Home » Cerita Seks Mama Anak » Kisah Keluarga Citra 15

Kisah Keluarga Citra 15

Disuatu hari, disebuah komplek private villa yang terbilang cukup mewah ditepi danau, terlihat keluarga Mike dan Citra sedang berlibur. Mike, Citra, Ciello dan Clara, dalam beberapa bulan sekali selalu menyempatkan sedikit waktu mereka untuk liburan. Entah ke gunung, tempat rekreasi, ke luar negeri ataupun kepantai. Sekedar melepas kepenatan dari sibuknya aktifitas mereka yang tak pernah habis.

“Mamaaaaah…. Ayok Maa balapan di air pake speedboat Maaa….” Seru Ciello riang setelah selesai berganti pakaian dan membereskan barang bawaannya kedalam kamar, “Pasti bakalan seru deh Maa….. Panas-panas gini kebut-kebutan di air….”
“Nggg…. Nanti dulu deh Sayang…. Khan kita baru sampe….” Ucap Citra yang juga sibuk mondar-mandir membawa semua kantong belanja dari dalam mobil. “Lagian Mama khan belum ganti baju renang Sayang…. Ama Papa aja gimana…..?”
“Bentar Kak… Papa harus konfirmasi laporan penjualan sebentar yaaa…” Celetuk Mike yang walau sudah berganti pakaian renang, masih terlihat sibuk dengan smartphonenya, “Kamu duluan aja deh Kak… Nanti Papa susul….” Tambah Mike tanpa melihat kearah Ciello, “Atau kalo nggak… Ama Clara aja dulu gih… Dia pasti mau….”

“Yaaah… Kalo ama Clara mah nggak seru Paa…. Pasti nanti dia marah-marah mulu….” Gerutu Ciello sambil melangkah mendekat ke adik kandungnya yang juga sedang membenahi barang-barangnya, “Heeei Toket……Kamu mau ikut Kakak maenan speedboat nggak…?”

“Nnngg….Nanti dulu deh Kak….Clara mau berendam dulu dikolam…” Seru Clara yang juga sudah dalam busana bikininya sambil menggelangkan kepalanya, “Pasti air danau dinginnya bukan main….”
“Huuuu….Cemeeennn….Bilang aja nggak berani….” Bisik Ciello sambil berjalan mengitari adiknya.
“Yeeee……Siapa juga yang ga berani….Clara khan cuma pengen ngangetin badan dulu di kolam…. Weeeeeekk…” Ledek Clara menjulurkan lidahnya.
“Huuu….Penakut….!” Goda Ciello yang dengan iseng tiba-tiba meremas payudara kiri Clara,”Bilang aja takut toketnya mengkerut kena air danau…..Hahaha….”
“Iiihhhsss Kakaaakk….” Tepis Clara pada tangan jahil Ciello,”Apaan siiiihhh….???”
“Dasar tokeeett silikoooonnn….” Remas Ciello iseng sembari menggoyang-goyang payudara Clara bak puding, sebelum akhirnya ia berlari menjauh dan tertawa geli.
“Iiihhhsss…..Iseng banget siiihhh…..Maaaaah Kak Cieellloooo niiih Maaaaah….” Sebal Clara sembari berusaha mengejar Ciello, “Maaaah….Kak Ciellooo nih Maaaahhhh….Iiihhhhsss nakal banget…”

“Heeeiiiii…. Kakak Cielloooo… Jangan gangguin adiknya mulu aahhh….” Tegur Citra dengan wajah judesnya,”Becanda joroknya dirumah aja…. Jangan disini … Inget… Ini bukan rumah…. Kali aja ada banyak orang yang memperhatikan…”
“Maammpusss….” Girang Clara dengan nada kemenangan,”Rasain diomelin Mama….”
“Kamu juga Clara… Jadi anak jangan cengeng…” Tegur Citra juga pada Clara ,”Dikit-dikit ngambek… Dikit-dikit lapor….”
“Hehehe… Kena juga nih yeee….” Goda Ciello puas sambil cengar-cengir mengejek.

“Udah yaa… Udah…. Kalian jangan berantem lagi… Mama mau keluarin barang belanjaan dulu deh….” Pamit Citra kepada kedua anaknya sambil melangkah kearah Mike dan mengecup bibirnya pelan, “Nitip anak-anak bentaran ya Sayang… CUP…”
“Iya cantikku sayang yang paling seksi….Dan menggairahkan……Cuuuupp…” Kecup Mike yang langsung membalas ciuman bibir istrinya dengan ganas, “Ngeliat kamu marah….Bikin aku jadi ikutan ‘Marah’ Sayang….Cuuup….Sluurrp….Cup Cup….” Tambah Mike yang tiba-tiba memeluk tubuh ramping Istrinya dan langsung mencumbu bibir lembut Citra didepan kedua putra putrinya. Bahkan, Mike sempat meremas kedua pantat bulat Citra ketika mereka berciuman.

“Iiihhhsss Mamaaaa…..Tadi ngelarang anaknya becanda jorok di tempat umum….Sekarang Mama malah yang ciuman….” Protes Clara
“Ehhh…..Enggak kok Enggak….Cup….Cup….Mama nggak ada maksud begitu kok Sayang….Ini….Papa kamu yang mulai….Udah ahh Mas….Udah….Cup Cup Cup….” Alasan Citra berusaha melepaskan diri dari pelukan dan serangan mulut suaminya.
“Iya niiih…..Kata-kata Mama nggak konsisten…..Nggak bisa dipegang…” Celetuk Ciello sambil melirik kearah adiknya, “Berubah-rubah….Mirip tetek Clara…..Kadang besar….Kadang keciillll…..” Tambah Ciello sambil kembali mengganggu Clara. Mencubit salah satu payudaranya sebelum berlari menjauh.

“Kaaaaakkkk Cielllooooo….”Jerit Clara emosi sambil berlari mengejar kakak kandungnya. Berusaha menangkap Ciello untuk dapat membalas perlakuan isengnya barusan.

“Hhhhh…. Kalian tuh yaaaa…..Susah banget kalo dikasih tau…” Omel Citra sambil menggelengkan kepala melihat gaya becanda kedua anaknya.

Layaknya kakak dan adik pada umumnya, Ciello dan Clara memang sering becanda. Tanpa mengenal tempat dan waktu. Saling ejek, saling tawa, saling iseng. Sama seperti saudara pada umumnya. Namun jika dilihat secara seksama, gaya bercanda mereka agak sedikit kurang wajar.

Ciello sering sekali menggoda adiknya dengan cara yang dapat dibilang sedikit mesum. Dengan cara mencabuli tubuh Clara seperti meremas payudara atau mencubit pantat. Sedangkan Clara, juga sering kali membalas perlakuan iseng kakaknya dengan cara meremas kantung zakar kakaknya hingga menjerit-jerit kesakitan.

“Awas ya….Kalo sampe ketangkep….Bakal Clara pecahin tuh telor…. Biar MAMPUS…” Seru Clara gemas sambil menunjuk kearah selangkangan Ciello dan terus berlari-lari mengejar kakaknya.
“Nggak bakalan bisa…..Weeeekkk…..Hahahaha…”

“Heeeehhh….Udah ah udaaahh….Kalian jangan lari-lari….” Teriak Citra berusaha mengingatkan kedua anaknya supaya tak berkejar-kejaran di sekitaran kolam renang villa, “Lantainya licin loohhhh…..Awas jatuuuhhh…..”
“Udah saja sayang…..Biarin aja mereka main…”Seru Mike sambil mengusap pundak istrinya.”Kamu kedapur aja gih…. Aku laper….. Ntar mereka biar aku aja yang ngawasin…”
“Hhhhh……Ya sudah…. Titip anak-anak dulu yaa Sayang…”Pamit Citra lagi sembari berjalan meninggalkan suaminya.

