Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 29

My Fate, My Life Chapter 29

Pov vina

“Kamu kenapa beb kok baru datang langsung nangis sih.” Kata winda yang mencoba menenangkanku dari tangisku.

Ia duduk di ranjang bersebelahan denganku yang sedang tengkurap di ranjang sambil wajahku kututupi dengan bantal. Ia membelai rambut panjangku mencoba meredam tangisku.

“Ya sudah puas puasin aja dulu nangisnya yah abis itu cerita. Aku bakalan disini sampe kamu berenti nangis trus cerita masalahnya apa” kata winda

Selama 15 menit lebih aku menangis. Aku benar benar bersedih karena aku baru tau ternyata lelaki yang aku suka atau mungkin bisa dibilang yang aku sayangi telah memiliki seorang wanita yang amat ia cintai. Ia bahkan telah berencana menikahinya jika sukses nanti. Aku belum pernah merasa sakit hati seperti ini karena aji bisa dibilang adalah cinta pertamaku.

Selama aku sma aku memang beberapa kali pacaran namun aku tak pernah mencintai pasanganku. Semenjak peristiwa pemerkosaanku oleh omku sendiri aku tak pernah percaya dengan kata kata lelaki yang bilang mencintaiku, padahal aku tau mereka yang jadi pacarku selalu saja melihatku dengan tatapan nafsu bukan sayang apa lagi cinta. Aku menerima mereka hanya untuk memanfaatkan mereka. Mulai dari mentraktirku makan ataupun membelikanku beberapa barang atau juga mengantar dan menjemputku menuju sekolah. Dan semua itu kubayar dengan tubuhku yang harus melayani nafsu bejat mereka. Aku melakukan itu semua karena ekonomi keluarga yang bisa di bilang pas pasan.

Terkadang setiap kali aku diantarkan pulang oleh pacar pacarku sehabis melakukan hubungan badan dan kemudian aku bertemu dengan ayah dan ibuku aku merasa bersalah pada mereka. Mereka pasti akan tau jika anak gadisnya yang paling sulung seperti ini. Apalagi jika mereka tau pekerjaan sampinganku selama berada di kota ini. Yang mereka tau aku hanya bekerja menjadi spg saja

Selama 3 minggu ini aku berusaha dekat dengan aji dengan selalu menghubunginya baik itu via telepon ataupun sekedar mengirimkannya pesan instant yang diisi oleh perhatianku padanya dengan sekedar mengingatkannya makan atau jangan terlalu sering begadang. Dan selama itu respon yang kuterima dengan aji cukup baik hingga membuatku berkesimpulan aji juga ada rasa terhadapku

Namun ternyata aku salah, aku terlalu percaya diri akibat respon dari aji. Kenapa aku begitu bodoh tak pernah menanyakan apakah aji sudah punya seorang wanita yang dekat dengannya.

Dan kini ketika aku tau jika sudah ada wanita yang benar benar dicintai dan disayanginya, hanya ada kekecewaan yang memenuhi hatiku. Akan kuapakan rasa cintaku yang mulai tumbuh padanya ini. Haruskah aku buang atau bagaimana. Tapi aku tak mau kehilangan aji. Aku benar benar bingung
Setelah tangisku mereda aku kemudian bangkit duduk dan bersandar di kepala ranjang. Kulihat winda menatapku dengan begitu iba. Ia kemudian keluar sebentar dan kemudian membawa segelas air putih.

“Minum dulu beb biar lebih tenang” kata winda menyodorkan segelas air itu padaku

“Say ambilin rokok dong di lemari” kataku pada winda setelah meminum air yang ia berikan. Ia kemudian mengambilkan rokok mild ice dilemariku yang memang sengaja kusiapkan. Setelah ia memberikanku sebungkus aku kemudian membukanya menyulutnya sebatang kuhisap dalam dalam kemudian asapnya kuhembuskan kelangit langit.

“Sekarang cerita say”kata winda yang ikut menyulut sebatang rokokku

Akupun kemudian menceritakan pembicaraan aji pada arya yang membahas tentang seorang gadis bernama lisa. Wanita beruntung yang amat dicintai aji. Aku juga mengungkapkan kebingunganku pada winda apakah aku harus menjauh dari aji atau tidak karna jujur aku tak bisa jauh darinya

“Gini say semua keputusan sebenarnya ada pada diri loe say, karna yang tau apa mau hati loe cuma loe sendiri. Kalo gue jadi loe dan gue sayang ama aji gue nggak akan mau jauh dari dia.” Kata winda

“Nggak tau win gue bener bener bingung, padahal kita kenal aji belum lama tapi kok gue bisa kayak gini”

“Ya sudah tenangin pikiran loe aja dulu, eh gue dapat mangsa baru loh om om gitu haha dia ngajakin ketemuan malam ini, gue kenal kemarin pas lagi nongkrong di kafe gitu bareng temen temen model gue namanya om ricky. Dia baik banget nraktir kita. Kata winda yang mengalihkan pembicaraan yanh membahas tentang perasaanku ke aji. Mungkin ia sengaja agar aku tak terlalu terbebani dengan fikiranku

“Tunggu dulu biar gue tebak, si ricky ini pasti om om pengusaha mebel trus badannya tinggi putih agak gendut dan berkumis iya nggak” tebakku

“Kok loe tau sih vin jangan jangan loe kenal lagi” tanya winda

“Gimana nggak kenal 3 minggu lalu dia ngeboking gue”

“Gimana gimana duitnya banyak nggak trus dia kalo ngentot kasar nggak”

“Aduh winda sayang santai dong, iya dia tajir abis kadang kalo gue lagi butuh duit juga dari dia. Gue heran sama loe win loe kan orang kaya kok mau maunya sih lu kayak gini dan juga gue masih heran kok loe mau sih tinggal di kos yang nggak lebih baik dari rumah mewah lu di kota metro?”

