Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 25

My Fate, My Life Chapter 25

Pov aji

Aku kini berada di depan kafe milik arya. Kulihat jam tanganku menunjukan pukul 8 pagi. Kulihat pintu masuk kafe masih bertuliskan “closed” sial aku ternyata datang terlalu cepat. Aku kemudian memutuskan untuk merokol sejenak dan duduk diatas motor

“Loh aji ngapain” suara seorang wanita menegurku

“Eh rika, heehe aku datang kecepettan ka kirain udah buka kafenya jam segini”

“Hihi waktu sekolah malasnya bukan main eh pas kerja malah kepagian, nanti kafenya buka jam 11an ji, eh kamu dah sarapan?”

“Udah kok ka”

” gini aja dari pada kamu bete nungguin disini yok ke kosku dekat dari sini kok. Boncengin yah”

“Oke kalau gitu”

Setelah rokokku habis akupun segera membonceng riska menuju kosannya ternyata jaraknya tak begitu jauh. Beberapa meter dari kafe ternyata ada sebuah gang. Kami masuk ke dalam gang itu. Rika kemudian menyuruhku berhenti di sebuah bangunan panjang yang sepertinya kos milik rika. Ada sebuah plang bertuliskan kos khusus putri

“Ayo ji masukin aja motornya”

“Nggak apa nih ka cowok masuk”

“Santai aja ji temen temen ku sering kok bawa cowoknya masuk. Lagi pula kita nggak akan ngapa ngapain kan, hihi”

Aku pun memasukkan motorku ke dalam halaman kos tersebut. Kulihat di depan kos berdiri 2 wanita cantik yang sedang mengobrol santai dan hanya memakai baju tidur. Tubuh mereka sungguh sexy dengan payudara yang besar

“Cie rika bawa siapa lagi tuh bagi donk ke kita” kata wanita berambut panjang dengan tato di atas payudaranya saat aku dan rika melintasi mereka

“Iya nih mana ganteng lagi kenalin dong” kata wanita berambut panjang dan rambutnya di cat berwarna kecoklatan dan memiliki warna kulit kecoklatan Payudaranya sama besarnya dengan wanita bertato

“Kenalan aja sendiri” kata rika yang berdiri agak jauh dariku. Kini di dekatku ada 2 orang wanita cantik

“Hay cowok gue winda” kata wanita yang rambutnya dicat berwarna kecoklatan

“Gue aji mbak” kataku sambil menyalaminya

“Kalo gue vina, mas aji pacar rika yah?” Tanya wanita bertato mawar di dadanya

“Hmmm bukan mba cum cuma temen lama”kata ku tergagap bagai mana tidak aku disuguhi pemandangan 2 pasang belahan payudara indah di depanku. Jarak mereka saat berbincang denganku begitu dekat

“Hihi mas kenapa? Belum pernah liat toket cewek yah hahah” kata winda sambil berbisik dan menertawakanku. Sial dia pasti melihat mataku yang mengarah ke dada besarnya

“Kalo mau jangan cuma diintipin dong mas dipegang haha” kata vina menimpali ikut berbisik di telingaku untung saja jarak rika cukup jauh dariku sehingga ia tak bisa mendengar perkataan vulgar teman temannya

“Heh udah anak orang digodain, ayo ji” kata rika menarik tanganku.

“Cie cemburu huh dah mas ganteng hihi” kata winda sambil tertawa genit sambil melambaikan tangan dan mata sebelah kirinya dia kedipkan padaku

Rika menarikku hingga masuk ke kamarnya yang berada paling ujung. Kulihat ada 4 kamar di kosan sederhana ini. Terdapat tiang jemuran yang melintang di halaman depan pintu kamar rika. Setelah masuk ku perhatikan kamarnya. Ada sebuah ranjang sedang di dalam kamarnya dengan ditutupi seprei dan selimut hijau keropi(kodok hijau) .Banyak boneka keropi di sana. Di sampingnya terdapat lemari kayu besar dan dan juga ada sebuah kipas angin di dekat ranjang. Di sisi tembok terdapat meja rias yang diatasnya banyak peralatan make up. Di cermin meja rias tersebut ada sebuah foto yang terselip gambar seorang pria yang wajahnya di foto itu dicoret hingga menutupi gambar wajahnya dan disampingnya rika sedang tersenyum manis. Kamar rika memakai karpet bulu sebagai alas di kamarnya

