Home » Cerita Seks Mama Anak » Mamaku Hamil 11

Mamaku Hamil 11

Sore kemarin setelah bertemu haris, rani bertemu suaminya

“Eh.. kamu” sapa rani melihat suaminya ketika haris pergi

“Kamu ngomong apa sama haris?” tanya pak arso

“Gak ngomong apa-apa”

“Aku lihat tadi wajah kamu serius banget, gak usah bohong” ucap pak arso penasaran

“heem…. si haris mau pisah sama istrinya, kamu pasti seneng,kan?” ucap rani jutek

“Kamu serius?” tanya pak arso tak percaya

“Iya serius. Barusan dia ngomong”

“Baguslah kalo begitu. Aku nanti bisa lebih leluasa menyetubuhi wanita itu. Apalagi istri haris kan gak bekerja hehe” gumam pak arso dalam hatinya sambil tersenyum sendiri

“Hei, kamu kok ngelamun sih, ih senyum sendiri lagi… kamu senengkan? Hayo ngaku sama aku…”

“Kalau seneng kenapa? Kamu kan juga dah tahu aku naksir istrinya haris itu. Lagipula adilkan si haris juga seneng sama kamu” ucap pak arso membela diri

“Tau ah, terserah kamu. Aku mau balik” ucap rani meninggalkan suaminya

“Yee.. yaudah bareng aja. Aku bawa mobil..” ucap pak arso menyusul istrinya.

############

Sementara pak broto dan nia masih dalam keadaan menyatu di kamar mandi. Lelaki paruh baya itu menekan penisnya dalam-dalam usai mencapai orgasmenya. Ia berharap lahar panas yang dikeluarkan penisnya benar-benar tertanam dalam vagina nia.

“Udaahhh sanaa pakkk menjaaauhhhh” nia dengan tenaga yang tersisa mendorong pak broto

Nia mendorong tubuh pak broto dengan kedua tangannya. Ia ingin penis lelaki itu lekas terlepas dari liang kemaluannya. Alhasil, penis lelaki tua itu terlepas. Cairan mereka berdua tumpah dan jatuh di lantai kamar mandi. Sisanya mengalir ke bawah membasahi paha nia. Nia terengah-engah. Sementara pak broto sedang mencoba mengambil sarung dan pakaiannya.

“Lain kali kita coba yang lebih panas yaa bu hehe” ucap pak broto tertawa

“Enggak pakkk! Sayaa enggak akan mau lagiii. Cukupp pakkk!” ucap nia memarahi pak broto

Ketika keduanya sedang bercengkerama dalam keadaan bugil di kamar mandir. Terdengar suara pintu ruang depan terbuka. Nia dan pak broto panik. Pak broto lekas buru-buru memakai sarungnya dengan asal-asalan. Nia mengambil handuk yang tergantung di kamar mandi dan menutup tubuhnya dengan handuk itu seadanya. Tiba-tiba,

“Maaaaaaa…….. mama dimana?” teriak bayu usai pulang sekolah sambil menaruh tas dan melepaskan sepatunya.

“Iyaaa deeee sebentar” sahut nia buru-buru mengenakan handuk

“Mama? Pak broto? Lagi ngapain? tanya bayu amat bingung

“Emmmmm pak broto lagi benerin keran air tadi gak nyala dee” jawab nia seadanya dengan waja panik

“Emmm iya de bener kata mama kamu. Tadi itu mama kamu lagi mandi tiba-tiba airnya mati. Nah, kebetulan air baknya udah sedikit. Mama kamu langsung nyamperin bapak deh ke rumah, minta tolong benerin” terang pak broto dengan wajah panik.

“ohhh gituu. Yaudah maa.. mama bisa keluar dulu enggak sebentar? Bayu mau buang air kecil” ucap bayu dengan lugu mencoba masuk ke kamar mandi.

“Oh yaudah silahkan de…” nia keluar kamar mandi bersama pak broto

“Oke. Yaudah nanti kita kapan-kapan main lagi yaa cantikk hehe” ucap pak broto mencubit lengan nia dengan gemas

“Pergi sanaa paakkk! Jangan harap saya mau lagi pak…. sanaa pergii! ucap nia mengusir pak broto.

