Home » Cerita Seks Mama Anak » Mommy Yang Kesepian 2

Mommy Yang Kesepian 2

Adit membuka matanya, dia lirik jam di dinding. 3:45…
“Waduh.., aku ketiduran dari sore dong,” demikian dalam hati Adit menggumam. Teringat kembali sore itu bagaimana dia diajak berpetualang dengan mamanya. Mengarungi samudera birahi yang menggelora. Menghempaskan nya ke pantai kenikmatan yang luar biasa.
“Ahh, mamah memang hebat,”…
“Kenapa senyum-senyum sendiri, Dit?,” suara lembut yang terdengar begitu menyejukkan di telinga Adit mengagetkan nya. Ternyata Rossa sudah berdiri di pintu kamar memperhatikan Adit senyum-senyum sendiri.
“Hmmm, mamah tau kenapa kamu senyum-senyum sendiri, hihi.,” Rossa menggoda Adit.
Adit bangun dari tidurnya dan duduk bersila, masih dengan celana boxernya. Terlihat oleh Rossa kontol Adit berdiri di balik boxernya.
“Iiih, anak mamah ini bener-bener jantan. Bangun tidur ada yang ikut bangun,” Rossa mendekati Adit dan duduk di samping Adit.
“Hehe, mamah liat aja lagi, makasih ya maah pengalaman nya. Adit suka banget.” Kata Adit meraih mamanya dan mencium bibirnya lembut disambut oleh Rossa dengan lumatan mesra penuh kehangatan, tangannya memeluk leher Adit.
Keduanya kembali berciuman layaknya ABG yang baru jadian, tak pernah membuang setiap kesempatan yang ada untuk melepas hasrat dan kemesraan. Rossa begitu erat memeluk Adit, hingga payudaranya yg kenyal menekan lengan Adit. Adit merasakan kelembutan yang hangat menekan tangan nya, dengan segera dia meraihnya. Tangan Adit menyelusup ke bawah daster Rossa dan merayap ke payudara Rossa… Ahhhhh, Rossa menggeliat…. Adit terus meremas dan melumat bibir Rossa dan lidah mereka saling berpagut seolah tidak mau lepas lagi…
Di pagi buta itu dua insan sedarah kembali dilanda gairah nafsu birahi yang menggebu-gebu, tak kenal waktu…. Ahhh, birahi memang tak mengenal usia dan tak lekang oleh waktu.
Seperti juga Adit dan Rossa..
Rossa melepas ciuman nya. Menatap wajah Adit lekat-lekat. Kamu tampan nak, seperti papahmu. Kembali Rossa memeluknya.
“Mamah kangen ya sama papah?,’’ sedikit bergetar nada suara Adit. Rossa tidak menjawab, dia kembali menatap Adit. Rossa mengerti dari nada pertanyaan Adit kalau Adit cemburu, hmmm..
“Dulu iya Dit, selalu inget papah. Tapi sekarang kan kamu bisa gantiin tugas papah. Malah kamu lebih hebat dan lebih perkasa,” jawab Rosaa sambil merebahkan tubuhnya di pangkuan Adit. Adit merasa senang dan tersanjung, dia usap rambut Rossa yg tergerai di pahanya. Ada rasa nyaman dalam diri Rossa berada dalam pelukan Adit, selain memang sejak kecil selalu bersama, jadi Rossa sangat mengetahui hitam putih A sampai Z nya Adit…
“Makasih ya sayang, mamah merasa bahagia, merasa muda kembali,” sambil mengusap-usap kontol Adit yang tepat di depan wajah Rossa. Adit yang sejak tadi sudah ngaceng semakin terusik dan hasratnya kembali bangkit. Kontolnya bergerak membesar mendesak celana boxernya yang memang sudah tipis hingga menyembul di depan wajah Rossa…
“Duhh.. Mamah, jadi bangun lagi tuh…,” kata Adit sedikit mengeliat keenakan.
Rossa menarik celana Adit perlahan hingga kontol Adit sekarang bebas ngaceng dengan gagahnya di depan wajah Rossa….
“Ahhhhh, sayanggg… Kontol punya mamah kan ini?,” Rossa menggenggam kontol Adit sambil mencium batang kontol Adit dan mengusap bijinya.
“Iya dong, mah, hanya untuk mamahku tersayang…. ,” jawab Adit sambil menahan gejolak birahinya yg semakin menggebu. Rossa membalikkan badannya, sehingga sekarang telentang menghadap Adit sementara kepalanya masih bertumpu di paha Adit. Dia menatap wajah Adit penuh hasrat. Adit melihat Rossa berbalik dengan segera meraih payudara Rossa yang terlihat naik turun oleh nafas yang sedang menahan birahi juga. Dua insan ini kembali tergoda nafsu setan di pagi buta.

“Puasin mamah ,Dit….,” Rossa memohon. Sambil beranjak duduk dan membuka dasternya, serta merta dua buah payudara putih dan ranum menggelantung indah di depan Adit. Rossa berdiri dan membuka celana dalamnya. Lengkaplah sudah sekarang dia telanjang di hadapan Adit… Adit meraih pantat Rossa dan mencium memeknya sambil tetap duduk di kasur…
“Mmmmhhh, harumnya memek mamah….,” kata Adit sambil memejamkan mata menghirup memek Rossa yang tertutup oleh bulu bulu halusnya. Rossa memejamkan matanya, tangannya terkepal menahan kenikmatan ciuman Adit.
“Ohhhhhh….ssshhhhh… terus sayanggggg….,” rintih Rossa menahan kenikmatan yang tiada taranya.Kenikmatan yg pernah hilang… Adit dengan lembut menyusuri setiap lekuk tubuh Rosaa yang adalah juga mamanya sendiri. Rossa berbaring telentang memejamkan mata, tangannya terkepal dan kedua kakinya kejang merasakan kenikmatan jamahan jemari dan lidah Adit yang begitu hangat menelusuri setiap inchi kulit tubuhnya….
Keduanya bergumul saling mencium, menjilat meremas, menggigit… Merintih..Mengerang.. Menggeliat… Mereka menikmati sepuasnya…
Akhirnya kontol Adit melesak masuk ke memek Rossa yg sudah banjir dengan cairan birahi. Kontol Adit yg demikian perkasa menusuk masuk hingga Rossa benar-benar kejang dan menggigil, betapa kenikmatan persenggamaan yang baru dia rasakan kembali….
“Keluarin di dalam memek mamah sayanggg…hhhhhhh…. Keluarin sayangggg….. penuhi memek mama dengan air mani kamu..ohhhhhh…terus genjot mamah,Dit…. Ohhhh,’ Rossa menyeracau, merintih menggelincang…
Akhirnya keduanya kejang… Sampai di puncak kenikmatan berbarengan…………
Terkapar bermandi keringat…
“Kamu hebat sekali sayang, makasih ya anak mamah yang ganteng dan perkasa,” Rossa mengungkapkan kebahagiannya sambil berbaring di dada Adit yang telentang keleahan.
“Mamah juga hebat, Adit sampe kewalahan, makasih juga, mamah udah ngajarin Adit dan memberi Adit pengalaman yg sangat luar biasa,” Adit merangkul Rossa dan mencium keningnya. Rossa memejamkan matanya sambil tersenyum bahagia.
“Ya udah, ke kamar mandi yuk, cuci-cuci… lengket semua badan mamah…,” Rossa bangkit sambil menarik tangan Adit.
“Mamah duluan deh, Adit masih menikmati aroma keringat mamah, hehe… Sayang kalo buru-buru di cuci,”
“iiih, dasar jorok.. Ya udah, mamah duluan ya…,’’ Rosa melangkah keluar. Adit memandang Rossa melangkah tanpa busana, Adit melihat tubuh mamahnya begitu seksi, pantatnya masih sangat berisi, terlihat bergoyang lembut ketika melangkah..
“Maaahhh…..,’’ Adit memanggil.
“Iyyaah, kenapaaa? Mau ikut,’’
“Mamah seksi…,”
“Wew…,”
“Hahahahaha…….,”
Rossa, mencibir manja dan menghilang di balik pintu kamar.
————————————-
Hari itu Sabtu, dan biasanya mereka keluar rumah untuk mencari hiburan, entah itu hanya sekedar makan donat di mal atau nonton film. Tapi kali ini mereka tidak melakukan itu.
“Dit, tadi malam tante Neneng nelpon, dia mau kesini, kangen katanya, udah lama gak ketemu, jadi hari ini gak usah keluar dulu ya, kamu temenin tante Neneng. Kebetulan juga mamah mau ke rumah bi Atun, anaknya sakit jadi mamah mau jenguk, gak papa kan?,” Rossa memberi kabar pada Adit saat mereka sarapan.
