa keluarin di toket indah kamu ini yah oughh” kata ayahku yang sibuk meremasi payudaraku.

Ahh iyaa ahh oohh tersera papahh. Ahh paaaahh desssii saammmpaaaii”teriakku. Tubuhku menegang dan melengkung. Ohh betapa nikmat kurasakan. Cairan orgasmeku membasahi kontol papa yang tak menghentikan genjotannya di memekku

“Ahh stop dulu pah nanti desi bis… ahh desi keluarrr lagi” akibat kontol ayahku yang tak berhenti keluar masuk di memekku aku mendapatkan kembali orgasmeku. Kini ayahku menghentikan genjotannya dan memeluk tubuhku erat erat.

“Hosh hosh papah nakal desi lemes nih muach” kataku mencium bibirnya

“Hehe sekarang kamu terlentang yah papah mau pejuhin toketmu biar makin kencang” kata ayahku. Kuikuti saja kemauannya dengan berbaring di sampingnya. Ia kemudian mengangkangi bagian dadaku. Ia gesek gesekkan kepala kontolnya ke belahan dadaku sambil kedua tangannya menggerakan payudaraku menjepit batangnya

Cukup 3 menit saja ia kemudian melepas jepitannya dan kemudian mengocoki kontolnya di atas payudaraku.

“Ohh anak nakal papa keluar desi” crot crot sperma hangat membanjiri seluruh permukaan dadaku. Aku dengan nakalnya mengoles oleskan sperma itu ke permukaan dadaku. Ayahku kemudian ikut berbaring di sebelahku mencium bibirku dan langsung tertidur akibat tubuhnya yang lelah sehabis berolahraga sendiri dan ” berolahraga ” denganku. Tak berapa lama akupun ikut tertidur akibat kelelahan..

***

Sekitar pukul 8 malam aku terbangun dari tidurku. Tak kudapati ayahku di sampingku. Aku kemudian membuka lemari pakaianku dan memakai baju tidur lamaku saat aku masih tinggal disini sebuah baby doll berwarna pink. Walau ukurannya agak sedikit sesak namun kufikir tak apa. Aku sengaja tak memakai dalaman karna toh seisi rumah juga telah pernah melihat dan merasakan payudara dan memekku.

Aku berjalan keluar menuju dapur. Di meja makan kecil kami yang berbentuk lingkaran telah duduk ayah ibu dan anakku yang sedang menikmati nasi putih sayur sup dan ayam goreng buatan ibuku. Aku kemudian ikut bergabung dengan mereka untuk mengisi perutku

Saat di tengah tengah kami sedang menikmati makanan ibuku memiliki ide ekstrim dengan saling menyuapi memakai mulut. Terkadang ibuku memakan makanannya terlebih dahulu kemudian menyuapkannya ke dedi atau ayahku. Terkadang dedi menyuapiku atau ibuku. Aku yang tak mau kalah juga menyuapi mereka. Kami terus melakukannya hingga makanan kami habis

Sehabis makan aku dan ibuku membersihkan peralatan makan sambil sesekali bercanda atau berciuman bibir sementara ayahku dan dedi menuju ruang tengah menonton acara televisi

“Muach gimana mah enak nggak ngentot sama cucu mamah” tanyaku di saat kami selesai mencuci peralatan makan dan mengakhiri ciumanku ke ibu kandungku

“Hihi uhh sedap nak paling enak pas si dedi ngejilatin memek mama pinter banget dia pasti tiap hari kamu ajarin yah. Trus kontolnya enak banget pas ngobok ngobok memek mamah. Mamah kayak ngerasain kontol ayahmu dulu waktu dia smp”

“Hah jadi papah sama mamah dah ngentot pas smp?” Kataku kaget

“Hihi ups keceplosan deh, iya sayang awalnya kan sama sama belajar biologi tentang organ kelamin laki laki dan perempuan tuh di kamar mamah eh malah keterusan awalnya saling liat trus saling pegang, saling jilat, trus saling tusuk dan ditusuk deh hihi”

“Iiihh mamah nakal muach” kataku sambil meremas payydaranya dan melumat bibirnya. Ia membalas dengan melumat bibirku. Tanganku meremasi payudaranya yang sudah sedikit turun akibat usia dibalik daster batik tanpa lengannya.

