Home » Cerita Seks Mama Anak » Gairah Yang Terpendam

Gairah Yang Terpendam

“Pagi mah,”
“Pagi, Rudy. Jadi kamu pergi ke Bogornya?”
“Gak jadi, mah. Temen aku bapaknya sakit jadi besok aja katanya,”
“Oh, ya sudah. Ini sarapan kamu Rud, mamah udah siapin,”
“Makasih, mah.” Itulah percakapan di meja makan pagi itu. Rudy dan mamanya Rini.
Rudy anak tunggal Rini, janda muda yang ditinggal cerai karena suaminya tergoda dengan wanita kaya atasan di kantornya.
5 tahun sudah mereka bercerai. Praktis Rini merawat Rudy seorang diri. Rudy yang masih duduk di bangku SMA kelas 3 dan sebentar lagi akan menempuh ujian akhir.
Rudy termasuk anak yang baik, cerdas dan sangat patuh serta sangat menyayangi Rini, mamanya.
Rini masih bisa dibilang muda, 35 tahun. Usia wanita yang sedang ‘hangat’ dalam suatu rumah tangga.
“Mah, boleh Rudy tanya?”
“Ya, boleh dong, mau tanya apa?”
“Kenapa mamah gak cari pengganti papah?” Rini tidak segera menjawab, dia mengambil gelas yg berisi minuman dan meminumnya.
“Kenapa, mah?”
“Ah, belum kepikiran aja, Rud, mamah masih focus sama usaha mamah, agar kita bisa bertahan hidup dan yang terutama adalah sekolah kamu, nantilah kalo kamu sudah selesai SMA terus kuliah, nah baru mamah mikirin hal itu,” jawab Rini sambil menatap Rudy yang terlihat mengerti dengan alasan dan jawaban Rini.
Keduanya kembali meneruskan sarapan nya.
Rini menjalankan usaha rumahannya, membuat design-design boneka anak2, sekaligus membuat boneka-boneka mungil untuk asesoris mobil dan gantungan kunci.
Dari usaha itulah Rini menyambung hidup dan menyekolahkan Rudy.
“Sekarang, mamah yang mau tanya sama kamu, boleh?”
“Mau tanya apa gitu, mah?”
“Yaaahh, anak mamah ini ya, mamah tanya malah balik nanya,”
“O iya, he he… Maaf atuh, mah. Sok, mamah mau nanya apa?
“Nah gitu dong, kamu udah punya pacar, Rud?”
“Emang boleh gitu Rudy pacaran, mah? Kan Rudy masih sekolah?”
“Balik nanya lagiii, bukan nya dijawab, iiihhhh..” Rini, mencubit pipi Rudy, gemas.
“Ha ha ha . . . Maaf lagi atuh, belum mah. Gak laku sama perempuan, ha ha ha,” Rudy tergelak, tapi terlihat wajahnya sedikit memerah.
“Jangan bohong sama mamah atuh, Rud. Mana mungkin anak mamah yang ganteng begini gak laku sama cewek, bo’ong banget deh,”
“Mmh, iya mah. Ada sih pacar Rudy tapi belum lama jadian nya,”
“Kok pake ‘sih’ segala?”
“Iya, mamahku sayaang.. Rudy udah punya pacaarr,” tegas Rudy sambil berdiri dari kursinya dan menghampiri Rini, lalu memeluk dan mencium pipinya.
“Makasih yaaa, mamah udah ijinin Rudy buat pacaran?”
“Ihhh, Rudy.. kapan mamah bilang kasih ijin?”
“Lahh, jadi mamah nanya itu bukan artinya ngijinin ya?,”
“He he he, iya iyaa, Rudy sayang anak mamah.. boleh kok, asal jangan lupa belajar ya, kan bentar lagi kamu ujian,” jawab Rini sambil tersenyum, senang melihat anaknya sedikit kaget.
Plong..! Rasanya hati Rudy, dipeluknya Rini dengan erat, Rinipun memeluk Rudy dengan penuh kasih sayang, diciumnya kening Rudy.
“Mamah sayang sama kamu Rud, sayaaang sekali,” ujar Rini sambil tetap memeluk Rudy erat-erat. Ada sedikit rasa cemburu di hati Rini.
Cemburu? Kenapa aku harus cemburu dengan anakku sendiri? Bukankah memang sudah usianya Rudy untuk mengerti apa itu yg namanya punya pacar? Demikian kira-kira kecamuk hati Rini.
