Home » Cerita Seks Mama Anak » My fate, My Life

My fate, My Life

Chapter 1

Takdir..adalah hal yang selalu jadi misteri yang sudah di tuliskan oleh Tuhan buat kita.begitupun aku yang kini bertanya tanya dalam hati..apakah ini takdirku.Sambil memegangi pipiku yang bengkak,kepalaku yang berlumuran darah ditambah napasku yang lelah bagai orang yang habis lari berkilo kilometer, dan juga badanku yang serasa remuk setelah habis dipukuli preman sekitar lapangan gor yang berjarak beberapa kilo dari rumahku,setelah mereka puas mengambil uang tabungan yang kubawa serta dompetku mereka meninggalkan aku sendiri disini meratap nasib harus kemanakah aku..

Padahal sudah sejauh ini aku kabur dari rumah.Yah aku memang kabur dari rumah setelah mengetahui kelakuan orang itu.Orang yang harusnya kuhormati dan kusayangi,orang yg katanya ada surga di telapak kakinya.Orang itu IBUKU

Aku seorang anak tunggal bernama Aji putra pratama seorang anak tunggal dari pasangan (Alm) Muhammad iman dan ibu radiah.Ayahku seorang pensiunan pegawai negeri berumur 60 tahun dan ibuku seorang ibu rumah tangga berumur 40 tahun yang punya warung kecil kecilan di depan rumah kami

Ayahku memang telah meninggal beberapa hari yang lalu akibat penyakit paru paru dan juga penyakit gula dan sebelum meninggal beliau menyuruhku untuk menjaga ibuku.dapat kulihat dari cara bicaranya beliau sangat mencintai ibuku.sebelum aku tahu bagaimana sifat aslinya yang membuatku kabur dari rumah karna betapa kecewa, marah dan jijik melihat perbuatan dan sakit hati mendengar kata katanya.

Seminggu setelah ayahku dimakamkan.Ibuku berencana pergi kepasar untuk membeli dagangan yang biasa dijual seperti coklat permen dan jajanan anak kecil lainnya.

“Aji antarin ibu dong ke pasar ibu mau membeli barang dagangan nih di tempat pak kosim”

sekilas tentang pak Kosim dia adalah pedagang grosiran langganan ibuku di pasar.

“Iya bu saya ambil jaket dulu” kataku pada ibu

“iya tungguin di motor aja yah ibu ganti baju dulu sekalian panasin motornya”.

kuambil jaket hitam tebal kesayanganku menutupi tubuhku yang agak kurus namun berotot.

Aku berjalan ke garasi ke arah motor honda astrea butut milik ayahku yang kadang suka rewel dan mogok.

Setelah 15 menit menunggu ibuku keluar dari rumah,dia memakai baju gamis dan kerudung aku memperhatikan wajahnya di usianya yang sekarang walau tanpa make up ibuku masih tetap cantik dengan mata belo, bibir sensual hidung mancung yang sekilas mirip aktris sekaligus penyanyi jaman dulu Meriam belina.tubuhnya pun masih indah dengan payudara 34c dan pantat yang sexy yang selalu di tutupi dengan busana yang santun

“Ibu cantik sekali” kataku saat dia tepat berada di hadapanku

” ah anak ibu masa tua gini masi cantik sih hihi” katanya sambil terkekeh pelan,

” beneran bu pantas ayah cinta dan sayang pada ibu” kataku dan beliau hanya tersenyum saja.

“Ayo nak berangkat” kata ibu sambil mendudukan bokong seksinya ke jok motorku. “Oke bu” kataku sambil mulai menjalankan motor menuju pasar

Setelah 45 menit di perjalanan akhirnya kami sampai di pasar matahari begitu panas karna kami berangkat sekitar pukul 10.

“kamu tunggu disini saja yah nak ibu aja yang kedalam” kata ibu.

“iya bu ” kujawab singkat sambil mengangkat tangan mencoba berlindung dari terik dan silau mentari.

Setelah ibu berjalan masuk kepasar yang masih agak ramai walau sudah menjelang siang kuputuskan untuk duduk di warung penjual es cendol yang memiliki tenda di sekitar pasar.

” Bang es cendol satu yah”.”siap mas ” katanya.
Setelah habis menikmati es cendol aku menghidupkan rokok LA ice ku.fyuuuuhhhh ah panas panas gini memang palik nikmat rokok mint.

Dari mulai masuk sma sampai lulus aku mulai merokok dan rokok mint ini kesayanganku.

“Nungguin siapa mas istrinya yah” kata pedagang itu.

“Hahaha bukan bang masih umur 19 tahun gini masa udah punya istri” kataku .

“oh kirain mas sudah 25 heheh”.Asem mukaku setua itukah, mungkin karna kumis tipis dan janggut serta tinggiku yang menjulang 181 cm makanya dilihat tua.

Hampir sejam aku menunggu entah sudah berapa batang habis ibuku belum muncul kuputuskan masuk kedalam pasar ke stan milik haji kasim,begitu aku masuk loh kok tutup kemana dia perassaan kata ibuku dia ingin berbelanja disini kutanya sama pedagang yang di sebelahnya

“mba pak kasim kemana?” .

