Home » Cerita Seks Mama Anak » Kembali Bersama Mama 4

Kembali Bersama Mama 4

Episode 4

Setelah pergumulan dengan mama sewaktu disekolah aku menjadi semakin bernafsu agar bisa segera mendapatkan momen dimana aku bisa benar-benar menumpahkan cairan spermaku ke dalam rahim mama. Karena aku tahu bahwa beberpa hari ini mama sedang masa suburnya.
Sesampai dirumah jam menunjukkan pukul 4 sore. Seperti biasa mama saat sore hari selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan rumah tangga mulai dari bersih-bersih rumah dan halaman. Aku yang sedari tadi dikamar mencoba memikirkan cara bagaimana agar mama mau menerima penisku didalam vaginanya. Saat mama lagi bersih-bersih halaman rumah, aku mencoba menghampiri mama.
“ duh, istriku rajin bener sore gini sudah bersih-bersih rumah. Mama ndak capek ? “
“ eh ayah, y kalau g dibersihin ntr kotor ayah, kan g enak dipandang lagian sudah jd kewajiban”
“ iya juga sih. Ngomong-ngomong papa pulang jam berapa ma ? “
“ papa kamu tadi telfon mama, kalau papa mendakak harus keluar kota dalam 3 hari kedepan” kata mama
“ berarti Cuma 3 hari y ma papa keluar kota, ?” jawabku sambil berpikir mesum..
“ iya ayah aji, tdi papa pesen juga ke mama, kalau ayah selama 3 hari ini diminta untuk melayani mama sepuasnya”
Pucuk dicinta ulam tiba. Aku memberanikan diri bertanya ke mama
“ ma,, ini kesempatan ayah untuk bisa membuat mama hamil, gimana kalo 3 hari ini kita bercinta ?”
“ mama terserah sama ayah, kebetulan mama juga lagi masa subur ni sayang”
“ mama masih lama bersih-bersihnya” tanyaku..
“ bentar lagi ayah, ini sedikit lagi”
“ mama pernah gak bercinta sama papa diruang terbuka” sambil menunggu aku bertanya.
“ papamu itu g pernah mau sayang diajak bercinta, bawaanya capek trus, makanya itu pas papa mengijinkan ayah untuk boleh menikmati mama, jujur mama seneng banget, ”
“ Seneng gimana mama ? “ tanyaku menyelidik
“ ya seneng karena ayah sudah mau jadi suami mama, walau mama sadar bahwa ayah itu anak mama buah cinta sama papa”, tapi sekarang ayah sudah jadi suami mama.

Ayo sayang kita kedalam, sudah hampir malam, mama belum nyuci piring yang kotor..

Saat mama masuk kedalam rumah, akupun juga bergegas menuju kedalam rumah,
Mama sedang berada di dapur, dia sedang mencuci piring-piring dan gelas. Saat itu mama menggunakan daster tipis dan sangat pendek, buah dadanya menonjol dari balik daster itu, nampaknya mama sedari tadi memang tidak lagi memakai bh. Aku memeluknya dari belakang. Tengkuknya kucium sambil kujilat-jilat kecil sampai telingannya. “Shhttss..”, Mama mendesis keenakan. “Mama cantik sekali”, kataku memuji. Dia berbalik ke arahku sambil berkata, “Ayah, mama masih cuci piring nie, ayah udah ga tahan ya..?”. “Ayah pingin ngerasain bercinta sama mama lagi, seperti tadi.” Mama lalu mencium bibirku, dia melumat perlahan-lahan, semakin lama semakin bernafsu.

