Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 74

Wild Love 74

Aku diantar menuju kamar, pakaianku sedari tempat parkir hanya mengenakan jaket dan rok berumbai seperti yang aku pakai ketika berada di danau. Pintu langsung dibukakan oleh lelaki yang mengantarku katanya memang dimintai tolong oleh si empunya kamar. Kamar remang hanya sedikit cahaya, kulihat sesosok lelaki yang sudah tidak asing lagi bagiku. Koper sudah masuk, pintu tertutup, ku buka jaketku dan kulepas rokku. Aku berjalan mendekatinya, kulihat sebuah meja makan dengan lilin yang menghiasi meja tersebut. Makanan pun sudah tersedia berada diatas pemanas, makanan kesukaannya dan kesukaanku khas daerah.

ÔÇ£ehem…ÔÇØ aku berdehem, dia menoleh dan membalikan badan. Tubuhnya terpaku melihatku, matanya seakan menelanjangiku. Aku memakai gaun pajang, berwarna putih mempelrihatkan lekukan tubuhku, gaun tersebut menutupi sebagian dadaku (seperti kemben) dan seluruh kakiku. Sebagian dadaku menyembul keluar, dan terlihat sangat montok. Tinggiku tetap saja tidak bisa menandingi tingginya walaupun aku memakai sepatu hak tinggi. Bagian bahuku tidak tertutup sama sekali dengan rambut aku gelung kebelakang serta riasan secukupnya di wajahku.

ÔÇ£kamarnya bagus… aku suka… hmmm… kenapa diam?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… tidak… ade… tambah cantik malam iniÔÇØ ucap suamiku, yang sedikit terkejut dan menjawab dengan gugup

ÔÇ£ade? ade siapa?ÔÇØ godaku

ÔÇ£kamu, maksudku kamu cantik malam iniÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sudah dari dulu… harus berdiri terus?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh maaf…ÔÇØ ucapnya dengan gugup langsung melangkah ke kursiku dan menariknya untukku

Kupangku daguku dengan jari-jari yang aku rapatkan. Kupandangi dia, yang duduk terlihat sangat grogi suamiku ini. pandangan kami bertemu dan saling menatap dengan ditemani lilin-lilin kecil.

ÔÇ£mau makan dulu?ÔÇØ ucapnya, aku mengangguk

Suamiku kemudian berdiri dan menawariku, diambilkannya dan hanya aku lihat didepanku. Suamiku kembali ke tempat duduknya, aku tahu dia kelaparan karena aku istrinya jadi aku tahu hanya dengan melihatnya. Tapi, aku juga lapar… aku memandangnya, aduh kenapa harus pakai sandiwara kan ndak bisa minta disuapin. Bodohnya aku ini… kulihat dia sudah mengunyah makanannya. Matanya melirik kearahku yang masih mendiamkan makananku.

ÔÇ£aku pengen disuapin, tapi aduuuh bodoh banget tadi ndak usah minat pm, pasti kan romantis huh!ÔÇØ bathinku

ÔÇ£mau aku suapi?ÔÇØ ucapnya, seakan tahu aku tak ingin makan sendiri. aku rasakan wajahku memerah dan mangangguk pelan kemudian menunduk. Kulihat dia mengangkat kursinya dan duduk disebelahku.

ÔÇ£baunya… sangat menyengat… bagaimana ini? aku tidak tahan, aku bisa, aku bisa bertahan!ÔÇØ bathinku

ÔÇ£aku tidak menyangka kalau kamu bertambah cantik dari foto yang kamu kirimÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tidak usah merayu, aku kesini karena kamu bayarÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah punya suami?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sudah…ÔÇØ balasku, kapan nyuapinya?! Bathinku bergejolak

ÔÇ£aku juga sudah punya istri, cantik kaya kamuÔÇØ ucapnya, yeee emang aku istri kamu! kapan sih ini nyuapinya! Bathinku semakin bergejolak

ÔÇ£aÔÇÖ…ÔÇØ ucapnya, aku langsung membuka mulutku

ÔÇ£enak?ÔÇØ ucapnya, aku menagngguk dan melihatnya memakan makanannya

ÔÇ£aÔÇÖ…ÔÇØ ucapnya lagi,

ÔÇ£BAHAGIAAAAAAAAA!ÔÇØ bathinku berteriak tapi tetap tercover dengan wajah judesku

ÔÇ£eh… ada makanan dibibir kamuÔÇØ ucapnya,mengambil tisu dan langsung mengusapkannya. Mata kami bertemu dan seakan waktu berhenti berputar

ÔÇ£ndak salah aku bayar kamuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£katanya punya istri kok bayar cewek lain?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kalau ndak mau ya sudah, kita pulang saja gampang kan? Lagian kalau ada cewek lain minta dibayar selain kamu, aku ndak bakal mau kokÔÇØ ucapnya

ÔÇ£oh iya? kamu kan punya banyak uang. Bisa dong bayar cewek-cewek cantik lainnyaÔÇØ pancingku

