Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 75

Wild Love 75

Setiap hari pula mas selalu mengirimkan pesan agar aku hati-hati kalau berjalan. Kalau ada jam mengajar berdekatan tidak perlu kembali ke jurusan langsung menunggu di perpus yang berada di gedung kuliah. Siang sebelum jam 12, mas selalu sudah stand by di dalam ruanganku untuk mengajakku makan. Makanku pun diperhatikannya, harus inilah itulah, apalah. Aku sudah tidak lagi mempedulikan SANDIWARANYA itu. karena aku sudah merasa sangat bahagia dengan sikapnya, dia meninggalkan kantornya hanya untuk mengantarku makan siang. Beberapa adik tingkatnya yang masih kuliah kadang menggodanya tapi dia hanya tersenyum saja. dia sangat perhatian, tidak dengan kata-katanya tapi dengan sikap dan tingkah lakunya.

Kehamilanku semakin bertambah, dan perutku semakin membesar. Jalanpun kesulitan, suamiku semakin memperhatikanku. Semua gerak-gerikku diperhatikan, bahkan ketika aku tidur pun aku selalu di miringkan ke kiri karena menurut bidan untuk menyesuaikan letak kepala si bayi. Dia selalu terjaga dan memiringkan tubuhku kekiri ketika aku tidur terlentang kemudian dia merapatkan tubuhnya agar aku tidak terlentang kembali. Di usia enam bulan, baru dia memasukan penis kesayanganku ke dalam vaginaku setelah enam bulan lebih diberpuasa. Aku tahu tujuannya untuk melancarkan jalan lahir.

ÔÇ£erghhhh…. mas kenceng dikit…ÔÇØ godaku, ketika penisnya amblas kedalam lebih terasa sangat mentok dengan penis baru saja masuk sebagian

ÔÇ£eh, jangan yang…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kenapa? kan mas ndak suka ade hamilÔÇØ godaku lagi

ÔÇ£bukan gitu, eh itu anu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ya sudah pelan saja, tapi lama ya mas ngocoknya… dimasukin yang dalem dong sayang, itu masuknya baru sebagianÔÇØ godaku

ÔÇ£jangan yaaaaang… segini saja, mas puas kok, beneraÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ntar ade ndak keluar, dah dak seksi ya?ÔÇØ ucapku memasang wajah sedih

ÔÇ£seksi sayang seksiiiii sekali…ÔÇØ ucapnya menciumku

Begitulah ketika aku disetubuhinya, tak ada kata-kata kotor dan tak ada permainan yang hot tapi sudah memebuatku cukukp puas. Dan yang membuatku semakin aneh adalah aku suka melihat suamiku telanjang dengan batangnya tegang. Hanya melihatnya untuk menyentuhnya tidak, apa ankku cewek ya? Suamiku kelihatan sangat takut jika ketika berhubungan aku mencapai orgasmenya, makanya setiap kali dia sudah keluar dia selalu memberikan orgasme bathin kepadaku. Memanjakanku, bahkan menjadikan aku bak seorang ratu baginya. Setiap saat setelah usia kandungan 6 bulan ke atas, suamiku rajin sekali memijat bibir vaginaku, kata bidan sih pijat perenium namanya untuk mengendurkan otot-otot vagina tapi setelah pijat perenium selalu pijat dengan menggunakan peninya.

Seksi? Selama kehamilanku semakin membesar, aku merasakan keseksian tersendiri. Aku merasa lebih seksi dan montok dari sebelumnya, ditambah lagi ketika usia kehamilan semakin tua susuku terasa semakin membesar. Aduh, sudah perut besar ini susu juga semakin besar berat jadinya. Hi hi hi… keisi asi mungkin ya. kucoba berkaca didepan cermin dengan tubuh telnjangku, memang benar-benar montok hi hi hi.

Menjelang kelahiran anak pertama kami, sumaiku lebih rajin berada dirumah dan mengantarku pulang pergi kampus sampai akhirnya aku cuti hamil. Suamiku jarang sekali berangkat ke kantor katanya sudah ada yang mengurusi, tinggal auto pilot dari rumah.

