Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 19

My Fate, My Life Chapter 19

Chapter 19

Pov lisa

Setelah mama pulang diantarkan oleh heru aku masuk ke kamar aji untuk menemaninya yang sedang tak sadarkan diri. Kuperhatikan kamarnya khas kamar cowok banyak poster band dengan personilnya rata rata berambut gondrong ada poster yang bertuliskan guns n roses ada pula bonjovi dan juga sebuah poster seorang lelaki pirang yang di mulutnya ada sebatang rokok yang tersulut sambil kedua tangannya memegang gitar dan pistol dan di posternya tertulis nama orang itu kurt cobain

Kuperhatikan meja belajar aji yang berada di sampingku ada fotonya bersama ayah dan ibunya sepertinya foto itu di ambil di studio foto. Aji di foto itu berumur 13 tahun mungkin memakai kemeja dan celana jeans pendek sedangkan ayahnya memakai batik dan celana kain serta ibunya memakai gamis putih dan jilbab hitam

Ada sebuah gitar di sudut kamar milik aji. Sepertinya hanya benda itu hiburannya saat sedang berada di kamar

Sambil kupegang tangannya kuperhatikan wajahnya. Ada sebuah perban di kepala dan pipinya menutupi lukanya. Siapa yang tega melakukan ini, apakah mungkin rendi atau mungkin orang lain.

“Nak kamu tidur dikamar ibu yah sama ibu tidurnya” kata bu diah

“Hmm boleh nggak bu saya di sini saja nemenin aji” kataku ragu ragu

” nggak usah nak lagi pula di kamar aji kamu nanti kegerahan kan nggak ada kipas anginnya” kata ibunya aji lagi

“Nggak apa kok bu”

“Sudah tenang saja aji pasti akan baik baik saja besok, mending sekarang yuk ke kamar sekalian ibu ingim ngobrol banyak sama kamu”

Aku pun mengikuti ibunya aji menuju kamarnya. Kamar ibu diah lebih luas dan lebih rapi dari kamar aji terdapat almari besar di sisi kamar dan di sisi sebaliknya ada sebuah ranjang besar yang muat untuk 2 orang.

” nih kamu pakai baju tidur ibu aja dulu bersih kok ini.” Katanya sambil memberikanku sebuah baju tidur dari kain sutra berwarna pink. Sedangkan kulihat di tangannya dia memegang baju tidur berwarna merah

” saya ganti di mana tante ” tanyaku

” disini aja bareng ibu, dan nggak usah manggil ibu tante panggil aja ibu atau bunda yah”

” tapi kan bu…”

“Nggak usah malu sama sama perempuan kok”

Kulihat ibu diah mulai melepas jilbab dan gamisnya sehingga kini ia hanya memakai bra dan cd saja yang berwarna biru. Payudaranya benar benar besar dan indah mungkin seukuran dengan mira sekitar 34 c. Ibu diah bagaikan seorang wanita yang bukan berumur 40 tahun tubuhnya seperti wanita seumuranku. Kulitnya benar benar putih dan mulus ditambah wajahnya yang cantik. Tidak heran kalau para lelaki yang di ceritakan aji sangat puas menikmati tubuhnya

” ngeliatin apa sih nak lisa, kamu nafsu liat tubuh ibu? Hihhi” godanya mengagetkanku yang memperhatikan tubuhnya

“Hehe nggak tante, cuma kagum tubuh tante masih kencang kasi tau tipsnya donk tan” kataku

“Tuhkan manggil tante lagi panggil bunda aja sayang, hhmm apa yah bunda nggak pernah tuh rawat berlebih paling luluran aja dan juga rajin mandi, ayo ganti bajumu malah bengong ngeliat ibu awas loh nanti kamu sukanya malah ke ibu haha”

“Ih apaan sih bun iya deh,”

Aku pun melepas gaun panjangku. Aku bertelanjang dada di depan ibunya aji sedangkan vaginaku tertutup g string berwarna hitam

“Tubuh kamu sexy juga sayang, apa lagi pantat kamu” puji ibunya aji

Tiba tiba saja ibu diah bergerak mendekatiku dan memegang payudaraku kemudian meremasnya pelan

“Ssahhh bbun ngapain.. ahh” desahku

“Ibu lagi ngukur aja kayaknya harus dipijet ini sayang biar agak gedean dikit”

“Ahhhh sshhhh ouuuhh enak bu”

