Home » Cerita Seks Mama Anak » My fate, My Life Chapter 15

My fate, My Life Chapter 15

Chapter 15

Pov aji

“Itu siapa ji”

Aku tak mempedulikan tanyanya.

“Puas kamu ris hah?”

Risma memandang aku dengan wajah bertanya tanya

“Terima kasih karna ciuman maaf loe bikin pacar gue marah dan pasti sekarang dia nangis. Baru aja gue maafin kesalahan loe tapi sekarang malah loe nambahin masalah buat hubungan gue. Kenapa harus loe muncul sekarang sih. Minggir sana gue mau ngejar cewek gue” kataku dengan nada yang benar benar ketus.

Tiba tiba risma langsung memeluk kakiku. Lututnya dia jatuhkan ke pavin block sehingga kulitnya lecet. Dia kembali nangis.

“Huuuu maaf ji hiks aku memang benalu di hidup kamu maaf ji maaf”

Karna malu dengan beberapa pengunjung kafenya lisa yang memperhatikan kami. Aku kemudian memapahnya untuk berdiri. Kulihat lututnya berdarah. Aku kasian sebenarnya melihat risma walaupun dia menyakitiku di masa lalu.

“Sudah jangan menangis tunjukin dimana mobil arya aku antar kamu kesana”

Risma hanya mengangguk lalu sambil kupapah, ia menunjukkan tempat dimana arya memarkirkan mobilnya. 100 meter dari tempatku tadi kulihat ada sebuah nisan juke terparkir sendiri tak ada mobil lain disampingnya. Didalamnya kulihat arya sedang menatap ke arah kami dan langsung keluar dari mobil

“Risma kamu kenapa sayang” kata arya yang ingin menggantikanku memapah risma tapi tangannya ditepiskan oleh risma. Kulihat wajah kecewa dari arya

“Ji plis yah malam ini aku mohon kamu ikut aku dulu yah kerumahku” kata risma memohon

“Tapi ma aku harus ngejar lisa dan ngejelasin masalah tadi”

“Plis ji aku mohon. Kalaupun kamu nanti nggak datang ke pesta nikah aku nanti nggak apa , tapi plis malam ini saja” kata risma yang langsung memelukku di hadapan calon suaminya

“Trus motorku bagaimana?”

“Plis ji taruh aja dulu disini nanti arya yang nganterin kamu kesini buat ambil motormu cuma sebentar aja di rumahku

“Ya sudah aku ikut tapi cuma sebentar”
Arya lalu masuk di kursi pengemudi.

“Kamu di belakang aja bareng aku” kata risma

Aku kemudian masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang risma kemudian masuk tapi dia duduk di pangkuanku tangannya menarik kencang pintu mobil dan menutup pintunya

Aku yang tidak siap agak terlonjak kulihat arya juga kaget dengan tingkah risma yang duduk dipangkuanku dengan posisi menyerong. Punggungnya berada di pintu kiri sementara kakinya menghadap pintu kanan

“Apa apaan kamu ris turun duduk di sampingku aja”

“Ini supaya kamu tidak kabur ji, jalan ar” perintahnya

“Selama di perjalanan risma terus mencium pipiku sesekali mengecup bibirku. Ingin rasabya kududukkan dia di sisi kiriku dengan keras tapi aku khawatir dengan kandungannya. Kulihat wajah arya memerah di kaca tengah mobil

“Hmm muach muach suara kecipakan bibir risma di bibirku

“Ris udah ris kasian arya”

“Biarin aja gara gara dia aku hamil dan terpaksa nikah sama dia aku aja hampir di usir dari rumah gara gara dia”

Jika aku yang menjadi arya pasti hatiku sudah hancur mendengar kata kata risma. Bagaimana bisa wanita yang sebulan lagi dia nikahi berbicara seperti itu

***

30 menit kemudian aku telah sampai di rumah risma. Tapi ini bukan rumahnya yang dulu ternyata mereka pindah rumah

“Keluarga kamu udah pindah ris” kataku saat sudah berada di dalam rumah

“Tidak orang tuaku masih di rumah yang lama ini rumah yang akan aku tempati setelah nikah” kata risma

“Ji kamu ikut masuk ke kamar bareng aku arya juga” perintahnya

Saat kami tiba di dalam kamar, risma segera menutup pintunya dan menguncinya kemudian kunci itu di letakkan di bawah kasur

“Kenapa di kunci ris kamu mau apa?”

Risma tak menjawab pertanyaan ku dia langsung membuka dress hamilnya tersisa g string hijau tua yang dikenakan. Payudaranya bertambah montok dan perutnya membuncit besar

“APA APAAN KAMU RIS” bentakku

Lagi lagi risma tak menjawab dia lalu memandang arya “ar loe ambil kursi dari meja rias itu” tunjuk risma.