ÔÇ£kamu nyuruh aku nyewa cewek lain gitu?ÔÇØ ucapnya, aku menggeleng malu

ÔÇ£aku cuma maunya kalau ndak kamu ya istriku saja, kalau bisa dua-duanya ya kamu ya istrikuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aku kan punya suami, masa mau dua-duanya? Suamiku mau dikemanakan?ÔÇØ balasku

ÔÇ£hmmm… bagaimana kalau sekarang kita menyimpan pasangan kita didalam hati kita, dan disini hanya ada aku dan kamuÔÇØ ucapnya, aduh baunya semakin terasa…

ÔÇ£eh, iya iya…ÔÇØ ucapku, sekarang aku gantian yang gugup

Bau itu semakin menyengat dihidungku, vaginaku mulai terasa basah aku bisa meraskannya. Dengan telaten dia menyuapiku, dan selalu tersenyum kepadaku. Aku berikan kecupan dipipinya tatkala semua makanan telah habis aku makan.

ÔÇ£mau dansa?ÔÇØ ucapnya sembari memutar sebuah musik klasik

ÔÇ£okay…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£mmm… bagaimana kalau sepatu kamu lepas saja..ÔÇØ ucapnya,

ÔÇ£okay…ÔÇØ jawabku

Aku dan dia sebenarnya tak ada pengalaman berdansa tapi malam ini kamu mencoba. Kedua tanganku berada di bahunya, sedangkan kedua tangannya berada di pinggulku. Aku berdansa dengannya hanya memutar pelan di tempat yang sama. Dia memandangku terus, begitupula denganku, senyum kami saling menyapa. Kedua tangnnya semakin lama semakin menarikku mendekat, tubuhku semakin menempel. Aroma itu semakin terasa dihidungku.

ÔÇ£boleh aku menciumu?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kamu sudah membayarku, terserah kamuÔÇØ ucapku yang selalu kaku dan judes

ÔÇ£bisakah kamu tidak menjawab dengan mmmm… ya jawablah dengan lembutÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya, boleeeeh…ÔÇØ ucapku, sedikit keluar manjaku

Bibirnya langsung mencium bibirku, hanya menempel sejenak. Kelihatannya dalam situasi ini sandiwara ini harus berakhir. Bibirku maju dan kami melumat secara perlahan. Mataku terpejam menikmati alunan musik dan bibirnya ditambah dengan aroma tubuhnya.

ÔÇ£massshh….ÔÇØ desahku disela-selan kami berciuman

ÔÇ£Aku mencintaimu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade juga mencintai masÔÇØ ucapku

ÔÇ£ade tambah cantik malam iniÔÇØ ucapnya, aku tersenyum ketika ciuman kami lepas tapi bibir kami bersatu lagi setelahnya. Melumat pelan beriringan dengan alunan musik klasik yang lambat ini.

ÔÇ£sekarang massshh… ade pengenhhh…ÔÇØ ucapku, disela ciuman

ÔÇ£mash juga…ÔÇØ balasnya

Ciumannya berlanjut, tubuhnya menunduk dan ciumannya turun keleherku, aku mendongak ke atas memberikan ruang baginya. Ruang sebagai awal dia menikmati tubuh miliknya ini. ciumannya semakin turun kebawah, tubuhku kini diam berdiri. Lidahnya mulai keluar menjilati bagian bawah leherku. Tubuhku diputar hingga aku kini bersandar pada meja makan. Lidahnya pelan sekali malam ini tak memperlihatkan nafsunya yang tertahan selama 5 hari ini. Pelan… lidahnya mulai menyelip antara gaun dan susuku mencoba mencari puting susu. Tangannya secara perlahan menurunkan gaun yang menutupi sebagian susuku, hingga akhirnya kedua susuku keluar dan menjadi pemandangan kedua matanya.

ÔÇ£indah…ÔÇØ desisnya

Lidahnya mulai menjilati puting susuku secara perlahan, tanganku mengelus kepalanya. Lidahnya tidak begitu liar malam ini, memberiku sensasi romantis. Satu tangannya menari gaunku hingga tangan itu mulai mengelus vaginaku. Pelan… sangat pelan dan membuatku mendesah tak perlu bersusah payah baginya untuk memainkan vagina yang tak bercelana dalam. Jari-jarinya dengan lembut menyapu vaginaku dan membuatku semakin mengerang pelan. Tak seperti biasanya jari-jari itu tidak mengocok vaginaku hanya lembut mempermainkannya. Suamiku kemudian berlutut dan mendekatkan kepalanya ke vaginaku. Lidahnya menyapu pelan, bibirnya menyedot pelan vaginaku seperti dia menyedot susuku.

ÔÇ£massshhhh erghhh…. mmmmhhhhhh yah masshhhh mmmmhh…ÔÇØ desah nikmatku

Tak lama dia berdiri dihadapanku, memandangku sejenak dan kemudian mencium bibirku. Lumatan lembut seiring alunan dan remasan pada susuku membuatku semakin terhanyut oleh perlakuannya. Aku buka kancing bajunya satu demi satu, ciumanku turun kelehernya bau keringat yang sedari tadi aku rasakan kini telah menjadi milikku. Lidahku pelan turun ke puting kecil didadanya sembari menjilati sisa sisa keringat yang sudah mengering. Bermain sejenak di puting dadanya, sembari membuka celananya hingga terlepas jatuh. Aku kemudian berlutut, kubuka celana dalamnya dan penisnya sudah tegang mengacung kearahku. Ku cium perlahan ujung penisnya dan langsung aku masukan ke dalam mulutku. Kepalaku maju dan mundur, lidahku bermain di batang berotot itu.