“Tante Neneng yang tinggal di Garut itu ya mah,’’
“Iya betul, kamu masih ingat kan,”
“Wah, lupa-lupa inget mah, kan waktu ketemu adit masih SD, kayak apa sekarang tante Neneng ya,”
“Ya masih tetep perempuan atuh, Dit, hahaha,’’
“Yee, maksud Adit tampangnyaa.. iiih, mamah, hahaha,”
Keduanya tertawa geli.
Neneng itu masih bisa di sebut adiknya Rossa, lebih tepatnya sepupu Rossa. 4 tahun lebih muda dari Rossa, tidak punya anak hingga saat ini, menurut dokternya, karena suaminya mandul. Berperawakan mungil agak sedikit gemuk tepatnya moleg, putih bersih. Cantik sebagaimana layaknya mojang Sunda.
“Tante Neneng nginap disini, mah?”
“Pastinya begitu, Dit. Masa mau bulak balik Jakarta Garut? Kasian atuh kan jauh,”
“Terus mau tidur dimana mah? Kan kita gak punya kamar buat tamu? Ruangan kamar yang di belakang sudah jadi gudang,”
“Emmm, kamu gak papa kan sehari dua hari ini tidur di sofa?,’’
“Iya gak papa mah, Adit juga suka kok tidur di sofa itu,”
“makasih ya sayang,kamu bisa ngertiin kondisi rumah kita,” Rossa merasa tenang, diciumnya bibir Adit.
“Mmmmhhh… ini hadiah buat anak mamah yang ganteng dan baik hati,”
“Hehe.. kurang….,’’
“Iiiiiih, serakah… nih cium lagi…. Mmmmhhhhhhmmmhhhhh,’’
Keduanya kembali berciuman….
Tiba-tiba hape Rossa berdering, dengan malas dia mengangkat hapenya. Ternyata Neneng mengabari bahwa dia sudah di depan kompleks perumahan Rossa.
“Adit, tante Neneng sudah di depan, kamu jemput gih, pake ojek aja ya,”
“Iya mah, Adit ke depan ya,” Adit bergegas keluar rumah untuk menjemput Neneng.
———-
Seorang wanita muda dengan celana jeans ketat berkaos hitam lengan pendek berdiri celingukan. Dipundaknya tergantung tas kulit yang tidak terlalu besar. Dengan dandanan yang kasual serta potongan rambut yang sangat pendek, wanita cantik ini terlihat begitu sporty dan segar.
“Tante Neneng?,” sebuah panggilan mengejutkannya. Neneng menengok kea rah suara yang memanggil.
“Iyaa, saya Neneng,” Jawabnya sambil sedikit bingung. Lebih tepat dikatakan tertegun kagum melihat seorang pemuda tampan tingi besar menegurnya.
“Siapa ya?.”
“Ini Adit tante, anaknya mamah Rossa, lupa ya tan?,”
“Haahhh… Adiiit… Astagaaaa….Sampe pangling tante… Kamu gagah pisaaaaann, ganteeennngg….. ckckck,” Neneng berdecak kagum memandang Adit dari atas kebawah..
“Yuuk, tante… Kita naik Ojek aja… Jeeekkk! ,” Adit mengalihkan pembicaran, agak jengah dipuji seperti itu di depan orang banyak. Dia memanggil ojek dan berdua beriringan naik ojek ke rumahnya…

“Yuuk, tante masuk. Mamah udah nungguin tuh,’’ Adit mengajak Neneng masuk setelah membayar ojeknya.
“Waah, rumahnya asri banget, sejuk, bersih.. yang tinggal cantik dan ganteng…. Uhh, sempurna deh,” gumam Neneng mengutarakan kekaguman nya. Rossa membuka pintu karena mendenganr suara motor ojek di depan rumahnya.
“Eeeeeeh, si Neneng geulissss… meni makin seksi ajaahhhh……,” Rossa menyambut Neneng dan mereka berpelukan.
“Kamu juga angger ajah geulis, tapi kok asa makin muda wae sih? Jadi iri saya teh da,” Neneng tak henti-hentinya memuji dan mengagumi Rossa. Keduanya masuk bergandengan. Sementara Adit sudah masuk duluan dan langsung ke dapur membuat teh manis.
“Waaahhh….. Sambutan yg istimewa nih, Ross…. Belum duduk teh manis sudah menyambut…. Hebat pisan ih, si ganteng teh, nuhun kasep teh manis nya,” Neneng takjub dengan kesigapan Adit, Sementara Rossa tersenyum bangga dengan Adit.
Mereka duduk di ruang tamu, bercerita pengalaman selama berpisah, diselingi tertawa terpingkal-pingkal ketika tiba di pengalaman yang lucu dan konyol. Adit memperhatikan dua wanita cantik yg sedang heboh bernostalgia..
Neneng sekali-kali mencuri pandang pada Adit, sementara saat itu Adit sedang asyik dengan laptopnya di kamar. Terlihat adit tengkurap di kasur, pintu kamarnya memang terbuka sedikit.
“Kalian tinggal berdua saja, Ross?,” Tanya Neneng
“Iya, Neng. Sejak Galih meninggalkan aku, aku mengurus Adit hingga sekarang. Dan rumah inilah saksi kehidupan kami.,”
“Hebat kamu, Ross. Anakmu gagah, sopan dan tampan. Semua ini bagaimana kamu mendidik dan merawatnya. Untung kelakuan nya gak nurun sama kamu, hahaha,”
“Husss, jangan buka kartu depan Adit , Neng… Gawat nanti,” Rossa berbisik, melirik kea rah Adit. Adit terlihat asyik telungkup di kasur dengan laptop nya,
“Upss… soryyyy…hihi,” keduanya tergelak lagi.
“Sssttt, Apa Adit tau tentang siapa bapaknya?,”
“Dia hanya tau dari ceritaku dan foto yg ada aja, Neng,”
“jangan sampai dia tau, Ross. Kasian,”
“Pastinya, Neng, hanya kamu yg tau bagaimana Adit terlahir, Eh udah siang nih, Aku ada janji mau ke rumah temanku, Kalian di rumah aja ya,” Rossa teringat janjinya dia untuk menjenguk anak teman nya.
Ada apa dengan masa lalu Adit dan Rossa?
Mari kita Flash Back ke masa mudanya Rossa.
Setelah lulus SMA, Rossa melanjutkan kuliah di Bandung di salah satu perguruan tinggi ternama. Karena keluarganya di Jakarta, terpaksa Rossa kost di dekat kampusnya.
Singkat cerita, jadilah Rossa bunga kampus, selain dia memang cantik, pintar juga sangat mudah bergaul dan tidak sombong. Hampir setiap lelaki menaruh harapan nya untuk bisa menjadi pacarnya. Karena sikap dan sifatnya yg sangat menyenangkan itulah, tempat dia kost setiap hari selalu ada yg datang untuksekedar ngobrol atau berdiskusi tentang segala sesuatu. Dan yg paling menonjol adalah, walaupun wajahnya cantik dan lugu, Rossa sangat gemar keluar malam, datang ke tempat dugem di Bandung dan pulang larut malam. Tidak jarang teman-temannya sampai menginap di kost nya. Teman laki atau perempuan selalu saja ada yg menginap..
Suatu sore, selesai Rossa mandi, datang 3 orang teman prianya. Seperti biasa mereka mengajak Rossa untuk jalan keluar.
