Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 23

My Fate, My Life Chapter 23

Pov aji

“Sshh ahh terus sayang ough”

“Enakkan ouhhh enakkan memekku sayang, sshhh kammu ahhh sukakan. Ahh ahh”

Suara desahan dan lenguhan risma memenuhi dapur. Sudah 30 menit sejak arya datang dan minum air di dapur.aku dan risma saling mengayuh kenikmatan. Risma saat ini berbaring di lantai dapur dialasi dengan lingerie merahnya. Sementara aku memompa diatasnya sedang memompa penisku.

“Ahhh iya sayyang isep trus air susuku cuma buat kamu” desah risma saat aku memompa vaginanya sambil mulutku meminum air susunya .Setelah puas aku memegang pinggulnya dan memompa penisku dengan cepat

“Ahhh enak sayang oughh trus hajar truss ahhhss memekku”

“Ah ris” desahku

“Trus sayang aku dikit lagi oughhh ahh iya ahhh aji ahhh” desah risma

“Ahhh ris aku udah hampir ris”

“Ahhh keluarin sayang oughhhh keluarrin semua dalam memekku, ahh sshh penuhhi rahimku uuuhhh hamilin akuu sayang ahh” kata risma

“Ahhhh risss kelluaarr” crot croot crrot

“Ahhh akuu juugaaa saayyyanngg”

Risma berteriak dan memeluk tubuhku dengan erat. Entah berapa banyak spermaku yang memenuhi rahimnya. Aku menindih tubuh risma. Tubuhku benar benar lemas setelah hampir 2 jam kami saling mereguk kenikmatan

“Ahh risma puas sayang mmuaachh” kata risma yang mengangkat wajahku dan mencium bibirku

Aku pun segera bangkit dan menuju kamar mandi. Sementara risma menyusulku ke kamar mandi. Aku segera membersihkan penisku dengan menggunakan semprotan air yang terdapat pada closet sementara risma memutuskan mandi di sampingku
Tubuhnya begitu indah tersiram air dari shower. Ia kemudian mengambil sabun cair dan mulai melumuri tubuhnya dengan sabun. Saat ia mengusap sabun di payudaranya ia menatapku dengan ekspresi nakal sambil menggigit bibir bawahnya

“Sshh risma pengen lagi deh kayaknya hihi” kata risma sambil mendesah

“Udahlah ris apa kamu nggak capek” kataku saat selesai membersihkan penisku

“Buat kamu aku nggak ada capeknya main lagi yuk” ajak risma

“Aku lelah ris lain kali aja, aku juga nggak enak sama arya”

“Biarin aja dia” kata risma ketus

“Ris liat aku” kataku pada risma. Risma kemudian menatapku. Ia telah selesai menyabuni tubuhnya.

“Apa kamu nggak pernah pikirin perasaan arya, kasian dia ris, dia itu suami kamu, okelah kalau kami memang masih belum mau berhubungan badan dengannya. Tapi setidaknya bersikap ramahlah. Kamu istrinya setidaknya layanilah dia dengan ramah”
Risma hanya menunduk. Aku tak tau apa yang dia pikirkan

“Ris, demi aku. Jika kamu memang sayang sama aku kamu harus dengerin kata kataku yah” kataku yang menarik lembut tangannya dan mencium jemari tangannya

“Aku keluar dulu yah” kataku. Risma hanya mengangguk.

Aku kemudian berjalan keluar dari kamar mandi menuju ke kamarku. Saat aku membuka pintu kamar kulihat ibu tengah memompa penis arya dari atas. Posisi ibu menghadap pintu dan membelakangi arya yang terlentang dibawah. Arya begitu keenakan sehingga tak menyadari aku membuka pintu
Ibu melakukan isyarat dengan menempelkan jarinya di bibir. Kemudian menggerakan bibirnya seperti bergumam. “Besok ibu jelasin”.

Aku kemudian berjalan menuju ruang tengah dan membaringkan tubuhku disofa. Tak butuh waktu berapa lama akupun tertidur akibat kelelahan.

**

“Ji bangun ji” suara ibu membangunkanku dari tidur.

“Yok bangun trus makan udah jam 11 kasihan arya nungguin kamu” kata ibu

Aku segera menuju kamar mengambil handukku dan bergegas menuju kamar mandi. Saat melewati ruang makan yang tepat bersampingan dengan dapur kulihat arya sudah rapi memakai jeans biru langit dan kemeja hitam. Di seberangnya risma tengah menyusui anaknya.