ÔÇ£adeeeh… mmmhhh… yah….mmmhhhhh enakk sayang…ÔÇØ desah nikmatnya

lama aku mengulumnya…

ÔÇ£sudah sayanghh…ÔÇØ ucapnya sembari menghentikan kulumanku, aku diangkatnya hingga berdiri

Jarinya mengusap bibirku yang berlumuran air liurku. Kulepas bajunya hingga dia telanjang didepanku, begitu pula aku ditelanjanginya. Tepat ketika aku dibopong, lilin mulai padam. Aku direbahkan diatas tempat tidur empuk. Pinggulku diganjal oleh bantal, dan dia berlutut tepat ditengahku. Perlahan penis itu masuk, ughh… terasa sakit walau sudah basah pada vaginaku. Pelan dan tenggelam semua didalam vaginaku, tubuhku sedikit terangkat.

ÔÇ£akhirnya kita bersatu kembali…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem kangen bangeeeet hiks…ÔÇØ ucapku meneteskan air mata

ÔÇ£ade itu, jangan nangis..ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£habis kangen ndak nyangka mas nyiapin ini beneranÔÇØ ucapku

ÔÇ£sssssstttt…ÔÇØ ucapnya yang langsung melumat lembut bibirku

Aku rasakan peninya mulai memompa tubuhku, terasa lebih nikmat ketika ada bantal di pingguku…

ÔÇ£aaahhhh massshhh dalam sekali… penuhhh masshhhh mmmhhhh…ÔÇØ desahku dengan kedua tangan merangkul lehernya

ÔÇ£tubuhmu tambah indah sayang… mas suka sekali dengan tubuhmu owhhh… nikmatnya didalam sana sayang…ehhhh uuuftthhhhÔÇØ desahnya

Bibirnya kemudia mengulum puting susuku, satu tangan meremas susu satunya lagi. Goyangan pinggulnya semakin lama aku rasakan semakin cepat, sedotannya semakin kuat pada susuku.

ÔÇ£ahhh masssshhh…. mhhh…. ahhhhh…. massshhhhhh…ÔÇØ desahku

ÔÇ£ade sayanggghhhh….ÔÇØ desahnya, bibirnya berpindah dibibirku

Semakin cepat, semakin terasa, aku hampir keluar…

ÔÇ£massshhhh ade mau…ÔÇØ desahku disela-sela ciuman kami

ÔÇ£massshhh juga…ÔÇØ ucapnya

Selang beberapa saat, penisnya masuk sangat dalam di vaginaku. Tubuhku melengking ke atas lama sekali, ketika turun tubuhku mengejang seiring dengan cairan hangat dari penisnya membasahi rahimku. Aku terkulai lemas sangat lemas, entah kenapa tubuh ini rasanya lelah sekali. Tubuhnya kurasakan mengejang beberapa kali. hingga nafas kami teratur bibirnya menciumi wajahku. Tangannya mengelus lembut kepalaku, rambutku diuraikannya dan dimainkannya sejenak.

ÔÇ£ade capek…ÔÇØ ucapku, mungkin karena pekerjaan hari ini membuatku lelah

ÔÇ£mash jugahh…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£peluk ade…ÔÇØ ucapku

Dengan posisi masih sama, dia memeluk dan menindih tubuhku. Tak terasa berat, hingga akhirnya aku tertidur karena lelah begitu pula dengannya. Malam yang indah, bulan madu yang indah bukan yang terindah karena yang terindah adalah ketika aku bersamanya.

Malam hari aku terjaga tak kudapati dirinya disampingku, aku bangkit ku seret selimut tebal untuk menutupi tubuhku. Kulihat dia berdiri di pintu jendela, kudekati dan ku rebahkan keningku di punggungnya.

ÔÇ£kenapa?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£takut bobo sendiriÔÇØ ucapku

ÔÇ£lagi?ÔÇØ ucapnya, aku lepas selimut itu dan memeluknya

ÔÇ£mas yang bisa jawab, ade nurut…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bobo lagi yuk tadi mas bangun Cuma buat minum terus lihat langit bagus banget tapi ternyata ndak bisa ngalahi indahnya kamuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ hanya itu jawabanku

Ditempat tidur tubuhku masuk ke dalam pelukannya, hangat walau AC dikamar ini kurasakan sangat dingin. Selimut menutupi ketelanjangan kami, kecupan manis di keningku, elusan lembut di kepalaku. Membuatku nyaman dan terlindungi. Hingga pagi menjelang…

Dengan pakaian yang aku bawa dikoper aku dan suamiku pulang dengan pakiannya yang aku bawa. berkendara sendiri-sendiri seakan seperti bukan suami istri tapi kami selalu beriringan ketika perjalanan pulang. Tak tahan aku ingin segera memeluknya dirumah, bercumbu dirumah karena pagi hari ini dia memandikanku dengan telaten. Sesampainya dirumah….

