Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 28

My Fate, My Life Chapter 28

Pov rio

Sudah 2 minggu ini lisa menjalani pkl di kantor ayahnya. Ia di tempatkan di divisi keuangan yang sesuai dengan jurusan yang ia ambil. Selama 2 minggu ini aku selalu mengantarkanku menuju kantor. Aku selalu saja mengajak lisa mengobrol disaat aku mengantarkankannya. Entah itu membahas kuliahnya, atau hobynya atau juga perkembangan kafe miliknya yang ia tanggapi seperlunya saja.

Beberapa kali juga aku mengajak lisa untuk makan malam berdua sebelum aku mengantarkannya pulang. Lisa menurutku wanita yang benar benar cantik dengan tubuh tinggi dan kulit yang putih serta wajahnya yang blasteran inggris membuat tiap laki laki selalu memperhatikan lisa saat aku mengajaknya makan di restorant.

Aku sebenarnya tersiksa dengan ini semua. Ayahku begitu memaksaku untuk selalu dekat dengan lisa padahal dia tau sendiri betapa aku mencintai rika. Pengorbanan rika begitu besar padaku.

Ia juga telah melepas keperawanannya padaku saat aku masih berstatus mahasiswa dan ia sma. Kami telah berpacaran hampir 4 tahun lamanya

Aku tak tahu rika sekarang ada dimana setahun yang lalu saat aku mendatangi toko yang juga menjadi rumahnya mereka sudah tak lagi tinggal disana.

Kejadian itu terjadi setelah aku membawa rika dan mengenalkannya pada ayahku dan mengutarakan niat pada ayahku untuk menikahi rika namun ia tak setuju karna ia sudah memiliki rencana untuk menjodohkan aku dan lisa.

Siang ini aku mengantarkan lisa pulang dikarenakan hari ini hari sabtu lisa hanya bekerja setengah hari. Aku kemudian singgah di sebuah restoran ayam bakar untuk sekedar makan siang. Hari ini lisa sangat cantik dengan memakai rok span mini sepaha berwarna merah dan kemeja putih serta blazer berwarna merah ia juga memakai hells berwarna sama dengan roknya

Setelah memarkirkan mobil kami masuk ke dalam restorant dan mengambil tempat duduk. Setelah itu pelayan mendatangi kami untuk mencatat pesanan. Aku dan lisa sama sama memesan ayam bakar ditambah nasi uduk sedangkan untuk minumnya aku memesan es lemon tea sedangkan lisa jus strawberry

“Kak lisa mau nanya sesuatu” kata lisa disela sela menyantap makanannya. Ia memanggilku dengan sebutan kak karna aku lebih tua darinya

“Mau nanya apa lis” kataku setelah meminum sedikit lemon teaku

“Bagaimana tanggapan kakak tentang perjodohan kita apa kakak tak keberatan” tanyanya

Ingin sekali aku mengatakan kalau sebenarnya aku juga tak mau namun aku harus bagaimana lagi jika aku menceritakan yang sebenarnya dan lisa memberitahu ayahnya maka ayahku pasti akan berbuat sesuatu pada rika jika rencana ayahku ketahuan oleh pak mustava

“Hmm kakak cuma menuruti kata orang tua kakak dek emang ada apa?”

“Hmm kalo lisa boleh jujur lisa sudah punya cowok yang lisa sayang kak dan lisa maunya nikah sama dia” kata lisa

“Oh begitu siapa cowoknya trus dimana dia sekarang?” Tanyaku

“Namanya aji kak aku nggak tau dimana dia sekarang. Dia sudah pindah rumah”

“Coba ceritain kisah pacaran kalian kakak mau tau itupun kalo boleh”

“Boleh kak”

Lisa kemudian menceritakan masa masa pacarannya dengan supir pribadi yang bekerja di rumahnya. Menurut lisa , aji ini adalah laki laki yang sopan dan baik hati namun sayang karena statusnya yang hanyalah supir, hubungan mereka tak disetujui oleh ayah mereka dan aji diusir oleh ayah lisa.