“Ini bukan masalah duit vina sayang, anggap aja kenakalan remaja hihi. Lagian gue malas dengan suasana rumah gue yang kayak kuburan sekalinya rame eh malah suara orang saling maki antara nyokap gue sama bokap tiri gue.

“Maaf yah win gue mau nanya, dari dulu gue penasaran kok loe bisa nyampe kemari padahal kalo gue jadi loe gue nggak akan ninggalin kemewahan kayak yang ada di rumah loe”tanyaku pada winda. Aku pernah sekali kerumah winda beberapa bulan yang lalu yang ada di kota metro dan ternyata winda merupakan anak orang kaya dapat kulihat dari rumahnya yang mewah dan megah saat aku kesana.

“Hmm begini say, gue kesini sebenarnya pengen nyari bokap gue. 18 tahun lalu waktu gue mau masuk tk nyokap gue mutusin ninggalin bokap gue dan ngebawa gue. Nyokap gue tergiur dengan harta bokap tiri gue secara bokap tiri gue itu kerja di perusahaan minyak bumi waktu itu. Nyokap gue nggak tahan sama hidup miskin waktu kami masih tinggal sama bokap kandung gue karena pekerjaan bokap gue yang nggak tentu. Kadang jadi tukang parkirlah atau kenek lah. Mungkin gara gara nyokap gue pernah ngedenger gosip kalo dari ibu ibu tetangga rumah gue dulu kalo bokap gue jadi preman yang suka malak orang daerah sekitar stasiun kereta api. Makanya nyokap gue nggak tahan. Gue kadang nangis kalo nyokap gue ngejelekkin bokap gue di depan gue saat mereka bertengkar gara gara gosip ibu ibu itu

“Padahal menurut gue di rumah bokap gue itu orangnya baik dan ramah serta sayang banget sama gue. Walaupun gue hidup serba kekurangan tapi karna kasih sayang bokap guelah yang bikin gue seneng seneng aja. Gue paling ingat kalo gue mau tidur pasti di temenin trus rambut gue di usap usap” kata winda sambil tersenyum namun dengan mata berkaca kaca

“Sekarang bokap loe dimana win?” Tanyaku

“Nggak tau waktu gue smp gue pernah nyoba balik ke kontrakan gue tapi ternyata udah di tinggali ama orang lain. Pas gue tanya kemana bapak bapak penghuni sebelumnya ternyata dia udah pindah ke kota ini. Tapi mereka nggak tau bokap gue tinggal di mana dan kerjanya apa sekarang. Pas gue lulus sma gue di tawarin jadi model sama salah satu agent model di kota metro. Ya sudah akhirnya gue jadi model sambil kuliah di kota ini. Jadi gue bisa menghindari kebisingan karna bokap tiri dan nyokap gue yang berantem terus sekalian mau nyari bokap gue tapi sampe sekarang gue belum nemuin dia. Dan juga gue nggak punya fotonya jadi susah buat nanya nanyain ke orang” terang winda sambil menyeka setetes air matanya sambil tersenyum

“Gue doain yah biar bokap loe bisa ketemu” kataku sambil memeluk winda setelah membuang sisa puntung rokokku

“Sama sama say semoga juga loe nggak patah semangat dengan aji” kataku sambil memeluk winda
ngomong ngomong si rika mana kok belum pulang” tanya winda padaku

“Hai pada nyariin gue yah hihi” kata rika yang tiba tiba saja yang sudah ada di depan pintu

“Ngagetin aja loe ka, kok gue nggak denger suara loe pulang sih” kataku

“Hihi abis kalian keasikan curhat sih jadinya nggak nyadar kalo gue dari tadi ada di pintu hehe yang semangat yah vin ngejar ajinya haha ” tawa rika

“Hihi iya vin, tuh udah dua orang yang nyemangatin loe”

Saat aku sedang asik bercanda dengan kedua temanku ini dering handphoneku berbunyi kulihat di layar ibuku menelfonku. Aku kemudian berjalan keluar kamar dan mengangkat telfon ibuku

“Halo bunda”

“Halo ina, ayahmu harus dioperasi nak kalo sampe 4sampe 5 bulan ini dibiarin aja dan cuma cuci darah aja kesehatan ayahmu akan semakin menurun nak. Lagi pula udah ada ginjal yang bisa di transplantasikan untuk ganti ginjal ayahmu yang rusak. Tapi biaya operasinya 150 juta nak

