Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 27

My Fate, My Life Chapter 27

Pov aji

*tok tok
Suara ketukan pintu pukul 11 siang ini dipintu rumah menghentikan aktivitas favoritku apalagi kalau bukan merokok. Sejak di kenalkan rokok oleh heru sobatku pas sma aku sekarang menjadi perokok berat.

Aku segera membukakan pintu dan ternyata pak budi ayah aryalah yang datang. Kupersilahkan beliau masuk. Beliau begitu rapi dengan setelan jasnya. Beliau langsung menuju ruang tengah dan duduk di sofa.

“Apa kabar om

“Om baik baik aja gimana ada kendala di kosan?

“Sejauh ini masih aman om hehe

“Baguslah om yang takutkan disini bukan masalah pembayaran karna rata rata orang yang kos disini adalah anak orang kaya dan anak pejabat yang om takutkan mereka itu tipe anak yang manja yang bahkan ngeganti bola lampu atau ganti tabung gas untuk kompor mereka saja mesti minta tolong” jelas om budi

“Oh gitu toh om, selama 2 hari ini juga aji sibuk ngehandle kafe arya om jadinya cuma ibu yang tinggal sendiri di rumah ini. Tapi kata ibu belum ada keluhan dari penghuni kos”

Saat aku dan om budi sedang asik mengobrol ibu pun datang dan membawa 2 cangkir kopi kemudian menaruhnya dimeja. Ibu saat ini memakai hijab panjang sampai menutupi perutnya dan juga memakai baju gamis pink dan celana kain pink. Ibu kemudian duduk di sebelahku. Kami bertiga duduk bersama di sofa yang besar.

“Aduh jadi ngerepotin bu” kata pak budi

“Nggak apa pak, gimana kabar ibu di rumah sehat?”

“Istri saya baik kok bu”

Aku ibu dan om budi pun terlibat pembicaraan santai sambil bercanda setelah itu tiba tiba pak budi terdiam dan mulai berbicara dengan nada serius

“Begini ji akhir akhir ini di kota ini narkoba sudah merajalela om minta kamu awasin atau perhatikan penghuni kos yang gerak geriknya mencurigakan. Om nggak mau di kosan om ada pengedar atau pemakai narkoba. Apa lagi gembongnya sedang berada di kota ini jadi om harap kamu dan pak karyo bisa menjaga kosan ini yah” kata pak budi

“Iya pak, aji juga berencana tiap hari senin rabu dan jum’at akan berada disini sementara hari lainnya aji akan ke kafe mengawasi kafe”

“Baguslah nak om percayakan yah, om akhir akhir ini sangat sibuk, sekarang bisnis om bukan saja di pabrik rokok om tapi merambat sampai perkebunan cengkeh dan tembakau agar om bisa mengawasi standar bahan baku rokok dari pabrik om di tambah juga om mencoba menanamkan saham di pertanian kelapa sawit serta batu bara di kalimantan dan juga bisnis permebelan di kota ini”

“Aduh om banyak banget, pasti om pusing banget”

“Haha semua ini demi istri dan anak tunggal om kalo kelak om tiada aryalah yang akan menjalankan bisnis om dan kalau bisa kamu membantu dia yah nak”

“Loh kenapa saya om, dengan pekerjaan yang di berikan sekarang saja aji udah berterima kasih om”

“Nggak apa nak om sudah menganggap kamu dan ibu kamu bagian dari keluarga kami. Kamu juga yang selalu membantu arya jika dia dalam masalah akibat sifatnya yang kadang menganggap remeh orang lain dan semenjak kenal kamu arya menjadi orang yang bisa lebih hemat . Berbeda sekali sewaktu kalian belum kenal. Arya begitu boros saat sd tiap hari ia membawa uang 200 ribu. Tapi semenjak berteman dengan kamu dari sd ia sendiri yang meminta agar uang jajannya dikurangi saja.”