ÔÇ£yang penting itu kamuÔÇØ

Ah kata-katanya sok gombal padahal dulu saja waktu hamil dia biasa saja, tapi setelah waktu berjalan. Dia sering sekali mengelus perutku, bahkan bicara sendiri dengan yang ada didalam tanpa sembunyi-sembunyi lagi. Kalau ditanya suka aku hamil, ÔÇ£iyaÔÇØ begitu katanya, tambah montoklah susu tambah gede dan kadang ada cairan sedikit saja dia langsung sedot sekuat tenaga.

Malam hari perutku mulal rasanya didalam berontak, dengan sangat cepat suamiku memapahku dan membawaku kerumah sakit. Disana sudah ada tante asih yang menangani, bahkan suamiku selalu berdiri disampingku. Sebuah tempat duduk untuk melahirkan sekaligus bisa untuk berbaring dengan yang hanya menyangga pahaku dan punggungku, di gunakan agar tulang ekorku bisa membuka dengan sempurna dan bayi bisa keluar dengan selamat.

ÔÇ£mainkan putingnya ar..ÔÇØ ucap tante asih,

ÔÇ£cepetan! Untuk merangsang hormon oksitosin, biar lahirnya lancar!ÔÇØ bentak tante asih

Aku merasa ketika tangannya mulai memainkan putingku memang terasa seperti ketika aku mau orgasme saja tapi ini situasi sedang melahirkan. Hingga akhirnya anak kami lahir, menangis meraung-raung. Aku menangis ketika melihatnya, kulihat suamiku juga meneteskan air matanya. Sengaja tidak kami USG untuk dijadikan kejutan bagi kami berdua. Lahir secara normal, dengan berat 3,4 Kg an panjang 50,5 cm. Putih bersih, dan cantik… langsung di tengkurapkan di tubuhku agar dia belajar menyusu pada ibunya. Dengan masih paha masih terbuka, vaginaku dijahit terasa sakit tapi hilang karena kebahagiaanku.

ÔÇ£katanya ndak suka?ÔÇØ godaku

ÔÇ£suka yang suka seneng banget hiks…ÔÇØ ucapnya, aku semakin terharu

ÔÇ£sisain sedikit buat ayah nakÔÇØ ucap suamiku

Plak…

ÔÇ£aduh…ÔÇØ suamiku mengaduh

ÔÇ£masih saja sempet mikir kaya gitu?!ÔÇØ ucap tante asih yang menampar kepala arya

ÔÇ£yeee… dulu juga, ada yang bilang gitu sama tante weeeek…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£dasar! Ya sudah, ini sudah dijahit. Dian jangan tidur dulu ya sayang, masih dalam pengawasanÔÇØ ucap dokter teman tante asih, dokternya cewek lho bukan cowok, mereka berdua meninggalkan kami berdua

ÔÇ£siapa mas namanya?ÔÇØ ucapku, kulihat bayiku sudah mulai menyusu

ÔÇ£Ardiana, Ardiana Warda PitalokaÔÇØ ucapnya, sembari mengecup keningku. Aku mengangguk..

ÔÇ£Ardiana apa artinya mas?ÔÇØ ucapku, kalau warda dan pitaloka aku sudah tahu

ÔÇ£ARya Dian SelamaNyA…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ jawabku tersenyum

Hingga pagi hari, dan kemudian kami bisa kembali kerumah. Rumah menjadi sangat ramai, koplak teman-teman suamiku datang berkumpul. wongso, aris sudah membopong bayi perempuannya sedangkan yang lain masih mengandung dan kurang beberapa bulan lagi melahirkan. Dan semua anggota koplak anak pertamanya adalah perempuan tak ada yang laki-laki. Karena dari teman-teman suamiku sudah melihat di USG dan perempuan semua.