“Banyak sekali bunda vina belum punya duit segitu bun”

“Ibu juga pusing disini nak mana adek adekmu belum bayar uang spp lagi.” Apa kamu bisa ngirim uang kemari nak buat ngebayar spp adikmu sama bayar utang ibu untuk biaya obat obatan ayahmu”

“Kalo untuk spp ada bun nanti vina kirim lebih sekalian untuk bayar hutang ibu yah nanti vina transferin yah bun. Nanti vina juga nyari pinjaman untuk operasi ayah” kataku

“Yah sudah, kamu disana baik baik yah nak kerja yang halal, jadi wanita yang baik yah disana

“Iya bu” kataku menahan tangis mendengar pesan ibuku. Bagaimana bila dia tau jika aku disini bekerja sebagai wanita panggilan. Aku kemudian masuk ke kamar dengan wajah sedih. Setelah aku bersedih karena aji kini aku mendapat kabar sedih lagi dari orang tuaku.

“Anterin gue ke atm dong win” kataku pada winda. Winda yang melihat wajahku yang bersedih segera mengambil kunci motornya

“Ayo sini gue anter”

Setelah itu kami berdua menuju atm. Aku pun mengirimkan uang ke rekening ibuku hingga sisa atmku kini tinggal beberapa ratus ribu saja. Setelah itu kami kembali menuju kosan. Selama dalam perjalanan aku berfikir dimana aku bisa mendapat uang sebanyak 150 juta itu sedangkan orang yang menyewa jasaku paling besar membayar 30 juta saja seperti om ricky. Lagi pula om ricky tak tiap saat menyewa jasaku karna ia juga punya anak istri. Dan dalam kebingungan itu aku dan winda berjalan menuju kamar sesaat setelah sampai di halaman kosan.

★★★

Pov aji

Saat ini sudah pukul 12 malam para tamu undangan acara om budi sudah pulang kembali ke rumah mereka namun tak sedikit pula yang menginap di hotel ini. Selama disini aku disuruh oleh om budi membantunya untuk mengisi acara dengan bernyanyi menyanyikan beberapa lagu lawas yang bertema cinta diiringi oleh band yang di sewa oleh om budi.

Aku kini tengah berada di depan pintu masuk hotel untuk merokok sejenak. Sementara ibuku berada di dalam, mungkin ia sedang bergosip ria dengan tante rina dan tante sinta. Tak berapa lama ayahnya risma dan ayahnya arya ikut keluar dan merokok di sampingku.

“Disini kamu rupanya nak” kata om budi

“Aji aji kau sama aja kayak bapak kau suka nyendiri padahal didalam rame” kata om rahmat ayahnya risma

“Hehe emang ayah saya juga sering nyendiri om? Tanyaku pada om rahmat

“Hei om sama bapakmu sudah lama berteman. Dia itu sifatnya luar dalam om sudah tau. Dia itu sering nyendiri trus pendiam, kalo orang nggak ajak ngomong dia nggak bakalan ngomong.

Tapi biar begitu bapakmu baik dan setia kawan bahkan pernah ngebantuin om nangkap perampok yang sudah sering melakukan aksinya di daerah perumahan kita. Bapakmu itu pintar dia seakan akan tau kalo rampok itu akan beroperasi dimana jadinya dengan mudah om tangkep. Awalnya om kira dia yang jadi rampoknya karna dia bisa tau tuh rampok mau beraksi dimana haha” kata om rahmat sambil tertawa

“Beruntung bapakmu bisa nikah sama ibumu. Bapakmu itu kalo sama perempuan suka malu dan kayak orang gagap makanya susah dapat pacar dulu dan telat nikah. Tapi pas nikah malah dapat cewek secantik ibumu” terang pak rahmat lagi sambil menghembuskan asap rokoknya.

“Ngomong ngomong arya nggak kembali kesini ji? soalnya pas sejam yang lalu om telfon katanya dia lagi sibuk ngurusin anaknya di rumah tantenya” tanya om budi

“Nggak om” kataku sambil menggeleng

“Sudahlah pak tenang saja. Nggak akan terjadi apa apa rumah tantenya risma itu aman kok mana ada orang bodoh mau nerobos rumah si ferdiansyah kepala polisi disini” kata om rahmat meyakinkan pak budi, sebenarnya aku khawatir akibat firasat tak enakku tadi. Aku takut terjadi apa apa dengan arya dan risma.