KEJEBLUK….

“Wuadauww….” Teriak Ciello yang jatuh dengan pantat yang mencium lantai duluan.
“Hahahahaha…..” Tawa Clara spontan

Belum juga Citra hilang dari pandangan. Apa yang dikhawatirkan Citra terjadi. Ciello jatuh dalam posisi yang lucu. Membuat ayah dua anak itu ikut-ikutan tertawa lantang.

“Hahahaha…..Kamu kenapa Ciello….? Kamu nggak kenapa-napa khan…?” Tanya Mike sambil berjalan kearah putranya.
“Rasaaaiiinnn…..Mampuusss…..Hahahaha…..” Ledek Clara.
“Addduuuhhh……Sialaaan…. Sakit banget….” Rintih Ciello yang buru-buru bangun sambil mengusap pantatnya, “Aaah….Clara maaaaah….. Ngelihat Kakak jatuh bukannya ditolongin malah diketawain….” Ucap Mike.
“Biarriiiinnnn aja Paaa….Nggak usah ditolongin….” Ledek Clara lagi, “Biar kapok dianya Paa….. Makanya…. Jangan suka ngegrepein tetek Clara mulu…..Jadi begitu tuh akibatnya….Hihihi…..”
“Iiihhsss….Itumah derita kamu jadi adek aku…..Salah sendiri punya tetek gedhe….” Iseng Ciello lagi yang setelah berdiri, langsung memeluk tubuh mungil Clara dari belakang dan meremasi kedua payudara Clara. Setelah itu, Ciello mencubit payudara adiknya keras-keras.

“Aaaaaarrrrrgghhhhh…..Iiihhhhsss Kaakkkaaaaaakkkk…..Aduuhh…..Aduuuuhhhh….” Seru Clara sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan kakaknya dengan cara melancarkan cubitan-cubitan maut ketubuh Ciello.
“Week nggak kena…..Wek nggak kenaaa….” Balas Ciello yang setelah meremas tubuh Clara, segera kabur melarikan diri.
“Iiiiihhhhsss….Aduuuhhh….Kakak maaaaah……Becandanya ngacooo….”
“Hahaha…. Rasaaain…. Rasaaain…. Rasaaain….” Girang Ciello berlari-lari sambil joget.

“Papaaaaa….Kak Ciello tuuuhhh…..Tolong gebukin dong Paaa….” Rengek Clara manja sambil memegangi kedua payudaranya dan berjalan mendekat ke arah Mike.
“Heeeeeh… Ciello… Udah-udah… Jangan ganggu adikmu ahhh… Udah-udah…” Tegur Mike yang segera memeluk putri kandungnya. Berusaha menenangkan Clara dari godaan Ciello.
“Hahaha… Dasar tukang lapor… Yaudah deh….Paaa….Aku mau maen speedboat dulu yaa…..Dadaaahh tokeeett jeeeleeeekkkk…..”

“Iiiihhhhssss… Papaaa….Kak Ciello tuuuhh…..Iseng bangeeett….” Manyun Clara.
“Hahahaha… Jangan ngambek gitu ah Sayang… Kakak kamu khan cuman becanda…” Ucap Mike berusaha menenangkan Clara.
“Becanda sih becanda… Tapi khan nggak harus selalu ngeremes tetek Clara kali Paaa…” Gerutu Clara lagi dengan mulut manyunnya,”Khan itu namanya nggak sopan…”
“Hahaha… Iya deh… Nanti Papa bilang ke Kakakmu….”
“Mana ngeremesnya kenceng banget… Tetek Clara khan jadinya ngilu….” Ucap Clara cuek sambil mengusap-usap kedua payudaranya dengan pelan,”Ssshh… Aduuuuhhh…..”

Melihat kecuekan Clara ketika mengusap payudaranya, membuat Mike mau tak mau memperhatikan tingkah laku putrinya itu. Terlebih ketika Clara mulai mendesah dan mengurut-urut gundukan daging berukuran besar di depan dadanya itu, membuat kerongkongan Mike seketika langsung kering kerontang.

Entah kenapa, tiba-tiba Mike melihat sosok yang berbeda pada diri putrinya. Dalam balutan bikini mungil berwarna merah muda dan corak biru bunga-bunga, Clara terlihat begitu menawan. Bukan. Clara terlihat begitu dewasa. Begitu seksi. Begitu menggairahkan.

Wajahnya yang imut, terlihat bersinar tertimpa sinar Matahari pagi. Rambutnya yang hitam, lurus, dan panjang, terlihat berkilau bak rambut gadis iklan shampo. Kulitnya putih mulus tanpa luka. Membuat batang kelelakian Mike tiba-tiba menggeliat hebat.

“Sejak kapan Sayang kamu berubah menjadi wanita dewasa seperti ini….?”Tanya Mike melirik kearah aset pribadi Clara,”Kamu terlihat begitu menggoda cantik Sayang…..Begitu menggoda…..”

Melihat putrinya yang melangkah mendekat, otak Mike mendadak berpikiran ngeres.

Bikini mungil Clara terlihat kesulitan menampung payudara besarnya, membuat Mike ingin membantu menangkapnya. Supaya payudara itu tak meloncat dari tangkupan bikini putrinya setiap kali ia bergerak. Putingnya yang tercetak jelas, membuat Mike juga tak mampu menahan liurnya. Membayangkan betapa enaknya jika ia bisa mencaplok serta menyedot-nyedot payudara besar itu dengan buas.

Pinggangnya yang kecil dengan pusar berbentuk garis memanjang bulat keatas, terasa begitu nyaman jika dipeluk dan dihentakkan dari belakang. Dengan gaya doggy style, Mike membayangkan betapa ganasnya liukan tubuh putrinya yang menggeliat kekanan dan kekiri setiap kali penis besarnya menghujam maju menembus selaput perawannya.

Bawahannya bikininya terlihat begitu mini, memamerkan kaki panjang tanpa bulunya yang terlihat mengkilap saking mulusnya. Membuat Mike ingin merebahkan Clara di lantai kolam dan membentangkan pahanya lebar-lebar sembari menciuminya gemas.

Bongkahan pantat Clara juga terlihat begitu menggiurkan, bergeol-geol setiap kali ia jalan, membuat Mike begitu ingin untuk meremas dan menepuknya kasar sebelum akhirnya lubang anusnya ia jebol dengan kepala penisnya yang sudah berkedut kuat.

Dan yang paling membuat Mike tak mampu mengalihkan tatapan matanya dari tubuh putrinya adalah ketika ia melihat celah yang terdapat di selangkangan Clara.

“Astaga itu gundukan memeeeekk… Montok amat ya…?” Bisik Mike seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat dengan matanya. Belahan vagina Clara itu terlihat begitu nyata, menonjol dan tercetak jelas di kain segitiga celananya. Membuat pikiran Mike seketika menjadi penuh dengan fantasi joroknya.

