Home » Cerita Seks Mama Anak » My fate, My Life Chapter 16

My fate, My Life Chapter 16

Chapter 16

Beberapa menit setelah lisa dan mira meninggalkan aji dan risma

Lisa pov

“Huuu hiks hiks huuu huuu, kamu jahat ji hiks kamu kok tega ciuman dengan wanita lain huuu hiks”

“Sudah lis jangan nangis terus pasti aji punya penjelasan kok”

Aku saat ini sedang diantar pulang oleh mira, selama perjalanan pulang aku terus menangis. Sungguh sakit hatiku melihat aji berciuman dengan seorang wanita cantik yang sedang hamil

Apakah dia istri aji, ataukah aji lah yang menghamili wanita itu namun karna tak ada biaya untuk kelahirannya aji lalu bekerja dirumahku. Aku bertanya tanya dalam batinku

Aji tidak pernah mau menceritakan masa lalunya padaku, setiap aku tanya siapa orang tua dimana dia tinggal, asalnya dia tak pernah mau menjawab. Selalu saja ia mengalihkan pembicaraan dengan topik lain. Apakah aku salah untuk tau tentang pacarku sendiri

***

Setibanya dirumah, mira ikut masuk mengantarkanku. Kulihat ayahku sedang turun dari lantai atas

“Kamu kenapa lis kok nangis, siapa yang berani bikin kamu nangis sayang?” Tanya papaku saat kami berada di tangga

Aku hanya terdiam masih tetap sesenggukan menangis.

“Umm lisa berantem tadi sama pacarnya om. Cuma karena salah paham doang. Tapi om tenang aja mira pasti bantu nenangin om” kata mira

“Ya sudah kalo lisa nggak mau bilang nanti om cari tau sendiri lewat mamanya” kata papa lalu turun kebawah

Kuharap mama tak memberitahukan papa bahwa aku berpacaran dengan aji, meski pun papa baik tapi papa selalu punya kritria yang tinggi untuk pasanganku. Pernah saat sma aku berpacaran dengan orang yang bisa dibilang ekonominya dibawahku. Papaku lalu memanggil pacarku dan menyuruhnya memutuskanku di depan papa. Dan diancam untuk tidak menggangguku lagi

Aku hanya marah selama beberapa hari dengan papa namun setelah itu aku baikan lagi karna memang aku tak terlalu mencintainya apalagi waktu itu aku masih sma, aku sedang dalam masa labil labilnya

Begitu sampai di kamarku aku lalu merebahkan diri terlentang. Aku masih sesenggukan sementara di sampingku ada mira yang mengelus kepalaku

“Aji pasti punya penjelasan say jangan sedih yah” ucap mira menghiburku

“Hiks sakit banget mir ngeliat aji ciuman sama cewek itu, apa jangan jangan cewek itu istrinya aji atau mereka ada hubungan hiks sampai secewe itu hamil”

“Cup cup sudah, kalo masalah itu biar aji aja yang jelasin sayang. Jangan tanyakan ke aku”

Mira kemudian menemaniku selama satu jam di kamar, ia mendengar segala keluh kesahku pada aji yang tak mau terbuka padaku. Setelah mendengarkan curhatanku mira kemudian pamit pulang.

Aku mengantarkannya sampai depan pintu kamar setelah mira turun aku lalu menutup dan mengunci pintu kamar

***

Suara alarmku di pukul 7 membangunkanku. Hari ini aku ada kuliah jam 9 pagi. Segera aku mandi. Seusai mandi aku kemudian bersiap ke kampus. Hari ini aku memilih memakai celana bra hitam dan g string hitam dengan memakai baju kaos kuning bergambar tweety, memakai jeans biru gelap dan cardigan tipis berwarna coklat

Setelah berdandan kulihat ayah dan adiku sudah bersiap berangkat kerja dan sekolah kulihat ibuku juga ada disana masih memakai baju tidurnya. Mereka sedang sarapan pagi

“Eh anak mama yang cantik makan dulu yuk sayang” ajak mamaku

Aku kemudian duduk disamping mamaku dan mulai menyicipi roti bakar untuk sarapan

“Papa sudah tau pacarmu dari mamamu, kalau orang itu papa setuju tapi kok bisa bikin kamu nangis” suara papa memecah suasana pagi.