Begitu selesai merokok pak budi masuk kembali kedalam hotel meninggalkanku dengan om rahmat yang masih asik merokok. Sesekali kami berbincang dan bercanda karna aku juga akrab dengan ayahnya risma ini. Kadang saat selesai belajar di rumah risma, aku menyempatkan waktu mengobrol dengan om rahmat

“Jadi kapan kau mau nikah ji” tanya om rahmat

“Haha om umur aja baru jalan 20 baru aja kemarin aji ulang tahun udah di tanyain nikah, aji mau sukses dulu om” kataku sambil sedikit tertawa

“Hehe baguslah. Jangan kayak anak om harus nikah diusia dini. Penyebab pernikahannya aib lagi karna hamil di luar nikah. Om sebenarnya nggak terlalu suka dengan keluarga suaminya rika dan juga arya. Mereka kayaknya terlalu boros. Dan lagi om juga belum bisa memaafkan arya karna menghamili anak om” kata om rahmat

“Om mungkin marah dan kecewa tapi semua itu udah lewat om, lagian arya dan keluarganya mau bertanggung jawab. Yah walaupun yang aji dengar om memaksa mereka namun setidaknya mereka dan khususnya arya bertangggung jawab atas kejadian itu”

“Hmm mungkin kamu ada benarnya nak, beruntung almarhum iman punya anak yang berpikiran dewasa seperti kau, jika dia masih hidup dia pasti bangga” kata om rahmat menepuk bahuku

“Hehe mungkin om, oh iya kata om tadi rumah yang dikunjungin risma itu rumahnya kepala polisi disini yah?”

“Iya dia dulu junior om di kepolisian terus waktu itu di acara nikahan om dia kenalan sama adiknya istri om. Jadilah mereka nikah. Walaupun umurnya sedikit di bawah om karena dia tekun dan berprestasi dalam memecahkan kasus kasus di kepolisian makanya dia bisa langsung jadi kepala polisi di kota ini.”

“Wah hebat berarti dia yah om” kataku antusias

“Haha nggak juga mungkin karna kalo dia lagi buntu dalam memecahkan kasus dia pasti sering konsultasi sama om. Apa lagi sekarang dia lagi mencoba membongkar bisnis narkoba yang ada di kota ini. Pihak kepolisian sangat kesulitan menemukan lokasi tempat pengolahan narkoba terbesar di kota ini. Padahal beberapa lokasi yang dicurigai di periksa olehnya tapi tak juga menemukannya. Para pengedar dan pemasok narkoba yang ia tangkap juga tak ada yang mau membuka mulutnya dimana lokasi tempat itu.

“Oh gitu yah om kasusnya cukup rumit yah om”kataku .Selang tak berapa lama ibuku keluar dari hotel bersama dengan ayah dan ibu arya serta ibunya risma. Merekapun menghampiri kami

“Disini kalian rupanya” kata tante rina ibunda risma

“Hehe di dalam nggak bisa ngerokok mah” kata om rahmat

“Ini lagi udah tua juga masih aja seneng ngobrol sama anak muda kayak aji” kata tante rina sewot pada om rahmat

“Nah ajinya udah ketemu ibu ibu dan bapak bapak, saya pamit dulu yah” kata ibuku

“Iya bu hati hati yah pulangnya nanti” kata om budi

Setelah bersalaman dan berpamitan pada mereka, aku dan ibuku menuju kearah motor dan setelah memakai helm dan menaikinya aku mulai menjalankannya menuju kembali ke kos kosan. Aku menjalankan motornya agak pelan bukan karna sengaja karna sedari tadi ibu yang kubonceng mengelus penisku dari luar celanaku sehingga aku kurang konsentrasi dalam mengendarai motor.

“Ibu apaan sih ” kataku sambil menepis tangannya dari selangkanganku

“Hihi ibu udah nggak tahan sayang, ya udah ibu nggak ganggu tapi kamu cepetan yah bawa motornya”

Aku segera memacu kencang laju motor yang kukendarai, setelah ibu memindahkan tangan kirinya dari selangkanganku dan segera memeluk perutku dengan kedua tangannya melingkar di perutku. Setelah kami sampai di depan rumah ibu segera turun dan masuk kedalam rumah sementara aku memasukkan motor ini ke garasi.
Saat aku masuk ke dalam rumah terlihat ibu berdiri di depan pintu kamarnya, melihatku sambil tersenyum nakal. Dia melambai padaku dan memanggilku dengan menggunakan jari telunjuknya. Begitu aku berada di hadapannya ibu segera mencium bibirku dengan ganasnya. Malam ini kurasakan ibu bernafsu sekali.

“Muach muach hmmpp” suara kecipak bibir kami yang terus beradu. Terkadang aku dan ibu saling bergantian menjilat lidah dan bibir masing masing. Tanganku melingkar pinggang ibu sambil meremas pelan bongkahan pantatnya yang besar di balik kain batik yang menutupinya. Sementara tangan ibu melingkari leherku sambil sesekali menjambak rambutku.

“Muach sayang ibu punya permainan kamu pakai baju sma kamu yah tadi sore ibu sudah siapin di lemari pakaian kamu cepat kamu pakai yah ibu tunggu di kamar. Sebelum masuk ketok pintunya dulu yah muach” kata ibu mengecup bibirku dan kemudian masuk ke kamarnya. Aku pun segera menuju kamarku. Membuka jas, kemeja dan celana kainku. Kubuka lemari kulihat didalamnya baju smaku terlipat rapih beserta celana abu abunya. Aku kemudian memakai baju seragamnya tanpa memakai kaos dalam dan juga memakai celana abu abunya yang menutupi boxerku.