ÔÇ£peluuuuuukkkk….ÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£peluuuuuukkkk….ÔÇØ balasnya

ÔÇ£ih, mas ikut-ikutan deh…ÔÇØ jawabku

ÔÇ£masa ade terus dimanja, mas kapan?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh, sini ade manjain mas…ÔÇØ ucapku menarik tubuhnya

ÔÇ£sini kepalanya bobo di pangkuan adeÔÇØ ucapku

Senyum mengembang di bibirku, ketika tubuhnya langsung rebah. Dia kemudian bercerita tentang bagaimana dia masuk ke dalam hotel penuh kebingungan walau akhirnya bisa dikarenakan pertolongan pak dhe andi. Lucu juga rasanya dengan kejadian semalam, tapi romantis bagiku.

ÔÇ£ih, telinganya kotor sebentar ade ambil katenbatÔÇØ ucapku, berlari cepat dan kembali lagi

ÔÇ£telinga suamiku bagus yaÔÇØ ucapku

ÔÇ£bagusan punya adeÔÇØ balasnya

ÔÇ£sama bagusnya kok sayangÔÇØ jawabku

ÔÇ£balik sayang, yang satunya lagi…ÔÇØ lanjutku

ÔÇ£mas suka susu ade…ÔÇØ ucapnya sambil telunjuk jarinya menusuk-nusuk susuku

ÔÇ£kan sudah punya masÔÇØ jawabku

ÔÇ£heÔÇÖem punya mas….ÔÇØ ucapnya salah satu tangnya melingkar dipinggulku dan merapatkan wajahnya diperutku

ÔÇ£kangen susu ade mas?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem bikin kangen tapi yang paling bikin kangen ade…ÔÇØ balasnya

ÔÇ£capek ya? ade pijitin mas…ÔÇØ ucapku

Kami kemudian berpindah ke kamar, aku memakai tang-top kesukaannya dan celana dalam kseukaanya aku mulai memiijitnya. Tubuhnya hanya berbalut celana dalam dengan punggung yang kasar. Hanya sekedar memijitnya karena aku bukan seorang tukang pijat profesional dan tidak pernah mengerti pijat memijat, tapi katanya kalau memijit suami tambah disayang.

ÔÇ£ade mau ke dapur sebentarÔÇØ ucapkku

ÔÇ£eegh, heÔÇÖem…ÔÇØ jawabnya sembari membalikan tubuhnya terlentang

ÔÇ£mau masak?ÔÇØ tanyanya

ÔÇ£buat mimi, biar mas tambah segarÔÇØ ucapku dia teresnyum, aku meninggalkannya

Ting… Ting… Ting…

ÔÇ£ngobrol diluar yukÔÇØ ucapnya menghampiriku dan memelukku dari belakang

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucapku, suamiku meninggalkan aku an menuju halaman belakang rumah, aku mengikutinya dari belakang, kulihat dia memakai kaos dan celana boxer. Ku berikan minuman hangat dan kami duduk bersebelahan, kusandarkan tubuhku didadanya

ÔÇ£besok kelihatannya mas bakal sibuk lagiÔÇØ ucapnya

ÔÇ£katanya ndak sibukÔÇØ ucapku

ÔÇ£tadi pas masih di hotel dapat BBM dari anak kantorÔÇØ ucapnya

ÔÇ£puasa lagi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya, kan ade ndak capek, ade ya yang diatasÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ndak mau ah, cewek kok disuruh prasmananÔÇØ tolakku

ÔÇ£kan mas juga pernah prasmanan, masa ade ndak mau?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kalau cewek capek, terus cowoknya gituin ya oke kan, cewek kan ladang… terima jad gitu sayang, masa tukang cangkul diladangin? Kalau ladang dicangkuli kan wajarÔÇØ ucapku

ÔÇ£kan ada tuh terong dicabein he he heÔÇØ ucapnya

ÔÇ£enak saja, high level kok doterongin… ÔÇ£ ucapku, sambil bersandar pada dadanya dan membelakanginya dengan kedua kakiku berada di atas bangku

Hening sesaat kudengar dia meyeruput minuman hangatnya…

ÔÇ£hi hi hi ha ha ha…ÔÇØ ku dengar tawanya

ÔÇ£mas kenapa sih kok tiba-tiba tertawa? Ade jadi takut nihÔÇØ ucapku

ÔÇ£yang…ÔÇØ panggilnya

ÔÇ£hmm… slurupt…ÔÇØ jawabku

ÔÇ£mas cuma ndak nyangka saja… masih terasa gimana gitu kalau ngat kejadian duluÔÇØ ucapnya

ÔÇ£hi hi hi hi yang tambah bikin ade kaget, kok bisa sih mas waktu itu bilang suka langsung. Padahal ade-kan item jelek ndak terawatÔÇØ ucapku