Kulirik mamaku apa jangan jangan dia memberitahu papa kalau aku berpacaran dengan aji, tapi kok papa bisa setuju

“Iya emangnya ada masalah apa kamu sama nak rendi pacarmu sayang” kata mama menoleh padaku dan mengedipkan sebelah matanya

Pantas saja papa setuju karna rendi adalah orang yang kaya.

“Cuma salah paham dikit doang kok mah”

” oh ya sudah eh udah setengah 8 nih kasihan vita nanti telat kamu berangkat gih papamu naik mobil sendiri ke kantornya, di depan sudah ada aji menunggu ” kata mama mengingatkan kami

Aku dan adikku menuju keluar rumah, saat sampai di teras rumah tiba tiba adikku berkata” kakak ada masalah yah sama kak aji. Mending dibicarain kak”

Aku hanya terdiam, lalu kami berjalan menuju garasi kulihat aji memakai celana cino coklat muda dan memakai polo hitam bersepatu vantopel hitam mengkilat. Rambutnya di kuncir kuda. Aji tersenyum padaku namun aku tak membalas senyumamnya.

Setelah menaiki mobil kami segera menuju sekolah adikku lebih dahulu lalu kemudian kampusku

Sesaat sebelum adikku turun dari mobil adikku kembali berkata” moga cepat baikannyah” lalu ia masuk ke sekolahnya

Selama dalam perjalanan kampusku aku dan aji terdiam dalam kebisuaan hingga kami sampai di kampusku. Tanpa pamit padanya aku langsung masuk ke kampusku

***

Selama seminggu aku terus mendiamkan aji. Jika sedang dirumah kamarku selalu kukunci agar dia tak bisa masuk sedangkan bila dia mengantarkanku ku kekampus, aku selalu memakai headset dan mendengarkan music bila dimobil agar dia tak berbicara denganku yang asik mendengarkan music

Pernah sekali aku memasang headset di telingaku namun aku sebenarnya tak sedang mendengarkan music. Aku berpura pura menyanyikan lagu seolah olah aku sedang mendengarkan music . Aku bisa mendengar kata maafnya namun rasa sakit hatiku masih ada.

Aku juga membiarkan saja rendi cari perhatian terhadapku dengan menunggu di parkiran. Di depan aji aku berpura pura senang dengan kehadiran rendi kadang aku memeluk tangan rendi di depan aji biar dia cemburu

***

Uhhh hari ini terasa lama sekali. Di tambah dosenku memberi banyak tugas kuliah. Saat ini aku sedang duduk sendiri di kantin mira dan tina sudah hang out bersama pacar mereka. Tiba tiba di depanku seseorang menaruh secangkir kopi dan duduk di hadapanku. Dia rendi

“Sendirian aja, aku temenin yah” kata rendi

Aku sebenarnya sudah sangat lelah berpura pura aku takut rendi mengira aku kembali membuka hati untuknya.

Jika di depan aji saja aku berpura pura hangat padanya namun jika sudah di kampus aku kembali bersikap biasa saja

“Haha nggak usah ren aku sudah mau pulang mungkin supirku dah nungguin di depan”

“Yah sudah aku anterim ke parkiran”
Aku dan rendi kemudian berjalan menuju keparkiran kulihat aji sudah datang dia sedang merokok di sana. Entah karena sudah frustasi akibat aku tak melihat reaksi cemburu aji saat aku memeluk tangan rendi saat rendi menyambutku saat tiba di kampus. Aku memikirkan sebuah ide gila aku ingin membuat aji cemburu

Ketika sudah hampir sampai di depan aji aku langsung menahan langkah rendi dan mencium bibirnya di depan aji.

Kulirik wajah aji nampak kaget. Yes rencanaku berhasil

“Eh lis kenap… hmmmpp muuach” kata kata rendi terhenti saat kucium bibirnya.