“Sabar aja yah lis kakak yakin dia baik baik aja sekarang dan dia pasti masih mikirin kamu” kataku pada lisa

“Iya kak. Tapi kalau misalnya aji tiba tiba datang gimana kak” tanya lisa

“Yah kembali kepada ayahmu lis kalo dia menerima aji jadi menantunya kakak akan mundur sebab kakak tak bisa membantah orang tua kakak”

Lisa hanya mengangguk saja. Dari cerita lisa perasaan lisa pada aji sangat kuat mungkin sama kuatnya dengan aku dan rika. Andai saja keberadaan rika kuketahui mungkin aku bisa membatalkan perjodohan ini dan lebih memilih kawin lari dengan rika
Setelah menyelesaikan makan kami segera pergi menuju rumah lisa.

Setelah kuturunkan ia di rumahnya segera kupacu mobilku menuju kembali ke kantor. Sesampainya di kantor aku segera menuju ke ruangan ayahku. Saat aku membuka pintu dan menutupnya aku kaget melihat iren sekretaris pak mustava yang cantik dan sexy tengah menaik turunkan tubuhnya di pangkuan ayahku yang sedang duduk di kursinya

“Shh ahh kukira siapa kamu ternyata rio”kata ayahku

“Ahh pak iren mau keluar lagi oooohhh kelluaarr pak” kata iren yang sekarang kancing kemejanya sudah tak terkancing semua serta branya yang tersingkap memperlihatkan kemontokan payudara 36 bnya. Tubuh iren langsung lemas bersandar di dada ayahku.

“Ayah apa apaan sih sudah berapa kali rio bilang jangan ngelakuin hal beginian di kantor” kataku

“Hal apa? Ngentot maksudnya? Orang iren sendiri yang mendatangi papa” kata ayahku

“Ah susah ngomong sama papa. Rio nunggu diluar aja” kataku keluar dari ruangan ayahku. Untung saja aku yang memergoki mereka bagaimana jika itu pak mustava atau staf lain. Ayahku memang kadang sering melakukan sex dengan receptionist bernama iren ini.

Aku tak tau bagaimana awalnya iren dan ayahku bisa berhubungan. Ruangan ayahku ini kedap suara sehingga segaduh apapun suara di dalam ruangannya tak akan terdengar sampai keluar ruangan. Tak berapa lama pintu terbuka. Iren keluar dengan baju yang sudah rapi namun rambutnya sedikit berantakan.

“Maaf pak rio dipanggil pak henry ke dalam” kata iren sambil menunduk. Walaupun usia iren sudah 30 an tapi ia masih tetap sexy dan cantik. Dengan tubuh montok dan kulitnya yang putih serta wajahnya yang ke arab araban.

“Ya sudah. Lain kali saya minta sama kamu kalo kamu diajak main oleh ayahku jangan lakukan disini yah”

“Iya pak maaf, permisi pak” kata iren seraya meninggalkanku

Aku kemudian kembali masuk keruangan ayahku kulihat ia masih duduk di tempat semula aku kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan ayahku

“Ada apa rio?” Tanya ayahku

“Begini yah pak mustava menyuruhku ke kalimantan untuk mengurus pekerjaan disana. Mungkin sekitar 2 atau 3 minggu rio ada di sana

“Oh bagus itu, terus ambil kepercayaan pak mustava padamu biar dia makin yakin untuk tetap ngejodohin kamu haha”kata ayahku yang senang mendengar berita yang kubawa

“Bagaimana perkembanganmu dengan lisa?” Tanya ayahku

“Lisa sudah mulai banyak ngobrol dengan rio yah cuman rio kurang yakin rio bisa ngerebut hatinya. Dia masih kepikiran dengan mantannya” jelasku

“Terus saja dekati lisa, apa ayah harus ikut campur ngeberesin mantannya? ” tanya ayahku

“Nggak usah yah” aku yakin jika aku mengiyakan permintaanya maka 2 atau 3 hari lagi orang itu pasti sudah tak bernyawa karna ayahku mengusai seluruh preman di kota ini dan kota kembang
Saat kami sedang berbincang dering telfon ayahku berbunyi. Ia segera mengangkat telfonnya.