“Hm aji berterima kasih om, atas kebaikan om dan arya pada aji sekarang”

“Iya pak, kami berdua benar benar berterima kasih” kata ibu

“Sudah jangan sungkan. Aduh sudah jam 1 om harus ketemu klien bisnis mebel om, om pamit yah” kata om budi sambil beranjak dari kursi sofa”

“Oh iya hampir lupa 3 minggu lagi kamu datang yah ke acara hari aniversary pernikahan om di hotel mega ajak juga ibu kamu” kata om budi padaku

“Iya om saya pasti datang”

Kami lalu mengantarkan om budi menuju mobil sedan mercedes bens nya. Dan kemudian setelah om budi pergi akupun bersiap menuju kafe. Sesampainya disana mobil yang membawa pesanan panggung kecil dan beberapa dekorasi dan taplak meja baru serta perlengkapan band akustik dan sound systemnya telah ada. Aku segera membantu ridho dan ilham memasang semua itu dibantu oleh beberapa orang yang membawa pesananku.

Tak terasa kami memasang semua itu hingga 2 jam lamanya. Meja dalam kafe yang berjumlah 12 dan tiap meja berisi 4 kursi sudah kutata menghadap langsung ke arah panggung kecil. Sekarang meja itu terlihat bagus tak kosong lagi. Sudah ada tempat lilin dan juga bunga mawar plastik dalam vas pada tiap meja ditambah taplak meja yang berwarna pink akan menambah kesan kafe ini agar menjadi kafe yang romantis tempat para pasangan muda berpacaran dan akan dihibur oleh live music. Aku juga mengubah nama kafe menjadi “LOVE KAFE” yang sebelumnya bernama “ARYA’S KAFE” itupun dengan seijin arya. Setelah itu aku berencana mengajak vina ke kafe ada hal yang harus ku uji padanya.

Aku yakin pekerjaannya sebagai LC karaoke . Pasti ia bisa bernyanyi. Karna tak mungkin seorang yang tak pandai bernyanyi akan menemani tamu bernyanyi di tempat karaoke itu. Akupun pamit pada ridho dan ilham dan segera menuju kos milik vina

★★★

Pov vina

“Ih geli sayang jangan di kelitikin hihi aduh win”

“Haha terus win kan dia yang kalah haha” tawa rika menyemangati winda menggelitikiku

Kami saat ini bertiga sedang bermain uno dan peraturannya orang yang kalah harus dikelitiki. Bagaimana aku tak kegelian winda mengelitiki leher dan perutku yang merupakan daerah sensitifku

“Ih vin kok loe jadi horny sih” kata winda saat mendapati puting payudaraku mengeras di balik tanktop putih yang dimana aku tak memakai bra sehingga tonjolan putingku tercetak dan terlihat jelas

“Ah loe sih ngegelitikin di daerah sensitif gue di pinggang kek” kataku

“Hihi maap say jangan ngambek yah” kata winda memelukku payudara besar kami saling berhimpitan. Uh jika ada laki laki yang melihatnya aku yakin ia akan horny sehorny hornynya tapi aku tak tau jika laki laki yang melihatnya adalah aji

Semalam mimpiku benar benar indah. Aji datang dalam mimpiku. Di dalam mimpiku aku begitu pasrah saat aji mencumbui payudara dan vaginaku.tapi sebelum aji memasukkan penisnya dalam vaginaku. Winda membangunkanku dari mimpi indahku dan mengajakku keluar mencari sarapan pagi tadi.

“Eh btw ada yang dimandiin loh win sama cowok semalam hihi” kata rika sambil melirikku

“Hah siapa ka loe?” Tanya winda kaget

“Ih siapa yah hmm loe tau nggak vin” kata rika sambil menaik turunkan alisnya

“Kamu dimandiin sama cowok semalam beb kok nggak ngajak ngajak sih” kata winda sambil menarik narik tanktopku

“Ih rika ember ih kan malu” kata tersipu

“Haha abis di mandiin malah vina kasi ciuman di pipi loh sama cowok itu. Kayaknya ada yang jatuh cinta deh hahah” kata rika. Aku mengambil sebuah boneka marsupilami yang ada di kamarku dan melemparkannya ke rika

