Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 73

Wild Love 73

Satu persatu pakaianku di lepasnya hingga aku telanjang, setelah semua tubuhku diguyur air dingin. Kini kami berendam di air hangat dengan ketelanjangan kami. aku dipeluknya, di ambilnya air dan kemudian di tuangkan di kepalaku.

ÔÇ£mas itu… aneh-aneh pengennyaÔÇØ ucapku, tubuhku menjadi segar kembali

ÔÇ£aneh-aneh kan sama istrinyaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£pengen apa lagi mas?ÔÇØ godaku

ÔÇ£pengen dikamar mandiÔÇØ jawabnya

ÔÇ£sekarang?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ndak besok saja, kalau sekarang ade capek, pengen santai bersama istri mas…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ini sudah santai, kalau memang beso itu tangan jangan nakal kenapa?ÔÇØ ucapku ketika tangannya memainkan susuku

ÔÇ£nakal gimana? Itu kan punyaku, hak milik pribadiku, mau mas pegang, mas sedot ndak ada yang boleh melarangÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya… iya… punya mas… tapi ade pengennya, yang punya ade tidur tuuuuh… kok bangunÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, ndak bisa semua punya mas, ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£yeee… ya ndak bisa to ya, curang, mas curang ah, emoh ade… weeeek…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya, iya mas suruh bobo ndak mau de, gimana?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade ndak mau boboÔÇÖin lho hi hi hi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ndak papa, besok ade bakalan capek mboboÔÇÖin ini dedek mas he he heÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mas bisa saja… maaaaaaaas… dipeluk yang kencengÔÇØ manjaku

Selepasnya kami berendam, kami berbincang sejenak di sofa depan TV. hingga kantuk menyerangku dan suamiku membopongku ke dalam kamar. tubuhku ditelanjanginya sekali lagi hingga kurasakan tubuh telanjangnya memelukku.

Pagi hari…

ÔÇ£mas, mas itu aneh-aneh deh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£wuuuu seksi sekali ini cewek, towel ah pantatnya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£maaaas, ade lagi masak ntar mas ndak makan pagi lho… jangan digangguin teruuuuus…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£uuuhh… gedenya pantat kamu, seksi sekali…ÔÇØ ucapnya sambil meremas pantatku

ÔÇ£ih mas, ade ngambek lho, ndak mau masakÔÇØ ucapku sedikit keras, tiba-tiba dia memelukku

ÔÇ£ini punya siapa? Ini, ini terus ini?ÔÇØ ucapnya yang menunjuk wajahku, dadaku, vaginaku dan pantatku diremasnya

ÔÇ£mas, tapi kan jangan diganggu dulu, sudah ade disuruh pakai ini lagiÔÇØ ucapku, merasakan batangnya tegang di belakang pinggangku

ÔÇ£hiks istriku ndak mau, terus aku sama siapa hiks…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh.. iya… iya… tapi jangan digangguin dulu biar, ade masak dulu ya?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£he he he ndak mau, aku berhak atas milikkuÔÇØ ucapnya dengan gaya sok

ÔÇ£oke, ndak masalah tapi ingat, kalau ade masaknya lama dan mas lapar jangan salahin adeÔÇØucapku tegas

ÔÇ£heÔÇÖem… bisa beli diluar kok, kalau yang ini ndak ada yang jual muach muach…ÔÇØ ucapnya mengecup-ngecup punggungku

Hanya menggunakan apron, alias celmek yang menutupi dada dan vaginaku. Tubuhku telanjang hanya ditutupi apron itu saja. membuatku sempat risih tapi mau bagaimana lagi imajinasinya terlalu banget, kebanyakan nonton video porno kali. hu..uuuh! tiba-tiba pinggulku ditarik kebelakang, secara spontan kedua tanganku memegang meja dapur. Dan…

ÔÇ£egh… masssshhhh…. mmmmhh….ÔÇØ desahku, aku tidak mau menolaknya, masa bodoh dengan masak, vaginaku terasa nikmat ketika lidahnya menyapu. Kedua telapak tangannya membuka pantaku lebar, shingga dengan leluasa dia bisa menyapu bersih vaginaku.

ÔÇ£massshh… itil ade mashhhh… mmmhhh….ÔÇØ desahku

Aku rasakan lidahnya memainkan klitorisnya, hingga membuatku semakin menahan desahku. Bibir bawahku ku gigit karena nikmat yang menderaku. Kakiku direnggangkannya, kepalanya menengadah di bawah selangkanganku, aku bisa melihat wajahnya dengan mulut terbuka dan lidah yang menjilati klitorisku. Terasa jari-jarinya mengocok vaginaku.

ÔÇ£Ahhh masssshhhh… itu aaaahhhh… aduh massshhhh enakkkkkkhhhhh ergh…ÔÇØ desahku

ÔÇ£masssshhhh masssshhh massshhhhh eghhh masssssshhhhh ade keluarrhhhhhhhhÔÇØ teriakku keras ketika mengucapkan kata keluar, pahaku langsung menjepit kepalanya, tubuhku mengejang cairanku tumpah seperti pipis. Aku merasakan ketika kepala suamiku meronta, tapi mulutnya seakan mencoba meminum cairanku. Setelah beberapa saat, aku membuka pahaku, suamiku bangkit dan mengelap wajahnya yang belepotan dengan cairan adri vaginaku. Tanganku masih di meja dapur yang terbuat dari bata ini tapi tubuhku beringsut turun, turun kakiku tertekuk dan aku bersanda pada meja dapur. Kulirik wajahnya tersenyum kepadaku dan mengarahkan penis besarnya ke wajahku.