Aku berjalan keluar menuju kamar ibu sambil bertanya tanya mengapa ibu menyuruhku memakai baju sma ini. Aku kemudian mengetuk pintunya. Setelah dia memberiku ijin masuk ku buka pintu kamarnya. Kulihat ibu berdiri di dekat ranjang ia masih memakai jilbabnya namun ia memakai kemeja biru lengan panjang dan celana kain panjang berwarna hitam kulihat di area paha ibu sedikit menggembung. Mungkin ada sesuatu di dalam sakunya. serta highheels sambil memegang sebuah penggaris panjang 30 cm. Dandanan ibu mirip dengan dandanan guru.

“Kamu telat lagi aji, mau jadi apa kamu kalo telat kesekolah!” Bentak ibuku sambil memukul mukulkan penggaris ke tangannya dengan pelan

“Maksud ibu apa” kataku kebingungan

“Heh ngelawan kamu sama guru yah udah telat juga cepat duduk” kata ibu sambil menunjuk sebuah kursi yang ada di dekat pintu.” Aku kemudian segera duduk. Ibu berjalan menghampiriku yang masih bingung. Ibu kemudian merunduk dan berbisik padaku

“Malam ini ibu lagi pengen jadi guru ladenin fantasi ibu yah sayang” kata ibu kemudian berdiri tegak di hadapanku

“Karna kamu sering telat ibu mau hukum kamu” kata ibu sambil menggores pelan pipiku memakai penggaris yang ada di tangannya.

“Saya mau dihukum apa bu” tanyaku yang mencoba masuk ke dalam permainan ibu

“Eit jangan banyak tanya. Sekarang ibu mau pasang ini dulu ke kamu.” Kata ibu yang mengambil seutas tali tambang dan pita di saku celana panjangnya. Ia kemudian menyuruhku untuk menaruh tanganku di belakang kursi. Ia kemudian mengikat tanganku. Lalu ibu menutup mataku memakai pita berwarna hitam sehingga aku tak dapat melihat apa apa

“Nah sekarang ibu mau kasi ujian biologi sama ibu kamu tebak bagian tubuh apa yang menyentuhmu yah.” Kata ibu sambil sedikit menjambak rambutku

“Iya bu” jawabku sambil menganggukan kepala

Kurasakan di pipiku sesuatu yang basah menyentuh pipiku beberapa kali. Ini pasti bibir ibuku. Bibir ibuku bergerak mengecup hidungku kemudian menyentuh bibirku. Kurasakan ibu naik ke pangkuannku dan membuka kancing kemeja seragam sekolahku. Ia melumat bibirku dengan ganasnya kemudian merambat keleherku turun ke area dada dan perutku. Air liur ibu membasahi tubuh bagian depanku.

“Kamu suka aji, hah itu tadi apa” tanya ibu yang kurasakan masih duduk di pangkuanku”

“Iya bu itu tadi bibir ibu” kataku

“Bagus sekarang ini apa” kata ibu. Aku merasakan ada benda halus dan kenyal menempel dibibirku. Kucoba membuka bibirku dan menjilatnya. Ini adalah payudara ibu. Kurasakan puting ibu yang mengeras yang langsung kuhisap dan kujilati

“Ohhh sshh ” desis ibu

Secara bergantian kurasakan payudara kiri dan kanan ibu karna tangan ibu mengarahkan kepalaku kekiri dan kekanan. Nampaknya ibu duduk di pangkuanku dengan membusungkan dadanya. Sehingga kurasakan payudara kenyal itu begitu dekat dengan wajahku.

“Sshh ahh, nah murid ibu, itu tadi apa” tanya ibu

” payudara bu” jawabku

“Bagus sekarang ini apa” tanya ibu yang kurasakan bergerak turun dari pangkuanku. Kudengar suara seperti suara resleting celana yang diturunkan. Dan tak berapa lama tercium bau khas vagina ibu yang wangi di hidungku. Karna kursi ini cukup pendek dengan mudah vagina ibu berada di depan wajahku jika ibu berdiri di hadapanku.

“Ini apa” tanya ibu sambil menarik kepalaku. Dapat kurasakan vagina ibu menyentuh bibirku

“Vwagwina bwu” kataku yang sedikit kesulitan berbicara karna vagina ibu menutup bibirku

“Salah sshh sebagai hukumannya kamu harus jilat itu cepat” kata ibu
Segera saja kulumat vagina ibu yang berada di depan mulutku dan kujilati. Dapat kurasakan itil ibu di lidahku. Sambil kujilati tangan ibu menggerakkan kepalaku menggesek vaginanya

“Sshh aahh ini bukan vagina ini namanya memek paham kamu sshh aahh jilat terus oohh” ceracau ibu. Cairan vagina ibu terasa begitu asin dilidahku. Vagina ibu benar benar becek karna cairannya sendiri ditambah dengan air liurku

“Ohhhh stop cepat kamu bilang ini namanya apa” kata ibu yang menarik kepalaku dari vaginanya

“Ini memek bu” kataku

“Bagus nah karna benar semua ibu kasih keringanan hukuman” kata ibu yang melepas penutup mataku. Kini dihadapanku ibu masih memakai jilbabnya namun kancing kemejanya sudah tak terkancing semua dan juga ia juga tak memakai lagi celana dalam apalagi celana panjangnya yang tadi