“Masuk aja ji maaf yah berantakan”

“Berantakan apanya ka rapi gini” kataku

“Duduk aja dulu yah gue mau ke dapur ngambil mangkok buat bubur ayam” kata rika lalu berjalan meninggalkanku

Aku kemudian duduk di karpet dan menyandarkan punggungku di sisi ranjang. Tak berapa lama rika membawa sebuah mangkok berisi bubur ayam kemudian ia duduk disebelahku dan mulai menyantap buburnya

Sesekali aku menatap rika yang lahap memakan buburnya. Cara makannya sungguh bertolak belakang dengan gaya dan wajahnya yang cantik

“Adwa apwa lwu lwiat lwiat” kata rika saat masih mengunyah buburnya

Aku hanya menggeleng dan tersenyum. Setelah ia menghabiskan makanannya ia lalu berjalan lagi keluar kamar. Lalu tak berapa lama dia datang membawa segelas air dan secangkir teh di tangannya

“Ini ji tehnya diminum”

“Aduh maaf yah ka ngerepotin”

“Santai aja ji, eh maafin yah temen temen gue tadi mereka memang begitu kalo ngeliat cowok apalagi yang ganteng kayak loe hihi”

“Haha masa sih gue ganteng ngejek nih ye”

“Ih dibilangin juga”

“Eh ka itu foto yang disana kenapa muka cowoknya di corat coret” tanyaku kulihat perubahan mimik wajah rika

“Eh mmm kalo lu nggak mau jawab nggak apa mungkin loe lagi iseng kali yah haha” kataku mengalihkan pembicaraan

“So udah berapa lama loe tinggal disini” tanyaku

” udah hampir setahun kali ji sejak bonyok gue kembali ke sumatra”
“Oh kok loe nggak ikut mereka?”

” gue masih kuliah disini ji udah semester 7 sih rencananya gue baru mau bikin skripsi kan gue baru selesai kkn.”

“Oh gitu, trus udah berapa lama lu kerja di kafe?”

“Baru sebulanan sih. Elu diem diem orangnya kepo juga yah hihi”

“Haha masa kita duduk diem diemman yah ngobrolah”

“Haha gue kira lu orangnya pemalu. Buktinya tadi ngobrol ama winda ampe gugup gitu hihi”

“Haha kan gue baru kenal gue memang agak pemalu sama orang yang baru gue kenal”

Sedang asiknya bercerita tiba tiba vina dan winda sudah berdiri di depan pintu. Winda memakai tanktop berwarna kuning dan hotpans putih sedangkan vina memakai baju kaos seperti singlet ketat berwarna pink dan memakai celana super pendek dari bahan jeans

“Cie mesra amat ngobrolnya boleh ikut nggak nih” tanya vina

“Masuk aja vin” jawab rika
Mereka berdua kemudian duduk bersila dihadapanku. Sungguh membuatku grogi karna disuguhi kembali pemandangan payudara besar ditambah paha putih. Paha winda ditumbuhi bulu bulu tipis.

“Mas mas ganteng jomblo nggak” pertanyaan winda sungguh frontal mungkin dia tipe wanita yang agresif

Aku tak tau harus menjawab apa dengan pertanyaan winda karena secara status aku sudah memutuskan lisa di depan ayahnya. Tapi aku masih mencintainya dan aku juga tahu dia pasti sangat mencintaiku saat ini

“Hmm bisa di bilang jomblo mba tapi maaf yah sudah ada perempuan yang gue cinta dan hubungan kami bisa dikatakan lagi break hehe” kupikir jawaban ini yang paling tepat untuk kukatakan padanya

“Yah nggak apa deh jadi selingkuhan juga iya nggak win” kata vina. Aduh aku sebenarnya agak risih dengan tipe wanita seperti ini

“Udah kasian aji lagi pula kalian udah punya cowok juga masih aja agresiv sama cowok yang gantengan dikit”

“Ye kata siapa mereka cowok kita mereka itu bank berjalan kita hihi iya nggak vin”kata winda. Mereka nampaknya wanita matre yang senang menguras harta dari para pria kaya.

“Apa kalian nggak kasian?”