Masih dalam posisi berdiri ibu diah meremas payudaraku gerakannya seperti memijat payudaraku. Ohh buah dadaku sedang dipermainkan oleh seorang perempuan

“Enakk kan, kita ketempat tidur aja yah nanti aja di pake baju tidurnya” kata ibu diah membisiki telingaku

Sambil menarik tanganku ke tempat tidur. Ia lalu membaringkanku ke tengah ranjang. Kami sama sama masih belum memakai baju tidur kami masing masing. Tangan ibu diah pun kembali meremas payudara kiri dan kananku. Aku hanya bisa memejamkan mata menikmati pijatan dan remasan tangan bu diah.

Setelah 5 menit ibu diah kemudian membuka kaitan branya menampakkan payudaranya yang besar dan masih kencang membulat sempurna itu

“Coba kamu pegang dada ibu dan ikutin remasan tangan ibu di dada kamu.” Kata bu diah dengan suara berat

Akupun memegang buah dadanya yang kenyal itu kuikuti gaya remasannya pada payudaraku yang bergerak dari bawah ke atas.

“Ouhhh sshhh yahh gittu inni fungsinya buat peredaraan darah di payudara lancar dan bisa membesarkan payudara loh ouuuhh trus nak” desah ibu diah sambil menjelaskan

Tiba tiba saja wajah ibu diah makin mendekat ke arahku dan mulai mencium bibirku. Ciumannya sangat agresif lidahnya langsung mencoba memasuki mulutku

“Hmmppp mmuaachh muuach” suara kecipak ciuman kami. Astaga aku sedang mencium wanita dan wanita itu ibu dari kekasihku

Setelah kami berdua salijg meremas payudara dan berciuman. Mulut ibu diah mulai menjilati leherku turun ke payudaraku yang sebelah kanan dijilatinya bongkahan payudaraku namun tak sampai menjilati areolanya. Gerakan lidahnya memutar dan mulai mendekati areola payudaraku dan cup dia langsung mencucup puting payudaraku

“Sshhh ahhh bu toket lisa diapain shhs” desahku mempertanyakan kelakuannya di payudaraku

Ibu diah bergantian menjilati payudara kiri dan kananku dengan gerakan yang sama. Tangan kirinya bergerak turun mengelus perutku sampai ke vaginaku yang masih tertutupi celana dalam

Ia mengelus garis belahan vaginaku. Vaginaku benar benar basah. Kemudian ia mencoba menarik turun g string ku. Aku tanpa sadar malah mengangkat pinggulku memudahkannya melepasnya.
Kini terpampanglah vaginaku yang masih rapat dengan bulu bulu halus berwarna hitam di atasnya. Ibu diah kemudian bergerak kebawah lalu menggeser kaki kiri dan kananku ke samping sehingga posisi tubuhnya berada di antara ke dua kakiku. Wajahnya makin mendekati vaginaku .Tangan kanannya masih asik meremas payudara kiriku

Dengan sekali gerakan lidahnya mulai menjilati garis vaginaku dan sesekali mengenai klitorisku awalnya aku merasa agak ngilu saat saat lidahnya menyentuh klitorisku namun lama kelamaan terasa nikmat

Tanpa sadar tanganku menekan kepalanya ke arah vaginaku. Jilatannya makin intens ke klitorisku kulihat tangan kiri ibu diah menelusup masuk ke celana dalamnya mengusap usap vaginanya sendiri.

Selama 5 menit untuk pertama kalinya aku merasakan oral pada vaginaku. Aku yang tanpa sadar menggerakan pinggulku berlawanan arah dengan jilatan ibu diah. Mulai merasakan sesuatu di dalam vaginaku yang berontak ingin keluar

“Ahhh sshhh bu sayya mau pipis bu saya nggak tahann ouuhh” desahku

“Shh ssshh aahh pipisin nak ayo keluarin”

“Aahhah aahhh buuu akku ppippisssss” erangku

Tubuhku menegang, baru kali ini aku merasakan kenikmatan seperti ini.

Kulihat ibu diah bergerak cepat membuka celana dalamnya dan menyilangkan kakinya dengan kakiku kemudian merapatkannya sehingga ke dua vagina kami bertemu. Ia mulai menggerakkan pinggulnya menggesekkan vaginanya ke vaginaku. Sungguh nikmat saat klitorisku ikut tergesek.