“Muaach udah dong yuk kita ke ruang tengah udah ada dua pejantan tangguh nungguin kita. Kita pokoknya pesta ngentot malam ini sampai tepar hihi” kata ibuku sambil mengapit lenganku menuju keruang tengah

Sofa yang ada di ruang tengah cukup besar ibuku duduk palibg ujung kanan sofa kemudian ada dedi disebelahnya lalu aku dan kemudian ayahku yang berada diujung paling kiri. Tanpa aba aba kami berdua menyerang para laki laki dengan mencium bibir mereka. Aku mencium ayahku sedangkan ibuku mencium dedi cucunya

“Muach muach sllurpp muach” suara kecipakan bibir kami mulai memenuhi ruang tengah. Kami kemudian menurunkan celana pendek yang di pakai oleh para lelaki itu. Batang kejantanan mereka sudah tegak mengacung. Kami berdua kemudian turun dari sofa dan bersimpuh didepan para lelaki. Aku mengulum dan menjilati kontol ayahku sedang ibuku tengah mengocoki kontol cucunya sambil menjilati biji pelirnya.

“Ahh oma enak banget trus omah” erang dedi

“Ohh des kontol papah nikmat banget diisep kayak gitu” erang ayahku

Kami mengerjai kontol kontol perkasa itu selama 5 menit. Kemudian aku bangkit ke arah rak tv yang disana terdapat pula mp3 player. Aku teringat bahwa aku memiliki sebuah kaset music house dan disco. Aku kemudian memutarnya. Dentuman beat segera memenuhi ruangan tengah. Kutarik pelan tangan ibuku. Kutuntun ia berdiri dan kuajak berjoged. Ternyata ibuku sangat pintar menari. Dengan erotis kami melucuti pakaian kami masing masing. Setelah terlepas tubuh telanjang 2 wanita dewasa tersaji didepan mata ayahku dan dedi yang menatap kami seperti serigala lapar yang melihat mangsanya

Aku dan ibuku kemudian saling berpelukan dengan tubuh telanjang kami sambil berciuman. Aku bergerak ke belakang tubuh ibuku menghadapkannya pada ayah dan anakku. Aku kemudian meremas remas payudaranya dengan tangan kiriku sementara tamgan kananku menggeseki memek ibuku. Tangan ibuku bergerak kebelakang meremas rambutku. Ia menoleh ke arahku dan kemudian kami berciuman kembali. Kulirik dedi dan ayahku mereka tengah mengocok kontolnya sambil memperhatikan tingkah lesbi kami.

Setelah puas berjoged dan saling bercumbu dengan ibuku. Aku menuju ke arah ayahku. Menarik kaos yang di pakainya keatas bermaksud membukanya. Ibuku juga melakukan hal yang sama pada dedi. Ibuku kemudian berbaring terlentang di tengah karpet dan memanggil dedi untuk menjilati memeknya

“Sini cucuku yang ganteng ayo memek oma pengen dijilat kayak tadi” kata ibuku sambil tangannya mengelusi memeknya sendiri. Dedi kemudian segera menghampiri ibuku. Diantara 2 kaki ibuku, dedi menungging menjilati permukaan memek ibuku.

“Ahh sshh trus sayang ohh jilat memek oma, trus sedot itil nya ohh” kata ibuku sambil meremasi payudaranya”

“Pah memek desi juga mau dijilatin pah” kataku

“Ayo sini berdiri kamu diatas sofa” kata ayahku menepuk sofa. Aku kemudian berdiri diatas sofa mengangkangi badan ayahku. Dengan segera ia melumat memekku. Tangannya begitu jahil meremas buah pantatku sementara jarinya nakal mencolek lubang pantatku.

“Ohh ahh memek sama bool desi enak pah trus mainin bool desi pake jari papah ahhss”

“Sllurrpp slluurpp” suara isapan ayahku di memekku.

Selama beberapa menit mereka mengerjai memek memek kami. Aku yang tak tahan ingin segera dimasuki oleh kontol ayahku segera menurunkan pantatku. Setelah memeku begitu dekat dengan kontol ayahku. Kuarahkan kontolnya dengan tangan kananku

*sleb plok” kontol ayahku dengan cepat menghujam memekku. Pahanya yang kokoh bertumbukan dengan pantatku yang mulus. Aku kemudian bergerak secara liar diatas ayahku bagai penunggang kuda.

