Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 18

My Fate, My Life Chapter 18

Chapter 18

Pov julia

Aku kini sedang berada di rumah aji. Di hadapanku ada seorang wanita cantik yang saat ini memakai gamis panjang berwarna hijau muda dengan sedikit aksen emas di lengan panjangnya.

Memakai jilbab berwarna putih. Walau memakai gamis yang longgar tapi tetap dapat aku lihat kemontokan payudaranya yang bahkan lebih besar dari payudaraku

Wajahnya cantik walau tanpa make up dengan mata yang bulat ditambah hidung mancungnya dan bibirnya yang sensual.

Jika saja aku laki laki aku mungkin akan segera menerkamnya
Dengan penampilannya yang seperti itu aku tak menyangka jika wanita ini memiliki nafsu sex yang sangat besar yang sanggup menghadapi nafsu 3 orang laki laki sekaligus. Aku bahkan hampir tak percaya jika wanita ini ibu yang mengambil keperjakaan anaknya sendiri

“Silahkan diminum tehnya bu, perkenalkan saya radiah ibunya aji,” katanya sambil memperkenalkan diri

“Iya terima kasih bu diah, nama saya julia”

“Maaf yah bu kalau aji selama kerja di sana merepotkan ibu sekeluarga” kata ibu diah

“Nggak kok bu malah aji sangat membantu disana, dia tak pernah mengeluh walaupun harus mengantarkan kami seharian”

” maaf yah bu julia boleh saya bertanya” kata ibu diah

” silahkan saja bu”

“Apa ibu sudah tau kalau aji dan anak ibu berpacaran?”

“Iya bu saya sudah tau mereka pacaran mungkin sekitar 2 bulanan ini tapi, kalau yang saya liat anak saya, lisa sangat mencintai aji bu” jawabku

” apa ibu nggak keberatan dengan hubungan mereka bu?” Tanyanya lagi

“Selama mereka saling mencintai saya setuju setuju saja. Cuman mungkin untuk sekarang biarlah saya yang tahu hubungan mereka. Karna suami saya pasti nggak akan setuju. Suami saya punya kriteria untuk pasangan lisa. Jika nanti hubungan mereka telah berjalan beberapa lama baru saya akan jelasin secara perlahan kepada suami saya”

“Bagaimana jika nanti suami ibu menolak?” Tanyanya lagi

” tenang aja bu saya akan berusaha meyakinkan suami saya, saya tak ingin nasib anak anak saya sama seperti saya, saya nggak mau anak anak saya menikah bukan dengan orang pilihannya”

“Karna menurut saya buat apa kita menikah dengan orang yang kita sayangi, harta bisa di cari tapi buat mencari orang yang kita cintai dan mencintai kita itu yang sulit sekarang bu. Saya nggak mau jadi korban perjodohan atau menikah karna terpaksa” jelasku

“Hmm pendapat bu julia benar sekali, kalo boleh jujur saya juga menikah denga almarhum suami saya tapi untungnya dia betul betul mencintai saya bukan karna harta atau karna tubuh saya”

“Berarti sifat baiknya aji diturunkan sama bapaknya ya bu hihi” candaku

” bisa di bilang begitu bu” sambil tersenyum namun kulihat ada sedikit keraguan di dalam senyumnya

“Sekarang bolehka saya bertanya bu” kataku pada ibu radiah, ia kemudian menganggukkan kepala

“Maaf kalau boleh tau apa benar ibu dan aji melakukan hubungan sex?”

Kulihat dia begitu terkejut mendengar pertanyaanku

“Aa apa aji yang cerita bu” jawabnya dengan gemetar

“Nggak usah takut begitu bu saya bisa jaga rahasia kok” kataku sambil tersenyum

“Iya benar bu” jawabnya sambil tertunduk

“Coba ceritakan bu saya mau dengar versi ibu”

Diah pun menceritakan bagaimana bisa ia melakukan perbuatan tabu itu kepada anaknya. Rupanya saat di kamar mandi diah sempat bermasturbasi namun saat mendengar ada seseorang berada di dapur ia menghentikan masturbasinya

Saat diah keluar dari kamar mandilah sekilas dia melihat selangkan aji dan memperhatikan penisnya yang membesar.