“Baru bangun sayang kecapean yah semalam hihi” kata risma genit
Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya, arya kulihat tak berani memandang wajahku. Dia seperti orang yang ketakutan. Aku segera menuju kamar mandi dan memulai mandi

Setelah selesai mandi dan memakai kaos polo putih dan celana cino berwarna coklat aku segera menuju ruang makan sememtara itu arya duduk di depan tv sambil merokok saat aku menuju ruang makan ada ibu yang telah memakai gamis berwarna pink dan celana kain pink serta jilbab panjang berwarna biru yang menutup hingga dadanya. Saat aku muncul di hadapan mereka, ibu dan risma malah tertawa cekikikan

“Ada apa sih” kataku saat mulai menyantap nasi goreng yang ada di depanku

“Aduh anak ibu sensi amat mentang mentang semalam minum susu segar dari risma hihi” kata ibu yang di balas tawa risma

“Uhuk, ibu ngeliat?” Kataku tersedak

“Iyalah semalam ibu mau minum eh di dapur anak ibu lagi mainin istri orang, istri sahabatnya lagi” kata ibu
Sebenarnya aku ingin membalas ejekannya dan memintanya untuk menjelaskan kenapa dia bisa berhubungan badan dengan arya tapi aku merasa tak enak hati pada risma.

“Kenapa ngeliatin ibu kayak gitu, kamu mau nanya kenapa bisa semalam ibu main dengan arya?” Tanya ibu

“Uhuk” aku kembali tersedak kupandangi risma tapi dia tenang tenang saja. Malah tersenyum padaku

“Aku sudah jelasin ke tante diah kok ji mengenai masalah kita, dan juga ibu kamu sudah bilang sama aku kalau semalam dia main sama arya karna kasihan sama dia abis ngeliat kita, jangan marah sama ibu kamu ji, dia bilang itu yang pertama dan terakhir kali”. Kata risma

” oh iya aku mau tinggal disini juga yah ji bareng sama kalian” kata risma

” jangan ris kasian arya, masa suaminya disana istrinya tinggal disini dengan laki laki lain” kataku

“Nggak apa lagian ibu kamu ngijinin kok, iyakan tante sayang” kata risma melirik ibuku

“Iya sih, tapi ibu nurut sama aji kalau dia nggak setuju yah ibu nggak bisa apa apa, semua tergantung dia”

“Ihhh tante gimana sih” rengek manja risma pada ibuku

“Ris kamu masih ingat kan perkataanku semalam saat di kamar mandi” kataku menatap tajam risma. Risma kemudian menunduk

“Eh anak cewek nggak boleh dibikin nangis loh sayang” kata ibu sambil mengusap lembut kepala risma

“Bu kalo ibu sudah tau masalahnya ibu harusnya berpikir dewasa, bagaimana mungkin seorang istri tinggal bersama laki laki lain sementara suaminya hidup sendiri di kota lain, apa kata orang tua arya, apa kata orang tua risma apa ibu tega ngeliat anaknya arya tumbuh besar jauh dari bapaknya” kataku

“Dan bu aku mohon sama ibu untuk tidak gampang berhubungan sex dengan orang lain kontrollah nafsu ibu, kalau orang yang ibu ajak berhubungan badan itu orang baik syukur, tapi jika dia jahat atau munafik gimana? Apa ibu mau dijadikan budak mereka

” apalagi ibu sudah janji sama aji, dan aji sudah pernah bilang kalau nafsu ibu lagi membesar biar aji saja yang mengatasi, biar ibu main saja sama aji. Tapi ingat bu begitu aji sudah menikah dengan lisa aji akan berhenti melakukan kegilaan ini dengan ibu dan aji akan berusaha mencarikan lelaki buat ibu tuk menjadi suami ibu supaya ibu tak main lagi dengan laki laki sembarangan.”

Mereka berdua terdiam mendengarkan ceramah dan rencanaku. Saat mereka terdiam kulanjutkan makanku membiarkan mereka mencerna kata kataku. Setelah makananku habis aku segera menyusul arya menuju ruang tv kulihat arya masih merokok

“Bagi rokok ar” kataku saat duduk di sampingnya

Arya menyerahkan rokok mildnya segera kuambil sebatang dan kubakar lalu kuhisap dalam dalam

“Fyuuuhhh jam berapa kita ke kafe ar” tanyaku pada ar

“Hmm sekarang aja yah ji” kata arya tertunduk

“Fyuhhh lu kenapa sih kayak takut gitu, tenang aja ibu sudah jelasin kok”

Arya terbelalak menatapku ” maaf ji gue seb…”

” udah santai bro anggap aja kita impas rasa sakit hati karna gue main sama istri loe, loe balas main sama nyokap gue” kataku menepuk pundaknya

“Hmm iiya ji” kata arya yang masih gugup

“Ayok berangkat, pamitan dulu sama risma dan ibu yok”

Setelah berpamitan aku dan arya menuju mobil dan segera pergi menuju kafe milik arya.
★★★

Setelah 30 menit aku sudah berada di kafe miliknya. Kafenya sedang saja tak terlalu besar ataupun kecil.

