Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 76 (Tamat)

Wild Love 76 (Tamat)

Penutup

Seorang bocah SMP kelas 2 sedang makan disebuah warung yang ramai tampak dia sedang menunggu makanannya. Selang beberapa saat, seorang bocah memberikan pesanannya karena ibunya berteriak menyuruh anak lelakinya tersebut.

ÔÇ£Wongsooo… bantu ibuÔÇØ ucap ibu warung

ÔÇ£ya bu…ÔÇØ ucap wongso, kemudian membawa piring berisi nasi

ÔÇ£ini mas…ÔÇØ ucap wongso kepada bocah tersebut

ÔÇ£terima kasih masÔÇØ ucapnya

Kemudian dimakannya makanan tersebut dengan lahapnya. Dilihatnya seorang bertubuh besar sedang makan dengan ganas.

ÔÇ£apa kamu lihat-lihat, tak gitik (hajar) baru tahu rasa kamuÔÇØ ucap bocah bertubuh besar ini

ÔÇ£karyo karyo, wes to mangan masÔÇÖe ki gumun karo manganmu (sudah to makan, masnya itu hera ldengan cara makanmu)ÔÇØ ucap seorang bocah kepada karyo ya nama anak itu karyo

ÔÇ£eh, maaf mas maaf gihÔÇØ ucap bocah yangmelihat tadi

ÔÇ£sudah mas tenang saja, karyo memang seperti itu, tul g jo?ÔÇØ ucap seorang bocah di samping parjo

ÔÇ£iya mas sudah nyante sajaÔÇØ ucap parjo

ÔÇ£iya iya aris, paijo… Cuma mbentak saja preeet…ÔÇØ ucap karyo

ÔÇ£ha ha ha makan lagi yoÔÇØ ucap aris diikuti tawa parjo dan karyo

Bocah itu hanya tersenyum dan kemudian melanjutkan makannya. Setelahnya dia keluar dari warung dan berjalan menuju rumahnya, karena hari sabtu dia malas pulang dengan naik bis. Ingin sekali-kali berjalan menuju rumahnya. Dilihatnya sekerumpulan bocah sedang mengintimidasi seorang bocah lainnya. Didekatinya kerumpulan itu oleh bocah yang berjalan.

ÔÇ£apa kamu mau ikut-ikutan?!ÔÇØ ucap seorang bocah dengan wajah garangnya

ÔÇ£dah wo, cukup dia saja, dia ndak ada urusan dengan kitaÔÇØ ucap seorang bocah menarik dewo ya nama anak berwajah itu dewo

ÔÇ£sekalian saja kita hajar anak ini tugÔÇØ ucap dewo membalas ucapan tugiyo

ÔÇ£namabahi masalah saja kamu wo, sudah fokus sama dia sajaÔÇØ ucap seorang bocah lagi

ÔÇ£maaf mas, saya Cuma heran tadi kok ada ramai-ramaiÔÇØ ucap bocah berjalan itu

ÔÇ£dah mas, kamu pergi saja daripadaÔÇØ ucap tugiyo

ÔÇ£bener itu kata udin, dah jalan sana!ÔÇØ ucap dewo

Bocah itu kemudian melewati kerumunan tersebut terdengar ketika dewo berteriak.

ÔÇ£DASAR KAMU PAIJO ILMAN EDAN, ASU!ÔÇØ ucap dewo

Sedikit menengok kebelakang dan langsung berjalan kembali karena sudah terjadi hantaman ke arah dua orang bocah yang disebut namanya. Tak ada perlawanan dari mereka berdua, selain kalah jumlah kelihatannya kalah kekuatan. Selang beberapa saat ketika dia berjalan dan tiba-tiba ada segerombolan anak sedang main bola, 5 pemain lawan lima pemain disebuah taman yang tidak seharusnya tidak dibuat untuk main bola.