ÔÇ£hash hash hash… disuruh ngapain mas?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya sudah, kalau ndak mau… he he heÔÇØ godanya, yang tahu aku sudah diubun-ubun

ÔÇ£eng…ÔÇØ Pukulku pada pahanya

Langsung aku raih dengan tanganku penis besarnya dan aku bangkit dari sandarku. Aku majukan kepalaku dan mulutku terbuka mengulum buah zakarnya. Lidahku menari-nari disana, dan bagian tersensitifnya bagian bawah antara buah zakar dan anusnya aku jilat. Entah tenaga dari mana, setiap kali penisnya berada didepanku aku merasa, aku harus segera menikmatinya. Dari bawah buah zakarnya jilatanku naik, ke batang, kusapu bersih batang itu hingga semua batangnya terkena air liurku. Dan sampailah pada puncaknya, tubuhku sedikit aku angkat dan ku lepas apronku, kujepit penis besarnya dengan kedua buah susuku. Naik turun, kuludahi penisnya agas dengan mudah melewati lembah susuku. Aku memandangnya…

ÔÇ£istriku memang paling tahu keinginanku…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£dan kamu paling tahu keinginanku suamiku sayang… puaskan aku ya sayang ya hash hashÔÇØ ucapku sembari menaik turunkan dadaku

ÔÇ£pengen berapa kali?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£terserah suamiku, tubuhku milikmu mmmppph…ÔÇØ ucapku yang langsung menelan habis penisnya

ÔÇ£istriku doyan banget sama kontol suaminya ya ughhh enak yang.. terus yang yang dalam sambil dijilath jilath uhhh…ÔÇØ racaunya

Aku mengulum dengan lidahku bermain-main di batangnya. Hingga kepalaku ditahannya dengan kedua tangannya, dan lepaslah mainan kesukaanku dari mulutku. Kedua tangannya menyelip diantara ketiakku, perlahan diangkat tubuhku dan diposisikan menungging di meja dapur.

ÔÇ£sudah siap? Mau dimainin dulu ndak?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£cepeth… kalau ndak dimasukin, bobo sama gulinghhh owhhhhh sayang aduh pelannnhhhh erghhh… pelan dulu sayang, mentok banget dalam banget sayangku…ÔÇØ racauku

ÔÇ£memek istriku lezat sekali, kamulah yang termuah dihatiku sayang… aku mencintaimu, i love youÔÇØ ucapnya, kata-kata cintanya membuatku sedikit terbakar…

ÔÇ£apa sayanghhh…ÔÇØ ucapku memintanya lagi

ÔÇ£aku mencintaimu sayang… i love you…ÔÇØ ucapnya, ah kata-kata yang selalu tidak pernah dilupakan olehnya, kata-kata yang sebagian besar wanita menunggunya ketika melakukan persetubuhan dengan suaminya, ohhh nikmat sekali…

ÔÇ£iya, sayang akujugah cintah kamuhh owhhh nikmath banget kontol sayaang dih..didalam memek ade… nikmati memek istrimu sayang, owhhh… goyang lebih keras…. sesuka sayanghhh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£pasti sayang… memekmuh itu sempith selalu… sudah dimasuki sempitthh terusss ohhh… oh cinta aku cintah kamu istriku yahhh memekmu nikmat sekaliÔÇØ racaunya

tiba-tiba goyangannya berhenti, ketika aku hendak protes kaki kiriku diangkat. Ah, sepeti video yang ada di sematponnya, kembali dia menggoyang pinggulnya. Memasukkan dan mengeluarkan penis kesayanganku di dalam memek HM-nya. Terasa mentok, penuh, dalam sekali penisnya menusuk vaginaku.

ÔÇ£sayanghh… ade mauuuuh keluarrrhhh mau pipis lagihhhh… owhhh sayanghhhhlagi terusssss sedikith lagi…ÔÇØ goyangannya semakin cepat

ÔÇ£ahhh sayanggghhhh massshhhku suamikuhhh owh… nikmat sekaliiihhh yaaahhh terusssshhhhh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£arghhhhhhh….ÔÇØ teriakku

Tubuhku mengejang, masih dalam posisi mengejang aku langsung ditariknya. Wajahku masih wajah dengan penuh kenikmatan, masih ada rasa lelah. Agak aneh mungkin ketika wajahku merasakan orgasme, tapi tubuhku langsung dinaikan ke meja makan. Cairan seperti pipis keluar dari vaginaku tercecer di lantai hingga di meja makan saja ada yang keluar. Tubuhku terlentang, dan masih sedikit mengejang, dia naik dan langsung memasukan penisnya kedalam vaginaku. Tangannya tertekuk di samping kepalaku, wajahnya begitu dekat denganku, bibirnya pun mendarat ke bibirku. Dan pinggulnya mulai bergoyang, memompa vaginaku kembali.

ÔÇ£mmmpppphh…. mmmmmmmmmmppphhhh….mmmhhhmasmmmmmppphh…ÔÇØ aku sudah tidak bisa lagi berbicara bibirnya terus melumat bibirku

Goyangannya semakin keras, semakin liar dia tidak peduli lagi dengan vaginaku yang masih lelah. Tapi aku menikmatinya, tubuhku menikmatinya. Tanganku memeluk lehernya, kami berciuman erat, melumat dan aku memejamkan mataku tatkala puncak ketiga semakin dekat. Seakan dia tahu, dia lebih cepat lagi memompa vaginaku. Dan…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Semburan sperma aku rasakan didalam vaginaku, tubuhku mengejang. Pipis, aku pipis lagi dapur rumahku pasti akan berbau sperma dan pesing. Tubuhku meliuk-liuk tertahan oleh tubuhnya, hingga aku reda. Aku membuka mataku, kulihat matanya memandang mataku dengan lembut. Nafasku berderu seperti tembakan meriam, mengambil nafas sebanyak-banyaknya karena oksigen semakin sedikit didalam tubuhku. Bibirnya kemudian menciumku dengan lembut, tangannya mengelus kepalaku dengan lembut. Keningku dikecupnya, pipi, hidung dan mataku. Aku hanya tersenyum dengan nafas terengah-engah.