Lelaki tua itu meninggalkan kamar kos nia dengan perasaan puas sambil menenteng pakaiannya. Sementara nia amat kesal dengan kelakuan pak broto sambil membetulkan handuk yang menutupi tubuhnya. Tak lama bayu keluar dari kamar mandi.

“Udah de buang air kecilnya?” tanya sang mama

“udah kok ma”

“Oh yaudah. Mama mandi dulu ya….” ucap nia kepada putranya

“Iya maa…”

Nia masuk ke kamar mandi kembali. Sementara bayu yang masih mengenakan pakaian seragam masuk ke kamar mengganti pakaiannya. Wajah anak itu sepertinya penuh tanya. Berbeda sebelum ia masuk ke kamar mandi. Entah apa yang membuatnya bingung.

“Itu tadi apa yaa… yang kuinjak tadi di kamar mandi kok lengket gitu.. mirip cairan waktu aku mimpi basah hmmm untung udah aku siram…huh” ucap bayu seorang diri sambil mengganti pakaiannya.

Setelah mengganti pakaiannya anak itu membereskan tas dan sepatunya yang ia taruh asal-asalan karena kebelet buang air kecil. Lalu anak itu berbaring sejenak di atas kasur kamarnya. Ia melepas lelah usai pulang sekolah. Ia tidak tidur malah memikirkan sesuatu. Dalam benaknya, ia ingin bertemu papanya. Namun, ia ragu apakah mamanya akan mengizinkan. Jika tidak, lalu apa yang harus dilakukannya agar bisa bertemu sang papa. Selain itu jauh di dalam benaknya ada harapan dan keinginan menyatukan orang tuanya, agar hidupnya menjadi normal kembali. Tak lama Mamanya muncul dengan mengenakan handuk yang melilit tubuh sang mama.

“Eh kamu lagi tidur? cape ya? udah makan belum” tanya nia melihat putranya berbaring di atas kasur.

“Sedikit ma. untung aja naik bajaj. Coba kalau enggak. Aku juga gak tahu jadinya kayak gimana. Tadi sih sarapan udah. Cuma belum makan siang aja” jawab bayu menatap sang mama santai sambil berbaring

“Oh yaudah nanti mama beliin makan siang” ucap nia sambil melepaskan handuk dan mengenakan pakaian dalamnya

“Enggak usah deh ma. Biar aku ikut mama. Kita makan bareng di luar aja. Lagipula, aku bosen sendirian di sini. Udah temenku gak ada yang tinggalnya di sini lagi…huhh” ucap bayu memalingkan wajahnya dari sang mama.

“Oke.. yaudah. Kamu bangun dong malah tidur”

“Iya maa…

#############

Malam kemarin pula pak arso pulang bersama istrinya….

Pak Arso dan istrinya pulang bersama dengan menggunakan mobil sedan pribadi mereka. Keduanya asyik bercakap-cakap sebagaimana mustinya suami-istri.

“Ma, kamu enggak marah kan kalau aku naksir istrinya haris?” tanya pak arso sesekali menatap wajah istrinya sambil menyetir.

“Kenapa harus marah sih pa. Lagipula suaminya naksir aku. Jadi gak ada problem”

“Ohhh.. eh iyaa maa aku mau tanya, tapi kamu jangan marah ya?” ucap pak arso ragu

“Yaudah tanya aja kali paa… aku istrimu juga kok”

“Kamu masih suka tidur sama haris?” ucap pak arso pelan

“Kalau ya, kenapa pa? Papa cemburu?”

“Heemm enggak kok ma. Cuma papa agak punya fantasi sedikit ajaa…” ucap pak arso dengan nada pelan

“Fantasi apa pa?” tanya rani penasaran

“Aku takut kamu marah”

“Adduhhh sih papa.. tadi kan aku udah bilang aku enggak akan marah kok paa” ucap rani meyakinkan

“Heeemm papa punya fantasi seksual nih maa”

“Ehh…Apaa tuh paa?” tanya rani amat penasaran

“Emmm papa kebayang nyetubuhin mama bareng si haris. Mama mau gak kira-kira kalau papa wujudin rencana itu?”