ÔÇ£mau tahu apa mau tahu banget? Rahasia…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aaaa… ÔÇØ manjaku

ÔÇ£mas kan sudah bilang…ÔÇØ dia meletakan minuman hangatnya

ÔÇ£coba senyum…ÔÇØ aku pun tersenyum

ÔÇ£ini yang bikin mas suka…ÔÇØ jawabnya,

ÔÇ£hanya senyuman?ÔÇØ tanyaku heran, dia mengangguk

ÔÇ£karena senyumu… berbeda… ndak tahu kenapa mas bisa mikir gitu tapi beda saja, enak kalau dilihat…ÔÇØ jawabnya

ÔÇ£aaaaa… peluuuuuuk…ÔÇØ ucapku setelah meletakan minuman hangatku

ÔÇ£dan ini nih yang bikin kepikiran terus…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£apa?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£manjamu…ÔÇØ ucapnya dengan kecupan di ubun-ubun kepalaku

Hari berikutnya aku dan mas melakukan aktifitas seperti biasanya tapi tidak dengan seks. Ingin berduaan saja dengannya. Bahkan karena mungkin saking lelahnya mas aku tidak tega ketika harus meminta, setiap kali pulang wajahnya selalu penuh kelelahan. Dia meminta tapi aku tak tega jika harus memforsir tubuhnya. Dia bilang dia takut kalau aku tida dicangkul, aku hanya tersenyum dan menjawab agar tetap fokus dengan pekerjaannya terlebih dahulu. Walau ingin aku menahan, karena aku terlalu cinta kepadanya aku tidak ingin tenaganya yang dia gunakan untuk menafkahiku harus habis karena keegoisanku. Setelah di hotel, aku merasa aneh dengan diriku. Pulang dari hotel adalah hari keenam karena aku check in hari kelima. Dihari kelima dua minggu berikutnya aku merasakan sesuatu yang aneh, hanya aneh saja tidak ada yang lain. Apa karena aku tidak berhubungan selama hampir dua minggu iini dengan mas ya? ya karena memang dia sudah bilang akan sibuk lagi. Ketika itu ada jadwal mengajar jam 1 siang, tapi aku memberi mereka tugas untuk dikumpulkan, karena perasaanku ada yang aneh jadi aku malas mengajar. Kulihat kalender di mejaku, dan..

ÔÇ£eh… harusnya kan?ÔÇØ bathinku

Aku segere melangkah dengan cepat dan menuju ke apotik terdekat. Setelahnya aku ke kamar mandi, aku letakan sebuah wadah kecil dibawah vaginaku. Dan kumasukan stik panjangnya… selang beberapa saat…

ÔÇ£dua strip…ÔÇØ bathinku, air mataku langsung mengalir, betapa bahagianya aku

Kubersihkan diriku dan kembali ke ruanganku. Ku ambil sematponku dan langsung aku membuka kontak pesan suamiku. Tapi, aku takut karena dulu aku pernah berjanji padanya untuk menikmati bulan madu kami sebelum menikah ada jarak yang sudah kami sepakati tapi… kuingat lagi terakhri kali dihotel aku memang tidak membawa pil untuk mecegah kehamilan. Tapi masa bodohlah langsung aku meminta mas untuk datang ke kampus dan dia menyanggupinya. Tapi…

ÔÇ£mas…ÔÇØ aku tersenyum ketika dia berada di depanku diruanganku, aku memeluknya

ÔÇ£eh, yang ada apa?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aku… ini…ÔÇØ jawabku menunjukan 2 strip

ÔÇ£maksudnya..?ÔÇØ tanyanya

ÔÇ£aku hamil mas hi hi hi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£oh ya sudah, baguslah kan wajar. Ade kan cewek, ya sudah mas mau ke kantr lagi urusannya sedang banyak yangÔÇØ ucapnya memelukku dan mengecup keningku

Sebuah reaksi yang tidak aku harapkan, datar tak ada senyum sedikitpun. Apa dia tidak suka aku hamil? Apa dia merasa aku ingkar akan janjiku?

ÔÇ£kenapa mas? Mas ndak senang?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£senang, mas ke kantor dulu yang… ya… dah duluÔÇØ ucapnya pergi meninggalkan aku

Aku antar kepergiaanya sampai keluar tempat parkir dan kulihat dia hanya melambaikan tangan ke arahku tanpa senyum sedikit pun. Kutahan air mataku, kenapa ketika aku hamil ekspresi dia seperti itu. apa ini bukan kebahagiaannya? Sedihku menjadi jengkel, marah, ku kirim sebuah pesan.