“Mamah, kenapa? Kok ngelamun?” Tanya Rudy sambil mencolek bibi Rini dengan ujung jari telunjuknya.
“Eh.. oh.. enggakk, siapa yang ngelamun, wew!,” jawab Rini memerah wajahnya, sambil balas mencolek bibir Rudy dengan ujung jari telunjuknya juga.
“Mamah kalo wajahnya memerah gitu makin cantik,” kata Rudy sambil mengusap pipi Rini dengan punggung jarinya.
“Iiih, anak mamah ini udah bisa merayu yaa,” wajah Rini semakin memerah, ada rasa bahagia dikatakan cantik oleh Rudy.
“Kamu juga tampan, Rud… makanya bo’ong banget kalo kamu bilang gak punya pacar, huuu… ,” Kata Rini sambil mencubit hidung Rudy, lalu berdiri dari kursinya dan berlari kecil menuju kamarnya.
“Ehhh, dia kabur.. awas yaa.. Rudy bales niih cubitannya,” Rudypun berdiri dan mengejar Rini ke arah kamarnya…
Begitulah keseharian Rini dan Rudy, penuh dengan tawa dan canda. Mereka sudah seperti teman bukan ibu dan anak lagi. Saling terbuka satu sama lain. Rini naik ke tempat tidur dan mojok di ujung dipan.
“hayooo, mau lari kemanaaa…,” Rudy bergaya mau menangkap Rini. Dan langsung melompat ke tempat tidur serta merangkul Rini hendak mencubit hidung Rini, tapi kaki Rudy tersangkut ujung sprei dan terjerembab ke pelukan Rini, wajahnya tak tertahan menabrak wajah Rini dan bibir Rudy tepat mendarat di bibir Rini.
Mmmmfffff……. Sejenak mereka terdiam, Rini yang reflex menjulurkan lidahnya dan lidah mereka bertemu. Sejenak keduanya terdiam, memejamkan mata. Kejadiannya begitu cepat dan diluar dugaan. Rini melepas pagutan bibirnya dan mendorong Rudy perlahan-lahan.
“uhh, maaf mah, gak sengaja,” kata Rudy sambil mundur seperti orang linglung.
“Rudy, beresin piring di meja dulu ya , mah,” kata Rudy sambil bergegas menuju meja makan.
Rini masih terdiam di tempat tidurnya. Ada sesuatu yang aneh dalam perasaan nya, tapi entah apa….
Demikian juga dengan Rudy, sambil membereskan piring, pikiran nya kerkecamuk gak karuan…

Kejadian pagi tadi benar-benar mengganggu perasaan Rudy dan Rini. Mereka jadi banyak berdiam tanpa bicara, sibuk dengan perasaan dan pikiran masing-masing. Keduanya hanya duduk bersebelahan sambil menonton tivi di kamar. Bersandar di dinding ranjang. Rudy memegang remote dan berkali-kali mengganti saluran acara tanpa sadar apa yg dia liat. Rinipun hanya menatap tivi tanpa bereaksi ketika salurannya diganti-ganti.
Perlahan-lahan Rini menyandarkan kepalanya ke pundak Rudy.
Rudy melihat wajah mamanya yg bersandar di ujung pundaknya. Dengan ragu-ragu tangan kiri Rudi memegang pipi kanan Rini yang bersandar di pundak kanan nya.
Perlahan Rudy menarik pipi Rini ke arahnya. Rini mengikuti tarikan telapak tangan Rudy. Dan wajah keduanya sekarang sangat dekat.
Mereka bertatapan tanpa bicara. Rini perlahan memejamkan matanya dan bibirnya sedikit terbuka.
Rudy mendekatkan bibirnya ke bibir Rini dan akhirnya menempel, lidah Rini sedikit menjulur, disambut dengan lidah Rudy.
Mereka berciuman lembut. Rini merubah posisinya sehingga sekarang berada berhadapan dengan Rudy dan menindih dada Rudy.
Rudy merasakan sesuatu yang lembut, hangat menekan dadanya. Jantungnya derdegup cepat. Diraihnya Rini hingga sekarang mereka berpelukan dan berciuman semakin erat…
Rini melenguh…. Tangannya Rini merayap di pinggang Rudi, menyelinap ke balik kaos Rudy… turun ke bawah menyelusup ke dalam celana pendek Rudy.