Dan merekapun berangkat untuk mencari hiburan malam. Bisa ditebak, Rossa pulang malam dalam keadaan mabuk, jika sudah demikian Rossa akan bersikap sangat lain dari Rossa yg lugu. Jadilah dia seperti wanita nakal yang siap melayani setiap lelaki. Itulah salah satu kesukaan Rossa, berganti-ganti pasangan tanpa ikatan pacar. Istilah anak sekarang adalah TTM. Malam itu bersama ketiga teman nya mabuk berat dan terpaksa menginap di kost nya Rossa. Waktu saat itu menunjukkan pukul 3 pagi. Dodi teman Rossa terbangun, kepalanya terasa berat. Dia bangkit hendak ke kamar mandi. Saat melewati tempat tidur Rossa, dia melihat posisi tidur Rossa yang telentang, kakinya terbuka, ngangkang. Dodi mengurungkan niatnya ke wc tapi dia duduk di samping Rossa. Matanya nanar menatap ke selangkangan Rossa, Roknya tersingkap habis hingga celana dalam coklat muda itu terlihat jelas ada sesuatu yg mengintip di baliknya…. Ya, Jembut Rossa dan belahan memeknya terlihat di balik sela-sela celana dalamnya… Doni menelan ludah.. Doni celingukan, dia liat kedua teman yg lain nya ngorok. Demikian juga Rossa, dia tidur dengan lelapnya sehingga tidak menyadari kondisi pakaiannya yg amburadul. Doni dengan hati hati membuka rok Rossa lebih tinggi hingga sekarang seluruh celana dalam terlihat jelas. Rossa masih tetap lelap. Doni semakin berani. Dia buka retsleting samping roknya Rossa. Dan Rossa kini hanya bercelana dalam. Belum puas dengan itu, dengan hati-hati Doni membuka kancing kemeja Rossa. Dan berhasil. Kemeja Rossa terbuka seluruh kancingnya. Tampak dengan jelas BH dan celana dalam Rossa. Jantung Doni berdetak cepat, nafasnya memburu menahan konak yg semakin menggebu. Dia tarik celana dalam Rossa dengan perlahan. Sabarnya Doni melucuti pakaian Rossa satu persatu hingga semuanya terbuka, walaupun kemeja Rossa tidak bisa dilepas karena tertindih tubuhnya… Suatu pemandangan yang membuat Doni menggigil. Ya, Rossa telanjang bulat dengan posisi mengangkang. Memeknya kemerahan ditumbuhi bulu halus yg lebat. Rossa masih juga belum terbangun. Doni semakin berani, dia mulai menaiki tubuh Rossa dan menindihnya, dengan mudah Doni melesakkan kontolnya ke memek Rossa.. Dia tekan perlahan-lahan.. masukkk… Doni menggenjot pantatnya …Payudara Rossa yang mungil dia lumat dengan mulut dan lidahnya.. Tiba-tiba Rossa mendesis.
“Hhhhhhh..ssssssshh.. uuuhhh, apa inii?,’’ Rossa membuka matanya dengan berat karena ngantuk, tapi kesadarannya belum normal. Dia merasa ada benda keras memasukki memeknya dan bergerak keluar masuk, juga benda besar dan berat menindihnya….
“Donniii.. Kamu ngapainnn… uhh,” Rossa mendorong tubuh Doni. Tapi tidak membuat Doni behenti menggenjot pantatnya.
“Sssstttt,jangan berisik nanti Adi dan Hendra bangun. Sssssst.mmmmmh,’’ Doni mencium bibir Rossa untuk membungkamnya..
Karena kondisi Rossa yg lemas dan ngantuk akibat mabuk dia hanya bisa merintih pelan…Lama kelamaan Rossa menikmati pergerakan dari Doni. Dia memeluk Doni dan menggoyangkan pinggulnya… Jadilah mereka ngentot dengan tenang…
“Hhhhhhh, Tekan yang keras Don… Enak banget…” Rosa berbisik…
“Iyaa , Rosss…ahhhhh, Aku gak kuat Rosss…. Aahhhhhh.mhhhhhhh sssshhhhhh….,” Doni mengjang dan.. creetttt…creeettt.. creetttttt……” Donipun menyemprotkan spermanya di dalam memek Rossa, demikian juga Rossa.
“Aku juga keluarrr Don. Ahhhhh, jangan dicabut dulu kontolnyaa…..,” hhhhhh, enak pisaannn….
Keduanya, berpelukan. Lemaasss…
“Heiii, pada ngapain berduaan telanjang?,’’ Rupanya Adi terbangun.. Hendra juga.. betapa terkejutnya Rossa dan Doni.
“Waahhhh, ngentot diem-diem, Gitu ya Ross, Aku minta cium gak pernah boleh, rupanya diam-diam kamu ada affair sama Doni tooooh?,” kata Adi sambil melihat Hendra yang juga merangkak menghampiri mereka….
“Mau dong Ross,masa Doni ajaa yg boleh ngentotin kamuuu,” Hendra menarik Doni dari atas tubuh Rossa. Hingga sekarang Terlihat Rossa telanjang dan belepotan sperma Doni di pahanya… Tanpa menunggu jawaban Rossa, Hendra langsung menindih Rossa, dengan cepat dia keluarkan kontolnya dan memasukkan nya ke memek Rossa yang sudah banjir oleh sepermanya dan sperma Doni…
“Aouuuhhhh, pelan-pelan Hendraa….. Iyaaaa, kamu boleh ngentotin aku, tapi jangan kasar dong… Uggghhhh,” Rossa kembali harus ngentot, kali ini dengan Hendra… Hendra membalikan tubuh Rossa hingga posisi Rosa Di atas tubuh Hendra… Adi yang terkesima dengan gerak cepat hendra dan takjub dengan kemolekan tubuh Rossa menjadi turut konak. Kontolnya mengejang mendesak celananya…. Adipun serta merta membuka celananya dan bergerak ke belakan Rossa. Adi mendorong tubuh Rossa dari belakang hingga posisinya nemplok di dada Hendra… Terlihatlah dari belakang Kontol hendra keluar masuk memek Rossa.
Adi membuka buah pantat Rossa dan menjilati bo’olnya yang menganga.
“Ahhhhhh, ssshhh… Auuuuhhhhhhhhhggggg… Rossa mengerang….
Adi menaiki Rossa dan berusaha memasukkan kontolnya ke bo’ol Rossa, tidak terlalu sulit karena kondisi bo’ol Rosa sudah basah, licin oleh sperma..
Dan masukkkkkk.
Rossa dientot bersamaan oleh Adi dan Hendra..
Tubuhnya mengelepar, menggelinjang, mengerang dan merintih.. mencengkram Hendraa…..
Kontol Adi masuk ke bo’ol Rossa, keluar masuk dengan cepat. Hendrapun mempercepat gerakan kontolnya. Rossa terpejam merasakan nikmat yg luar biasa…. Adi sambil membungkuk memeluk Rossa dari belakang, dan tangannya tidak tinggal diam, dari belakang Adi meremas dan mempermainkan payudara dan puting Rossa. Rosa semakin liar bergerak, menghentak-hentak dan berteriak-teriak keenakan..
Akhirnya ketiganya terkapar mencapai klimax…. Yaaa, malam itu Rossa dientot oleh ketiga teman nya… Itulah awalnya Rossa menjadi gemar sekali ngentot. Tidak bisa dihitung berapa banyak kontol lelaki masuk ke memeknya dan bo’olnya. Hingga suatu ketika Rossapun hamil… Hamil tanpa diketahui siapa yg menghamilinya. Karena begitu seringnya Rossa berganti pasangan ngentot. Diapun keluar dari kuliah. Dan meninggalkan Bandung dengan janin yg tidak jelas siapa bapaknya. Dia pergi ke Bali, dan melahirkan di sana. Ketika anaknya berumur setahun dia dinikahi oleh seorang pengusaha. Dan itupun tidak bertahan lama. Entah karena mengetahui latar belakan Rossa atau hal lain, yang jelas dia menceraikan Rossa saat Adit berumur 3 tahun. Rossa kembali ke Jakarta, dan bekerja di suatu perusahaan otomotif di bagian administrasi. Demikianlah akhirnya Rossa berhasil membesarkan Adit seorang diri dengan mengandalkan gaji yang tidak terlalu besar.
———————-
Hari menjelang sore namun Rossa belum juga pulang.
“Mama memang biasa lama ya, Dit kalo pergi-pergi,? Tanya Neneng.
“Nggak juga tante, gak tuh kok tumben mamah lama nih,” Adit juga merasa aneh.
“Emang rumah temen nya jauh ya, Dit?”
“Lumayan sih tante, kalo naek Angkot dua kali naek, rumah bibi di daerah Parung,”
“Waah, dimana tuh? Tante gak tau daerah sini, Dit,”
Tiba-tiba telpon Neneng bordering, dia angkat, rupanya dari Rossa,
“Iya Ross, kamu dimana sih? Haaaah… Innalillahi… Terus gimana Ross? Ooh, iya.. iyaa, Iya nanti aku sampein sama Adit, Atau kamu ngomong sendiri deh sama Adit, Dit… Ini mama mau bicara,” Neneng menyerahkan hape nya ke Adit. Rossa mengabarkan kalo anak bi Atun meninggal jadi terpaksa dia gak pulang..
“Mamah gak bisa pulang tante, katanya harus nemenin dan nenangin temennya, anaknya meninggal,”
“Duuuh,kesian pisan yaa,”
“Iya tante,”
“Adit tidur sama tante aja ya, itung itung nemenin tante. Mau kan?,”
“Mmm.. Iya tante,”
“Jangan malu-malu gitu ,Dit. Anggap aja tante ini mama mu juga. Oke?”
“Iya tante,’’
“Nah berhubung sudah sore, tante mau mandi ya, boleh pinjem handuk mama,Dit?