“Buat apa kasian kan sama sama enak kami dapat duit mereka dapat cewek sexy yang bisa melakukan “apa aja”” kata winda sambil tangan memberi gestur tanda petik 2

Kami kemudian mengobrol mengenai latar belakangku dan mereka. Dari obrolab kutahu bahwa winda merupakan seorang model majalah dewasa sedangkan vina adalah spg frelance dan kadang menjadi lc di karaoke.

“Jadi loe bosnya rika ji? Wah enak banget rika punya bos muda dan ganteng, kalo ada lowongan gue mau deh kerja di tempat loe” kata winda

“Bukan bos sih gue hanya mewakili bos yang punya kafe” kataku

“Sama aja lagi, siapa tau lu butuh pelayan gue mau kok, gue jamin kalo ada gue kafe loe pasti laris hihi” kata vina

“Haha iya sih laris bukan karna pengen makan atau minun tapi cuma pengen liat loe aja” kataku tertawa

Kami kemudian mengobrol sambil diselingi candaan hingga tak terasa waktu sudah pukul setengah 11. Rika pun pamit untuk mandi dia membawa handuk dan keluar dari kamar. Saat rika keluar kamar vina dan winda segera duduk di samping kiri dan kananku payudara besar mereka menekan lenganku

“Eh win, vin kenapa kok duduknya rapat bener gerah nih”

“Sstt lu diem aja, gue tau lo pasti ngaceng kan liat toket gue”

“Yah namanya cowok normal pastilah, geser vina winda”

“Dari luar celana loe gue bisa liat kalo kontol loe pasti gedekan” kata vina di sebelah kiriku

“Eh geser kalian apa apaan sih” perintahku pada mereka berdua. Mereka sungguh wanita yang agresif mungkin ibu sewaktu beliau muda seperti ini

“Ji tolong bantuin dong udah 3 bulan ini pacar pacar kami nggak dateng ngentotin kami padahal kami lagi pengen banget. Yah yah” kata winda sambil tangannya mengelus elus penisku dari luar celanaku. Sedangkan vina sudah beraksi dengan menciumi leherku sehingga membuatku menggelinjang geli.

Aku sungguh tak senang dengan situasi ini. Aku tak mau di cap sebagai penjahat kelamin yang dengan gampang meniduri wanita yang baru aku kenal. Aku segera memaksakan tubuhku berdiri dan segera beranjak meninggalkan winda dan vina. Sebelum aku keluar kamar aku berbalil badan menghadap mereka

“Winda, vina kalian berdua itu cantik sexy tidak pantas rasanya kalian melakukan hal ininpada laki laki. Apa kalian mau dicap perempuan murahan dengan mengajak tidur laki laki yang baru kalian kenal. Sebaiknya kontrol nafsu kalian yah”

Aku kemudian keluar dari kamar dan menuju motor dan duduk di jok kemudian kubakar rokokku mencoba menurunkan birahiku. Aku duduk membelakangi kosan. Lalu sebuah tangan menepuk pundakku

“Maafin kami yah ji, gue pikir loe sama kayak cowok cowok brengsek yang lain tapi ternyata loe beda loe cowok baik. Kami sebenarnya ngelakuin ini buat ngejagain rika. Kami sengaja ngetest loe. Karna sudah berapa kali rika dekat sama cowok sejak putus dengan cowoknya tapi ternyata cowok itu brengsek rika udah berapa kali hampir diperkosa sama cowok yang dekat sama dia karena nggak tahan liat rika. Ditambah rika orangnya gampang percaya sama orang. Setiap kami nasehatin untuk nggak gampang percaya ama cowok tapi rika selalu bantah kami dan selalu bilang ” tenang aja cowok ini beda kok sama yang kemarin” tapi nyatanya tidak. Makannya itu kami ngetes setiap cowok yang dekat ama rika karena rika sudah kami anggap saudara kami pengen dia nggak seperti kami yang jadi pelampiasan cowok brengsek” kata winda

“Hmm iya gue maafin kok, dan ternyata kalian cewek yang baik juga” kataku sambil menepuk pundak vina dan rika

“Tapi kalo loe mau beneran bilang aja yah hihi” kata vina mengedipkan matanya sebelah kanan

“Ngapain kalian diluar” teriak rika yang hanya memakai handuk yang ia lilitkan menutupi tubuhnya

“Gerah ka” kata winda sambil mengibas ibaskan bagian leher tanktopnya sehingga payudara besarnya kadang terlihat jelas dan ternyata dia tak memakai bra sehingga aku bisa melihat payudaranya sekilas

“Ehmm win” tegurku sambil memberi kode ke arah dadanya

“Eh maaf yah ji kamu ngeliat yah hihi, anggap aja sebagai permintaan maaf ku. Yok vin ke kamar” ajak winda pada vina

Merekapun pergi ke kamar yang nampaknya kamar milik winda. Aku kemudian menunggu rika diatas motor. Kubakar kembali sebatang rokok. Tak berapa lama rika datang menghampiriku kali ini ia memakai kemeja ketat polos berwarna biru dan rok span berwarna hitam dan memakai heels hitam.