Lidahnya dijulurkan kedalam rongga mulutku, aku mengisapnya dengan rakus. Kemudian bergantian lagi, lidahku kumasukkan ke dalam rongga mulutnya, Mama mengulum lidahku dengan penuh nafsu. Tanganku bergerak melepaskan dasternya, seketika itu daster itu sudah merosot kebawah. Tubuh bagian atas Mama polos, mama memang tidak menggunakan bh sehingga buah dadanya yang bulat indah itu menggantung dengan bebas.Tanganku meremas buah dada kenyal itu, Mama mendesis perlahan. Lalu aku mengulum puting susunya, desahan Mama makin menjadi, “Ssshh.. uuhh.. terus sayang..”. Lidahku menari-nari di puting susunya yang merah kehitaman dan sudah menegang.
Mama pun lalu melepaskan pakaianku, kemudian ia jongkok di hadapanku, batang penisku yang sudah menegang diusapnya dengan perlahan-lahan. Lidah Mama menjulur kearah lubang kecil yang ada di kepala penisku. Mama memasukkan batang penisku ke dalam mulutnya, kemudian Mama mengulumnya. Nikmat sekali kuluman Mama, batang penisku jadi kelihatan mengkilap karenanya. Setelah itu, Mama duduk di atas meja dapur, kakinya dibukanya lebar-lebar, lubang vagina sangat jelas kelihatan. Aku langsung menjilati vagina yang mulai lembab itu. Mama mendesah tertahan.
Lalu Mama turun dari atas meja, ia membungkukkan badannya, kedua tanggannya bertumpu di atas meja, sedangkan aku berada di belakang pantatnya. Pelan-pelan kumasukkan batang penisku ke dalam vagina mama, lalu aku mulai memompanya maju mundur. Mama sangat menyukai posisi ini, tak henti-hentinya mulutnya mendesah sambil menyebut namaku.
Tanganku memegang pinggulnya yang kemudian aku pindahkan ke payudaranya. Walau pun sudah agak turun namun payudara Mama masih tergolong kencang dan kenyal. Sambil meremas, payudaranya kupilin dan kumainkan puting susu Mama hingga Mama makin terasa kenikmatan dengan goyangan yang makin kencang dan tubuh Mama yang bergetar bergidik saat puting payudara Mama aku pilin.
Kami tidak mengubah posisi kami sampai mencapai orgasme. Mama yang mengalami orgasme duluan, batang penisku serasa sangat basah oleh air vagina Mama, aku tidak peduli, terus kunikmati liang vagina mama. Tak lama kemudian aku sampai juga. Mama langsung jongkok di hadapanku, batang penisku dikocok dan dikulumnya.
Akhirnya menyemburlah spermaku kedalam mulut Mama, crot.. crot.. crot.. “Akh.. ma.. ma.. eemm..” erangku kenikmatan. Mama menelan semuanya tanpa sisa, bibit-bibit cucunya, kemudian aku menarik tubuhnya bangkit, kami saling kulum di bibir. “Sayang, kamu sangat hebat, ayah, sperma kamu sangat lezat.” kata Mama memujiku. “Mama juga hebat, vagina mama sangat nikmat dan sempit.” lalu kami berciuman lagi.

Setelah mama merasakan dan menikmati pertempuran didapur, aku baringkan tubuh Mama lagi di kursi dapur, Mama tersenyum melihat penisku masih tegang dan keras, sambil tersenyum Mama bilang “Kamu masih kuat sayang, ayo masukin lagi aja ke vagina Mama.. semprotkan spermamu di rahim mama” belum selesai mama bicara aku langsung melumat bibir Mama dan menciumnya dengan sangat nafsu begitu juga Mama yang langsung membalas ciumanku, tangan Mama mengocok kembali penisku yang tegang dan licin karena cairan dari vaginna Mama.

” ma kita selesaikan di ranjang yuk,,, ” bisiku ke telinga mama
” ayuk ayah… di kamar mama aja yah ? ” dengan posisi masih telanjang aku bopong mama ke dalam kamar
sesampai dikamar mama masih terdiam dan tetap memelukku, tangannya membelai lembut kepalaku. Aku diam saja, membiarkan mama bermain dengan pikirannya. Lalu mama melepaskan pelukannya, dan mama berbaring.

aku berbaring di samping mama, aku cium bibir mamaku, lidah mama dan lidahku bertautan dengan penuh gairah. Tanganku mulai meremas – remas payudara mamaku, memilin – milin puting mamaku. Tangan mama juga tidak tinggal diam, mengelus – ngelus penisku. Ugh…nikmat sekali elusan tangan mamaku. Kini aku mulai menciumi payudara mamaku, mengulum, menjilati puting mama menggeliat – geliat dan memeluk tubuhku, masih tetap menindih mama, dengan rakusnya aku terus meremas – remas dan memainkan payudara mama, gairahku makin meninggi melihat mama yang nampaknya menikmati saat payudarnya aku pemainkan. Tangan mama kini mengelus dan mengocok penis ku dengan lembut.

”dilihat lihat besar juga penismu sayang.”
”Ahh…enak ma, terus kocokin penis ayah ma,” kataku di sela kesibukanku memainkan payudara mama.