ÔÇ£aku akan selalu memompamu sayang, aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu hanya kamu yang bisa dan paling bisa mengerti aku, aku akan menjagamu dan menjaga tubuhmu, hatimu dan cintamu, karena kamu satu-satunya yang bisa membuatku bangkit dari keterpurukanku, dan aku akan membawamu kemanapun aku berada, tak akan aku tinggalkan kamu walau 1 hari sajaÔÇØ ucapnya, terasa wajahku memerah…

ÔÇ£maaaaassss… pelukk…ÔÇØ hanya itu yang bisa aku katakan, penisnya mengendur terasa dibawah sana, terlepas dan cairannya keluar dari dalam vaginaku

Lama sekali aku berpelukan dan tenaga kami sudah kembali lagi walau sedikit. Suamiku turun dari meja, membopongku dan merebahkan tubuhku di sofa. sambil berbisik…

ÔÇ£nanti lagi, mas mau beli maem dulu ya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£cepetan…ÔÇØ ucapku, sambil memeluk lehernya

ÔÇ£ade istirahat dulu saja, nanti makan terus lagi ya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sekarang saja ade siap… pokoknya cepet maaasssss…ÔÇØ manjaku

ÔÇ£iya… ade istirahat dulu ya… ndak usah mandi, I LOVE YOU DIANÔÇØ aku mengangguk tatkala dia mengatakannya

Selang beberapa saat, dengan tubuh masih lemas di sofa dan apron masih di pinggangku. Aku dengar teriakannya ÔÇ£Pintu mas kunci, ade bobo duluÔÇØ, aku sudah tak sanggup menjawab karena rasa kantuk menyerangku. Gitu kok tadi bilang siap, diaaaan… dian. Sepulannya dia dari membeli makanan…

ÔÇ£mas… jangan digoyang ntar ade ndak bisa nyuapin masÔÇØ manjaku setelah dia pulang dan membangunkan aku

ÔÇ£bukan mas yang goyang, tuh pinggang siapa yang goyang?ÔÇØ ucapnya, malu sendiri aku

Aku dipangkunya dengan penisnya masuk ke dalam vaginaku. Rasa geli, dan sedikit agak-agak gimana gitu ketika penisnya mentok didalam membuatku menggoyang pinggul.

ÔÇ£di kunyah ade dulu…ÔÇØ ucapnya, manjanyaaaaa… eh, aku kan juga seperti itu kalau mau makan, malu sendiri.

Setiap aku menyuapinya dengan mulutku, aku merasakan hasratku selalu naik. Apalagi pinggulku bergoyang sendiri, membuat sensasi menyuapi suamiku ini menjadi sangat erotis. Ciuman lama, dan aku menggoyang tubuhku terus.

ÔÇ£aaaaaarghhhh…. egh egh egh egh…ÔÇØ aku memandangnya dengan kepala sedikit menunduk dan kedua bola mataku berada diatas, aku keluar.

ÔÇ£iiih makan kok keluar, pipis lagi… tuh tambah bau pesing he he he…ÔÇØ ucanya dan aku ambruk sebentar ditubuhnya, setelah aku tenang

ÔÇ£habis enak mas…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£itu satu piring belum selesai lho…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£habis mas aneh-aneh masa makan sambil NGENTOTIN ISTRINYA!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£lha mau apa ndak?ÔÇØ godanya

ÔÇ£mau, tapi lama nanti makannya..ÔÇØ ucapku

Setelahnya aku mencoba berkonsentrasi pada makan, hingga semua makana telah habis. Suamiku langsung membopongku dengan menggoyang pinggulnya. Terus bergoyang hingga masuk ke dalam kamar mandi. Bath-up telah terisi air, aku didudukan dipinggiran bath-up dengan kaki membuka mengarah ke arahnya yang berada dalam bath-up. Disiramnya vaginaku dengan air, dan dicucinya.

ÔÇ£ugh…aw… pelan mas kalau nyuci, itu aset ade maaaaaas…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ini bukan aset ade, tapi sudah aset pribad mas, harus mas bersihkan selalu ini seperti tadi pagi he he he… ndak boleh kotor, karena tempe itu enak he he he…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£huuu… mesum… awhhh… masssshhhh erghhh…. kok lagiiihhh massshhh… ntar longgaaarhhh masshhhÔÇØ desahku mencoba memprotesnya karena baru saja selesai dia minta lagi, dengan kocokan jarinya di vaginaku. Tanganku mencoba menahan,

ÔÇ£makanya banyak minum jamu galian singset dan olah raga ya sayang… karena selama liburan nikah ini, tugas kita Cuma… sex, rest, sex, rest… okay… i want it, your pussy driving me crazy…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£reahhhhhh really?ÔÇØ desahku

ÔÇ£yaaa… mungkin aku harus seperti ayah atau pak dhe andi, pulang lebih awal karena pekerjaan paling berat untuk lelaki adalah jauh dari istri, jadi harus dekat terus…ÔÇØ ucapnya, sesaat setelah mendengar ucapanya tangaku berpindah ke kepalanya

ÔÇ£jilat… jilat memek ade… ughhhh… cepet masssshhh… ÔÇØ pintaku sembari menarik kepalanya, dia tersenyum dan dengan cepat kepalanya mendekati vaginaku

ÔÇ£Arghhhh…. enakkkhhh massshhh…. mmmmhhh terussshhhh masshhhh… memek ade akan selalu dipikiran massshhh ughhh yaaaahhh mmmhhh….ÔÇØ racauku, dengan kocokan ditangannya semakin kencang

ÔÇ£ah sudah mas… sudah mas… nanti ade keluar mas, nanti adeh lemesh mashh plissh mass…ÔÇØ pintaku, karena aku tahuh pasti kalau aku keluar lagi tak banyak gaya yang bisa dimainkan

ÔÇ£Sini…ÔÇØ ucapnya, keluar dari bathup

Aku keluar dan duduk di kursi kecil, suamiku berada dibelakangku. Kemudian mengguyurku dengan air. Tubuhku di usah dengan sabun, bagian susu menjadi bagian yang selalu lama dia sabuni apa lagi vagina. Kadang jarinya nakal mempermainkan klitorisku.dengan masih banyak sabun di tubuhku aku kemudian di angkat, suamiku duduk di pinggiran bath-up dan aku didudukan dipangkuannya dengan penis masuk kedalam vaginaku.