Akibat birahinya yang belum tersalurkan. Diah kemudian menggoda anaknya.

Saat anaknya berlari masuk ke kamar sebetulnya diah bimbang antara mengejar anaknya atau tidak. Namun karena nafsunya yang sudah di ubun ubun dan sempat memegang kemaluan anaknya yang panjang besar dan keras.

Ia lalu memutuskan mengejar anaknya menuju kamarnya dan terjadilah.

Apalagi setelah kehadian itu dia sangat puas dan ketagihan namun sayang saat bangun aji sudah pergi meninggalkan rumah.Ia juga mengaku saat kemarin aji mengunjunginya mereka melakukannya lagi

“Begitulah bu ceritanya apa anak ibu siap menerima anak saya yang telah meniduri ibu kandungnya sendiri?” tanyanya

“Tenang saja bu kemarin aji pasti telah menceritakan masalah ini pada melisa, tapi yang seperti ibu lihat tadikan saat mereka mengantarkan saya. Mereka bergandengan mesra. Mereka benar benar saling mencintai satu sama lain

” lagi pula pasti aji juga telah menceritakan hubungan saya dan aji kan bu?” Tanyaku

“Iya bu lia aji telah menceritakannya, sebegitu miripkah aji dengan mantan pacar ibu dengan aji?”tanyanya

“Bisa dibilang kalau mereka sangat mirip bu baik segi fisik maupun sifat”

“Hihi jangan jangan suami ibu namanya iman bu suami saya” candanya

” bukan namanya Anton”
Saat kusebut nama anton ibu radiah berhenti tertawa.

“Benar bu namanya anton, apa mantan ibu punya penyakit jantung”

Aku kaget mengapa bisa ibunya aji mengetahui penyakit anton. Aku berpikir positif mungkin aji yang memberitahunya

“Ibu tahu dari aji kan kalau anton punya penyakit jantung” kataku

Ibu radiah tak menjawab pertanyaanku ia lalu berdiri bergegas masuk ke kamarnya dan membawa keluar sebuah album foto

” kemari sebentar bu duduk di samping saya”kata diah

Aku lalu segera berpindah dan duduk di sampingnya. Ia membolak balikkan halaman foto yang merupakan album foto saat ia menikah ia lalu berhenti dan sambil menunjuk ia berkata

“Apa anton itu seperti ini bu”

Aku memandang foto yang ia tunjuk. Kesedihan langsung merasuki hatiku tanpa kusadari mataku sudah berkaca kaca

“Hiks ini anton bu kenapa bisa anton hadir di pernikahan ibu?” Kataku sambil menangis

“Anton sebenarnya dia adik ipar saya bu” kata diah yang mengagetkanku

“Dan sebenarnya aji itu anaknya anton” kata kata bu diah bagaikan sambaran petir di siang bolong buatku mengapa bisa itulah yang ada di fikiranku aku selama ini telah bermesraan dengan anak dari orang yang kucintai

“Hiks ceritakan bu apa anton yang memaksa ibu melakukanya sehingga ibu bisa hamil” tanyaku dalam isak tangisku

“Saya akan cerita tapi mohon dengan sangat jangan ibu ceritakan ini pada aji”

Ibu diah kemudian mulai menceritakan kisahnya dimana ia menggoda anton saat suaminya pergi dan memaksa anton melakukan hubungan badan dengannya.
Aku benar benar tak habis fikir wanita ini walaupun penampilannya benar benar alim dia adalah wanita yang liar

“Jadi begitu bu ceritanya, andai saja saya tau anton punya pacar saya tidak akan menggodanya. Selama dia tinggal disini sehabis kami melakukan perbuatan itu ia jadi seperti orang yang frustasi dan selalu takut jika bertemu dengan suami saya karena rasa bersalahnya. Hingga membuat penyakit jantungnya kambuh akibat stress makanya dia memilih untuk ngekos.” Terang radiah panjang lebar

“Hiks aku tak tau aku harus membenci ibu atau bagaimana karena anak kita sudah saling mencintai. Yang paling kasihan terutama aji jika sampai dia tahu.”