“Thanks yah sudah di anterin”kataku pada rendi

Saat aku melangkah kudengar rendi berteriak “kita balikan sekarang kan lis?” Katanya, ia mungkin salah paham dengan ciumanku. Dia tak tahu kalau aku hanya ingin membalas aji

**

Dalam perjalanan aji hanya terdiam disampingku di kursi depan. Aku sengaja duduk disampingnya ingin melihat eksperesinya

“Kenapa kamu ciuman dengan rendi lis, kamu balikan dengan dia?” Tanya aji

“Emang kenapa?, gimana rasanya sakitkan ngeliat pasangan kita ciuman dengan orang lain” kataku dengan nada sedikit tinggi

“Lis apa kamu nggak mikirin akibatnya kalau kamu kayak gitu”kata aji

“Udah deh nggak usah sok nyeramahin gue, ” kataku ketus

“Kenapa kamu melakukan itu kamu bahkan belum dengerin penjelasan aku, yang cium aku itu mantan aku”

“Gue juga nyium mantan gue jadi diem aja nggak usah banyak omong”

“Lis sifat keras kepalamu jangan dipakai untuk hadapi masalah yang seperti ini”

“Alah nggak usah sok nasehatin, terserah loe mau ciuman ama mantan loe kek, istri loe kek gue nggak peduli”

“Lagian mana gue tau itu mantan loe, setiap gue tanyain masa lalu loe, loe selalu menghindar.” Tambahku.

Aji kemudian membawa mobil dengan kencang. Membelokkan arah aku tak tahu ia akan membawaku kemana

“EH LOE MAU KEMANA JANGAN MACAM MACAM LOE” kataku berteriak

Dia hanya diam saja. Ternyata dia membawaku ke bukit kasih tempat aku dan diajadian dulu. Setelah sampai kami tetap di dalam mobil

“Kamu nanyain kan gimana rasanya ngeliat pasangan kita ciuman ama orang lain kan dan juga elo mau tau masa lalu gue kan oke Selama gue ngejelasin. Gue mohon elo dengerin dengan baik.” Kata aji

” AH APA APAAN SIH LOE GUE MAU PULANG”

“tolong lis tenang aku mohon jangan pake sifat keras kepala loe” sambil menggengam tanganku dengan lembut dan menatapku dengan wajah memohon. Entah hilang kemana amarahku

“Sebelum aku ngejelasin nih” kata aji sambil menyerahkan undangan pernikahan bertuliskan “arya dan risma” yang akan di adakan 2 bulan lagi

“Arya itu sahabat aku dan risma itu mantan aku” kata aji memulai penjelasannya

***

Aku sekarang berada di kamarku diatas tempat tidurku. Setelah pulang dari bukit kasih. Aku sekarang dibebani dengan banyak pikiran. Penjelasan aji selama kurang lebih 2 jam tentang siapa risma dan bagaimana bisa dia sampai berada di rumahku terus terniang di kepalaku

Aku kaget saat aji mulai menceritakan bagai mana dia memergoki sahabatnya tengah melakukan hubungan badan dengan pacarnya sambil mengolok olok aji. Aku tau pasti harga diri aji begitu terluka

Dan aku lebih syok lagi saat aji mulai menceritakan proses bagaimana dia bisa sampai dirumahku ini yang sebenarnya aku masih belum bisa percaya bahwa hal itu benar benar terjadi

Diawali saat ia mendapati ibunya sedang melayani nafsu 3 orang pria. Kemudian ibunya yang memaksa aji melakukan hubungan sex pertamanya dengan ibunya sendiri. Pasti membuat beban di hati aji dan membuat dia memutuskan kabur dari rumah

Aji kemudian mengakhiri penjelasan dengan berkata ” this is my life honey. Its up to you now, do you wanna still loving me or not”

Aku benar benar bimbang tapi kemudian aku memutuskan aku akan mencintai aji apa adanya, bukankah kita harusnya menerima segala kekurangan dan masa lalu pasangan kita

***

Aku saat ini tengah dalam perjalanan menuju ke parkiran setelah menyelesaikan kuliahku hari ini. Hari sudah magrib suasana kampus sudah agak sepi .Tiba tiba rendi datang dan menarikku menuju ke kamar mandi yang tak terpakai di dekat parkiran

“EH MAU NGAPAIN LOE REN”

“gue mau tau apa arti ciuman loe kemarin, mulai kemarin kita balikan lagi kan?” Katanya sambil memegang erat kedua bahuku mempertanyakan status hubungan aku dan rendi

Karna kesakitan aku hanya menjawab lirih “jangan salah paham ren kemarin itu hanya bentuk terima kasi gue jadi jangan nganggep kita balikan. Gue mau fokus kuliah.” kataku

“Jadi loe kemarin nyium gue buat maenin perasaan gue gitu, jadi selama seminggu ini loe mainin gue perek hah!” tanya rendi dengan geram

“Aku nggak maksud ren, tolong lepasin aku maafin aku kalo kamu nganggap aku main perassan kamu”

“DASAR PEREK LOE” plak
begitu rendi berteriak dia langsung menampar pipiku. Kuyakin teriakannya terdengar sampai keluar wc ini.