To : My Husband Arya
Ade pulang malam, banyak kerjaan!
From : My Husband Arya
Iya, tapi jangan malam-malam
Maksimal jam 8 malam
Dan kabari ade dimana
To : My Husband Arya
Ya..!
Setelah dari kampus aku hanya ke cafe milik dira, tak ada dira disana jadi aku hanya sendirian memandang taman kecil di cafe dira. Hingga matahari tenggelam, aku habiskan hampir sepuluh gelas jus buah-buahan. Kesal, marah…

ÔÇ£iya memang aku ingkar tapi bukan berarti tidak senang kan?! Aku itu istrinya! Kalau aku hamil sama orang lain baru kamu marah! Dasar suami ARGH!ÔÇØ bathinku

Aku melangkah pulang, gratis kalau di cafe dira, secara uangku tidak laku di cafe milik dira. Aku arahkan mobilku untuk pulang kerumah, dan kudapati motor suami paling menyebalkan sudah ada dirumah. Aku keluar dan aku tendang motor REVO REVIA halah bodoh! Aku segera melangkah ke dalam rumah tak kudapati suami menyebalkan itu, hanya sebuah tas plastik penuh dengan buah-buahan apa itu?! hah bodoh… masuk kamar, ingin rasanya aku gampar suami menyebalakan ini tapi kudengar sebuah teriakan dari dalam kamar mandi kamar. aku duduk dan menghadap ke arah kamar mandi yang tertutup rapat itu, melongo.

ÔÇ£HA HA HA HA HA HOLEYO LEYO… ELO ENTE KAMU KEREN BRO, AKHIRNYA KAMU TUNJUKAN PADA DUNIA BAHWA KAMU ADALAH DEDEK ARYA TERHEBAT! KAMU BUAT DOSENKU HAMILLL HA HA HA HA… AKU LELAKI HEBAAAAAAAAT! DUNG PAK TING TING JOS JOS JOS DUK PAK TING TING JOOOOOOOOSSSS HA HA HAÔÇØ

ÔÇ£HARI INI AKU MENGANKAT DIRIKU SEBAGAI LELAKI HEBAT! ISTRIKU HAMIL HO HO HO HO HUAWAHAHAHAHAHHAHAHAHAHA SYALALALALALA AKU MAU JADI BAPAK AKU MAU JADI BAPAK HUWAKAKAKAKAKAKAK AKU MAU PUNYA ANAK YES YES YES HA HA HA… BU DOSEN ITULAH AKIBATNYA KALAU KAMU MENCINTAI MAHASISWAMU YANG GANTENG INI HA HA HA HA HAÔÇØ

Aku benar-benar kaget setengah mati mendengar nyanyian suamiku. Hatiku yang panas, tanganku yang ingin menggamparnya seakan melelh menjadi haru. Sebegitu senangkah dia tapi kenapa tidak kau ungkapkan di depanku? Apa karena kamu malu? Atau kamu mau main kucing-kucingan ya? hmmm… kulihat sematponnya dan ku buka, masih ada browser yang terbuka. Aku tersenyum melihat artikel yang terpampang di layar sematponnya.

ÔÇ£HARI INI KUDENDANGKAN LAGU BARU YANG KU NYANYIKAN, SEORANG PEREMPUAN HAMIL KARENA KONTOLKU JRET JRET JRET JRET AKU AKAN JADI BAPAK JADI JADI BAPAK KARENANYA, KARENA ISTRIKU HAMIL, HAMIL ANAKKU AKU SENANG SEKALI… HA HA HA BAHAGIAAAAAAAAAA!ÔÇØ teriaknya

Ku dengar suaranya berhenti dan hendak keluar, aku langsung berdiri kuletakan sematponnya apda posisi semula dan memposisikan diriku seakan-akan baru masuk ke dalam kamar. dia sempat terkejut ketika melihatku, dan aku memandangnya dengan tatapan malas.

ÔÇ£lho ade sudah dari tadiÔÇØ ucapku

ÔÇ£ndak, barusanÔÇØ ucapku judes

ÔÇ£ade mau dimandiin?ÔÇØ rayunya

ÔÇ£ndak, punya tangan sama kaki ngapain diamndiinÔÇØ balasku judes

ÔÇ£mas mandiin ya?ÔÇØ bujuknya

ÔÇ£ngapain dimandiin?ÔÇØ ucapku, sambil melepas pakaianku

ÔÇ£ya, kan biasanya dimandiin mas kalau mas pulang ade minta mandi lagiÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ya sudah cepetan, ndak usah lama-lama, lagi malesÔÇØ ucapku

Dengan hati-hati dia menuntunku, seakan dia tidak ingin tergesa-gesa. Aku melihatnya memperhatikan langkahku, tanganku digenggamnnya erat. ketika hendak duduk biasanya dia hanya menyediakan kursi saja, tapi sekarang setelah kursi kecil disediakan dia langsung berdiri lagi dan meraih tanganku diarahkannya aku duduk dengan hati-hati. Aku dimandikannya dengan hati-hat pula. Selepas mandi, aku berganti pakaian dan suamiku keluar, kudengar suara blender dari arah dapur. Aku duduk dan tersenyum sendiri karena tingkahnya.