ÔÇ£ayo yang goyang, suamimu ingin ngenthu kamu terus ini..ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ahhh… yah mas… ughh…. enak sekalllllihhh mashhhh ugh….ÔÇØ aku terus menaik turunkan pinggulku di penisnya

ÔÇ£terusssh sayang… kali ini harus keluar bersama.. ughhhkalau ndak ade harus siap diknethu terus-terusan…ÔÇØ ancamnya, aku semakin menggoyang kujepit kontolnya dengan vaginaku

ÔÇ£arghhh… enak sayang jepitanmu mauthhh… erghhh… ÔÇ£ ucapnya

Tiba-tiba tubuhku diangkatnya dan diarahkan menuju tembok kamar mandi. Kedua tanganku bertumpu pada dinding kamar mandi sedangkan vaginaku terus kocok oleh penisnya. Aku rapatkan vaginaku sehingga menjepit daging jerasnya itu.

ÔÇ£arghh… sayang… mas mau keluarhhhh… enakkkhhh bangethhh yanghhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ade juga enakkhhh… kontol mas enakkhhh bangethh didalam memek adeeh…ÔÇØ balasku

Dan kocokannya semakin keras, susuku yang menggantung indah langsung diarihnya dengan kedua tangannya. Sangat keras, dan…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Kurasakan sedikit air mani di dalam vaginaku, aku mengejang beberapa kali dan tubuhku hampir jatuh ke lantai kamar mandi. Dengan sigap suamiku meraih tubuhku dan memapahku, penisnya lepas dan kami berendam di bath-up. Aku bersandar pada tubuhnya dengan penuh kelelahan. Susuku masih dimainkannya..

ÔÇ£capek sayang?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£banget mas…ÔÇØ balasku

ÔÇ£kalau mas minta setiap hari kaya gini terus selama libur ini? Ade… mau?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mauuuu… ini kan tubuh mas, jadi terserah mas mau ngapain… tapi… kasih jeda mas, capek banget…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iyaaa…ÔÇØ jawabnya lembut dan menciumi pipiku, aku membalikan wajahku dan mencium bibirnya

Kembali aku dimandikan olehnya, dan aku tertidur menjelang siang. Dipeluknya tubuhku dengan pelukannya, hangat sekali tubuhnya. Sangat hangat, dan aku merasa nyaman. Itulah yang aku lakukan setiap kali aku bangun pagi, dengan berbagai pakaian yang aku kenakan. Sebenarnya bukan pakaian menurutku, karena yang aku pakai selalu hanya menutupi bagian sensitifku saja. vagina dan puting susuku, bahkan selama dirumah aku lebih sering dibilang telanjang. Dan pasti suamiku suka sekali melecehkan istrinya sendiri, disuruh pakai pakaian seksi terus di remas pantatlah, susulah, kadang tiba-tiba memperkosaku. Ya, bukan memperkosa juga, akunya mau… hi hi hi…

ÔÇ£tuh, encer kan spermanya… mas sih… terusan…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£he he he… kan mumpung masih libur sayang, ntar kalau sudah kerja, ada yang capek dan lain-lain, mas cenggur dong…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya, tapi kan week end bisa seharian sayangÔÇØ ucapku

ÔÇ£tapi kan pengantin baru sayang…ÔÇØ belanya

ÔÇ£sini, kenthu ade lagi… batang dari tadi tegang terus… dah ndak usah banyak bicara lagi! Memek ade gatel terus liburan iniÔÇØ ucapku, yang memang memprotes tapi sebenarnya pengen hi hi hi

Hingga di malam terakhir kami libur, aku diajak ke danau. Dengan memakai rok panjang berumbai, tang-top kesukaanya yang pertama kali aku pakai ketika dia mengumpulkan tugas, dan penutup lenganku yang mirip dengan kaos tapi tidak bisa ditutupkan dibagian depannya. Bahkan pakaian dalamku sendiri haya sebuah bra yang menutupi putingku dan celana dalam yang selalu terbenad diantara kedua belah pantatku. Suamiku menggandengaku hingga ke danau. Sepi sekali, jelas sudah jam 10 malam tak akan ada orang disini. aku duduk di bangku bersamanya, baru mau aku bersandar di dadanya. Suamiku berdiri dan berlari-lari kecil…

ÔÇ£yang, lihat aku menyangga bulan…ÔÇØ teriaknya, aku hanya tersenyum dan melihatnya seakan mengangkat bulan

ÔÇ£bagus ndak yang? Fotoin dongÔÇØ ucapnya, aku ambil sematponku dan mengambil gambarnya

ÔÇ£lihat yang aku bisa salto…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£hat-hati mas nanti terlukaÔÇØ teriakku

Selang beberapa saat dia kembali duduk disampingku dengan nafas ngos-ngosan. Aku usap keringat yang ada dikepalanya, dengan tisu yang aku bawa. Aku kemudian bersandar didadanya, tanganya mulai mengrayangi susuku.

