Home » Cerita Seks Mama Anak » My fate, My Life Chapter 11

My fate, My Life Chapter 11

Chapter 11

Aji pov

Sudah 6 bulan aku bekerja disini,tak terasa sudah selama itu aku telah meninggalkan rumahku. Hari hariku disini masi sama selain mengantar melisa dan vita serta ibu julia, kegiatanku bertambah menjadi pemuas nafsu bi inah setelah kejadian kamar mandi itu dan juga aku harus melayani nafsu ibu julia yang menganggapku mantan pacarnya yang telah tiada serta kadang harus ” belajar bersama” vita jika dia lagi pengen.

Sementara hubunganku sampai saat ini makin akrab, malah bisa dikatakan kami seperti orang pacaran. Dia selalu memintaku menemaninya makan di luar, ngumpul bareng mira “toge” dan tina ” kalem”, menonton bioskop bersama walau kadang film pilihannya membuatku ngantuk haha

Selama 1 bulan terakhir iniaku bekerja di kafe miliknya untuk mengisi live music tiap malam kamis dan malam minggu, karena performa menyanyi serta bermain gitarku disukai penonton

Tiap sebulan sekali juga vita mengajakku kesalon untuk perawatan wajah, merapikan sedikit rambut gondrongku dan menipiskan jenggot dan kumisku. Ditambah setiap berbelanja lisa selalu membelikanku berbagai macam pakaian yang bagus dan mahal, tak lupa juga lisa membelikanku sepatu

Penampilanku sekarang lebih rapi semenjak di ” permak ” oleh si langsing berpantat bohay ini. Sehingga aku tak terlalu membuatnya malu. Dia juga membuat peraturan rambutku yang gondrong harus di ikat

Malam ini malam minggu, lisa mengajakku keluar menuju ke bukit kasih untuk menikmati pemandangan kotaku disaat malam dengan menaiki motor ninja 250 merah ayahnya, biar romantis katanya

Aku telah siap menunggu bidadari itu disamping motor ninja ayahnya. Aku malam ini memakai kemeja hitam polos dengan jaket kulit coklat dan celana levis biru muda. Sembari menumggu kubakar rokok djarum mengusir hawa dingin malam ini

Selang 15 menit, melisa keluar dari dalam rumah ia memakai kemeja ketat tak berlengan berwarna hitam dan bawahan memakai levis biru gelap. Di tangannya ia memegang tas kecil berwarna merah dan juga menjinjing jaket tebal berwarna coklat. Malam ini pakaian kami hampir sama bagai sepasang kekasih

” maaf yah lama dandannya ji” katanya sambil mengelus pipiku

” iya non nggak apa”

” ihhhh udah dibilang ratusan kali panggil aku melisa aja” katanya sambil menggembungkan pipi sehingga wajahnya makin imut

” maaf yah non eh lisa belum terbiasa” kataku mengelus lengannya.

“Makanya biasakan sekarang yah, ayo berangkat ”

Melisa kemudian memakai jaketnya dan juga helm. Aku lalu mulai naik ke atas motor dan menyalakannya. Melisa kemudian naik ke atas dan langsung memelukku sehingga payudaranya menekan punggungku, walau tak besar namun tetap saja terasa kenyal di punggungku

Kupacu perlahan motorku keluar dari gerbang rumah, kemudian kupacu agak cepat di jalan raya. Pelukan melisa makin erat

30 menit kemudian kami telah sampai di bukit kasih. Banyak pasangan muda dan tua disini menikmati pemandangan di bawah kami. Gemerlap lampu kota yang begitu indah.

Setelah memarkirkan motor, aku dan melisa menuju warung makan sate

Sambil makan kamipun mengobrol dan sesekali kugoda dan kucandai dia, sehingga ia tak ayal mencubitku.

Setelah makan kami lalu menuju pinggir bukit, menikmati pemandangan. Lisa yang kedinginan segera merangkul tubuhku

“Indah yah ji, malam ini aku bahagia banget jalan bareng kamu” katanya sambil tersenyum manis

” iya indah apalagi malam ini saya ditemani bidadari hehe”

” ihhh gombal deh”kata lisa sambil mengapit hidungku

” ji aku boleh ngomong sesuatu nggak” tanyanya

” ya ngomong aja lis pake minta izin segala”

“Aaa aku sayang banget sama kamu, kamu maukan jadi cowok aku?” Tanyanya dengan wajah memerah

Aku terdiam tak percaya dia dengan berani menyatakan cinta padaku. Jujur akupun telah jatuh cinta padanya karena perlakuannya selama 6 bulan ini.

” apa lisa yakin, aku cuma supir non. Diluar sana pasti banyak cowok tampan dan kaya yang mau sama lisa” tanyaku

” aku nggak peduli, diluar sana memang banyak cowok yang tampan dan kaya tapi mereka hanya ingin mencicipi tubuhku saja dan juga aku nyaman sama kamu ji”

“Tapi lisa tau sendirikan hubungan saya dengan ibu julia, mamanya lisa apa nanti lisa tak cemburu”

” cemburu sih ada tapi demi kebahagiaan mama aku rela kok berbagi dengan mama. Jadi?” Terangnya

“Terus bagaimana dengan mas rendi pacarmu lis”

“Aku udah putusin dia kok kemarin ji, ya walaupun dia nggak terima kita putus aku tetap sama pilihan hatiku dan pilihanku itu kamu ji” kata lisa meyakinkanku

Aku sejenak terdiam lalu tersenyum dan mengangguk.