“Suamiku, sudah dulu dong mainin payudara mama, masa kamu mau diamin saja vagina mama.”
Aku pun dengan sigap meraba dan mengelus vagina mama, kurasakan tebal dan terasa rambut vagina mama yang lebat . Mulutku mulai mencium pinggiran selangkangan mama. Mama mulai membuka kedua kakinya. Aku hanya bisa meneguk ludah menyaksikan vagina mama yang terpampang begitu dekat dan indah di depan mataku. vagina dimana aku dulu dilahirkan, kini aku bisa menikmatinya, Aroma vagina mama yang belum pernah kuciumselama ini, terasa ke hidungku, rasanya amat menggoda. Rambut vagina mamaku benar – benar lebat dan menutupi vagina mama, sesuai dengan kesukaanku, penisku benar – benar berdenyut – denyut kencang.
” Ayah ayo sekarang jilati dan mainkan vagina mama dengan lidah dan tanganmu. Kalau susah coba dikobel dengan tangan, lubang vagina mama.”
Mama mulai melebarkan kakinya, membuka selangkangannya yang indah, menampakkan puncaknya yang menggoda.Akupun mulai menyibak rambut vagina mama yang lebat, jariku membuka vagina mama secara perlahan.

”Sayangku, suaiku coba lihat di sekitar lubang vagina mama, ada daging kecil yang menonjol keluar, seperti butir kacang, itu namanya itil, sayang. Nah bagian itulah yang coba mainin dan jilatin pada vagina mama. Mama akan merasa nikmat saat kamu melakukan itu.” Tanpa menunggu lama lagi, akupun mulai memainkan dan menjilati itil mama dengan lidahku, aroma yang tercium sungguh amat enak terasa di hidungku. Mula – mula aku pikir apa yang aku lakukan salah, tapi perlahan pasti kulihat tubuh dan pinggul mamaku mulai bergoyang – goyang.
”Ah…Oooohhh..Ssss….enak suamiku, Ugh….”
”Ughhh…jilat terus ayaaah,” mama mendesah semakin kuat, goyangan badannya semakin terasa.
”Ooohhhh….Ayah memang pintar aaahhhh….uhhh..”
”Oooohh…Aaahhhh….mama…mama…mau…sedikiiit tt lagi,”tangan mama mulai meremas rambutku, mama makin melebarkan kakinya, geliat pantat mama semakin liar, akupun makin bersemangat memainkan dan menjilati itil mama. Lidahku menari – nari dengan liar dan cepat, menyapu permukaan memek mamaku yang sudah mulai basah, kurasakan batang penisku sudah amat keras dan berdenyut – denyut. Melihat mamaku yang telanjang, dan mendesah – desah keenakkan saat itilnya kujilati sungguh membuat gairah dan birahiku membara. Badan mamaku bergetar hebat, dan diiringi desahan nikmat yang panjang, kurasakan vagina mama menyemburkan cairan hangat yang nikmat…Mama terdiam sesaat, lemas, aku mengelus – ngelus vagina mamaku dengan lembut dengan jariku.

”Ughh…nikmat sekali rasanya Sayang, sudah lama mama tidak mengalami orgasme saat dijilati seperti tadi. . Tunggu sebentar ya, mama akan gantian memberikan kenikmatan kepada ayah.” lalu mama pun bangkit dari posisinya, menyuruhku berbaring. Diam sebentar mengamati penisku ,

