Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 9

My Fate, My Life Chapter 9

Chapter 9

“Aduduh non pelan pelan sakit..”

“Maaf ji ini pertama kalinya buat aku” kata wanita agak pirang di sampingku

“Jangan ditekan keras keras, di usap aja perlahan”

Malam ini aku telah berada di kamarku, dengan tubuh yang lelah dan luka lebam diwajah akibat pukulan dari rendi, pacar melisa.

Setelah aku, melisa dan teman teman sexynya selesai menonton film yang sebenarnya membuatku bosan, aku dan melisa langsung memisahkan diri dari teman temannya melisa.

Mereka memutuskan pulang sementara aku dan melisa menuju toko musik terlebih dahulu dan membeli gitar akustik

Selama dari perjalananku keluar dari bioskop, lalu saat masuk dan keluar dari toko musik entah kenapa melisa sikapnya aneh padaku.

Sambil berjalan ia memeluk lenganku wajahnya kelihatan senang. Saat kutanya kenapa ia hanya berkata pokoknya hari ini hari paling bahagia untuknya

Dan sialnya pacar melisa memergoki kami saat keluar dari toko musik, melihat kami dengan wajah penuh emosi dan entah melisa tidak sadar tangannya masi memeluk lenganku. Sehingga makin marahlah ia.

Rendi lalu menarik paksa melisa, mereka terlibat pertengkaran. Rendi berteriak ke arah melisa bahwa ia tukang selingkuh kemudian menamparnya, saat itulah aku langsung menerjangnya
Kami terlibat perkelahian, hingga security memisahkan kami.

Rendi lalu pulang menuju mobil swift nya dan berlalu pergi. Sedangkan aku dan melisa segera menuju mobil dan pulang ke rumah

Selama di perjalanan melisa terus menangis sambil meminta maaf, kutenangkan saja dia sambil tetap mengendarai mobil dan kubilang tak apa ini bukan salahnya. Sesampainya di rumah, ia bersikeras ingin merawat lukaku

“Sudah non udah agak mendingan kok ” kataku. Ia langsung berhenti mengusap lukaku dengan kapas dan betadine.

“Sekali lagi maaf yah ji” katanya dengan wajah yang sedih

” ia nggak apa, udah malam non, mendingan non mandi lalu makan setelah itu istirahat yah” kataku

” iya maaf yah, aku kekamar dulu ” kata lisa lalu beranjak dari tempat tidurku dan cuuppp ia mengecup kening, setelah bangkit wajahnya terlihat memerah malu lalu bergegas keluar

Aku sejenak tak percaya ia mencium keningku, mungkin sebagai bentuk rasa bersalahnya padaku. Aku lalu memejamkan mata mencoba untuk tidur.

Aku tak makan karna masih merasa kenyang dengan makan tadi siang dan cemilan saat berada di bioskop

***

Hmm ah aku merasa geli dan hangat disekitar penisku. Kubuka mataku astaga kulihat ibu julia sedang mengulum penisku. Malam ini dia memakai semacam baju tidur berwarna merah muda dengan belahan yang rendah

“Sllurpp sluurrpp, malam sayang maaf yah ngeganggu tidurmu, aku masih pengen ngelanjutin yang tadi pagi divilla kan ronde 2nya blum hihi” kata julia sambil mengocok penisku

“Ahh jang jangan disini bu nanti kedengaran sama bi inah” kataku menahan nikmat

” tenang aja sayang inah lagi kerumah saudaranya besok sore baru pulang sllurp smmuchh sllurpp” kata julia sambil melanjutkan kulumannya
Ah nikmat sekali isapannya pada penisku, membuat penisku makin mengeras dan tegang. Sambil menikmati kulumannya kubuka bajuku.