“Yok ji”

“Wah cantik sekali kamu ka”

“Ah gombal. Mari pak bos berangkat yuk”

Kami pun segera berangkat menuju kafe sesampainya disana kulihat ridho telah datang. Dia tengah asik merokok di depan pintu kafe sementara dari balik jendela kulihat nia sedang menyapu lantai kafe”

“Siang bos” kata ridho

“Siang, eh itu nia nggak kamu bantuin dho? ” tanyaku

“Marahin aja ji, ni orang pemalas banget, bukannya ngebantuin juga” sungut rika

“Huh untung cantik kalo nggak…”

“Kalo jelek emang kenapa” kata rika berkacak pinggang di depan ridho

“Sudah sudah ka mending kamu masuk duluan deh” rikapun meninggalkan kami menuju ke dalam. Aku kemudian membakar rokokku dan ikut merokok di samping ridho

“Sudah berapa lama loe kerja disini dho?”

“Ada mungkin 2 bulan bos”

“Maaf nih ya, selama 2 bulan kerja. Kalau masalah kebersihan yang bertugas siapa?”

“Kalau di dapur ilham sama mbak asti, kalau di luar nia”

“Oh ya sudah” kataku mematikan rokokku sambil menepuk bahu ridho aku kemudian masuk ke dalam dan mengambil kain lap lalu segera aku melap meja yang ternyata sangat kotor. Cara menyapu nia juga tak terlalu bersih. Setelah beberapa meja kulap, ridho tiba tiba mendatangiku.

“Aduh bos kok ikut ngebersihin sih” katanya

“Nggak apa kan sebagai cowok bukannya kita yang harus sigap ngehandel pekerjaan bahkan membersihkan sekalipun. Seorang cowok nggak boleh bergantung sama siapapun apa lagi sama wanita iya tidak” kataku. Aku sengaja melakukan hal ini agar ridho sadar bahwa seharusnya masalah kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Kulihat ridho sejenak terdiam dan tertunduk kemudian ia segera mengambil kain lap lain dan segera membersihkan meja yang lain. Aku kemudian mengambil sapu dan segera menyapu di bagian lantai yang sebenarnya telah nia sapu tapi karna dia menyapu secara asal asalan sehingga debu masih banyak yang tertinggal.

“Ih bos aku kan sudah sapu disitu” kata nia. Sementara aku hanya diam dan mengumpulkan debu yang ternyata masih banyak. Kumpulan debu itu kusapu hingga dekat dengan letak nia berdiri

“Ih kok masih kotor sih bos” kata nia

“Nia apapun pekerjaannya kalau kita tidak ikhlas tidak akan maksimal. Prinsip saya kalau kita mengerjakan sesuatu dengan setengah maka hasilnya juga setengah tapi kalo kita ikhlas dan bersungguh sungguh pasti hasilnya maksimal. Seperti menyapu kalau kita setengah setengah ya nggak akan bersih tapi kalau kita bersungguh sungguh pasti bersih.
Kulihat nia terdiam. Kemudian tersenyum ke arahku” iya bos lain kali nia pasti bersungguh sungguh, nia cuma kesel sama ridho karna nggak ngebantuin nia ngebersihin kafe, maaf yah bos”

“Ridho kemari” ridhopun segera mendatangiku

“Ada apa bos”

“Nah nia katakan apa yang mau kamu katakan tadi sama ridho”

Nia tertunduk malu, sedangkan ridho menatapnya bingung

“Ngomong aja nia” kataku

“Lain kali kamu bantuin aku ngebersihin yah jangan cuma ngerokok doang ngeliatin aku. Kan aku capek sendirian ngebersihin kafe

“Iya gue pasti bantu maaf yah ”

“Nah kan enak kalo kita terbuka, intinya begini gimana kafe kita mau laris kalau kafe kita malah terkesan jorok. Yang ada nggak akan ada orang yang datang kemari. Sekarang kebersihan tanggung jawab kita bersama jangan sungkan juga minta bantuan denganku. Dan jangan panggil saya bos panggil saja aji kan kemarin sudah kenalan. Lagi pula saya bukan pemilik kafe dan menggaji kalian. Saya hanya dipercaya arya untuk membantu mengelola dan mengawasi kafe ini jadi panggil saja aji yah” kataku sambil tersenyum.

