Home » Cerita Seks Tante Keponakan » Keponakanku Yang Mengubahku

Keponakanku Yang Mengubahku

“Hoamm” aku menguap ketika aku baru bangun menandakan bahwa tubuhku masih lelah dan mengantuk, namun tetap kupaksakan. Aku kemudian membelai rambut seorang pria muda di sampingku. Tubuhnya bugil sedangkan aku yang tersisa hanya jilbabku saja yang menempel di kepalaku sementara tubuhku polos tanpa sehelai benangpun yang menutupinya. Aku kemudian berinisiatif membangunkannya karna hari ini ia harus masuk kerja

“Fadli bangun nak nanti kamu telat loh sayang” kataku sambil mengelus pelan dada bidangnya

“Iya mah “katanya sambil menggeliatkan tubuhnya

“Kamu habis minum lagi yah nak semalam, kan sudah berapa kali mamah bilang kalo minum itu nggak baik.”

“Maaf mah teman teman yang ajakin aku”

“Oh pantes aja kamu nggenjot memek mama dari belakang semangat banget yah hihi, ya sudah, kamu mandi gih trus sarapan mamah tunggu dibawah”

Beginilah rutinitasku tiap hari membangunkan keponakanku. Ia bernama fadli darmawan. Anak dari kakak perempuanku bernama adinda soebono dan hendra darmawan suaminya yang saat ini menetap dirumahku. Rumah milik suamiku yang bernama yusuf suprianto seorang pebisnis terkenal dikota ini. Aku sendiri bernama alisa soebono tapi keluarga dan tetangguku memanggilku ibu lisa.

Sudah hampir dua tahun fadli tinggal di rumah ini sejak bekerja di perusahaan telekomunikasi di kota ini. Ia menetap dirumahku atas perintah ibunya agar fadli lebih mudah diawasi akibat perilakunya yang kata ibunya sedikit nakal.

Fadli menempati bekas kamar anak perempuanku yang telah menikah dan di bawa suaminya ke luar pulau. Fadli sejak awal ia tinggal disini, tak pernah memanggilku tante selalu saja memanggilku dengan sebutan mamah.

Entah kenapa sejak fadli tinggal bersamaku di sini. Aku selalu mendapatinya sedang menatap tubuhku lama. Ia juga sering mencoba memegang lenganku ataupun menggenggam jariku namun selalu kutepis saat kami duduk bersama menonton tv.

Harus ku akui tubuhku masih kencang di umurku saat ini. Wajah dan kulitku putih mulus. Tubuhku cukup langsing, walau payudaraku tak terlalu besar namun tetap kencang karna aku hanya memiliki seorang anak perempuan.

Itupun terkadang anakku saat masih kecil ia tak terlalu sering menyusu padaku karna baru sebentar saja ia menyusu ia langsung tertidur. Satu satunya bagian tubuhku yang kadang kuperhatikan membuat laki laki memperhatikanku adalah bokongku yang cukup besar dan padat yang kadang walau aku sudah memakai gamis lebar, tetap saja bokongku itu masih cukup tercetak jelas di balik gamisku.

Menurutku fadli merupakan lelaki yang pantas menjadi idaman wanita karena fisiknya. Wajahnya yang tampan dan putih, sorot mata yang tajam dan alis tebal terkadang membuatku salah tingkah saat ia memandangiku lama. Tubuhnya juga cukup atletis dengan dada yang bidang dan lengan yang cukup kekar dengan tinggi 180 cm membuatku terlihat mungil karna tinggiku hanya 169 cm saja.

Namun beberapa bulan kemudian hubungan kami berdua berubah. Jika suamiku berada di rumah aku dan fadli berperilaku layaknya seorang bibi dan keponakannya namun saat suamiku pergi untuk bekerja ataupun mengurus bisnisnya selama beberapa bulan maka kami akan menjadi seperti sepasang kekasih. Semua berawal dari suatu peristiwa yang tak akan pernah aku lupakan. Kira kira 8 bulan yang

***

8 BULAN YANG LALU

“Fadli kemana kamu nak kok jam segini belum pulang yah” gumamku sambil melihat jam yang menunjukan pukul 1 malam. Aku saat ini sedang sendirian di rumah yang lumayan luas ini. Assisten rumah tanggaku sedang pulang kampung sedangkan suamiku sedang keluar kota mengurus bisnisnya.