Desain kafe arya hampir mirip dengan kafe lisa hanya saja tak ada live music dan juga menu untuk makanannya hanya cake atau donat saja tak bervariasi seperti milik lisa. Saat kami tiba kafe masih sepi hanya ada satu dua orang pengunjung.

Arya lalu berjalan menuju arah belakang disana terdapat 4 orang karyawan. 2 orang wanita dan 2 orang pria yang tengah bercakap.

“Eh siang bos” kata seorang pria berambut mohawk dengan piercing di telinganya. Tubuhnya tinggi namun tak sampai setinggi denganku dan juga agak berisi.

“Kebetulan kalian pada ngumpul disini, gue mau ngenalin orang yang akan mewakili gue untuk menghandle kafe ini” Kata arya

“Perkenalkan semua nama saya aji” kataku malu malu, aku memang sedikit malu jika berkenalan dengan orang baru

“Gue ridho bos” sapa orang berambut mohawk itu

“Saya nia mas” kata seorang wanita yang berambut panjang namun diikat kuncir kuda dan memakai kacamata, tubuhnya cukup berisi walau sedikit pendek wajahnya biasa saja

“Aku asti mas” kata seorang wanita berusia 36 tahunan dengan tubuh yang tinggi namun gemuk”

“Saya ilham” kata pria yang berkacamata, tingginya sedang dengan banyak jerawat di wajahnya

” nah ji, nia dan ridho ini tugasnya jadi pelayan, mengantarkan pesanan, sedangkan urusan dapur bagian ilham dan mbak asti” kata arya menjelaskan. Aku hanya mengangguk mengerti.

” oh iya yang satu orang lagi mana” tanya arya pada ridho

” oh lagi ketoilet bos, nah tuh dia” kata ridho menunjuk ke arah belakangku dan arya

Saat aku menoleh aku benar benar merasa terpesona bagaimana tidak seorang wanita cantik dengan wajah oriental memakai kaos putih dan rok lipit berwarna hitam dan memakai sepatu kets berwarna putih datang berjalan ke arahku. Ia tersenyum ke arah kami, sungguh manis senyumnya.

” lu kenal nggak ji sama nih cewek” tanya arya

“Gimana bisa kenal ketemu aja sekarang” kataku

“Ih ar masa dia lupa sama gue sih” kata wanita itu

“Maaf mbak siapa ya?” Kataku

“Lu inget nggak waktu smp kalo kita bolos bareng sering kita nongkrong di penjual bubur ayam yang ada dekat toko material. Trus ada anak cewek sma yang sering ngomelin kita karna bolos kalo ngeliat kita disana kalau pagi pas dia mau berangkat sekolah.”kata arya lagi

” hi ji gue rika masa loe lupa sih kan gue sering ngejewer kuping loe kalo loe bolos”

Mendengar nama rika aku mengingat kembali saat jaman smp. waktu itu awal kelas 2 smp aku dan arya sering membolos karna kadang kami kelelahan setelah latihan fisik dan karate setiap hari kamis dan jumat maka hari sabtu biasanya kami bolos agak jauh dari sekolah kami

Biasanya pagi pagi kami menuju ke sebuah gerobak bubur ayam yang enak yang biasa mangkal didepan toko material karna diseberangnya terdapat sma 2 disana. Entah karna setiap sabtu kami disana ada satu anak sma perempuan yang menegur kami saat kami sarapan bubur di gerobak tersebut setiap jam 8 pagi padahal biasanya anak smp sudah mulai belajar pukul setengah delapan pagi.