Kami pun secara bersama sama membersihkan bagian dalam kafe. Rika juga ikut membersihkan meja kasirnya. Setelah bersih ridho segera membuka pintu masuk kafe dan membalik plat menjadi “open” akupun mengambil posisi disamping rika di belakang meja kasir

“Ngapain disini ji kan kamu punya ruangan sendiri”

“Nggak apakan hehe kan mau mengawasi”

“Alah bilang aja loe mau deket deket gue yakan

“Haha geer deh loe ka”

***

Tak terasa sudah jam 12 malam dan saatnya kafe tutup pelanggan hari ini hanya 30 orang. Aku kemudian meminta para karyawan untuk berkumpul

“Maaf yah saya mau briefing sebentar mau ngeriview hasil yang saya liat hari ini. Pertama tadi masalah kebersihan kalau bisa kita saling bantu yah. Kalo tempat kita bersih kan enak.

“Kedua, saya minta untuk menambahkan beberapa menu seperti jus yah karna tak semua orang senang minum kopi, trus kalo bisa tambahin menu makanannya jangan cuma kue kue manis, bisa kentang goreng ataupun omelet, bisakan mas ilham mbak asti?”

“Tapi kan bahan bahannya nggak ada mas,” kata ilham

“Tenang saja nanti saya hubungi arya mengenai ide saya

“Yang ketiga saya akan menambahkan panggung kecil di spot sana. Biar kafe ini bisa punya tempat buat live music. Semoga dengan live music pengunjung terhibur dan betah disini.

“Siapa yang main nanti bos eh aji” kata ridho

“Untuk sementara biar saya saja dan hmm ka nanti temenin gue yah gue mau bicara dengan vina”

“Oke deh bos aji yang ganteng hihi” kata rika yang disambut tawa yang lain. Oke besok kita nggak usah buka dulu yah. Tapi semua harus datang buat ngerenov kafe ini moga makin banyak pengunjung”

Kami pun segera membubarkan diri. Aku pun mengantarkan rika menuju kosannya namun saat kami berada di depan kos. Ada mobil yang berhenti di sana kemudian dengan kasar menjatuhkan seorang perempuan dari dalam mobil. Kami pun bergegas menuju ke tempat wanita itu tergeletak . Ternyata wanita itu vina. Tubuhnya bau alkohol dan keringat laki laki serta samar kucium bau sperma dari tubuhnya. Siapa yang tega berbuat seperti ini

★★★

Pov henry

Ah aku masih terbayang dengan tubuh halus julia. Saat ini aku sedang berada di sebuah tempat private karaoke di kota kembang. Bersama mamat dan 2 orang anak buah kepercayaannya.bisnis mamat di bidang narkotika yang sukses besar dengan keuntungan 500 juta. Malam ini aku ditemani mamat , gareng dan paijo. Malam ini aku berencana akan melakukan pesta seks disini tapi aku ingin pesta kali ini bertema gangbang. Kusuruh mamat menjemput wanita panggilan kenalannya. Kata mamat wanita ini hanya wanita panggilan kelas menengah namun servicesnya tak kalah dengan yang kelas atas. Aku kemudian memberi mamat uang untuk memboking wanita itu.
Tak berapa lama mamat membawa masuk wanita cantik memakai kaos pink ketat dan celana jeans berwarna hitam dengan sobekan pada lutut ada tato mawar diatas dadanya. Matanya belo dan memakai softlens berwarna biru, alisnya cukup tebal dan ditambah dengan hidung mancung dan. Mamat kemudian mengenalkannya padaku