‘Iya tante, sebentar Adit ambilkan ya,” Adit bergegas ke kamar mau ngambil handuk di lemari mamanya. Sementara Neneng menuju kamar mandi. Tidak lama adit sudah keluar kamar membawa handuk, diliatnya Neneng sudah tidak di tempatnya, langsung dia menuju kamar mandi dan mengetuknya.
“Tantee.. Ini handuknyaa,” pintu terbuka dan tangan Neneng menjulur keluar. Pintu terbuka agak lebar, Adit menyodorkan handuk ke neneng, sepintas adit melihat Neneng di kaca cermin kamar mandi sudah telanjang bulat. Walau sepintas tapi jelas terlihat payudara Neneng begitu montok, putih dan mulus. Tbuhnya lebih putih dan berisi dari Rossa mamany… Darahnya sesaat berdesir.
“Makasih, Dit,” Neneng mengeluarkan kepalanya sedikit.
“Kamu gak mandi, Dit? Bareng yuuuk….,” Neneng menggoda Adit. Dalam hati Neneng Untung-untungan siapa tau Adit mau. Dan, hmmmm….
“Oh.. eeh, mmhh.. Nanti aja tante,” Adit salah tingkah, antara mau, takut dan malu bercampu jadi satu.
“Kalo mau ayo sekalian tolong sabunin punggung tante,” Neneng menggoda lagi.
“Gak usah takut, ganteng. Kan gak ada yg liat, mama juga kan gak pulang.. yuuuk sini,” Neneng akhirnya membuka pintu lebar-lebar. Dan terlihatlah oleh Adit seluruh tubuh Neneng, Ternyata neneng jauh lebih seksi dari Rossa. Payudaranya lebih besar dan masih mengkal belum kendor. Perutnya kecil dan pantat yang lebar. Kulitnya yang begitu putih bersih membuat Adit terkesima.
“Ayooooo, sini,’’ Neneng menarik Adit masuk ke kamar mandi.
“Eh… tante, jangan ah.. M alu..”
“Iiiih, anak laki kok maluan,” Neneng langsung menarik kaos Adit ke atas, terpaksa Adit angkat tangan dan kaospun terlepas melewati kepala Adit.
‘’Wow, tubuh kamu atletis sekali,Dit…” Sambil menatap tubuh Adit, Neneng menurunka celana boxer Adit, hanya sekali tarik lepaslah celana Adit. Adit menutupi kontolnya dengan kedua tangan…
“Nahhh, sekarang kita siap mandi yaaa, nih sabun nya,’’ Neneng langsung menyiram tubuhnya…
“Tolong sabunin punggung tante , Dit,”
Adit dengan sedikit gemetar menyabunin tubuh Neneng.. “Tolong sabunin punggung tante , Dit,” Adit ragu-ragu mengusap-ngusap punggung Neneng, dalam hati Adit memuji kemulusan kulit tubuh Neneng, terlebih lagi dalam kondisi basah dan bersabun… Tanpa terasa kontol Adit bergerak naik dan menyenggol pantat Neneng. “Eeh, Adit apa ini di pantat tante?,” Neneng pura-pura tidak tau.. Adit gugup ditanya Neneng begitu. “Ehh, ee.. ini tante, aduuuhhh.. maaf tante,” Adit mundur menjauh agarkontolnya tidak menempel ke pantat Neneng. “Waaahhh, hebat…. Kamu horny ya Dit, berarti tante biar tua masih masih seksi dong yaaa?” Neneng terus menggoda Adit yang semakin kikuk… Neneng membalikan tubuhnya hingga sekarang menghadap Adit. Adit berdiri termangu melihat tubuh indah dan seksi menghadap nya… “Sekalian sabunin depan nya, Dit…ahhhhh, ayo Dit,” Neneng menarik tangan Adit dan menekankan ke payudaranya. Adit sedikit menahan tarikan tangan Neneng.. “Ehhh, e… Jangan tante… Tante aja sendiri kalo di depan mah, ini sabun nya tante, ma’af… “ Adit semakin salah tingkah. Melihat kelakuan Adit yang grogi Neneng semakin aktif menggoda Adit, dia pun mulai horny melihat kontol Adit yang ngaceng… Karena Adit tinggi besar sedangkan neneng mungil dan posisi mereka berhadapan, jadilah kontol Adit sangat dekat dengan wajah Neneng… hamper menenpel di perut Neneng. “Gak papa kalo kamu gak mau, sini sabun nya, biar tante aja yang nyabunin kamu,” tanpa menunggu Neneng mengambil sabun dari tangan adit, dia mengambil gayung dan menyiram tubuh adit lalu neneng meraih kontol Adit dan menyabuni nya…. Adit kaget, dia mundur hingga genggaman Neneng di kontolnya terlapas. “Aduhhh, jangan tante, “ Semakin penasaran Neneng dibuatnya, sementara birahinya sudah mulai naek di kepala, betapa tidak, kontol yang besar panjang keras dan berurat itu sudah dia genggam dan sejenak terasa denyutan kontol Adit di tangan nya… “Ya sudah, kita mandi aja yaa.. yuuk, “Neneng tersenyum menenangkan Adit, dia mengatur siasat agar Adit semakin tertarik dan bisa dia dapatkan kontolnya…”hmm, sabar ya sayang sebentar lagi kamu akan tunduk sm aku,” demikian kira-kira kata hati neneng. “iyaa tante, nuhun,” Adit merasa lega dan kembali mendekat Neneng untuk saling menyiram tubuhnya. Neneng melirik kontol Adit masih tegak berdiri, dia senyum simpul merasa menang dan berhasil akan godaan nya. Dan memang benar Adit sangat terangsang dan tergoda, tapi dia takut, dia teringat mamahnya, dia tidak mau mengkhianati mamahnya. Sangat takut. Akhirnya mereka selesai mandi. Keduanya berganti baju di kamar. Neneng langsung merebahkan tubuhnya di kasur…. “Tante lupa bawa daster, Dit. Gak nyaman tidur pake celana pendeh the, boleh pinjem daster mamah mu gak?,” Neneng memulai strategi buat menggoda Adit. “Coba Adit liat di lemari mamah, mudah2an ada yang bisa tante pake,” Neneng hanya tersenyum memperhatikan Adit. Tiba-tiba telpon Adit bordering. “Sebentar ya tante, Adit angkat telpon dulu, dari mamah nih,” “Halooo… mamah? Gimana keadaan disana mah,” “Hallo , Adit. Iyaa Dit, mamah harus nginep disini, kasian bi Atun dari tadi nangis terus. Tante neneng lagi apa Dit? Udah pada makan?,” “Belum mah, baru aja selesai mandi, o iya mah, tante neneng pinjem daster mamah katanya, yg mana mau dipinjemin mah?” “ O iyaa, Adit beli aja kalo gak ada makanan. Kalo tante Neneng mau pakedaster mamah, Adit cari aja di lemari, biar tante Neneng pilih sendiri. Ehhh, Adit bobo sama tante Neneng aja di kamar mamah yaa, temenin tante Neneng biar gak iseng, kasian jauh2 datang malah mamahnya pergi’’ “Iya, mah. Ya udah mamah hati2 ya disana, cepet pulang mah, Adit kangen,” “Duuuuuuhhh, anak mamah ini, baru ditinggal sebentar udah kangen, hihi.. Sabar ya sayang, besok mudah2an mamah pulang, ya udah, salam ya buat tante Neneng,’ “Iya mahh, daaahh,’’ “Tante, kata mamah pilih sendiri aja dasternya,” “O gitu ya, makasih ya Dit,” “Sama-sama tante,” Neneng mencoba daster yang paling minim. “Yang ini aja ya, Dit.” “Iya tante, bagus… keliatan makin seksi.. ehh..,” Adit spontan memuji, tapi jadi malu sendiri.. “Waahh, iya ya Dit?,” Neneng tersenyum senang, taktik pertamanya berhasil. Dengan ujung matanya dia liat Adit mencuri-curi pandang memperhatikan nya. Neneng sengaja pakai daster tanpa daleman sama sekali. Hingga seluruh lekuk tubuhnya tergambar jelas di daster Rossa yg tipis dan hanya bertali kecil. “Dit,’’ Neneng duduk di samping Adit yang sedang tiduran sambil nonton TV. “Iya tante,” “kamu udah punya pacar?” “Belum tante, mamah juga selalu nanya begitu, aku