ÔÇ£Wah, koplak jadi cewek semua ni. Baguslah ndak bikin ribut!ÔÇØ ucap tante asih

ÔÇ£yeee pertama cewek tapi nanti yang kedua tan, cowok, lebih sangar!ÔÇØ teriak karyo

ÔÇ£kalau tante sih dan pensiun, paling ada dari yang datang menggantikan tanteÔÇØ ucap tante asih

ÔÇ£biar martha saja yang menggantikanmu sih kalau ada kumpulan anak cowok bikin rusuhÔÇØ ucap mama diah

Begitulah mereka kalau sudah berkumpul…

ÔÇ£iiih adikku masih bayi sudah punya keponakan, ndak papa ya dikÔÇØ ucapku kepada anak mamaku

ÔÇ£iya ini, Daniati Rahmawati Sukoco dah punya adik sama tuh dengan Martha Undi PitalokaÔÇØ ucap mamaku

ÔÇ£sssttt… yan, ramuannya diminum lagi ya, bagus buat produksi susu tapi kalau hamil lagi stop, okay dear?ÔÇØ ucap mama diah aku mengangguk

Kami berkumpul semua, teman-temanku juga menjengukku. Semua datang memberiku selamat atas kelahiran anak pertamaku. Dan tampak sekali suamiku sekarang akan menjadi sibuk lagi, karena ratu dikeluarga ini bertambah menjadi satu lagi. Selama 40hari, dia berpuasa lagi ya karena memang belum boleh dimasuki kan? Hi hi hi… tepat ketika malam ke 41 setelah kelahiran anakku.

ÔÇ£yang, dari kemarin kok mas ndak disisain susunya sih. Susu aja yang, puasa ndak papa dehÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iiih… kan buat anak kamu tuh, ngenyotnya kenceng bangetÔÇØ ucapku

ÔÇ£yaaaaah… dapet punggung lagi dongÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tuh, sudah bisa dipakai sayang, tapi pelan-pelan, sudah41 hari lho, masa mas ndak ngitung?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya mana sempet ngitung, ngrusin duo ratuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£nyesel nih? Ngambek?ÔÇØ godaku

ÔÇ£endaaak sayang endaaak seneng banget malahanÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Diana, bobo ya, ibu mau di cangkul sama ayah kamu tuh wajahnya sudah merah…ÔÇØ ucapku, Aku berbalik…

ÔÇ£mau ndak?ÔÇØ godaku

ÔÇ£High Temperature or low temperature?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£whatever, iÔÇÖm safe right now… high or low, just rock me with my lovely dickÔÇØ jawabku, memeluknya

ÔÇ£yang…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hmm…ÔÇØ jawabku melepaskan pelukan dan memandangnya

ÔÇ£iyaaa…ÔÇØ aku mengerti maksudnya

Aku berganti pakaianku, tak lagi aku memakai daster untuk menyusui

ÔÇ£ini sayang?ÔÇØ ucapku sembari meggigit bibir bawahku. Tang-top putih kesukaannya, susuku tampak menyembul besar dengan bra penyangga dan sebuah celana dalam minimalis berwarna hitam.

ÔÇ£seksi…ÔÇØ

ÔÇ£Diana bobo yang nyenyak, ingat ndak boleh bangun ya sayangÔÇØ ucapnya

Suamiku mendekatiku dan langsung mengulum bibirku. Lembut sekali, tangannya meremas-remas susuku.

ÔÇ£jadikan aku rajamu…ÔÇØ ucapnya disela-sela ciuman

Aku tersenyum dan langsung berlutut dihadapannya. Kulepas celana sekaligus celana dalamnya. Kakinya membuka sedikit, dan kepalaku mendongak tepat dibawah penisnya. Lidahku mulai menjilati bagian bawah zakarnya, mataku terus terbuka melihat ke wajahnya. Dia tampak tersenyum menikmati permainan lidahku. Ku lahap buah zakarnya dan kusedot-sedot.

ÔÇ£ah, sayang… aku ingin puas pokoknya harus puas…ÔÇØ racaunya sembari memejamkan mata

ÔÇ£heÔÇÖemm… slurrp slurrrpp…ÔÇØ jawabku dengan sedikit senyum dan kembali menikmati apa yang harus aku nikmati.

Lidahku mulai menari lagi di batang penisnya yang berotot itu, aku mainkan lidahku disekitar batangnya hingga semua tersapu oleh lidahku. Hingga diujung penis, lidahku menari-nari dengan kepala bergoyang-goyang.