ÔÇ£masss… ini diluar…ÔÇØ ucapku tapi…

ÔÇ£ah inikah tujuan dia berlari-lari tadi… keringatnya ahh…ÔÇØ bathinku

ÔÇ£kenapa sayang? Mas pengen… tapi kalau ndak ya, mas mau mandi bau masalahnya…ÔÇØ ucapnya,

Tanpa sadar aku sudah menarik kaosnya ke atas kulihat keringatnya mengalir didadanya. Dorongan nafsu, vaginaku sudah mulai mencair. Lidahku menyapu butir keringatnya, bola mataku melihat kearahnya yang tersenyum menang karena telah membangkitkan birahiku. Laku sudah tidak peduli lagi dengan sekitarku seandainya saja ada orang yang datang, lelakiku pasti melindungiku. Setiap butiran keringatnya ku jilati hingga diputing susunya aku mainkan seperti ketika dia memainkan putingku. Tak kubiarkan satupun butiran keringat itu luput dari mulutku.

Dorongan ini pula yang membuatku langsung membuka celananya yang ternyata tak memakai celana dalam, batangnya berdiri tegak ada sedikit bau keringatnya. Tanpa berpikir panjang aku langsung mengulumnya, aku masih dalam posisi duduk. Tanganya kemudian menarik rok panjangku hingga pantatku terekspos. Ditariknya celana dalamku dan digoyang-goyang, membuat gesekan kecil pada klitorisku. Tangannya kemudian masuk ke dalam vaginaku, entah bagiamana aku tidak mempedulikannya yang jelas aku menikmati peninya.

ÔÇ£yang, basah banget mas maukin yah…ÔÇØ ucapnya,

Aku melepas penisnya dan mengangkangi penisnya, kugeser celana dalam minim ini dan kuarahkan penisnya ke vaginakku. Sebelum aku menggoyang, kunaikan tang-topku dan terlihat jelas bra yang menutupi putingku. Lidahnya mulai menjilati putingku yang masih tertutup dengan bra itu.

ÔÇ£ah, jilati mas… remaassshhh ah ah ah ah ah…ÔÇØ desahku yang mulai memompa penisnya, tangannya menggeser penutup putingku dan kini lidahnya dan jari-jarinya sudah tanpa penghalang lagi

ÔÇ£ah, terus mas… terusshhh ah ah ah memek ade enak banget di entot kontol mashhhh… enak banget massshhh kenthu sama massssshhh…ÔÇØ desahku pelan

Goyanganku semakin keras seiring dengan kenikmatan pada dinding vaginaku, dan akhirnya aku jatuh ketubuhnya mengalami orgasmeku. Tak perlu lama beristirahat, dan mas menggoyang pinggulnya dengan sedikit mengangkat pinggulku.

ÔÇ£ade… ughhh mas mau keluar de…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya mash cepethhh ntar ada oranghhhh eghhh…ÔÇØ ucapku

Tapi bukannya cepat, lama dalam posisi ini mas masih menggoyang pinggulnya. Aku yang sudah sedikit ketakutan akhirnya menguatkan diriku dan ikut menggoyang. Ah, nikmat sekali, suamikku benar-benar nikmat owhh… yah… enak sekali.

ÔÇ£mas ade mau keluarhhhh eghh…ÔÇØ desahku

ÔÇ£mash jugahhh sama-sama sayang…ÔÇØ desahnya

Dan selang beberapa saat…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Aku rasakan kembali semprotan sperma di vaginaku, aku ambruk ke tubuhnya dan merasakan kenikmatan lagi. Ah, benar-benar menakutkan, tanpa berlama-lama beristirahat aku langsung menurunakn tang-topku dan turun dari pinggul suamiku. Suamiku membereskan pakiannya, dan langsung menggandengku untuk pulang.

ÔÇ£gendoooooong…ÔÇØmanjaku, dia hanya tersenyum dan langsung membopong di depan bak ratu

ÔÇ£mas itu nekat banget…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, yang masih bau nih…,ÔÇØ ucapnya membuatku terdiam dan kembali menikmati bau keringatnya

ÔÇ£Dasar suamiku mesum sekali… ÔÇ£ ucapku

Sesampainya dirumah aku langsung melepas semua pakaianku, dan langsung saja tanpa berlama-lama aku menungging di atas tempat tidurku. Suamiku tampak sedikit kebingungan dengan gayaku ini, tapi aku memandangnya. Bau keringatnya terlalu menusuk sewaktu perjalanan pulang tadi.

ÔÇ£mas… cepeeett… hah hah hah…ÔÇØ ucapku dengan nafas penuh dengan nafsu

ÔÇ£eh, iya…ÔÇØ ucapnya yang langsung menelanjangi tubuhnya dan berada dibelakangku

ÔÇ£mas… anus ade masih perawan…ÔÇØ ucapku, inilah yang aku inginkan. Karena memang sewaktu aku melihat video, ada yang melakukan anal seks, dan dalam benakku, tubuhku miliknya dan dia harus menikmati semuanya.

ÔÇ£jangan yang, jangan mas ndak suka…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£pokoknya harus! Semua harus mas perawani atau ade nangis…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£yaaaang…ÔÇØ bujuknya

ÔÇ£ade nangis nih… hiks hiks…ÔÇØ ancamku

ÔÇ£maaaaaassshhhh awh…. jangan dijilatthhhh arghhhh….ÔÇØ teriakku setelah ancamanku

Lidahnya menjilati anusku dan…

ÔÇ£siap ya yang… ini bakalan sakit…ÔÇØ ucapnya, aku hanya mengangguk

ÔÇ£erghh pelan mashhh pelanhhhh erghhh… sakittthhh…ÔÇØ ucapku, tapi sudah tidak dihiraukannya,setiap rintihanku malah membuatnya semakin menekan ke dalam anusku, aku mendelik dan meringis meraskan daging tegangnya masuk ke dalam vaginaku

ÔÇ£ughhh… massshhh… ARGGHHHHHH…ÔÇØ teriakku ketika batang itu kurasakan memenuhi semua anusku

ÔÇ£sebentar mashhh hash hash hash hash…ÔÇØ

ÔÇ£sekarang mashh…ÔÇØ ucapku

Aku kemudian merasakan betapa seretnya anusku untuk jalan masuk penisnya, tanpa pelumas dan juga tanpa cairan apapun. Aku menggeleng-gelengkan kepala, aku sebenarnya sudah tidak sanggup lagi, tapi aku harus mendapatkan spermanya didalam anusku. Sebagai tanda keperawanan semua lubang dalam tubuhku hilang.