“Yah halo kenapa mat….. oh jadi kepala polisi yang sering nangkepin anak buah lu dan gangguin bisnis kita lagi ada di kota kembang trus?…lu yakin dengan rencana lu?…malam ini lu mau beraksi… hahaha boleh juga rencana lu bikin tuh polisi nyesel gangguin kita… ok malam ini gue tunggu kabar dari lu tapi awas bilang sama anak buah lu jangan bawa bawa nama gue kalo ketangkep kalo nggak mau keluarganya terancam… ok. Kata ayahku yang kemudian menutup telfonnya

“Yok rio kita pulang” ajak ayahku

Selama dalam perjalanan pulang aku bertanya tanya rencana busuk apa lagi yang akan dilakukan ayahku dan mamat sahabat sekaligus anak buahnya. Yang pasti tak jauh jauh dengan perbuatan kriminal. Aku sebenarnya ingin sekali melaporkan kejahatannya tapi biarpun dalam penjara ia pasti masih bisa menggerakkan anak buahnya. Apalagi aku juga belum punya bukti sebab ayahku sangat tertutup mengenai bisnis kotornya.

★★★

Pov julia

“Ahh sshh mah trus sodok memek vita ough” desah vita di kamarku.

Saat ini kembali kami melakukan hubungan sex antara ibu dan anak setelah melakukannya sekitar 3 minggu yang lalu. Aku baru sadar ternyata anak bungsuku ini begitu hyper. Saat baru pulang sekolah jam 1 tadi tanpa melepas seragamnya dia langsung naik keranjang dimana aku tidur terlentang dan langsung melumat bibirku. Saat kutanya kenapa ternyata dia belum mendapat orgasmenya saat melakukan sex dengan pacarnya di toilet sekolah sebelum pulang

“Ahh sshh memek vita pengen kontol kak aji mah ahh ” desah vita disela sela aku menggenjot vaginanya dari atas

“Ougghh kan udah sama ini sayang uuhh ukurannya” desahku

“Sshhh kan beda mah dengan yang ahh asli” desis vita

Aku kemudian menarik tubuh vita hingga ia kini berada di atasku ia segera menggenjot strapon dildo yang kupakai secara liar sehingga aku pun merasa nikmat akibat bagian lain dari strapon dildo itu ikit bergerak liar menusuk vaginaku

“Oughh trus sayyang genjot mama”

“Ahh mama vita mau keluar lagi mah ahhh sshh remes toket vita mah”

“Ahh keluarin sayang mama juga ouchh remas toket mama juga sayang”

“Ooohhh mamaaaaa” teriak vita saat orgasmenya berhasil dia raih

“Ahhh viiitttaaa” teriakku untung saja keadaan rumah sepi. Suamiku sedang makan siang dengan relasinya sedangkan lisa aku tak tau apakah dia sudah pulang atau belum

“Hosh hosh” deru napas kami berdua. Tubuh vita menindih tubuhku, payudara kami saling berhimpittan. Ia kemudian mencium bibirku

“Muach muach makasih ma”

“Iya sayang tapi kita nggak boleh sering kayak gini yah mama takut kamu jadi tidak normal nantinya” kataku

“Iya mah vita janji” kata vita sambil tersenyum

Vita kemudian segera menuju ke kamar mandi yang ada di kamarku mungkin membersihkan dirinya. Setelah keluar dari kamar mandi ia segera memakai rok dan kemeja sekolahnya tanpa menggunakan daleman dan segera keluar dari kamar.