ÔÇ£sudah kangen sayang? Maaf ya puasanya kelamaan satu hari… tuh, dedekku juga sudah kangenÔÇØ ucapku kepada penis suamiku

ÔÇ£RAPE HER BROTHER! RAPE HER!ÔÇØ mungkin itu yang akan dikatakan oleh penis suamiku hi hi hi

ÔÇ£kulum dong sayang, jangan diajak bicara terus… sudah kangen tuh sama mulut ade…ÔÇØ pintanya

ÔÇ£mmm… hi hi hi…ÔÇØ aku tertawa sembari menaruh penisnya dileherku

Aku ciumi sekitar pangkal penisnya dan bergerak ke arah ujung penisnya. Kulahap pelan, pelan sampai semua batang masuk hingga tenggorokanku. Kutarik pelan sembari memainkan lidahku di penisnya, kumaju mundurkan kepalaku.

ÔÇ£ah sayang enak sayang… yang lama sayang… mmmhhhh… mulutmu benar-benar nikmat sayanghhh…ÔÇØ ucapnya

Aku semakin bersemangat mengulum penisnya, ku lumat habis penis itu hingga tak bersisa. Semua ku lahap habis, hingga air liurku menetes dari bibirku.

ÔÇ£ah ah ah… sayang… lagi sayang?ÔÇØ ucapku yang sedikit kelelahan

ÔÇ£lagi… sampai mas bilang berhentiÔÇØ ucapnya, aku tidak bisa menolaknya

Aku kembali mengulum penisnya, kusedot kuat penisnya. Hingga tangannya menahan kepalaku untuk tetap mengulum penisku. Kurasakan semburan dari penisnya, dia mengejang sesaat. Ku tahan sejenak dan ku telan semua cairan cintanya.

ÔÇ£enak sayang?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£hash hash … slurrp slurrrppp heÔÇÖem enak banget…ÔÇØ ucapku

Aku diangkat dan di bungkukan dengan bersandar tempat tidurku, dengan posisi menungging tapi tetap berdiri sembari elihat Diana yang masih terlelap. Tangannya kemudian mengocok vaginakku.

ÔÇ£ah sayang… jangan keras-kerash erghhhh… langsung dimasuki saja sayanghhh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£eh, iya sayang kayaknya sempit banget iniÔÇØ ucapnya

ÔÇ£erghhh sayaaaaaanghhhh eghhhhhhh mmmmm ssssssshhhhh pelannnhhh…. besar bangettthhhh…ÔÇØ desahku

ÔÇ£ah sempit yang, harus dicangkul setiap hari ini yang ohhhh…ÔÇØ racaunya

Tubuhnya mulai bergoyang, tangannya memelukku dan meremas susuku. Semua pakaianku ditarik keatas hingga susuku menggantung indah, diremas dan dimainkan susuku. Punggungku diciuminya seperti anak kecil yang mendapatkan mainananya kembali. Terasa sakit, tapi kenikmatan mulai menjalar ditubuhku.

ÔÇ£ah, sayang yah terussshhh robek memek ade mass…. ahhh… kontol mas… ahhh memek ade kerasa sekali nikmat owhhh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£kontol mas juga enak didalam memek ade… arghhh…ÔÇØ racaunya

Pompaannya semakin kencang kakiku sudah tidak bisa menahan tapi tangannya menahan pinggulku. Aku bergetar, sususku terombang ambing. Bibir bawahku aku gigit, sedikit lagi aku merasakan orgasme yang tak pernah aku rasakan setelah melahirkan. Tanganku mulai melemas…

ÔÇ£aaa… aa … de hammmpppp phirrr kel lu aaar arghhhhhÔÇØ ucapku bergetar

ÔÇ£keluarkan sayang ohhh.. kontolku ingin menikamati cairanmuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£argh a a a a a a aa de keluaaarrrrrrrrrr erghhhhh….ÔÇØ seketika itu juga, penisnya di hujam kan sedalam mungkin hingga tubuhku ambruk ke tempat tidur dan suamiku masih mengikuti pergerakan vaginaku.

ÔÇ£aash ash ash ash… enak bangeth mashhh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£memek ade juga cup…ÔÇØ ucapnya menciumi wajahku dari samping

Oeeeek oeeeek oeeeek… aku dan suamiku langsunng bangkit, tanpa berbicara. Dan langsung aku susui anakku, tiba-tiba suamiku menganngkat tubuhku dan memposisikanku merangkak diatas diana. Susuku masih dikenyot oleh anakku.