Mike seolah lupa jika gadis belia yang ada di depannya adalah putri kandungnya.”Enak banget itu memek kalo aku jilat-jilat…. Enak banget itu memek kalo aku kobel-kobel… Enak benget itu memek kalo bisa aku sodok dengan kontol besarku… Ohhh… Claraaaaa……Memekmu gemuk sekali Sayang…. Tembem….. Ohhh… Sayang….Tubuhmu membuat kontol Papa tersiksaaaa….” Tambah Mike sembari membetulkan posisi penisnya yang tiba-tiba terasa kurang nyaman

“Paaa….? Papa….?” Panggil Clara tiba-tiba sambil melambaikan tangannya kewajah Mike.
“Eh….Iya Sayang….?” Kaget Mike yang buru-buru berusaha meredam birahinya, “Papa kenapa…? Kok ngeliat Clara sampe ngiler seperti itu….?”
“Eh….Nggak kok sayang…Sluurp… Anu….” Ucap Mike bingung sambil menyeruput air liurnya yang meleleh dibibir, “Papa cuman ga nyangka kalo kamu udah gedhe gini ya….”
“Hiyalah….Khan dikasih makan mulu…..Hihihi….” Tawa Clara renyah, “Eh… Papaaa…..Bang Ciello nakal banget tuh Paaaa…..Tetek Clara diremes kenceng bangeettt… Sampe beasa ngilu gini niiihhh….” Manja Clara sambil memperlihatkan area bawah payudaranya yang memerah.

“Haaa…? Ngilu….?” Kaget Mike sambil berusaha menelan ludah birahinya, “Sini coba Papa lihat… Kali aja Papa bisa ngobatin….” Ucap Mike yang buru-buru membungkukkan tubuhnya supaya bisa melihat aurat putrinya lebih dekat.
“Niihh… Sampe merah gini tetek Clara…” Ucap putri Mike itu cuek sambil mengangkat sedikit kain bikininya. Menunjukkan payudaranya, tepat dibekas cubitan yang berwarna kemerahan di kulit bawah payudaranya.

“Astagaaaaa…. Putih bener kulit tetekmu Sayang….? Muluuusss……Dan urat-urat hijaunya… Ooohh Sayaaang…. Kok bisa sampe kelihatan jelas gitu siiihhh….? Pasti tetekmu bakalan langsung merah tuh kalo papa cupangin….Pasti tetek besarmu itu juga bakalan berasa nikmat banget kalo Papa gesek-gesek pake kontol Papa Sayang…Ooohh…Tetek putriku udah semakin besar bangeeet….” Batin Mike yang lagi-lagi merasa kesulitan menelan ludah karena pikiran joroknya.
“Papaaaa….?” Panggil Clara lagi, “Kok Papa ngelamun lagiiii….?”
“Ehhh… Ehhh… Kenapa…? Maaf Sayang….”
“Papa mikirin apaan sih…? Kok sampe ngiler gitu lagi…?”
“Sluuurrpp… Oh ini… Maaf…..Papa tiba-tiba laper Sayang…”

“Lah terus…? Tetek Clara gimana nih…?”
“Eh iya ya…Papa sampe lupa….Hahaha” Celetuk Mike dengan nada tak bersalah, “Hmmmm… Kok bisa sampe merah gitu ya Sayang…?” Ucap Mike sambil meniup-niup daerah payudara Clara yang berwarna merah.
“Iiihhhhsss…Kok malah ditiup-tiup sih Paaa…? Emang Clara masih anak kecil….?”
“Laaah….Papa juga nggak tahu Sayang ngobatinnya kaya gimana…..Hahaha….”

“Ahhh….Papa nggak pengertian juga ihhhss…. Yaudahlah…. Ntar biar Clara minta obatin ama Mama aja deh…” Sewot Clara yang kemudian membetulkan bikininya, dan membalikkan badan. “Paah… Nanti Papa harus ngehukum si Monyet Buntung ya Paaa…”
“Monyet Buntung…?”
“Iya….Nanti Papa harus ngehukum Kak Ciello….Biar nggak ngisengin tetek Clara lagi…..”
“Hahahaha….Iya Iya….”
“Janji ya Paa… Papa bakal ngomelin Kak Ciello….” Tambah Clara menjulurkan jari kelingkingnya kearah Mike dengan tegas dan membuat payudara besarnya yang terbungkus bikini mungilnya bergoyang-goyang dengan manjanya
“I… Iya Sayang….Iyaaa…..” Ucap Mike dengan mata yang menatap tajam kearah goyangan payudara Clara, “Paapa janji…”
“Suwer…?….”
“I….Iya Sayang…..Iyaa….” Ulang Mike, “Hahahaha… Kamu tuh yaaa… Nggak percayaan amat ama orang tua…”
“Bukan nggak percaya Paaa… Cuman Papa khan orangnya suka lupa….”

“Eeeh….Ada apa ini kok pake janji-janjian segala….?” Tanya Citra yang tiba-tiba udah bergabung lagi bersama Mike dan Clara. Ditangannya, sudah terdapat nampan berisikan beberapa cemilan beserta juice aneka rasa.
“Ehh Mama Citra Agustina udah dateng….” Sapa Clara yang terkadang suka menggoda mamanya dengan menyebut nama panjangnya, secepat kilat menyambar gelas juice yang ada dinampan, “Kebetulan nih ada juice… Clara haus…. Glek… Glek… Glek…”
“Udah selesai ganti bajunya Sayang…?” Tanya Mike yang juga mengambil segelas juice dari nampan.
“Udah dong…”Jawab Citra sembari tersenyum lebar dan meletakkan nampan sajiannya di meja kolam renang.
“Udah ganti kok masih pake handuk…?” Bingung Mike yang memperhatikan penampilan istrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, “Emang udaranya masih berasa dingin ya….?”

“Hihihihi… Sengaja… Biar kamu penasaran….” Goda Citra yang kemudian memegang ujung handuknya, dan bersiap-siap untuk membukanya. “Tarik nafas Mas… Jangan kaget yaaaa….”

SREEETT

“Wuidiiiiihhhh…. Mamaaaa… Bikininya dipake juga Ma akhirnya …?” Jawab Clara spontan sambil buru-buru berdiri tepat disamping tubuh mamanya, “Badan mama keliatan seksi banget Maaaa….Mirip ABEGE… Ayo photo aku ama Mama, Paaa…”
“Aahh…Masa sih Sayang…?”Tanya Citra lagi sambil memutar-mutarkan badannya dihadapan Mike dan Clara, “Emang aku kaya anak ABG ya Mas…?”

“Ehhh… Iya Sayang…. Mirip banget….” Jawab Mike sambil mengarahkan smartphonenya dan mengambil beberapa photo dua bidadari kesayangannya.

CKREK…. CKREK…. CKREK…. CKREK…. CKREK…. CKREK….

Citra yang mengenakan bikini yang serupa dengan milik Clara, pagi itu terlihat begitu sempurna. Dengan bikini two piece, membuat tubuh dewasanya terlihat begitu semok dan menggairahkan. Terlebih ditunjang dengan asset yang jauh lebih besar dan menggiurkan ketimbang milik Clara, membuat pikiran Mike kembali melayang-layang.

“Istri seksi…. Putri seksi… Kalo bisa ngentotin mereka berdua… Gimana rasanya ya…? Pasti berasa seperti di surga….” Pikir Mike mesum, ” Habis puas ngentotin memek Citra… Terus buah pejuhnya pas ngentotin memek Clara…. Uuuuhhh…. Rasanya pasti nikmat sekali… ” Tambahnya lagi sembari membetulkan batang penisnya yang menggeliat hebat.

“Woooowww…. Maaaaaaa….. Mama keliatan CANTIK sekaliiiii……” Teriak Ciello tiba-tiba dari atas speedboat, “SEKSI sekali Maaaa…..”
“MAKASIH Sayaaaaangggg….” Balas Citra lantang sambil melambaikan tangan.