“Makanya saya mohon bu tolong dirahasiakan”

Aku hanya mengangguk saja. Mencoba menenangkan hatiku

Tiba tiba kami di kejutkan dengan suara gedoran pintu yang sangat keras. Kami segera berlari keluar melihat siapa yang datang. Saat pintu dibuka kulihat dua orang laki laki menggotong aji yang sedang tak sadarkan diri, di susul melisa yang terisak di belakangnya.

Setelah menaruh aji di depan ruang tv, kulihat ibu radiah membawa perban kapas dan betadin dan mulai merawat luka aji di kepala dan tubuh aji. Kepala aji berdarah sementara lengan dan dada aji lebam

Radiah sangat telaten merawat luka aji padahal dia melakukannya dengan bergetar karena menangis. Melisa memelukku sambil menangis juga sementara kedua orang laki laki tadi nampak berbicara dengan serius

“Hmmm kakak setahu kakak aji punya musuhka” kata pria bertubuh kekar dengan kulit hitam pada melisa

“Hiks huu setauku nggak her hiks”kata lisa yang membuat pria itu terdiam dan berfikir keras

“Aji sebaiknya disini saja dulu bu, biar saya yang rawat.” Kata diah

“Aku nginap disini hiks aja yah mah ” kata lisa

“Nggak usah nak siapa yang nganterin mama kamu pulang” kata diqh

“Tapi aku pengen disini tante, ngebantu ngerawat aji hiks”isak melisa

“Hmmm begini saja tante biar saya yang antar tante nanti teman saya ini ikutin mobil tante pake motor nanti saya pulangnya sama dia” kata si pria kekar menunjuk temannya yang agak pendek

“Ya sudah nggak apa, lis kamu jangan ngerepotin bu diah yah mama pulang dulu kataku pamit pada lisa

“Nak heru tolong bantu ibu pindahin aji ke kamarnya yah sebelum pergi”

“Iya bu” kata pria itu

***

Aku saat ini dalam perjalanan pulang diantar oleh teman aji yang kutau bernama heru saat berkenalan tadi sebelum memasuki mobil.
Selama dalam perjalanan heru selalu mengajakku ngobrol sehingga suasana mobil tak terasa kaku. Kadang dia melontarkan candaan yang cukup lucu

“Tante, heru boleh tanya nggak?”

“Boleh dek mau nanya apa”

“Hmmm tante waktu ngidam makan apa sih kok anaknya cantik banget kayak bidadari hehe”

Aku kira dia menanyakan apa ternyata cuma candaan. Aku tertawa mendengar candaannya

“Hihhi nggak ada tuh, ya mungkin saja karna mamanya cantik anaknya juga cantik hihi” kataku narsis

“Wah kalo itu sudah pasti tante, saya aja sekarang naksir sama tante”

“Hihi masa duh jadi malu nih ditaksir anak muda, eh kamu kerja dimana dek” tanyaku

“Saya kerja di klub malam tante jadi security”

“Wah pantas saja tampilanmu macho gini security toh mana otot tangannya keras lagi” kataku sambil mencolek tangannya

” hehe makasih tante pujiannya

***

Setelah mengantarkanku pulang heru segera pamit dan pergi bersama temannya yang menbawa motor. Aku segera masuk ke dalam rumah dan segera menuju kekamar. Saat telah sampai didalam kulihat suamiku sudah pulang dari kalimantan. Ia telah memakai baju tidurnya.

“Dari mana sayang” tanya mustava

“Dari rumah teman pa itu loh bu tari” kataku berbohong

“Oh malam malam gini kok arisan” kata suamiku

Aku segera melepas gaunku dan menyisakan sebuah cd berwarna ungu yang kupakai. Belum sempat aku memakai baju tidurku suamiku sudah memelukku dari belakang.