ÔÇ£mas… nanti mas…ÔÇØ protesku

ÔÇ£yaaaaaaang….ÔÇØ rengeknya

ÔÇ£iya maaf, pelan ya sayangÔÇØ ucapku, kembali penisnya tertancap dan masuk kedalam diam sejenak

ÔÇ£kaya sapi ni ade..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£diana anak sapi, kamu sapi betina, aku sapi jantannyaÔÇØ jawab mas santai

ÔÇ£dasar, cepet masssh digoyang dong.. udah masuk tuh…ÔÇØ rengekku

ÔÇ£arghhh yah mas pelan massshhh susunya nanti lepas dari dianahhh arghhhh… mmhhh…ÔÇØ racauku

Satu tanganku menjaga susuku agar tetap terpasang dimulut diana, sedang vaginaku terus ditusuk-tusuk oleh penis suamiku. Aku mendesah tertahan takut jika suaraku mengganggu diana, tapi tempat tidur ini bergoyang membuat diana malah tambah nyenyak. Tak puas dengan posisi ini, suamiku menidurkanku miring, aku posisikan diana tetap menyusu padaku. Kakiku di angkat ke atas dan penisnya kembali masuk.

ÔÇ£arghhh…. masssshhh… cium ade massssh…ÔÇØ rengekku

Sembari menggoyang pinggulnya, tangannya menahan pahaku, serta bibirnya mencium bibirku. Habis sudah aku, semua tubuhku harus melayaninya ditambah menysui anakku. Goyangannya semakin keras, aku merasakan ciumannya semakinliar dan terlepas.

ÔÇ£mas mau keluar… yanghhhh…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£adehhh juga lebih kenceng…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£diana bagaimana…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sudah… cepetannnnhh adeh dah ndak tahannnhhhh…erghhhhÔÇØ pintaku

Goyangan semakin keras, tepat ketika penisnya masuk sangat dalam ke vaginaku aku mengalami orgasmeku. Kurasakan air mani yang berlimpah di vaginaku, tubuhku mengejang tertahan karena ada diana disampingku. Aku lemas, lebih cepat dari biasanya, mungkin karena efek ketika susuku dikenyot oleh anakku. Wajahku kembali diciuminya, kepalaku kembali di elusnya. Hingga aku terlelap dengan vagina dan perut penuh dengan spermanya.

Hari berlalu, seks kini sudah menjadi kembali normal, apalagi perkerjaannya juga sudah terkendali. Tak pernah aku memakai pakaian tertutup jika dirumah, setiap hari aku mengenakan linger ketat yang hanya ada tali yang menggantung di kedua bahuku, tidak transparan karena suamiku tidak suka kalau terlalu terekspose. Berangkat pagi pulang siang selain menjenguk istri dan anak, jug amenjenguk dedekku. Pernah suatu ketika, aku sedang duduk di sofa menyusui diana. Tiba-tiba suamiku melepas celananya dan mengarahkannya kemulutku. Ku tutupi diana dengan tanganku dan kemudian mengulum penisnya.

ÔÇ£ahhh yanggg enakkhh… kamu kalau menyusui bikin horni yanghhhh…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mmmmppphhh… sluurrrppp…ÔÇØ kepalaku maju mundur mengulum

Selang beberapa saat aku keluarkan penisnya…

ÔÇ£mas masukiiin sudah basah punya adeÔÇØ ucapku

Kutidurkan diana di sofa, dan aku miring ke arah sandaran. Kakiku menekuk dilantai, tapi susuku masih dikenyot oleh anakku. Penisnya masuk dan mulai menggoyang, setelah aku yakin diana tertidur. aku merangakan beralih di karpet depan sofa.

ÔÇ£arghh sayang terussshh sayang enakkkhhh owhhh yah kontolmu enakkkh bangetthhhh erghhh…: racauku pelan

ÔÇ£pasti sayang ini kontolmu kontol milikmu pasti akan membuatmu mersakan nikmat…ÔÇØ racaunya

Lingerku dinaikan, dan susuku diremas. Gaya anjing ngentot ini membuatku lebih liar, karena dalam benakku aku adalah anjingnya. Setiap tusukan membuatku mendesah nikmat. Tak puas, aku dibaliknya dan ditelanjanginya aku, kakiku dibuka lebar dan vaginaku kembali dirajam oleh penisnya.