“Sshhh oouuhh ahhh memek kamu ennak nak ouhh bantu ibu keluar yah ssahhh remas dada ibu” kata ibu diah yang semakin menindih tubuhku.

Aku mulai meremas dengan kasar payudara besarnya gerakan pinggulnya makin liar

“Sshh aahhhh iyyya begitu oughh ibu dikit lagi”

“Ahhh ahhh bu melisa mau pipis lagi uuhhh”

“Aahh iyya keluarin nakk lisa kelluarin bareng ibbu ahhh”

“Buu lisa pipis bu aahhh lisaa pippisssss” jeritku saat aku merasakan kenikmatan itu lagi

“Ahhhhh ibu kellluaarr lissss” jerit ibu diah tubuhnya melengkung dan menegang .

***

Kini kami telah memakai baju tidur kami masing masing dan berbaling terlentang saling berdempetan.

“Bu boleh lisa bertanya” tanyaku pada bu diah

“Iya mau nanya apa nak”

“Apa ibu itu biseksual?” Tanyaku ragu

“Hahah nggak kok nak, cuman saat sma kalo ibu lagi jomblo dan gairah sex ibu sedang tinggi ibu kadang bermain dengan teman wanita ibu saat ibu tidak menjumpai laki laki.”

Astaga ibunya aji ini benar benar seorang wanita yang liar begitu kataku dalam batinku

“Tenang aja sayang, ibu sudah berjanji dalam diri ibu kalau ibu akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik yang bisa mengontrol hasrat sexnya. Ibu juga mulai sekarang sudah berhenti berhubungan dengan pria pria tak jelas” katanya menenangkanku

“Kalau hnmm dengan aji bagaimana bu?tanyaku lagi

“Jujur nak ibu sudah ketagihan dengan kontolnya aji. Daripada ibu ngentot dengan laki laki nggak jelas mending sama aji, ibu tau perbuatan ibu salah dan tabu. Tapi jika kamu tak membolehkan ibu mengerti kok. Ibu nanti beli dildo saja untuk kepuasan ibu” kata ibu diah

“Hmmm aku bingung bu antara mengiyakan atau tidak, tapi ini juga demi kebahagian ibu, baiklah aku bolehkan bu tapi sesekali aja yah bu pliss.. aku cemburu soalnya bu” kataku

“Hihi oke deh kamu memang calon mantu ibu yang sexy dan pengertian”

“Ihh ibu ah apaan sih lisa mau tidur ah”

“Met bobo calon mantuku yang cantik” kata bu diah mengecup pipiku

“Selamat tidur bunda sayang”

**

Keesokan paginya aku terbangun sekitar jam 9 kulihat di sampingku ibu diah sudah tak ada. Saat aku keluar kamar suasana rumah sepi kucoba menuju kamar aji namun aji tak ada. Akupun segera ke belakang menuju dapur dan aku mendengar suara gemericik air di kamar mandi, namun samar samar kudengar suara desahan di dalam kamar mandi.

Akupun segera menuju pintu kamar mandi dan menempelkan telingaku mencoba mendengarkan apa yang terjadi di dalam

“oughh sshh ahh enakkan sayang kalo ibu yang diatas ough kontolmu sampai dinding rahim ibu, ibu goyang yah sshh”

“Ahh bu pelan pelan nanti suaranya sampai keluar kamar mandi aku nggak mau lisa tahu”

“Sshhh ahhh tenang uhh aja sayang hmm lisa ngebolehin kok, ibu janji sshh ah setiap mau ngentot oughh sama kamu ibu minta ijin sama hmmmpp sshhh pacar kamu sayang”

“Aduhh lisa pasti uhhh cemburu bu”

“Sshh ahh nggak kok sayang sshh tenang aja sshh ibu lihat lisa orangnya pengertian oughh”

“Ahh bu mau keluar”

“Sshhh ahhh keluarin saayyang dalamm memek ibu memek ibu kangen pejuhmu”

“Ahhhh keluar bu”

“Ahhh anak ibu banyak amat pejuhnya anget lagii ahhhh sshh sayanngg ibbuu kellluar”

Ternyata aji dan ibunya tengah berhubungan badan. Tapi nampaknya mereka telah selesai seiring dengan teriakan mereka akupun segera menuju ke dapur mengambil gelas dan mengisi dengan air dari dispenser