“Eh…Ayo ganti posisi….” Ucap Mike kaget sembari kembali berpura-pura memphoto istri dan anaknya.

CKREK…. CKREK…. CKREK…. CKREK…. CKREK…. CKREK….

“Bener khan Paa Clara bilang apa…?” Ucap Clara sambil terus berpose bak model. “Kak Ciello aja ngeh tuh kalo mamanya SEKSI… Hihihi…”
“Hihihi…. Iya ya Sayang… Makasih yaaa….” Kecup Citra ke putrinya.

“Mama mah bukannya kaya ABG lagi Sayang… Dia memang ABG….”Jawab Mike dengan mata yang hampir copot karena melotot,”ICM yang SBKN…”
“Apaan tuh ICM SBKN…?”Tanya Citra.
“Istri Cantik Mike yang Suka Bikin kontol Ngaceng….”Seru Mike mencium bibir istrinya sembari meremas pantat bulat Citra kuat.

“Iiihhhsss……Kalian tuh yaaa… Hueeeekkk….”Seru Clara yang buru-buru menjulurkan lidah, mirip orang mual, “Mesum dan Menjijikkan…”
“Hihihi…. Maaassss… Malu ah ada Clara….”
“Hahahaha… Maaf Sayang…. Gara-gara Mamamu iniloh… Papa jadi nggak tahan….”
“Enggak…. Papa emang selalu mesum kok… Clara udah ngerti….”
“Hahahahaha… Dasar anak ama Mamanya… Bisa aja bikin Papa nyut-nyutan…”
“Apanya Mas yang nyut-nyutan….”
“Kont….”
“Stop Stop STOP… Clara nggak mau denger percakapan kalian lagi…” Celetuk Clara yang buru-buru menutup kedua telinganya
“Hahahaha….” Tawa Mike spontan sambil mengacak-acak rambut putri semata wayangnya.

“Udah ah… Clara mau berenang dulu yaaaa….” Potong Clara yang kemudian berlari mundur dan menceburkan diri ke kolam air hangat dibelakangnya. “Mamaa…Papaa… Ayo gabung sini…”
“Iya Sayang… Nanti yaaa… Mama mau kasih Papamu makanannya bentaran…” Ucap Citra yang kemudian mengajak Mike duduk-duduk di kursi santai di pinggir kolam renang, menikmati sajian pemandangan alam yang begitu menyejukkan hati.

Suasana pagi itu terasa cukup dingin. Walau matahari sudah menampakkan dirinya, namun kabut masih melayang tipis di atas permukaan tanah.

“Hhhhhhhh… Sejuknyaaaaa…..” Ucap Citra sambil merenggangkan tangannya lebar-lebar keudara, “Makasih ya Mas udah ngajak anak-anak kesini…. Mereka terlihat begitu senang….”
“…….” Mike tak menjawab. Ia hanya tersenyum menatap istri cantiknya.
“Mas….? Sayang…?” Tanya Citra sambil melambaikan tangannya kearah wajah suaminya. Membuat Mike langsung tersadar dari lamunannya. “Kenapa Sayang…? Ada yang salah di muka aku….?”
“Nnggg…. Nggak ada yang salah Dek….” Jawab Mike
“Lhaa terus kok kamu senyum-senyum sendiri…?”
“Kamu…. Cantik sekali Dek…. Seksi…..”
“Halaaahh….. Gombal…. ” Ucap Citra sambil memencet hidung Mike, “Kamu mau berenang Mas…?”
“Nnggg… Nggak dulu deh…. Aku disini aja bentaran…”
“Ooooww… Yaudah…. ” Ucap Citra singkat sambil mengibaskan handuknya. Membentangkannya di atas kursi kolam renang dan menjadikannya alas tidur, “Kalo gitu…. Tolong dong kasih punggung Adek sunscreen…. Adek mau ngengetin badan sebentar….”
“Eeh… Iya… Sini….” Pinta Mike sambil duduk di atas handuk Citra.

“Nggak berasa ya Sayang….. Anak-anak kita udah pada gede…” Ucap Citra memecah lamunan Mike.
“Eeehh….I…Iya…” Kaget Mike, “Kamu benar Dek….”
“Ciello bentar lagi kuliah…. Clara bentar lagi juga udah mau naek kelas tiga….”
“Bener…. Ga berasa aja kita udah bareng selama ini….”
“Iya Mas….Ga ngira ya…” Senyum Citra, “Ga berasa….Kita juga udah makin tua ya Mas…..?”
“Tua…? Tua apanya Sayang…? Kamu nggak tua kok….Masih keliatan muda banget….”
“Aaaahhhh…..Mas gombal….”
“Looohh….Beneran Dek….Kamu tuh masih keliatan kaya anak kuliahan….Badan kamu juga masih bagus….”Ucap Mike sembari terus mengusap-usap punggung Citra dengan sunscreen, “Nggak jauh beda kok ama Clara…”
“Goommm… Baaaallll…..”

“Hahaha…. Ngaak percaya dia….” Sambil mengusap, Mike mulai mengurut punggung istrinya dari belakang, “Eh iya Dek….Pernah sadar nggak…? Kalo ternyata Clara tuh sekarang mirip kamu banget….?”
“Ya iyalah…Khan Clara anak aku Mas….”
“Iya….Mas tahu….Tapi maksud Mas bukan begitu Deek…”
“Hmmmm….Kalo bukan begitu…..Lalu gimana tuh Mas…?”

“Coba liat deh…. ” Tunjuk Mike ke arah Clara yang sedang asyik berenang, “Wajahnya…. Rambutnya…. Kulitnya….. Bentuk badannya….Semua mirip kamu Dek….Mirip Citra Agustinaku ketika masih remaja……”
“Hhmmm…. Bener juga ya Mas….” Ucap Citra kaget, “Aku baru sadar…”
“Ya khaaan….Bener khan…? Apalagi itu tuh….”
“Itu apanya Mas…?”
“Teteknya…” Sebut Mike sengaja memberikan jeda pada ucapannya, “Ck….Ck….Ck….Mirip seperti punya kamu ini Dek… Tambah Mike sembari mengusap tepi payudara Citra dari belakang, “Besar….Montok dan ranum Sayang….”

“Hihihihihi…. Kamu kok ngeliat Clara sampe sedetail itu Mas…?”
“Eeh enggak gitu Dek….Mas cuman heran aja….Kok bisa ya Clara sekarang jadi seperti kamu…?”
“Halaaah….Bohooong…”
“Beneran Dek…. Nggak pegel apa ya….? Ngebawa beban sebesar itu…?”
“Maksud Mas…?”
“Itu tuh….. Badan Clara mungil…. Tapi teteknya besar…. Apa dia nggak capek…? Bawa beban sebesar itu…?”
“Iiihhhsss Mas kok ngomongnya gitu sih…?”
“Yaaa….Mas cuman kasihan aja Dek….Clara jadi terlihat jauh lebih dewasa jika dibanding anak-anak seumurannya…..”
“Hmmmm……Kok kasihan…?”
“Ya aku ngebayangin aja Clara dengan memiliki totek segede itu… Pasti jadi santapan mata mesum cowo-cowo yang ada disekitarnya… Nggak tega aja Dek…”

“Termasuk tatapan mata mesum mata Papanya ya Mas…?” Ucap Citra yang tanpa basa-basi langsung meremas tonjolan keras yang menyenggol-nyenggol pantatnya, “Masa ngelihat putrinya sendiri sampe ngaceng gini Mas… ? Keras lagi….”