Aku segera bangun dari tempat tidur kemudian mencabut strapon dildo yang kupakai dan menuju ke kamar mandi setelah membersihkan diri kupakai tanktop dan hotpants sebagai pakaian santaiku dirumah aku segera turun ke bawah. Kulihat lisa sedang menonton infotaiment di tv. Aku kemudian segera duduk di samping lisa dan merangkul pinggangnya

“Ih mama ngagetin aja” kata lisa yang terkejut akan kehadiranku di sampingnya

“Hehe maaf sayang abis kamu sih orang bisanya kita yang menonton tv ini malah kamu yang di tonton tv karna ngelamun, ngelamun apa sih sayang”

“Nggak ada kok mah” jawab lisa. Sebagai seorang ibu aku tau bahwa ia sedang mengalami masalah di hatinya

“Masa sih, kamu butuh waktu seratus tahun sayang buat bisa bohongin mama. Kamu pasti lagi mikirin perjodohan kamu kan, kamu juga lagi mikirin aji kan

“Iya mah, sudah berapa kali lisa hubungin mamanya aji tapi nggak diangkat, apa aji nyerah yah mah buat perjuangin lisa?”tanya anakku dengan nada lirih

“Menurut kamu sayang?” Tanyaku balik pada lisa

“Nggak mah hiks menurut lisa aji pasti kembali. Huuu lisa kangen aji mah huuuuu” kata lisa yang mulai menangis sambil memelukku membuatku ikut bersedih. Aku tau betul perasaannya. Sama seperti saat aku akan dijodohkan. Betapa rinduku pada anton waktu itu

“Hiks sabar yah nak, hiks mama nggak bisa berbuat apa apa ayahmu orangnya hiks sangat keras kepala nggak mau mendengar penjelasan mama”

Lisa hanya terus menangis di pelukanku. Kubelai rambutnya untuk sekedar menenangkan hatinya. Tak berapa lama vita muncul dengan memakai kaos pink dan hotpants berwarna hijau tosca. Ia segera duduk di samping kakaknya dan ikut membelai rambut kakaknya.

“Sudah nak jangan menangis lagi mama yakin aji pasti datang kok” kataku

“Iya kak kita juga sedih kalau kakak sedih” kata vita

Lisa kini memeluk adiknya dengan tangisnya yang mulai reda. Kemudian ia segera menyandarkan punggungnya ke sofa sambil memegang tangan kami berdua

“Makasih hiks yah mah hiks dek kalo nggak ada kalian mungkin lisa lebih memilih kabur dan mencari aji tapi mama dan adek selalu semangatin lisa” kata lisa menggenggam tangan kami erat

“Ada apa ini kok pake pegangan tangan segala” suara suamiku yang berasal dari belakang sofa.

“Nggak apa kok pah. Vita anterin kakakmu kekamarnya yah mama mau bicara sama papa” kataku pada vita. Lisa dan vita kemudian meninggalkan kami naik ke lantai 2. Suamiku pun ikut duduk di sampingku.

“Ada apa mah” tanya suamiku

“Kasian lisa pah dia masih terus mikirin aji. Apa papa nggak bisa ngebatalin rencana perjodohan ini. Mama nggak mau lihat lisa tiap hari sedih terus

“Sudah berapa kali mah papa ngomong. Pokoknya lisa harus nikah sama rio. Rio itu punya masa depan yang bagus. Ayahnya juga orang yang baik” kata suamiku. Tanggapannya untuk rio aku setuju tapi untuk pak henry aku tak setuju aku masih ingat tatapannya pada tubuhku bagai serigala liar yang sedang mengintai mangsanya

“Pah, mama nggak mau lisa nanti kayak mama”

“Emangnya mama kenapa bukannya mama bahagia dengan pernikahan kita” tanya suamiku

“KATA SIAPA MAMA BAHAGIA PAH, SELAMA LEBIH 20 TAHUN MAMA NIKAH MAMA BELUM BISA NGELUPAIN CINTA MAMA PADA ANTON” kataku dengan nada keras. Entah kenapa kali ini aku sudah benar benar sudah kehabisan kesabaran.