Aku baru saja selesai melakukan ibadah malam saat aku terbangun dari tidurku malam ini. Saat kuperiksa kamar fadli ternyata ia belum pulang. Aku kemudian duduk di ruang tamu dengan masih memakai mukenaku menutupi baju tidurku sebuah daster tanpa lengan.

TOK! TOK! , suara ketukan pintu yang cukup keras mengaggetkanku. Kuintip keluar di balik jendela, ternyata yang mengetuk pintu adalah teman fadli yang sedang memapah fadli. Akupun segera membukakannya pintu.

“Malam tante” sapa laki laki itu

“Aduh fadli kenapa?”tanyaku

“Anu tante hmm tadi ada pesta malam mingguan bareng temen temen kantor, trus kami sediain sedikit minuman beralkohol. Si fadli tadi kebanyakan minum tante” kata pria yang membawa fadli

“Heh jangan asal ngomong gue nggak mabuk kok” kata fadli pada temannya. ” nih liat gue masih bisa berdirikan” kata fadli yang melepaskan diri dari rangkulan temannya. “Jangan percaya temenku yah mah” kata fadli yang lagi lagi mencoba menggenggam tanganku namun segera kutarik tanganku menjauh darinya.

“Iya iya mamah percaya ayo kalian berdua masuk dulu” ajakku

“Maaf tante saya harus pulang, nggak bisa lama lama” kata pria itu dan segera bersalaman denganku kemudian beranjak pergi. Aku dan fadli kemudian segera masuk ke rumah.

“Mah badan fadli pegel banget mah, fadli kayaknya masuk angin deh. Fadli juga mual” kata fadli

“Terus mamah harus gimana sayang” kataku

“Hngg kalo mamah nggak keberatan tolong dong mah kerokin badan fadli yah mah”

“Ya udah kamu tunggu di ruang tengah. Mamah lepas dulu mukena mamah” kataku. Aku kemudian segera menuju kamarku. Kemudian melepas mukena dan dasterku dan memakai gamisku yang berwarna hijau dan celana yang berwarna sama.

Aku tak memakai bra di balik gamisku karena aku memang saat tidur tak pernah memakainya. Hanya celana dalam berwarna krem yang kupakai di balik celana kain hijauku. Kemudian kupakai jilbabku yang agak lebar menutupi area kepala dan dadaku. Aku lalu membawa minyak kayu putih serta uang koin dan menuju ke ruang tengah. Kulihat fadli sedang duduk di sofa hanya memakai boxernya saja.

“Cepat balik badan mamah ngantuk” kataku pada fadli

Fadli segera memunggungiku. Kutuangkan sedikit minyak kayu putih itu ke telapak tanganku. Aku kemudian segera mengeroki punggungnya . Setelah beberapa menit akupun telah selesai dan berniat segera menuju kamarku

“Udah tuh, mamah masuk kamar duluan yah mau tidur” kataku sambil beranjak berdiri

” jangan dulu mah, usapin juga bagian dada sama perutku dong” pinta fadli memelas

“Kan kamu bisa sendiri nak”kataku

“Plis mah kali ini aja” katanya. Aku pun menuruti keinginannya. Ia berbalik menghadapku. Kuusapi minyak kayu putih dada bidang dan perut rata milik fadli. Saat kuperhatikan kebawah kulihat penisnya perlahan bangun di balik boxer tipisnya. Mengacung tegak membuat seperti tenda disana.

“Om kemana mah” kata fadli yang membuyarkan pandanganku pada penisnya.

“Ha ngg anu lagi keluar kota” jawabku sedikit grogi.

“Mamah kenapa?” Tanya fadli tersenyum. Ia pasti menyadari aku memperhatikan penisnya tadi

“Nggak apa kok nak, nah udah mama masuk kamar dulu” kataku yang segera menuju ke kamarku. Namun kulihat di belakangku fadli mengikutiku. Aku segera masuk ke kamarku dan ingin menutup pintuku namun segera di tahan oleh fadli. Ia kemudian ikut masuk ke kamarku

“Mau apa kamu nak, sana masuk ke kamarmu” kataku

“Mah, mamah tadi perhatiin kontol fadli kan?” Tanyanya

“Nggak, fadli keluar cepat!” Bentakku.