“Eh eeh… Mana…? Engak koookk…. ” Ucap Mike yang buru-buru menjauhkan duduknya dari belakang pantat Citra.
“Enggak apaanya…? Orang ngaceng berkedut gini dikata enggak…”
“Hehehehe…. Kalo ini khan ngacengnya khan gara-gara aku ngusap-usap badan kamu Dek…”
“Halaaah bohooong…. Kamu tuh yaa Mas…. Masa ngelihat anak sendiri sampe terangsang Mas…?” Remas Citra pada penis suaminya.
“Enggaaak kooookk….”
“Hihihi… Mas Mike…. Mulutmu mungkin berkata bohong… Tapi… Kontolmu selalu berkata jujur….Hihihi…”
“Hehehehe…. Ya harusnya kamu seneng dong Dek…Kalo Mas masih bisa ngaceng gara-gara ngelihat cewe seksi…”

“Ya tapi khan bukan gara-gara ngelihat tetek anak sendiri juga kali Maaaaassss…” Remas Citra gemas.
“Hehehe…. Gini -gini khan aku masih cowo tulen Dek….. Hehehe…” Ucap Mike memberi alasan, “Habisan wajar aja Sayang … Cowo normal… Kalo disuguhi pemandangan toket besar seperti punya Clara terus ya pasti lama-lama bakal ngaceng juga…..”

“Huuuu…. Itu artinya Mas ngacengan….” Remas Citra gemas sambil menarik keluar batang penis Mike keluar dari celana kolornya dan mengocoknya pelan.
“Uuuhhh… Deeek… Enak banget kocokan tanganmu….”
“Enak ya Mas…? Kalo gini….?” Goda Citra yang kemudian tiba-tiba mencubit kantung zakar Mike.
“Aawww… Aawww… Aawww… Sakit Deeek…”
“Hihihihi… Rasain…. Dasar suami mesum….”

“Oooohhh… Kontol Ciello juga ngacengan…. ” Entah kenapa, ketika meremas batang penis suaminya, Citra tiba-tiba memikirkan penis Ciello, “Nggak bapak… Nggak anak… Semua sama aja… Mereka berdua mudah sekali terangsang jika mendapat sentuhan seperti ini….” Senyum Citra sambil terus mengusap penis suaminya dari luaran celana renangnya.

“Ssssshhhh….. Eh Dek… Kamu tahu nggak…?” Ucap Mike dengan nada penuh misteri.
“Kenapa Mas…?”
“Kok tiba-tiba…. Aku jadi pengen ngentotin kamu ya….. “Bisik Mike yang kemudian memeluk tubuh Citra erat-erat dari belakang sambil meraba tengah-tengah selangkangan Citra. “Kita cari tempat sepi yuk… Pasti seru tuh bercinta di alam bebas….” Tambah Mike sambil celingukan kearea di sekitarnya.

“Heeeehhh… Jangan mikir yang macem-macem aahh Mas… Nggak puas apa tadi malem udah aku kasih banyak…?”
“Hehehe namanya juga cowo Sayang… Punya bini cakep kaya kamu mah harus dimanfaatin sebaik-baiknya…. Pengennya minta terus… Hehehe… ” Seru Mike sembari meremas payudara Citra pelan. Lalu tanpa basa-basi, ia menyelipkan jari telunjukknya ke celana dalam Citra.

“Uuuuhhh… Maasss…” Lenguh Citra ketika merasakan jemari Mike mulai menggelitik liang vaginanya.
“Looo Deek…? Kok kamu udah basah…?” Heran Mike
“Huuuu…. Dasar Papa cabul….. Khan aku tadi abis kencing mas….”
“Kencing…? Kapan Dek…?” Buru-buru Mike mencabut jemarinya lalu mengendusinya, “Nggak pesing…. Lagian kalo air kencing… Nggak licin kaya gini dek…..” Ucap Mike lagi yang kemudian kembali merogoh vagina Citra dan mencolokinya pelan.

“Uuuhh…. Maas….. Hihihihi tau aja…”
“Hehehe….. Kamu udah ikutan sange ya dek…?”
“Uuh…. Uuh….Nggak Mas…..Sshhh… Pelan-pelan aaahh…. Nanti kelihatan Clara loh…”
“Hehehehe…. Nggak apa-apalaah Dek…. Sekali-kali kasih lihat ke Clara juga boleh…”
“Uuh…. Udah ah Mas…. Ntar keliatan Clara Massss…. Oooohhh….”

“Paapaaaa….Mamaaa……Hayoooo kalian sedang apa hayooo….” Teriak Clara mengagetkan dari tepi kolam renang. Dan dengan iseng, Clara kemudian menciprat-cipratkan air kearah kedua orang tuanya, membuat Mike dan Citra yang baru saja memulai hal mesumnya, seketika kaget dengan ulah putri tercintanya.

“Ayo ayo… Ditempat umum jangan mesum… ” Seru Clara lagi sambil mengangkat tubuhnya keluar dari kolam tenang. “Ayo Mah…Kita maen speedboat bareng Kak Ciello…..” Ajak Clara sambil berjalan kearah tempat duduk kedua orang tuanya.

“Eeeehhhh… Claraaaaa… Puting kamu keliatan tuh…” Tegur Citra ketika melihat payudara Clara yang terselip keluar dari bikininya karena tertarik turun oleh air. Ketika Clara keluar dari dalam kolam.

“Eh…? Loh… Hihihi… Maaf…. ” Jawab Clara singkat sambil membetulkan kain penutup dadanya yang berukuran mini.
“Bikini kamu udah kekecilan ya sayang…?” Tanya Citra yang buru-buru ikut membetulkan bikini anaknya.
“Iya nih Maah… Clara udah butuh bikini baru lagi… Yang ini berasa kekecilan….”
“Bukan bikininya yang kekecilan kali Sayang… Tapi tetekmu aja yang kegedean… ” ucap Citra lagi “Maassss… Kapan nih kita belanja-belanja pakaian lagi…? Clara butuh bikini baru niiih…”

Alih-alih menjawab, Mike hanya bisa melongo melihat penampilan polos Clara barusan.

“Maaassss…?” Panggil Citra.
“Eeh eh… I… Iiya…?” Jawab Mike kaget.
“Kamu ngapain bengong aja melihat Clara…?”
“Eh enggak kok… aku cuman….”
“Iiihhhsss Papa pasti ngintip tetek Clara ya…?”
“Eh eh.. Enggak kok Sayang… Papa enggak… Bermaksud seperti itu…”
“Iya… Papa pasti ngebayangin hal yang mesum tentang Clara ya….?”
“Enggak Sayang… Beneran…”
“Hihihi… Papa malu tuh Maah… Mukanya sampe merah gitu… ” Goda Clara yang tiba-tiba tertawa geli.

“Nggak apa-apa kali Paaaah… Biasa aja…. Hihihihi…. Yuk Mah… Kita maen speedboat….” Ajak Clara sambil menarik tangan Citra.
“Aduh bentaran Sayang… Mama masih mau berjemur sebentar…” Tolak Citra, “Kamu ajak Papa aja sana gih…”
“Yaudah deeeh… Yuk Paaa….”

“I…Iya…Bentaran..”

“Ayo Paaaah… Jangan bentaran-bentaran mulu aaahhh….Yuuukk…” Paksa Clara sambil menarik tangan ayahnya kuat-kuat. Membuat Mike yang masih berada dibelakang tubuh Citra mau tak tau akhirnya menuruti permintaan anak tercintanya itu.
“Iya iya Sayaaang…..Papa ikut ini…..”Jawab Mike yang kemudian bangkit dari belakang tubuh istrinya dan mengikuti ajakan Clara.