ÔÇ£arghhh… kerasssshhhhs ayang lebih kerasssshhh…ÔÇØracauku dengan susu naik turun didepannya

ÔÇ£yah, mmmmpphhh sluurpppp…ÔÇØ bibirnya mengulum susuku,

ÔÇ£aarghhhh yah sedot yang kuat mimi ASI nya owhhh yahhh teruuuussssshhhh… mmmmhhh…ÔÇØ teriakku yang sudah tidak pedului dengan anakku yang tertidur

Semakin cepat dia menggoyang tubuhku semakin bergetar. Aku peluk erat lehenya, kakiku menguncinya. Hentakan keras aku dapatkan hingga pintu rahimku terkena ujung penisnya. Aku mendongak dan mengejang beberapa saat, ketika kunci kakiku melonggar. Pingggulnya kembali bergoyang….

ÔÇ£aaarghhh masssshhhhhh…ÔÇØ desahku

ÔÇ£Sedikit lagi yang…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mashhh keluarrrhhhhh masshhh keluaaarhhh arrrrghhhh…ÔÇØ teriaknya, kembali menghujam penisnya dan membuatku melengking

Semburan spermanya terasa sekali. Suamiku beringsut kesamping dimana aku miring dan bisa melihat diana. Bibirnya terus menyedot asiku, silih berganti susuku menjadi sasaran bibirnya. Hingga suamiku tertdur dan aku ambil anakku untuk aku tidurkan didalam kamar, ku batasi dengan guling kiri dan kanannya. Aku dekati suamiku, pahaku masih terasa hangat oleh spermanya. Aku peluk kepalanya agar berada di susu kesukaannya.

Dengan bergantinya bulan, aku menitipkan anakku ke mama diah atau mamaku dan mengambilnya ketika aku pulang kerja. Kadang suamiku sudah mengambilnya karena dia sekarang menjadi pimpinan dan hanya mengontrol usahanya. Tak bisa kami seliar dulu, karena diana sudah tumbuh menjadi bayi yang sudah memeperhatikan gerak-gerik orang tuanya. Kami tidak berani mengambil resiko, karena bayi usia 0 hingga 3 tahun adalah masa dimana dia mulai merekam semuanya dan pasti akan meniru, daripada dia tahu mending tidak mengambil resiko kan? Suamiku pun setuju. Well, thatÔÇÖs all my story.

Bahagia? Jelas itulah yang aku rasakan. Aku sebenarnya tidak begitu mempedulikan bentuk tubuh istriku, karena kadang aku pengen juga melihat susunya kendur dikit tapi tak apalah mungkin karena ramuan dari ibuku. ibuku juga begitu, susunya tidak mengendur waktu jadi kekasihku. Tapi itulah istriku, selalu lebih hot dan hot setiap harinya. Diana tumbuh menjadi bayi yang sehat dan cerdas, untung saja dia tidak melihat kami lagi kuda-kudaan. Kami tidak pernah berani mengambil resiko seperti penuturan istriku agar lebih menjaga sikap didepan anak. Karena sedikit saja kita salah, anak pasti akan meniru. Merokokpun aku selalu keluar jauh, walau kadang tiba-tiba istriku keluar dan memanggilku semabrai menggendong diana.

ÔÇ£ayah, ini anaknya manggil ÔÇômanggil a yah terusÔÇØ teriak istriku dari gerbang rumah ketika aku keluar rumah untuk merokok, disebrang jalan

ÔÇ£aduh, di gendong dulu dong sayang… baru saja nyalaÔÇØ ucapku

ÔÇ£penting mana sih rokok apa anak?ÔÇØ teriaknya, aku menyerah dan langsung berlari kearanya untuk menggendong diana

Beberapa bulan kemudian aku mendengar istri-istri koplak mulai hamil lagi tanpa sadar juga…

ÔÇ£yah, dua…ÔÇØ ucap istriku kala itu aku sedang menendong diana bermain di halaman belakang rumah