ÔÇ£ahhh de… mas ndak tahan sempit bangt yanghhh ughhh…. mas mau keluarrhhhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ade mau pipishhh….ÔÇØ ucapku

Dan selang beberapa saat setelah tubuhnya kencang menggoyang memaksa memompa anusku.

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Kembali lagi aku pipis dikasur, dan tubuhku langsung mabruk telengkup ke depan. Mengejang sesaat, ternyata dari anuspun aku bisa merasakan orgasme. Ada sedikit cairan kurasakan mengalir di anusku, selang beberapa saat tubuhnya langsung ambruk disampingku dan tangannya mengelus rambutku, aku hanya tersenyum.

ÔÇ£besok lagi jangan ya, mas ndak sukaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade Cuma pengen semua buat mas… maafin adeeeee… peluuuuukÔÇØ manjaku

Tubuhku dibalik, dari belakang tubuhnya memelukku. selimut ditariknya ketas menutupi ketelanjangan kami berdua. Walau aku hampir tertidur tetap saja aku rasakan elusan dikepalaku, nyaman, hangat… hingga pagi menjelang…

Kini aku berangkat dengan status bukan sebagai dosen jomblo atau dosen single. Tapi dosen yang sudah bersuami, dan sudah tidak perawan pada tiga lubangku hi hi hi. Judes? Masihlah, ndak bisa hilang ya kalau itu, lha wong kadang saja suamiku minta aku jadi dosennya lagi dan menyetubuhi dosen judesnya ini. Bangga aku dengan diriku karena telah memilikinya.

Pernah suatu pagi karena jam mengajarku siang, suamiku berangkat dulu. Tapi ketika ddepan pintu dia berdiri tampak seperti orang bingung. Aku mendekatinya dan mengantarnya sampai di motor. Bahkan motorpun tidak langsung jalan seakan dia menunggu sesuatu.

ÔÇ£mas… hati-hati berangkatnyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya!ÔÇØ ucapnya keras dengan tersenyum, itukah yang dia tunggu

Setelah mulai berangkat aku mengira aku dan suamiku akan kembali pada pekerjaan yang normal, tapi selama lima hari berturut-turut aku dan suamiku mendapat pekerjaan yang benar-benar melelahkan. Suamiku harus bekerja ekstra keras untuk membangun perusahaannya, klien bertambah banyak, pesanan membludak dan lain sebagainya yang membuat dia harus pulang malam. Sedangkan aku juga sama bersama erna dan dosen muda yang lainnya mengikuti seminar-seminar yang membosankan, melakukan persiapan-persiapan berkas untuk akreditasi jurusan yang setiap tahunnya diadakan. Ah, habis menikah ternyata pekerjaan bertambah berat. pulang pun harus malam, dan biasanya aku bertemu suamiku di rumah makan untuk makan malam bersama baru kemudian pulang. Aku lelah, dan suamiku lelah membuat kami tak bisa melakukan kebiasaan kami padahal pengantin baru masih hot-hotnya. Suamiku pun memakluminya dan bahkan dia menyadari kalau dilakukan sekarang pasti akan mengecewakan. Perbedaan setelah menikah adalah jarang ada perhatian dari BBM atau aplikasi lainnya di sematponku. Katanya sih ÔÇ£kalau sering kirim-kiriman pesan, malah ndak kangen ntarÔÇØ ucapnya begitu tapi masuk akal juga. Tapiiiiiii kalau aku sedang pengen dimanja, biasanya pas ndak ngajar dan aku senggang, dia harus langsung membalas pesanku sesibuk apapun dia. Egois sih, tapi kan pengeeeeeen… walau kadang-kadagn dia mengirim pesan ÔÇ£dilanjut nanti ada klienÔÇØ, aku memahaminya. Egois ya egois tapi tahu posisikan?

Sesekali dia cerita dalam lima hari sibuk, kalau tidak salah hari ketiga. Dia bercerita bertemu dengan klien yang menawarkan makan siang plus-plus tapi dia menolaknya. Aku sempat tidak percaya tapi tatapan matanya membuatku percaya apalagi perasaanku bilang dia jujur. Di hari keempat saat itu dia pernah meneleponku sekali meminta fotoku dengan mengenakan tang-top.

ÔÇ£Ayolah yang please, mumpung mas masih segerÔÇØ

ÔÇ£iih mas, masa mas mau keluarin sendiri?ÔÇØ

ÔÇ£mumpung seger yang, kalau sayang pulang malem kan pasti lemes, mas jugaÔÇØ

ÔÇ£endak ya endak, emoh, lagian ade di kampus masÔÇØ

ÔÇ£yaaaah… terus gimana? Jadi kodok ntar kecebongnyaÔÇØ

ÔÇ£sabar, paling sebentar lagi semua selesai yang. Ade kan juga pengen mas, bukan mas sajaÔÇØ

ÔÇ£iya deh, maaf, tapi week end habis-habisan ya yangÔÇØ

ÔÇ£kalau ade sih okay, tinggal kerjaan mas tuh… week end masih kerjaÔÇØ

ÔÇ£mas jamin ndak dehÔÇØ

ÔÇ£okayÔÇØ

Lucu juga ketika mendengarnya merengek minta foto tang-top, padahal setiap malam dia ngelonin tubuh telanjangku. Ya walaupun tidak kuda-kudaan sih. Hingga hari kelima kurang lebih jam 3 sore semua pekerjaanku telah selesai, dan tinggal hari senin saja untuk dosen yang memiliki jabatan mengurusi audit. Aku sih, ndak mau. Ketika aku hendak pulang kerumah, masih didalam ruanganku, aku iseng kirimkan fotoku sewaktu akan berangkat tadi pagi. Aku mengambil foto tanpa sepengetahuannya. Sebelumnya kulihat DP pada kontaknya ÔÇ£I keep myself busy with things to do, but everytime i pause i still think of youÔÇØ, dasar sok romantis. Segera aku kirimkan fotoku.