“Nah gitu dong Paa…..Ayo kita kejar-kejaran ama Kak Ciello….Clara udah lama ga main-maaa…”Kalimat Clara tiba-tiba terpotong. “ASTAGA…..PAPAAA….”Ucap Clara dengan mata melotot dan mulut menganga. Buru-buru Clara mendekap mulutnya dan menunjuk kearah selangkangan ayahnya.

Seolah mengerti apa yang dimaksud oleh putrinya, Citra segera melirik kearah yang Clara tunjuk. Dan betapa kagetnya Citra ketika ia lupa memasukkan batang penis suaminya kembali kedalam kolor. Akibatnya, Clara dapat melihat batang penis Mike yang masih menjulang tinggi hingga kepala penisnya nongol keluar dari karet pinggang celana renangnya.

“Ehhh…? Maasss…”
“Kenapa Dek…?”
“Itunya Maasss…Tutupin…”
“Apanya sih….?”Bingung Mike.
“Itulooohh….Kepala kontolmu keluar dari celana…”
“HAAH…?”
“Kok bisa sampe keluar gini si Maas…?” Sahut Citra pura-pura sambil buru-buru menaikkan karet pinggang celana renang suaminya. Namun karena celana renang Mike juga kecil, Citra tak berhasil menarik karet celana kolornya hingga keatas.

“Ohhh…..Ini…..Hehehe…”Jawab Mike santai sambil memegang batang penisnya dengan jua jari. Setelah itu, Mike menekuk batang penisnya kesamping, menyelipkan kedalam celana dalamnya.

“Iiiihhhss Papa mesum deh….”Celetuk Clara singkat,”Emang tadi kalian habis ngapain sih…? Kok titit Papa sampe ngeceng keluar gitu…?”Tambahnya lagi sembari melirik kearah selangkangan Mike yang masih menjendol besar.
“Hahahahaha……Ada aja…”Tawa Mike

“Pasti kalian berdua tadi habis berbuat mesum ya…? Hayo ngakuuu….”Tebak Clara.
“Hehehe……Beneran nih…? Anak Papa mau tau….?” Tantang Mike.
“Iiihhsss……Nggaklah….Ngapain juga Clara pengen tau…..Pasti jawabannya jorok tuh…”
“Hahahaha…Anak Papa ini ya….Ngegemesin banget deeeh…..” Seru Mike yang kemudian dengan cepat membopong Clara dan membawanya ke tepian kolam renang. Lalu tanpa babibu, ia melempar tubuh mungil Clara ke tengah kolam.

BYUUURR…

“PAAPPAAAAAA………”Jawab Clara gelagapan. Gadis manis itu tak menyangka jika ia bakal dilempar dengan brutal ke tengah kolam renang.
“Hahaha… Katanya mau maen ama Papa…..?”
“Tapi ya nggak gitu juga kaliii Paaa…. ” Jawab Clara sambil melempar-lemparkan air kearah Mike.
“Hahahaha… Ngambek nih yeee….?”
“Enggak kok yeeee…. Awas ya Paa…. Clara bakal balas Papa loh….” Jawab Clara sambil cepat-cepat keluar dari kolam dan mengejar Mike. “Bakal Clara balas perbuatan Papa…”

Namun ketika Clara baru keluar dari kolam renang untuk kesekian kalinya, Mike buru-buru berbisik pelan sambil melirik kearah payudara Clara.

“Eh eh Sayang….”
“Ya…? Paa…?”
“Itu…. Keliatan lagi tuh…”
“Hah…?” Bingung Clara sambil memeriksa kondisi bikininya yang ternyata kembali tersingkap, membuat payudara bulatnya melorot kebawah.
“Ituloooh……Tetek bulet dan puting pinkmu… Keliatan lagi…”

***

“Anak-anak…. Ayo turun… Papa pulang bawa makanan nih…” Panggil Mike yang pulang membawa beberapa tentengan plastik kresek putih berukuran besar, “Kita makan besar hari iniiii….”

Tak ada jawaban.

“Ciellooo….? Claraaaaa…..?” Panggil Citra lagi.

Tetap tak ada jawaban.

“Sepertinya anak-anak kecapekan bermain speedboat tadi siang ya Dek…?” Tanya Mike sambil meletakkan tentengan plastiknya keatas meja.
“Iya kali ya Mas…” Jawab Citra singkat, “”Eh iya Mas….Kamu lagi sibuk nggak….?”
“Hmmm…. Emangnya kenapa Dek…..?”
“Kalo nggak sibuk… Tolong panggilin anak-anak dong…. Biar Adek aja yang nyiapan makan malamnya…”
Pinta Citra yang kemudian pergi kedapur membawa semua tentengan plastik dari tangan Mike.
“Hmmm.. Oke….”

Ketika melangkah kearah kamar Ciello dan Clara, entah kenapa, Mike tiba-tiba teringat dengan kejadian tadi pagi. Kejadian dimana keindahan tubuh dan bikin Clara yang melorot, berulang kali terbayang diotaknya. Hampir seharian, Mike tak mampu menghilangkan bayangan-bayangan mesum itu dengan mudah.

Dan ketika Mike sudah berada didepan kamar Ciello, ia mendadak membelokkan arah langkahnya dan berjalan mendekat kearah pintu kamar putrinya.

TOK TOK TOK
“Clara….?”

Tak ada jawaban.

TOK TOK TOK
“Clara….?”

Tetap tak ada jawaban. Mungkin karena kecapekan berenang, Clara memutuskan untuk langsung tidur.

TOK TOK TOK
“Clara….? Sayang….?” Panggil Mike sambil membuka pintu kamar putrinya itu dan melongokkan kepalanya masuk ,”Kamu masih tidur ya Sayang….?” Tambah Mike lagi yang sambil berjingkat, masuk kedalam kamar putrinya. Dan dengan hati-hati, ia menutup pintu kamarnya pelan.

Dalam keremangan cahaya lampu meja, Mike melihat jika Clara tidur dengan hanya mengenakan tshirt tipis yang kebesaran, membuat tubuh mungilnya terlihat begitu mungil. Bawahan tshirtnya tersingkap hingga ke perut, menampilkan pusar lonjongnya yang kecil dengan belahan otot perut yang memanjang hingga ke pangkal dada.

Celana dalamnya pun tak kalah imut. Bergambar beruang yang tersenyum manja dengan satu mata berkedip, seolah beruang itu menggoda siapa saja yang melihatnya. Kulit kaki jenjangnya juga terlihat berkilauan tertimpa sinar lampu, membuatnya terlihat begitu mulus, begitu halus.

Dengkuran Clara terdengar lirih, diiringi dengan gerakan dadanya yang terlihat naik turun dengan teratur. Membuat gundukan payudara tanpa branya juga bergerak-gerak pelan.

“Astaga Clara…. Dalam tidurnya aja… Kamu keliatan begitu cantik sekali Sayang….” Ucap Mike pelan sambil mendekat untuk membetulkan tshirt kecilnya.

Namun, lagi-lagi, sebuah pikiran aneh menyeruak di benaknya.Mike tiba-tiba teringat lagi pada bayangan payudara Clara yang menyembul tadi pagi. Payudara bulat putri semata wayangnya yang berwarna putih bersih dengan puting ranum merah mudanya.