“Nih bos ceweknya”kata mamat

“Namanya siapa cantik”kataku

“Vina om”kata wanita bertato mawar di dadanya itu

Vina disuruh duduk berdampingan denganku sementara di sampingnya mamat duduk sambil merangkul bahunya
Vina kemudian kami cekoki dengan brandy dan whiskey dan juga 2 butir obat perangsang. Saat aku memutar lagu house music vina sudah mulai menggoyangkan tubuhnya. Mamat dan vina kemudian berciuman tepat disampingku

“Muach muach” suara kecipakan mulut mereka. Secara tak sabar mamat membuka kaos vina dengan menariknya ke atas. Terpampanglah toketya yang besar dan kenyal. Tatonya menambah kesan sexy pada dadanya

“Nggak ikutan bos?” Tanya paijo di sebelahku
“Kalian saja dulu tapi inget nggak ada yang boleh ngecrot dalam memeknya nih perempuan gue nggak mau kena bekas peju kalian”

“Siap bos, yok reng ada barang licin tuh”

Akupun berpindah tempat duduk. Vina sudah dikerubungi oleh anak buahku. Gareng yang berjongkok di depan vina membuka celana vina beserta celana dalamnya dibukanya paha vina nampaklah daging memek vina berwarna pink yang langsung dijilati oleh gareng. Sementara itu paijo meremas dengan kasar toket vina yang berpentil mini berwarna pink itu. Mamat dan vina masih saja terus berciuman

“Wih memeknya wangi bos, warnanya agak pink lagi haha” kata gareng
Paha bagian dalam dan memek vina jadi sasaran jilatan gareng, sesekali vina mendesah namun suaranya tertahan karena terus berciuman dengan mamat

Paijo dan gareng segera membuka pakaiannya disusul mamat . Mamat kemudian mengambil posisi di depan vina sementara paijo dan gareng berada di kiri dan kanannya. Tangan vina mulai mengocok kontol paijo dan gareng bersamaan sementara itu mamat memasukkan kontolnya ke mulut sexy vina

“Ghlock ghlock” suara tenggorokan vina yang beradu dengan kontol mamat begitu keras terdengar. Mamat memegang kepala vina dan menggerakannya dengan cepat sehingga air liur vina menetes keluar ditambah ia mengeluarkan airmata akibat kontol yang menyumbat mulutnya

“Uhhh halus bener tangan nih cewek ya nggak reng”kata paijo

“Hooh nemu dimana lu mat nih cewek”kata gareng

“Ah sshh trus isep njing perek lo. Gue dikenalin ama temen gue yang pernah make nih cewek ahh

“Ah entotin aja yok gue mau ngerasain memeknya” kata paijo

Paijo segera berbaring di sofa. Mamat membantu vina berdiri kemudian vina mengangkangi tubuh paijo menurunkan pinggulnya dan mengarahkan kontol paijo ke arah memeknya. *bless kontol paijo amblas dalam memek vina. Paijo segera menaik turunkan pinggulnya menghujamkan kontolnya ke memek vina dengan cepat dari bawah

“Ahh sshh pelan pelan mas ahh sakit ahhh ”

Gareng segera mengambil posisi di belakang vina. Dan dengan kasar langsung menghujamkan kontolnya ke lubang pantat vina

“Ahhhh sakkkiiit hiks” vina berteriak kesakitan

“Ahh gile memek nih cewek nikmat banget lu mesti nyobain reng” kata paijo

“Ahh boolnya sempit bener”

“Haha enakkan gue udah sering nikmatin aja dah” kata mamat tertawa sambil kontolnya di kulum vina

Mereka bertiga bagai orang kesetanan menggenjot tubuh vina dari atas dan bawah. Tubuh vina sampai terlonjak lonjak sehingga agak kesulitan mengulum kontol mamat. Sesekali vina hanya menggunakan tangannya

“Ahhh anjing mau ngecrot gue, bos ngecrot di bool nggak apakan” tanya gareng

“Iya” kataku .

Gareng menjambak rambut vina . Kontolnya di hujamkan dalam dalam di pantat vina. Tubuhnya kemudian menegang

“Ahhh keluarr *crot crot”
Mamat segera menarik kasar gareng hingga kontolbya terlepas. Lalu mamat menyentakkan kontolnya kedalam pantat vina.ia langsung menggenjotnya dengan cepat seperti kuda. Tak lama tubuh mamat menegamg. Ia mencabut penisnya kemudian memandikan punggung dan rambut vina dengan pejuhnya

“Ahhhh keluar crot crot

Paijo pun mempercepat genjotannya. Kemudian ia mendorong tubuh vina dengan kasar hingga vina jatuh terlentang dan menyemprotkan pejuhnya diwajah dan dada vina *crot crot

Aku yang sudah standby segera memasukkan kontolku ke memek vina. Uhhh memeknya menjepit erat penisku. Sial gara gara paijo aku tak bisa menikmati toket sekel wanita ini karna banyaknya pejuh disana. Aku hanya memegang pinggul vina kemudian ku genjot dengan cepat.