“Sekarang loe taruh depan pintu dan duduk menghadap kami” perintah risma lagi pada arya

Setelah arya melakukan perintah risma. Risma langsung memelukku. Dan mencium bibirku dengam buas ia mengigit pelan bibir bawahku lidahnya menari nari di mulutku. Saat kulirik arya dia hanya tertunduk dan menangis baru pertama kalinya kulihat arya menangis

Risma kemudian mendorong tubuhku keranjang dan lalu memaksa membuka celanaku

“Ris cukup ris kasihan arya ris” kataku mengingatkan perbuatannya

Dia tak menghiraukan perintahku celana jeans hitam dan boxerku langsung dia buka secara paksa sementara kemeja hitamku masih terpasang di badanku
Risma lalu memegang penisku dan mulai mengocoknya. Ingin aku melawan tapi aku tak mau berakibat pada kandungannya.

“Loe liat ar betapa baiknya aji disaat harusnya dia seneng dia malah masih pikirin loe bangsat gue nyesel selingkuh sama loe gue nyesel.” Kata risma di sela sela kegiatannya mengocok penisku. Arya makin kencang tangisanya

Risma lalu membuka kedua kakiku dan duduk diantaranya ia mulai memasukkan peniskubkedalam mulutnya dan langsung dihujamkannya mulutnya kearah penisku dengan cepat. Dia benar benar ahli sampai kurasa kepala penisku menyentuh tenggorokannya

Slrrrup sllurps ghlock ghlock slurps suara penisku yang beradu dengan mulutnya disaat dia sedang mengoral penisku dia menatap tajam arya yang tertunduk

Risma mulai kembali mengocok penisku dan berkata” jangan nunduk aja pengecut loe liat nih kontol aji ternyata lebih besar dan panjang dari punya loe lebih keras dari punya loe lebih enak di mulut gue dari pada punya loe

Kulirik arya yang menatap kami. Wajahnya betul betul merah dan mukanya betul betul bersedih hatinya betul betul teriris pasti saat mendengar ejekan risma

Aku mulai mengerti risma ingin membayar kesalahannya dulu dengan cara yang sama saat aku melihat mereka bersetubuh dengan mengolokku

“Sekarang lihat nih ar kontol ini bakalan masuk ke memek gue. Biarpun kita nikah cuma kontol aji yang boleh masuk ke memek gue ngebuahin rahim gue. Mau bikin anak berapapun terserah dia dan loe yang nyari duit buat hidupin anak anaknya aji

Setelah menyelesaikan kata katanya dengan bersusah payah dia mengangkangi penisku dan * bless masuklah penisku ke dalam vaginanya

Ini pertama kalinya aku berhubungan badan dengan seorang wanita hamil. Vaginanya betul betul hangat dan rapat. Risma kemudian menaik turunkan tubuhnya awalnya perlahan namun makin lama makin cepat tangannya bertopang pada dadaku. Di sela sela gerakannya dia kadang memaju mundurkan atau melakukan gerakan memutar pada penisku. Aku harus mengakui rasanya benar benar nikmat.

“Ah ris enak banget memekmu” akhirnya aku mendesah dalam fikiranku sudah tak kufikirkan lagi perasaan arya

“Ahh ahh sshhh oughh iya aji sayang memek risma cuma punya kamu bukan punya oughh si bangsat yang duduk disanah ough trus sayang”

“Plok plok plok suara benturan selangkangan kami begitu keras. Aku sebenarnya khawatir dengan anak yang dikandungnya

“Ahh riss pelan pelan aja kasian kandungan ough mu ris”

“Biarin biarin aja mati anak si bangsat ini rahimku cuma buat calon anakmu sayang, ayo ji tusuk ahhha hahh yang dalam hancurin anak si bangsat ini oughh kontolmu enak sayang”

Risma betul betul menyakiti arya dengan kata katanya

“Oughh ahh sshhh dikit lagi ahhhh rismma keluar sayang ima cinta kontolnya aaajjjjjiii” teriaknya saat mendapatkan orgasmenya

Aku berhenti menusukkan penisku. Tubuh risma mengejan ia hampir ambruk namun kutahan dengan tanganku

“Ahhh ahhh kontol kamu enak sayang, sekarang kamh duduk yah di pinggit ranjang menghadap ke orang yang bikin hatimu sakit, yang katanya sahabatmu, teman satu bandmu dulu” kata risma

Aku lalu mengikuti perintahnya aku duduk berhadapan dengan arya. Penisku masih mengacung dengan keras. Risma kemudian duduk di pangkuanku dan memasukkan penisku kembali tapi dengan posisi menyerong seperti saat di mobil tadi.