Sejenak, Mike tak mampu mengalihkan pemandangannya. Alih-alih menutup tshirt Clara, Mike malah menjulurkan tangannya dan menggoyang tubuh putrinya

“Clara… Bangun sayang…. Kita makan malam dulu yuk….”
“Zzzzzz….. Zzzzzz….” Tak bergerak, Clara hanya mendengkur pelan, “Zzzzzz….. Zzzzzz….”

“Kebluk juga anak aku kalo tidur….” Batin Mike.
“Clara….? Sayang….? ” Panggil Mike lagi sembari menggoyang tubuh Clara lebih kencang.

Tetap saja, Clara tak merespon.

Entah mendapat ide darimana, Mike tiba-tiba mengusap dada Clara. Menyentuh kulit yang ada dibawah leher putrinya.

“Hangat….. ” Ucap batin Mike singkat, ” Juga haluss….” Tambahnya lagi. Membuat seketika darah birahi, mulai berdesir di dirinya. Mengisi setiap rongga urat-urat kelaminnya, mengakibatkan batang penisnya mulai menggembung perlahan.

“Clara….?” Panggil Mike lagi,
“Ehhmmmh….. ” Alih-alih bangun, Clara hanya bergerak dan mengubah posisi tidurnya menjadi telentang. Tanpa ia sengaja, gerakannya barusan malah semakin mengekspos paha, selangkangan, beserta celana dalam beruangnya yang tersenyum genit.

“Astaga….” Seru Mike kaget, sekaligus girang.

Baru kali ini Mike melihat Clara dari dekat. Dan baru kali ini ia menyadari, jika putri kandungnya yang sudah ia rawat semenjak kecil sudah terlihat begitu matang.

Payudaranya yang menyembul menembus tshirt tipisnya, celana dalamnya yang tak mampu menutup gundukan vaginanya dan kaki jenjangnya yang mulus. Membuat mata Mike melotot ke arah tubuh Clara. Tak henti-hentinya Mike merekam setiap jengkal tubuh putrinya itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Hingga membuat batang penisnya kembali meronta-ronta.

“Cantik sekali kamu Nak….” Ucap Mike yang kemudian duduk di tepi tempat tidur Clara dan dengan hati-hati menelungkupkan tangannya di cup payudara putrinya, “Papa nggak pernah sadar… Jika tetekmu ini besar sekali Sayang…. Besar…. Dan empuk….” Tambah Mike yang entah mendapat ide darimana, mulai meremasi gundukan payudara putrinya dan menggerak-gerakkan tangannya perlahan.

“Papa nggak pernah tahu… Semenjak kapan tetetkmu ini jadi sebesar ini Sayang….” Bisik Mike yang kemudian semakin memperkuat remasan tangannya, “Dan juga… Benar-benar kenyal…..”

Melihat Clara yang tetap tak bergerak ketika mendapat perlakuan mesum dari Mike, membuat ayah kandungnya itu semakin berani untuk melakukan perbuatan tak senonohnya. Mata Clara masih terpejam erat, mendengkur lirih, dengan gerakan dadanya yang naik turun secara konstan.

“Ohhh Claraaa…. Putingmu kok udah nonjol gini sih Sayang…? Kamu horny ya…? Bikin kontol Papa makin ngaceng aja Sayang….” Ucap Mike yang langsung membetulkan batang penisnya dan kembali meremasi kedua payudara putrinya.

“Zzzzzz….. Zzzzzz….” Jawab Clara tanpa bereaksi apa-apa.

“Clara… Papa boleh buka tshirtmu ini nggak sih….? Papa pengen liat tetekmu lagi Sayang…? Tadi pagi Papa kurang puas ngelihatnya….” Tanya Mike yang seolah sedang mengajak Clara berbicara. “Papa penasaran Sayang… Papa pengen liat… Tetekmu ini sudah jadi sebesar apa sih sekarang…? Sudah sebesar tetek Mamamu apa belum….?” Tambah Mike sembari menaikkan ujung bawah tshirt tipis Clara naik.

“Boleh Sayang…? Waaaah… Makasih ya cantik…. Kamu memang putri Papa yang paling pengertian deh…” Jawab Mike yang akhirnya berhasil menaikkan tshirt Clara hingga sebatas leher.

“Astaga Claraaaa…. Tetekmu ini bener-bener besar loh Sayang…. Mirip banget ama tetek Mama Citra…” Puji Mike sambil mengagumi keindahan payudara putrinya, “Ck…Ck…Ck….Warna puting kamu juga bagus Sayang… Pink kemerahan gitu… ” Sambung Mike yang kemudian kembali meremas kedua payudara Clara secara bergantian. Tak lupa ia menyempatkan diri untuk memilin-milin puting Clara yang terlihat semakin mengeras.

“Hehehe… Kamu horny ya Sayang….? Putingmu kelihatannya makin nungging tuh….” Tawa Mike yang kemudian meniup-niup puting Clara sebelum akhirnya, ia merasa kehabisan akal sehatnya.

HAP…. Nyam… Nyam….Sluurrpp….
Jilat Mike yang tanpa berpikir panjang.

Berulangkali, Mike mengucapkan kalimat-kalimat aneh kepada Clara yang masih tertidur lelap. Seperti orang gila, Ia bertanya dan menjawab sendiri.

“Gimana rasanya…?”
Rasanya asin Sayang…. Tapi enak….Empuk-empuk kenyal gitu loh….” Seru Mike pelan sembari terus melahap ganas kedua payudara Clara secara bergantian.
“Eh iya… Papa boleh kasih cupangan disini nggak sih Sayang…? ”

“Buat apa…? Ya buat menandakan kalo Papa bener-bener sayang ama anak Papa dooong…. Boleh yaaaa Cantiiikkk….? ” Tanya Mike dengan nada suara yang semakin beraat

“Wow…. Beneran boleh nih Sayang…? Waaah… Makasih banyak loh cantik… Muaaah… CUUUPPP… CUUP…. CUUUUPPP…. CUUUUPPP…….Tuuhh… Lihat… Sekarang tetekmu udah Papa tandain… Hehehe… Merah… Merah dan Meraaah…..”

Mungkin karena merasa geli, tubuh Clara tiba-tiba menggeliat. Buru-buru Mike segera menjauh. Dan berdiam diri di tepi tempat tidur putrinya.

“Eeeehhmmmmhhh…” Lenguh Clara pelan sembari sedikit merubah posisi tidurnya. Setelah itu, ia kembali tertidur. Dengan dengkuran lirih yang menyertai gerakan naik turun dadanya.

” Ck… Ck… Ck… Kamu bener-bener putri tidur yang cantik Sayang…. Papa suka…” Puji Mike yang baru menyadari, jika Clara ketika tidur, sama sekali tak mempedulikan perbuatan mesum apapun pada tubuhnya.

Dan karena menyadari hal itu, Mike tiba-tiba berbuat semakin nekat lagi. Melihat Clara yang masih tertidur lelap, Mike tiba-tiba menurunkan celana kolornya dan mulai mengocok penisnya yang sudah mengeras.

“Kamu suka ya Sayang kalo tetekmu Papa jilatin….? Kalo begitu… Papa boleh dong ngelakuin hal yang juga Papa sukain…?” Bisik Mike lagi sambil kembali mengusapi payudara putrinya yang sudah belepotan oleh air liurnya.
“Kalo Papa pengen kocok kontol Papa disini…. Boleh nggak sayang…?” Tanya Mike sembari menunjuk kearah payudara Clara.

“Zzzzz….. Zzzzzz….. Zzzzzz….” Jawab Clara dengan mata terpejam erat.