“Gimana ibu guru sexy nggak”tanya ibu sambil tersenyum nakal dan mengusap vaginanya dengan tangan kirinya

“Iya bu ibu sexy dan cantik” kataku

“Aih kamu pinter yah ngegombalnya ibu kasih hadiah lagi deh” kata ibu yang segera membuka celana panjang dan boxerku sehingga kini aku bertelanjang di bagian bawah tubuhku”

“Wah kontolmu gede juga anak nakal” kata ibu yang kini bersimpuh diantara dua kakiku sambil mengurut penisku

“Sshh ahh” desahku ketika ibu mulai mengocok penisku

“Hihi baru kayak gitu aja udah keenakkan, ibu mau hukum juga kontol kamu sampai kontol kamu muntah muntah” kata ibu yang kemudian mulai menjilati kepala penisku turun kebatangnya sambil sesekali ia kocok dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya memijat buah zakarku

“Slurrp sluurp” suara isapan ibu pada penisku. Iya mengulum dan menyedotnya bagaikan ia sedang menghisap sesuatu dengan sedotan. Kini tangan kirinya kulihat ikut menggesekki vaginanya

“Sshh oouchh sllurrp” desah ibu di sela sela hisapannya pada penisku. Ibu kemudian berdiri ia membuka ikatanku dan segera menarik tanganku dan mendorong tubuhku hingga aku terjatuh terlentang di kasur. Ibu segera menindih tubuhku. Dan mencium bibirku.

“Sshh ibu tidak tahan cepat toblos memek ibu guru” kata ibu yang menjatuhkan dirinya di sampingku. Kedua kaki kami terjuntai disisi ranjang. Aku kemudian berdiri memposisikan diri diantara dua kakinya. Kuarahkan penisku ke lubang vaginanya. Kumasukkan secara perlahan lahan sementara ibu kini tengah mengangkangkan kakinya lebar lebar sambil meremas payudaranya sendiri. Ia masih memakai jilbab dan kemejanya..

“Cepat anak nakal goyangin kontol kamu” kata ibu yang mengapit tubuhku dengan kedua kakinya. Aku segera menggerakkan pinggulku secara perlahan. Betapa nikmat kurasakan bagian dalam vagina ibu yang ikut berkontraksi memijat penisku.

“Ahh memek bu guru nikmat oohh” desahku yang mulai hanyut dalam permainannya

“Lebih kencang sayang ohh tusuk terus memek guru nakal ini ohh sshh” kata ibu.

Kubungkukkan tubuhku hingga wajahku tepat berada diatas payudara ibu yang berguncang guncang. Keringat telah membasahi bongkahan daging indah itu.

Tanpa menunggu lama segera saja kuhisap puting payudara kirinya sementara tangan kiriku meremas payudara kanannya

“Ohh terus sayang isep yang kenceng ohh remes yang kuat”

“Toket ibu besar, oh indah ougghh slurrp” ceracauku di sela sela hisapanku

“Ahh kamu sukakan sayang ouugghh”

“Ahh iya bu ahhh ssgh”
Kupacu genjotanku lebih kuat lagi. Kurasakan vagina ibu mulai makin basah dan becek serta dinding vaginanya berdenyut denyut.

“Ohh ahh mau kelluar, oughhh ahh ibu guru mau keluar sayang kamu murid nakal ahhh ibuu kellluuaarr ajiii” teriak ibu yang mendekap tubuhku di payudaranya sehingga aku kesulitan bernapas. Kurasakan penisku di basahi oleh cairan hangat dari vagina ibu. Setelah ibu mengendurkan dekapannya aku kemudian segera bangkit berdiri namun posisi penisku masih menancap di vaginanya

“Hosh hosh, sekarang kamu duduk ” kata ibu dengan nafas tak teratur sambil menepuk nepuk tempat di sampingnya. Setelah aku duduk, ia segera bangkit berdiri membuka kemejanya dan kemudian melepas seragamku. Ia juga melepas jilbabnya hingga rambut panjang indahnya terurai.

Ia kemudian mencoba duduk di pangkuanku. Tangan kirinya memegang penisku memposisikan penisku tepat berada di bawah vaginabya dan ia kemudian menurunkan pinggulnya. Sejenak ia menggesek gesekkan penisku di vaginanya sambil menoleh memandangiku

“Kamu mau kontol kamu di masukin nggak” kata ibu menggodaku

“Iya bu, masukkin kontol aji ke memekmu bu” kataku

“Tapi kamu harus janji jangan telat lagi yah dan harus ngentotin ibu terus”

“Sshh iya bu” desahku menahan rasa geli di kepala penisku

“Oke deh ibu masukkin sekarang” kata ibu yang mulai memasukkan penisku secara perlahan memasuki liang kenikmatannya. ” sleb plok suara penisku yang amblas di dalam vagina ibu dan pinggulki menghantam bongkahan pantatnya

Ibu kemudian mulai menaik turunkan pinggulnya. Vaginanya mengocok penisku dengan nikmat. Kuarahkan tanganku kedepan mencari payudara kenyalnya.