Entah saat itu sudah yang ke 5 atau ke 6 kali kami bolos tiba tiba ada anak sma perempuan yang berdiri berkacak pinggang depan kami, waktu itu kuperhatikan papan namanya bernama rika

“Bolos lagi kalian hah? Kakak perhatiin dari 3 minggu lalu pasti kalian ada disini” kata rika yang saat itu belum secantik sekarang

“Ye apa urusan kakak sih yang bolos kita ini, kakak juga boloskan jam segini kok disini” kata arya sewot”

“Heh dengerin yah anak kecil kakak itu kalau hari sabtu cuma ekskul di sekolah jadi berangkat jam berapapun terserah. Kalian bukannya belajar malah bolos kemari” kata rika ketus

“Tapi kan nggak ngerugiin kakak klo kita bolos week” kata arya sambil memeletkan lidah

“Aduh ini anak diajarin bener juga mau jadi apa kalo dah gede nanti” kata rika sambil menjewer telinga arya dan aku

“Ini juga diem diem tapi ikut ikutan nakal” katanya saat menjewer telingaku aku hanya bisa meringis kesakitan

“Aduh apaan sih rese amat nih ayo ji kita pergi maen ps, dah kakak jelek” kata arya sambil menarikku dari tempat itu.

Setelah hari itu setiap kami bolos kesana pasti selalu saja rika ada disana menasehati dan menjewer kami, tapi karna mungkin sudah lelah menasehati kami. Kami malah kadang sering mengobrol bersama.

Kami pun tahu bahwa rika sudah kelas 3 sma. Ia adalah anak dari pemilik toko material yang ada di belakang kami.

Pernah suatu pagi saat kami mengobrol ada seorang cowok memakai helm full face memakai motor harley datang menjemputnya aku tak bisa melihat wajahnya yang jelas kata rika dia adalah pacarnya seorang anak kuliahan semester akhir bernama rio.

Setelah aku dan arya naik ke kelas 3 smp kami berdua sudah jarang bolos dan tak pernah lagi kesana hingga kami lulus sma.

“Udah ingetkan sekarang” tanya rika

“Kok loe bisa kerja disini kak” kataku pada rika

“Kebetulan waktu itu gue lagi butuh kerjaan buat biaya sehari hari sih soalnya orang tua udah pindah ke sumatra. Ada sih mereka ngirim duit buat biaya kuliah, trus buat bayar kosan tapi buat belanja harian masih kurang makanya ngambil sambilan hihi, pas waktu itu ada lowongan jadi kasir disini dan ternyata yang punya kafe si anak tukang bolos keterima deh” kata rika sambil melirik arya

“Heh yang sopan dong biar gitu gue bos loe tau” kata arya sewot

“Hihi maap bos” kata rika sambil mengelus lengan arya

Setelah itu kami berbincang sementara itu rika, ridho dan nia segera keluar dari dapur menuju depan. Meninggalkan aku dan arya serta ilham dan asti yang ternyata merupakan suami istri.

Jam 3 sore aku dan arya segera menuju rumah. Sesampainya disana kami segera masuk ke dalam rumah. Kulihat ibuku sedang nonton tv sedangkan risma tak tahu ke mana. Tiba tiba pintu kamar yang di tempati risma terbuka kulihat risma sudah rapih memakai tanktop putih blazer biru dan celana jeans hitam keluar menarik kopernya sambil menggendong anaknya. Arya dengan sigap segera membantunya

” mau kemana sayang” tanya arya ke risma

“Hmmm aku pulang aja deh bareng kamu, kasihan kamu kalau ditinggal.” kata risma

“Loh katanya mau tinggal bareng aji” tanya arya

“Udah ar kan bagus kalo istri loe ikut nemenin loe disana” kataku sambil membakar rokok yang kubeli saat berada dalam perjalanan pulang. Arya hanya tersenyum mendengar kata kataku

“Kalo begitu kami pamit pulang dulu ji, tante” pamit arya

“Iya makasih banyak yah nak sudah bantu kami” kata ibuku

Kami pun segera mengantarkan arya dan risma menuju mobilnya

“Oh iya ji hampir lupa, pembayaran kos disini ada yang bayar via transfer ada juga yang cash.Nah di laci kamar loe disitu ada kartu kredit sama kertas berisi pinnya. Nanti tiap bulan petugas listrik sama air bakalan datang nagih disini buat biaya listrik sama air kos, loe pake aja duit yang ditransferin kesitu. Kalo misalnya ada keluhan dari penghuni kos siap siap aja loe bantu yah” kata arya menerangkan tugasku

“Oke tante, ji saya pamit dulu. Ji gue nitip kos sama kafe yah” kata arya dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan kami.