“Hehehehe… Makasih ya Sayang….” Ucap Mike girang. “Kalo disini….?” Tanya Mike yang kali ini menyentuk bibir lembut Clara.

“Zzzzz….. Zzzzzz….. Zzzzzz….” Jawab Clara dengan wajah tak bereaksi.

“Waaah… Boleh Sayang…?” Girang Mike lagi, “Dan kalo disini…?” Tanya Mike yang dengan hati-hati mengusap kain penutup selangkangan putrinya dan menyelipkan jari telunjuknya ke tepi liang vagina Clara.

“Zzzzz….. Zzzzzz….. Zzzzzz….” Jawab Clara pasrah.

“Astaga Sayang…. Makasih banyak looohhh…. Kamu bener-bener putri yang pengertian….” Ucap Mike yang kemudian terus menyusupkan jarinya ke tengah vagina putrinya.
“Wooooowwww….Memekmu masih gundul Sayang…? Belum tumbuh bulu…. ?” Pekik Mike girang sambil semakin mempercepat kocokan penisnya, “Udah lembab… Hangat…. Dan basah Sayang… Kamu pasti udah makin horny ya Cantik…?”

TEK TEK TEK….
Suara kulit penis Mike yang terhentak-hentak kuat.

“Kamu pasti suka ya Sayang kalo memekmu Papa gelitikin kaya gini…?” Tanya Mike yang terus-terusan meraba celah vagina Clara, membuat liang peranakan putrinya itu semakin basah dan licin.

“Zzzzzz…. Zzzzzz…. Zzzzzz…. Uuhhhmmmmhhhhh…..” Tiba-tiba Clara bergerak. Membuat Mike yang masih sibuk menggelitik vagina putrinya langsung menarik keluar jemarinya dari sela celana dalam Clara dan kembali duduk manis di tepi tempat tidur.

Namun, ternyata Clara tak bangun. Ia hanya merubah sedikit posisi tidurnya lagi. Karena tak lama kemudian, kembali terdengar suara dengkuran halus.

“Wuuoohhh… Kamu ngebuat Papa jantungan aja Sayang…. Hehehe…” Ucap Mike yang kembali mengocok penisnya ,”Mungkin Papa bakal nikmatin sempitnya memek kamu di lain waktu aja kali ya Sayang… Sekarang… Papa pengen nikmatin tetek besarmu ini dulu aja… Hehehehe…”

Melihat Clara sudah kembali tidur dengan lelap, lagi-lagi Mike meremasi payudara besarnya sambil menatap dalam-dalam aurat kebanggaan putrinya itu.

“Putih sekali tetekmu Sayang… Juga Halus… Tetekmu bener-bener mirip dengan tetek Ibumu Sayang…” Puji Mike yang kemudian mendekatkan wajahnya ke payudara putrinya dan menghirup dalam-dalam aroma keringat Clara yang masih menempel pada tubuhnya,”Hmmm……Harumnya juga bener-bener sama… Sluurrpp…. CUUPP CUPP Sssluurpp…” Tambah Mike mencium payudara Clara. Menjilat kulit dan puting payudara putri kandungnya sembari terus meremasi payudara sebelahnya perlahan.

“Ooooohh…Claraaa….Rasanya juga sama Sayang… Sluurp…..Ssluurpp…. Ooohhh…Claraaa… Besar dan empuk sekali tetekmu Sayang… Ssluurrp… Cup..Cupp…. Papa nggak tahan lagi Sayang….Tetek besarmu ini membuat kontol Papa nyut-nyutan….” Bisik Mike kearah telinga Clara, “Papa boleh keluarin pejuh Papa ditetek besarmu ini nggak Sayang…?”

“Oooohh.. Claraaa…. Papa nggak tahan ngeliat keseksian tubuhmu Sayang….Papa nggak tahan ngeliat goyangan tetekmu…” Ucap Mike kelojotan menahan birahinya yang semakin memuncak.

TEK TEK TEK…. TEK TEK TEK…. TEK TEK TEK….
Suara tarikan kulit penis Mike terdengar makin keras. Makin nyaring.

“Oooohh Sayaaang…. Papa mau keluar ini…. Papa mau ngecrotin tetekmuuu….” Lenguh Mike yang buru-buru berdiri tepat disamping tubuh Clara. Mengocok penisnya dengan tubuh yang melengkung-lengkung. Menahan rasa birahi dan gelombang orgasmenya yang begitu menggebu.

TEK TEK TEK TEK… TEK TEK TEK…. TEK TEK TEK…. TEK TEK TEK….

“Ooooohhhhh… Clarakuuuu…. Papa nggak kuat lagi Sayaaang… Papa ngecrot di tetekmu yaaaa… Papa ngecrot di tubuhmuuuuu… Ooohhhh… Claraaaaaa….”

CROOT CROTT…CROOTTT CROOCOOT… CROOTTCROOT CROOTTTT
Tujuh semburan sperma Mike, menyembur dengan deras. Menyemprot jauh kedepan. Membasahi kedua payudara Clara, leher, wajah hingga rambut hitam panjangnya. Saking banyaknya, sperma Mike sampai tak mampu bertahan lama diatas permukaan tubuh putrinya. Langsung mengalir turun kesamping tubuh Clara dan membasahi sprei tempat tidurnya.

“Hhuoooohhh… Claraku Sayaaang…. Papa puas sekali Naaak……” Seru Mike dengan nafas menderu-deru sambil terus mengucut batang penisnya yang terlihat begitu merah. Tubuhnya mengejang-kejang, menghantarkan seluruh persediaan spermanya malam itu kearah tubuh putri kandungnya.

“Papa puas Sayang… Papa benar-benar PUAS….” Desah Mike yang setelah merasa penisnya sudah tak mampu meneteskan spermanya lagi, buru-buru mengipat-kipatkan batang kejantanannya itu kearah wajah Clara, sebelum akhirnya ia terduduk kembali ditepi tempat tidur

Sejenak, Mike berdiam diri sembari melihat reaksi putri kandungnya ketika menerima semburan spermanya.

“Zzzzzz…..Zzzzzz….Zzzzzz….” Dalam tenang, Clara masih tertidur lelap.

“Hehehe… Kamu benar-benar gadis yang membahayakan ya Sayang….?” Ucap Mike sambil mencolek sperma kentalnya yang berada diatas payudara Clara dengan jarinya. Kemudian dengan iseng ia menorehkannya kedalam bibir putrinya yang sedikit terbuka.

“Zzzzzz…. Zzzzz… Nyamm… Nyaammm… Zzzzz…..” Kecap Clara reflek ketika menerima sodoran jari ayah kandungnya yang berlumuran sperma.

“Kecantikan dan keseksian tubuhmu… Benar-benar bisa ngebuat lelaki manapun… Kehilangan akal sehatnya…. Termasuk Papa Sayang…” Tambah Mike yang kembali mencolek sperma kentalnya dari payudara Clara lalu menorehkan lagi kedalam bibir Clara.

“Oooohhh.. Clara Ameliaa… Putri cantikkuuu…..”

Setelah puas mengisengi putri kandungnya, Mike kemudian memasukkan penisnya dan membetulkan kembali celana kolornya. Lalu ia mengambil tissu di meja rias Clara untuk membersihkan sisa-sisa spermanya yang mulai membasahi banyak titik di sprei tempat tidur. Dan ketika Mike sudah selesai mengelap semua lelehan sperma di tubuh Clara, tiba-tiba terdengar suara wanita yang berbisik lirih, tepat di belakang kepalanya.

“Kamu nakal juga ya Mas….. Masa mejuhin tubuh putrimu sendiri….”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*