Ibu menuntun tanganku kemudian tangannya mengikuti tanganku yang meremas payudaranya. Aku di belakang tubuh ibu menciumi tengkuk dan punggung ibu.

“Plok plok suara pantat ibu yang beradu dengan selangkanganku dengan keras. Selama 20 menit ibu dengan semangat menggenjot penisku sambil sesekali ia menoleh untuk kucium bibirnya

“Bu mau keluar ougghh” kataku yang mulai merasakan spermaku akan segera keluar

“Ssshh sabar sayang ough ibu dikit lagi kok” kata ibu yang kemudian memutar tubuhnya tanpa melepas penisku yang masih menancap di vaginanya. Kini kami saling berhadapan. Ia kembali menggenjot penisku yang kuimbangi dengan menggerakkan pinggulku Kami kini saling berpelukan payudara besarnya menggesek dadaku. Kurasakan vagina ibu mulai berdenyut denyut. Aku juga merasakan kalo aliran spermaku akan keluar

“Ahh bu nggak tahan aji mau keluar sekarang oough”

“Sshh ahh keluarin sekarang oouchh ibu juga mau kelluar penuhi memek ibu dengan pejuhmu

“Ahhhhhh ajjjii kelllluuaarr” teriakku * crot crot 7 tembakan spermaku menembak rahimnya

“Ahh hangett banget oohh ibu kellluarr jugaa sayyanngg” teriak ibu yang tubuhnya menegang. Payudaranya ia busungkan menekan dadaku. Kembali penisku tersiram cairan vagina ibu yang hangat.Ibu kemudian segera ambruk dalam pelukanku dengan nafas tak teratur

“Hosh hosh makasih sayang sudah penuhi fantasi ibu” kata ibu yang masih dalam pelukanku

“Iya bu, kok bisa bisanya ibu punya fantasi kayak gini” tanyaku. Kami masih saling mengobrol dengan posisi ibu di pangkuanku dan penisku yang perlahan mengecil masih di dalam vagina ibu

“Hehe ibu dulu punya cita cita jadi guru tapi nggak terlaksana karna keburu nikah pas lulus sma. Padahal ibu pengen kuliah dan jadi guru. Ibu kepikiran fantasi ini juga karna sejak sibuk di kafe kamu cuma sekali dua kali ngentotin ibu karna pas pulang kamu pasti kecapean. Dan selama 3 minggu ini ibu agak tersiksa nahan nafsu ibu. Maaf yah nak” kata ibu

“Iya nggak apa bu” kataku

“Bukan itu ibu mau minta maaf karna hampir aja seminggu lalu ibu mengingkari janji ibu. Ibu kemarin ngegoda pak karyo. Dengan mengajak dia minum kopi di dalam rumah. Ibu waktu itu ibu cuma pake daster tanpa lengan ibu juga nggak pake beha jadi pasti si karyo ngeliat puting payudara ibu yang kecetak di daster tidur ibu. Tapi yah gitu dia malah negur ibu nyuruh pake pakean yang sopan sehingga ibu jadi malu sendiri.” Kata ibu

“Berarti benar kata arya mah, kalo pak karyo itu orang baik”

“Iya” kata ibu yang menggerak gerakkan pinggulnya mencoba membangunkan penisku yang telah keluar dari vaginanya. Ia menggesekkan penisku dengan belahan pantatnya

“Ibu masih mau?” Tanyaku

“Iya dong sayang pokoknya sampe ibu phhuass muaachh” kata ibu kembali mencium bibirku. Nampaknya malam ini akan menjadi malam yang panjang

★★★

Pov arya

Aku sedang berada di rumah kepala polisi yang bernama ferdiansyah dengan posisi tangan dan kaki terikat bersama dengan risma dan juga tantenya yang bernama meysya. Di depan kami 20 orang yang memegang senjata api dan memakai topeng tengah memandangi kami.

Aku begitu terkejut saat mereka menerobos rumah dan mengacungkan senjata pada kami. Saat aku bersama risma dan tante mey sedang mengurus sekar di ruang tengah. Sesaat setelah aku mengakhiri telfonku dengan ayahku. Entah kemana 4 orang polisi penjaga rumah ini.

“Kalian maunya apa” tanyaku

“Heh nggak usah banyak nanya njing” kata orang yang bertubuh kurus

“Haha jangan nanya sama kami tapi tanya sama si ferdi dia maunya apa gangguin bisnis gue” kata orang bertubuh tinggi besar yang duduk di samping risma yang terikat kaki dan tangannya. Risma mulai menangis saat orang itu meremas pelan payudaranya di balik gaunnya

“Heh jaga tangan loe bangsat dari istri gue”teriakku yang di sambut tawa mereka

“Heh nggak usah teriak teriak loe mau anak loe yang lucu ini gue dor hah!? Kata orang bertubuh gempal yang mengacungkan pistol ke arah sekar yang sedang menangis di sofa

“Jangan, jangan apa hiks apain anak aku” kata risma

“Hehe kamu selain cantik pengertian yah sayang, abang jadi pengen ngentotin kamu” kata orang bertubuh tinggi besar itu sambil mengelus pipi risma