“Ceklek suara pintu kamar mandi terbuka kulihat ibu radiah keluar terlebih dahulu. Ia langsung melemparkan senyum padaku. Kubalas senyumannya. Ibu radiah hanya menutupi tubuhnya dengan handuk, kemudian disusul aji. Ia nampak kaget melihatku. Nampaknya ia sudah sembuh perban di wajahnya sudah tak ada

“Pagi calon mantuku sayang” sapa ibu diah

“Pagi bunda” kataku sambil tersenyum. Entah mengapa walau ada perasaan cemburu namun aku tak bisa marah padanya

“Pagi sayang” kataku pada aji yang tertunduk didepan kamar mandi, aku pun segera menghampirinya kuangkat wajahnya dengan tanganku

“Tenang aja sayang lisa nggak marah kok, semalam memang ibu sudah bilang sama aku.”

“Maaf yah lis ibu yang maksa aku buat mandi berdua”

“Nggak apa kok sayang,”

“Lisa ibu minta nmer hapenya dong biar bisa minta ijin kalau ibu lagi pengen main sama aji”kata ibu radiah

“Ibu apa apaan sih ini yang terakhir kali bu” kata aji geram

“Jangan marah gitu sama orang tua say, nanti yah bu hapeku ada di kamar”

“Ok deh jangan lupa nanti sebelum pulang ibu minta nomernya yah”

***

Sekarang aku dalam perjalanan menuju rumahku menaiki motor aji yang di kembalikan heru tadi siang. Hari ini aku bolos kuliah. Aku mengisi waktuku hari ini dengan banyak mengobrol dengan ibu radiah dan juga belajar memasak darinya

Ibunya aji benar benar sempurna. Cantik, sexy, pintar urusan ranjang, jago masak dan juga humoris. Aku banyak belajar darinya tadi seperti memasak yang jarang kulakukan. Mungkin kelakuan bunda hanyalah kadang ia tak bisa mengatur nafsu sexnya

Kami tiba dirumah sekitar pukul 6 sore. Aku kemudian masuk kedalam rumah di susul aji. Begitu sampai ke ruang keluarga kulihat papa dan mama ada disana.akupun segera duduk di samping mama di sofa. Sementara aji menuju kamarnya. Ia sempat melempar senyum pada ayah dan ibuku

“Baru pulang sayang” tanya mama

“Iya mah hihi”

“Itu baju siapa lisa?” Kata ayah menanyakan baju yang kukenakan. Aku memakai kaos hitam aji dan juga celananya yang agak kepanjangan di kakiku sehingga harus ku gulung

“Paling bajunya si mira pah” kata mamaku sambil mengedipkan mata padaku

“Oh kebetulan lis ada yang papa mau bicarain”

“Apa itu pah” kataku yang segera berpindah ke samping papaku

“Hmm kamu kenal rio kan” tanya papaku

Aku memang pernah berkenalan dengan rio menurutku rio tampan dan tubuhnya cukup atletis dan juga memiliki jabatan di perusahaan papaku. Namun saat aku bertemu dengannya aku menatapnya biasa saja. Malah aji yang berhasil memikat hatiku

” iya pah emang kenapa” tanyaku

” begini hmmm papah rencananya mau ngejodohin kamu sama dia kamu mau kan nikah sama rio setelah lulus kuliah 2 tahun lagi

Aku benar benar kaget, aku menutup mulutku dengan kedua tanganku tak percaya dengan rencana ayahku kulihat ibuku memandangky dengan mata yang berkaca kaca. Aku segera beranjak dari sofa

“ENGGGAK LISA NGGAK MAU HUUU HIKS LISA NGGAK MAU PAH”kataku sambil berteriak dan berlari menuju kamarku. Sayup sayup kudengar ayahku memanggilku namun tak kuhiraukan.

Aku segera menutup pintu kamarku dan menguncinya. Kudengar ayahku mengetuk pintuku

“Lisa buka dulu pintunya sayang biar papa jelasin”

“NGGAK PAH HUU PAPAH JAHAT”

Suara papa yang memanggilku tak kuhiraukan. Kuambil hapeku dan mengirim bbm pada aji

“Sayang malam ini kamu harus ambil perawanku plis sayang” isi bbmku

Aku harus membuat aji memerawaniku dan menghamiliku hanya itu yang ada di kepalaku menggagalkan rencana perjodohanku. Sekarang adalah masa suburku

Ji kamu harus sayang

Harus

Kataku dalam isak tangisku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*