Kulirik ibuku dan dedi juga sudah memulai penetrasi. Dengan posisi misionaris dedi menghujam hujamkan kontolnya ke memek ibuku. Tangannya meremas payudara ibuku sesekali ibuku mengangkat sedikit bagian kepalanya untuk berciuman dengan dedi

“Muach muach kamu ahh suka ngentotnya sayang ouggh kamu suka ngentot sama oma dan mamahmu ouggh trus sayang kontolin trus memek oma” ceracau ibu

“Ahh ahh ahh iya oma dedi suka memek oma oucchh sshh dedi suka memek mama, oughh dedi anak nakal oma ahh dedi suka ngentotin keluarganya ahh ssgh” ceracau dedi

“Ohh yaah oughh kamu nakal masa oma yang dah tua gini masi dientotin oyghh cucu oma ngontolin memek oma, neneknya sendiri lagi, kamu memang anak nakal dedi” ceracau ibuku

“Ahh ahh dedi ngentotin oma ohh dedi ngentotin memek enak neneknya ahh sshh ahh ” desah dedi dengan mata terpejam
Kulihat goyangan pinggul ibuku semakin liar menyambut kontol dedi yang keluar masuk di memeknya dan kemudian tak berapa lama ia berteriak akibat orgasmenya untung saja music yang kuputar cukup keras sehingga suara teriakan nikmat ibuku bisa tersamarkan

Tak mau kalah dengan ibuku aku juga merasakan akan mendapatkan klimaksku. Kujambak rambut ayahku. “Ahhhh dessiii kellluaarrr papahh sayyaanngggg” lagi lagi orgasmeku kudapatkan dari ayahku.

Aku ambruk diatas dada bidang ayahku. Ia merangkulku sambil mengelusi rambutku. Aku yang telah pulih kemudian menoleh kearah dedi yang memeluk tubuh neneknya dari atas.”mah desi pinjam dedi sebentar yah mah desi pengen dientot pake 2 kontol”kataku pada ibuku

“Iya hosh hosh, dedi sayang ke mamah dulu yah oma lemes banget.” Kata ibuku pada dedi sambil mengelusi punggung dedi. Dedi kemudian bangkit menghampiriku.

“Pah bool desi papah entot yah biar memek desi buat anak desi dulu muach” kataku sambil mencium bibir ayahku yang dijawabnya dengan anggukan kepala. Kusuruh dedi berbaring terlentang di dekat kami aku kemudian bangkit dan menungging membelakangi ayahku. Ayahku kemudian bangkit berdiri. Ia kemudian melepehkan ludahnya ke arah belahan pantatku. Lalu mengusap usap belahan pantatku yang terlumuri ludahnya dengan kontolnya. Setelah dirasa cukup basah ia kemudian mengarahkan kontolnya menuju lubang pelepasanku. Awalnya sedikit perih dan sakit namun dengan sabar ayahku menusuk lubang pantatku. Dan akhir seperempat kontolnya kurasakan telah memenuhi pantatku. Ia kemudian bergerak maju mundur secara perlahan. Tangan kanannya dari belakang bergerak maju mencari itilku ia kemudian mengelus elusnya. Perlahan rasa perih berganti oleh rasa nikmat.

Kini sudah hampir 3/4 kontol ayahku bergerak secara konstan keluar masuk di pantatku

“Oh bool kamu nikmat sayang apalagi ini nih bersih dan indah shh” ceracau ayahku sambil meremas buah pantatku”

“Ohh perawan bool desi buat papah kok. Oh terus pah genjot” kataku memberi semangat. “Pah desi mau masukin kontol dedi ke memek desi ke situ yuk” kataku sambil berjalan menuju ke arah dedi yang terlentang di dekatku. Ayahku mengikutiku dengan tetap mengeluarmasukkan kontolnya di pantatku