Tiba tiba dia langsung memepetkan tubuhku ketembok langsung menciumi bibirku dan lalu turun keleherku. Aku tak bisa melawan tenaga rendi cukup besar

“Huuuu hiks lepasin gue ren, TOLONG”Kataku menangis sambil memohon dan berteriak meminta tolong. Tiba tiba ” srekk” suara kaos putih tipisku rendi robeh sehingga dadaku yang putih ditutupi bra nampak.

Tangan kiri rendi meremas buah dadaku dengan kasar. Kemudian dia lalu menarik braku hingga putus sehingga payudaraku terlihat jelas di matanya. Walaupun tidak besar namun sangat bulat ditambah puting berwarna pink.

Aku hanya menangis. Kenapa harus rendi pria pertama yang menjamah payudaraku

Rendi segera mengulum putingku kiriku tangan kanannya menahan tubuhku dan tangan kirinya meremas payudara kananku

“Slurrp sllur oh lis toket loh akhirnya gue bisa ngerasainya juga” ceracau rendi saat mengulum puting payudaraku

Tiba tiba tubuh rendi tertarik kebelakang dan terjatuh yang ternyata aji yang menariknya. Aji langsung memberi pukulan bertubi tubi ke wajah rendi. Rendi kemudian bangkit dan segera pergi dengan wajah berdarah darah . Sebelum dia pergi dia berteriak pada kami ” AWAS KALIAN ”

Aji kemudian menutupi tubuhku dengan kemeja kotak kotak merah kesayangannya. Aku sambil menangis memakai kemeja aji lalu mengancingkannya menutupi tubuh atasku yang telanjang

“Kamu nggak apa apa lis? Tanya aji saat membantuku berdiri, kulihat wajah aji lebam di bagian pipi dan pelipis

“Wajah kamu..?

“Udah nggak apa ayo pergi” kata aji

Kamipun segera menuju parkiran dan segera masuk kedalam mobil

“Kita ke apotik dulu beli kapas sama betadin aku mau ngerawat wajah kamu” kataku sambil mengelus pipinya

“Nggak usah, kita jangan langsung pulang dulu yah, aku mau kamu tenangin diri kamu dulu” kata aji

“Iya sayang ”

***

Aku dan aji kini berada tempat disaat kita pertama kali berpacaran di bukit kasih. Suasana bukit kasih malam ini lumayan sepi hanya beberapa pedagang sate dan jagung yang buka. Aji merangkul bahuku sambil memperbaiki poni rambutku

“Maaf yah hampir aja aku nggak bisa jagain kamu”

Aku langsung menangis mendengar kata kata maafnya. Wajahku kubenamkan di dadanya. Ini semua bukan sepenuhnya salah aji. Andai aku tak bersikap labil dan membiarkan rendi kembali mendekatiku.

“Hiks bukan kamu yang salah sayang hiks aku yang salah” kataku terisak

“Sudah jangan nangis lagi, mulai sekarang aku akan lebih terbuka sama kamu” kata aji sambil mengusap pipiki menghapus airmataku

“Oh iya kamu mau nggak menemaniku ke acara nikahan mantanku risma, sekalian aku mau ngenalin kamu sama sahabat sahabat aku yang lain.

Aku tersenyum dan mengangguk. Aji kemudian mengecup keningku. Aku berterima kasih pada tuhan karna sudah mempertemukanku dengan laki laki yang sayang padaku. Walaupun aji sudah pernah melakukan hubungan badan dia tak pernah sekalipun menyentuh tubuhku secara intim padahal aku sudah pernah mengatakan aku rela jika dia ingin melakukan sex denganku

“I love u ji now and forever till death do us apart” kataku dan mencium bibirnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*