Dug dug dug dug…

ÔÇ£Mas, lempar bolanyaÔÇØ ucap seorang bocah

ÔÇ£oh iya mas, sebentar saya ambilkanÔÇØ ucap bocah berjalan itu

ÔÇ£ini mas…ÔÇØ ucap bocah berjalan itu melempar bola kearah mereka. bocah tersebut kemudian melihat sejenak permainan anak-anak itu

ÔÇ£woi nton, operÔÇØ ucap seorang

ÔÇ£nih..ÔÇØ ucap anton yang tadi meminta bola

Anton mendapat umpan kembali dari temannya…

ÔÇ£ati-ati, ada Joko!ÔÇØ teriak seorang yang memberi umpan

ÔÇ£Her, hadang anton dari samping!ÔÇØ teriak seorang bocah yang disebut joko

ÔÇ£okey siap!ÔÇØ teriak seorang bocah bernama hermawan

Sejenak dia melihat permainan bola itu dan langsung kembali berjalan. Langkahnya mengikuti alunan musik dari bibirnya. Tiba-tiba, ada seorang bocah laki-laki berlari membawa bra wanita.

ÔÇ£DIRAAAA! Kembalikan itu punya emaaaaak!ÔÇÖ teriak seorang wanita paruh baya

Bocah yang dipanggil dira itu berlari dengan tawa ceria tampak ada ketakutan tapi tak terlihat. Ketika berlari melewati bocah berjalan itu.

ÔÇ£eh, kamu ganteng deh muah…ÔÇØ ucap dira yang langsung berlari lagi

Bocah itu tampak bingung ketika melihat bocah SMP yang seumuran dengan dia dan membawa bra. Wanita setengah baya itu kemudian berlari melewati bocah berjalan tersebut. Garuk-garuk kepala yang bisa dilakukan bocah itu. bocah itu kembali berjalan menuju rumahnya, dengan bernyanyi riang. Karena merasa lelah berjalan, bocah tersebut mengambil jalan pintas. Jalan yang sepi dan jarang dilalui, tiba-tiba…

ÔÇ£asyik nih mangsa baru ha ha haÔÇØ ucap seorang lelaki berbaju SMA dengan sebuah bed nama bertuliskan Tako

ÔÇ£jangaaaann hiks hiks…ÔÇØ ucap perempuan dengan berbaju SMA, kedua tangannya menyilang di dadanya

ÔÇ£halah, cewek jelek kaya kam itu dijual ndak laku, mending gratisan saja tul ndak Tako, Wol?ÔÇØ ucap seorang lelaki yang lain yang juga berbaju SMA dengan bed nama bertuliskan Tolo

ÔÇ£benar, pinter juga kamu Tako menarik hati cewek ini ha ha haÔÇØucap lelaki dengan bed nama bertuliskan Emot

Terlihat tiga anak SMA itu mengerubung gadis SMA tersebut. Tas dan Sepatu gadi itu berserakan, tempat itu juga sedikit berantakan dengan tong sampah yang tergeletak. Sebuah tanda perlawanan dari gadis tersebut. Bocah itu melihatnya antara takut dan berani.

ÔÇ£kamu dulu Tako, kamu yang punya mangsaÔÇØ ucap Tolo

ÔÇ£perawannya buat gue ha ha ha…ÔÇØ ucap Tako

Sebuah keberanian akhirnya muncul, sebuah ingatan akan melindungi ibunya.

ÔÇ£HEI HENTIKAN!ÔÇØ teriak bocah tersebut

ÔÇ£SIAPA KAMU?! BERANI-BERANINYA GANGGU! MAU MATI!ÔÇØ teriak Tolo

ÔÇ£hentikan kita tidak boleh menyakiti perempuanÔÇØ ucap bocah tersebut

ÔÇ£habisi saja panÔÇØ ucap Emot

Dengan tubuh yang memiliki tinggi sama, bocah itu didatangi oleh dua orang, Tolo dan Emot. Langsung Tolo mengarahkan pukulan ke arah bocah tersebut, bisa dihindari namun naas, sebuah tendangan tidak bisa dihindari. Bocah itu terjatuh terjengkang, berdiri lagi sambil menahan sakit diperutnya. Pukulan kembali datang dari Emot, dihindarinya dengan membungkuk dan kemudian sebuah upper-cut langsung mendarat dirahang Emot. Emot, terjungkal kebelakang.

ÔÇ£bajingan!ÔÇØ teriak Tolo

Tolo tebang menendangnya, lagi-lagi bocah tersebut mennghindarinya kesamping. Dalam posisi melayang Tolo terkena pukulan tepat di wajahnya, Langsung jatuh ke tanah.