“Hhmmmp ahh sshh dedi sayang anak mama yang ganteng, mamah masukin kontolmu yah.” Kataku setengah merangkak yang kini berada diatas dedi. Ia menjawab dengan mengaggukkan kepala. Ia memegang kontolnya dengan tangan kiri mengarahkannya kelubang surgaku yang telah kudekatkan padanya. Ayahku sejenak berhenti menggenjot pantatku agar memudahkan dedi memasukkan kontolnya. Dan perlahan kontol anakku itu mulai memasuki tempat dimana ia dilahirkan dulu. Begitu kontol dedi amblas di memekku ayahku kembali menggenjot pantatku. Sementara di bawah sana anakku juga menggerakkan pinggulnya keatas dan kebawah menusuk memekku

Oh sungguh nikmat kurasakan apalagi akibat sensasi incest yang kami lakukan menambah nikmat kurasa. Entah apa yang akan terjadi jika ada orang yang melihatku. Seorang ibu yang harusnya membimbing anaknya menjadi pribadi yang baik malah mengajarinya perbuatan yang harusnya tak boleh dilakukan. Bagaimana mungkin seorang ibu rela dan malah menikmati memeknya dihujam dan ditusuk oleh kontol anaknya sendiri.

Gerakan ayah dan anakku makin liar.kontol ayahku makin membengkak di lubang pantatku. Secara cepat ia menusukkan kontolnya ke lubang pantatku. Pahanya bertumbukan keras dengan pantatku yang sekal.

“Ahh papah keluarin yah des ohh bool kamu sempit uuuhh enak nak” kata ayahku

“Ough oughh aahh pejuhin pah oohh pejuhin bool anakmu inii”

“Ahhh papahh kellluuaarrr saayyyanngg” secara bertubi tubi pejuh ayahku yang hangat membasahi lubang pelepasanku. Setelah ejakulasijya mereda ia langsung mencabut kontolnya dan terduduk dibelakangku. Kedua orang tuaku sudah tak sekuat dulu. Mereka langsung kelelahan ketika mereka baru satu kali mengalami klimaks

Kini aku yang bergerak aktif menghujamkan memekku di atas kontol anakku. Kepala kontolnya menusuk nusuk pintu rahimku menambah sensasi nikmat. Saat kulihat kedepan ibuku telah bangkit sambil tersenyum kepadaku ia kemudian berdiri di dekatku

“Oughh ahh terus sayang tusuk terus memek mamah” erangku

“Ahh ahh memek mama paling nikmat ahhh” ceracau dedi

“Hihi kalian memang ibu dan anak paling nakal. Masa orang tua dan anaknya entot entotan sih” kata ibuku yang mulai memprovokasi kami dengan kata katanya. Kata katanya memang benar karna hal ini begitu tabu dan terlarang namun nikmat

“Ahh oughh kan mama sama papa yang oughh ajarin desi” balasku

“Terus kalo nanti dedi punya anak kalo dia laki laki kamu mau ngentot sama cucumu sendiri begitu hmmm” kata ibuku yang kini sudah berada di belakang tubuhku dan meremas payudaraku. Ia duduk di pangkuan ayahku dengan kontol ayahku yang setengah layu ia masukkan dalam memeknya

“Iya pasti dong ahh kita kan oughh shh keluarga incest, nggak apakan sayang kalo mamah di entot sama anakmu nanti uuhh kontol anakmu nanti nusuk nusuk memek mama”

“Ahh oouuhh iyyaahh mmaahh tapi kalo anak dedi nanti perempuan dedi boleh entotin kan mah” kata dedi menimpali

“Ahhh pasti dong sayang pokoknya kamu harus ambil perawan anak kamu nanti di depan mamah yah aahh”

“Ahh sshh iyah mah oughh memek mama makin ngejepit kontol dedi mah nikmat”

“Hihi pah liat tuh anak sama cucu kita” kata ibuku

“Haha biarin aja mah kan nggak ada yang rugi”

“Desi sayang kalo sekarang mau nggak kamu dihamilin anakmu hmm”

“Ahh mau mahh ayo dedi sayang hamilin mamah, buahi mamah”

“Ahh sshh iya mah oughh mau keluar mah”

“Bareng mamah oughh aahh sayang yah”

“Ahh mamah dedi keluarr ooooooghhhh” teriak dedi

“Ah terus pejuhin memek mama ohh hamilin mamah aahhh dedi mama sampaii jugaa saayangg” kataku yang mencapai klimaksku setelah hampir 20 menit berada diatas tubuh dedi. Aku kemudian langsung ambruk dia atas tubuh dedi. Lalu tak berapa lama aku berdiri mengambil bantal kecil yang berada disofa kemudian membaringkan tubuhku terlentang dengan pantatku yang kuganjal dengan bantal kecil itu agar seluruh sperma dedi masuk ke rahimku.