“Emmmm sebentar yaa pa…. mama pikir dulu…..” ucap rani sambil memikirkan.

Pak arso sibuk menyetir sambil menunggu jawaban istrinya. Entah apa yang membuat laki-laki itu tiba-tiba punya keinginan demikian. Sementara sang istri memikirkan penuh pertimbangan terkait keinginan sang suami.

#############

Sementara bayu dan sang mama sudah rapi. Mereka berdua kompak mengenakan kaos dan celana jins panjang. Kini, keduanya sedang berada di depan tempat kos mereka. Bayu bersama mamanya akan makan siang bersama di luar. Sang mama sedang mengunci tempat kos mereka, sedangkan bayu berdiri melihat sekeliling tempat kosnya. Setelah mamanya selesai mengunci, bayu lekas berangkat bersama sang mama. Hanya saja,

“Aduh aduhh pada mau ke mana nih?” tanya pak broto tersenyum melirik nia

“Yuuk de kita langsung berangkat aja” jawab nia memalingkan muka dan menarik tangan putranya untuk lekas pergi

“ohh sekarang kamu sombong yaa… giliran tadi ajaa keenakan hehe” sahut pak broto menanggapi sikap nia

Bayu hanya menurut ucapan sang mama. Tangan yang ditarik mamanya ia ikuti saja kemana akan pergi. Namun, di dalam hatinya ada sesuatu.

“Hah? Keenakan? Maksudnya pak broto apa ya” tanya anak itu dalam hati.

Ibu dan anak itu pergi meninggalkan tempat kos mereka. Keduanya mencari tempat makan siang. Tentunya mereka mencari tidak jauh-jauh. Terlebih, nia benar-benar mengirit kebutuhannya di tengah ia belum mendapatkan pekerjaan.

“Kita mau makan apa ma?” tanya bayu sambil berjalan bersama mamanya

“Kita makan soto ayam aja yuk. Tuh di sana ada soto ayam yang katanya enak lhoo” ucap nia sambil menunjukkan.

“Yaudah maa. Kita langsung ke sana aja.

Bayu dan sang mama lekas menuju tempat makan yang mereka inginkan. Setelah sampai di sana, mereka duduk. Warung soto tempat mereka makan cukup sederhana. Hanya saja, pelanggannya cukup ramai. Beruntung mereka mendapatkan tempat duduk kosong. Sang mama lantas berdiri memesankan soto yang keduanya inginkan. Selain itu, nia memesan nasi dan es teh manis untuk dirinya dan putranya. Lalu Keduanya berbicara satu sama lain sambil menunggu makanan dan minuman dihidangkan.

“Maa…. emmm aku boleh tanya sesuatu gak?” tanya bayu agak takut

“tanya apa?”

“emm nanti aja deh” sahut bayu tak jadi bertanya.

“Gimana tadi katanya mau nanya heemm”

Usai bayu enggan bertanya, nia teringat sesuatu. Muncul pikiran khawatir dalam dirinya. Itu terkait ketika bayu memandanginya bersama pak broto di kamar mandi. Nia takut bayu jadi berpikir macam-macam walaupun demikian kejadian memang begitu. Lantas dia dengan ragu bertanya,

“Dee… menurut kamu mama dan pak broto kemarin di kamar mandi sedang apa?”

“Pak broto lagi bantuin mama kan? katanya mama kerannya rusak makanya pak broto bantuin benerin, memangnya kenapa ma?” tanya bayu heran

“Emmm gapapa kok” ucap nia tersenyum

“Ohhhh”

“Bagus deh kalo begitu” ucap nia dalam hati

Karena sang mama bertanya demikian, bayu menjadi penasaran kenapa mamanya bertanya begitu, seolah-olah tidak percaya. Tak lama makanan dan minuman yang keduanya pesan datang.