ÔÇ£woiÔÇØ teriak Tako

Pasir di taburkan oleh Tako ke arah mata sibocah. Bocah tersebut langsung mendapat pukulan telak bebepara kali, hingga wajahnya babak belur dikeroyok mereka bertiga. Dalam posisi duduk dan meringkuk, ditendangnya bocah tersebut hingga punggungnya menghantam ke tembok. Benar-benar sebuah pemandangan yang hancur dan lebur untuk bocah itu.

ÔÇ£makanya jadi orang jangan sok jago!ÔÇØ teriak Tako

Dengan mata sedikit pedih, bocah tersebut melihat sebatang kayu. Ketika mereka tertawa menertawai bocah tersebut, bocah meraih batang kayu itu. dengan cepat, dia berdiri, diayunkan tepat mengenai kepala Tako. BOCOR!

ÔÇ£sialan !ÔÇØ teriak Tolo

Brakk!…

ÔÇ£ARGH!ÔÇØ Tolo tersungkur dengan darah di wajahnya

Brak!… sebuah pukulan mendarat dikepala Emot yang hendak berlari

ÔÇ£Sialan kamu! bajingan!ÔÇØ ucap tako

ÔÇ£pergi atau aku bunuh kalianÔÇØ ucap bocah tersebut dengan wajah babak belur ada darah yang mengalir.

ÔÇ£dasar bajingan kami tato tidak akan melupakanmu!ÔÇØ ucap tako yang berlari bersama tolo dan emot

Mereka lari tunggang langgang dan berteriak akan membalas dendam. Setelah mereka pergi, di buangnya batang kayu itu. Dilihatnya sepatu dan tas hitam cangklong, diambil oleh bocah tersebut. Dengan senyuman, dia berlari ke arah gadis tersebut.

ÔÇ£hiks hiks hiks hiks hiksÔÇØ tangis gadis tersebut

ÔÇ£MbakÔÇÖe-nya….ÔÇØ teriak bocah tersbeut menghampiri gadis yang sedang

ÔÇ£hiks hiks hiks hiks hiksÔÇØ tangis gadis masih terdengar

ÔÇ£mbakÔÇÖe-nyaaaaaa…ÔÇØ ucap bocah tersebut didepan gadis itu, menaruh tas dan sepatunya

ÔÇ£sudah jangan menangis…ÔÇØ ucap bocah tersebut

ÔÇ£takuuuut! Hiks hiks hiksÔÇØ ucap gadi tersebut

ÔÇ£kan mereka sudah pergi mbakÔÇÖe-nyaÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£terima kasih hiks hiks hiks…ÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£ini sepatu mbakÔÇÖenya sama tasnya kan??ÔÇØ ucap bocah tersebut

ÔÇ£heÔÇÖem… hiks hiks hiksÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£dipakai dulu mbakÔÇÖe-nyaÔÇØ ucap bocah tersebut

Dengan duduk ditanah dan juga menangis gadis tersebut memakai sepatunya. Gadis dengan kulit gelap, potongan rambut model laki-laki. Ketika bocah tersebut melihat gadis tersebut memakai sepatu dan kaki gadis itu terangkat sedikit ke atas. tiba-tiba bocah itu membuang mukanya.

ÔÇ£kenapa?ÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£ndak papa, itu ada belalang melompat kesanaÔÇØ ucap bocah tersebut menahan malu, entah karena dapat suguhan yang indah atau bagaimana

Gadis tersebut kemudian berdiri dan membenahi pakaiannya tak ada bed nama di seragamnya. Dilihatnya boah berkulit putih tersebutyang tingginya sama dengannya, padahal baru kelas 2 SMP.

ÔÇ£mbakÔÇÖe-nya rumahnya mana?ÔÇØ ucap bocah tersebut

ÔÇ£luar daerah…ÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£mbakÔÇÖe-nya mau pulang?ÔÇØ ucap bocah tersebut dan dijawabnya dengan anggukan

ÔÇ£owh.. ayo aku antarÔÇØ ucap baocah tersebut

ÔÇ£terima kasih sudah menolongku, kamu bisa mati tadiÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£aku masih hidup kan? Ha ha ha aku lelaki kuat mbakÔÇÖe-nya, karena aku mau selalu melindungi ibukuÔÇØ ucap bocah tersebut

Gadis itu tersenyum, tiba-tiba saja bocah tersebut terdiam melihat senyuman gadis itu…