“Ih vina jahat ah ambekkan orangnya hihi” saat lemparanku mengenai perutnya

“Loe sih ka bikin malu” kataku

“Siapa sih cowok yang beruntung itu” tanya winda

Sebelum rika menjawab kudengar ada suara motor mendekat dan memasuki halaman kos kami. Kami pun segera berlari keluar melihat siapa yang datang. Ternyata my prince datang. Ia begitu cool siang ini saat turun dari motornya dan melepas helmnya. Aji memakai baju kaos hitam bergambar tengkorak terbakar. Ia memakai celana jeans hitam skinny sobek sobek pada lututnya.jaket jeansnya pas menutupi tubuh jangkungnya. Ia lalu membakar rokok. Uh bibir berkumis tipis itu aku tak bisa membayangkan jika bibir itu menempel di bibir manisku. Pasti begitu nikmat dan geli jika kami berciuman

“Eh kirain siapa ternyata orang yang diomongin datang hihi” kata rika sambil melirikku.Aji menatap rika kebingungan

“Ada apa sih” kata aji sambil menghembuskan asap rokoknya

“Oh jadi elo yang mandiin sahabat gue yah ji” kata winda frontal membuat aji tertunduk malu malu

“Hus win jangan di godain entar ada yang marah nanti” kata rika

“Apaan sih kalian berdua” kataku. Aku yakin wajahku pasti memerah karena malu”

“Udah pada makan blom ini udah jam 3 loh” kata aji

“Udah tadi jam 1, dari mana ji” tanya rika

“Habis dari kafe masang dekorasi baru sama panggung kecil lengkap sama gitar dan sound systemnya

“Ih kok nggak manggil sih kan bilangnya kemarin sama sama buat ngedekor kafe” kata rika

“Maaf ka gue lupa sama loe, tapi tenang aja udah beres kok” kata aji sambil tersenyum aduh senyuman aji manis sekali sih

“Oh iya vin ikut gue ke kafe yok”

“Cie kok malah vina yang di ajak bukan gue” kata rika menggodaku

“Haha maaf ka ada urusan sebentar sama temen loe nggak lama kok” kata aji. Lama juga nggak apa kok asal sama kamu, kata batinku

“Ngapain ji?” Tanyaku kataku dengan lirih. Kenapa aku begitu gugup saat ini

“Kamu sakit vin, kok gemetar gitu” kata aji menempelkan punggung tangannya ke dahiku

“Aduh co cweet pengen deh di perhatiin kayak gitu” goda winda sehingga membuat wajahku memerah karna malu

“Kok muka loe merah vin loe demam, istirahat aja kalo gitu besok aja, gue pamit dulu yah.” Kata aji sambil beranjak berbalik meninggalkan kami

Dengan reflek ku pegang tangan aji erat” tunggu gue ganti baju dulu yah” kataku sambil memegang erat tangannya

“Ehmm gimana bisa ditungguin kalo dipegangin gitu, gue juga ikutan ah ” kata rika menggodaku sontak saja aku melepaskan tangan aji dan segera masuk ke kamarku disusul rika dan winda yang telah menutup pintu meninggalkan aji diluar

“Hihi tumben liat loe kayak gini vin kayak bukan loe aja, biasanya cowok yang gugup ngobrol ama elo ini malah kebalik” kata winda

“Biasa win kan udah gue bilang tadi ada orang yang jatuh cinta haha, vin gue pinjem baju yah” kata rika

“Gue juga yah vin” kata winda

“Iya cepetan kasihan aji nungguin lama”

“Ccciiiieee” kata mereka bersamaan

Saat kami telah selesai mengganti baju kulihat aji begitu terpesona melihat kami. Aku memakai tanktop berwarna hitam di tambah jeans skinny berwarna abu abu tanktopku tertutup oleh jaket jeans mini. Sementara winda memakai baju kaos kuning bergambar hello kity dan short pants mini yang berbahan jeans. Sedangkan rika memakai dres berlengan aangat pendek berenda dan bermotif kembang kembang.
Setelah kami memakai wedges kami. kami segera menghampiri aji yang menatapi kami kagum. Kemudian mengalihkan pandangan keatas saat aku dan dia bertatapan mata. “Ih kamu kenapa sih ji kan aku mau kamu ngeliatin aku terus udah dandan cantik juga” kata batinku

“Ayo berangkat” kataku sambil menepuk pelan lengan aji

“Trus winda sama rika gimana?”