”Wah…panjang dan besar juga penismu, penis ayah jauh lebih bagus dan besar dibandingkan punya papa,” jawab mamaku membandingkan dengan papaku. Makin keras saja rasanya Kontol ku kini. Mamaku mulai memainkan batang penisku dengan tangannya yang halus, enak benar rasanya, jempol tangannya mengurut – ngurut kepala penisku dengan lembut. Aku hanya bisa merem melek saja merasakannya. Lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah penisku . Kurasakan rasa nikmat yang luar biasa ketika lidahnya mulai memainkan kepala penisku . Seluruh tubuhku rasanya lemas tak berdaya. Lalu perlahan tapi pasti penisku mulai masuk ke dalam mulut mama. Nikmat rasanya saat mama mengulum, mengisap batang penisku , juga saat lidahnya menjilati kepala dan batang penisku. Tangan mama juga mengelus – ngelus biji penisku, enaaak banget rasanya. Sesekali mulut dan lidah mama mengulum dan menjilati bijiku. layanan mama yang enak ini benar – benar membuatku kelojotan dan hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa ini. Sambil mengulum penisku , sesekali mama menatapku. Sungguh luar biasa sensasi yang dirasakan saat kita melakukan kontak mata saat sedang diberikan oral seks.
Lagi enak – enaknya mama berhenti. Aku mau protes, tapi mama segera berkata.
” mama ingin ayah merasakan yang terbaik dan juga harus mengeluarkan sperma di tempat yang special…di dalam vagina mama sayangku. Nah kini kita mulai, jangan takut,mama ini istrimu jadi nikmatin y sayang.” Mama mengocok –ngocok penisku, lalu mulai berbaring. Aku disuruhnya untuk memposisikan diri di atasnya. Mama mulai membuka kedua kakinya, memperlihatkan vaginanya yang merekah. Tangannya membuka lubang di vaginanya, menunjukkan jalan ke arah lubang kenikmatan miliknya.
” Lalu tangan mama memegang batang penisku , menuntunnya ke arah yang benar, ke dalam surga kenikmatan. Agak sulit pertama – tama, karena penisku yang cukup besar dan juga karena vagina mama yang sempit . Jleb….perlahan kepala penisku menerobos ke dalam lubang vagina nikmat milik mama, tubuh mama agak bergetar saat penisku menerobos masuk, kembali mama melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya perlahan, hingga batang penisku masuk seluruhnya ke dalam lubang vagina mama. Sungguh suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan pertama kali seumur hidupku. Saat penisku ku berada di dalam vagina mama, rasanya sangat nyaman, hangat dan berdenyut – denyut dengan nikmatnya. Jadi inilah rasanya memasuki vagina istriku yaitu mamaku , semakin nikmat karena ini adalah vagina mamaku yang benar – benar aku inginkan, vagina yang sudah melahirkanku, namun tetap terasa nikmat dan berkualitas.
”Santai saja suamiku, pompa penismu naik dan turun, jangan tergesa – gesa, nikmati, buat pengalaman pertamamu ini berkesan. Keluarkan di dalam vagina mama ya sayang,” mama memberiku semangat dengan lembut.
Akupun mulai bergerak seperti yang diminta mamaku. Pantatku naik dan turun, penisku pun mulai memompa dengan nikmatnya di dalam vagina mamaku. Sungguh amat sangat niiikkkmaaattt, kulakukan dengan perlahan – lahan, tidak tergesa – gesa, sekali – kali bibirku mencium bibir mamaku dengan lembut dan penuh gairah. Kulihat payudara mamaku yang besar itu bergoyang – goyang seiring pompaan penisku dalam vagina mama. Sungguh enak dilihat, satu tangankupun mulai ,eremas – remas dan memainkan putingnya, sekali – kali kuhisap dan kujilati. Cukup lama juga aku memompa penisku , mama mulai mendesah – desah, dan menggoyang – goyangkan pinggulnya…
”Aahhh,,,Ahhhh, terus ayah, suami mama hebat.”
”Ooohhhh….enak…”
”Ugh…ughhh…”
”Penis ayah…benar –benar enaaakk…aaaahhh.”
”Vagina mama juga nikmaaattt…sempiit dan enaak”
”Aahhh….mama sudah mau keluar suamiku,sayangku”
Kurasakan vagina mama menyemburkan cairan hangat ke penisku , mama nampak lemas dengan ekspresi penuh kepuasan di wajahnya. Mama meminta aku berhenti sebentar, tapi aku tdak mau dan terus memompa. Mama nampak lemas, matanya merem melek, mulutnya mendesah – desah, sementara pinggulnya makin bergoyang dengan liar dan cepat mengimbangi gerakkan penisku . Tentu saja aku merasakan semakin nikmat, apalagi mama makin melebarkan kakinya, sehingga penisku semakin leluasa menerobos vagina mamaku yang terasa sempit. Gerakanku makin kupercepat, bibir, leher dan payudara mamaku bergantian aku jilati dan ciumi. Ploook…plookk..plookkk…, bunyi pompaan penisku terdengar jelas saat memompa vagina mamaku.
”Aaahhh….ahhhh…nikmaaat nggakkk sayang…”
”Pastiii ma….oohhh…”
”Ughhhhh…Oohhhh….”
”Terus suamiku mama mau keluar lagiii…”
Kurasakan penisku juga berdenyut – denyut lebih keras, rasanya aku juga mau mencapai puncak, Aku segera menciumi bibir mamaku dengan ganasnya, lidahku dan lidah mama saling bertautan dengan penuh gairah, kutindih dan kupeluk tubuh mamaku dengan kuat…Kurasakan vagina mama menyemburkan cairan, mama orgasme lagi, hampir bersamaan penisku pun menyemburkan cairan sperma dengan kuat dan cukup banyak. Kurasakan tubuh kami sama – sama bergetar dengan nikmat. Lalu akupun terkulai, masih menindih tubuh mamaku, lemas tapi puas dan dipenuhi rasa nikmat. penisku masih berdenyut – denyut. Akhirnya kurasakan juga kenikmatan bersetubuh, memang nikmat. Kami berbaring berdampingan sambil berpegangan tangan.
”Ayah hebat …mama benar – benar puas.”
”Aku juga ma.”
”Sini mama bersihkan penismu sayang,” kata mama, lalu mama mulai menjilati sisa – sisa sperma dari penisku”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*