Tidak terlalu sulit karena Rudy hanya menggunakan celana kolor basket. Rini merasakan sesuatu benda hangat, keras dan berdenyut di balik celana Rudy..
Ya… kontol Rudy sudah tegang dengan sendirinya…
“Emmhhhh….”, Rudi terhenjak merasakan sesuatu sensasi yang demikian nikmat.
Rini meremas kontol Rudy yang sudah keras dan hangat…Rudy menarik kolornya sehingga sekarang dia telanjang.
Rini mendengus, melepas ciumannya… matanya menatap kontol Rudy yang ternyata demikian besar dan panjang…
Rudi bersandar memejamkan mata…
“Hhhhhhh..sssssss… mamaahhhhhh……” Rini mundur merosot ke arah kontol Rudy, mencium kepala kontol nya, menjilat memutar lidahnya di ujung kontol Rudy.
Rudi menggelinjang, menggeliat merasakan nikmat yg sangat hebat. Melihat Rudy menggeliat dan merintih. Birahi Rini bergejolak.
Dengan segera Rini melepas baju, beha dan celana dalam nya. Lalu dia berbaring telentang di samping Rudy.
Hampir tidak percaya Rudy melihat hal itu. Di sampingnya sekarang terlihat seorang wanita cantik dengan tubuh sintal tanpa sehelai benangpun telentang pasrah…
payudaranya masih terlihat kencang dengan puting yang sedikit berwarna coklat muda. Bergerak naik turun karena nafas Rini yang memburu…
Memek dengan bulu yang lebat terlihat begitu menggairahkan Rudy…
Kaki Rini perlahan dibuka dan sekarang posisi yang mengangkang. Semakin jelas terlihat belahan memek yang memerah basah…
Rudy perlahan menaiki tubuh Rini… meremas payudaranya.. melumat putingnya dan meremas, meremas dan terus meremas dengan lembut…
Rini merintih, menggelinjang…
“Aahhhh… terus sayangggg….. iyaaahhhhh….. ooohhh… ssshhhhhh,’’ Tangan Rini meraih kontol Rudy dan membimbingnya memasuki lubang diantara sela-sela pahanya yang sudah banjir dengan air birahi….
Dengan sekali tekan pantat Rudy dan melesaklah Kontol yg sudah keras itu…
“Aaahhhh… mamaaaaahhhhh…….. aduuuhhhhhh,” Rudy menggenjot perlahan. Rini memeluk erat tubuh Rudy….
“Ahhhhh… sayanggggg….. ooohhhhhh…. Apa yang kita lakukaannnnnn…” Rudy, yang tersadar segera mencabut kontolnya dan segera mundur…
Rinipun tersadar… dia segera bangun dan mengambil pakaiannya, lalu menutupi tubuhnya….
“ohhh…. Aduuuhhh.. maafin mamah sayang…..,”
“Hhhhh… Rudy juga mahhh…” Keduanya terdiam.
Rudy mengenakan celananya dan bergegas ke kamar mandi, sementara Rini mengenakan pakaiannya…
Yahhhh, iblis memang cerdik, dan pandai. Bisa memanfaatkan kondisi yang tepat untuk menggiring dua insan sedarah itu untuk berbuat dosa.
———————————————-
Rudy masuk kamar, dilihatnya Rini masih duduk di tempat tidur.
“Bobo yuk, mah,” kata Rudy langsung naik ke tempat tidur dan menarik selimut.
Mereka memang tidur seranjang sejak Rudy kecil. Dan tanpa sadar saat ini Rudy sudah beranjak dewasa.
5 Tahun bukan waktu yg sebentar bagi seorang wanita seumuran Rini.
Usia dimana wanita lain sedang menikmati masa-masa birahi. Sedang Rini hanya berkutat dengan rutinitas sehari-hari dan merawat Rudy anak laki-laki buah hatinya.
Rini tersenyum menatap Rudy, diapun menarik selimutnya dan sekarang mereka berdua dalam satu selimut tebal.
“Maafin Rudy ya mah.. Rudy khilaf.”
“Mamah juga minta maaf ya sayang, mamah gak bias mengkontrol nafsu mamah,”
“Iya mah, Rudy ngerti. Mamah memang masih sangat membutuhkan kehangatan pelukan seorang laki-laki. Mamah masih muda, cantik, seksi,” Rini memerah wajahnya.