“Mamah bohong” usai fadli menyelesaikan kata katanya tubuhku ditarik. Aku mencoba melawan namun tenaga fadli lebih besar. Ia segera menundukkan kepalanya dan mencium bibir

“Muach cup hmmpp muach” suara kecipakan bibir fadli di bibirku . Aku mencoba mengatupkan mulutku namun terlambat lidahnya telah menyeruak masuk ke mulutku. Ketika kurasa tenaga fadli sedikit melemah kuhentakan tanganku dan menjauhkan diriku

“Cukup nak, jangan aku tantemu hiks, adiknya mamamu”

“Fadli sudah nggak bisa nahan lagi mah” kata fadli yang menarikku dan menghempaskan tubuhku ke atas ranjang tempat aku dan suamiku biasanya tidur ataupun berhubungan badan. Fadli kemudian menindih tubuhku dan kembali mencium bibirku. Air mataku mulai berlinang. Fadli meremas payudaraku di balik jilbab dan gamisku yang menutupinya. Ia pasti merasakan putingku yang telah mengeras disana.

Aku tetap berusaha memberontak dengan memukul mukul punggung fadli namun dengan cekatan salah satu tangannya menahan tangan kiriku.

“Muach” hiks stop nak stop hiks” kataku dalam tangis

Fadli tak menghiraukan perintahku ia begitu bernafsu. Bukan hanya bibirku yang di ciuminya namun merambah ke leherku yang masih tertutupi jilbab. Setelah di rasakan tanganku tak lagi memukulinya ia melepas cengkramannya di tanganku. Dan kemudian ia sedikit menggeser tubuhnya. Kini posisinya setengah menindih tubuhku dari samping. Tangan kanannya kemudian bergerak menyingkap keatas bagian bawah gamisku hingga sebatas perut. Tangannya kemudian bergerak masuk menuju vaginaku melalu bagian atas celanaku.

Ia memainkan vaginaku dengan jemarinya dan sesekali mengelus rambut kemaluanku yang lebat. Ia jarinya kemudian ia gesek gesekkan ke klitorisku. Membuat rasa geli dan nikmat disekujur tubuhku.

“Memek mamah udah basah mama sukakan?” Tanya fadli yang kujawab dengan hanya menggelengkan kepalaku.
Fadli kemudian bangkit. Memegang ujung atas bagian celanaku dan menariknya kebawah dengan kedua tangannya. Sengaja tak kuangkat pantatku agar ia tak bisa melepas celanaku

“Hiks huu nak cukup nak” kataku

“Diam mah nikmatin aja” dengan tangan kirinya ia mengangkat bagian bawah tubuhku dan menghentakkan celanaku hingga terlepas. Kini vaginaku hanya tertutupi celana dalamku saja. Fadli kemudian sedikit menarik tubuhku ke tengah ranjang. Membuka lebar pahaku. Dan tidur menelungkup di antara kakiku. Wajahnya tepat berada didepan vaginaku. Ia kemudian menyibakkan celana dalamku kesamping dan mulai menjilati belahan vaginaku

“Oughh ahh ahh” desahku. Suamiku tak pernah mau melakukan ini. Kenapa harus orang lain yang menjilati vaginaku bukan suamiku.

“Sllurrpp hmmmpp slluurrp” suara mulut fadli yang beradu dengan vaginaku. Kucoba mendorong kepalanya dengan tanganku, namun entah kemana semua tenagaku. Aku tak bisa melawan tenaganya

Fadli semakin liar memainkan vaginaku dengan lidahnya. Kini tanganku bukan lagi mendorongnya namun menekan kepalanya ke vaginaku. Lidahnya kadang menyeruak masuk ke dalam vaginaku
10 menit fadli mengerjai vaginaku dan kurasakan ada sesuatu yang akan keluar dari dalam vaginaku. Tubuhku perlahan menegang. Kurasakan sedikit demi sedikit cairan orgasmeku mulai keluar

“Ahhhhhhh” pekikku. Pinggulku terangkat. Pahaku mengapit kepala fadli. Mulut fadli meminum semua cairan orgasmeku yang keluar dan ia juga menjilati sisa sisa cairan orgasmeku.