ÔÇ£eh, yang ini ada jus alpukat enak lho, alpukatnya matang sudah mas tambahi susu coklatÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade dah punya susu, lagian ngapain alpukat, nanas muda saja atau durian!ÔÇØ jawabku judes

ÔÇ£eh, jangaaaaan ndak baikÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ndak baik apa? Biar ambrol sekali saja yang didalamÔÇØ judesku

ÔÇ£eh, ndak boleh gitu sayang, ini mas buatkan kan cuma untuk kesehatan ade. ade kan jarang makan buahÔÇØ ucapnya, padahal setiap hari juga makan buah

ÔÇ£ini diminum sayang, ayo dong, masa gitu sama masÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mana!ÔÇØ jawabku, langsung aku minum hingga habis

ÔÇ£buat apa alpukat? Buat kehamilan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya ndak tahu pengen saja buatin ade jus alpukatÔÇØ jawabnya tetap mengelak

ÔÇ£kalau ndak suka hamil digugurin saja napa, mumpung belum ada nyawanyaÔÇØ jawabku judes

ÔÇ£mmm… terserah ade sih, kalau mas janganÔÇØ jawabnya datar sembari meninggalkan aku dikamar

ÔÇ£Huh! Apa dia memang lebih suka mencintai seseorang dengan perlakuan ya? daripada ucapan? Hmmmm…ÔÇØbathinku

Selepasnya aku tidur, tubuhku dipeluknya dari belakang. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dan aku tidak bisa tidur dengan tenang. Sekalipun puting susuku dimainkannya dan kepalaku dielusnya tapi tetap tidak membuatku tertidur. aku putuskan untuk pura-pura tidur, dan mengatur nafasku. Selang beberapa saat tangan yang memainkan putingku hilang entah kemana dan beberapa menit kemudian kembali lagi.

ÔÇ£ade..ÔÇØ panggilnya, aku tetap diam beberapa kali aku dipanggilnya dan aku diam saja.

Kurasakan tubuhnya hilang dari belakang tubuhku dan kemudian kurasakan elusan lembut diperutku.

ÔÇ£hey… kamu cowok apa cewek?ÔÇØ ucapnya, ku buka sedikit mataku dan klihat dia tengkuran dengan kepala menghadap ke arah perut

ÔÇ£ooohhh ya ya ya… ndak papa, ayah ndak minta kamu harus sesuai keinginan ayah, tapi kamu sehat ya didalam sana? Jadi anak pinter didalam ya?ÔÇØ ucapnya ngomong sama perut, antara geli dan bahagia melihat tingkah suamiku, aku tetap tidur

ÔÇ£iiih kamu pinter banget jawab pertanyaan ayah, eh jangan buat ibumu muntah-muntah ya sayang? Nanti ayah belikan mainan yaÔÇØ ucapnya lagi

ÔÇ£nanti ayah ajari bela diri juga ya biar kamu bisa jaga diri kamu, mau kamu cewek apa cowok ayah ndak masalah kok ya ya… ntar anak ayah juga diajari sama ibu kamu yang cantik itu, cara dandan, dan terutama masalah cinta hi hi hi eh ayah kejauhan ya? hi hi hi…ÔÇØ ucapnya lagi

ÔÇ£hmm… kamu didalam sana kaya apa ya? ayah kok penasaran?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£pokoknya kamu hati-hati ya sayang, baik-baik didalam, nanti kalau kamu keluar ayah yang akan jagain kamu dan ibu kamu. karena ayah itu orang kuat dan hebatÔÇØ ucapnya, pengen nangis rasanya dengar peracakapan bodohnya. Aku kemudian membalikan tubuhku.

ÔÇ£eh, ugh hoaam… mas… mas…ÔÇØ ucapku pura-pura mencarinya

ÔÇ£ya de…ÔÇØ balasnya yang sedang berdiri

ÔÇ£mas kok disitu ngapain?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£eh, ndak tadi ada hewan kecil mas kejar sajaÔÇØ jawaban konyol, dia melangkah keluar

ÔÇ£mau kemana?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ke belakang dulu, mas mau… mm…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ya sudah, mas ngrokok nanti kalau tidur cuci muka dan gosok gigi lagi sekalian ganti bajuÔÇØ ucapku

ÔÇ£iyaaa…ÔÇØ jawabnya, kulihat dia keluar dari kamar

Kulihat sematponnya dan kubuka browsernya kembali, kulihat history pada browser. Aku tersenyum melihat apa yang dia baca. Sebegitukan dia? Ah, mau main-main ternyata, okay ade ladenin. Ku lepas semua pakaianku dan aku keluar dari kamar menuju ke halaman belakang. Aku bersandar pada pintu dan kulihat dia sedang merokok.