To : My Husband Arya
MINAT PM!
From : My Husband Arya
MINAT!
To : My Husband Arya
Berani bayar berapa kang?
From : My Husband Arya
Berapapun siap!
To : My Husband Arya
Ih sok kaya deh,
Lebih mahal dari artis lho
From : My Husband Arya
Berapa? Cepetaaaan
To : My Husband Arya
Hmmm… mahal lho kang
From : My Husband Arya
Akan aku bayar berapapun,
Aku berikan perusahaanku,
Uang tabunganku, motorku
Bahkan seluruh jiwa dan ragaku
Akan kuberikan padamu,
Please mau ya?
To : My Husband Arya
Hmmm… gimana ya?
Oke, ketemuan dimana nih?
Kalau dirumah akang, ndak maulah
Masa cantik-cantik gini maen dirumah
Ndak level!
(terus saja aku bercanda dengannya)

From : My Husband Arya
Bagaimana kalau kita ketemuan di hotel?
To : My Husband Arya
Hotel apa? Hotel ecek-ecek ndak maulah,
Kita cewek high lho
From : My Husband Arya
Bagaimana kalau kita ketemuan di hotel Five Star Building?

To : My Husband Arya
Oke Tapiii…
Kalau kamar aku maunya yang VVIP dong
Paling elite diantara kamar paling elite!
From : My Husband Arya
Oke, siap!
Nanti malam? Bagaimana?
Long time ya? from night till dawn
To : My Husband Arya
Okay, but…
bisa ndak situ puasin aku?
Yah, secara cewek mahal kaya aku
Rugi dong dapat lawan main yang uh langsung keluar
Aku g nyari duitnya saja kali, kepuasan juga!
From : My Husband Arya
Tenang saja, kalau nanti malam aku kalah
Aku siap serahkan semuanya!
Bahkan kamu bisa memotong punyaku
Untuk kenang-kenangan
To : My Husband Arya
Oke, Deal!
Aku tersenyum memandang percakapan dengan suamiku di sematponku sendiri. aku kemudian meneleponnya.

ÔÇ£halo sayangÔÇØ

ÔÇ£jangan berganti pakaian, kalau perlu joging dulu. Dan tunggu di hotelÔÇØ

Tuuuut…

Kleek… pintu ruanganku terbuka, dan erna masuk dengan wajah sedikit lesu. Tapi aku masih saja senyum-senyum sendiri karena gaya suamiku yang sok-sokÔÇÖan. Apa bisa dia tahan lama? Secara hampir 5 hari ndak dapat jatah?

ÔÇ£heh! Yan, kamu itu senyum-senyum, gila kamu ya?ÔÇØ ucap erna

ÔÇ£yaelah mbak, kenapa sih datang-datang kok marah-marah? Habis di makan sama orang atas ya?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kalau masalah kerjaan sih endak yan, huuuuh… ini gara-gara kamu yanÔÇØ ucapnya

ÔÇ£lho lho kok malah aku yang disalahin?ÔÇØ ucapku heran

ÔÇ£gara-gara kamu kasih itu ramuan ke aku, padahal aku juga bingung ngramunya waktu kamu tanya masalah ramuan itu. semenjak aku nyoba suamiku jadi gimana gitu… tiap hari mintaaaa terusÔÇØ ucapnya, sewaktu aku mendapatkan ramuan dari mama diah, aku coba bertanya ke erna

ÔÇ£ya, baguslah dari pada ehem ehem…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah deh masalah Anda jangan di omongin, khilaf tahu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£hi hi hi…. tapi asyik kan????ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kata suamiku, semuanya tambah kenceng yan, tambah sempit padahal aku ngrasa juga biasa saja sama bentuk tubuhku. tapi suamiku yaelah… yaaaan yaaan… tapi thanks ya, sekarang aku bisa tahu kalau ternyata akunya yang kurang memuaskan…ÔÇØ ucapnya, yang dulu pernah cerota kepadaku karena mengeluh tak pernah puas dengan suaminya

ÔÇ£dedek baru tuuuh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£proses, kamu itu pengantin baru kapan buatnya? Eh, kalau buat sudah ya, kapan jadinya?ÔÇØ ucap erna

ÔÇ£ya, sabarlah namanya juga usaha mbakÔÇØ ucapku

Kami bercakap-cakap sejenak dan kemudian aku teringat akan janjiku. Tanpa berlama-lama aku langsung pamt daripada dikasih kerjaan tambahan lagi. Ketika berada dijalan kulihat sebuah toko dan membuatku mempunyai ide.

ÔÇ£ini ada-ada saja istri hufth tapi ndak papalah, kemarin juga bulan madu cuma dirumah. sekali-kali main di hotel berbintang ndak masalah. Tapi uangnya hadeeeeh… terpaksa daripada ndak dapat jatah spesialÔÇØ bathinku sembari mengambil ATM simpananku

ÔÇ£bener-bener mahal kamu yangÔÇØ bathinku

Aku kemudian mengambil REVIA dan berangkat ke hotel yang aku tuju. Awalnya sih agak kebingungan apalagi ini adalah hotel berbintang khusus untuk orang-orang yang kaya. Tapi dengan tenang dan sok kaya walaupun datang dengan motor buntut aku mencoba menyewa kamar. awalnya mereka tidak percaya kalau aku akan menyewa disitu.

