Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 5

My Fate, My Life Chapter 5

Chapter 5

“Ji,aji bangun udah jam 6 “,suara bi inah membangunkanku di pagi hari,”hoooams,iya bi ini bangun”kataku sambil mengucek kulihat di sampingku kulihat bi inah berdiri menggunakan daster batik tanpa lengan,rambutnya di kuncir agak berantakan sehingga beberapa helai rambutnya tak terikat kulihat wajahnya loh kok bersemu merah pandangannya menatap bagian bawah tubuhku

Sial akibat efek bangun tidur penisku menegang sehingga membentuk tenda dalam kolorku.kucoba langsung menutupinya dan berkata “aduh maaf bi efek bangun tidur” kataku malu malu

“Ah oh hehhe i iya saya keluar dulu mau beres beres rumah,kopi buat kamu saya taruh di meja sana” katanya terbata bata menunjuk meja kecil rias yang ada di kamarku.”maaf bi ngerepotin” kataku masi dalam posisi menutup penisku.

“ya sudah klo gitu saya mau bersih bersih rumah dulu” katanya beranjak pergi.

Aku lalu segera mengambil handuk di tasku lalu mandi sekalian menenangkan penisku yang menegang

Usai memakai baju kaos putih bergambar che guavara dan celana jeans biru gelapku aku lalu mencari rokok di dalam tasku yang tersisa tinggal 2 batang menemani kopi hitamku ini di pagi hari

“Ji aji,tok tok tok”bi inah mengetuk pintu kamarku,aku segera membukakan pintu.”ada apa yah bi?”kataku

“Kamu dipanggil tuan mustava di ruang makan” kata bi inah
Aku bergegas keluar dari dapur menuju ke ruang makan.kulihat pak mustafa sudah rapi dengan setelan jas biru tua dengan dasi putih tengah minum kopi sambil mengunyah roti di meja makan yang cukup besar untuk 7 orang terdapat beberapa macam roti dan selai diatasnya

“Sudah sarapan ji.?” Tanyanya setelah melihatku berjalan kearahnya

“Belum pak nanti saja tadi baru selesai ngopi” kataku

“Oh jadi begini jam 11 siang tolong jemput istri dan ke dua anak saya yah di bandara soedirman pake mobil innova yah” katanya sambil mengangangkat kopernya beramjak dari kursi

“Saya mau kekantor dulu ada beberapa urusan yang harus di selesaikan” katanya

“Iya pak ” kataku

“Nih kunci mobilnya yah hati hati nanti perginya” katanya menepuk pelan pundakku dan berjalan keluar

Aku kembali ke kamarku untuk merokok kulihat di dapur bi inah sedang duduk di kursi yang ada di sana sedang minum teh kuurungkan niatku merokok aku ingin ngobrol dulu bi inah mengenai keluarga pak mustafa

“Udah beres bersih bersih bi,?”tanyaku

“Yang lantai satu udah yang lantai dua nanti aja deh lagi laper masalahnya hihi”jawabnya sambil tertawa

“Heheh,eh bi mau nanya nanya dong”

“Mau nanya apaan bibi udah punya suami atau belum gitu hihi”,katanya.

“Haha bukan bi,saya mau nanya soal pak mustava dan keluarganya”

“Oh jadi pak mustava itu manager di perusahaan ekspor batu bara dek yang saya taunya itu”.jawabnya

“Oh kalau keluarganya gimana?”

“Pak mustava itu anak tunggal ayah ibu nya meninggal kecelakaan pesawat ketika akan pergi naik haji,trus dia punya istri orang blasteran inggris indonesia namanya bu julia.dan punya 2 anak cewek namanya vita dan melisa.kalau non vita 17 tahun klo neng melisa 22 tahun.” Jawabnya panjang lebar

“Oh gitu yah makasih bi infonya hehe”kataku

“Iya ya udah saya lanjut bersih bersih lagi kalau gitu”kata bi inah berlalu ke arah tengah rumah

Aku kemudian masuk kamarku mengambil sepatu vansku yang sudah agak sobek sobek kuambil jaket hitam ke sayanganku.lalu berjalan ke arah luar rumah.kunyalakan rokok terakhirku sambil memakai sepatu di depan teras kulihat garasi mobil hummer sudah tidak ada yang mungkin dipakai pak mustava

Aku berjalan ke arah pos satpam untuk sekedar mengobrol dengan satpam.begitu sampai depan pos samar samar kudengar suara dangdut koplo.

“Permisi pak wah asik nih pagi pagi udah dangdutan kenalkan pak saya aji”kataku sambil bercanda dan tersenyum ramah sambil menjulurkan tanganku yang di sambut pria berbadan tinggi besar di depanku

“Iya saya pak sunarto panggil aja toto”katanya dengan suara yang berat berwibawa.aku lalu segera duduk mengobrol sambil bertanya tentang keluarga mustava serta tentang dirinya dan bi inah

Tak terasa cukup lama kami mengobrol banyak info yang kudapat.Istri pak mustava adalah pemilik butik terkenal di kota ini,anaknya vita masih kelas 2 sma sementara melisa sudah kuliah semester 5,pak toto sendiri adalah seorang bekas tentara yang tak sempat menikah dan tentang bi inah yang seorang janda akibat suaminya seorang sopir truk harus tewas bersama anak ceweknya yang masih kelas 3 sd ketika mengantarkannya sekolah