“Jangan macam macam ama istri gue bangsat” teriakku

“Bughh” suara dadaku yang diinjak oleh si kurus. “Sudah gue bilang jangan teriak

“Hey loe kemana suami loe” tanya salah satu penjahat yang menjambak rambut tante mey yang telah sedari tadi menangis

“Hiks huuu dia kadang jarang pulang mas akhir akhir ini karna sibuk ngurusin kasus narkoba hiks” kata tante mey disela sela tangisnya

“Hahahhaha dia sibuk nyari gue padahal gue lagi ada di rumahnya” kata orang bertubuh tinggi besar itu

“Haha iya bos bego bener dia cari cowok padahal ada istrinya yang siap dientotin di rumah” kata orang yang menjambak rambut tante mey. Harus kuakui di usia 37 tante mey masih cantik dan tubuhnya cukup sexy.

“Haha mari angkut mereka ke kandang rahasia kita” kata si pria bertubuh tinggi besar. “Ayo sayang kamu ikut sama aku yah kita enjot enjotan di mobil” katanya lagi sambil mengangkat tubuh risma dan seorang lagi menggendong bayiku yang masih terus menangis.

Sementara aku dan tante di bawa oleh 4 orang setelah menyumbat mulut kami dengan lakban. Saat berada di luar rumah kulihat keempat polisi itu sudah bertumpukkan. Nampaknya mereka telah di bunuh oleh penjahat penjahat ini. Saat berada di depan gerbang rumah kulihat banyak motor dan juga ada 2 buah mobil. Sebuah limosin panjang dan sebuah mobil box yang besar.

Aku dan tante mey menaiki mobil box sedangkan risma dan anakku menaiki limosin itu. Setelah kami berada di atas mobil beberapa orang menutup pintu boxnya. Kini suasana gelap dan pengap kurasakan. Isak tangis mei masih saja terdengar. Kurasakan mobil box itu mulai bergerak

***

Entah sudah berapa jam aku dan tante mey berada di dalam mobil. Kurasakan mobil itu berhenti dan kemudian pintu box tempat kami terkurung terbuka ternyata sudah subuh hari. Aku kini berada di depan sebuah rumah tua yang agak besar didalam sebuah gang. Aku tak tau tempat ini dimana.

Mereka kemudian mengangkat kami masuk kerumah dilantai dua. Ternyata di lantai dua terdapat sebuah ruang kosong yang cukup luas mungkin bisa menampung 15 orang. Ada banya matras disana serta botol minuman keras dan puntung rokok. Kami kemudian diletakkan begitu saja di lantai yang kotor ini.

Risma dan orang bertubuh tinggi itupun masuk namun astaga ikatan risma memang sudah terlepas namun ia kini sudah bugil. Pria itu mengangkat tubuh risma sementara risma berpegangan pada leher orang itu. Orang yang membawa anakkupun ikut masuk

“Enak banget memek kamu sayang abang puas genjot genjotan 3 jam sama kamu muach”
“Iya bang risma bakal ngelayanin abang asal anak risma jangan diapa apain yah bang. Bang mamat janjikan” kata istriku menyebut nama mamat. Akan kuingat nama itu.

“Haha bagus sayang main lagi yuk” ajak si mamat kurang ajar.

“Tunjukin ke suami kamu yah goyangan hot kamu tadi haha” lanjutnya

Risma menatapku dengan wajah sedih aku tau ia pasti merasa sangat sungkan padaku. Selama 3 minggu ini dia sudah mau meladeni dan mau berhubungan badan denganku. Kugerak gerakkan tubuhku, meronta ronta saat risma kini ia turunkan dari gendongannya dan kemudian risma membuka celana orang itu . Risma sedikit menungging membelakangiku dapat kulihat banyak sekali lelehan sperma yang keluar vaginanya. Risma segera mengulum penis orang itu.

“Hmhhmbammssaatt”teriakku tertahan akibat mulutku yang dilakban
Satu orang kini membuka ikatan tante mey dan kemudian membuka lakban yang menutupi mulutnya. Ia kemudian menciumi bibir tante mey. Tante mey hanya pasrah karna rasa takut yang di alaminya

“Annmmjjinmmngg ” teriakku sambil menghantam hantamkan kakiku ke lantai yang terbuat dari papan kayu ini

“Heh paijo bunuh tuh bangsat berisik banget ohh sshh enak banget sedot terus kontol abang” kata si mamat pada orang yang menciumi bibir tante mey

“Sllurrp plop jangan bang jangan bunuh suami saya. Risma bakalan nurut kata kata abang hiks asal jangan bunuh suami saya” kata risma terisak setelah mengakhiri kuluman pada penis mamat

“Hahha oke oke apa aja yah paijo bikin pingsan aja” kata si mamat.

Paijo pun segera mendatangiku dan menghajar wajah dan perutku. Sambil dipukuli sesekali kulirik risma yang kini sedang naik turun diatas tubuh mamat yang berbaring diatas matras. Pukulan keras paijo yang menghantam bagian sisi kepalaku membuat pandanganku berkunang kunang dan mulai gelap… aji siapapun tolong kami ucapku dalam hati sebelum aku mulai tak sadarkan diri….

“To be continued

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*