masih mau serius belajar,” “Waaah, hebat kamu , Dit,” “Mamah juga bilang begitu,” Adit tersenyum ada rasa geli, kenapa dia selalu ditanya begitu. “Kamu gakengen gitu ngerasain sentuhan cewek atau pacar misalnya,” Kata Neneng sambil pelan-pelan telunjuknya menulis-nulis di pah Adit. “Mmmmm, jujur aja aku sering membayangkan itu kok tante, “ “Terus….? Pernah pengen?” “Pengen apa tante?” “Yaaaa, pengen ML atuh ,Dit… tante juga pernah ngalamin rasa itu di seusia kamu dulu,” “Iyyaa, sering tante,” “Terus, kamu ngatasin keinginan nya gimana?” “Mmmhhh, akuuu… Masturbasi tante,” jawab Adit malu-malu. “Terus……. Yg kamu bayangkan saat masturbasi siapa?” “………………Mamah tante…..,” “Hmmmmm… yaa..yaaa, tante ngerti. Gak papa kok ,Dit. Itu normal.” “Kok???” “Iyaaa, kamu anak baik. Gak pernah pacaran, gak pernah ngayap.. setiap hari pulang kuliah diem di rumah, yang kamu liat cuma mamaaaaaahhh, terus. Jadi yg ada di benak kamu, wanita itu seperti mamahmu… yaaa, mamahmu lah yang jadi obyek khayalan mu… keuntungan nya kamu sangat dekat dengan mamahmu, jadi makin gampang kamu klimax.. betul?” “Hebat, tante sangat tau banyak ya soal sex.,” “yaaa, tante kan udah gak muda lagi, Dit. Udah seusia mamahmu, udah peot,” “Nggak tante, tante masih cantik, masih segar masih seperti wanita 25 tahunan…. Seriuss…” “Yesss, berhasil, tinggal selangkah lagi,” begitu hatinya Neneng bergumam. “Kok ngelamun tante, saya salah bicara yaa?,’’ “Ehhh, nggak kok, kamu benar, eh.. nggak ngak , tante gak catik kok. Mamahmu jauh lebih cantik,” “Hehe, aku serius kok tante, masih cantik dan sangat menggoda laki-laki manapun yg menihat tante,” “Ahh, kamu bikin tante melayangg,” Adit tersenyum melihat Neneng wajahnya memerah… Neneng menatap Adit lekat-lekat.. Mereka saling pandang… Neneng mendekatkanwajahnya ke wajah Adit… “Kiss me….” Neneng berbisik sambil memejamkan mata, bibirnya sedikit terbuka. Adit tertegun, Diraihnya wajah Neneng dengan kedua tangan nya. Terasa begitu lembut pipi Neneng di telapak tangan Adit. Adit mencium bibir Neneng perlahan-lahan dan dengan lembut.” “Mmmmhhhhhh…….,” Neneng menggeliat, Adit memeluk Neneng dengan erat. Mereka berciuman dengan mesra… bermain lidah saling melilit lidah, saling melumat dengan bebasnya… kecipak kedua bibir serasa music yang menyemangati gairah keduanya… Neneng melepas daster tipisnya dan meraih tangan Adit, lalu membawanya kea rah payudara Neneng dan ditekanya tangan Adit… Ahhhhh…. Adit, meremas payudara Neneng yang kenyal dan besar… Adit membaringkan Neneng. Membuka celana boxernya… Jadilah mereka bergulat tanpa sehelai benangpun. Gesekan kulit tubuh mereka benar-benar membuat keduanya melambung ke alam birahi… Neneng melepas ciuman nya dan bergeser ke perut dan mendekati kontol Adit yang ngaceng besar sekali… Di genggamnya kontol Adit, dan bibil Neneng melahap kontol Adit dan memainkan lidahnya di kepala kontol Adit…. Ahhhhhgghhhhhh.. Adit mengeranggg…. Neneng terus mengulum kontol Adit, memainkan biji kontol Adit dengan usapan- usapan lembut, membuat adit semakin merinding merasakan nikmatnya sentuhan bibir dan jemari Neneng. Neneng mengangkat kedua kaki Adit, Adit mengerti lalu memegang kedua pahanya. Sekarang posisi Adit seperti wanita yg sedang melahirkan. Bo’ol Adit terlihat bebas di hadapan wajah Neneng, tanpa tunggu lama dijilatnya bo’ol Adit, ditusuk-tusukan nya ujung lidah Neneng ke bo’ol Adit. “Aaaggghhhhh.. tanteeeeeeee… diapainnn bo’ol Adiiitthhhh… hhhhh… enakkkggg pisssannn… ohhhhhhhh..ssssshhhhh.. Aaahhhhhh… terusss tanteeee,” Adit menyeracau. Neneng melumat bo’ol dan biji kontol Adit dengan penuh gairah nafsu… Telunjuk Neneng menekan bo’ol Adit… perlahan-lahan di dorong terus… Slep! Masuk sedikit telunjuk Neneng… ditekan lagi dan masuk lebih dalam ke bo’ol Adit…. “ooohhhh,, my gooooodddddd….. tanteeeeehhhh… enaaagkkkkk bangeeddd… diapaiiiinnnnn bo’ol nyaaa…ooohhh… teruussssss………,” Akhirnya Neneng berhenti bermain di bawah, lehernya mulai terasa pegal karena posisi jongkok dan kepalanya menekuk sedemikian… Neneng berguling, berbaring telentang dengan mata terpejam…. “Aaaahhhhh… Adiiitttt… Kamu seksii pisaannnn….” “Rangsang Tante , Dit.. Pleaseeee….. Fuck mee… ohhhhhh,” Adit merangkak ke arah memek Neneng, dengan kedua jempolnya dia buka bibir memek Neneng… Terlihat memek Neneng bagian dalamnya, merah jambu dan berlendir. Adit menjilatnya dengan ujung lidah, menjilat sisi-sisi bibir memek Neneng, kelentit nya. Disedot digigit di lumat hingga wajah Adit belepotan dengan air memek dan ludah… “Oooohhhh, sayaanngg… Masukkin…. Tante gak kuaattt.. pleeeaase…,” Adit merasap menaiki tubuh Neneng yang sudah berkeringat… Adit meremas dan mencium payudara neneng, sementara kontolnya dia gesek-gesek ke sela-sela paha Neneng…Neneng membuka kedua pahanya. Dan.. Sleppp! Kontol besar dan panjang itu melesak dengan lancar karena banjir cairan memek dan ludah Adit. Neneng mencengkram pantat Adit.. menarik menekan, kukunya mencengkram kuat dipantat Adit. Adit menggenjot pantatnya, hingga kontolnya masuk full ke dalam memek Neneng. “Aaaaaaghhhhhh…hhhrrrrrrrr….. Adiiiitthhhhh…. Oooohhhhhhhh…… nikmatnnyaaaahhhh…ooohhhhhh…. Ooooh my gooodddd… sayaaangggg.. teruuusssss…. Fuck me harderrrrr…sssssssshhhh…. AAAAAHHHHHHHHHHHH…….” Neneng menggelinjang dan berteriak mendesah seperti kesetanan.. Kakinya mengejang… pelukan nya mengerat.. bibirnya melumat bibir adit kuat kuat… ‘Hhhmmmmmmmmmmhhhhmmmmmmmmhhh,” Mata Neneng mendelik… seluruh tubuhnya kaku, bergetar kuatt.. “AAaggggghhhhhhhh…. Akuu keluuuaaarrrrrrrrr…. Keluaaaarrrrrr………. Sssshhhhhhhh ooooohhhhhhh,” Neneng klimax… Adit makin cepat menggenjot dan menekan memek Neneng yang semakin terasa sempit karena kedua kaki Neneng kejang saat orgasme… Hal itu membuat Adit tidak kuat lagi menahan air maninya… dan.. Creeeettttt…creeeettttt…crrreeeetttt,,,,srrrrrrrr, ,,srrrrrrrrrrrrr….. tumpahlah di dalam memek Neneng hingga keluar membasahi kasur…. Neneng memeluk Adit dengan kuat seolah tidak mau lepas lagi… “Jangan lepaskan pelukanmu Dit, jangan cabut dulu kontolnya… Rasakan gigitan memek tante..ahhhh.. sayanggg.. kamu hebat sekali,” Keduanya terkapar lemas…

Adit bersiap-siap hendak ke kampusnya pagi itu.
Wajahnya terlihat cerah ceria.
“Tante, Adit berangkat ya,”
“Gak sun dulu, Dit?,”
“muuuahhhh… untuk tanteku yang cantik, yg seksi, yang hot… daaah tante…”
Baru saja Adit membuka pintu, hapenya bordering. Ternyata dari Rossa.
“Hallo, mah…,”
“Adit kamu dimana?”
“Masih di rumah, mah. Baru mau ke kampus. Mamah dimana?”