“MAKSUD MAMA APA” kata suamiku dengan nada tinggi

“DENGAR YAH PAH. SAMPAI SAAT INI MAMA MASIH CINTA SAMA ANTON. MASIH KANGEN SENTUHANNYA. MASIH KANGEN CANDANYA KE MAMA, DAN MASIH BESAR RASA BERSALAH MAMA PADANYA. KARNA DI HARI PERNIKAHAN KITA, IA HARUS MENINGGAL DI DEPAN BALIHO PERNIKAHAN KITA. MAMA BETUL BETUL MASIH CINTA SAMA DIA” kataku dengan keras sehingga kulihat dilantai 2 vita dan lisa berpelukan melihat kami bertengkar

“OOOHH JADI INI MAKSUD AJI DULU. POKOKNYA PAPA TIDAK PEDULI LISA HARUS NIKAH DENGAN RIO TITIK. kata suamiku dan segera meninggalkanku menuju keluar rumah meninggalkanku menangis di ruang keluarga. Bi inah datang menenangkanku diikuti lisa dan vita

“Huu hiks maaf yah maa hiks gara gara lisa mama bertengkar sama papa hiks”

“Sabar nyonya,” kata bi inah sambil mengelus lenganku. Dan ikut menangis. Kami berempat saling berangkulan dan duduk di sofa sambil menangis. Aku tak tau suamiku mau pergi kemana dan aku tak peduli aku hanya berharap aji cepat kembali dan menggagalkan perjodohan lisa. Semoga ia sukses dan meyakinkan suamiku

★★★

Pov aji

“Hachu” sepertinya ada orang yang sedang membicarakan aku. Saat ini aku sedang berada di kafe duduk di meja kasir bersama rika. Aku bersyukur ideku untuk membuat kafe ini bernuansa romantis membuat banyak pasangan muda yang singgah di kafe ini. Ada juga yang hanya segerombol wanita atau pun laki laki yanh sekedar nongkrong melepas lelah di sabtu sore ini apa lagi jika sudah malam. Karena malam ini malam minggu pengunjung yang datang pasti akan banyak

Arya juga puas menerima laporan perkembangan kafe miliknya selama 3 bulan ini. Ia terlihat senang dan rencananya sebentar lagi ia akan datang bersama risma dan anaknya. Tak kulihat vina hari ini.

“Vina kemana ka” tanyaku

“Cie nyariin nggak tau dari semalam belum pulang” kata rika

“Oh hehe artinya cuma gue sendiri dong yang isi acara”

“Hihi atau mau gue temenin nyanyi”

“Nggak usah ah entar pengunjung kabur lagi kan suara loe cempreng abis hahah”

“Ih aji” kata rika mencubit perut

“Waduh waduh mesra amat ji” kata arya yang ternyata sudah berada di depan meja kasir bersama risma dan anaknya yang di gendong oleh risma. Arya saat ini memakai kemeja kotak kotak hitam putih dan celana cino berwarna abu abu. Sedangkan risma memakai mini dress berwarna ungu dan cardigan putih

“Eh loe ar hehe iya nih di cubitin nenek lampir suara cempreng gue”

“AJII” teriak rika sehingga para pengunjung memerhatikan rika yang berada di meja kasir dan membuatnya tertunduk malu karna berteriak

“Rasain hehe” kataku berbisik pada rika

“Ih ello sih mau tau” kata rika lirih

“Eh mana vokalis cewek yang loe bilang” tanya arya

“Hmm bentar lagi juga datang kok ar, apa kabar ris?” Tanyaku pada risma

“Baik ji masih cantik dan sexy hihi” kata risma

Pintu kafe terbuka dan kulihat vina datang dengan memakai rok mini berwarna pink diatas lutut. Ia memakai semacam kemeja tanpa lengan berwarna putih dan berpotongan leher rendah sehingga belahan dada putihnya dan juga tatonya terlihat. Ia sangat cantik walau dengan make up tipis di tambah rambut lurusnya yang ia gerai.