“Terimakasih sayang, kamu sudah pintar dan agresif,” “Yeee, mamah ngeledek deh,” “Ha ha ha.. iya kok.. Mamah aja sampe rasanya terbang melayang,” Rini menatap Rudy yg juga sedang memperhatikannya. “Mah…,” “Iya, sayang,”
“Boleh Rudy mencium mamah?”
“Ciumlah sayang, gak ada yg melarang,” Rini memejamkan matanya, bibirnya sedikit terbuka.
Perlahan Rudy mencium bibir Rini. Lembut, hangat, itulah yg Rudy rasakan.
“Makasih ya mah,”
“Kamu mau Rud?”
“Mau apa, mah?” Rini tidak menjawab tapi dia menarik selimutnya hingga terlepas.
Lalu dia duduk dan membuka kancing dasternya. Melepas BH nya lalu celana dalam nya hingga bugil…
“Ini sayang,” kata Rini sambil membuka kedua tangan nya..
terlihat kembali oleh Rudy kemolekan tubuh mamanya. Rudi mengerti lalu diapun membuka pakaiannya.
————————
Fenomena yang terjadi saat ini, dimana sering terjalinnya hubungan sex antara anak dan orang tua.
Banyak factor yg menyebabkan terjadinya perbuatan ini. TS akan berikan satu contoh yg terjadi pada teman TS.
Satu rumah hanya dihuni oleh berdua. Ibu dan anak laki2 yg sudah menginjak akil balig.
Segala kegiatan yg terjadi di dalam rumah hanya dilakukan berdua,
Tidur sekamar, seranjang, bahkan satu selimut.
Mandi berdua, makan berdua.
Rumah berada di satu perumahan yang sepi.
Halaman berpagar dan terkunci.
Si ibu ditinggal suaminya/ cerai/ meninggal sudah bertahun-tahun.
Si anak sudah mulai mengerti sex.
Pendidikan agama yang sangat tipis. Jarang bergaul dengan tetangga.
Akibatnya, suasana yang demikian sangat rentan terjadi incest.
Dengan alasan (untuk si ibu) dari pada anaknya menghamili anak gadis orang lain, sekalian memberi pembelajaran sex yang aman dan bebas penyakit kotor.
(Ini pembelaan pembenaran dari para pelaku).
Dan hal itu terjadi pada Rini dan Rudy anaknya.
—————————–
Rini menggelinjang, merintih, melenguh, menjambak, mencakar Rudy yang mencium seluruh tubuh Rini dengan jilatan rabaan dan remasan..
Payudara mengkal yg lama tidak tersentuh menjadi sasaran yg sangat menggairahkan Rudy.
Puting yang sudah semakin keras menambah gairah Rudy untuk melumatnya dengan sedotan dan jilatan lidah yang menjalar ke seluruh kulit mulus Rini yang sudah berkeringat.
“Ohhhhhhh…sayaaannngggg…. Terusss sayanggg…. Entotin mamahh… pleaseee.. mamah gak kuatt sayang…” Rudy membalikkan tubuh Rini hingga tengkurap…
Belahan buah pantat Rini di buka dengan tangan Rudy, tampaklah bo’ol dan memek Rini yang sudah banjir dengan cairan yang licin dan beraroma khas.
Rudy segera memasukkan kontolnya yg memang sudah tegang.. blessssssss….
Melesaklah kontol Rudy menyelusup memek Rini yang sudah membengkak memerah dan banjir. “AAaaouuuuhhhhhhhhh…… sayaaaannnnnggggggggg’’ Rini menjerit keenakan.
Diangkatnya pantat Rini sehingga kontol bisa Rudy lebih dalam lagi menjelajah rongga hangat memek Rini.
Rudy memeluk Rini dari belakang sambil kedua tangannya meremas payudara Rini. Genjotan pantat Rudy menambah sensasi pergeseran kulit memek yang menjepit kontol Rudy.
Rini memeluk dan menggigit bantal menahan kenikmatan yg tiada taranya…
Keduanya terus menikmati gairah terlarang dan terkutuk itu dengan penuh nafsu birahi….
Akhirnya Rini mengejang, matanya terbeliak…
“Oooooohhhhhhggggh saaayyyyynggg… mamahh keluaaarrrrrrr…..hhhhh… sssshhhh adduuuuuuhhhhhh… sayaangggg… keluaarrrrr………” Rudy pun menyemburkan cairan kenikmatannya memenuhi ruang memek Rini..
dan akhirnya terkapar di atas punggung Rini… Klimax bersama….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*