“Tenang aja gue ada motor tuh” kata winda menunjuk motor maticnya

Kami pun segera naik ke motor masing masing dan segera menuju kafe. Saat diatas motor sport milik aji aku memeluknya dapat kucium parfum beraroma coklat dari lehernya. Tak sampai 7 menit kami sampai.

Sesampainya di sana kami segera menuju kafe di dalam kafe . Saat kami berada di dalam kulihat seorang wanita berkemeja putih dan memakai rok biru sedang duduk sendiri dalam kafe

“Loh nia kok belum pulang” tanya aji

“Hehe belum mas lagi pula di kos nia nggak tau mau ngapain jadi ngadem deh disini. Mas pinter ngedekor ruangan jadi terasa lebih nyaman” kata wanita yang bernama nia itu

“Hehe makasih yah, kamu sudah makan? Kamu pasti capek ngebantu ngedekor kan

“kata aji memberi perhatian pada wanita yang jauh tingkat kecantikannya dibanding denganku. Jujur aku merasa cemburu

“Aaww ada yang cemburu niye” kata winda saat melihat ekspresiku

“Hmm nggak usah mas nanti aja nia belum lapar kata wanita itu

“Ya sudah hmm vin loe kan kerja di karaoke kalo menurut tebakan gue loe pasti bisa nyanyi”

“Hihi belum tentu kali ji, kan kerjaan hue cuma nemenin tamu”

“Bohong ji suara vina bagus kok” kata rika sambil mengedipkan matanya padaku

“Kita coba yah vin, hmm sebenarnya gue mau minta tolong ngebantu gue ngisi live music sih masalahnya suara gue nggak terlalu bagus. Gue butuh partner cewek yang bisa nyanyi dan menurut feeling gue loe pasti bisa” kata aji sambil menggaruk kepalanya

“Ciiee dueet,” kata winda dan rika

“Trus kalo gue nggak bisa gimana” kataku ingin menggoda aji. Aji hanya tertunduk kemudian menatapku dan tersenyum

“Yah berarti gue harus cari cewek yang bisa, maaf yah vin gue ngambil keputusan sepihak tanpa nanyain loe dulu” kata aji

“Ayo ke panggung” kataku pada aji yang membuatnya kaget. Ini kesempatanku untuk lebih dekat dengan aji

Aku kemudian memaksa aji naik kepanggung sambil menarik tangannya. Aku pun duduk di bangku yang ada diatas panggung yang di hadapannya sudah ada sebuah stand mic. Aji mengambil tempat di kiriku dan menenteng gitar yang ada disana.

“Hmm lagu apa vin, lagunya kalo bisa yang bertema cinta yah”

“I will fly” kataku sambil menatap aji

Aji kemudian memainkan intro gitar pada lagu itu. Permainan gitar aji sangat bagus ternyata. Cara bermainnya betul betul sama persis dengan lagunya dan saat aku menyanyikan bagian reffnya aku menatap aji

I will fly in to your arm
And be with you
Till the end of time
Why are you so far away
You know its very hard for me
To get my self close to you

Aji hanya tersenyum menatapku. Apakah ia mengerti bahwa aku ingin di dekatnya aku tak tau. Setelah menyanyikan sebuah lagu aku dan aji segera menuju ke meja tempat nia winda dan rika duduk. Aji kemudian menarikkan kursi yang berhadapan dengan rika dan menyilahkanku untuk duduk kemudian ia menarik kursi di meja sebrang. Uh aji gentle banget deh

“Cie lagu tadi untuk siapa vin” kata rika

“Hmm loe tau kok” kataku sambil melirik aji

“Suara loe bagus banget vin kalau loe nggak sibuk loe maukan bantuin gue. Nanti gue bilang sama pemilik kafe buat ngegaji loe”

“Hmm nggak tentu sih ji, tapi kalo loe mau butuh bantuan gue pasti datang kok”

“Iya ji vina pasti seneng dapat telfon dari loe hihi” celetuk winda

“Haha perasaan kalian dari tadi ngegodain vina mulu kasian dia” kata aji

“Ccciiee dibelain” kata rika dan winda yang membuatku semakin malu

“Mas oke banget cara main gitarnya,belajar dimana mas, mas kursus yah” tanya nia yang ada di sebelahku