‘’ Mamah masih di rumah duka, Dit… Mamah terpaksa harus menginap lagi, nanti mamah cerita ya kalo udah pulang, ini masih ribet banget sayang, salam buat tante Neneng ya, Dit,”
“Oo iyaa, mah… Nanti Adit sampe in, hati-hati ya mah. Cepet pulang,”
“Siyaap sayang, muaaachhh,”
Ada perasaan senang campur kecewa. Senang karena bisa berduaan lagi dengan Neneng kecewa karena tidak bisa merasakan hangatnya tubuh Rossa.
“Dit, bikin Mie goring yuuk, enak nih dingin-dingin begini makan mie,” kata Neneng setelah selesai mandi sore itu. Adit baru saja keluar kamar mandi. Dengan kaos singlet dan boxer kesayangan nya.
“Waah, oke tuh tan… tapi jgn pake cabe yaa, aku gak suka pedes..,” Adit menghampiri Neneng yg sedang menyalakan kompor gas.
“Ya udah, kita masaknya dipisah aja ya,” dan Neneng pun mulai memasak mie goring di dapur. Adit memperhatikan Neneng memasak. Berdiri bersandar di pintu dapur. Neneng menggunakan daster Rossa tipis dan hanya bertali di pundaknya. Neneng tahu Adit memperhatikan nya
“Hmm…. Pandanglah sepuasmu, ganteng. Sebentar lagi kamu bisa merasakan kembali kehangatan tubuhku,” Begitulah kata hati Neneng.
Dengan sengaja Neneng memamerkan kemolekan tubuhnya dengan sesekali menunduk, dengan alas an mengambil bungkus bumbu mie yg sengaja dia jatuhkan, sehingga Adit bisa melihat payudara Neneng mengintip di balik daster. Payudara Neneng yg putih mulus bergayut indah, putingnya terlihat jelas oleh Adit. Kontol di balik boxernya mulai bergerak-gerak karena tergiur oleh aksi Neneng.
“Selesai deh, yuuk kita makan,’’ ajakan Neneng mengagetkan Adit yg sedang asyik menikmati pemandangan di hadapan nya.
‘’Oh.. ehhh..yukk, tan,’’ jawab Adit gelagapan. Neneng tersenyum menatap Adit.
‘‘Hayooo, ngelamun jorok yaaa,”
“ehh, nggak kok tan, aku lagi ngapalin buat tes besok di kampus,”
“Test apa test?’’ Neneng menggoda..
“Yuuk, tante, mana yg gak pedes?,” Adit mengalihkan pembicaraan. Akhirnya mereka makan berdua di meja makan. Sambil makan mie Adit selalu curi-curi pandang ke arah dada Neneng yg sengaja dia turunkan dasternya dan tidak ber BH. Daster yg tipis benar-benar membuat lekuk tubuh Neneng begitu nyata terlihat. Membuat gejolak darah muda Adit kembali mendidih.
Neneng sengaja menyenggol tutup gelas di meja sehingga jatuh ke bawah kolong meja.
“Duuh, tolong ambil Dit,’’ Adit jongkok ke kolong meja. Dia lihat di balik daster Neneng yg sengaja duduk membuka pahanya. Terlihatlah dengan jelas di hadapan Adit. Neneng tidak bercelana dalam, memek dengan bulu-bulu halusnya nampak sedikit terbuka. Dada Adit berdegup kencang. Betapa tidak, memek yg begitu jelas di depan mukanya seolah memanggilnya untuk disentuh.
“Ini, tante,” neneng melihat wajah Adit memerah.
“Kamu kenapa, Dit? Sakit?,” Tanya neneng pura-pura tidak tau Adit melihat memeknya.
“Ohh, nggak papa tante,”
“Ya udah, abisin mie nya, biar nanti tante balur punggungnya sama balsem biar gak keterusan sakitnya.
“Gak usah , tante, aku gak ‘papa kok,”
Selesai makan Neneng membawa mangkok2 kotor ke dapur, Adit mengikuti dari belakang membawa gelas kotor.
“Biar tante cuci Dit sekalian,” Adit menaruh gelas kotor di tempat cuci piring. Karena memang sengaja Neneng memancing Adit untuk mengikutinya ke dapur. Dengan kepintarannya bergerak pyudaranya menyenggol tangan Adit.Serrrrrrr… darah Adit berdesir. Adit terdiam, dia membiarkan payudara lembut itu menempel di lengan nya. Karena kontol Adit sudah ngaceng, tersentuhlah paha neneng yg berdaster tipis itu hinga sangat terasa sentuhan itu oleh Neneng. Rupanya Neneng juga sudah terangsang sejak tadi. Neneng meletakkan mangkoknya dan berbalik menghadap Adit. Adit yg tidak menyangka Neneng Akan berbalik jadi kaget, reflex tangannya bergerak kedepan dan…. Gep..! tangannya mendarat di dada Neneng.
“Oh… maaf tante,” Neneng tersenyum memegang tangan Adit dan menempelkan kembali ke payudaranya.
“Gak papa, Dit… Terusin aja.. tante suka kok… Yuuuk, di kamar aja.. Gak seru di sini mah, keliatan dari luar,” tanpa menunggu jawaban Adit, Neneng menyeret Adit ke arah kamar. Adit menuruti ajakan Neneng sambil berdebar-debar membayangkan yang akan terjadi di kamar nya. Neneng mendorong Adit ke tempat tidur hingga Adit telentang. Tanpa menunggu ba bi bu, Melepas dasternya. Dan terlihatlah oleh Adit tubuh indah dan molek Neneng tanpa sehelai benangpun.
“Tante…..,” hanya itu yang keluar dari mulut Adit. Neneng menarik celana boxer Adit. Dengan sekali tarikan telanjanglah Adit. Kontolnya terlihat berdiri tegak karena memang sudah konak berat. Neneng menggenggamnya dan menjilat kepala kontol Adit…. Kejadian yg begitu cepat dan diluar perkiraan Adit membuatnya sedikit gelagapan… Tapi memang Adit menyukainya dia menikmati agresifnya Neneng. Dia biarkan Neneng melumat kontolnya, menjilat, mengulum sambil mengocok dengan tangan nya dan sedikit dipelintirmembuat Adit mengejang, ngilu tapi enak..
“Ahhhh… tanteeeee..,”Adit mengerang. Mendengar erangan Adit neneng semakin bernafsu. Diangkatnya pantat Adit, dia jilat bo’ol Adit, dia tusukkan ujung lidahnya ke lubang bo’ol Adit..
“Aouuuughhhhhhh….sshhhhh…. aaahhhhh.. enakkkk tanteeeeeeeehhh,” Neneng terus merangsek kontol dan bo’ol Adit hingga wajahnya belepotan oleh ludahnya sendiri… Biji kontol Adit dia sedot, dia kulum ke dalam mulutnya…
“Aaoooouggghhhhhhhhh.. tanteeeeeee…….,” Adit berteriak keenakan…. Sensasi yg luar biasa yg baru dia rasakan. Seakan jantungnya copot ketika bijinya disedot dan dikulum Neneng. Neneng merayap naik ke atas tubuh Adit, hingga payudaranya yg montok bergelayut menggesek kulit tubuh Adit… Adit merasakan kelembutan payudara Neneng menggeser di badan nya semakin naik birahi nya. Dia raih payudara Neneng dan meremasnya dengan penuh nafsu yg menggebu. Neneng menggeliat dan mengerang…
“Aughhhhhhh…… sssshhhhh…. Putingnya sayangggg…… ohhhh,’’ Adit menjepit putting Neneng dengan sela-sela jari tengah dan telunjuk sambil tetap meremas…. Neneng melumat bibir Adit dan menggigit lidah Adit memilin sedemikian rupa. Hingga Adit benar-benar terbang ke alam birahi yang tak terhingga… Tangan Neneng meraih kontol Adit dan membimbingnya masuk ke memeknya yg sudah basah dan membengkak karena nafsu… Blesssssss…. Kontol besar itu melesak bebas ke dalam memek Neneng.
“Aughhhh,’’ mata Neneng mendelik dan mengerang keenakan. “Tekan sayangggg.. genjotttt… Aku gak kuaattttt..ahhhhhh enak pisaannnnn….,” Neneng menyeracau merasakan nikmat yg tak terkira. Adit mengangkat-angkat pantat dan pinggulnya hingga Neneng terkejut-kejut dibuatnya. Kembali Tante dan ponakan itu menikmati nafsu birahi terlarang itu dengan liar. Neneng menggeliat, merintih, mengerang, mencakar, menggigit, mengejang, menggelepar menikmati setiap detik setiap inchi kenikmatan birahinya bersama Adit yang masih demikian muda tapi sangat bisa mengimbangi gerak pengalaman bercinta neneng yang sudah banyak pengalaman. Tapi dengan Adit Neneng dibuatnya serasa masih gadis, masih perawan karena kontol Adit yg demikian besar, keras dan panjang menghunjam memeknya.