“oh dia memang nggak buka dari pagi tadi mas katanya ada acara dirumahnya bareng asisten asistennya si alex dan rudi”.aku terdiam dan berfikir hampir sejam ibuku dimana yah kucoba hubungi hapenya tapi tidak aktif.

“mba tau rumah pak kasim?” .

“di gang belakang mas satu satunya rumah lantai 2 bercat hijau”kata mba memberi intruksi.

“makasih mba”

Aku berjalan menuju gang yang ada di belakang pasar dan setelah melihat rumahnya aku langsung masuk ke halamannya yang cukup luas di depan pintu kulihat banyak sendal dan salah satunya sendal ibuku.

“ngapain ibu disini” kata batinku bertanya tanya, kucoba ketuk pintunya tidak ada jawaban kucoba putar ternyata tidak terkunci aku masuk melihat keadaan kosong di ruang tamu.”ibu dimana yah?”

Dukkk dukkk dukkk, aku di kejutkan suara gaduh diatas lalu aku naik ke lantai dua untuk tau suara apa itu..ahhhh ahhhh ahhh hmmmmmm ghakk ghakk begitu depan pintu aku di kejutkan dengan suara desahan dan suara seperti berkecipak.

“hahaha mantep bener nih memek ngejepit banget” terdengar seperti suara pak kasim dari balik pintu.

“bapak harus coba boolnya pak sempit bener ahhhh enak bener nih perek jilbaban.

Ahhhh mulutnya nyedot banget lex kayak vacum cleaner gua rasa udah mau jebol gua”.

” Hahaha payah loe rud gimana kalo loe nyobain pantatnya jangan baru semenit dah crot loe “.

Aku hanya terdiam depan pintu sambil menyangkal pikiranku kalo ibuku lagi dientotin beramai ramai oleh mereka.aku melihat ada lubang ventilasi diatas pintunya lalu aku mencoba mengambil kursi dan berjinjit ke atas.

Pemandangan yang kulihat membuat darahku berdesir.Ibuku dalam posisi terlentang tubuhnya sudah telanjang namun jilbabnya masih di pakai ada alex dibawahnya yang sepertinya menggenjot anusnya, pak kasim diatasnya sambil menggoyang kontolnya dalam memek ibuku sementara rudi tengah di oral. Untuk pertama kalinya aku melihat tubuh wanita telanjang setelah selama ini aku hanya melihatnya dalam film bf dan berakhir dengan masturbasi aku lalu mengambil hapeku dan merekam aksi gila ini untuk kupertanyakan pada ibuku.

Hmmm hmpmh plooop ahhhh ahhhhh nikmatnyaa ayo terus genjot puasin aku yah terus pak hajar kedua lubangku ooohhhh keluar lagi pak.

“hahaha dek diah udah orgasme yang ketiga kali nih keenakan niye dasar istri kurang ajar suami minggu lalu meninggal malah entot entotan bukannya di doain juga” kata pak kasim sambil menggenjot liang surga ibuku.

“ahhh ahhh ahh peeerrsettan diaaa pak ini gara gara dia selama 10 tahun nggak ngegarap saya setelah kita ketahuuuuaann ssellingkuh duluhhh aphaak au lex bool saya jangan dicubit dong”kata ibuku sambil digenjot habis habisan.Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat dan kudengar inikah ibuku aslinya,inikah orang yang bapakku cintai,pantas saja saat umur 9 tahun pernah kulihat ibuku menangis sambil memeluk ayahku ternyata dia ketahuan selingkuh.

“Ahhhhhh guuuaaa nggakkk tahan lagi rasain nih perek gua ngecrot dalam memek loe”.nampaknya pak kasim akan ejakulasi.

“ahhhhhh gguuaa jugaa” teriak alex.

“ahhhhh keluar ” rudi mengejan dan berteriak crrrooott croot sperma menyiprat di wajah ibuku.

“ayo bapak bapak keluarrr barrrreenngghhh ohhhhh nikmmattnyyaa” crooot croook serr serrr. Tubuh mereka menegang dan setelah itu pak kasi terjatuh menimpa ibuku

Setelah selesai merekam aku lalu segera mengembalikan kursi dan segera keluar menuju rumah pak kasim dan berlari setelah keluar dari gerbang aku masi tak percaya pada apa yang kulihat dan kudengar aku lalu kembali ke motor sambil melap keringatku dengan baju

Setelah 20 menit ibuku datang aku berpura pura bertanya seakan tak tahu apa apa.yang kulihat sekarang bukan lagi ibuku tapi seorang wanita murahan

“Maaf nak ibu lama toko pak kasim tutup terus setelah dari situ eh malah ketemu teman sma ibu jadinya malah ngobrol hihi maaf yah sayang”kata dia hebat sekali kebohongannya.

“iya nggak apa bu ayo pulang bu”. Dalam perjalanan aku pulang dalam keadaan bisu fikiranku masi mengingat kejadian tadi walau memang kontolku sempat bereaksi akibat pemandangan tadi tapi lebih besar rasa amarah.Maaf ayah Aji kayaknya tidak bisa tepati janji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*