Kulihat kearah kanan banyak anak cowok yang tengah bermain basket. Aku ingin sekali bergabung namun karna malu dan aku masih baru disini aku mengurungkan niatku dan segera masuk ke rumah di susul ibuku

**Beberapajam lalu**

Lisa

Mira

Tina

Julia

Pov lisa

“Loe kenapa sih itu jus tumpah tumpah loe aduk aduk gitu” kata mira didepanku

“Gue kangen aji mir, kok dia nggak ada kabarnya. Mana seminggu ini nomernya nggak aktif juga”

“Datengin ke rumahnya lah, kan loe dah tau rumahnya” kata mira

“Iya kesana aja lis ” kata tina

” iya sih tapi temenin yah nanti sore beres kuliah”

“Eh liat mukanya si rendi kenapa tuh babak belur gitu , mana hidungnya di gips kayaknya patah deh” kata tina saat melihat rendi duduk di meja seberangku.

Aku memperhatikan dirinya dari jauh begitu tatapan kami bertemu ia memandangku dengan tatapan tajam penuh amarah. Yang membuatku membalikan badan karna takut. Untung saja derry pacar mira datang sehingga kurasa aman karna ada laki laki disini

“Hay charlies angel, pada ngumpul dimari” kata derry mengambil tempat tepat di samping mira

“Udah siap buat pkl nggak minggu depan” tanya derry

“Udah kok kan gue di perusahaan milik papa gue hehe” kataku

“Aih nepotisme ini namanya, kalo kamu sayang” tanya derry pada mira pacarnya

“Udah kok sayang kan aku bareng tina di perusahaan punya bokapnya subakti group, iya nggak tin” kata mira pada tina. Tins hanya menganggukan kepala

“Eh gue mau nanya dong itu mukanya rendi kenapa?” Tanyaku

“Cie masih perhatian nie, tau tuh gue tanya juga nggak mau jawab ya udah” kata derry

“Eh udah jam 1 masuk yuk entar di semprot lagi ma bu linda si nenek lampir” kata mira

Kami pun segera menuju kelas kami dan membubarkan diri.

***

Aku kini sedang berada dalam perjalanan menaiki mobilku bersama mira dan tina. Setelah 30 menit kami sampai di komplek perumahan aji. Tak butuh waktu lama kami sampai di depan rumah aji namun suasana dalam rumah gelap hanya lampu teras yang menyala.

Aku kemudian berjalan mendekati gerbang dan ternyata gerbang rumah aji di rantai dan digembok

” mir aji nggak ada mir hiks aji pergi” kataku sambil memeluk mira. Aku menangis karna rumah aji yang kosong dan di gembok seperti itu aku yakin kalau aji pindah rumah.

“Cup cup sabar yah cantik” kata mira sambil mengelus punggungku di susul tina mengelus bahuku

Kami pun memutuskan pulang. Kali ini tina yang membawa mobil sementara aku dan mira di belakang. Mira terus menyemangatiku. Kami kembali ke menuju ke kampus untuk mengambil mobil mira.

Setelah mengambil mobil mira. Tina mengantarkanku pulang lalu ia kemudian menumpang mobil mira menuju rumahnya. Sesampainya aku didalam rumah mencari ibuku. Aku lalu menuju ke kamar mama.

“Mah mamah di dalam” tanyaku lalu kubuka pintu kamar. Saat pintu kamar kubuka kulihat ibuku seperti baru saja memakai bajunya sedangkan kulihat adikku tertidur dengan selimut menutupi sekujur tubuhnya.

“Kenapa lisa sayang” tanya mama

“Aji mah hiks aji nggak ada di rumahnya hiks ibunya juga nggak ada huuu rumahnya digembok”

“Loh kok bisa” tanya mama

“Aku nggak tahu mah huuu”
Tiba tiba saja ponsel mama berdering ia lalu segera mengangkat telfonnya

“Halo… iya kenapa pah… ohh entar malam…. iya lisa ada kok….. di restoran steak yang biasa… ok pah.. bye…” kata mamaku menjawab telfon yang sepertinya dari ayahku

“Lis katanya entar malam kita di undang pak henry dan rio buat acara makan malam di restoran steak langganan kita. Kita disuruh pake pakaian yang bagus kata papah.

” boleh nggak aku nggak ikut ma hiks” kataku yang masih sesenggukan

” hei udahan dong nangisnya. Kamu ikut yah sayang demi mama yah. Percaya sayang kalo memang aji jodoh kamu dia pasti kembali. Percaya deh” kata mama sambil mencium keningku.

Aku pun segera menuju kamarku dan menghempaskan tubuhku di kasur. Ingin rasanya aku kabur dan menghindari ini semua. Lalu bersama sama dengan aji. Aji kamu dimana sih..

To be continued

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*