ÔÇ£baik pak, kamar akan kami siapkan tapi tolong untuk pembayaran didepan pakÔÇØ ucap resepsionis

ÔÇ£eh, iyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£kartu kreditnya pak?ÔÇØ ucapnya kembali

ÔÇ£eh, mbak aduh saya tidak punya mbak… adanya kartu ATM, bisaayar dengan cash?ÔÇØ ucapku benar-benar bloon, apalagi tubuhku sudah berlumur keringat

ÔÇ£maaf pak kalau itu…ÔÇØ ucap resepsionis

ÔÇ£nih ar, pakai saja…ÔÇØ ucap seseorang yang sudah tak asing lagi, dengan dengan sebuah kartu berada di samping kepalaku. Aku menoleh…

ÔÇ£eh, pak dhe he he heÔÇØ ucapku cengengesan

ÔÇ£sudah tenang saja, pakai dulu nanti ganti ya he he heÔÇØ ucap pak dhe andi

ÔÇ£kok pak dhe disini?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£biasa… tuh bu dhe kamu minta kesini kemarin, malam jumat biasaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ooowhh… mana budhe?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£apa ar?ÔÇØ ucap bu dhe ika, aku menoleh ke samping

ÔÇ£Eh… bu dhe…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kamu itu malu-maluin, masa pulang kerja langsung kesini. Mandi dulu apa gimana gitu, dah mas kasihkan saja, kasihan anak-anak dirumah Ibu (nenek ayu)ÔÇØ ucap bu dhe

ÔÇ£makasih pak dhe bu dhe…ÔÇØ ucapku, selamaaaaat hufthh… setelah itu transakasi dimulai

ÔÇ£tadi saudaranya ya mas?ÔÇØ ucap mbak-nya

ÔÇ£iya mbak, pak dhe saya dan bu dhe sayaÔÇØ ucapku

ÔÇ£sering lho mas kesini, paling lama 1 bulan sekali, biasanya 2 minggu sekaliÔÇØ ucapnya, WHAT!

ÔÇ£owhh…ÔÇØ hanya itu yang terucap

ÔÇ£silahkan mas, kalau ada barang bawaan akan dibawakan. Mas akan diantar ke kamar tujuan. terimakasih sebelumnyaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya mbak, oh iya mbak kalau nanti ada cewek datang mencari saya bagaimana?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bisa mas, nanti akan kami arahkan ke kamar mas. Namanya…ÔÇØ ucap mbaknya

Setelahnya aku diantar ke kamarku, aku masuk dan melihat kesekelilingku. Benar-benar ini kamar apa rumah? Lengkap bener… ada TV, kamar tidur terpisah, ada meja makan, ada… ada… gila bener pantesan mahal banget!

ÔÇ£bapak, sebentar lagi saya akan siapkan makan malamnyaÔÇØ ucap mas-nya

ÔÇ£oh, iya mas… eeee mas kalau makan malamnya di taruh di meja dan kasih lilin bisa?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£oh bisa mas, itu sudah masuk fasilitas dari hotelÔÇØ ucapnya

ÔÇ£okay, thanks… eh mas, tanya lagi, kalau mau ngrokok dimana ya?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bapak bisa membuka jendela dan merokok diluarÔÇØ ucapnya sambil melihat ke jendela, aku kira keluar jendela langsung terjun kebawah he he he

ÔÇ£iya mas, terima kasih… oh iya mas nanti tolong…ÔÇØ ucapku

Dunhill mild…

ÔÇ£Sipz sudah semua, tinggal berangkat… ups kalung monelnyaÔÇØ ucapku mencari dikamar,

ÔÇ£aduh kenapa tadi harus aku lepas ya. ah ini dia…. untung kamu ketemu sayang muachÔÇØ bathinku, sambil mengecup kalung itu

Dengan mobil kesayanganku dan sebuah koper aku berangkat menuju hotel. Kutemui resepsionis dan langsung aku diantar menuju ke kamar. sewaktu melewati hotel ada beberapa mata memandangku, aku tidak peduli. Bahkan ketika aku sedang berjalan menuju meja resepsionis ada yang menawarku.

ÔÇ£halo cantik, bagaimana kalau malam ini kita sekamar?ÔÇØ ucap seorang laki-laki

ÔÇ£maaf, saya hanya ingin menemui suami sayaÔÇØ ucapku

ÔÇ£masa cantik-cantik gini kesini Cuma mau ketemu suami, suami simpenan ya?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£silahkan berpikir macam-macam bapak, tapi mohon maaf suami saya sudah menunggu. Apa perlu saya tunjukan kartu nikah saya? Ini ada didalam koper sayaÔÇØ ucapku tegas

ÔÇ£halah wanita bayaran saja sok-sokÔÇÖan!ÔÇØ ucap pria tersebut

ÔÇ£Hei, lebih baik kamu jauhi mbaknya atau kamu berurusan sama sayaÔÇØ ucap seseorang aku menoleh ke samping, ah itu kan dokter yang di RS bersama seorang laki-laki yang setengah baya

ÔÇ£eh… pak media, ini lho pak saya kan Cuma nawarÔÇØ ucap laki-laki tersebut

ÔÇ£gundulmu! Tak pecat kamu, ini adik iparnya bos kamu! Pak Andi!ÔÇØ ucap pak media

ÔÇ£eh.. anu eh..ÔÇØ orang tersebut tampak gugup

ÔÇ£sudah tahu saya? Saya suaminya arya, jadi mohon minggirÔÇØ ucapku

ÔÇ£Bu Dokter, dan Bapak terimakasih, saya duluan suami saya sudah menungguÔÇØ ucapku

ÔÇ£bulan madu ya yan?ÔÇØ ucap bu dokter

ÔÇ£iya bu..ÔÇØ ucapku tersenyum, jelas saja aku memanggilnya bu karena aku tidak begitu mengenalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*