Home » Cerita Seks Mama Anak » My Fate, My Life Chapter 4

My Fate, My Life Chapter 4

Chapter 4

Aku terbangun dengan selimut yang telah menutupi tubuhku.rasanya badanku benar benar lelah ditambah seharian belum makan aku benar benar lemas.aku menoleh ke sebelah kiriku kulihat ibu masih tertidur,tanpa berpakaian dan berbagi selimut denganku.Aku tak pernah menyangka keperjakaanku diambil oleh ibuku.di balik sikapnya yang santun dan alim ternyata dia benar benar liar saat di ranjang.
Aku benar benar merasa bersalah pada ayahku.ayah pasti kecewa, seandainya dia masih hidup entah apa yang akan ia lakukan padaku karna telah meniduri istrinya yang tak lain ibu kandungku.Rasa sesal benar benar melingkupi hatiku,aku bertanya tanya kenapa ibu sampai melakukan hal gila ini

Aku lalu keluar dari kamarku berjalan ke dapur ternyata hanya ada roti dan selai untuk ku makan.nampaknya memang ibu belum masak.setelah makan 4 potong roti dan minum air putih aku kembali ke kamarku

Kulihat selimut yang menutupi badan ibu melorot ke bawah sehingga payudara besarnya terlihat.kutarik selimut itu dan menutup kembali dadanya,entah kenapa sekarang setiap melihat ibu rasa bersalahku makin besar kepada ayah.aku ingin keluar dari rumah ini,aku ingin kabur,aku tak ingin sampai ibu khilaf dan melakukan hal gila ini lagi.meski ibu bilang untuk tak meninggalkan dia tapi karna perbuatanya aku merasa aku harus meninggalkannya dulu untuk sememtara.agar dia bisa koreksi diri

Aku kemudian mengambil tas ranselku yang cukup besar kumasukkan beberapa kaos dan boxerku serta celana jinsku. Mengambil ijasah sma ku. Lalu aku mengambil dompetku dan uang tabungan yang ada dalam celenganku
Setelah selesai kuambil secarik kertas dan pulpen lalu kutulis surat untuk ibuku

“Ibu maaf aku harus pergi untuk sementara rasa bersalahku pada ayah dan kecewaku padamu membuatku harus pergi tapi tenang saja bu akan kucoba untuk mencari kerja untuk bisa melunasi hutangmu.”

Setelah menulis surat aku menaruhnya di tangan ibu kuambil hapeku kubuka kartu simnya dan kusimpan di meja agar dia tak bisa menghubungiku.

Secara mengendap endap aku keluar dari rumah agar dia tak terbangun,motor peninggalan ayah sengaja tidak kubawa takut suaranya malah membangunkannya.lagi pula mungkin motor itu lebih bermanfaat untuknya

Aku kemudian berjalan ke luar perumahan.sambil ku bakar rokok ice ku aku melangkah tak tentu arah yang kutahu aku ingin jauh dari rumah
Entah sudah berapa lama ku berjalan aku sudah berada di gor yang berada di tengah kota aku putuskan untuk duduk sejenak melepas lelah.5menit duduk tiba tiba ada sekitar 8 orang laki laki menghampiriku dari tampilannya mereka ini preman yang kayaknya biasa nongkrong di daerah sekitar sini

“Eh loe ngapain duduk sini ini tempat duduk kita, kalo mau duduk bayar njing”kata salah satu preman yang bertubuh kekar.aku malas mencari masalah sebenarnya lalu kutanya “emang bayar berapa bang”.

Mereka hanya tertawa.”serahin aja semua duit loe” kata preman yang bertubuh gendut.Aku tidak mungkin memberikan semua jadi kukeluarkan 50 ribuan dan kuserahkan

“Cuma segini duit gue bang” ,mereka tidak segera mengambil uang itu malah 2 0rang dari mereka menarik paksa aku sehingga berdiri dan memegangiku sementara 2 orang menggeledahku.Aku benar benar tak bisa melawan ditambah badan mereka yang besar kalah jauh dibanding badanku yang kurus

“Wih ternyata duitnya banyak bos 100,200 ada 800 bos lumayan buat beli minum trus booking jablay haha” kata preman yang hidungnya ditindik pada orang yang kekar tadi

“Jangan bang,jangan ambil semua” kataku memelas, “ah banyak bacot” kata preman yang gendut langsung menghajar perutku melihatku terjatuh mereka secara membabi buta menghajarku habis habisan.melihatku yang sudah babak belur mereka langsung pergi sambil tertawa meninggalkanku yang berdarah sambil mengingat kejadian ini
Dengan lemas aku berjalan kembali menuju jalanan besar namun kesialanku belum berhenti hujan deras tiba tiba saja turun.aku langsung menggigil kedinginan akibat hujan.untunglah ada halte bis di depanku kuputuskan untuk singgah di sana.

Tak berapa lama ada pengendara motor ninja singgah berteduh di halte.setelah berdiri di sampingku ia buka helmnya ternyata ia adalah bapak2 sekitar umur 40an dari gaya berpakaiannya ia adalah seorang yang kaya memakai kemeja dan celana kain serta jaket yang bagus ditambah sepatu van tovel yang mengkilat

“Kamu kenapa dek?” Tanyanya melihat kondisiku, “nggak apa pak tadi habis berantem biasa anak muda heheh, bapak dari mana malam malam gini” tanyaku untuk mencairkan suasana. “Dari kafe dek ngopi sambil reuni sama sahabat” katanya ramah

“Kamu mau kemana dek?” Tanyanya.jujur aku bingung mau jawab apa,tidak mungkin kubilang kalau aku kabur dari rumah.”hmm anu pak saya datang dari kampung mau nyari pekerjaan pak”.