“Ahhh gede banget omm, ahhh memek vina robek om ahhhh sshh ahhh vinna keluarrr aduuhh oooommmm” teriak vina

Aku kemudian sediki menundukkan tubuhku untuk mencium bibirnya. Vina membalas dengan mengulum bibirku. Aku kemudian berganti posisi aku membangunkan tubuh vina kusuruh ia berdiri membelakangiku dan menghadap ke sofa. Kubungkukkan tubuhnya hingga tangannya bertumpu pada sofa.
Pantatnya begitu besar dan indah. Segera saja kumasukkan kontolku ke dalam memeknya. Dan kugenjot. Awalnya perlahan namun semakin lama semakin cepat.

“Ahhh ommm vinna keluar omm ahhh” teriak vina.

Aku kemudian mengubah posisi wot. Aku duduk disofa sementara vina dengan susah payah naik di atas tubuhku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya

“Ahhh besar banget om ahh sshh” desah vina saat kontolku masuk dalam memeknya

“Mat kemariin tisu” aku meminta tisu pada mamat lalu kubersihkan payudara vina dari bekas pejuh paijo. Vina kemudian mulai menaik turunkan pinggulnya. Ah payudara yang proporsional itu berguncang dengan indahnya. Tato mawar di dadanya begitu seksi

Aku kemudian mulai meremas payudara vina sambil kuimbangi gerakan pinggulnya. Kemudian aku mulai menjilati payudara montok yang telah kubersihkan itu. Kujilat dan kugigit putingnya

“Sshhh ouughhh enakk omm trus remes ahh ahh” desah vina

“Ahhh enak banget memek lo lonte”

“Ahh shhh omm puaskan ahh iya om vina memang lonte. Ah puaskan sama service aahhhss vina ough”

“Ah iya nggak percuma lu gue bayar 20 juta” ahh

Gerakan vina yang menggenjot kontolku mulai tak beraturan. Wajahnya betul betul merah akibat minuman dan gairahnya. Memeknya kurasakan berdenyut denyut. Aku kemudian mempercepat tusukanku karna kutahu vina sebentar lagi akan orgasme

“Ahhhhh vinna kellluaarr ommmm” jerit vina. Tubuhnya menegang kemudian lemas jatuh di dadaku. Tanpa kupedulikan vina yang telah lemas aku tetap menggenjot kontolku dan kemudian kurasakan aku juga akan mencapai puncak

“Ahhh keluar pereekkk” * crot crot
Berliter pejuhku mengisi memek vina terkulai lemas. Aku kemudian mendudukkanya disofa. Vina hanya dibiarkan saja sementara kami kembali melanjutkan minum.

Setelah minum kembali kami melanjutkan mengentoti wanita ini entah berapa kali ia orgasme bahkan ia orgasme sampe terkencing kencing. Entah berapa banyak pejuh yang mengisi bokong dan memeknya sehingga wanita ini lemas lalu kemudian pingsan

Pukul 11.40 malam kami segera keluar dari tempat itu. Kami menuju koskosan untuk sekedar menurunkan tubuh vina yang telah kami pakaikan bajunya kembali. Mamat kemudian mendorong tubuh vina dari mobil. Hingga terjatuh Dan meninggalkannya didepan gerbang.

Mobil kami berpapasan dengan sebuah motor ninja hitam yang melaju kencang. Saat ku toleh ke belakang pengendara motor, seorang laki laki berambut gondrong dan wanita berkemeja biru mereka berhenti di depan kosan dan menolong vina. Aku tak bisa begitu jelas melihat wajah mereka karena lampu jalan yang berada di daerah ini mati. Pemuda itu langsung mengangkat tubuh vina yang tergeletak sambil ia memperhatikan mobil kami yang bergerak menjauh

“Cih sok pahlawan”gumamku mengolok laki laki itu

To be continued

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*