“Hosh hosh maaf ji telat” kata vina dengan nafas terengah engah yang berdiri di samping risma

“Nah karna vokalisnya udah datang gue duduk di tempat yang katanya loe siapin khusus buat gue dimana tempatnya.”kata arya

“Tuh pas depan panggung yang ada tulisan reserved” kataku sambil menunjukkan sebuah meja yang terdapat diatasnya sebuah hiasan boneka cupid yang sekaligus merupakan sebuah tempat lilin. Taplak mejanya bermotif love berwarna pink” arya dan risma segera menuju kesana sementara aku dan vina segera naik keatas panggung. Setelah vina sudah siap dengan mikenya dan aku dengan gitarku aku kemudian memberikan salam pembukaan pada para pengunjung

“Selamat sore mas dan mbak ijin kan saya menyanyikan lagu untuk menemani mbak dan mas sambil menikmati makanannya. Lagu ini juga aku persembahkan untuk sahabatku arya dan istrinya risma semoga terhibur”

hanya denganmu aku berbagi

Hanya dirimu paling mengerti

Kegelisahan dalam hatiku

Yang selama ini tak menentu

Tak ada ragu dalam hatiku

Pastikan aku jadi cintamu

Seiring waktu yang telah berlalu

Mungkin kau yang terakhir untukku

Reff: akan kulakukan semua untukmu

Akan kuberikan seluruh cintaku

Janganlah engkau berubah

Dalam menyayangi dan memahamiku

Aku dan vina secara bergantian menyanyikan chourus lagu dan bersama sama bernyanyi saat lagu memasuki bagian reff terkadang vina menatapku dengan pipi yang memerah. Aku tak tau apa maksudnya. Kubalas tiap tatapannya dengan tersenyum saja

Setelah kami menyanyikan lagu kamipun turun dengan tepukan tangan para pengunjung. Harus kuakui vina memang gadis yang sempurna dengan wajah cantik tubuh sexy dan suaranya yang indah. Aku dan vina pun segera bergabung dengan arya dan risma.

“Wah mantap bro masih sama seperti dulu suara loe haha”

“Iyaji masih bagus tapi sudah mulai berubah kamu kurangin yah ngerokonya” kata risma sambil menggenggam dan mengusap punggung tanganku yang kuletakkan di atas meja di hadapan arya dan vina

“Hehe iya ma” kataku sambil menarik tanganku

“Ups maaf ji kebiasaan” kata risma menyadari kesalahannya

“Nggak apa kok sayang” kata arya merangkul bahu risma

“Sorry yah ar” kataku

“Haha santai saja bro, oh iya loe yang namanya vina yah kenalin gue arya dan ini risma istri gue dan yang kecil cantik ini namanya sekar” kata arya mengenalkan keluarganya pada vina

“Iya mas nama saya vina, anaknya lucu yah cantik lagi sama kayak ibunya” kata vina mencubit pelan pipi sekar anak arya

“Hehe bisa aja mbak ini” kata risma tersipu

“Wah enak yah loe ji punya teman duet cantik kayak vina, jangan jangan loe udah lupa lagi ama yang di kota seberang”kata arya tertawa yang kemudian dicubit oleh risma karna melihat perubahan wajahku yang sedikit tersinggung dengan kata katanya. Namun mengingat kebaikan arya aku tak boleh emosi dengan candaan konyolnya. Dia memang kadang sering bercanda walau kata katanya sering menusuk hati

“Hehe nggak akan bisa lupa gue ar, dia udah cinta mati gue” kataku tersenyum kecut

“Maaf ji gue cuma becanda” kata arya dengan ekspresi segan padaku

“Haha santai ar kayak loe baru kenal gue aja” kataku

Kami berempat pun terlibat percakapan sambil diselingi candaan arya. Terkadang arya menanyakan tentang lisa padaku. Dibandingkan aku arya lebih humoris orangnya. Sesekali vina ikut terlibat dalam pembicaraan namun itupun saat ia ditanya ada perubahan yang kulihat di raut wajahnya. Aku dan vina memang sudah semakin akrab selama kurang lebih 3 minggu ini terkadang kami telfonan ataupun bbman tapi itupun selalu di mulai jika ia yang menghubungiku duluan.