########

Sementara haris sedang sibuk di kantornya, sedangkan saat itu sedang jam istirahat. Tugas menumpuk di meja kerjanya. Ia harus menyelesaikan tugas itu tepat waktu. Meskipun demikian, ia sejenak mengambil nafas dan meminum teh hangat yang telah tersedia. Terlintas dalam benaknya akan kerinduan pada sang putra. Ia rindu pada anaknya, bayu. Namun dia bingung bagaimana bisa bertemu dengan bayu, sedangkan istrinya sepertinya tidak mengizinkan. Tiba-tiba telepon selularnya bergetar. Sebuah pesan bb* masuk. Pesan itu dari wanita yang membuatnya berpisah dari bayu.

“Mas, pulang kantor bisa ketemu gak? Ada yang mau aku omongin” tanya rani dalam pesan itu

“Untuk kamu apa sih yang gak bisa” balas haris tersenyum sendiri

“Oke mas. kita ketemu di tempat biasa ya” balas rani langsung

“Iya saayanggg” balas haris dengan wajah senang.

Tiba-tiba pak arso mendatanginya. Ia melihat bawahannya tersenyum dan senang sendiri.

“Heeeii hariiss! Kamu malah senyam-senyum sendiri. Itu tugas kamu masih banyak yang musti diserahin ke saya. Udah selesai belum?!” tegur pak arso.

“Iya pakk maaf” sahut haris nyengir usai pak arso memergokinya.

Laki-laki itu kembali bekerja di jam istirahatnya. Namun, mendapat pesan dan janjian ketemuan dengan rani membuatnya tidak begitu terbebani dengan pekerjaannya. Ia justru tambah bersemangat menyelesaikan, agar ketika bertemu dengan selingkuhannya itu ia tidak terbebani pikiran akan tugas yang masih menyisa.

Sementara pak arso sibuk memegang telepon selular di ruangannya entah apa yang akan dilakukannya.

###########

Nia dan putranya sedang menikmati makan siang mereka. Tak banyak obrolan yang mereka utarakan seperti sebelum makanan dan minuman disajikan. Tak lama makan siang mereka selesai. Nia lalu membayar makanan dan minuman tersebut. Kemudian ia duduk sebentar bersama bayu sebelum meninggalkan warung soto itu.

“Kamu kok makanannya gak dihabisin de? Mendingan kamu tadi berdua mama aja” tanya nia kepada putranya

“Udah kenyang ma. Maaf ya” jawab bayu dengan nada pelan

Sungguh anak itu tidak mengetahui kondisi keuangan sang mama. Padahal, mamanya sedang mengirit kebutuhan hidup. Lantas keduanya meninggalkan warung soto. Seusai meninggalkan warung soto, bayu berencana mengajak sang mama ke mall. Namun, mamanya enggan menuruti kemauan putranya. Bayu pun cemberut. Nia tidak bisa berbuat apa-apa pada saat putranya memohon padanya. Sambil berjalan pulang ke tempat kos mereka, nia terpikirkan dimana dia harus bekerja sekarang, sedangkan keuangannya semakin menipis. Tak lama ia dan putranya tiba di tempat kos mereka. Suasana lengang di sekitar mereka. Tak ada pak broto yang tadi bertemu ketika hendak pergi. Mungkin laki-laki tua sekaligus pemilik kos, sedang tidak berada di rumah. Nia membuka pintu yang terkunci. Bayu menunggu. Tak begitu lama masuklah keduanya ke tempat mereka menginap.

“Cape juga yaa maa jalan…” ucap bayu duduk di ruang depan yang hampa

“gitu aja cape de ckckck” sahut sang mama berjalan masuk kamar

“Ihh si mama gak percaya…” balas bayu

“Yaudah deh mama percaya percaya deh…” ucap nia mengulangi.

Di dalam kamar nia mengganti kaos dan celananya dengan pakaian yang lebih santai. Smentara bayu sibuk melamun di ruangan depan. Entah apa yang dipikirkan anak itu. Lalu nia menemui putranya di ruang depan.