ÔÇ£mas, jangan banyak-banyakÔÇØ ucapku, dia menoleh

ÔÇ£iya… eh, ade kok telanjang glek…ÔÇØ ucapnya menelan ludah

ÔÇ£penat didalamÔÇØ ucapku, bisa kamu menahan godaan ini

ÔÇ£ade pakai ashhh baju ya sayang yaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade pengen, sudah beberapa minggu ndak dijatahÔÇØ judes jawabku. Dia berdiri dan melepas kaosnya dan dipakaikan ke tubuhku

ÔÇ£besok saja ya sayang, nanti ade sakit kalau ndak pakai baju yaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mas sudah ndak cinta ya? ade kan minta jatah, masa ndak dikasih hiks… kalau tubuh ade dah ndak bagus bilang saja, sudah jelek,sudah ndak mulus lagi apalagi hamil tambah mbrot, iya kan? Bilang saja?! terus mas mau nyari lagi gitu kan?!ÔÇØ ucapku pura-puura ngambek

ÔÇ£eh, bukan begitu ini kan sudah malam. Tubuh ade masih bagus kok, masih ranum, masih sempit, masih montok, buktinya mas tadi sudah ndak sabar mau nubruk adeÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ya sudah sekarang!ÔÇØ ucapku dengan nada tinggi dan manja

ÔÇ£eh, bukan begitu… ini kan malam sayang… besok saja ya, tuh wajah ade kecapekanÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ya sudah, janji lho… gendong cepetan!ÔÇØ ucapku

Aku digendongnya ke dalam kamar masih menggunakan kaosnya. Suamiku kemudian bersih-bersih, dilepaskannya kaos yang aku kenakan dan diganti dengan yag baru.

ÔÇ£ade suka ituÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£ya, ini kan bau rokokÔÇØ ucapnya

ÔÇ£biasanya juga bau ndak papa!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, itu anu… ganti saja, dah kotorÔÇØ ucapnya mengelak

Setelahnya aku memakai kaos darinya, aku dipeluknya. Dalam hati aku tersenyum, kenapa suamiku? Takut ya? hi hi hi, gara-gara artikel yang kamu baca untuk mengurangi seks dengan istri di kehamilan trimester pertama gitu? Dasar! Aku pura-pura tertidur, kurasakan elusan pada putingku turun kebawah dan mengelus perutku. Suamikuuuu… suamiku… hmmm…..

Keesokan paginya aku mendapat telepon dari mama diah dan juga mamaku. pertama, mama diah menyarankan agar aku tidak eminum ramuannya karena akan berdampak buruk pada kehamilan dan aku langsung menyetopnya. Mamaku juga sama, setelah adikku lagir mama menyarankan aku untuk banyak makan sayur dan buah-buahan. Sesekali mereka berdua menengokku, dari penuturan mama diah, suamiku sangat bahagia tapi kalau dilihat dari wajahnya ndak sama sekali. Hanya perlakuannya saja tambah membuatku cinta dengannya.

Begituah hari-hariku kulalui, cekcok ya kadanglah kalau dia pulang malam atau bahkan ndak ada kabar sama sekali. Kalau aku marah suamiku hanya diam saja, mendengarkan sambil tersenyum memandangku. Baru setelah aku reda, dan pergi tidur sambil ngambek baru dia memelukku dari belakang. Aku cuek, tapi dia terus bercerita kenapa tidak ada kabar, kenapa pulang malam. Terus bercerita dan aku mendengarkan walau tidak memandangnya sama sekali. Lama kelamaan hatiku kemudian tenang tatkala dia bercerita saat aku marah, saat aku ngambek. Dan dia selalu tahu apa yang aku inginkan ketika hendak tidur, sentuhannya.

Oia, ada lagi. Sekaran setiap berangkat Sekarang kalau aku mengajar semuanya di lantai gedung kampus. Entah mengapa ruanganku berpindah. Karena penasaran aku mendatangi ketua jurusanku (kajur).

ÔÇ£suamimu si arya yang minta katanya kamu hamilÔÇØ ucap kajurku

ÔÇ£bapak kan bisa menolak, saya jadi ndak enak dengan dosen lain kanÔÇØ ucapku

ÔÇ£yang lain sudah bapak beritahu dan memakluminya. Lagian suami kamu itu ngancem kalau ndak dipindah ya kamu disuruh berhenti jadi dosen. Jurusan ndak mungkin lepas kamu yan, secara kamu paling berprestasi, dosen-dosen lain juga ndak mau kehilangan kamuÔÇØ ucapnya. Aku terkejut, sampai segitunya suamiku,.

ÔÇ£sudah, ndak papa tenang saja. namanya suami pasti khawatir yan. Mas ini ditanda tangani ya?ÔÇØ ucap dosen senior perempuan

ÔÇ£iya mbakÔÇØ ucap kajurku

ÔÇ£eh, ibu… iya bu, saya kan jadi maluÔÇØ balasku

ÔÇ£malu kenapa? itu tandanya mantan mahasiswa kamu itu sayang sama kamu, cinta mati itu. dulu suamiku, haduuuh kehamilan pertama wajahnya biasa saja tapi kesehariannya enak banget lhoÔÇØ ucap ibunya

ÔÇ£enak bagaimana bu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ada deh masa mau diceritakan, sudah mas?ÔÇØ ucap nya kepada kajur

ÔÇ£iya mbak sudahÔÇØ jawab kajurku

Aku kembali ke ruanganku, menunggu jam mengajarku. Kalau aku ingat sejak aku hamil, aku tidak pernah yang namanya mencuci pakaian, piring, memasak. Semua suamiku yang menyediakannya. Aku hanya tinggal terima jadi saja, ndak pernah pusing dengan urusan rumah. Rumah semuanya dia, aku jadi ratunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*