“Kamu kenapa vina kamu sakit? Tanyaku padanya

“Nggak apa kok ji hehe” kata vina dengan tertawa yang dipaksakan

“Eh udah jam 4 nih gue duluan yah ke hotel mega awas loh jangan telat. Loe harus datang jam 8 teng ajak nyokap loe sekalian.” Kata arya yang beranjak berdiri dari tempat duduknya yang disusul risma.

“Jangan lupa yah ji” kata risma. Setelah mereka pergi aku dan vina kembali keatas panggung mengisi live music

Tak terasa sudah pukul 8 malam aku mengantarkan vina kembali ke kosnya sementara rika ia biasanya pulang diantarkan oleh ridho atau nia yang memiliki motor sendiri. Saat kami tiba di kos kulihat winda sedang duduk

santai memainkan hapenya di kursi yang berada di depan pintu kamar vina. Vina segera turun dari motor dan melangkah masuk ke kos tanpa pamit kepadaku. Kulihat ia berjalan sambil tangannya mengusap sesuatu di wajahnya. Aku segera membalikkan motorku setelah memberikan kode pada winda dengan menganggukan kepalaku meminta izin pulang. “Kamu kenapa say” sayup sayup suara winda terdengar saat motorku bergerak pelan menjauh dari halaman kosan. Segera kupacu motor ninja hitam ini menuju rumah.

***

Pukul 19.30 aku sampai di rumah. Setelah masuk kerumah dan menuju kamarku untuk berganti pakaian memakai kemeja putih polos dan memakai jas hitam fit di badan serta celana kain berwarna hitam di tambah dasi kupu kupu dan antingku aku segera menuju kamar ibu.

“Tok tok bu udah siap bu” kataku sambil mengetok pintu kamar ibu

“Masuk nak” kata ibuku dari dalam kamar.

Begitu aku masuk kulihat ibu sedang mengeringkan rambutnya sambil telanjang. Terlihat putih kulitnya serta payudara besarnya yang masih sedikit basah. Bulu pubicnya juga ia tipiskan membentuk segitiga. Walaupun sudah sering aku melihat dan merasakan tubuhnya namun aku selalu saja terpesona dengan keindahan tubuh ibuku

“Eh ngeliatnya gitu amat sayang kamu pengen yah hihi” kata ibu menggodaku

“Ah kirain ibu udah siap siap” kataku sambil menghadap kebelakang dan memperbaiki letak penisku yang agak terjepit akibat ereksi

“Hihi eh itu tangan kok masuk di celana jangan coli dong ini memek ibu kalo mau hihi” kata ibuku yang sudah berada di belakangku dan mengusap bahuku

“Bu cepetan siap siap ah telat nanti”

“Kamu nggak mau quickie sayang? Tanya ibu memelukku dari belakang dan berbisik di telingaku dengan suara mendesah. Tangannya bergerak turun mengelus penisku

“Nanti aja yah bu kalo dah pulang” kataku sambil menepis tangannya

“Hihi janji loh kamu pokoknya harus 3 ronde sampai ibu pingsan yah”.