ÔÇ£kenapa?ÔÇØ gadis itu bertanya

ÔÇ£senyum mbak manis, lebih manis dari ibuÔÇØ ucapnya polos

ÔÇ£kamu ada-ada saja…ÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£oh ya, mbakÔÇÖe-nya rumahya mana?ÔÇØ ucap bocah itu

ÔÇ£luar daerahÔÇØ jawab gadise tersebut

ÔÇ£luar daerah ya, wah aku Cuma bisa antar sampai tempat pemberhentian bis. Kareana rumahku tidak jauh dari sini tapi ya jauh juga siiih he he he. MbakÔÇÖe-nya, ayo aku antar ke pemberhentian bisÔÇØ ucap bocah tersebut

ÔÇ£eh… tapi…ÔÇØ ucap gadi tersebut

ÔÇ£kenapa?ÔÇØ ucap bocah itu

ÔÇ£uangku sudah habisÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ouwh… pakai uang arya sajaÔÇØ ucap bocah tersebut

ÔÇ£benarkah, nanti kalau ketemu lagi aku gantiÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£ndak usah MbakÔÇÖe-nyaaaaaa… arya ikhlasÔÇØ ucap arya

ÔÇ£eh, terima kasih, oia namamu arya?ÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£iya, Arya Mahesa WicaksonoÔÇØ ucap arya, sambil mengambilkan uang dan menyerahkannya ke gadis SMA tersebut

ÔÇ£ayo mbak, ntar kehabisan bis ceperanÔÇØ lanjut arya

Tangan arya serta merta langsung menggandeng tangan kanan gadis tersebut. Wajah gadis tersebut memerah, sembari berjalan mengikuti jalan arya. hingga disebuah halte atau tempat pemberhentian bis. Mereka duduk berdua layaknya seorang kekasih.

ÔÇ£MbakÔÇÖe-nya kulitnya putih ya?ÔÇØ ucap arya

ÔÇ£eh, hitam tahu…ÔÇØ ucap gadis itu mencoba lebih akrab

ÔÇ£mmm… itu buktinya kulit mbak putih, kaya kulit ibu tapi putihan mbak deh kayaknyaÔÇØ ucap arya yang menunjuk ke salah satu lengan gadi itu ketika lengan bajunya sedikit dicincing ke atas. gadis tersebut tersnyum malu.

ÔÇ£iiih MbakÔÇÖe-nya senyum, manis sekaliÔÇØ ucap arya

Keduanya duduk bersebelahan tampak tersenyum bahagia, arya tampak menggoyangkan kakinya wajahnya tampak riang sekali walau terluka.

ÔÇ£biar kubersihkan lukamuÔÇØ ucap gadis tersebut

ÔÇ£iya MbakÔÇÖe-nya terima kasihÔÇØ ucap arya

Gadis SMA itu membersihkan luka, tampak arya hanya diam pandangannya tertuju pada kalung yang ada dileher gadis tersebut. Dengan telaten gadis tersebut membersihkan luka arya.

ÔÇ£hati-hatiÔÇØ ucap si gadis

ÔÇ£eh, iya besok arya kalau berkelahi akan hati-hati lagi agar tidak kalah seperti tadiÔÇØ ucap arya

ÔÇ£iyaaa… kamu memang hebatÔÇØ ucap si gadis

ÔÇ£MbakÔÇÖe-nya, kalungnya bagusÔÇØ ucap arya sembari tersenyum

ÔÇ£oh…ÔÇØ diambilnya kalung tersebut

ÔÇ£kamu mau?ÔÇØ ucapnya, sambil menyerahkan kalung tersebut

ÔÇ£boleh MbakÔÇÖe-nya?ÔÇØ ucap arya, gadis tersebut mengangguk

ÔÇ£wah, bagus ya MbakÔÇÖe-nya kalungnya ada cincinnyaÔÇØ ucap arya sembari menggantungkan kalung tersebut dan dilihatnya

ÔÇ£ini dari pacarnya mbak?ÔÇØucap arya

ÔÇ£bukan, aku belum punya pacar kok. Mana ada yang mauÔÇØ ucap gadis SMA

ÔÇ£Arya mau mbakÔÇØ ucap arya polos, tiba-tiba saja wajah gadis tersebut menjadi merah padam