Tubuhku begitu lemas namun nikmat. Aku tak pernah orgasme dalam keadaan di oral seperti tadi. Kulirik fadli yang bangkit dengan terburu buru dan segera melepas boxernya. Ia kini bersimpuh diantara dua pahaku yang masih mengangkang. Ia kemudian melepas celana dalamku lalu Ia menggesekkan kepala penisnya disana dan tanpa bisa kuhentikan penis sepanjang 19 cm itu perlahan lahan membelah vaginaku

“Oughh” desah kami berdua saat kedua alat kelamin kami berpadu. Penis fadli memenuhi seluruh rongga vaginaku. Dan mencapai mulut rahimku yang tak pernah di capai oleh penis suamiku. Dengan masih memakai jilbab dan gamisku, fadli mulai menggerakan pinggulnya maju mundur menghujam vaginaku

“Ahh ahh memek mamah enak ahh ahh” desah fadli

“Enakkan mah di entotin fadli” kata fadli sambil tangannya bergerak masuk kedalam gamisku menuju payudaraku. Jari jarinya mulai memilin putingku

“Uggh ahh sshh ahh” hanya desahanku saja yang terdengar. Entah kenapa aku mulai menikmati gesekan penis fadli di dalam vaginaku. Fadli tiba tiba saja menghentikan genjotannya. Namun tangannya tetap meremas remas kedua payudaraku.

“Ayo jawab mah” kata fadli

“Iya enak berhubungan badan sama fadli” kataku

“Berhubungan badan apaan mah, jawab yang benar!” Kata fadli

“Enak ng ngentot sama fadli”

“Haha bagus mah” kata fadli yang kembali menghantamkan penisnya ke vaginaku. 10 menit kemudian orgasme keduaku kurasakan akan tiba. Vaginaku kurasakan mulai makin geli.

“Ahh ahh fadli mamah mau kelluar ahh”

“Nikmatin mah kelluarin” katanya

“Ahhh oughhh shhh fadllii ahhh uuhh mamahh kellluarr” teriakku. Fadli menghentikan hujaman penisnya dan memeluk tubuhku erat. Setelah badai orgasmeku kurasakan mereda kutarik perlahan tubuhku yang berada dalam dekapan fadli.

“Kenapa kamu ngelakuin ini nak” tanyaku.

“Karna mamah cantik, menurut fadli mamah juga sexy walaupun mamah selalu pakai baju gamis dan jilbab tapi fadli nggak bisa berhenti mandangin tubuh mamah, fadli nafsu jika ngelihat pantat mama yang kecetak di balik gamis mamah, muach” puji fadli padaku sambil mencium bibirku.

“Mah nungging yah” kata fadli yang kemudian mencabut penisnya dari dalam vaginaku.

Fadli kemudian memposisikan tubuhku menungging membelakanginya. Bagian bawah gamisku melorot hingga ke area dadaku karena posisi pantatku yang lebih tinggi dari posisi kepalaku. Ia kemudian memposisikan dirinya di belakang pantatku. Lalu mulai menggesekan penisnya ke belahan pantatku.

*plak! Oh pantat mamah mulus, besar, indah” kata fadli sambil beberapa kali menampar buah pantatku dan mengelus elusnya sambil ia tetap menggesekan penisnya. Fadli kemudian memposisikan penisnya menggesekki bibir vaginaku. Terasa nikmat saat klitorisku yang sudah membengkak tergesek benda keras dan panjang itu.

“Masukin burungnya fadli” tanpa sadar aku berkata demikian karna nafsuku yang sudah ada di ubun

“Burung apaan mah, burung beo atau nuri” kata fadli yang tetap menggeseki vaginaku dengan penisnya, ia nampaknya ingin aku berkata vulgar

“Kontol masukin kontol kamu” kataku sambil ikut menggerakan pantatku

“Kontol fadli masukin kemana mah hah?” Tanyanya lagi

“Masukkin kontol kamu ke memek mamah cepetan, mamah pengen dientotin kamu” kataku yang disambut dengan tawa fadli. Ia segera memasukkan penisnya ke liang nikmatku. Tak berapa lama vaginaku kembali terasa sesak oleh penis fadli. Ia mulai menggerakan pinggulnya maju mundur yang kusambut dengan ikut menggoyangkan pinggulku.