“oh nama kamu siapa dek?”tanyanya.”saya aji pak,kalau bapak?” Kataku sambil menyodorkan tangan untuk salaman.”nama saya pak mustafa ” katanya menyalamiku

“Kamu mau bisa bawa mobil nggak dek,kebetulan saya lagi nyari sopir?”katanya.”bisa pak” aku langsung menjawab.selama sma aku memang pernah belajar nyetir dengan meminjam mobil temanku

“Tapi pak kenapa nawarin ke saya kan bisa nyari agen atau apalah apa bapak tidak curiga sama saya” sambungku menjawab tawarannya

“Bapak percaya sama kamu dek,kalo bapak lihat kamu orang yang baik.ayok ikut ke rumah bapak hujan dah reda”
Setelah memakai helm dam naik ke motornya aku menyusul pak mustava naik. 30 menit kemudian aku telah sampai di perumahan yang elit bertuliskan perumahan graha indah.rumah disini jauh berneda dengan perumahan tempatku tinggal.

Aku sampai pada gerbang bertuliskan nomer 79.pak mustava membunyikan klakson motornya dan tampak satpamnya yang kutaksir berumur 30an bertubuh tinggi besar membukakan gerbangnya
Begitu memasuki halaman aku tercengang melihat rumahnya yang berlantai 2 berpilar besar di sampingnya terdapat 3 mobil, sebuah honda jazz,innova dan hummer berjejer.

Begitu sampai di garasi aku dan pak mustava turun dan berjalan masuk ke rumah.pintu di bukakan oleh seorang wanita yang berumur 37 tahunan,wajahnya manis walau hidungnya agak pesek di tambah tubuhnya yang bagus

“Inah,Tolong buatin teh 2 yah taruh aja di ruang tamu”kata pak mustava pada wanita yang bernama inah ini.”iya tuan” katanya lalu masuk kedalam.Aku dan pak mustava lalu menyusul kedalam.”kamu tunggu di ruang tamu yah dek saya ganti baju dulu diatas”.katanya

Aku lalu menuju ke ruang tamu dekat pintu depan kulihat pak mustava masuk kedalam.rumah ini benar benar luas mungkin 3 kali lipat dari rumahku.di ruang tamu kuperhatikan banyak guci guci serta keramik dan juga sebuah foto besar di dinding.foto keluarga pak mustava.

Di dalamnya ada 4 orang ,pak mustava dan 3 wanita yang sepertinya istri dan anaknya.3 wanita itu cantik cantik dan bertubuh sexy, wajah mereka blasteran eropa indo.

“Ini den tehnya” kata bi inah mengejutkanku.”jangan panggil den bu panggil aja aji saya calon supir disini” jawabku sambil tersenyum.”oh sopir baru toh hihi,ya udah saya kedalam dulu yah” katanya sambil berlalu

5 menit kemudian pak mustava datang dengan memakai kaos merah dan celana pendek “maaf yah dek lama ayo diminum tehnya biar hangat”

“Langsung saja yah dek nanti kamu jadi sopir yang bertugas mengantar anak anak saya ke sekolah dan kuliah serta istri saya untuk berbelanja,tugas kamu sekalian mencuci mobilnya.untuk anak bungsu saya pake aja yang honda jazz sedangkan untuk istri pake aja innova paham”

“Iya pak” kataku.”istri dan anak saya lagi ke bali untuk berlibur sekalian ketemu sama mertua saya yang berlibur juga dari inggris besok siang mereka
pulang kamu jemput mereka”

“Iya pak siap” kataku sambil menganggukan kepala.”ya sudah nanti bi inah yang nunjukin kamar kamu, kalo mau makan silahkan bilang aja ke bi inah, saya tidur duluan besok ada meetimg,bi…bi inah…”katanya sambil beranjak dari kursi memanggil pembantunya

“Ya tuan” kata bi inah yang datang dari dalam.”antarkan aji ke kamarnya saya tidur dulu”kata pak mustava meninggalkan kami.

“Ayo ji saya tunjukin”.Aku bersama bi inah berjalan masuk melewati ruang keluarga yang luas dengan sofa yang besar di dalamnya terdapat dvd player dan tv plasma 32 inchi di dalamnya. Setelah melewati tangga ada pintu di samping rumah yang mengarah ke kolam renang dan terdapat beberapa kursi santai dan meja berpayung disana,lalu agak sedikit berbelok ke dalan ada dapur yang cukup besar. Terdapat 2 buah pintu disana

“Ini kamarnya ji yang disebelah kamar saya kalo perlu apa apa bilang aja yah kalo mau makan ambil aja disitu” katanya sambil menunjuk meja kecil di dekat rak yang ada disana tertutup tudung saji.”saya masuk dulu yah” katanya lalu masuk ke kamarnya

Aku lalu membuka pintu kamar didepanku ada sebuah ranjang single bed dari kasur busa sebuah meja kecil dengan cermin di sudut kamar serta lemari dan juga di sebelah kiriku ada pintu kamar mandi

Setelah mandi membersihkan lukaku aku lalu memakai boxer bertelanjang dada.menyusun pakaianku dalam lemari setelah beres aku lalu naik ke kasur menarik selimut dan mulai memejamkan mata. Sambil berfikir

Semoga keputusan yang kuambil ini tepat ayah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*