Julia lalu menarik keluar celana panjang dan boxerku, lalu membuka baju tidurnya langsung terlihat tubuh mulus, payudara yang kencang serta vagina yang berbulu tipisnya. Ia langsung menaiki tubuhku. Vaginanya menggesek penisku, payudaranya menekan dadaku dan kami berciuman dengan ganasnya

Kubalik posisinya hingga ia berada di bawah, aku mencium bibirnya lalu mencium lehernya naik ke daun telinga kirinya, ku gigit pelan dan kujilat telinganya dengan lidahku. Tangan kiriku meremas payudara kenyalnya. Ia menggelinjang geli. Dari telinga ciuman dan jilatan lidahku turun menuju leher lalu ke payudara kenyalnya

“Slurpp sluurp hmmm” suara hisapanku

“Asss sshhh iyya trruss sayang isap , remes yang kuat ennak” ceracau julia

Kuangkat tangan kirinya keatas terlihat ketiak yang mulus dan berkeringat, kuendus lalu kuciumi dan kujilat. Rasanya agak sedikit asin namun baunya malah menambah gairahku

“Ahhh saayyanng ketek julia diapain geli sayang aasshhhh”desahnya
Setelah puas aku langsung turun menuju vaginanya. kukangkangkan kakinya lalukukecup dari mulai atas vaginanya, kuendusi bulu halus di atas vaginanya lalu ku julurkan lidahku turun kebawah menuju vaginanya dan segera kujilat dan kuhisap vaginanya

” ahhh oughh aji enak sayang trusss, iyyah issap itilku sayang ah nikmat” kata julia sambil menggerakan pinggulnya

Aku lalu berhenti menjilatinya, ia nampak kecewa namun segera kugesekkan telapak tanganku ke klitorisnya yang membesar, ku gosok dengan kencang sambil mulutku kembali mengisap payudaranya

“Ahhhss truss sayang yangg kencang, jullia udahh hammpir. Ahhss aji aji ahhhh kellllluuaarrr”. Serr serr dua semprotan panjang squirtnya membasahi tanganku

Aku segera memposisikan badanku bersimpuh di depan tubuhnya yang terlentang , ku gesek gesekkan penisku menstimulus klitorisnya

” ahh julliaa pengen jullia pengen dimasukin kontolmu, masukkin ke mmemek juliah sayang cepet” perintahnya

Kutancapkan penisku secara perlahan dan blless amblas setengah dari penisku

” oughhh masuk sayang selamat datang kembali di memekku, ayyoo sayanng goyang, genjot memekku”ceracaunya makin nakal. Kugenjot dari perlahan hingga kencang.

20 menit kemudian kurasakan vagina julia berkedut kedut nampaknya ia akan orgasme sementara ejakulasiku kurasa masih lama

“Ahh aku mau keluar sayangg ahh kelluar” teriak julia

Saat julia menikmati orgasmenya kurasakan ada telapak tangan memegang punggung aku lalu menoleh kulihat vita sudah telanjang bulat di belakangku, dan baju tidurnya menggantung di grendel pintuku

Aku yang kaget langsung mepelantingkan diri ke samping .sehingga penisku tecabut dari vagina julia

“Vita ko kok kamu bisa ada disini ” kata julia yang setelah menikmati orgasmenya ikut terkaget dengan kehadiran

“Tenang aja mah nggak usah kaget dan takut, vita tadinya aku haus mau minum tapi pas didapur aku denger suara mama kayak ngedesah keenakan di kamar kak Aji aku jadi penasaran jadi mama aku intip deh lewat pintu yang aku buka pelan pelan.” Kata vita santai bertelanjang bulat di depan kami

Hari ini benar benar hari sialku. Kepergok melisa, di bentak, menemani melisa dan teman temannya seharian yang buat aku bosan, kepergok pacar melisa, di pukul sekarang aku kepergok lagi oleh vita

“Ka kamu nggak marah sayang, trus kenapa kamu telanjang juga?” Kata julia

“Nggak mah, aku udah dari dulu tau soalnya pernah sekali aku ngeliat mama keluar dari hotel bareng kak aji, trus kejadian yang pas kita baru sampai di rumah habis dari bandara aku tau soalnya pas aku lewat depan kamar mama aku dengar teriakan mama saat orgasme”

“Aku telanjang karna pengen ikut juga mah, aku horny ngeliat kontol kak aji apalagi mama keenakan” jelas vita panjang lebar

“Jadi kamu tau selama ini” kata julia tertunduk

“Iya mah, tenang aja aku nggak akan kasih tau papa kok mah kalo mamah ngebolehin ikut” kata vita sambil mulai berjalan ke tempat tidur

” ya sudah silahkan tapi jangan kasi tau papa yah” kata julia
Sementara mereka berdua sedari tadi ngobrol, aku hanya bisa terbengong.