“Ahh ahh enak kan mah dientotin fadli”tanya fadli

“Sshh ahh iya sayang ayo tusuk terus” jawabku

“Ohh ohhh mamah lisa akhirnya aku entotin mamah” ceracaunya

“Ahh nakal kamu sayang ahh ahh kamu oughh entotin adik mamamu ohh kamu entotin tantemu ini ooughh ahh” kataku tak mau kalah

Fadli kemudian menarik tubuhku. Kini aku berada di pangkuannya bergerak naik turun. Ia kemudian melepas resleting gamisku dan membukanya. Kini aku sudah bertelanjang namun masih tetap kupakai jilbabku. Saat aku menoleh ke samping kiri. Kulihat bayangan diriku yang tengah bergerak naik turun di atas pangkuan fadli hanya dengan memakai jilbab. Aku melihat bayangan diriku sungguh binal

“Oughh ahh ahh kamu bikin mamah kayak gini kamu nakal nak ohh”

“Ahh ahh tapi ohh mamah lisa sukakan” kata fadli

“Oughh suka terus entotin mamah” kataku

Fadli kemudian memposisikan diriku kembali menungging. Dan secara perlahan lahan bagian atas tubuhku di dorong ke bawah hingga kini posisiku sudah berbaring menelungkup. Kugigit bantal yang berada di bawahku menikmati rasa nikmat di vaginaku yang makin sempit dan membuat penis fadli makin terasa saat ia menghujamkan penisnya disana

Plok! Plok! Plok! Suara selangakan fadli yang menghantam buah pantatku. Terkadang fadli menurunkan tubuhnya menciumi leherku. Aku juga terkadang menoleh untuk mencium bibirnya

“Ohh mah fadli mau keluar mah” kata fadli, penis fadli kurasakan makin mengeras di liang vaginaku

“Ahh sshh uuhhh bareng sayang mamah juga, ohh ohhh mamah kellluarr saayyanng” teriakku

“Ahhh mamahh lisa, fadlli keluar mahhh

” * crot crot 7 tembakan sperma fadli memenuhi vaginaku. Ia kemudian mencabut penisnya dan mengoles oleskan spermanya ke belahan dan buah pantatku. Ia kemudian membaringkan diri disampingku.

“Hoshh memek sama pantat mamah memang juara” kata fadli dengan nafas tak teratur
“Kontol kamu juga sayang kataku, Aku kemudian membalikan diriku dan segera tenggelam dalam pelukan fadli dan tertidur kelelahan

***

Sejak saat itu aku dan fadli makin akrab dan dekat. Jika kami hanya berdua di rumah saat suamiku pergi, maka sepulang fadli bekerja ia akan selalu menyetubuhiku. Kami selalu sama sama puas karena selalu bersama dalam mencapai klimaks.

Kami bahkan pernah berhubungan badan di dalam kamar mandi saat suamiku menanyaiku sedang apa aku di kamar mandi yang kujawab sedang buang air besar. Untung saja suamiku percaya dengan kata kataku. Sensasi mendebarkan saat itu membuatku cepat mendapatkan orgasmeku. Dan saat aku kemudian keluar dari kamar mandi untunglah suamiku tak menungguiku. Aku dan fadli kemudian berciuman sebelum kembali ke kamar kami

Kembali ke saat ini. Aku sudah berada di meja makan kulirik jam masih pukul 6 pagi. Fadli saat itu melintas melewatiku menuju ke kamar mandi.

“Mamah lisa mandi bareng yuk”

“Ayuuukk” jawabku sambil mengikutinya masuk ke kamar mandi. Ah fadli, fadli. Keponakanku yang mengubahku dari wanita baik menjadi seperti wanita nakal tapi aku menyukainya nak….

Tamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*