ÔÇ£sudah, kamu sekolah dulu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mbak…ÔÇØ ucap arya pelan

ÔÇ£hmmm..ÔÇØ jawab si gadis

ÔÇ£ini beneran buat arya?ÔÇØ ucapnya sekali lagi

ÔÇ£kalau kamu ndak mau, ya ndak papaÔÇØ ucap si gadis

ÔÇ£arya mau, tapi kalau besok… eee…ÔÇØ ucap arya sedikit malu

ÔÇ£besok apa?ÔÇØ ucap si gadis

ÔÇ£pasti arya kembalikanÔÇØ ucap arya memandang si gadis dengan penuh senyuman

ÔÇ£buat kamu saja ndak papaÔÇØ ucap si gadis

ÔÇ£ndak gitu mbak, anu kalau kita ketemu lagi pas arya sudah gede. Arya bakal kembalikan kalung ini ke mbak, dan mbak mau ndak jadi pacar arya? kalau mau arya juga pengen mbak jadi istri aryaÔÇØ ucaparya dengan nada polos

ÔÇ£eh…ÔÇØ wajahnya kembali memerah

ÔÇ£sudah, kamu jangan bercanda masih kecilÔÇØ ucap si gadis membuang muka melihat ke arah yang lain

ÔÇ£iya sekarang arya masih kecil, tapi kan arya bakal tambah gede MbakÔÇÖe-nya…ÔÇØ ucap arya

Dipandangnya sejenak wajah sedih bocah itu, si gadis tersenyum

ÔÇ£iya deh, tapi beneran kamu mau sama mbak?ÔÇØ ucap si gadis

ÔÇ£iya mbakÔÇÖe-nya, senyum MbakÔÇÖe-nya manisÔÇØ ucap arya

ÔÇ£janji?ÔÇØ ucap si gadis

ÔÇ£janji…ÔÇØ ucap arya dengan jari kelingking mengarah ke si gadis

ÔÇ£janjiÔÇØ ucap sigadis menyilangkan jari kelingkingnya ke jari kelingking arya

ÔÇ£nanti pas arya kembalikan, arya tambahi satu cincin lagi deh biar sepasangÔÇØ ucap arya, gadis itu tersenyum malu

Tiba-tiba sebuah bis datang, berjalan pelan ke arah halte bis dimana arya dan si gadis menunggu. Mereka berdua menoleh…

ÔÇ£mbak, itu bisnya…ÔÇØ ucap arya sekilas tulisan di atas kaca depan bis terbaca oleh mereka berdua

Arya langsung berdiri menggandengn tangan si gadis dan mencegat bis tersebut. Si gadis dengan segera naik ke dalam bis. Si gadis naik dan masih dipintu bis, bis itu melaju.

ÔÇ£eh…ÔÇØ arya baru ingat, bis itu melaju

ÔÇ£MBAKÔÇÖE-NYA, NAMA MBAKÔÇÖE-NYA SIAPA?ÔÇØ teriak arya sembari berlari mengejar bis tersebut

Si gadis itu mendengar teriakan arya, langsung berlari menuju pintu belakang bis…

ÔÇ£DIAN, DIAN RAHMAWATI!ÔÇØ teriak gadis tersebut

Arya berlari dan sambil berlari dia menunjuk telinganya, tangannya kemudian bergoyang sebagai tanda isyarat dia tidak mendengar teriakan si gadis. Tapi si gadis tersebut, dengan bahasa isyarat kedua tangannya menunjuk leher yang berarti tanda kalung dan jari kelingking yang bertautan pertanda janji.

ÔÇ£AKU AKAN TEPATI JANJIKU!ÔÇØ teriak arya yang sudah tidak kuat berlari dan berhenti, sambil mengacungkan jempol ke arah si gadis yang menghilang bersama bis tersebut

Sedikit ada kekecewaan karena dia lupa membaeritahukan nama kepada sang ksatrianya. Si gadis, dian, kemudian masuk kedalam bis setelah sang kernet memintanya masuk ke dalam.