Tiba tiba vita naik ke tempat tidur memelukku dari belakang, payudara yang tergolong cukup besar dan bulat berputing coklat muda menekan dadaku
Ia mencium pipiku, dipalingkannya wajahku hingga kami berciuman. Dia lalu menyuruhku tidur terlentang di samping ibunya yang kelelahan dan mulai mengincar penisku, ia kocok kocok.

” ah udah keras banget ini, kontol kak aji besar dan panjang yah mah pantas bikin mama ketagihan” ceracaunya vulgar pada ibunya

Ia lalu mulai mengulum penisku, pantatnya tepat di samping wajahku, lalu ia mengambil posisi 69

“Jilatin memek ita dong kak” slurpps slurps, kata vita lalu kembali mengulum penisku.

Aku melirik kearah julia, ia hanya mengangguk. Aku lalu menjilat vagina tanpa bulu itu, lalu kukorek dengan lidahku, kujilat juga klitorisnya lalu kuisap kuat kuat

“Hmmm mmmmshh plop ahhhh ough enakk kak iiyyaa disitu” desah vita

Vita lalu segera menarik vaginanya dari wajahku ia lalu mengangkangi pinggulku lalu dia turunkan pantatnya, ia gesek gesekkan kepala penisku pada vaginanya.

” jangan vita” kata julia menahan vita memasukkan penisku

” tenang aja mah vi ita uudah nggak vi iirr gin ahh ough enak” jawabmya yang membuat julia kaget sambil memasukkan penisku. Vaginanya begitu rapat

Vita langsung menaik turunkan pinggulnya, gerakannya sangat liar naik turun, maju mundur dan memutar menambah kenikmatan di penisku, kulihat julia kembali bernafsu ia lalu mengangkangi wajahku dan menurunkan vaginanya. Tanpa lama langsung kujilat vaginanya.

Mereka lalu saling meremasi buah dada mereka. Seakan dikuasai nafsu mereka langsung berciuman. Vita dan julia seakan lupa kalau mereka ibu dan anak

15 menit kemudian goyangan pinggul vita makin kencang menghujam penisku. Nampaknya ia akan segera orgasme

” ahhhh mamma vita mau kellluar mah ahhhh kontol kak aji ennnnak hmmmmm mmuaach” pekiknya sambil menciumi bibir ibunya.

Setelah vita mengatur napas mereka bertukar posisi, julia memasukkan penisku kedalam vaginnya sementara vita mengangkangi wajahku lalu kujilati vaginanya

“Oughhj enakk ahhh kerass aaahssh vita sayang ayo nenen ke toket mama” kata julia.Vita lalu menghisap payudara julia sementara julia masih tetap menggerakkan pinggulnya

5 menit kemudian penisku sudah mulai berkedut kedut begitu pula vagina julia serta vagina vita yang makin basah akibat cairan vaginanya

” ahhh truss saayyanng issap ahh nikmat” kata julia

“Hmmmss muuaachh ahhhss mama, vita udah mau dapet ma”

“Asshh mama juga sayyanng ayyoo ciumm mama saayyanng mmmuaach mmmuaach”

“Mmuacch ahhhs mama keellluuaarrr saayyyanngg ennnakk” teriak julia

“Ahhh akkku jjjuggaa maaaa” kata vita

Tubuh mereka berdua melengkung lalu mereka saling memeluk dan berciuman bibir dan ccrooot crrroottt spermaku menembak di dalam vagina julia

Setelah nafas kami kembali normal vita mengambil posisi tidur di kiriku sementara julia di kananku. Ibu dan anak ini memelukku, kulihat mereka kelelahan

“Ah vita puas ma memek vita keenakan”

” apalagi memek mama sayang hihi”

Setelah mereka mengobrol, mereka langsung tertidur dan aku pun menyusul mereka ke alam mimpi

Ahhh what a night

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*