ÔÇ£dua apanya?ÔÇØ ucapku tanpa menoleh

ÔÇ£ini…ÔÇØ ucapnya memperlihatkan dari tepat diwajahku,

ÔÇ£owh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£YES! AKHIRNYA HAMIL LAGI HA HA HA HAÔÇØ Bathinku berteriak

ÔÇ£gitu saja?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ingat, ada tiga yagn harus dilayani…ÔÇØ ucap istriku meninggalkan aku

ÔÇ£siap!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ayah… ayah… tatat dididi dada yuyu tatata…ÔÇØ ucap diana, usia 14 bulan dan belum bisa bicara hanya bisa mama dan ayah

ÔÇ£iyaa… kamu bakal punya adik, jadi kakak perempuan yang baik ya, adiknya disayang, diajak main ya sayang…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem… tatat didii dudu tatata tutu ta…ÔÇØ ucap diana

Aku tersenyum dan menggendong diana masuk kedalam rumah. Adikku martha, berumur 2 tahun sudah memiliki adik lagi bernama Adini Pitaloka, cewek lagi. Andini ya pastilah Ariya Diah hiNgga matI, jelas itu. semua berjalan normal, kadang cekcok pastilah tapi aku tidak bisa marah berlarut-larut pada istriku. Emang mau bobo sama guling? Cokli? Gila apa aku? Ha ha ha…

Tepat ketika anak pertamaku diana berumur 2 tahun, seorang bayi laki-laki dengan bobot 3,4 kg panjang 51 cm lahir, hampir sama dengan mbaknya.

ÔÇ£siapa?ÔÇØ ucap istriku ketika itu

ÔÇ£Ardian Warna WicaksonoÔÇØ ucapku

ÔÇ£Cuma beda ÔÇÿaÔÇÖ?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem… nanti yang ketiga dan seterusnya dibuat beda deh. Masih kuat?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£itu dedek suamiku kuat ndak? Kalau istri kuat terus kan dicangkul?ÔÇØ godanya

ÔÇ£iÔÇÖd do everything for you… I Love YouÔÇØ ucapku, mengcup bibirnya

ÔÇ£i love you too…ÔÇØ ucapnya

Tiga bulan setelah bayi laki-laki lahir, di sebuah terminal yan sudah tak asing bagiku dan istriku.

ÔÇ£ayah, mu temana?ÔÇØ ucap diana

ÔÇ£jalan-jalan sayang…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya ya ya…ÔÇØ tawanya senang dalam gendonganku

ÔÇ£ibu itu?ÔÇØ ucapku kepada istriku, jelas tak mungkin aku memanggil yang, bisa-bisa anakku pada ikutan semua. Hanya ketika kita berbicara dan anak tidak mengetahuinya, aku memanggilnya sayang begitu pula istriku

ÔÇ£bukan yah…ÔÇØ ucapnya, sebuah bis melewati kami

Aku tetap berdiri dan melihat ke arah jauh. Tangan kananku menggendong diana, dan tangan kiriku menggenggam tangan kanan dian istriku yang duduk di sebuah tempat tunggu bis, tangan kirinya menggendong ardian. Tas punggung perlengkapan anakku ada dipunggungku.

ÔÇ£kalau itu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bukan juga… mas ndak nget?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ingat…ÔÇØ ucapku

Sebuah bis melwati kami lagi…

Kembali sebuah bis melewati kami lagi tanpa aku bertanya…

ÔÇ£kok ndak tanya yah?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£karena aku tahu bukan…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£cup…ÔÇØ dia mencium punggung tangan kiriku, aku tersenyum

Hingga bis ke empat melewati kami lagi, dan…

ÔÇ£itu bun…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ jawabnya, dia berdiri

ÔÇ£apa yang membuatmu ingat?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tuh di kaca depanÔÇØ ucapku

ÔÇ£sama…ÔÇØ ucapnya

Bis berhenti didepan kami, kami kemudian naik ari pintu depan, tampak sedikit lenggang…

ÔÇ£dimana?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£disitu…ÔÇÖÔÇØ ucapnya menunjuk ke arah tempat duduk nomor tidga dari pintu depan bis di sampin kanan kami (samping kiri bis)

Aku gandeng tangannya, istriku duduk di dekat jendela dan aku tepat disampingnya. Bis berjalan lambat, dengan tujuan menuju ke terminal perbatasan dan akan kembali lagi masuk ke dalam kota. Bis ini bukan bisa natar daerah hanya mengangkut penumpang ke arah terminal perbatasan, dan akan kembali lagi.