“Mah papa lagi pengen main yuk”
Sebenarnya aku sudah lelah tapi kuanggukan kepalaku saja mengiyakan kemauannya.

Ia segera saja melepas celana piyamanya dan terbebaslah penisnya yang berukuran 11 cm itu sungguh sangat jauh berbeda dengan aji yang besar dan tahan lama. Ia lalu membalikkan tubuhku dan mencium bibirku. Saat aku dicium olehnya aku membayangkan kalau yang mencium aku adalah anton.

Kemudian suamiku langsung menuntunku menuju ranjang dan lalu menindih tubuhku. Sambil berciuman kulepas kancing piyamanya. Ciuman suamiku pun kemudian berpindah ke leherku sebelah kiri. Tangan kirinya mulai aktif membelai payudaraku.

“Sshh ahh ” aku hanya mendesah menerima tiap rangsangan darinya. Akupun tak tinggal diam mencoba meraih penisnya dengan tangan kananku dan kukocok perlahan.

“Uhh enak mah” desah suamiku
Kudorong tubuh suamiku kesamping dan membuatnya berbaring terlentang. Aku kemudian menciumi dadanya kujilat putingnya sementara tangan kananku masih aktif mengocok penisnya
Tak berapa lama segera ciumanku turun menuju perutnya yang buncit jauh berbeda dengan perut aji yang rata dan terlihat samar otot perutnya. Lalu aku segera menuntun penisnya menuju mulutku dan segera kukulum

“Ough hisapan mama enak banget”

Sesekali aku tak hanya mengulum aku juga menjilati batang penisnya dan juga buah pelirnya. Kemudian aku segera memutar tubuhku sehingga vaginaku berada di samping wajahnya

“Sllurrpp sllurp plop sshh pah jilatin vagina mama dong” kataku

Aku tak pernah meracau vulgar saat berhubungan sex dengannya sedangkan bila dengan anton ataupun aji aku selalu menggunakan kata kata yang jorok karna memang aku merasa lebih lepas saat bermain dengan mereka di banding suamiku

Aku lalu mengangkangi wajah suamiku dan kemudian menurunkan pinggulku menuju mulutnya sehingga vaginaki berada tepat di hadapan mulutnya
Segera saja suamiku menjilati vaginaku dan sesekali mengorek vaginaku dengan lidahnya. Jilatan suamiku naik turun searah garis mulut vaginaku. Dan mengenai klitorisku

Tubuhku benar benar lelah segera saja aku menghentikan hisapanku pada penisnya lalu mengangkat pinggulku dari wajah suamiku. Segera saja aku mengangkangi penisnya dan menuntunnya menuju lubang senggamaku

“Oughhh shhh”

Desah kami bersamaan

Aku menggerakan pinggulku naik turun secara perlahan untuk membiasaka penisnya di dalam vaginaku. Karna sudah terbiasa di masuki penis besar milik aji sehingga penis suamiku kurasa tak mengisi penuh vaginaku

“Ahhh vagina mama enak banget uhhh”pujinya

“Ahh penis papa juga enak” walau dalam batinku berkata kalau punya ajilah yang lebih enak

Segera saja kupompa vaginaku yang terisi oleh penisnya dengan cepat.

Sengaja aku memilih posisi wot agar aku juga bisa cepat orgasme karna jujur cuma sesekali suamiku memberikanku orgasme tak seperti aji yang bahkan bisa membuatku orgasme hingga terkencing kencing

Plok plok plok suara selangkangan kami yang beradu keras. Sambil menaik turunkan pinggulku aku meremas dadaku sendiri dan menutup mata membayangkan ajilah yang saat ini sedang menyetubuhiku

Tak sampai 10 menit suamiku melenguh nampaknya ia akan segera ejakulasi kupercepat pompaan ku, gerakanku juga makin cepat

“Uhhh papa keluarrr mah”

“Ahh mama juga mau kellluar pah”

“Ahhhhhhhhh” teriakku saat orgasmeku datang.

Aku langsung ambruk di atas dada suamiku. Setelah mengambil nafas aku kemudian berpindah di sebelahnya sambil memeluknya.