“Hehe biasa aja nia, gue otodidak kok, eh gue keluar dulu yah mau ngerokok kasian kalian kalau kena asapnya” kata aji yang segera meninggalkan kami

“So…” tanya rika padaku

“I think i fallin in love with him” kataku sambil memperhatikan aji yang merokok melalui jendela

***

Pukul 8 malam aku, winda,rika dan aji sudah berada dikamar rika sambil bermain uno sejak jam 7 tadi kami tiba di kos. Aji terus terusan kalah sehingga ia yang begitu sering di kelitiki saat aku menggelitiki aji aku sengaja berlama lama agar aku bisa lama menyentuh perut aji yang ternyata keras dan sedikit berotot.

Tiba tiba di handphoneku ada panggilan dari salah satu langgananku. Pasti ia ingin mengajakku berhubungan sex .aku segera beranjak dari mereka dan mengangkat telfonku

“Iya halo om ricky”

“Kamu kesini dong sayang ke hotel mega nemenin om, om kangen memekmu” kata laki laki itu. Entah kenapa aku sekarang merasa tersinggung dengan ucapannya tapi mau bagaimana lagi karna pekerjaanku aku begitu rendah di hadapan laki laki

“Ih om kangennya cuma sama memekku vinanya nggak”kataku merayu

“Haha om kangen kamu juga vin. Ke sini dong tenang aja om malam ini bayar 30 juta long time tapi yah”

“Iya deh om buat om apasih yang nggak”
Setelah menutup telfon aku segera kembali kekamar. Kulihat aji dan rika serta winda tengah asik bercanda

“Dari siapa vin” tanya winda

“Biasa win panggilan” kataku sambil tersenyum kecut. Aku benar benar malu pada aji

“Ooh” winda hanya ber oh ria.

Akupun segera keluar menuju kamarku. Membuka lemari dan mengambil dress mini berwarna ungu dan berbelahan dada rendah. Setelah berdandan Aku lalu keluar kamar menuju kamar rika dan berpamitan pada mereka

“Mau kemana vin” tanya aji. Aku hanya diam tak menjawab pertanyaannya aku begitu malu padanya

“Ohh mau ketemu pacar pasti cie” sambung aji. Dalam batinku sakit mendengar kata katanya. Bagaimana jika dia tahu aku seorang wanita panggilan dia pasti illfeel padaku

“Bukan ji cuma temen dari jauh dia datang di kota ini liburan aku ditelfon tadi disuruh nemenin dia di hotel” kataku berbohong

“Hotel mana sini gue anterin kasian cewek keluar malam sendirian”kata aji, oh ji makasih perhatiannya. Kata batinku

“Nggak usah gue naik taksi aja”

“Alah gue anterin yah sekalian gue mau pulang kasihan ibu dirumah sendirian”

Aji segera berpamitan pada rika dan winda. Winda kemudian meminjamkan helm padaku. Aku pun segera naik ke motor aji dan segera menuju hotel citra yang butuh waktu 30 menit dari kosanku.
Selama di perjalanan aku begitu erat memeluk aji. Aku bertanya dalam batinku apakah aku pantas bersama aji. Apakah aku berhak mencintainya, apa reaksi aji kalau dia tau aku seorang wanita panggilan. Apakah aji akan menjauhiku. Walaupun pertemuan kami baru 2 hari entah kenapa rasa sayangku padanya cepat sekali bertumbuh.Tak terasa akupun sampai di depan hotel mega Aku segeta turun dari motor aji

“Loe mau di jemput besok? Kalo mau sms aja yah atau mari sini pin bbm loe, nanti bbm gue aja”

“Nggak usahji, nih invite sendiri” kataku sambil menyodorkan hape. Aji segera menginvite pinku.