Kulihat jam dinding di pos sudah jam 10.aku lalu beranjak ke garasi untuk memanaskan mobil.15 menit kemudian aku segera berkendara menuju bandara soedirman.setelah sampai aku baru kefikiran sial bagaimana caranya ibu julia mengenaliku yang datang menjemputnya.kulihat ada tempat sampah di dekat parkiran ada potongan kardus dan spidol. aku langsung menuliskan nama bu julia vita dan melisa di situ dan berjalan ke pintu kedatangan

Setelah agak lama kutunggu kudengar pemberitahuan pesawat dari bali telah mendarat aku segera mengangkat potongan kardus itu di dada sambil melihat ke arah orang orang keluar
Dan tak berapa lama kulihat wanita cantik kutaksir sekitar umur 30 melihatku dan berjalan ke arahku disusul dua gadis belia di sampingnya.mereka benar benar cantik bak bidadari

ibu julia memakai semacam gaun tanpa lengan selutut yang agak ketat dengan belahan dada yang agak rendah dengan tas jinjing merah besar di tangannya

Sementara wanita berambut panjang agak pirang memakai dress belang sepaha memakai hells yang berbelahan rendah juga yang kuyakin ini pasti mbak melisa

Sementara wanita yang satu berwajah cantik bergigi kelinci memakai skinny jeans putih ketat dengan tanktop hitam memakai jaket kecil berwarna merah

“Ini mas aji yah supir baru?” Katanya sambil menunjukku

“Iya bu julia saya aji supir baru”. Kataku

“Oh ya sudah tolong bantu angkat barang barang yah masukin ke mobil.aku lalu mengambil beberapa tas plastil dan koper yang cukup besar berjalan menuju parkiran disusul bu julia dan anak anaknya

Setelah memasukkan barang aku membukakan pintu untuk mereka. Ibu julia duduk di depan sementara kedua anaknya duduk di belakang selama perjalanan aku kadang melirik ke arah samping kiri dan belakangku paha paha putih mulus membuatku sering meneguk ludah

“Kenapa tadi kamu memakai kardus ji untuk mencari kami”tanya bu julia memecah keheningan

“Saya bingung bu untuk memberitahukan ke ibu tentang keberadaan saya makanya saya nulis nama ibu di kardus,maaf bu kalau tindakan saya memalukan ibu”kataku dengan nada memelas

“Nggak apa kok,kenapa nggak hubungin
saya aja?’ Tanyanya lagi

“Maaf bu saya nggak punya handpone” kataku dengan suara lirih

“Ya sudah kita singgal di mall aja dulu kalau gitu sekalian nyari makan dan beli hape buat kamu” kata ibu julia

“Nggak usah ibu merepotkan saya antarkan saja ibu ke tempat makan”

“Udah nggak apa,kan penting juga buat kerjaan kamu kalau kami perlu untuk diantar kan bisa hubungin langsung, ayo cepat ke arah arya duta mall yah”

“Iya bu”aku hanya mengikutinya saja

Sesampai di mall aku dan bu julia berjalan ke lantai 3 tempwt gadget centre sementara anaknya masuk ke restoran memesankan kamu makanan
Setelah membeli hape samsung galaxy ace 2 aku dan bu julia menuju restoran di meja sudah ada 3 piring steak tenderloin dan 1 nasi goreng serta 4 jus jeruk

Aku merasa minder,dikelilingi bidadari di meja ini kulihat beberapa tatapan iri para pengunjung pria lain,bagaimana bisa seorang pria berpenampilan biasa duduk semeja makan dengan 3 bidadari berpakaian sexy bertubuh sintal dan berwajah cantik

“Mas ngelamun aja nih ngelamunin pacarnya yah hihi”suara wanita agak serak tapi menggemaskan memecahkan lamunanku.kulihat wanita bertanktop hitam yang duduk di samping kiriku tersenyum manis

“Nggak baik loh mas ngelamun entar kesambet lagi hihi” wanita berpakain dress belang menimpali disambut tawa halusnya

“Hehe saya nggak ngelamun kok non kataku pada wanita berdress belang di kananku

“Mas namanya aji yah panggi aja saya lisa yah katanya tersenyum manis,

“Kalo aku panggil aja ita yah mas” kata wanita bertangktop hitm

“Iya non lisa dan non ita” kataku sambil menganggyk angguk

“Sudah makan dulu nanti ngobrolnya” kata ibu julia

Setelah selesai makan kami segera keluar dari mall dan menuju mobil

Setelah 45 menit akhirnya kami sampai.dengan membunyikan klakson pak toto segera membukakan gerbang
Setelah mereka turun dan masuk ke dalam rumah aku menyusul mereka membawakan barang barang mereka.

“Yang dalam tas plastik bawakan ke kamar melisa dan vita yah ,kalau yang koper besar bawakan ke kamar saya ” kata bu julia

Aku lalu menyusul ke lantai 2 terdapat 3 kamar di sana kubawakan tas plastik ke kamar vita dan melisa lalu ke kamar vita.setelah itu aku segera ke kamar ibu julia yang tadi sempat di tunjukkan

“Taruh aja di sana”katanya sambil melirik kearah depan lemari sambil tangannya sibuk mengikat rambutnya sehingga payudaranya yang proporsional makin membusung dan juga kemulusan ketiak putihnya dapat kulihat

“I i iya bu” kataku terbata setelah melihat pemandangan indah depanku.setelah menaruh kopernya aku langsung berbalik namun tiba tiba suara ibu julia terdengar

“Jangan dulu keluar tolong tutup pintunya trus kembali kesini ada yang mau saya tanyakan”

“Iya bu”

Kira kira apa yang ingin dia tanyakan entahlah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*