“Ahh mama hebat papa betul betul kelelahan” kata suamiku sambil mengelus kepalaku

“Hmmm makasih pah, mama tidur dulu yah mama capek

**

Esoknya aku bangun kesiangan tak kudapati lagi suamiku disampingku. Mungkin dia sudah berangkat kerja. Aku kemudian segera bangun kemudian mandi membersihkan diri

Setelah selesai mandi dan berpakaian memakai tanktop putih yang kututupi dengan blazer panjang berwarna coklat dan memakai rock span hitam serta sepatu wedges berwarna coklat aku segera turun kebawah dan berangkat menuju butikku memakai mobil milik melisa

**

Pukul 3 sore aku pulang kulihat mobil suamiku telah ada dan ada mobil asing disana sebuah mobil innova berwarna putih.

Aku kemudian menuju pintu rumah belum sempat aku membuka pintu, pintu itu sudah terbuka lebih dahulu kulihat suamiku membukakan pintu itu buat temannya yang kutahu bernama pak henry dan rio anaknya. Mereka berdua adalah karyawan suamiku. Pak henry adalah direktur sedangkan anaknya rio adalah wakil direktur di perusahaan suamiku sedangkan suamiku adalah presiden direkturnya

“Ih papa ngaggetin aja deh” kataku

“Hehe maaf mah,” kata suamiku

“Apa kabar bu julia lama tak ketemu ibu julia makin cantik aja, ” kata pak henry menyalamiku begitu pula dengan rio yang senyum padaku dan menyalamiku

“Baik pak bapak aja yang nggak pernah mampir kesini, mau kemana pak masuk dulu ngobrol” kataku

“Aduh kita sudah dari tadi disini bu ini pamit mau pulang dulu masih ada kerjaan” kata pak henry

“Kita pulang dulu yah pak bu” kata pak henry kemudian yang berpamitan pada kami dan segera menuju mobilnya. Aku yang sudah lelah memilih menuju kamarku. Suamiku sajalah yang mengantarkan mereka menuju mobil

Tak berapa lama suamiku masuk ke kamar. Aku saat itu masih memakai pakaianku yang tadi sedang membaringkan badan di ranjang. Suamiku kemudian duduk disamping kiri ranjang berada di dekatku

“Ada urusan apa pah pak henry dan rio datang?” Tanyaku

“Ini papa rencananya mau nunjuk rio jadi direktur di perusahaan cabang kita yang di kalimantan menggantikan pak irwan yang sudah tua dan sering sakit. Mengingat prestasi rio yang bagus di pusat ini. Lagi pula papa juga kan capek ma harus pulang balik ke kalimantan buat menghandle kerjaan pak irwan”

“Oh gitu yah kirain kenapa”

“Sebenarnya ada lagi mah”

“Apa itu pah?”

“Papa berencana ingin menjodohkan lisa dengan rio. Papa lihat rio anak yang baik dan juga sudah memiliki masa depan yang bagus dan juga umurnya sudah 26 tahun, sudah siap untuk menjadi kepala keluarga”

Aku yang kaget dengan rencana suamiku segera bangun dan duduk disamping

“Papa serius?” Tanyaku

“Iya anak kita lisa kan sudah dewasa dan papa rencananya pengen menikahkan mereka saat lisa sudah lulus kuliah gimana mama setuju kan?”

Astaga apa yang harus kukatakan pasti lisa akan sangat kecewa bila mendengar hal ini. Aku kemudian menjawab “kalau mama sih terserah lisa”

“Ya sudah papa nanti tanyakan, lisa dan aji kemana kok mereka nggak ada di rumah dari semalam?” Tanya suamiku

“Oh aji nemenin lisa kerumah mira pah mungkin mereka nginep” bohongku

” oh ya sudah papa keluar dulu mau nonton tv”

Sepeninggal suamiku menuju ruang tv di bawah aku termenung memikirkan bagaimana nasib hubungan lisa dan aji jika mereka mengetahui rencana suamiku
Lisa apa yang mama harus lakukan nak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*