Akhirnya keduanya mengejang saling berpelukan erat, saling mencium…. Berguling…. Meregang mencapai orgasme bersamaan… Bermandi keringat dan akhirnya keduanya lunglai dipuncak kenikmatan dunia….

Adit terbangun karena hapenya berdering. Dengan malas dia mengambil hape yang dia letakkan di samping bantalnya, dia liat Neneng masih telentang bugil di sampingnya… ughhhh, darahnya berdesir lagi.
“Hallooo….,”
“Aditt… Kamu baru bangun? Ini mamah sayang,”
“Mhhhh, iya mah.. Mamah dimanaa? Mamah di depan lagi nunggu ojek, kamu gak ke kampus sayang?’’ degggg…! Jantungnya serasa mau copot.. Bagaimana tidak, dia masih telanjang dengan Neneng sementara Rossa sudah datang….
“Ohh,iya mah… Katanya gak pulang mah? Udah beres ya urusan nya?,’’ jawab Adit sambil menggoyang-goyang neneng agar bangun…
“Iya sayang, kebetulan sudah beres…. Jadi mamah buru-buru pulang, kangen sama kamu mamah the, sayang,”
“Mau Adit jemput mah?,’’ Neneng membuka matanya, Adit memberi isyarat agar Neneng bangun dan berpakaian.. Neneng mengerti, dia langsung bergegas merapikan pakaiannya dan tergesa-gesa ke kamar mandi. Lega rasanya Adit melihat itu.
“Gak usah sayang, mamah udah di ojek, bentar juga sampai, tunggu ya sayang, dahhh,” Rossa menutup pembicaraan. Adit segera merapikan tempat tidurnya, dan berpakaian kembali. Kurang 2 menit terdengan suara motor ojek di depan rumahnya.
Adit bergegas membuka pintu. Dan menyambut Rossa. Mereka berpelukan melepas rindu… Adit mencium kening Rossa.
“Mamah sehat kan?”
“Iyaa sayang, Cuma kurang tidur aja, badan mamah pegel-pegel,”
“Uuuh, kasian mamahku, nanti Adit pijitin yaaa,” Mereka masuk ke dalam rumah.
“Lho, tante Neneng mana, Dit?’
“Lagi di kamar mandi, mah,”
“Kamu belum mandi ya, Dit? Asemmm, ihhh,’’
“Hehe, belum mah, kan baru bangun, ntar mamah mandiin aja yaaa,”
“Husss, malu atuh, ada tante Neneng,”
“Hihi, iyak lupa,” dalam hati Adit tersenyum, betapa sebenarnya Neneng sudah tahu setiap inchi tubuhnya.
Tidak lama kemudian Neneng keluar dari kamar mandi dengan handuk yg melilit tubuhnya sebatas paha. Terlihat begitu seksi…
“Eeeeh, si geulis neneng, kumaha damang, sayang?” Rossa menyambut neneng, dan memeluknya cium pipi kiri kanan.
“Sehat atuh, da di layanin sama si ganteng haha,”
“Waahhh, syukur atuh.. Aku minta maaf gak bisa nemenin, abis gimana atuh, temen the anaknya meninggal,”
“Gak apa-apa, cin… Aku ngerti kok.. Eh, pinjem daster lagi atuh… yg tadi mah udah bau keringet,”
“Masa keringetan, emang ngapain? Macul? Hahaha,”
“Biasa, cin. Pagi-pagi olah-raga, jogging aja di teras.. tuuuh, Tanya aja si ganteng,”
“Ooh, ya udah atuh.. Yuuk, ke kamar,say, sekalian aku juga mau terus mandi, lengket nih. Gak bener mandinya di rumah orang mah,”
Neneng mengikuti Rossa ke kamarnya.
“Si ganteng the udah punya pacar belum sih, cin?”
“Katanya sih belum, gak tau kalo di luar mah, katanya mau serius belajar dulu,”
“Hebattt, iih. Bisa’an kamu mah ngedidiknya,”
“Yaah, sebisa-bisa aku rawat dan didik sekian lama, say… Mudah2an gak mengecewakan kelak,”
“Amin, cin,”
“Ya udah, aku mandi dulu yaa,”
Rossa masuk kamar mandi. Sementara Neneng mengenakan daster Rossa, Adit melongokkan kepalanya ke kamar..
“Hsssssstt, nanti mamah mu liat, sanah… bandel,” kata Neneng memperingati Adit, tapi dia angkat dasternya hingga memeknya terlihat oleh Adit.
“Yey, tante yang bandel… tapi aku suka, hihi,” Adit masuk dan menubruk Neneng sambil meraba memeknya…
“mmmmmhhhhhhhhh…..,’’ Neneng mau ngomong tapi keburu ditutup mulutnya dengan ciuman hot Adit.. Tangan Adit menggerayangi payudara dan memek Neneng. Neneng mendorong Adit.
“Duuuuhhh, sanaaaaah,, nanti mamah mu tauu, sanaahhhh…” sambil berbisik, Neneng mendorong-dorong Adit hingga keluar kamar. Adit cengengesan nakal.
“Dasar bandel, wew,’’ Neneng mengedipkan matanya. Adit memonyongkan bibirnya..
“Adiiiittttttt….. Tolong, ambilin handuk mamah di kamar sayaaang,’ tiba-tiba Rossa berteriak dari kamar mandi.
“Iyaaaa, maaah sebentaarr, Adit ambilin,’’ Adit kembali masuk kamar mau mengambil handuk dimana Neneng masih berada di kamar. Adit mengambil handuk di lemari. Gantian Neneng yang menggoda Adit. Dijawilnya kontol Adit, Adit mengelak sedikit tapi malah celananya ketarik hingga melorot dan kontol Adit melejit nongol, serta merta Neneng meraihnya dan digenggam. Adit berusaha mundur tapi tidak bisa karena terhalang lemari..
“Adiiiitttt, manaaa handuknyaaaa… dingin niiih mamahnya,” Rossa terdengar memanggil Adit…
“Iyaa, maaah, inii…,’’ Neneng menghalangi langkah Adit…
“Duuuuhh, tanteeeeee… itu mamah udah teriak-teriakkk, ahhhh,” Adit sedikit kesal, takut Rossa mengetahui kelakuan mereka. Neneng malah cengengesan kesenangan melihat Adit panik.. Akhirnya Adit bisa menghindar dengan melompat ke samping tempat tidur.
“Maaahh, buka pintunyaa.. inii handuknya,”
“Lama sekali sih, sayang… Mamah sampe menggigil….. Ngapain sih kamu di kamar?,” Rossa merasa curiga melihat celana Adit sedikit merosot.
“Anu, mah… Handuknya ketumpuk baju yang lain, Adit ngambilnya pelan2 takut berantakan…,”
“Ehhh, sejak kapan mamah naruh handuk di bawah baju? Perasaan selalu mamah gantung pake hanger di pintu lemari kok?” Rossa menatap Adit lekat-lekat. Adit salah tingkah dipandang Rossa seperti itu.
“Terus? Itu celana kamu kenapa merosot begitu? Mana kontol kamu ngaceng?,” Rossa menyelidik, kecurigaan nya semakin kuat.
“Adit…… Kenapa diem, jawab sayang,’’ Suara Rossa melembut ketika dilihatnya Adit menunduk diam. Kebiasaan Adit apabila Rossa sedikit berkata keras maka Adit akan diam seribu basa, salah atau tidak Adit hanya akan diam. Seperti saat itu.
“Maafin mamah sayang, mamah Cuma bertanya aja kok, sini masuk, handukkin punggung mamah,’’ Rayu Rossa. Tapi terlambat, Adit sudah merasa ill feel,
“Mamah aja sendiri, biasanya kan mamah handukan sendiri, maaf mah,” Adit berlalu meninggalkan Rossa ke kamar. Dan langsung tidur peluk bantal. Neneng yg sedang sisiran heran melihat kelakuan Adit yg tiba-tiba tidur menghadap tembok.
“Ada apa ,Dit?,” Adit diam tak bergerak. Tak lama Rossa masuk, Neneng mengangguk kan kepala, bertanya kepada Rossa, Rossa mengangkat bahu tanda tidak tahu. Kemudian Rossa naik ke kasur, berbaring di samping Adit.
“Adiiit, maafin mamah yaa sayangg, mamah becanda koook,” Rossa menggoyang-goyangkan bahu Adit. Adit diam.