“Iya iya cepetan bu aji tungguin di luar di pos satpam

Aku segera menuju keluar rumah dan membawa 2 helm dan segera menuju motor aku kemudian menjalankannya dan menuju pos satpam kulihat pak karyo sedang asik merokok. Pandangan matanya ke arah langit entah apa yang ia lamunkan

“Malam pak” kataku sambil mematikan motor dan menuju ke pos

“Eh aji sini duduk kalo mau minum kopi bikin sendiri yah” kata pak karyo

“Hehe nggak usah pak saya lagi mau pergi. Dari tadi ngelamun aja pak ingat istri yah

“Haha saya udah nggak punya istri ji istri saya sudah pergi dengan laki laki lain” kata bapak bapak satpam yang bertubuh kekar ini dengan tertawa

“Aduh maaf pak jadi nggak enak sama bapak”

“Santai aja ji ini mungkin hukuman buat bapak di masa lalu” kata pak karyo

“Emangnya ada apa pak”

Saat pak karyo akan bercerita tiba tiba saja ibuku telah datang ia memakai kebaya berwarna pink dengan aksen biru tua dan rok kain batik berwarna merah dan juga jilbab merah. Penampilan ibu begitu anggun malam ini. Ia menggunakan heels berwarna merah pula

“Wah ibu diah cantik dan anggun sekali” kata pak karyo memuji ibuku

“Hihi bapak bisa aja” kata ibuku genit

“Kami pergi dulu yah pak” kataku pada pak karyo

Aku dan ibu segera menuju hotel mega. Untung saja kemarin aku mengantarkan vina ke hotel ini jadi aku tak perlu repot mencari lokasinya. Setelah 45 menit aku sampai dihotel mega ini. Kulihat di tempat parkir beberapa mobil mewah berjejer di sana. Setelah memarkirkan motorku aku dan ibu segera menuju ballroom hotel. Tepat saat pintu masuk kulihat arya dan risma sedang berbincang dengan seorang pria berwajah cukup tampan namun usianya sekitar 30an.

“Eh datang juga loe ji, malem tante” kata arya menyapa kami. Risma segera mencium pipi kiri dan kanan ibuku dengan pipinya gaya khas salaman masa kini.

“Ih tante anggun banget” puji risma pada ibuku

“Kamu juga cantik kok sayang, anak kalian mana?” Tanya ibuku

“Lagi di titipin tante di rumah sodara mama yang tinggal di kota ini” kata risma

“Oh iya ji tante kenalin ini pak ricky salah satu rekan bisnis ayahku di bidang permebelan” kata arya mengenalkan pak ricky. Aku dan ibu segera menyalami beliau

“Nah om ini aji sahabat sekaligus sudah saya anggap saudara saya”

“Oh jadi kamu yang di ceritain arya yang punya bakat bisnis itu yah” kata om ricky

“Hehe nggak ah om arya terlalu berlebihan” kataku

“Ah kata arya kamu bisa mengubah kafenya yang awalnya sepi jadi ramai hanya dalam waktu 3 minggu yah hebat kamu”

“Hehe kebetulan aja om” kataku

“Oh iya om pamit dulu yah ada urusan sebentar” kata om ricky dan kemudian pergi

Tiba tiba dering suara handphone yang di pegang risma berbunyi ia segera mengangkat telfonnya dan menjauh dari kami keluar dari ballroom tak berapa lama ia kembali masuk menuju ke arah kami

“Ar sekar rewel katanya kita pulang dulu yah” kata risma pada arya

“Ya udah aku anterin. Kan sudah aku bilang sayang kalo sekar di bawa aja, ji, tante kami ke tempat tantenya risma dulu yah masuk aja di dalam ada orang tuaku dan orang tua risma kok.”

“Ya sudah hati hati yah”

Mereka segera pergi meninggalkan kami tapi entah kenapa aku terus menatap pintu masuk ballroom tempat arya dan risma keluar

“Kenapa sayang” tanya ibuku mengelus pipiku

“Perassaan aji nggak enak bu” kataku

“Tenang aja sayang yuk masuk” kata ibuku

Sambil berjalan menuju ke dalam aku terus memikirkan firasat burukku. Kucoba tenangkan hatiku semoga arya dan risma baik baik saja dalam perjalanan

To be continued…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*