ÔÇ£Ch─½sana tenshi, kimasu (malaikat kecil kemarilah)ÔÇØ ajak seorang nenek

ÔÇ£eh,…ÔÇØ dian bingung

ÔÇ£malaikan kecil kemarilahÔÇØ ucap nenek tersebut dengan menepuk-nepuk tempat duduk disampingnya

ÔÇ£iya nek…ÔÇØ

ÔÇ£Tadi bahasa apa nek?ÔÇØ ucap dian

ÔÇ£bahasa jepangÔÇØ ucap nenek tersebut

ÔÇ£kamu suka dengan bocah itu?ÔÇØ ucap nenek tersebut, dian malu dan mengangguk pelan

ÔÇ£dia pasti menepati janjinya…ÔÇØ ucap si nenek

ÔÇ£mudah-mudahan…ÔÇØ jawab dian

ÔÇ£kamu yakin?ÔÇØ ucap si nenek

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ dian mengagguk

ÔÇ£kalau kamu yakin, pasti akan terwujudÔÇØ si nenek tersenyum dan memeluk dian

Selang beberapa saat nenek tersebut hendak turun…

ÔÇ£ingat, yakinlah Ch─½sana tenshi, malaikat kecilkuÔÇØ ucap si nenek

ÔÇ£doakan ya nek, aku yakinÔÇØ ucap dian tersenyum

ÔÇ£pasti…ÔÇØ ucap si nenek

Mereka berpisah tak lama setelah dian mengobrol.

ÔÇ£aku yakin kamu pasti menepatinya, kamu telah berjanji padakuÔÇØ bathin dian

Setelah mengejar bis itu…

ÔÇ£hash hash hash kenapa lupa tanya nama MbakÔÇÖe-nya ya? sudahlah, aku yakin pasti bertemu dengannya, pasti dan akan kujadikan istrikuÔÇØ ucapnya sembari melihat jalan yang telah dilalui bis tersebut

Arya pulang dengan hati gembira dan takut dimarahi ibunya. Walau akhirnya kena marah, tapi ibunya tak tega memarahinya. Didalam kamar dilihatnya kalung tersebut, terus dilihatnya. Tak belajar karena memang besok libur. Jendela kamarnya dibuka dan dilihatnya sebuah bulan sempurna diluar sana. Dengan sebagian tubuhnya keluar dari jendela…

ÔÇ£Hei bulan, kamu harus bantu aku untuk menemukannya lagi, janji ya, janji lho kamu mempertemukan aku lagi dengan MbakÔÇÖe-nya… aku janji nanti kalau ketemu lagi aku akan menikahinya, kamu harus janji kepadaku dan akan aku bawa dia dibawah sinarmu sebagai istrikuÔÇØ

ÔÇ£hufth… siapa ya namanya bulan? Kenapa aku bodoh tidak menanyakannya. Aku harap sekarang dia sedang berbicara denganmu juga. Ya sudah aku tidur dulu, kamu sudah janji akan mempertemukan aku lagi. Harus kamu tepati ya, aku tidur duluÔÇØ ucap arya

Tampak seorang wanita setengah baya melihat dari pintu yang tidak tertutup rapat. Dilihatnya anaknya dengan senyum manisnya. setelah si anak menarik selimutnya ditutupnya pelan pintu tersebut hingga tertutup dan melangkah ke kamarnya untuk melepas lelah.

ÔÇ£Bulan…ÔÇØ ucap seorang gadis di atas tempat tidurnya, duduk dengan kaki tertekuk yang berselimutkan selimut tebal. Ya, dian, menatap bulan sempurna dari dalam kamanya melalui jendela kaca kamar.

ÔÇ£aku mohon pertemukan aku dengannya lagi, dia sudah berjanji padaku. Janji ya bulan yang indah, kamu memepertemukan aku dengannya. Pokoknya kamu sudah janji, dan ingat harus kamu tepatiÔÇØ

ÔÇ£aku bobo dulu ya bulan indahku sayang. Oia, Kamu tahu aku berharap dia sedang berbicara juga denganmu, katakan padanya untuk menepati janjinya karena aku menunggunya. Eh, sudah ah, aku bobo dulu, pokoknya kamu tepati janjiku, awas kalau tidak ya… met bobo bulanÔÇØ ucap dian

Janji terhadap bulan dan memaksa bulan untuk mempertemukan mereka, egois tapi itulah sebuah cinta. Yakin akan bertemu lagi? Jawabannya ada pada tulisan yang tertera pada kaca bis tersebut ÔÇ£Efelasting lopÔÇØ, sebuah bahasa plesetan ala bis-bis kota.