“Ahhh oughh keras banget sayang nikmat” ceracau risma. Ia membusungkan dadanya yang putih dan besar itu

“Nyusu sayang susu risma cuma punya kamu dan calon anak kita nanti”

Sambil menghisap payudaranya yang telah berisi asi aku mengangkat sedikit tubuh risma. Tanganku menopang kaki dan punggungnya. Dan mulai kupompa naik turun

“Ah enak banget sayang kamu kuat kamu lebih pinter dari pada banci yang duduk disana” ceracau risma

Awalnya aku pompa perlahan namun semakin lama semakin cepat. Aku sudah tak lagi menyusu padanya

*plok plok plok suara benturan keras antara selangkanganku dan bokong sexynya. Penisku sudah berkedut kedut begitu pula dengan vaginanya

“Uhh ris aku mau keluar”

“Ah ahhh sshhh keluarin sayang yang banyak isi memek risma pakai pejuhmu oughh aku juga dikkit laggi

“Aaaaaahhhhhh jkkkkkkeeellluuaarrr rissss” teriakku saat menyemburkan lahar panasku *crot crot crot. Entah berapa banyak spermaku yang mengisi rahimnya.

“Ahhhh pejjuhmu hannggat rissmmaa kelluaarr saayyaanngkku ennaakk” kata risma tubuhnya menegang

Risma kemudian jatuh di pangkuanku kedua tangannya melingkar di leherku dan kemudian mengecup bibirku berulang kali

“Risma puas sayang risma nyesel bukan aji yang merawanin risma, tubuh risma sekarang punya aji kapanpun aji mau datang aja kesini risma akan puasin aji muach” kata risma

“Dan loe ar loe dengerkan kata gue tadi, loe juga nggak boleh dendam awas aja kalo loe nyakitin aji ataupun gue loe masih ingat kan ancaman bokap gue

“Iya ris gue ngerti dan gue ingat” kata arya tertunduk

***

Kini aku dalam perjalanan kembali menuju kafe untuk mengambil motorku. Kulihat pandangan arya hanya fokus memandang jalan. Aku memperhatikan wajahnya menatapnya iba dan merasa bersalah

“Maaf ar bukan maks…”

“Bukan salah loe kok ji gue yang salah ini pantes buat orang tukang tikung kayak gue” katanya menahan maksudku menjelaskan rasa bersalahku

“Setelah loe nggak pernah negur kita di sekolah hubungan gue dan risma juga langsung putus, tapi ternyata ketakutan risma benar dan dia hamil”

“Udah beragam cara tradisional gue pake buat ngehancurin janinnya tapi nggak juga berhasil. Pernah gue ajak dia ke dokter kandungan tapi dia nggak mau

“Dan akhirnya ketahuanlah ama bokapnya dia kalo dia hamil lu tau sendirikan bapaknya risma kepala polisi daerah sini begitu dia tau anaknya hamil,awalnya risma pengen di usir tapi risma mohon sama bapaknya biar nggak di usir

“Risma kemudian ngomong ke bapaknya kalo gue yang ngehamilin dan langsung ngelabrak keluarga gue buat tanggung jawab. Kalo nggak gue bakalan dipenjara

“Akhirnya kami dipaksa menikah. Tapi risma selalu berusaha pengen nyari loe tapi loe trus ngehindar pas kita datang ke rumah loe, nyokap loe bilang kalo loe kabur dari rumah”

“Dan bulan lalu saat gue liat loe nampil di kafe tadi gue langsung kasi tau risma”

“Maaf ji atas kelakuan gue dulu gue kangen ngumpul bareng loe adi dan heru, mereka juga ikut jauhin gue saat mereka tau gue ngambil risma dari loe”

“Gue kangen ngeband bareng loe. Gue kangen suara gitar loe gue kangen suara drum si heru dan keyboard si adi”

“Maafkan gue ji, lo bebas ngentotin risma kalo loe mau anggap aja ini hukuman setimpal buat penghianat kayak gue” kata arya mengakhiri curhatannya

“Sudahlah ar udah lama juga kok. Nanti gue bilangin sama risma biar ngelayanin loe juga karna biar bagaimanapun loe suaminya” kataku sambil menepuk pundaknya

“Thanks ji loe emang sahabat yang paling baik yang pernah gue kenal. Gue janji jika loe ada masalah keuangan atau apapun itu gue siap bantu loe” kata arya. Arya memang orang kaya ayahnya adalah seorang manajer di perusahaan rokok ternama

“Thanks ar”

***

Aku telah berada di dalama rumah pak mustava suasana rumah sudah sepi waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Percuma saja lisa pasti sudah tidur.

Akupun kembali ke kamarku dan berbaring

Besok aku harus ngejelasin semuanya aku tak ingin salah paham ini berlangsung lama harus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*