Ibuku kemudian berbaring disamping cucunya sementara ayahku berbaring di sampingku. Kami kemudian saling berciuman dan tak berapa lama kamipun tertidur

***

Selama 2 minggu berada di rumah orang tuaku dalam rangka liburan dedi tiap malam selalu dipenuhi aktifitas seks kami. Baik itu di dapur, ruang tengah, kamar mandi, dan kamar tidur jadi saksi bisu mendengar raungan nikmat kami setiap malam. Kini aku sudah berada di atas pesawat bersama dengan anakku pulang menuju kalimantan
Hingga dedi lulus kuliah dedi tak pernah absen menyetubuhiku. Aku juga telah melahirkan seorang anak perempuan bernama dina berbeda 10 tahun dengan dedi. Kini dedi berusia 24 tahun dan telah bekerja diperusahaan ayahnya sementara dina baru smp kelas 2

Seminggu yang lalu dedi telah berhasil memerawani adik sekaligus anaknya sendiri. Dina akhirnya mau setelah sejak ia sd kelas 5 sudah kutontonkan padanya film film porno bertema incest.

Dan malam ini lagi lagi dedi menyetubuhi dina diatas ranjang kamar tidur aku dan bayu. Bayu saat ini tengah sibuk mengurus cabang perusahaanya di kalimantan tengah. Sehingga aman bagi kami untuk melakukan kegilaan ini.

Dengan posisi doggy dedi menggenjot memek anaknya yang berada diatas tubuhku. Akupun tengah sibuk berciuman dengan putriku yang cantik ini.

“Muach mah kayaknya dina mau pipis deh ahh mah pipis mah dina pipiiiss” erang dina yang merasakan badai orgasmenya

“Ayo sayang giliran mamah” kataku sambil memeluk tubuh dina dan mengelus rambut panjangnya, payudaranya yang baru tumbuh menekan payudaraku yang besar

“Ahh memek mama nggak berubah memek mama yang paling mantap ohh” kata dedi setelah memasukkan kontolnya dan mulai menggenjotku

“Ahh iya sayang kontol kamu juga makin nikmat, makin besar dan panjang kayak almarhum kakekmu ohh sshh” kataku membandingkan kontol dedi dengan kontol ayahku. Ayah dan ibuku telah meninggal saat dedi lulus sma.

“Ahh mamah dedi pengen pejuhin memek mama terakhil kali sebelum besok dedi nikah mah sama rini ah ahhh” kata dedi. Ia berkata seperti itu karna beberapa hari lagi ia akan menikahi seorang anak pengusaha kelapa sawit bernama rini

“Ohh pejuhin sayang mama juga mau nyampe mama mau keluar mama mau basahi kontol ahh kamu pakai cairan mamah oouhgh

“Ahh mahh dedi sampai maahhh” erang dedi

“Ahhh mama juga sayangg oohh nikkmmattt” teriak kami bersamaan

Setelah badai klimaks kami lewat. Aku menidurkan dina disampingku sementara dedi keluar kamar. Terdengar ia sedang berbicara dengan rini calon istrinya.

**

20 tahun kemudian aku yang telah berumur kepala 6 sudah tak bisa lagi melayani nafsu seks dedi jadi kini dina lah yang selalu melayani nafsu seks ayah sekaligus kakanya bila berkunjung kemari. Entah sampai kapan lingkaran incest ini berakhir akupun tak tahu

****

Sementara itu di sebuah rumah di tengah kompleks perumahan

“Ahh hamilin mama sayang hamilin sebelum papamu dedi pulang cepet

“Ahh mamah rini aku hamilin mamahku rini

“Oughh dodi mamahh ssammmppaiii sayaanngg”

“Ahh mmmaammaahh dodi jugggaaaa…

TAMAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*