ÔÇ£mas bilang sama supir, kalau penumpang sudah keluar semua, putari kota tanpa mengambil penumpangÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, waduh ya ndak bisa git…ÔÇØ ucap kernet bis

ÔÇ£akan aku bayar tiga bulan gaji kalian….ÔÇØ ucapku, istriku menimang-nimang ardian cuek dengan percakapanku

ÔÇ£beneran mas? Tapi tak bilang dulu sama supirnya masÔÇØ ucap kernet bis, aku mengangguk. Selang beberapa saat dia kembali lagi

ÔÇ£bisa mas, tapi ada DP-nya mas takut kalau….ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ini…ÔÇØ ucapku menyerahkan amplop berisi uang, dibukannya

ÔÇ£eh… iya mas… iya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£jangan ngrokok…ÔÇØ ucapku, dia mengangguk

Bis akhirnya melaju, hingga penumpang satu persatu habis dan menutup pintu. Ardiana tertidur, dan begitu pula ardian. Kepala istriku bersandar di pundakku.

ÔÇ£dulu aku selalu ketempat itu, dan menunggumu tapi kamu tak pernah datangÔÇØ ucapku, ketika bis melewati terminal dimana kami naik untuk kedua kalinya

ÔÇ£begitu pula denganku, sesekali aku membolos dan menunggumu hingga soreÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tapi sekarang kamu tidak perlu menunggukku kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£jaga aku…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£pasti…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah banyak berubah, dulu aku selalu melihat keluar jendela berharap melihatmu dan kini aku memilikimuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£bukan, tapi aku yang memilikimu, dan aku sangat bersyukurÔÇØ ucapku,

Istrik mengangkat kepalanya…

ÔÇ£saling memilikiÔÇØ ucap kami bersamaan

ÔÇ£aku perlu bayar hutang?ÔÇØ ucapnya kembali

ÔÇ£masih ingat saja kamu, istriku yang cantikÔÇØ balasku

ÔÇ£perlu tidak?ÔÇØ ucapnya kembali

ÔÇ£kamu sudah membayarnya dengan pengabdian sebagai istrikuÔÇØ ucapku

Kembali kami hanyut dalam perjalanan bis hingga sore dan mengantarkan kami berdua hingga depan rumah kami saat malam datang. Aku tidurkan diana dan dian menidurkan ardian… kami kemudian berjalan bergandengan keluar kamar dan duduk di sofa.

ÔÇ£peluuuuuuuukkk….ÔÇØ manjanya

ÔÇ£iya sayang iya…ÔÇØ ucapku

Kunaikan dagunya dan ku cium bibirnya…

ÔÇ£aku benar-benar sangat mencintaimu…ÔÇØ ucap kami bersama

Yups, thatÔÇÖs all… setelah ardian aku memiliki anak yang berjarak 3 tahu dengan ardian, jari ketika diana berumur 5 tahun, ardian berumur 3 tahun keluar adiknya, 2 tahun setelah kelahiran anak ke tiga kami aku memiliki anak lagi, dan 2 tahun setelah anak keempat kami ada anak lagi. Ketiganya cewek. Jadi ketika ardiana berumur 9 tahun, ardian 7 tahun, anak ketiga 4 tahun, anak keempat 2 tahun dan anak kelima lahir.

Anak ketiga aku beri nama Dinar Warda Pitaloka
Anak keempat aku beri nama Daniar Warda Pitaloka
Anak terakhir kuberi nama sama dengan Ibunya, Dian Arya Wardapitaloka

Beda lho, kalau kalau yang terakhir wardapitaloka nyambung.

ÔÇ£I LOVE YOU ARYAÔÇØ

ÔÇ£I LOVE YOU TOO DIANÔÇØ

ÔÇ£I LOVE YOU DIANÔÇØ

ÔÇ£I LOVE YOU TOO ARYAÔÇØ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*