“De, kamu gak ganti pakaian? Gak panas tuh? tanya nia sambil mengunci pintu dari dalam.

“Enggak maa nanti ajaa.. lagipula aku masih berkeringaat. Nunggu keringat kering dulu baru ganti pakaian”

“Oke deh kalo begitu. Mama istirahat dulu ya di kamar. Kamu kalau mau istirahat, istirahat aja” ucap nia meninggalkan kunci mengait di pintu

“Iya maa” jawab bayu lemas.

Di dalam kamar nia beristirahat sambil memegang telepon selularnya. Saat itu pula ia mulai memikirkan pekerjaan apa yang akan diambilnya. Tak lama pesan masuk ke dalam telepon selularnya. Atasan suaminya, pak arso, mengirimi nia pesan.

“Halo niaa… apa kabar? Masih ingat aku kan sayang? Eh iya Kamu sekarang pasti lagi butuh pekerjaan kan? aku bisa bantu kamu sayang… hubungi aku yaa. Arso.”

Membaca pesan tersebut, lantas nia terkejut bagaimana lelaki tua itu tahu kalau dia sedang butuh pekerjaan. Dia berpikiran mungkin suaminya yang memberi tahu. Kini nia bingung .D satu sisi dia butuh pekerjaan. Di sisi lain, ia takut pak arso pasti punya rencanan kotor terhadap dirinya. Ia melamun mempertimbangkan di atas tempat tidurnya.

Sementara bayu sibuk memikirkan bagaimana ia bisa bertemu papanya. Dia ingin sekali bertemu melepas rindu. Ia berpikir keras. Tak lama anak itu punya ide.

“Kalau begini pasti bisa” ucap bayu pelan sendirian

###########

Jauh di luar Jakarta sana, dua lelaki paruh baya sedang melepas lelah di sebuah gubuk kecil. Wajah keduanya tak sebahagia sebelumnya. Entah apa yang menyebabkan mereka demikian. Dua laki-laki itu ialah Pak Paijo dan Pak bejo. Mereka baru saja bekerja di ladang jagung. Keduanya beristirahat sejenak seperti biasanya sebelum makan siang.

“Adduhhh pakk…. pakk…. saya sekarang jadi kebanyakan manyun di rumah pak” ucap pak bejo lesu.

“Kenapa sih jo? Kamu udah gak betah kerja sama saya?” tanya pak paijo serius

“Bukan itu pak. Saya kangen sama mantu bapak pak…” ucap pak bejo polos

“Adduuhh joo pikiran kamu sama kayak saya. Saya juga kangen sama si nia”

“Iya pak. Bapak sih gak bisa cegah nia pergi… Anak bapak juga gara-garanya bikin kesenangan saya rusak aja” ucap pak bejo kesal

“Aduh joo… kamu malah nyalahin saya dan anak saya jadinya gimana sih kamu ini. Eh iya jo saya jadi keinget waktu kita genjot nia bareng”

“Iyaa pakkk. Si bapak waktu itu lama banget main di memeknya… udah tahu kontol saya gak tahan. Terpaksa lubang anal nia saya embat juga” curhat pak bejo

“Elaaahh kamu juga nikmatin kan? Eh ya, tapi ngomong-ngomong enak juga ya joo… si nia kita genjot berdua”

“Iyaa pakk. Aduhh si bapak… gara-gara obrolan begini di tengah siang hari bolong, otong saya jadi bangun nih pak” keluh pak bejo

“Iyaa sama jooo saya jugaa. Kamu juga sih yang mulai duluan” ucap pak paijo menyalahkan buruh taninya

“Kapan-kapan kita ke jakarta yuk pak? gimana?”

“Gila kamu… jangan bilang kamu pengen genjot nia di Jakarta. Bisa dipukulin anakku kamu” tegas pak paijo

“Yaudah kalo gitu saya pamit dulu yaa pakk”

“Yaudah saya juga mau pamit” pamit pak paijo

Kedua lelaki tua itu pulang ke rumahnya masing-masing setelah selesai bekerja dan beristirahat sejenak.

Bersambung……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*