“Ya sudah aku tinggal yah” kata aji sambil kembali menyalakan motornya

“Ji tunggu” aji lalu menoleh padaku menatapku bingung

“Hmm kalo dah sampe rumah hmm kabarin yah” kataku sambil tersenyum menutupi kegugupanku pada laki laki dihadapanku ini. Aji hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya. “Iya nanti gue bbm kok,bye” aji meninggalkanku di depan hotel

**

Saat ini aku berada di depan pintu kamar 303 tempat om ricky menungguku. Aku kemudian mengetuk pintu kamarnya. Tak berapa lama om ricki membukakanku pintu. Aku pun segera masuk ke dalam.

“Sexy banget kamu malam ini sayang hmmm mana wangi lagi” kata om ricky yang memakai kimono mandi sedang memeluk tubuhku dari belakang sambil mengendusi leherku.

“Hihi kan buat om” kataku menyenangkannya

Om ricky segera membalikan tubuhku ia kemudian menciumiku dengan lembut hanya mengecup bibirku namun berulang kali. Sambil aku diciumi om ricky mendorong pelan tubuhku keatas kasur sehingga aku terbaring terlentang sementara om ricky setengah menindih tubuhku. Selama om ricky mencium bibirku aku memejamkan mata dan berkhayal jika saat ini aji lah yang saat ini sedang mencumbuku.
Setelah beberapa lama kami berciuman.

Om ricky kemudian bangkit dan melepas kimono mandinya. Sambil berbaring kupandangi ia dan memasang ekspresi nakal dengan tersenyum sambil menggigit bibir bawahku.

Om ricky yang telanjang kemudian menarik pelan tubuhku dari atas kasur hingga setengah badanku berada di luar kasur dengan kaki terjuntai. Om rudi kemudian menarik ujung dress di pahaku keatas hingga mencapai pinggulku. Kini g string berwarna merah yang kupakai terlihat olehnya. Kakiku yang terjuntai di sampirkannya ke bahunya. Ia kemudian mengelus elus vaginaku dengan telunjuknya

“Ahhh ssh” suara desahanku yang merasakan geli di bibir vaginaku
Om rudi kemudian menyibakkan penutup gstringku kesamping. Lidahnya mulai menjilati vaginaku membuatku semakin gemetar kegelian. Om rudi kemudian menjilati klitku dan jarinya mengelus vaginaku kemudian dengan perlahan jari telunjuk itupun masuk ke vaginaku

“Ahhh omm enak” desahku

Om ricky menambahkan jari tengahnya menusuk vaginaku. Lidah dan mulutnya intens merangsang klitku sementara tangan kirinya yang menganggur dia pakai untuk meremas payudaraku
Kocokan dan jilatan om ricky makin liar. Aku rasakan badai orgasmeku akan segera datang. Tubuhku mulai menegang pinggulku mulai terangkat dan pahaku makin menjepit kepala om rudi

“Ahhhhh vina kellllluuaarr oooommm” serr serr teriakku saat orgasmeku tiba.

Om ricky kemudian bangkit melihat ekspresi wajahku setelah merasakan orgasmeku. Setelah berapa lama aku pun bangkit duduk di tepi ranjang. Kubuka risulting dressku dan kubuka dressku.

Aku kemudian berdiri melepas gstringku kemudian aku bersimpuh di hadapan om rudi yang berdiri depanku. Kuraih penisnya yang menunjuk kearahku. Kemudian kukocok penis berukuran 13 cm ini. Setelah itu aku memasukkan penis om rudi ke mulutku mengulum dan menjilatinya bagai eskrim

“Ooohhh enak vin terus cantik” desah om ricky

Kepalaku semakin bergerak liar mengulum penis om ricky. Tangan om ricky memegangi kepalaku dan ikut bergerak maju mundur. Penisnya mulai berkedut kedut aku tau ia akan segera keluar. Aku menyedot penisnya sambil lidahku bermain di kepala penisnya

“Oohhh kelluaarr sayyang” *crot crot 3 semprotan sperma masuk ke mulutku

“Glek” aku menelan sperma dari om ricky. Kemudian penisnya yang sudah setengah layu sambil kubersihkan dengan mulutku. Tak berapa lama penis itu kembali mengeras di mulutku. Aku kemudian naik keatas ranjang dan menungging membelakangi om ricky