Rossa bangkit dan melangkah keluar kamar. Neneng mengikuti Rossa dan duduk di samping nya di meja makan.
“Ada apa, cin? Adit ngambek?,”
“Keliatannya sih begitu, say?,’’
“Emang kamu apain sampe ngambek begitu?”
“Tadi kan aku minta handuk, tapi lama banget mana aku udah kedinginan, aku Tanya jawaban nya aneh, mana bajunya berantakan, celanany melorot terus gugup begitu,’’ jawab Rossa memandang Neneng lekat-lekat..
“Oooh, gitu… Aku yang salah kalo gitu, cin,”
“Lhoooo… kok, bisa? Apa hubungan nya dengan Adit ngambek?”
“Iyaa, aku tadi yg godain Adit. Aku halang-halangin Adit ambil handuk,”
“Lalu…..??”
“Iyaa, Adit menghindar, melompati kasur, celananya ketarik sama aku, mungkin karena malu dia buru-buru keluar dan langsung ngasih handuk sama kamu tanpa membetulkan celananya”
“Oke, itu bisa aku mengerti, tapi ngacengnya itu lho yg aku bingung.. Kok bisa ngaceng sampe segitunya?” Rossa tetap menatap Neneng dalam-dalam…
“Kok, kamu ngeliat aku begitu, cin?”
“Neneng…. Kita sama-sama tahu hitam putih kehidupan kita dulu, Tapi please Neng, dia anakku satu-satunya,” Rossa langsung menegur Neneng yang langsung berubah ekspresinya dan memerah wajahnya.
“Tepatnya anak haram Ross,”
“Plakkkk..!” Refleks tangan Rossa mendarat di pipi kiri Neneng..
Neneng tersenyum sinis sambil mengusap pipinya yang merah bekas tamparan Rossa.
“Puas? Ayo tampar sebelah lagi, Ross….?”
“Kamu tega bicara begitu, Neng?” Rossa menangis menutup wajahnya dan menunduk.
“Seandainya kamu tidak menuduh aku begitu, mungkin kalimat itu gak akan keluar, Ross,”
“Maafkan aku.. Aku terlalu takut.. Aku terlalu sayang sama Adit,”
“Baik.. Aku akui, aku memang menggoda Adit, karena aku sangat tau siapa Adit.”
“Jadi????”
“Iyaa… Aku tidur dengan Adit selama kamu pergi,”
“Aku memang menyuruh Adit tidur berdua sama kamu agar kamu ada teman,’’
“Iya itu aku tau, dan Adit yang bilang kalo kamu memintanya menemani aku… Ternyata tidur anakmu hebat, aku sampe terkapar dibuatnya,” Neneng senyum sinis sambil masih mengusap pipinya yg mulai terasa perih… rupanya kuku Rossa sempat mencakar pipi Neneng.
“Maksud kamuu…. Tidurrr… Ngentot sama Adit?” Gemetar suara Rossa.
“Ya.”
“Tegaaa kamu Neng.. huuu huuu….,” Rossa menangis menunduk… punggungnya bergetar sesenggukan.
“Kamu atau aku yang tega sebenarnya Ross? Bahkan tidak menutup kemungkinan Adit adalah darah daging pacar aku yang malam itu juga turut meniduri kamu, Ngentotin KAMU!” Sekarang Neneng yg berteriak…
“Cukuuup,” Rossa tidak bisa menahan tangisnya.
“Kamu tega membiarkan Hendra mencicipi kemulusan tubuh kamu… Bahkan kamu begitu menikmatinya… Hingga kamu hamil tanpa tahu lelaki mana yg telah berhasil menghamili kamu, sekarang Adit meniduri aku, ngentotin aku. Apa perdulimu? Karena itu anakmu? Siapa bapaknya, hah? Neneng kembali mengungkit masa lalu Rossa. Rossa hanya menangis tersedu-sedu.
“Jangan menghindar dari aku Ross, aku sangat tau bagaimana sifat kamu, Hyper sex… maniac…. Jangan pungkiri itu… Sekarang aku mau Tanya, dan tolong kamu jawab dengan jujur, tolong jangan sembunyikan sesuatu dari aku, aku sahabatmu satu-satunya yg masih perduli dengan kamu Ross.. Kamu, ngentot dengan,Adit?”
“Neng!” Rossa terkejut dan menatap Neneng.
“Jawab, Ross.. Iya apa tidak?”
“Aku ibu kandungnya, Neng”
“Bukan itu jawaban nya, Iya tau tidak kamu ngentot dengan Adit…? Jawab! Atau Adit akan tau siapa dia sebenarnya…”
“Iyaaaaaa….! Iyaaaa…….! Iyaaa, aku ngentot dengan, Adit….” Jawab Rossa lalu menangis sejadi-jadinya. Neneng tersenyum sinis..
“Sudah kuduga, Tapi it’s ok, Ross, aku sangat mengerti, aku juga perempuan kok.. gimana rasanya bertahun-tahun hidup tanpa lelaki yg meniduri kita. Pusiiing, Ross… tiap horny hanya bermain dengan dildo karet, mengkhayal gak puguh juntrungan nya…. Sekarang di hadapan kita ada seorang laki-laki jantan..tampan.. gagah.. terlepas berapapun usianya.. yang jelas kontolnya begitu tegar dan gagah merasuk kewanitaan kita. Iya atau tidak????” Neneng semakin menohok Rossa dengan kalimat yang cukup membuat Rossa terguncang, malu, sedih dan juga takut Adit mengetahui semuanya…
“Please, Neng. Jangan sampai Adit tau hal ini,” Rossa memohon. Neneng tersenyum penuh kemenangan.
“Baik, Ross. Demi persahabatan kita. Aku akan tetapmenyimpan semua rahasia kita, termasuk rahasia Adit,” Rossa memeluk neneng…
“Thanks , Neng… Maafin akuuu.. kamu memang sahabat aku satu-satunya,’’
“Sama-sama , Ross aku juga minta ma’af,”
Mereka kembali berpelukan, Rossa sedikit merasa tenang. Dan Neneng merasa menang.
“Jadi, aku boleh ngentot dengan Adit lagi kan, Ross…?
“Hhhhhh…. Neng…. Asal Adit bahagia, itu juga kebahagiaan aku,’’
“Jadi , Adit juga bahagis ketika ngentot dengan kamu, Ross?”
“Sangat bahagia, Neng”
“Hmmm, kayaknya kalo kita ngentot bertiga seru nih….”
“Jangan, Neng,”
“jadi kamu mau nonton doang aku ngentot dengan, Adit?” Rossa tidak menjawab. Neneng berdiri meninggalkan Rossa berjalan menuju kamar dimana Adit masih di kasurnya. Neneng mendekati Adit, dan berbisik.
“Aditt, udah dooong jangan ngambek gitu, jelek ah, masak anak cowok ambekan,’’ kata Neneng sambil tangannya merayap masuk kebalik celana boxer Adit… Merayap ke pantat Adit, jarinya menyelusup lalu menyentuh bo’ol Adit. Adit menggelinjang dan berbalik hingga terpaksa tangan Neneng ditarik dari celana Adit. Melihat Adit berbalik Neneng langsung menyergap Adit, melumat bibirnya dan memeluknya. Adit gelagapan tapi akhirnya melayani ciuman Neneng. Dengan sekali tarik dengan jempol kaki Neneng, celana Aditpun terlepas. Neneng segera melepas dasternya. Adit kaget, dia berusaha melihat ke pintu, takut Rossa melihatnya. Neneng mengerti.
“Gak usah takut sama mamah kamu Dit, Dia memberi ijin untuk kita bebas ngentot,” Kata Neneng sambil tetap agresif menggerayangi kontol Adit…
“maksubbbd tanmteee…?,”Tanya Adit tapi mulutnya sudah tersumpal bibir Neneng.. Iya sayang. Kita boleh ngentot sepuasnya… Bukan begitu ,Ross…?” Neneng meyakinkan Adit sambil menengok kearah Rossa yang masih duduk gemetar di ruang makan.
“Iya Adit sayang… Nikmati saja tante Neneng,” jawab Rossa dari luar dengan suara bergetar.
“tuhhh, dengar kan?”
Akhirnya Adit pasrah, dia melayani Neneng dengan hot dan penuh gairah….. Menikmati tubuh Neneng yang menggairahkan… Dan merekapun kembali mengarungi dunia nafsu setan yg penuh birahi dan kenikmatan terlarang…..
Sementara Rossa di luar menangis tersedu-sedu. Menutup telinganya.
Tak sanggup mendengar desah dan rintihan kenikmatan dua sejoli yang sedang dikuasai nafsu bejad….

TAMAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*