.

.

.

.

.

ÔÇ£Mulai sekarang daerah ini adalah kekuasan kami, semua pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, pajak apapun itu dibayarkan ke negara!ÔÇØ teriak seorang anak SMA

ÔÇ£mending kalian pergi atau MATI!ÔÇØ teriak seorang temannya

Segerombolan siswa SMA yang menamakan gengnya geng PALMAN dengan seorang pimpinan bernama Paijono dan Ilmanto porak poranda karena 11 anak yang menghancurkan mereka. mereka lari tunggang langgang seperti dikejar setan.

ÔÇ£dede gila keren banget, mantab juga ancaman kamuÔÇØ seorang bocah menepuk bahu temannya yang memberikan ancaman mati terhadap geng PALMAN

ÔÇ£biasa ar…ÔÇØ ucap dede

ÔÇ£KENTIIIIIIIIIIRRRRRRRR!ÔÇØ teriak seorang wanita

ÔÇ£MODAR!ÔÇØ teriak 11 anak secara bersamaan

ÔÇ£LARI!ÔÇØ mereka berteriak bersama

ÔÇ£Eldiram kejar merekaÔÇØ ucap serang gadis

ÔÇ£siap, tante marta…ÔÇØ ucap gadis bernama eldira

ÔÇ£Lari yang cepat daripada kita menyapu halaman satu komplekÔÇØ teriak salah seorang

ÔÇ£Tante kamu killer arÔÇØ teriak salah seorang dari mereka

KENTIR??? Apalagi itu? ha ha ha… ada-ada saja nama mereka, dulu koplak tunggang langgang oleh seorang tante dari salah satu anggotanya. Sekarang pun sama, tapi kini ada dua yangmengejar mereka Marta dan Eldira. Siapa yang dikejar? Wongso + asmi = Aswo; Dewo + Dewi = Dede; Aris + Risa = Siras; Tugiyo + Ana = Anto ; Udin + Ani = abidin ; Joko + Ita = jeta ; Parjo + Falah = Parfan ;Karyo + Yati = yayo ; Hermawan + ninda = Darmawan ; Anton + Anti = Aan dan keponakan yang paling bandel dari Marta Arya + dian = Ardian.

Mereka berlari dan terus dikejar oleh marta dan eldira hingga melewati rombongan keluarga yang masuk ke cafe milik eko dan dira. Ada perayaan ulang tahun pernikahan. Semua keluarga koplak di undang disana dan tentu saja, melihat 11 anak yang dikejar itu mengingatkan mereka semua. Jelas saja marta dan eldira jengkel, bukannya ikut perayaan malah tawuran.

ÔÇ£sama saja ya…ÔÇØ ucap arya

ÔÇ£kalau ndak begitu ndak asyik kayaknyaÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£jadi kangen dengan masa-masa ituÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£kangen belum ada beban ya?ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£ha ha ha bisa saja kalianÔÇØ ucap tugiyo

ÔÇ£dulu aku selalu tertangkap pertamaÔÇØ ucap karyo

ÔÇ£ya, akhirnya kita nyerah jugaÔÇØucap hermawan

ÔÇ£karena kita sahabatÔÇØ ucap parjo

ÔÇ£dan selalu bersamaÔÇØ ucap anton

ÔÇ£selalu tersenyumÔÇØ ucap joko

ÔÇ£ya betulÔÇØ ucap udin

ÔÇ£Owalah diiiin din dari dulu sampai sekarang masih saja itu terus kata-kata kamuÔÇØ ucap mereka bersamaan memprotes udin

ÔÇ£ha ha ha jadi kangen masa mudaÔÇØ ucap mereka bersama dan tertawa bersama

ÔÇ£Sudah punya anak masih saja kangen berkelahi, apa ndak tahu anak kalian itu ada limaÔÇØ ucap istri-istri mereka bersamaan

ÔÇ£kalau kangen, tuh ngepel sama nyapu cafeÔÇØ

ÔÇ£dira kamu juga ikutÔÇØ ucap tante asih

ÔÇ£Ndak tante endaaaaaakÔÇØ teriak koplak ber-12 bersama-sama

HA HA HA HA HA… tawa seluruh keluarga koplak yang datangke pesta dira pada sore ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*