“Shhh entot vina om” kataku menoleh kebelakang ke arah om ricky. Kulihat matanya begitu bernqfsu melihat bokongku yang mulus. Om ricky kemudian ikut naik ke tempat tidur menjilati permukaan pantatku serta lubangnya

“Ah geli sayang”kata ku kegelian
“Pantat kamu mulus bener say, gede lagi” kata om ricky memujiku
“Ahhh sshh kan dirawat om sshh masukin dong om plis” kataku

“Slurp om masukin di sini yah” katanya sambil menusukkan jari kelingkingnya ke lubang pantatku

“Ahh terserah om malam ini tubuh vina punya om”

Om ricky kemudian berdiri dengan bertumpu pada lututnya. Ia menggesekkan penisnya di belahan pantatku yang telah basah akibat jilatannya di sana. Kepala penis om ricky kurasakan mulai masuk ke dalam lubang analku. Akupun menggerakan pantatku berlawanan arah dengan tusukan om ricky

“Sleb penis om ricky pun kini sudah masuk ke pantatku. Ia kemudian menggerakan penisnya secara perlahan. Anusku yang telah sering di masuki penis besar ataupun kecil mulai langsung terbiasa dengan penis om ricky

“Ahh gimana om enak nggak oughh”

“Ahh ssh sempit banget sayang”

“Lebih cepat dong om” pintaku

Om ricky menaikkan tempo genjotannya di anusku kuangat tubuhku sedikit dan bertumpu dengan siku kananku sementara tangan kiriku kugunakan menggesek vaginaku

*plok plok suara hantaman pinggul om rudi di pantatku makin cepat kurasakan batang penisnya mulai berkedut kedut tak mau ketinggalan makin cepat tangan kiriku menggesek vaginaku sambil kupinta om rudi meremas kedua payudara indahku yang bergelantungan

“Ahhh remes yang kuat omm shhh oughh”

“Ahh vin om mau keluar lagi sayang ouchh”

“Keluarin om keluarin vina ouchh juga ahh mmm om”

“Mmmmmp ahh vin ommm keluarrr” jerit om ricky yang menghentakkan penisnya ke anusku spermanya begitu panas di sana

“Ooouuughh vina juga omm” serr serr akupun meraih puncak kenikmatanku dan langsung ambruk di atas kasur sementara om rudi menindihku

**

Kini aku sudah memakai baju tidur yang telah disiapkan oleh om ricky setelah aku membersihkan diri sementara om ricky setelah ia mandi ia langsung tertidur diatas ranjang. Aku kemudian mengambil tasku yang tergeletak di dekat ranjang segera ku ambil androidku memeriksa apakah aji sudah mengabariku namun ternyata nihil.

Kulihat jam di kamar hotel menunjukkan pukul 12 malam. Aku bimbang ingin mengirimkan bbm ke aji atau tidak. Aku takut mengganggu tidurnya. Aku kemudian segera ikut berbaring di samping om ricky

Kucoba untuk tidur namun entah kenapa tak bisa mungkin karna aku mengkhawatirkan aji. Kucoba mengirimkan bbm padanya

Quote Originally Posted by vina
ji kamu dah sampai rumah belum
Selama 10 menit aji tak membalas bbmku. Tiba tiba suara notifikasi bbmku berbunyi

Quote Originally Posted by Aji
iya vin hehe maap yah lupa ngabarin makan dulu tadi trus mandi
Quote Originally Posted by Vina
oh hihi kok blom tidur?
Quote Originally Posted by Aji
hehe begadang dulu vin kebetulan nonton liga inggris ada klub kesayanganku lagi tanding tottenham hotspur
Quote Originally Posted by Vina
ih awas sakit loh
Quote Originally Posted by Aji
tenang aja vin nggak akan kok gue udah sering begadang hehe, eh btw beneran loe nggak mau dijemput besok?
Quote Originally Posted by Vina
nggak usah, gue tidur duluan yah gud night
Quote Originally Posted by Aji
oke kalo gitu have a nice dream vina hehe
Tak kubalas bbm aji yang terakhir karna rasa kantukku. Aku kemudian mulai terlelap berharap malam ini aji kembali datang dalam tidurku. Good night to my prince gumamku dalam hati.

To be continued

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*