” iya melisa aku mau jadi cowokmu”

“Yeee makasih sayang mmuuach” soraknya mencium pipiku

Kami lalu kembali menikmati indahnya malam sambil merangkul satu sama lain. Saat kupalingkan wajahku ia terus memandangiku, aku lalu membalas menatap wajahnya dan entah siapa yang mulai kami mulai berciuman bibir
Hmmmph mmuuach bibir kami saling beradu. Tiba tiba ia menarik tanganku untuk meremas payudaranya. Aku langsung menghentikan ciumanku

“Jangan sayang” kataku sambil tersenyum dan menggelengkan kepala

” kenapa? lagi pula aku ingin kamu sentuh disitu, bahkan jangankan dadaku keperawananku aku rela berikan sama kamu”

“Jangan yah kalau memang itu buatku belum tepat waktunya sekarang” kataku sambil mengelus kepalanya dan memeluknya

” kalau suatu saat kamu mau kamu bilang yah sayang, perawanku hanya punya kamu”

“Iya sayang ayuk pulang udah jam 10 malam”

Kami lalu meninggalkan bukit kasih yang jadi saksi hari jadi kami. Selama di perjalanan pulang lisa memelukku erat

Setelah tiba dan masuk kedalam rumah lisa mencium pipiku dan aku mencium keningnya. Lisa lalu kembali ke kamarnya dan aku kembali ke kamarku

Kubuka segala pakaianku kecuali boxerku dan mulai menyalakan rokokku. Aku sangat senang malam ini. Tiba tiba hpku berbunyi ada bbm dari melisa

Melisa: dah tidur syg?

Aji:belum syg, kamu kok belum bobo

Melisa: nggak bisa bobo syg kangen pengen bobo sambil meluk kamu

Aji:hehe kan ada guling anggap aja itu aku

Melisa: nggak mau, aku maunya kamu

Aji: iya nanti kalau kondisi memungkinkan baru aku temenin bobo syg

Melisa: janji yah awas kalo ingkar.Aku bobo dulu yah sayang love you :*

Aku:iya love u too

Setelah bbman dengan melisa kurebahkan diriku dan mulai tertidur

Esok paginya aku terbangun jam 10 pagi tumben pagi ini bibi tidak membangunkanku, biasanya dia membangunkanku jam 6. Aku keluar dari kamar Kulihat keadaan rumah kosong.

Aku lalu kembali masuk ke kamar. Kulihat di hpku ada bbm dari lisa

Lisa: sayang aku pergi dulu yah bareng papa mama dan vita ada acara family gathering ayah pulang paling entar malam bye sayang love u

Aku hanya tersenyum lalu kembali tidur

***

Pukul 2 siang aku terbangun kulihat ada nasi goreng diatas meja kamarku ada surat disampingnya.

Dimakan yah ganteng nasgornya, bibi keluar dulu, mau kerumah ipar

Nasi goreng yang disiapkan bi inah langsung kuhabiskan. Lalu aku segera mandi, seusai mandi aku lalu memakai baju kaos putih bertuliskan “RAMONES”, memakai levis hitam sobek di dengkul dan memakai jaket levis biru muda, dan kupakai sneakersku

Kuputuskan hari ini waktu yang tepat mengunjungi ibuku aku ingin menyerahkan uangku yang terkumpul hasil gaji dari jadi supir dan mengisi live musiv di cafe melisa. Walau tidak banyak setidaknya 10 juta cukup untuk meringankan utangnya

Aku menuju rumahku memakai motor ninja pak mustava. Satu jam kemudian aku telah sampai di depan halaman rumahku kulihat ada 3 motor di dalam garasi

Aku mengendap endap diteras rumahku lalu kucoba mengintip di jendela depan rumah. Walau tertutup horden ada sedikit celah yang bisa kupakai mengintip.dan astaga

Kulihat ibuku sedang disetubuhi oleh pak kasim dan alex. Tubuh ibu menelungkup menindih alex yang menusuk vaginanya sementara pak kasim memompa penisnya di anus ibuku. Sementara 3 orang yang salah satunya rudi tengah mengocok penisnya mengelilingi ibuku

“Ahhss genjot lebih dalam pak ah puuassin aku, ayo kalian bertiga semprotin aku pake pejuh oughhs yang banyak

“Nikmat banget nih memek ngempot ngempot gue pengen ngecrot” kata alex

“Boolnya juga lex sedap asshh gue juga

“Ahhh kelluarrinn bapak bapak ouuugghhh aassshh akku daappet.” Kata ibu yang mengejan dan menindih alex”

“Ahh gue keluar makan nih pejuh perek” pekik alex

“Gue juga” jawab serempak pak alex dan ketiga temannya

Tubuh ibu luar dalam di penuhi lumuran sperma. Ku kira saat kutinggalkan ibu akan berubah ternyata malah lebih parah

Setelah mereka mengatur nafas mereka kembali memakai pakaian mereka. Aku langsung berlari keluar rumah bersembunyi di balik tiang listrik di luar rumah

Selang tak berapa lama mereka berlalu keluar rumah, untumg saja arah tujuan mereka berlawanan arah dengan tempat sembunyiku

Setelah kurasa aman aku kembali masuk kerumah untung saja mereka tak curiga dengan motor ninja pak mustava. Kuketuk pintu rumahku terdengar langkah kaki dari dalam

“Kenapa balik lagi belum puas yah ngent..” kata kata ibu terhenti saat melihatku depan pintu rumah

“Ibu” sapaku

“Aji”

To be continued

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*